cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
INNOVATION OF LEMBANG VOCATIONAL TRAINING CENTER TO CREATE AGRICULTURAL ENTREPRENEUR Timotius Setiawan; Dwi Purnomo; Ernah Ernah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.16504

Abstract

ABSTRACTLembang Vocational Training Center (Balai Latihan Kerja/BLK Lembang) is a government vocational training institution in charge of organizing vocational training in agriculture/agribusiness for the community, especially job seekers. The challenge faced by BLK Lembang is to create agricultural entrepreneurs expected to reduce 1.8 million unemployed in West Java (BPS, 2017). This study aims to investigate the innovations undertaken by BLK Lembang in creating agricultural entrepreneurs through agricultural vocational training. The study was conducted from November to December 2017 at BLK Lembang using qualitative descriptive method. Data were collected through secondary data, observation, in-depth interviews, and Focus Group Discussion (FGD) to several key informants. The results of this study showed that BLK Lembang has performed innovations in its vocational training system in order to create agricultural entrepreneurs that include: vision and planning, demonstration and training facilities, capacity building for instructor, training program development, training contents development, utilization of material practice, On Job Training Program, and networking. In the future, BLK Lembang will take opportunities for innovation in management and work culture, human resources, training programs, membership, facilities and partnership to improve its training system and quality in order to create more agricultural entrepreneurs. Keywords: agricultural entrepreneur, agricultural innovation system, agricultural vocational training ABSTRACTBalai Latihan Kerja (BLK) Lembang adalah lembaga pelatihan kerja pemerintah yang bertugas menyelenggarakan pelatihan kerja di bidang pertanian/ agribisnis bagi masyarakat, terutama pencari kerja. Tantangan yang dihadapi oleh BLK Lembang adalah menciptakan wirausaha pertanian yang diharapkan dapat mengurangi 1,8 juta penganggur di Jawa Barat (BPS, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui inovasi yang dilakukan oleh BLK Lembang dalam menciptakan wirausaha pertanian melalui pelatihan kerja bidang pertanian. Penelitian dilakukan dari November hingga Desember 2017 di BLK Lembang dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui data sekunder, observasi, wawancara mendalam, dan Focus Group Discussion (FGD) kepada beberapa informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa BLK Lembang telah melakukan inovasi dalam sistem pelatihan kerjanya untuk menciptakan wirausaha pertanian yang meliputi: visi dan perencanaan, fasilitas peraga dan pelatihan, pengembangan kapasitas untuk instruktur, pengembangan program pelatihan, pengembangan materi pelatihan, pemanfaatan bahan latihan, Program On-Job Training dan jaringan kerja sama. Di masa mendatang, BLK Lembang akan memanfaatkan peluang-peluang untuk inovasi dalam aspek manajemen dan budaya kerja, sumber daya manusia, program pelatihan, kepesertaan, fasilitas, dan jaringan kerja sama untuk meningkatkan sistem dan kualitas pelatihan dalam rangka menciptakan lebih banyak wirausaha pertanian.  Kata kunci: wirausaha pertanian, sistem inovasi pertanian, pelatihan kerja pertanian
MOTIVASI PETANI MUDA DALAM PENERAPAN TEKNIK BUDIDAYA PADI SAWAH SECARA ORGANIK DENGAN METODE SYSTEM OF RICE INTENSIFICATION (STUDI KASUS DI KELOMPOK TANI MEKAR SARI IV, DESA CIAPUS, KECAMATAN BANJARAN, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT) Akmal Fathurrahman; Lucyana Trimo
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 3, No 1 (2018): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.006 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v3i1.11564

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat motivasi petani muda dalam menerapkan teknik budidaya padi sawah organik dengan metode SRI, serta mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi petani muda tersebut dalam penerapan teknik budidaya padi sawah organik dengan metode SRI. Penelitian ini dilakukan di Kelompok Tani Mekar Sari IV, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Teknik pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap petani muda anggota kelompok tani tersebut yang menerapkan teknik budidaya padi sawah organik dengan metode SRI, yang berjumlah 30 orang. Desain penelitian ini adalah kualitatif, dengan ditunjang data kuantitatif untuk menyatakan hubungan antara faktor-faktor internal dan eksternal petani muda dengan motivasinya untuk menerapkan teknik budidaya padi sawah tersebut. Teknik penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan korelasional, serta dilakukan uji korelasi Tau B-Kendall untuk mengolah data kuantitatif yang diperoleh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi petani muda untuk menerapkan teknik budidaya padi sawah tersebut tergolong kategori tinggi. Faktor internal petani muda yang berhubungan nyata terhadap motivasinya dalam menerapkan teknik budidaya padi sawah tersebut adalah umur petani, pendidikan non formal dan akses informasi, sedangkan faktor eksternalnya adalah ketersediaan sarana dan prasarana produksi, serta karakteristik inovasi teknik budidaya padi sawah tersebut.  Kata kunci: motivasi, petani muda, padi organik, metode SRI ABSTRACT This research aimed to identify level of young farmer’s motivation and discover factors related to the motivation of young farmers at implementing organic wet paddy cultivation technique with SRI method. This research is held in Kelompok Tani Mekar Sari IV, Desa Ciapus, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.  Data in this research obtained with sensus technique to 30 members in young age of Kelompok Tani Mekar Sari IV. Desain of this research is qualitative, supported by quantitative data to state relation between internal and external factors of young farmers in their motivation to implement organic wet paddy cultivation technique used. This research applies descriptive technique with correlational approach. Correlaton Tau B-Kendall test is used to process quantitative data obtained. The result of this research shows level of young farmers motivation to implement organic wet paddy cultivation technique with SRI method is classified in high category. The internal factors of young farmers that significantly correlate to their motivation in implementation of organic wet paddy cultivation technique with SRI method are farmer’s age, non formal education, and information access. The external factors of young farmers that significantly correlate to their motivation in implementation of organic wet paddy cultivation technique with SRI method are the availability of farming facilities, and the characteristics of innovation.                                                                                                              Keywords: motivation, young farmers, organic paddy, SRI method
ANALISIS EFEKTIFITAS PENDEKATAN HUMAN CENTER DESIGN DALAM PENGEMBANGAN INDUSTRI KECIL MENENGAH DI KAWASAN PEDESAAN Devi M. Rahmah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.427 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22686

Abstract

Pendekatan human center design merupakan sebuah pendekatan dengan menitikberatkan manusiasebagai pusat dalam setiap aktifitas di dalam sistem. Industri manufaktur telah lebih dulu menerapkanpendekatan ini dalam meningkatkan produktifitas, efisiensi, dan efektifitas proses kerja sistemindustri. Pendekatan ini jika dianalisis lebih dalam dapat diterapkan pada sistem yang jauh lebih kecildan sederhana. IKM merupakan sistem industri yang lebih sederhana. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektitas penerapan pendekatan human center design dalam Industri Kecil menengahditinjau dari produktifitas usaha yang dijalankan. Penelitian dilakukan di Paguyuban IKM yang ada diDesa Pagedangan Kec.Indramayu. Metode yang dilakukan adalah dengan wawancara terstruktur padapelaku IKM seteah pendekatan Human center design ini diterapkan sebelumnya. Hasil Penelitianmenunjukkan bahwa terdapat peningkatan efektifitas aktifitas usaha yang dilakukan terhadappeingkatan motivasi pelaku IKM untuk mengembangkan IKM yang dikelolanya sejumlah 75%,peningkatan omset penjualan sebesar 25%, penguatan jejaring pasar, serta kemampuan melakukaninovasi produk.Kata kunci : human center design, IKM pedesaan
ANALISIS KOMUNIKASI PEMASARAN BERBASIS MEDIA SOSIAL DI KALANGAN RESTORAN ELIT DAN MENENGAH DI KOTA BANDUNG Dhany Esperanza; Sri Fatimah; Rani A. B. Kusno
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1466.598 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22718

Abstract

ABSTRAKKeberlanjutan sektor pertanian saat ini menjadi isu besar terkait dengan semakin menurunnyaaktivitas sektor pertanian. Kegiatan kuliner sesungguhnya mampu menggerakkan hulu dan hiliragribisnis dalam bentuk produksi input kuliner yaitu bahan-bahan mentah hasil pertanian. Sektorkuliner juga menjadi kegiatan yang dilirik generasi muda sebagai pilihan usaha, namun masihbanyak entrepreneur yang memerlukan pencerahan untuk dapat berkembang. Antara lain dalam halakses ke konsumen melalui promosi dan secara khusus pemilihan media promosi. Pada saat inimedia sosial dipandang dapat mengefektifkan upaya promosi. Tujuan penelitian adalah untukmengetahui karakteristik konsumen di restoran elit dan menengah Kota Bandung, juga mengetahuidampak media sosial bagi penyedia jasa kuliner. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan teknik studi kasus dan analisis deskriptif. Penelitian dilaksanakan di beberapa lokasi restoranyang mewakili klaster elit dan menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restoran klaster elitdinilai belum cukup intensif menggunakan saluran pemasaran berbasis media sosial, sedangkanrestoran menengah dinilai bahwa penggunaan media sosial tidak berpengaruh terhadap kondisirestoran saat ini. Konsumen dari kedua klaster restoran senang menginformasikan restoran melaluimedia sosial bila memiliki keunikan.Kata kunci: media sosial, kuliner, promosi, agribisnis, studi kasusABSTRACTSustainability of the agricultural sector is currently a major issue due to decline in its activities.Culinary is actually able to move upstream and downstream agribusiness, namely culinary rawmaterials from agricultural products. As well, younger generation sees culinary as the choice ofbusiness, despite entrepreneurs still need awareness to be able to thrive. Particularly access toconsumers through promotions and specific opt for media campaign. At the time being social mediais seen for its superiority to further facilitate and streamline promotional efforts. This study aims tounderstand the characteristics of consumers in elite and medium-class restaurants in Bandung city,also knowing the impact of social media for culinary service providers. The results showed that theelite restaurant cluster was considered not sufficiently using social media as marketing mean, whilethe medium-class restaurants was regarded indifferent to its current condition despite using socialmedia. Consumers of both clusters pleased to inform the restaurant via social media when it isunique.Keywords: social media, culinary, promotion, agribusiness, case study
PENGARUH DIMENSI KOMUNIKASI INTERPERSONAL TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN (KASUS DI KEDAI KOPI ARMOR, TAMAN HUTAN RAYA DJUANDA, BANDUNG) Raihan Prasetya; Rani A. B. Kusumo
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.082 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22705

Abstract

ABSTRAKPersaingan pasar yang ketat menuntut Kedai Kopi Armor untuk menyusun strategi pemasaran agardapat menciptakan konsumen dan tentunya eksistensi perusahaan. Komunikasi interpersonalmerupakan salah satu faktor yang dapat menciptakan kepuasan konsumen. Tujuan penelitian iniuntuk menganalisis pengaruh kualitas komunikasi interpersonal yang terjalin antara karyawan(barista) dan konsumen terhadap tingkat kepuasan konsumen. Penelitian dilakukan di Kedai KopiArmor Bandung. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik survei. Respondendalam penelitian ini berjumlah 94 orang yang diambil dengan teknik acak sederhana. Data dianalisismelalui analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedai kopi armormenerapkan edukasi langsung dari barista ke konsumen melalui komunikasi interpersonal yangmembentuk kepuasan konsumen. Hasil uji regresi menunjukkan secara parsial diketahui bahwavariabel keterbukaan, sikap positif, dan sikap mendukung berpengaruh signifikan terhadap kepuasankonsumen, sementara itu variabel empati dan kesetaraan tidak menunjukkan pengaruh yangsignifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara simultan terdapat pengaruh signifikan antarakomunikasi interpersonal dengan kepuasan konsumen. Karyawan sebagai ujung tombak sebuahperusahaan hendaknya mampu berkomunikasi secara tepat kepada konsumen untuk meningkatkankepuasan konsumen.Kata kunci: pengaruh, komunikasi, interpersonal, kepuasan, konsumenABSTRACTIntense market competition requires Café Armor to develop strategies in order to retain customersand the existence of the company. One of the factors that could affect customer satisfaction isinterpersonal communication. This study aims to analyze the influence of interpersonalcommunication between barista and consumers to the level of customer satisfaction. The study wasconducted at Café Armor Bandung. This research is a quantitative research with survey techniques.Respondents in this study amounted to 94 people taken by simple random sampling. Data wereanalyzed by multiple linier regression analysis. The result showed that Café Armor gave educationand information to their consumers through interpersonal communication that shapes consumersatisfaction. Partial regression analysis results showed that openness, positive and supportiveattitude have a significant effect on customer satisfaction, while empathy and equality have no effecton customer satisfaction. Simultaneously there was significant relation between interpersonalcommunication with customer satisfaction. Employees as the spearhead of a company should beable to communicate properly with consumers in order to increase of customer satisfaction.Keywords: influence, communication, interpersonal, satisfaction, consumers
ANALISIS KEPUASAN PENGUNJUNG BERKUNJUNG KE AGROWISATA DENGAN KONSEP EDUFARMING DI PT. JENDELA ALAM PARONGPONG KABUPATEN BANDUNG BARAT Gugun Arioditha; Endah Djuwendah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (885.034 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22688

Abstract

Kepuasan pengunjung merupakan salah satu faktor penting yang mendukung perkembanganagrowisata, karena keberlangsungannya ditentukan oleh nilai kepuasan pengunjung yang datangmenikmati wisata tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengunjungdan tingkat kepuasan pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam yang menerapkan konsep edufarming.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengunjung agrowisata PT. Jendela Alam sebagian besar (70persen) berjenis kelamin perempuan berstatus sudah menikah dan berumur antara 30-39 tahun.Tingkat pendidikannya sarjana strata satu (67 persen) dan berprofesi sebagai guru. Informasi tentangobyek wisata pertama kali sebagian besar melalui teman. Umumnya tujuan berkunjung adalah untukstudy tour (47 persen). Alasan pengunjung datang karena program dianggap menarik ( 46 persen).Seluruh pengujung berminat datang kembali ke PT. Jendela Alam. Tingkat kepuasan pengunjungterhadap lokasi, ketersediaan sarana dan prasarana, produk dan pelayanan petugas termasuk kedalamkategori puas.Kata kunci : Analisis kepuasan, kepuasan, pengunjung, kepuasan pengunjung, agrowisata
Kajian Strategi Pemasaran Usaha Kedai Kopi KADAKA Cafetaria di Kota Bandung Nadya Hasna Latifa; Dini Rochdiani
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 1 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.926 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v4i1.22913

Abstract

AbstrakTanaman kopi merupakan tanaman perkebunan yang sudah ada dari sejak dahulu menjadi tanaman yang di budidayakan. Dewasa ini, minuman kopi tidak lagi sekedar untuk dikonsumsi tetapi bisa menjadi pelengkap aktifitas sehari-hari. Jumlah konsumsi kopi diperkirakan akan terus meningkat seiring meningkatnya pendapatan kalangan kelas menengah sehingga membuat para pebisnis kedai kopi menjadi yakin untuk menjalankan usahanya. KADAKA Cafetaria merupakan salah satu kedai kopi baru yang mengalami permasalahan dalam penjualannya. Selain itu, terdapat pula pesaing sejenis di sekitarnya. Dengan demikian, perlu diketahuinya alternatif strategi pemasaran yang dapat digunakan kedai kopi KADAKA Cafetaria sehingga dapat menghadapi persaingan. Desain pada penelitian ini menggunakan desain kualitatif dan teknik penelitian studi kasus. Alat analisis yang digunakan yaitu menggunakan matriks IFE, EFE, IE, SWOT, lalu QSP. Hasil dari matriks IE menunjukkan bahwa perusahaan tersebut berada pada posisi tumbuh dan bina. Empat strategi alternatif dirumuskan dari hasil matriks SWOT dan QSP dengan strategi prioritas pertama adalah dengan meningkatkan kegiatan promosi.Kata kunci: Kopi, Kedai Kopi, SWOT, QSPMAbstractCoffee plants are plantations that have existed for a long time ago to be cultivated plants. Today, coffee drinks are no longer just for consumption but can be complementary to daily activities. The amount of coffee consumption is expected to continue to increase along with the increasing income of the middle class, making coffee shop businesspeople sure to run their businesses. KADAKA Cafetaria is one of the new coffee shops that have problems with its sales. Also, there are similar competitors in the vicinity. Thus, it is necessary to know the alternative marketing strategies that can be used by KADAKA Cafetaria coffee shops so they can face competition. The design in this study uses qualitative design and case study research techniques. The analysis tool used is using the IFE, EFE, IE, SWOT, then QSP matrices. The results of the IE matrix show that the company is in a position to grow and develop. Four alternative strategies are formulated from the results of the SWOT and QSP matrices with the priority strategy is to increase promotional activities.Keywords: Coffee, Coffee Shop, SWOT, QSPM
ANALISIS PENAWARAN DAN PERMINTAAN BAWANG MERAH DI PROVINSI JAWA BARAT Pandi Pardian; Trisna I. Noor; Achdya Kusumah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1153.063 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22711

Abstract

ABSTRAKBawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan sayuran rempah yang umum dikonsumsi olehmasyarakat di Indonesia. BPS memperkirakan bahwa kenaikan harga bawang merah merupakanpenyebab terbesar ke dua setelah kenaikan BBM pada bulan Maret 2015. Rendahnya tingkatproduktivitas bawang merah dan karakteristik produksi bawang merah yang bergantung pada musimtidak mampu mengimbangi tingkat permintaan yang cenderung konstan. Kondisi ini menyebabkankesenjangan (gap) antara pasokan (supply) dan permintaan (demand) sehingga menyebabkanfluktuasi harga antar waktu. Penelitian ini menganalisa permintaan dan penawaran bawang merah diIndonesia sehingga dapat dihasilkan rekomendasi kebijakan pengembangan bawang merah denganmelihat aspek penawaran dan permintaan. Penelitian ini menggunakan metode analisis penawarandan permintaan bawang merah yang dilakukan secara kualitatif; serta analisis proyeksi pemetaanpenawaran dan permintaan bawang merah dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa pola produksi bawang merah Jawa Barat sangat dipengaruhi oleh 5 kabupatensentra produksi utama (Cirebon, Bandung, Majalengka, Garut, Kuningan). Produktivitas bawangmerah relatif stagnan karena belum terjadi perubahan yang signifikan terkait dengan teknologibudidaya dan pasca panen untuk meningkatkan produktivitas. Di sisi permintaan, tingkat permintaanbawang merah cenderung mengikuti kenaikan jumlah penduduk. Ini menyebabkan Jawa Barat selaludefisit dalam ketersediaan bawang merah.Kata kunci: bawang merah, fluktuasi harga, penawaran, permintaanABSTRACTShallot (Allium ascalonicum L.) is one of the vegetables consumed by people in Indonesia. Bureau ofStatistics data shows that the increase of shallot price is the second most contributing factor afterthe rising petroleum price to the national inflation in March 2015. Low productivity and its seasonalproduction characteristics became hindrances at the production level, and thus limiting supplycapability to meet the demand. This situation has affected the supply and demand equilibrium bycreating a gap which leads to market price fluctuation. This study analyses shallot’s supply anddemand in order to formulate recommendations to the policy makers so that they are able to supportthe development of shallot by including the supply and demand elements in their policies. This studyutilizes qualitative and quantitative research methods in analyzing and mapping shallot’s supply anddemand. The results show that shallot’s national production is concentrated in 5 provinces (CentralJava, East Java, West Java, West Nusa Tenggara, and West Sumatera). The productivity is relativelylow and stagnant due to limited access to technology and good agricultural practices, in both pre-and post-harvest activities. As for the demand side, due to shallot’s inelastic characteristic, thedemand is constantly growing as the population gets higher. This condition has caused West Java tobe in a constant deficit situation for shallot.Keywords: shallot, price fluctuation, supply, demand
KAJIAN KEMITRAAN PETANI PAPRIKA (capsicum annum) DALAM UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI (Studi Kasus pada Petani Paprika Desa Cibodas Kabupaten Bandung Barat) Nur Syamsiyah
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1135.225 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22692

Abstract

ABSTRAKTujuan penulisan ini adalah mengkaji kemitraan usaha yang dilakukan petani paprika denganKostaman Fruits and Vegetables Suppliers dalam meningkatkan pendapatan petani paprika DesaCibodas Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat. Pola kemitraan yang terjadi pola kemitraandagang umum, petani paprika berada pada subsistem kegiatan produksi dan Kostaman Fruit andVegetables Supplier pada subsistem pemasaran hasil produksi. Metode penelitian dilakukan dengandesain kualitatif dengan melakukan teknik studi kasus (case study). Keunggulan pola kemitraankemitraan ini adalah peningkatan pendapatan bagi petani paprika dan Kostaman Fruits and VegetablesSuppliers, kendala dan manfaat dari kemitraan usaha, kendala teknis berkaitan dengan faktor cuacayang tidak menentu. Manfaat yang diperoleh dari proses kemitraan bagi petani adalah jaminan hargadan pasar, peningkatan pendapatan. Kostaman Fruits and Vegetables Supplier memperoleh jaminanpasokan paprika sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen. Pembagian marjin pada setiappelaku kemitraan, Margin petani sebesar 40,52 % dan margin Kostaman Fruits and VegetablesSupplier sebesar 59,48 %. Kemitraan antara petani paprika dan Kostaman Fruits and VegetablesSupplier menguntungkan kedua belah pihak.Kata kunci : Kemitraan, Paprika, PendapatanABSTRACTThe main objective of studies to analyse business partnership paprika farmers and Kostaman Fruitsand Vegetables Suppliers in increasing the farmers incomes in Cibodas Village, Lembang West JavaRegency. Types partnership general trade, paprika farmer in a place production subsystem andKostaman Fruits and Vegetables Supplier in marketing product subsystem. This research design wasqualitative and used case study research technique. The advantages of business partnership areincreasing income for paprika farmers and Kostaman Fruit and Vegetables Suppliers, contraints andbenefit of partnership, technical contraints be related to uncertainty weather. Benefit of partnershipfor paprika farmers, price and market assurance, increasing incomes. Kostaman Fruits andVegetables Supplier acquiring quarantee paprika supply to able consumer demand. Distribution ofmargin on every offender partnership. Farmers margin 40,52 % and Kostaman Fruits and VegetablesSupplier margin 59,48 %. The partnership between the paprika farmer and kostaman Fruits andVegetables Supplier benefits both sides.Keywords : Partnership, paprika, Farmer’s Income
ANALISIS NILAI TAMBAH AGROINDUSTRI PENGOLAHAN KOPI ARABIKA EKSPOR DI KABUPATEN ACEH TENGAH (STUDI KASUS PADA KSU SARA ATE) Peggi Epaga; Akhmad Baihaqi; Muji Burrahmad; Elly Susanti
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 1 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.462 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v4i1.20867

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar agroindustri pengolahan kopi arabika ekspor pada KSU Sara Ate di Kabupaten Aceh Tengah dapat menciptakan nilai tambah untuk kopi dan untuk mengetahui apakah sudah efesien pemasaran kopi arabika ekspor pada KSU Sara Ate di Kabupaten Aceh Tengah. Penentuan lokasi penelitian ini ditentukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan karena industri pengolahan kopi ini berproduksi secara berkesinambungan dan juga merupakan salah satu industri pengolahan kopi di Aceh Tengah. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis nilai tambah model hayami dan metode analisis efesiensi pemasaran. Hasil analisis menunjukkan nilai tambah kopi arabika ekspor green bean grade 1 (spesialty) pada KSU Sara Ate sedang, dan green bean grade 2 (premium) rendah. Berdasarkan nilai efesiensi pemasaran green bean grade 1 dan green bean grade 2  pada KSU Sara Ate pemasaran dinilai efesien. Nilai tersebut memenuhi syarat ketentuan dimana jika EP 0-50 % pemasaran dinilai efesien.AbstractThis study aims to find out how big arabica coffee processing export agroindustry in KSU Sara Ate in Central Aceh Regency can create added value for coffee and to know whether it has efficient marketing arabica coffee export at KSU Sara Ate in Central Aceh regency. Determination of the location of this study is determined purposively (Purposive) with consideration because the coffee processing industry is producing continuously and is also one of the coffee processing industry in Central Aceh. The method of analysis used in this research is the value added analysis method of hayami model and marketing efficiency analysis method. The analysis result shows the value of arabica coffee export of green bean grade 1 (specialty) on KSU Sara Ate being, and green bean grade 2 (premium) low. Based on the value of marketing efficiency of green bean grade 1 and green bean grade 2 on KSU Sara Ate marketing is considered efficient. The value is eligible provisions where if 0-50% EP marketing is considered efficient.Keywords: Value-added, Marketing Efficiency, Arabica Export Coffee AbstractThis study aims to find out how big arabica coffee processing export agroindustry in KSU Sara Ate in Central Aceh Regency can create added value for coffee and to know whether it has efficient marketing arabica coffee export at KSU Sara Ate in Central Aceh regency. Determination of the location of this study is determined purposively (Purposive) with consideration because the coffee processing industry is producing continuously and is also one of the coffee processing industry in Central Aceh. The method of analysis used in this research is the value added analysis method of hayami model and marketing efficiency analysis method. The analysis result shows the value of arabica coffee export of green bean grade 1 (specialty) on KSU Sara Ate being, and green bean grade 2 (premium) low. Based on the value of marketing efficiency of green bean grade 1 and green bean grade 2 on KSU Sara Ate marketing is considered efficient. The value is eligible provisions where if 0-50% EP marketing is considered efficient.Keywords: Value-added, Marketing Efficiency, Arabica Export Coffee

Page 9 of 24 | Total Record : 234