cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad
ISSN : 25284576     EISSN : 26157411     DOI : -
Core Subject :
Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Universitas Padjadjaran. Diterbitkan Atas Kerjasama Program Studi Agribisnis dan Departemen Sosial Ekonomi Fakultas Pertanian Unpad Dengan PERHEPI Komisariat Bandung Raya.
Arjuna Subject : -
Articles 234 Documents
KINERJA KELEMBAGAAN PERLINDUNGAN INDIKASI GEOGRAFIS KOPI KINTAMANI Ketut Ardana
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 2, No 1 (2017): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.904 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v2i1.15073

Abstract

ABSTRAKPengakuan terhadap kekhasan produk yang telah teruji memiliki keunggulan kompetitif di pasarkomoditas internasional ditetapkan dengan sertifikat Indikasi Geografis (IG). Kopi Kintamanimerupakan produk kopi arabika spesial yang memperoleh sertifikat IG tahun 2008. Dibutuhkandukungan kelembagaan untuk menjaga keberlanjutan IG tersebut. Penelitian kinerja kelembagaantelah dilakukan di kawasan pengembangan kopi Kintamani pada bulan Maret-Mei 2017. Data primerdan sekunder yang terkumpul dari hasil wawancara dengan informan kunci, observasi, danpenelusuran referensi, dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam upayaperlindungan IG kopi Kintamani, telah dibentuk kelembagaan Masyarakat Perlindungan IndikasiGeografis (MPIG) Kopi Kintamani yang mewadahi interaksi antar pemangku kepentingan: petanisebagai produsen kopi, instansi terkait sebagai pembina, organisasi pendukung, dan pembeli utama.Kinerja kelembagaan perlindungan IG kopi Kintamani telah menjadikan kopi arabika Kintamanisebagai pionir produk kopi bersertifikat IG, menjaga konsistensi penerapan SOP berbaisis IG, danmenumbuhkan optimisme keberlanjutan bagi sebagian besar anggota MPIG. Upaya meningkatkanperan Koperasi Tani MPIG perlu lebih diintensifkan lagi melalui peningkatan kapasitas SDM daninfrastruktur disertai penyegaran kembali komitmen anggota untuk memanfaatkan jasa mediasipemasaran kopi antara petani dengan pembeli.Kata kunci: kopi arabika, optimisme keberlanjutan, kinerja kelembagaanABSTRACTAcknowledgment of the specificity of tested products having a competitive advantage ininternational commodity markets is established with a certificate of Geographical Indication (GI).Kintamani coffee is a special arabica coffee product that received GI certificate in 2008. It takesinstitutional support to maintain the continuity of GI. Institutional performance research has beenconducted in Kintamani coffee development area in March-May 2017. Primary and secondary datacollected from interviews with key informants, observation, and reference searching, were analyzedby cross tabulation and descriptively interpreted. The results showed that in the effort of protectingGI of Kintamani coffee, there has been established the institution of Geographical IndicationProtection Community (GIPC) which facilitates interaction among stakeholders: farmers as coffeeproducers, related institutions as builders, and main buyers. The institutional performance of GIKintamani coffee protection has made Kintamani arabica coffee as a pioneer of GI certified coffeeproducts, maintaining the consistency of the application of GI SOP, and growing sustainabilityoptimism for most GIPC Kintamani coffee members. Efforts to increase the role of GIPC FarmersCooperative should be further intensified through capacity building of human resources andinfrastructure along with refreshment of members' commitment to utilize marketing mediationservices between farmers and buyers.Keywords: arabica coffee, continuity optimism, institution performance
PERANAN PEMELIHARAAN TANAMAN MANGGIS TERHADAP PENDAPATAN PETANI DI JAWA BARAT Eti Suminartika
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.321 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22707

Abstract

ABSTRAKPangsa pasar manggis masih terbuka lebar baik di dalam maupun di luar negeri, namun hanya 10persen manggis kita yang dapat diekspor, hal tersebut disebabkan oleh budidaya tanaman manggismasih sangat tradisional, jarang dipupuk, dibersihan dan dipangkas. Tujuan penelitian ini adalahmenganalisis pemeliharaan tanaman manggis, menganalisis perbedaan pendapatan usahatanimanggis dan menganalisis kontribusi pendapatan usahatani manggis terhadap pendapatan keluargapetani. Penelitian ini menggunakan data sekunder dan primer dengan menggunakan metoda survey.Selanjutnya data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif, matematik dan ekonometrik.Penelitian dilaksanakan di sentra produksi manggis Jawa Barat yaitu di kabupaten Tasikmalaya danSubang. Hasil penelitian menunjukkan petani manggis di kabupaten Tasikmalaya lebih lebihmemelihara tanaman manggisnya dibandingkan di kabupaten Subang, meskipun demikianpemeliharaan tanaman di kedua kabupaten tersebut masih dibawah standar, dampaknya, pendapatandan keuntungan usahatani manggis di kabupaten Tasikmalaya lebih tinggi dibanding di kabupatenSubang dengan perbedaan yang signifikan secara statistik, oleh karenanya, pendapatan usahatanimanggis memiliki peranan yang besar terhadap pendapatan keluarga petani di kabupatenTasikmalaya.Kata kunci: manggis, pendapatan, keuntungan, pemeliharaan tanaman.ABSTRACTMarket share of mangosteen is still high both in the local and foreign market, but only 10 per cent ofIndonesian mangosteen can be exported. This is due to improper cultivation method such as rarelyfertilizing, weeding and other maintenance. Lack of maintenance of mangosteen farm can lowers thequality and productivity of trees. The purpose of this study was to analyse the maintenance ofmangosteen farm, the differences of mangosteen farm income and the contribution of mangosteenfarm income to the family income. This study used secondary and primary data which obtained fromfarmers, by using survey method. The data were analysed by using descriptive, mathematics andeconometrics analysis. Research was conducted in two of mangosteen production centres in WestJava, namely Tasikmalaya and Subang district. The results show that mangosteen farmers in theTasikmalaya is better at maintaining their garden than those in Subang, though the maintenance ofthe two districts are still below standard. The impact of the mangosteen farm income in Tasikmalayais higher than in Subang, the difference of income is statistically significant for both area. Therefore,mangosteen farm income has a major contribution on the family income, especially in Tasikmalaya.Keywords: mangosteen, farm income, plant maintenance.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN HASIL PADI (Oryza sativa L.) DI KABUPATEN INDRAMAYU Wiwik Ambarsari; Vitus D. Y. B. Ismadi; Agus Setiadi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.312 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22687

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan hasil padipada tingkat petani di Kabupaten Indramayu. Penelitian ini dilakukan sejak bulan Februari sampaiAgustus 2014 di Kecamatan Sliyeg, Lelea, dan Gabuswetan, Kabupaten Indramayu. Penelitian inidilakukan dengan pendekatan survei, menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampelpetani padi dilakukan secara multistage purposive sampling berjumlah 120 orang pada periode2012/2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor harga benih, harga pupuk, harga pestisida,upah tenaga kerja, dan sewa lahan secara serempak berpengaruh nyata terhadap penerimaan hasil padidi tingkat petani pada musim tanam pertama dan kedua; faktor harga benih, upah tenaga kerja, dansewa lahan secara parsial berpengaruh nyata pada penerimaan hasil padi di tingkat petani pada musimtanam pertama dan faktor-faktor dari harga benih, harga pestisida, dan upah tenaga kerja secara parsialberpengaruh nyata terhadap penerimaan hasil padi di tingkat petani pada musim tanam kedua.Kata kunci : faktor-faktor produksi, hasil padi
ANALISIS EFISIENSI ALOKATIF PENGGUNAAN FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PADA USAHATANI TANAMAN HIAS DRACAENA UNTUK PASAR EKSPOR DI KABUPATEN SUKABUMI Yayan Rismayanti; Dini Rochdiani; Lies Sulistyowati
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 1 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.616 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v4i1.22933

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi jumlah produksi tanaman hias Dracaena dan menganalisis tingkat efisiensi alokatif penggunaan faktor produksi usahatani tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sukabumi sebagai sentra tanaman hias Dracaena terbesar di Provinsi Jawa Barat pada bulan Januari sampai Juni 2018. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan pengambilan sampel secara simple random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 35 orang petani tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi dengan tujuan pasar ekspor. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap jumlah produksi tanaman hias Dracaena menggunakan analisis fungsi produksi dan analisis efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi yang berpengaruh signifikan terhadap jumlah produksi tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi adalah luas lahan, benih, dan tenaga kerja dimana kenaikan atau penurunan penggunaan ketiga faktor produksi tersebut akan mengakibatkan kenaikan atau penurunan jumlah produksi Dracaena. Pengalokasian faktor produksi luas lahan, benih, pestisida, dan tenaga kerja pada usahatani tanaman hias Dracaena di Kabupaten Sukabumi belum efisien sehingga penggunaannya perlu ditambahkan untuk mencapai efisien, sedangkan penggunaan faktor produksi pupuk pada usahatani tanaman hias Dracaena tidak efisien sehingga penggunaannya perlu dikurangi.Kata Kunci: efisiensi alokatif, faktor produksi usahatani, tanaman hias DracaenaAbstractThis study aims to identify the factors that can affect the amount of Dracaena ornamental plant production and analyze the level of allocative efficiency of the use of Dracaena ornamental plant farming production factors in Sukabumi Regency. This research was conducted in Sukabumi Regency as the largest Dracaena ornamental plant center in West Java Province in January to June 2018. The research was conducted by survey method by sampling using simple random sampling. The study was conducted on 35 Dracaena ornamental plant farmers in Sukabumi Regency with the aim of the export market. The data collected was analyzed using the analysis of factors that influence the amount of ornamental plant production Dracaena used an analysis of production functions and an analysis of the efficiency of the use of farm production factors. The results showed that the factors of production that had a significant effect on the amount of production of Dracaena ornamental plants in Sukabumi Regency were land area, seeds, and labor where the increase or decrease in the use of the three production factors would result in an increase or decrease in the amount of Dracaena production. Allocation of production factors for land area, seeds, pesticides, and labor in Dracaena ornamental plant farming in Sukabumi Regency has not been efficient so that their use needs to be added to achieve efficiency, while the use of fertilizer production factors in Dracaena ornamental plant farming is inefficient so their use needs to be reduced.Keywords: allocative efficiency, farming production factors, Dracaena ornamental plants
ANALISIS FAKTOR EKONOMI VOLUME EKSPOR KAKAO MENTAH INDONESIA Muhammad A. Budiman
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.633 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22713

Abstract

ABSTRAKKakao mentah di Indonesia termasuk dalam komoditas unggulan yang memberikan kontribusi dalamupaya peningkatan devisa Indonesia melalui. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisa signifikansibesaran nilai volume ekspor kakao mentah yang dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi. Penelitianini menggunakan desain kuantitatif dan studi litelatur menggunakan data sekunder, sampel data yangdigunakan bersifat kurun waktu selama 30 tahun hingga tahun 2013. Metodologi penelitian inimenggunakan model ekonometrika dengan teknik analisis regresi berganda dan metode kuadratterkecil atau ordinary least square (OLS). Hasil penelitian menunjukan bahwa secara partialVariabel Jumlah Produksi Kakao Indonesia, Nilai Tukar Rupiah, Harga Domestik Biji KakaoIndonesia memiliki pengaruh yang signifikan dan pajak ekspor secara partial memiliki pengaruhyang tidak signifikan terhadap perkembangan volume ekspor biji kakao Indonesia. Sedangkan secarasimultan Variabel Jumlah Produksi Kakao Indonesia, Nilai Tukar Rupiah, Harga Domestik BijiKakao Indonesia dan Pajak Eksport memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembanganvolume ekspor biji kakao Indonesia.Kata kunci : volume ekspor biji kakao Indonesia, harga domestik, pajak ekspor, nilai tukar rupiahABSTRACTIndonesian raw cocoa is one of commodities that has important roles on Indonesian export,especially for economic growth on GDP. Indonesian cocoa beans included in the priority which hasa very important role in export activities including in Indonesia as one of the primary commoditywhich would contribute to an increase in foreign exchange for Indonesia. This paper aims to identifyhow big the influence of the total production of Indonesian cocoa beans, exchange rate, cocoa beansprice and the export tax to the amount of Indonesia's exports of cocoa both simultaneously and toidentify which are the most influential factor. This study design is a quantitative research. Data weregained through desk study with time series data of 30 years. This research used econometrics toreflect the outcome of the discussions to be expressed in numbers by using multiple regressionanalysis and ordinary least square (OLS). The results show that the simultaneous variable theproduction of Indonesian cocoa, Exchange Rate, Domestic Prices of Indonesian cocoa beans andExport Tax has a significant influence on the development of Indonesian cocoa beans exportsvolume. A partial variable the production of Indonesian cocoa, Exchange Rate, Domestic Prices ofIndonesian cocoa beans has a significant influence and the partial export tax has no significanteffect on the development of Indonesian cocoa exports volume.Keywords: Indonesian cocoa beans volume exports, domestic prices, export taxes
POTENSI RELUNG PASAR (MARKET NICHE) PRODUK SAYURAN PELAKU USAHA AGRIBISNIS SAYURAN SKALA KECIL Sulistyodewi Nur Wiyono; Agriani H. Sadeli; Hesty N. Utami
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.423 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22683

Abstract

Kecamatan Ciwidey sebagai salah satu sentra produksi sayuran di Kabupaten Bandung memilikibanyak pelaku usaha agribisnis skala besar yang memasarkan hasil produksinya ke pasar tradisional diwilayah kota Bandung dan sekitarnya. Sebagian dari para pelaku agribisnis sayuran tersebut juga telahberhasil menjadi pemasok ke pasar modern. Kekuatan modal dan penguasaan informasi menjadi dayasaing utama antara pelaku usaha sayuran skala besar, yang kedua hal ini justru menjadi hambatan bagikesuksesan usaha pelaku agribisnis berskala kecil yang tergabung dalam kelompok tani yang bermodalusaha kecil dengan skala usaha produksi terbatas. Pendekatan relung pasar dimaksudkan untukmemperkecil persaingan di pasar, ditujukan untuk memuaskan kebutuhan pasar secara spesifik. Kajianpotensi relung pasar produk sayuran ini dilakukan dengan pendekatan system thinking melalui SSMdengan tujuan mendapatkan gambaran permasalahan yang tidak terstruktur dan model pengembanganpotensi yang adaptif dan aplikatif agar dapat dilakukan perbaikan di dunia nyata. Untuk menangkappeluang relung pasar, kelompok petani harus mengemas diri dan melakukan tindakan strategis bisnisberupa (1) melakukan pemasaran relasional; (2) melakukan peningkatan kualitas daun ketumbardengan menawarkan daun ketumbar yang bersih dengan standar kualitas sesuai dengan permintaanserta menggunakan kemasan; (3) menjaga kontinuitas permintaan konsumen dengan menerapkanjadwal tanam; (4) mencari pasar potensial berupa relung pasar yang mampu memberikan peluangkesuksesan pemasaran yang lebih baik.
KEBERDAYAAN PETANI PADI ORGANIK DALAM MEMENUHI PERMINTAAN PASAR TERSTRUKTUR (Studi Kasus Pada Kelompok Tani Sarinah Kabupaten Bandung) Yayat Sukayat; Dika Supyandi
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1109.257 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22693

Abstract

ABSTRAKPermintaan beras organik di Kabupaten Bandung terus meningkat, dari 2 ton pada tahun 2012,menjadi 20 ton pada tahun 2015. Pangsa pasar beras organik pada umumnya lapisan masyarakat kelasmenengah ke atas, sehingga beras organik lebih banyak dijual di pasar terstruktur. Peningkatanpermintaan tersebut direspon oleh pemerintah melalui penguatan petani dan kelembagaannya.Kelompok Tani Sarinah merupakan salah satu lembaga petani padi organik yang terus berbenah dandiberdayakan pemerintah sebagai upaya mengimbangi laju permintaan. Pada umumnya, pasar berasorganik sangat memperhatikan kuantitas, kualitas, kontinuitas dan komitmen, oleh karena itupemberdayaan petani padi organik ditekankan kepada empat hal tersebut. Pertanyaannya, bagaimanaperkembangan keberdayaan petani dalam mengusahakan padi organik? Penelitian ini didesain secarakualitatif dengan metode studi kasus dan analisis etik-emik. Hasil penelitian mengungkap bahwapetani padi organik di Kelompok Tani Sarinah sudah berdaya dalam aspek teknis produksi danmembangun jejaring kerjasama. Secara ekonomi para petani sudah mampu memupuk modal sendiridan secara psikologis sudah bisa mengikuti perkembangan pasar. Artinya petani yang berafiliasi dalamKelompok Tani Sarinah sudah berdaya, sehingga mampu memenuhi empat kriteria yang diinginkanpasar padi organik.Kata kunci: petani, padi organik, pasar terstruktur, keberdayaan.ABSTRACTDemand for organic rice in Bandung Regency continues to increase, from 2 tons in 2012 to 20 tons in2015. The market share of organic rice is generally middle and higj class people, so that more organicrice are sold in structured market. The increase in demand is responded by farmers and governementthrough farmers and its institutional strengthening. Sarinah Farmers Group is an organic rice farmersinstitution that continues to improve and empowered by the government to anticipate the demand. Ingeneral, the organic rice market is very concerned with quantity, quality, continuity and commitment.Therefore, organic rice farmer empowerment is emphasized to these four points. The question is, howthe development of the empowered status of farmers who cultivate organic rice? This study wasdesigned quantitatively through case study methods and analysis of ethics-emic. The results of thestudy reveal that the organic rice farmers in Sarinah Farmers Group has been empowered in terms oftechnical aspects of production and network building. Economically, the farmers have been able tocultivate their own capital and psychologically was able to follow market developments. This meansthat farmers who are affiliated with Sarinah Farmer Group have owned powers in order to meet thefour criteria desired by organic rice market.Keywords: farmer, organic rice, structured market, empowered.
PEMETAAN KONFLIK ANTARA PERUSAHAAN PERKEBUNAN DENGAN MASYARAKAT SEKITAR Lucyana Trimo
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 1 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1074.699 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i1.22691

Abstract

ABSTRAKPemetaan konflik dapat mengklarifikasi berbagai level permasalahan, memberikan gambaranmenyeluruh, mengorganisasi titik pandang setiap orang dan memberi solusi efektif. Penelitian inibertujuan memetakan pemicu konflik, jenis konflik, dan penanganan konflik oleh perusahaan.Penelitian dilakukan di Perkebunan Tambaksari PTPN VIII Subang dengan desain kualitatif danmetode studi kasus. Staf perkebunan, tokoh masyarakat, LSM, staf desa, staf kecamatan, karyawanperkebunan dan masyarakat di sekitar perkebunan dipilih secara sengaja sebagai informan denganmenggunakan teknik snowball sampling. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakanpendekatan triangulasi. Hasil pemetaan mengungkap bahwa konflik dipicu oleh kondisi masyarakatsekitar yang miskin, kondisi perusahaan yang melemah, provokasi pihak ketiga dan tidak adanya gantirugi atas lahan garapan masyarakat yang sekarang dikonversi menjadi kelapa sawit oleh perusahaan.Konflik berwujud penyerobotan lahan perusahaan. Penanganan konflik sudah berlangsung lama danmelibatkan berbagai pihak terkait, namun semua pihak belum memahami pentingnya melakukanpemetaan konflik. Perlu integrasi atau kolaborasi pendekatan formal dan lokal dalam pemetaan konflikagraria.Kata kunci: pemetaan konflik, perusahaan perkebunan, masyarakat sekitarABSTRACTMapping the conflict may clarify the various levels of problems, giving a whole, organizing point ofview of each person and provide effective solutions. This study aims to map a trigger of conflict, typesof conflicts, and conflict management by the company. The study was conducted in Plantation PTPNVIII Tambaksari Subang with qualitative design and the case study method. Plantation staff,community leaders, NGOs, village staff, district staff, plantations employees and communities aroundthe plantation been deliberately as an informant by using snowball sampling technique. Data wereanalyzed using triangulation approach. Mapping results reveal that the conflict was triggered by thepoor condition of the surrounding communities, business conditions weakened, provocation thirdparties and the absence of compensation for people whose arable land is now converted into oil palmby the company. Conflict tangible land grabbing companies. Handling conflict has lasted a long timeand involve multiple stakeholders, but all parties do not understand the importance of mapping theconflict. Need integration formal and local approaches to mapping agrarian conflicts.Keywords: conflict mapping, plantation companies, local communities
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PEMANEN KELAPA SAWIT DI PT. PERKEBUNAN NUSANTARA III (PERSERO) MEDAN Tennisya Febriyanti Suardi; Trisna Insan Noor; Iwan Setiawan
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 4, No 1 (2019): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.23 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v4i1.21901

Abstract

AbstrakSektor perkebunan kelapa sawit memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai penghasil minyak nabati yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Di perusahaan perkebunan kelapa sawit, aspek tenaga kerja langsung yang terlibat dalam proses produksi adalah pemanen kelapa sawit. Ini membutuhkan peningkatan produktivitas pemanen kelapa sawit untuk menghasilkan tandan buah segar berkualitas yang sesuai dengan tingkat pabrik kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis menentukan produktivitas tenaga kerja pemanen kelapa sawit dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta pengaruh produktivitas panen terhadap kualitas tandan buah segar kelapa sawit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 82 orang yang berprofesi sebagai pemanen kelapa sawit. Metode analisis menggunakan analisis deskriptif dan analisis PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas pemanen kelapa sawit berada dalam kategori sedang di mana ia bisa mendapatkan sebanyak 1700-2300 kilogram hasil per hari kerja. Faktor internal dan eksternal berpengaruh signifikan terhadap produktivitas pemanen. Faktor internal terbesar adalah motivasi kerja, sedangkan faktor eksternal terbesar adalah peluang untuk mencapainya. Kualitas tandan buah segar kelapa sawit di PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan dipengaruhi oleh produktivitas pemanen kelapa sawit.Kata kunci: produktivitas, kualitas, pemanen, kelapa sawit AbstractThe oil palm plantation sector has a high economic value as a producer of vegetable oil which is most widely used by the community. In an oil palm plantation company, the direct labor aspect involved in the production process is oil palm harvesters. This requires an increase in the productivity of oil palm harvesters to produce quality fresh fruit bunches that are in accordance with the grade of the palm oil mill. This study aims to analyze the determine labor productivity of oil palm harvesters and the factors that influence them and the effect of harvesting productivity on the quality of oil palm fresh fruit bunches. The research method used was descriptive quantitative with the number of respondents as many as 82 people who work as oil palm harvesters. The method of analysis uses descriptive analysis and PLS (Partial Least Square) analysis. The results of the study show that the productivity of oil palm harvesters was in the medium category where it can get as much as 1700-2300 kilograms of yield per working day. Internal and external factors have a significant effect on the productivity of harvesters. The biggest internal factor is work motivation, while the biggest external factor is the opportunity to achieve. The quality of palm oil fresh fruit bunches at PT. Perkebunan Nusantara III (Persero) Medan was influenced by the productivity of oil palm harvesters.Keywords: productivity, quality, harvesters, oil palm 
STRATEGI PENINGKATAN VOLUME PRODUKSI SELADA ROMAINE (LACTUCA SATIVA VAR. LONGIFOLIA) DALAM MEMENUHI PERMINTAAN RITEL MODERN (Studi Kasus di InaGreen Farm, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat) Sakina I. Putri; Kuswarini Kusno
Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian Unpad Vol 1, No 2 (2016): Agricore: Jurnal Agribisnis dan Sosial Ekonomi Pertanian
Publisher : Departemen Sosial Ekonomi Faperta Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.485 KB) | DOI: 10.24198/agricore.v1i2.22708

Abstract

ABSTRAKDengan kemajuan perekonomian, peningkatan pendapatan, dan kesadaran masyarakat untukkesehatan dan lingkungan menyebabkan permintaan produk sayuran organik semakin meningkat.InaGreen Farm adalah salah satu perusahaan hortikultura yang bergerak sebagai produsen danpemasok sayuran organik ke ritel modern Kota Bandung. Perusahaan tersebut menerapkan kegiatanon-farm mulai dari proses pembibitan hingga panen, dan kegiatan off-farm yakni sortasi,pengemasan hingga distribusi. Namun setiap bulannya, InaGreen Farm tidak dapat memenuhipermintaan ritel modern tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal daneksternal yang menjadi penyebabnya. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dataprimer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara lima informan (pemilik, dua kepaladivisi, tiga kepala bagian) dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi,pustaka, internet, media massa. Analisis data yang digunakan adalah analisis SWOT. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama InaGreen Farm adalah pencatatan dan perencanaanusahatani secara teratur; dan kelemahan utamanya adalah atap greenhouse mengalami kerusakan.Sedangkan peluang utama perusahaan adalah pemanfaatan teknologi informasi dan ancamanutamanya adalah hama penyakit yang terus berkembang. Selanjutnya, penelitian ini menghasilkansembilan alternatif strategi peningkatan volume produksi selada romaine.Kata kunci: selada romaine, manajemen strategi, manajemen produksiABSTRACTThe advancement of the economy, increased revenue, and public awareness for health and theenvironment led to product demand growing organic vegetables. One of the horticultural enterprisesengaged as a manufacturer and supplier of organic vegetables to modern retail Bandung isInaGreen Farm. InaGreen Farm apply on-farm activites of the seedlings to harvest, off-farmactivites such as sorting to packaging. However, InaGreen Farm still can’t fulfil modern retail’sdemands. This study aims to identify internal and external factors that influenced the situation. Datawas analysed by using SWOT analysis. The results showed that the main strength InaGreen Farmwas the recording and planning the farm on a regular basis; and its weakness is the green houseroof was damaged. While the main opportunities the company was the use of information technologyand its main threats were constantly evolving pests. The result of this research also produced ninealternative strategies for the company in order to improve their condition.Keywords: romaine lettuce, strategy management, prodcution management

Page 10 of 24 | Total Record : 234