cover
Contact Name
Iin Purnamasari
Contact Email
mpp@upgris.ac.id
Phone
+6224-8451279
Journal Mail Official
mpp@upgris.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas PGRI Semarang, Jl. Sidodadi Timur No. 24 Semarang Demikian permohonan ini, atas perhatian dan bantuannya kami sampaikan terimakasih.
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran
  • mediapenelitianpendidikan
  • Website
ISSN : 1978936X     EISSN : 25280562     DOI : -
Core Subject : Education,
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran, dengan nomor ISSN 1978-936X (cetak) dan ISSN 2528-0562 (online) adalah jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas PGRI Semarang. Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran merupakan Jurnal Nasional Terakreditasi Peringkat 5 sesuai SK Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Republik Indonesia No.: 85/M/KPT/2020, memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pendidikan. Lingkup bidang pendidikan antara lain meliputi pendidikan di jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, sampai Perguruan Tinggi. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pendidikan. Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2012)" : 10 Documents clear
PERAN PENGENTASAN KEMISKINAN TERHADAP PERWUJUDAN KOTA LAYAK ANAK DI PEDURUNGAN KIDUL, KOTA SEMARANG Ngatmini Ngatmini; Suyitno Suyitno; adi susanto; Cahyo Wahyu Utomo
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.417 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.356

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimanakah kondisi pengentasan wargamiskin yang ada di kelurahan Pedurungan Kidul, Kota Semarang ? 2) Bagaimanakahimplementasi kota layak anak di Kelurahan Pedurungan Kidul, Kota Semarang ? 3)Bagaimanakah daya dukung pengentasan kemiskinan terhadap terwujudnya kota layakanak di Kelurahan Pedurungan Kidul, Kota Semarang?Metode penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Populasiwarga miskin yang terentaskan di 12 RW. Variabel penelitian tentang pengentasankemiskinan dan kota layak anak. Instrumen yang digunakan berupa : angket, dokumen,wawancara. Analisis datanya dengan analisis interaktif.Simpulan yang diperoleh :1. Di Kelurahan Pedurungan Kidul, usahapengentasan kemiskinan belum berhasil, karena kriteria miskin masih beragam. Dalam halini perlu dilakukan penelitian secara seksama dengan kriteria yang jelas tentang definisimiskin. 2. Perwujudan kota layak anak belum berhasil karena aparat dan warga belum tahuistilah kota layak anak. Kondisi warga miskin lebih berpikir untuk memenuhi kebutuhanpokoknya. Walaupun demikian sudah ada kesadaran akan pentingnya pendidikan anak,pemberian fasilitas belajar, perhatian terhadap belajarnya, pelayanan anak dalam belajardemi masa depan. 3. Daya dukung pengentasan kemiskinan terhadap perwujudan kota layakanak di Kelurahan Pedurungan Kidul belum diketahui secara jelas karena istilah kota layakanak belum diketahui. Di samping itu hasil pengentasan kemiskinan belum dapat diketahuikarena kriteria miskin masih bias. Jika dilihat dari kriteria pemenuhan kebutuhan pangan,sandang, papan, serta kebutuhan sekolah dasar, maka warga miskin belum terentaskan.Namun indikator ke arah perwujudan kota layak anak sudah ada pada warga, mereka inginmemberi bekal pendidikan pada anaknya untuk masa depannya, agar mereka memilikikepribadian, bermoral, dan mandiri.Kata Kunci : pengentasan kemiskinan, kota layak anak
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA PADA KD BERMAIN PERAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KARIM BAGI SISWA KELAS VIII C SMP NEGERI 2 GAJAH DEMAK TAHUN PELAJARAN 2008/2009 KASBIYONO KASBIYONO
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.598 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.361

Abstract

Pembelajaran keterampilan berbicara, siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 GajahDemak tahun pelajaran 2008/2009 belum optimal. Berdasarkan diskusi dengan gurumata pelajaran Bahasa Indonesia siswa yang mampu melakukan keterampilan berbicarakhususnya bermain peran sangat sedikit. Banyak siswa yang enggan, takut, dan raguragu,sehingga proses pembelajaran lebih banyak didominasi guru atau bahkan menjadimacet. Padahal seseorang bisa menguasai suatu keterampilan termasuk keterampilanberbahasa, harus dilandasi dengan latihan dan keberanian. Salah satu faktor yangmempengaruhi keberhasilan pembelajaran keterampilan berbicara pada bermain peranadalah penggunaan media. Salah satu media yang bisa mengatasi masalah itu adalahmedia karim.Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah dengan menggunakan mediakarim untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada KD bermain peran siswa kelasVIII C SMP Negeri 2 Gajah Demak tahun pelajaran 2008/2009.Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dengan memodifikasi desain KurtLewin dengan dua siklus, yaitu siklus I dan dilanjutkan siklus II. Tiap siklus terdiri atasempat tindakan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.Keterampilan berbicara pada bemain peran dengan menggunakan media karimterbukti dapat meningkatkan hasil pembelajaran bagi siswa kelas VIII SMP. Haltersebut tampak pada peningkatan pemahaman bermain peran diperoleh daripeningkatan skor rerata prasiklus ke skor rerata siklus I dan dari peningkatan skor reratasiklus I ke skor rerata siklus II. Skor perolehan pada prasiklus adalah nilai terendah 52,nilai tertinggi 72, dan rerata 61,37. Skor perolehan pada siklus I adalah nilai terendah58, nilai tertinggi 78, dan rerata 66,95. Sedangkan skor perolehan pada siklus II adalahnilai terendah 66, nilai tertinggi 84, dan rerata 74,32. Adapun peningkatan skor reratapemahaman bermain peran dari prasiklus ke siklus I adalah 5,58 dan dari siklus I kesiklus II adalah 7,37. Dengan demikian peningkatan skor rerata keseluruhan dariprasiklus ke siklus II adalah 12,95. Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan mediakarim dapat meningkatkan hasil pembelajaran keterampilan berbicara pada bermainperan bagi siswa kelas VIII C SMP Negeri 2 Gajah Demak tahun pelajaran 2008/2009.Kata Kunci: keterampilan berbicara, bermain peran, media karim.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERPERSPEKTIF LIFE-SKILLS Senowarsito Senowarsito; Wiyaka Wiyaka; siti lestari
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.357

Abstract

Tujuan penelitianini adalah untuk mengembangkan sebuah model pembelajaran yang dapatmembangun life skills pada tahapan pembelajaran bahasa Inggris berbasis genre. Penelitian ini adalahpenelitian kualitatif berbasis pada analisis konsep. Penelitian dilakukan di 3 SMA dan 3 SMK di KotaSemarang dalam 4 tahapan: 1) observasi mendalam dan studi kepustakaan; 2) Wawancara dengan gurubahasa Inggris; 3).pemberian try out; 4) peer debriefing, diskusi terbatas dengan teman sejawat dan ahli,Temuan menunjukan bahwa life skills dapat diterapakan pada masing-masing tahapan pembelajaranbahasa Inggris (Building Knowledge of the Field, Modeling, Joint Construction, IndependentConstruction). Life-skills dapat diterapkan melalui: 1) pembiasaan; 2) memanipulasi isi materi; 3)penguatan dan pembetulan perilaku; dan 4) memanipulasi aktifitas kelas.Kata kunci: Kecakapan hidup, tahapan pembelajaran, proses pembelajaran.
JAWABAN ANALITIK SEBAGAI VALIDASI JAWABAN NUMERIK PADA MATA KULIAH FISIKA KOMPUTASI JOKO SAEFAN
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.155 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.419

Abstract

Kasus-kasus fisika yang diangkat pada mata kuliah Fisika Komputasi akan dijawab secara numerik. Validasi jawaban ini akan dilakukan dengan membandingkannya dengan jawaban analitik yang telah dipahami mahasiswa sebagai pengalaman belajar ketika menempuh mata kuliah Fisika Matematika pada waktu sebelumnya. Contoh yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah kasus fisika yang memuat persamaan diferensial biasa.Strategi yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan pembuktian kepada mahasiswa bahwa jawaban numerik merupakan suatu pendekatan yang baik untuk menjawab permasalahan fisika.Bahkan, ketika langkah-langkah yang ditempuh dalam mencari jawaban analitik terlalu kompleks, jawaban numerik masih merupakan suatu pendekatan yang baik. Kata-kata kunci: jawaban numerik, jawaban analitik, persamaan diferensial biasa.
PENGARUH PEMBELAJARAN TERPADU MODEL WEBBED (JARING LABA-LABA) DAN MODEL FRAGMENTED (PENGGALAN) TERHADAP HASIL BELAJAR UNGGAH- UNGGUHING BAHASA JAWA DI KELAS AWAL SEKOLAH DASAR Alfiah Alfiah; Siti Fitriana
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.608 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.353

Abstract

Penelitian ini diadakan dengan tujuan untuk mengetahui adanya perbedaanpengaruh pembelajaran terpadu model fragmented dan model webbed terhadaphasil belajar unggah-ungguhing basa Jawa siswa kelas awal sekolah dasar. Jenispenelitian ini adalah penelitian true eksperimen dengan randomized Control-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswakelas III SD Negeri Citarum. Unit analisis siswa-siswa SD kelas III. Sampeldiambil secara acak (proportional random sampling) dari keempat SD Citarumyang ada. Secara keseluruhan hasil belajar kelompok siswa yang mendapatperlakuan model Webbed lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat dari rerata hasilbelajar yang lebih tinggi yakni 6,4062, dibandingkan dengan yang mendapatperlakuan model Fragmented yang reratanya hanya sebesar 5,625. Dengandemikian hipotesis I teruji kebenarannya. Hasil belajar unggah ungguhing basaJawa kelompok siswa yang dikenai proses pembelajaran terpadu model Webbedbagi yang mempunyai kemampuan awal rendah hasilnya lebih rendahdibandingkan dengan hasil belajar kelompok siswa yang dikenai prosespembelajaran terpadu model Fragmented yang ber kemampuan awal rendah. JadiSiswa FR lebih tinggi hasil belajarnya dibandingkan dengan WR. Dengandemikian Hipotesis III tidak teruji kebenarannya. Hipotesis penelitian yangmengatakan ada interaksi antara kepandaian/kemampuan awal dengan modelpembelajaran yang berbeda, tidak teruji kebenarannya. Jadi tidak ada interaksiantara kemampuan awal (hasil pre tes) dengan model pembelajatan terpadu.Artinya baik yang berkemampuan awal (pre- tes) tinggi maupun yang rendah,model Webbed lebih efektif daripada model Fragmented.Kata Kunci: Model Webbed, Model Fragmented, Hasil Belajar1
PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN MEDIA AUDIO-VISUAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA joko siswanto; Abdul Wakhid mustofa
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.358

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan modelpembelajaran kontekstual dengan media audio-visual memberikan pengaruhyang lebih baik terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa daripada penggunaan model pembelajaran kontekstual dengan menggunakanmedia lembar kerja siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian iniadalah True Experimental Design Posttest-Only Control Design. Darianalisis data akhir menggunakan uji t-satu pihak, didapatkan hasil penelitianuntuk kemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen dan kontrol,diperoleh thitung> ttabel = 4,48 > 1,99. Sedangkan untuk kemampuan berpikirkreatif siswa diperoleh thitung > ttabel = 2,17 > 1,99. Untuk nilai rata-ratakemampuan berpikir kritis kelompok eksperimen x??Ôé¼???Ñ??Ôé¼?¼?Á = 76,43 dan rata-ratakelompok kontrolx??Ôé¼???ñ??Ôé¼???ñ??Ôé¼?¼?Â??Ôé¼???ñ= 68,33. Sedangkan untuk kemampuan berpikir kreatifrata-rata kelompok eksperimen x??Ôé¼???Ñ??Ôé¼?¼?Á = 73,07 dan kelompok kontrolx??Ôé¼???ñ??Ôé¼???ñ??Ôé¼?¼?Â??Ôé¼???ñ= 68,49.Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan modelpembelajaran kontekstual menggunakan media audio-visual memberikanpengaruh lebih baik daripada pembelajaran dengan model pembelajarankontekstual menggunakan media lembar kerja siswa terhadap kemampuanberpikir kritis dan kreatif siswa.Kata kunci: model pembelajaran kontekstual, media audio-visual, medialembar kerja, kemampuan berpikir kritis, kemampuan berpikirkreatif.1
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS BERITA PADA MATA KULIAH KONSEP DASAR IPS iin purnamasari; Djariyo djariyo; riana martin
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.035 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.354

Abstract

Penelitian dengan judul ?óÔé¼?ôPengembangan Model Pembelajaran Berbasis Berita Pada MataKuliah Konsep Dasar IPS?óÔé¼?Ø mempunyai tujuan untuk mengembangkan model pembelajaranberbasis berita pada mata kuliah Konsep Dasar IPS bagi mahasiswa PGSD dan mengetahuikendala dalam pengembangan model pembelajaran berbasis berita pada mata kuliah KonsepDasar IPS. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan metodeResearch and Development (R&D), yang menghasilkan produk berupa suplemen bahan ajartentang pembelajaran berbasis berita pada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS. Fokus dari penelitianini adalah merancang dan menyusun suplemen sebagai salah satu pendukung bahan ajar dalammata kuliah Konsep Dasar IPS berbasis berita bagi mahasiswa PGSD. Simpulan yang dapatdiambil dari penelitian ini adalah metode pengembangan model pembelajaran berbasis beritapada Mata Kuliah Konsep Dasar IPS dapat membantu meningkatkan kemampuan mahasiswadalam mengemukakan pendapat, keinginan mahasiswa mengakses berita dan keseriusanmengerjakan tugas, pemanfaatan media massa (surat kabar, televisi, rekaman berita dan internet)sebagai media pembelajaran bisa dijadikan sebagai bahan ajar yang menyenangkan,pengembangan model pembelajaran dengan menggunakan rekaman berita dan suplemen dapatmemberikan kontribusi dalam melengkapi perkuliahan.Kata Kunci: model pembelajaran, berita, IPS
UPAYA PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA PADA MANUSIA DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING Hj. Izzun nadlah
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.361 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.359

Abstract

Masih tingginya jumlah siswa yangpasif dalam proses pembelajaran dan rendahnyahasil belajar merupakan cerminan pemahaman konsep yang masih rendah di kelas IXC SMPN40 Semarang tahun pelajaran 2011/ 2012. Berdasarkan data pengamatan, wawancara, angketdan dokumentasi yang diperoleh, maka alternative tindakan yang diambil adalah denganmenerapkan modelpembelajaran Student Facilitator and Eksplaining. Penelitian TindakanKelasini secara umum bertujuan meningkatkan pemahaman konsep materi Sistem Koordinasidan Alat Indra pada manusia. Tujuan khususnya adalah meningkatkan jumlah siswa yang aktifdalam pembelajaran, dan meningkatkan hasil belajar siswa.Penelitian Tindakan kelas inidilaksanakan dengan 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasidan refleksi. Data yang dikumpulkan adalah kinerja siswa, dalam pembelajaran, kinerja guru,hasil belajar dan tanggapan siswa terhadap pelajaran. Pengamatan dilakukan oleh 3 pengamat,2menggunakan lembar pengamatan dilengkapi rubric penskoran, strategi yang digunakanpembelajaran kooperatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi dan sebuah model yangditerapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dan hasil belajar siswa.Dengan demikian modelpembelajaran Student Facilitator and Eksplaining dapat diterapkan untuk membelajarkanmateri?óÔé¼?ôSistem Koordinasi dan Alat Indra pada manusia?óÔé¼?Ø.Kata kunci :Student Facilitator and Eksplaining,Penguasaan konsep
PENINGKATAN KEMAMPUAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEMATIK SD PADA MAHASISWA S1 PGSD IKIP PGRI SEMARANG Mudzanatun Mudzanatun; agus wiyanto; Khusnul Fajriyah
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.471 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.355

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah melakukan kajian dalam rangka memperolehdeskripsi tentang hal-hal berikut; (a) kemampuan mahasiswa PGSD IKIP PGRISemarang dalam mengembangkan bahan ajar tematik, (b) langkah-langkahpenyusunan bahan ajar tematik SD, (c) Meningkatkan kemampuan mahasiswaPGSD IKIP PGRI Semarang dalam mengembangkan bahan ajar pembelajarantematik. Penelitian ini menggunakan analisis teks bahan ajar. Langkahpenyelesaian penelitian menggunakan langkah R&D, yakni: Tahap I: Studipendahuluan, yang meliputi : observasi, identifikasi respon dan kebutuhanmahasiswa dalam pengembangan bahan ajar, Tahap II : Pengembangan awal,rancangan penyusunan bahan ajar tematik, meliputi: penyusunan jejaringkompetansi dasar, pembuatan silabus, pengembangan materi pokok menjadibahan ajar , Tahap III : Evaluasi pengembangan bahan ajar tematik SD, Tahap IV: Perbaikan dan penyusunan bahan ajar tematik SD. Pengembangan materidilaksanakan dalam perkuliahan menggunakan pembelajaran kooperatif. Langkahlangkahpengembangan bahan ajar adalah pembuatan jejaring tema,pengembangan indikator dan tujuan pembelajaran, pengembangan materi ajar, danpenilaian bahan ajar. Produk yang dihasilkan berupa buku bahan ajar untuk kelassatu semester satu.Kata kunci: Bahan ajar, pembelajaran tematik.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN RAMAH ANAK DALAM KONTEKS MEMBANGUN KARAKTER SISWA DI SEKOLAH DASAR NEGERI DI KOTA SEMARANG Senowarsito Senowarsito; Arisul Ulumuddin
Media Penelitian Pendidikan : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan dan Pengajaran Vol 6, No 1 (2012)
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.494 KB) | DOI: 10.26877/mpp.v6i1.360

Abstract

Pendidikan karakter pada jenjang pendidikan dasar harus menempatkanpendidikan ramah nak sebagai dasar membangun karakter siswa. Hasil kuesioneryang didisi oleh semua guru-guru SD se-kota Semarang yang dilakukan 3,5 bulan di16 SD Negeri se Kota Semarang. Hasil menunjukkan mereka setuju untuk selalubersikap ramah terhadap siswa-siswanya. Tidak hanya itu, sekolah juga telahmengimplementasikan beberapa nilai-nilai karakter dalam visi misi sekolah, bahkantersedia kata-kata motivasi di dinding-dinding sekolah.Kedua, bentuk-bentuk pendidikan ramah anak yang telah dilaksanakan disekolah meliputi; ketersediaan sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh siswaseperti dalam kaitannya dengan kesehatan siswa yaitu tersedianya ruang UKS,program jumat bersih, kerja bakti, dokter kecil, BIAS maupun program tanaman toga.Sedangkan di bidang lain seperti tersedianya toilet, sanitasi air untuk mencuci tangan.Namun belum semua sekolah memiliki sanitasi air maupun toilet yang bersih. Bentukpendidikan ramah anak yang lain yaitu tersedianya perpustakaan, kantin, koperasisiswa, taman bermain siswa, dan mading. Jika dilihat dari observasi kelas, guru telahmengimplementasikan bentuk-bentuk pendidikan ramah anak seperti pemberian rasakasih sayang, perhatian terhadap siswa-siswanya. Dalam segi partisipai, bentukpendidikan ramah anak yang telah dilaksanakan seperti adanya kegiatan-kegiatansekolah dalam memperingati hari besar, serta ekstrakurikuler yang diikuti oleh semuasiswa. keterlibatan siswa dalam berbagai hal seperti dalam penataan bangku dandekorasi kelas.Ketiga, sejauhmana sekolah-sekolah dasar di kota Semarang telahmengimplementasikan pendidikan ramah anak dapat kita ketahui melalui hasilobservasi kelas dan wawancara. Sekolah telah berupaya mengimplementasikanpendidikan pendidikan ramah anak, namun faktanya masih belum optimaldikarenakan adanya beberapa kendala seperti keterbatasan dana, sarana danprasarana.Kata kunci: pendidikan ramah anak, karakter, SD Negeri di Kota Semarang

Page 1 of 1 | Total Record : 10