cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Kelainan Bentuk Kuku Sapi Bali Kereman yang dipelihara di Tanah berdasarkan Jenis Kelamin Reni, Ida Yuni Erdia; Widyastuti, Sri Kayati; Utama, Iwan Harjono
Indonesia Medicus Veterinus Vol 5 (3) 2016
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.47 KB)

Abstract

Sapi bali merupakan sapi asli Indonesia yang cukup penting dan terdapat dalam jumlah besardengan wilayah penyebaran yang luas di Indonesia dan merupakan golongan hewan berkuku genap. Sapiyang kurang bergerak atau terus dikandangkan pada tanah lunak, kukunya cenderung akan cepat tumbuh.Bila dibiarkan, bagian kuku ini akan bertambah panjang, membengkok atau melebar keatas (Aladin).Tujuan dari di lakukanya penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kelainan-kelainan apa saja yangterjadi pada kuku sapi bali kereman yang di pelihara di tanah lunak berdasarkan jenis kelamin. Objekdalam penelitian ini adalah 25 ekor sapi bali jantan dan 25 ekor sapi bali betina kereman yang di peliharapada tanah lunak. Pengambilan data di lakukan dengan cara observasi terhadap bentuk kelainan kuku sapibali kereman. Kelainan yang di temukan pada 25 ekor sapi bali kereman betina dan 25 ekor sapi balikereman jantan yang dipelihara di tanah lunak 100 % ditemukan bentuk abnormal / kuku panjang.Sedangkan Laminitis dan kuku busuk tidak ditemukan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa100 % ditemukan bentuk abnormal / kuku panjang. Langkah yang perlu dilakukan para peternak untukmengantisipasi terjadinya kuku panjang yaitu dengan melakukan pemotongan kuku sapi dan perawatanmanajemen kandang.
Perbandingan Gambaran Histopatologi Lambung Tikus Putih (Rattus norvegicus) Jantan yang Diberi Amoxicillin Dikombinasikan dengan Asam Mefenamat dan Deksametason Sakura, Yoakim Wilson; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Kardena, I Made; Sudimartini, Luh Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 6 (3) 2017
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.611 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gambaran histopatologi lambung tikus putih (Rattus norvegicus) jantan yang diberikan amoxicillin dikombinasikan dengan asam mefenamat dan deksametason. Terdapat 3 kelompok perlakuan dengan ulangan 10 ekor tikus. Perlakuan diberi selama 3 hari. Tikus perlakuan 1 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari. Tikus perlakuan 2 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari kombinasi asam mefenamat 45 mg/kgBB/hari. Tikus perlakuan 3 diberi amoksisilin 150 mg/kg BB/hari kombinasi deksametason 0,5 mg/kgBB/hari. Pada hari ke -7 dan hari ke-14, 5 ekor tikus di setiap kelompok perlakuan lambungnya dikoleksi dan diamati perubahan histopatologinya, kemudian diberikan skoring dan dianalisis menggunakan metode Kruskal-Wallis dan apabila berbeda nyata maka dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil pemeriksaan menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05), antara perlakuan 2 dengan perlakuan 1 dan 3.
Kombinasi Tylosin dan Enrofloxacin dalam Ransum terhadap Total Leukosit dan Diferensial Leukosit Babi Landrace Pascasapih Meidianthi, Kadek Putri; Ardana, Ida Bagus Komang; Budiasa, Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 7 (5) 2018
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.938 KB) | DOI: 10.19087/imv.2018.7.5.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tylosin dan enrofloxacin pada ransum terhadap total dan diferensial leukosit babi Landrace pascasapih umur 35-42 hari. Sampel yang digunakan adalah darah dari 24 ekor babi Landrace pascasapih. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 kelompok, yakni babi yang diberi ransum tanpa kombinasi tylosin dan enrofloxacin (P0) dan babi yang mendapat ransum dengan kombinasi tylosin dan enrofloxacin masing-masing 1000 ppm (P1), 2000 ppm (P2), dan 4000 ppm (P3). Pemberian perlakuan diberikan selama satu kali dalam sehari selama 7 hari. Hasil penelitian yang didapat berurutan dari P0, P1, P2, P3, jumlah rerata total leukosit (103/µl) sebesar (25,40; 26,54; 28,47; 29,40), rerata diferensial leukosit (103/µl) neutrofil (8,04; 9,11; 10,76; 12,65), eosinofil (1,02; 1,55; 1,88; 2,09), basofil (0,19; 0,28; 0,35; 0,39), limfosit (9,68; 10,68; 12,34; 13,59) dan monosit (1,02; 1,24; 2,00; 2,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi tylosin dan enrofloxacin pada ransum meningkatkan total dan diferensial leukosit babi Landrace pascasapih, namun peningkatan yang ditunjukkan tidak melebihi dari rentang nilai normal.
Laporan Kasus: Penanganan Hernia Umbilikalis pada Anjing Jantan Keturunan Shih-Tzu Umur Satu Tahun Sukma, Ni Ketut Ayu Mega; Sudisma, I Gusti Ngurah; Pemayun, I Gusti Agung Gde Putra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (5) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.085 KB)

Abstract

ABSTRAK Hernia umbilikalis merupakan tonjolan dari lapisan perut, lemak perut atau sebagian dari organ perut melalui daerah sekitar umbilikalis (pusar). Secara umum disebabkan karena faktor kongenital akibat dari penutupan cincin umbilical yang tidak lengkap setelah lahir. Seekor anjing persilangan Shih-Tzu berumur 1 tahun, dengan berat badan 5,8 kg berjenis kelamin jantan, didiagnosis menderita hernia umbilikalis yang didalamnya terdapat lemak. Anjing ditangani dengan tindakan pembedahan untuk mengembalikan isi hernia kedalam rongga abdomen. Premedikasi yang digunakan yaitu atropine sulfate secara subkutan dan anestesi yang digunakan yaitu kombinasi ketamine dan xylazine secara intravena dan anestesi inhalasi sebagai pemelihara anestesi. Anjing diinsisi pada kulit searah dengan garis tubuh (horizontal). Perawatan pascaoperasi dengan pemberian antibiotik cefotaxime 500 mg tablet selama 5 hari dengan jumlah pemberian 2 kali perhari ¼ tablet, pemberian analgesik asam mefenamat 500mg dengan jumlah pemberian 2 kali ¼ tablet diberikan selama 5 hari, dan pengobatan suportif berupa vitamin Livron B-Plex 2 kali ½ tablet selama 5 hari. Pada hari ke-1 sampai hari ke-3 luka daerah sayatan mengalami radang, pada hari ke-7 luka daerah sayatan sudah mengering dan hari ke-10 luka sudah sembuh.
Distribusi dan Jumlah Cysticercus bovis pada Sapi Bali yang Diinfeksi Telur Taenia saginata Empat Bulan Pasca Infeksi Purna, Rendra Ari; Dwinata, I Made; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (5) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (301.631 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengamati distribusi dan jumlah Cysticercus bovis pada sapi bali. Penelitian ini menggunakan seekor sapi bali betina berumur enam bulan yang bebas dari infeksi Taenia saginata dan telah diberi antelmintik (mebendazol) sebelum perlakuan. Proglotid gravid T. saginata diperoleh dari pasien taeniasis. Sapi percobaan diinfeksi dengan 500.000 telur dengan dua kali pemberian dan untuk mengamati perkembangan C. bovis, sapi dikorbankan nyawanya dan dinekropsi empat bulan (131 hari) pasca infeksi. Hasil penelitian menunjukkan perkembangan C. bovis pada sapi bali empat bulan pasca infeksi tersebar pada otot dan beberapa organ, dengan ukuran rata-rata 5 x 4 mm.  Total jumlah C. bovis yang diperoleh adalah 2.249 dengan kondisi hidup dan tidak ada yang mengalami degenerasi maupun kalsifikasi. Penelitian ini menunjukkan lokasi penyebaran C. bovis pada sapi bali adalah pada jantung, diafragma, lidah, otot skeletal di bagian anterior, otot skeletal di bagian posterior, dan daerah kepala dengan jumlah C. bovis pada organ jantung (354), diafragma (346), lidah (17), otot skeletal anterior (793), otot skeletal posterior (448), dan daerah kepala (291).
Pemberian Ekstrak Kulit Batang Kelor Terhadap Gambaran Mikroskopis Ginjal Tikus yang diinduksi Aloksan Mangindaan, Putri Yuliana; Berata, I Ketut; Setiasih, Ni Luh Eka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 3 (2) 2014
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.712 KB)

Abstract

Uji fitokimia terhadap kulit batang kelor (Moringa sp) mengandung flavonoid dan alkaloid, yang berfungsi sebagai antidiabetik dan hipoglikemik. Tujuan dari penelitian ini adalah: untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol kulit batang kelor terhadap gambaran mikroskopis ginjal tikus wistar yang diinduksi aloksan. Penelitian ini menggunakan 18 ekor tikus yang dibagi atas 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari: kontrol normal (P0), kontrol obat (P1), kontrol diabetik (P2), perlakuan dosis ekstrak 100 mg/Kg BB (P3), dosis ekstrak 200 mg/Kg BB (P4) dan dosis ekstrak 400 mg/Kg BB (P5). Perlakuan diberikan setiap hari selama 21 hari. Pada hari ke 22 tikus dieuthanasi, dinekropsi, ginjal di ambil: untuk dibuat sediaan histopatologi dengan pewarnaan HE. Hasil penelitian menunjukkan terdapat degenerasi, kongesti dan nekrosis pada P0, P1, P2, P3, P4 dan P5., dengan derajat kerusakan yang bervariasi. Dari hasil uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa baik degenerasi, kongesti maupun nekrosis dari keenam kelompok perlakuan tidak berbeda secara signifikan (p>0,005). Hal ini berarti bahwa pemberian ekstrak kulit batang kelor dosis 100 mg/KgBB, 200 mg/KgBB dan 400 mg/KgBB tidak berpengaruh terhadap gambaran mikroskopik ginjal tikus  wistar yang diinduksi aloksan.
Uji Organoleptik dan Tingkat Keasaman Susu Sapi Kemasan yang Dijual di Pasar Tradisional Kota Denpasar DIASTARI, I GUSTI AYU FITRI; AGUSTINA, KADEK KARANG
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (4) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.58 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas susu sapi kemasan yang dipasarkan di pasar tradisional yang terdapat di Kota Denpasar ditinjau dari uji organoleptik dan uji tingkat keasaman susu. Sampel yang dipergunakan berupa susu sapi kemasan 250 mL yang berasal dari empat wilayah di Kota Denpasar dengan merek yang sama, masing-masing kios diambil sebanyak tiga kemasan sebagai sampel penelitian. Sampel yang diambil adalah susu yang diletakkan tanpa menggunakan lemari gerai dan tidak diletakkan di dalam lemari pendingin. Seluruh sampel diperiksa secara organoleptik (warna, bau, rasa, dan kekentalan) dan dilakukan pengujian terhadap tingkat keasamannya. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas susu sapi kemasan secara organoleptik yaitu warna putih kekuningan, bau khas susu sapi, rasa sedikit manis dan sedikit asin serta kekentalan yang encer. Uji tingkat keasaman, susu sapi kemasan memiliki pH 7. Dari penelitian ini dapat ditarik simpulan yaitu kualitas susu sapi kemasan yang dijual di pasar tradisional di Kota Denpasar dalam kondisi baik.
Bioaktivitas Ekstrak Daun Tapak Dara (Catharantus roseus) Terhadap Kecepatan Angiogenesis dalam Proses Penyembuhan Luka pada Tikus Wistar FERDINANDEZ, MARIANA KRESTY; ANOM DADA, I KETUT; DAMRIYASA, I MADE
Indonesia Medicus Veterinus Vol 2 (2) 2013
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.673 KB)

Abstract

Telah dilakukan penelitian terhadap tikus Wistar untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun tapak dara secara topikal terhadap angiogenesis dalam proses penyembuhan luka. Tapak dara (Catharanthus roseus) merupakan salah satu obat tradisional, dimana ekstrak dari daun atau bunga digunakan sebagai obat. Ekstrak dari tapak dara mengandung tannin, triterpenoid, dan alkaloid yang berperan dalam penyembuhan luka. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan menggunakan rancangan The Randomized Postest Control Only Group Design. Penelitian ini menggunakan 32 ekor tikus Wistar jantan yang dilukai bagian punggungnya dengan diameter 1 cm, kemudian dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing sebagai kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, dimana kelompok perlakuan adalah kelompok tikus yang diberikan ekstrak daun tapak dara dengan dosis 15% secara topikal sedangkan kelompok tikus kontrol adalah kelompok tikus yang diberikan vaselin (carboxymethyl cellulose) secara topikal. Pemeriksaan histopatologi dilakukan pada hari ke-5 dan hari ke-15. Dalam pemeriksaan mikroskopis dilakukan penghitungan jumlah kapiler pada setiap tiga lapang pandang. Setelah dilakukan penelitian, jumlah pembuluh darah pada hari ke-5 tampak lebih banyak pada kelompok perlakuan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Tetapi pada hari ke-15, tampak jumlah pembuluh darah pada kelompok perlakuan lebih sedikit daripada kelompok kontrol. Hal ini disebabkan oleh proses kesembuhan yang lebih cepat pada kelompok perlakuan daripada kontrol. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak daun tapak dara secara topikal dengan dosis 15% terhadap tikus Wistar berpengaruh nyata terhadap angiogenesis pada hari ke-5 (p < 0,01). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh lamanya waktu pemberian ekstrak daun tapak dara dengan menambah lama waktu pengamatan dan jumlah sampel ulangan untuk menentukan dosis optimum ekstrak daun tapak dara yang paling berpengaruh terhadap kecepatan angiogenesis.
Nilai Konsistensi, Susut Masak, dan Jumlah Bakteri Coliform pada Daging Sapi Wilayah Denpasar Mamboran, Nikko Marthen; Suada, I Ketut; Sampurna, I Putu
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.022 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsistensi, susut masak, dan bakteri Coliform pada daging sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan di pasar tradisional di wilayah Denpasar. Penelitian ini menggunakan enam sampel masing-masing dua sampel daging di RPH Pesanggarahan Denpasar, dua sampel dari Pasar Badung, dua sampel dari Pasar Kreneng Denpasar dan dilakukan enam kali pengulangan. Metode pengujian konsistensi menggunakan 10 orang panelis untuk menguji konsistensi daging sapi. Pengujian susut masak dilakukan dengan cara pemasakan daging sapi pada panci yang berisi air dengan suhu 90oC selama 30 menit. Pengujian bakteri Coliform dilakukan dengan cara penanaman pada media Eosin Methylene Blue Agar (EMBA). Hasil penelitian diperoleh rataan konsistensi daging di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki skor 1, Analisis statistik menunjukan konsistensi daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Rataan susut masak daging sapi di RPH Pesanggaran sebesar 41%, Pasar Badung sebesar 39,5% dan Pasar Kreneng sebesar 42%. Analisis statistik menunjukan susut masak daging sapi di RPH dan di pasar tidak berbeda nyata. Jumlah bakteri Coliform dalam LogY pada daging sapi di RPH Pesanggaran yaitu 5,6; Pasar Badung yaitu 5,7; dan Pasar Kreneng yaitu 5,8. Analisis statistik menunjukan bakteri Coliform pada daging sapi sangat berbeda nyata. Sampel daging sapi yang diambil di RPH Pesanggaran, Pasar Badung dan Pasar Kreneng memiliki konsistensi liat, tidak ada perbedaan nilai susut masak daging serta uji cemaran bakteri menunjukan kecenderungan peningkatan jumlah bakteri Coliform dari daging sapi di RPH sampai ke pasar.
Pemberian Susu Afkir dalam Pakan terhadap Total dan Diferensial Leukosit pada Anak Babi Crossbreed Jantan Lepas Sapih Septiyan, Fayyadh Syafiq; Ardana, Ida Bagus Komang; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 8 (6) 2019
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.808 KB)

Abstract

Ternak babi merupakan salah satu komoditi yang mempunyai peranan penting dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat. Pemanfaatan susu afkir merupakan salah satu alternatif untuk menekan biaya pakan pada ternak babi. Susu afkir yaitu susu sapi dalam kemasan yang ditolak oleh pabrik dengan kondisi fisik dan nutrisi yang masih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian susu afkir pada konsentrasi 5% dan 10% dalam campuran pakan terhadap total dan diferensial leukosit anak babi crossbreed jantan lepas sapih. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 3 perlakuan dan 9 ulangan, dengan total 27 sampel darah dari 27 babi. Kelompok ternak babi sebagai kontrol yang diberi pakan standar (CP-550) (P0), kelompok ternak babi yang diberi pakan standar (CP-550) dikombinasikan dengan susu afkir 5% (P1), dan kelompok ternak babi yang diberi pakan standar (CP-550) dikombinasikan dengan susu afkir 10% (P2). Data hasil pemeriksaan dianalisis menggunakan uji sidik ragam atau Two Way Analysise of Variance (ANOVA). Untuk melihat pengaruh antar perlakuan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan. Hasil hari ke-15 dan ke-30 perlakuan menunjukan bahwa pemberian susu afkir berpengaruh sangat nyata terhadap total leukosit dan tidak berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit. Pemberian susu afkir dengan konsentrasi 5% dalam pakan dapat meningkatkan jumlah leukosit secara nyata dan tidak berpengaruh nyata terhadap diferensial leukosit anak babi crossbreed jantan lepas sapih. Pemberian susu afkir dengan konsentrasi 10% tidak berpengaruh nyata terhadap total leukosit dan diferensial leukosit anak babi croosbreed jantan lepas sapih.