cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Laporan Kasus: Rhinitis Infeksi Bakteri pada Kucing Peliharaan Taruklinggi, Utari Resky; Suartha, I Nyoman; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.316

Abstract

Seekor kucing lokal betina bernama Calico berumur 1,5 tahun dengan bobot 2,5 kg diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Berdasarkan anamnesis, kucing menunjukan bersin-bersin dan mengeluarkan leleran hidung dari kedua lubang hidung sejak berumur tiga bulan. Pada pemeriksaan fisik menunjukkan terdapat bercak leleran hidung yang mengering pada kedua lubang hidung dan pemeriksaan sinar X menunjukkan adanya gambaran radiopaque pada rongga hidung. Pemeriksaan ulas leleran hidung berhasil diidentifikasi bakteri Klebsiella sp. dan Staphylococcus sp. Hasil pemeriksaan hematologi rutin menunjukkan kucing kasus mengalami leukositosis dan limfositosis. Kucing didiagnosis menderita rhinitis infeksi bakteri dengan prognosis fausta dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan. Terapi yang diberikan pada kucing kasus terdiri dari antibiotik cefixime (sediaan 100 mg, dosis 10 mg/kg bobot badan (BB), diberikan per oral (PO) dua kali sehari selama 10 hari) antiinflamasi meloxicam (sediaan 7,5 mg, dosis 0,1 mg/kg BB, diberikan PO satu kali sehari selama empat hari) dan imunomodulator Echinacea purpurea (sejumlah 2 mL, diberikan PO satu kali sehari selama 10 hari). Hasil pengobatan selama 10 hari menunjukkan terjadi perubahan leleran hidung yang tadinya berupa purulen menjadi serous serta frekuensi bersin berkurang yang menandakan kucing mulai membaik.
Perbandingan Kualitas Fisik Objektif Daging Sapi Bali Produksi Rumah Pemotongan Hewan Karangasem, Klungkung, dan Gianyar Anastasya, Sindika; Swacita, Ida Bagus Ngurah; Suada, I Ketut
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.361

Abstract

Pengamanan pangan daging sapi mutlak perlu dilakukan untuk menjamin masyarakat sebagai konsumen mendapatkan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) untuk dikonsumsi. Sebagai bahan pangan, daging memiliki potensi bahaya yaitu biologi, kimia, dan fisik. Bahaya-bahaya tersebut dapat terjadi pada daging sapi selama proses penyediaannya. Sumber bahaya tersebut salah satunya dapat berasal dari fasilitas Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang kurang memenuhi persyaratan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kualitas daging sapi bali yang ditinjau dari uji objektif dan mengetahui perbedaan kualitas daging sapi bali produksi RPH Karangasem, Klungkung, dan Gianyar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging sapi bali yang disembelih di RPH Karangasem, Klungkung, dan Gianyar. Daging sapi yang digunakan pada bagian lulur (regio longissimus) sebanyak masing-masing 100 gram/ekor dari 17 sampel daging yang berasal dari RPH Karangasem, RPH Klungkung, dan RPH Gianyar, masing-masing sampel diuji kualitas fisiknya secara objektif meliputi uji pH daging, daya ikat air, kadar air, dan perkiraan jumlah bakteri. Data yang diperoleh, dihitung nilai rataan dan standar deviasinya, dianalisis perbandingan kualitasnya dengan uji sidik ragam. Hasil tersebut dibandingkan kualitasnya dengan standar mutu daging sapi Standar Nasional Indonesia 3932; 2008 dan dijelaskan secara deskriptif kualitatif. Hasil uji sidik ragam menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas daging sapi yang nyata dengan perlakuan asal RPH yang berbeda. Rataan nilai pH 5,79 ± 0,253, daya ikat air 83,31 ± 6,691, kadar air 76,91 ± 1,230, dan perkiraan jumlah bakteri <0,5juta/gram. Kualitas daging sapi asal ketiga RPH dalam kondisi baik dan layak dikonsumsi.
Berdasarkan Tanda Radang dan Keropeng Salep Ekstrak Daun Kersen Mempercepat Kesembuhan Luka Insisi pada Mencit Hiperglikemia Kewuta, Maria Natalia Nini; Dada, I Ketut Anom; Jayawardhita, Anak Agung Gde
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.30

Abstract

Hiperglikemia merupakan suatu kondisi ketika kadar glukosa darah meningkat melebihi batas normalnya. Keadaan ini menyebabkan proses kesembuhan luka pada penderita hiperglikemia menjadi lebih lama dibandingkan dengan keadaan normalnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kecepatan kesembuhan luka insisi pada mencit hiperglikemia menggunakan salep ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L) yang mengandung senyawa yang dapat mempercepat kesembuhan luka. Penelitian ini menggunakan 24 ekor mencit yang diinduksi dengan aloksan sehingga mencit mengalami hiperglikemia, lalu dilakukan insisi kulit pada punggungnya. Mencit-mencit tersebut kemudian diberikan empat perlakuan salep ekstrak daun kersen (0%, 30%, 40%, 50%) dan diamati kesembuhan lukanya (tanda radang dan keropeng) selama lima hari. Hasil pengamatan kemudian dianalisis dengan uji Kruskal Wallis menggunakan aplikasi SPSS dan apabila terdapat perbedaan maka dilanjutkan dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil analisis data yang didapatkan diketahui bahwa kesembuhan luka insisi pada mencit hiperglikemia dilihat dari adanya tanda radang dan adanya keropeng dengan uji Kruskal Wallis menunjukkan adanya perbedaan yang nyata sehingga dapat dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil uji Mann Whitney diketahui bahwa terdapat perbedaan yang nyata dari perlakuan kontrol (0%) dengan perlakuan 30% dan 40% baik dilihat dari adanya tanda radang maupun adanya keropeng. Hal ini menunjukkan bahwa salep ekstrak daun kersen konsentrasi 30-40% mempercepat kesembuhan luka.
Titer Antibodi Pascavaksinasi Flu Burung Subtipe H5N1 pada Ternak Itik di Baha, Mengwi, Badung, Bali Marson, Fransiska Gratia Sonita; Suardana, Ida Bagus Kade; Nindhia, Tjokorda Sari
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.797

Abstract

Itik merupakan satu jenis unggas air yang kini menarik perhatian. Selain sebagai penghasil telur, itik juga merupakan salah satu sumber penyedia bahan pangan berupa daging yang bernilai gizi tinggi. Peternakan itik sering menghadapi kendala serangan penyakit, seperti virus flu burung atau Avian Influenza (AI). Virus AI disebabkan oleh virus dari famili Orthomyxoviridae, genus influenza tipe A, subtipe H5N1. Untuk mengatasi hal tersebut peternak pembibit melakukan vaksinasi pada itik umur 18 hari tanpa dilakukan pengulangan dan akan dijual pada saat itik berusia tiga bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui titer antibodi flu burung subtipe H5N1 pascavaksinasi tunggal pada peternakan itik di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Titer antibodi diuji dengan uji Hemaglutination inhibition (HI) dan dinyatakan dalam rerata titer dengan satuan Log 2. Pengambilan sampel serum dilakukan sebanyak tiga kali dengan jarak waktu pengambilan sampel yaitu dua minggu. Hasil penelitian menunjukan rerata titer antibodi pada tiga kali pengambilan adalah 0 ± 0,000, 0 ± 0,000 dan 0,45 ± 1,395 HI log2. Dari 60 sampel ditemukan dua sampel positif AI dengan persentase seroprevalensi 3,33%. Simpulannya adalah bahwa telah terjadi infeksi virus AI secara alami pada ternak itik yang digembalakan di Desa Baha, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Provinsi Bali.
Angka Lempeng Total Bakteri pada Daging Sapi Bali yang Dipasarkan Keluar Bali Rabiulfa, Pramita; Rudyanto, Mas Djoko; Sudarmini, Ni Wayan
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.12

Abstract

Pengujian Angka Lempeng Total Bakteri (ALTB) adalah salah satu jenis uji awal dalam mengidentifikasi jumlah mikrob secara umum pada daging. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ALTB pada daging sapi bali yang akan dipasarkan keluar Bali. Sampel berupa daging sapi berjumlah 20, berasal dari empat perusahaan daging sapi di Bali yang akan mengirim daging sapi keluar pulau Bali melalui Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Denpasar. Pengujian dilakukan dengan memasukkan 1 mL inokulum sampel yang telah diencerkan ke dalam cawan petri, kemudian ke dalam cawan tersebut dituangkan Plate Count Agar (PCA) sampai media padat, diinkubasi dan dilakukan perhitungan bakteri yang tumbuh. Cawan Petri yang mengandung jumlah koloni 25 sampai dengan 250 dipilih untuk penghitungan koloni. Berdasarkan hasil penelitian, rerata jumlah koloni bakteri dari pemeriksaan ALTB pada perusahaan A adalah 42,76 x 103 (CFU/g), perusahaan B adalah 7,9 x 103 (CFU/g), perusahaan C adalah 30 x 103 (CFU/g), dan perusahaan D adalah 35,7 x 103 (CFU/g). Semua hasil yang didapat dari setiap perusahaan memiliki jumlah koloni yang berada di bawah standar SNI dan layak untuk dipasarkan dan dikonsumsi.
Pemberian Jamu Daun Ashitaba pada Ayam Kampung yang Divaksin Tetelo Memperkecil Diameter dan Menekan Jumlah Pulpa Putih Limpa Kurnia, Ida Ayu Gintan Aristi; Sudira, I Wayan; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.695

Abstract

Pemberian tanaman herbal diharapkan dapat meningkatkan respons imun sehingga meningkatkan jumlah antibodi. Salah satu tanaman herbal yang dapat meningkatkan respons imun adalah daun ashitaba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian jamu daun ashitaba terhadap perubahan histopatologi limpa ayam kampung. Penelitian ini menggunakan 25 ekor DOC ayam kampung jantan yang terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing perlakuan menggunakan lima ekor ayam. Perlakuan P0 (kontrol) divaksin vaksin galur La Sota penyakit tetelo atau Newcastle Disease dan hanya diberikan air minum sedangkan perlakuan P1, P2, P3, dan P4 divaksin tetelo dan diberikan jamu daun ashitaba dengan dosis berturut-turut 250; 500; 1000; 2000 mg/100 mL/hari per oral selama 14 hari. Minggu pertama ayam kampung diberikan air minum kemudian dilanjutkan dengan pemberian jamu daun ashitaba yang dicampurkan ke dalam air minum pada hari ke-7 sampai hari ke-20. Semua kelompok perlakuan divaksinasi tetelo pada hari ke-21, kemudian hari ke-35 ayam kampung penelitian dikorbankan nyawanya dan dilakukan nekropsi serta diambil organ limpa untuk diproses menjadi preparat histopatologi dengan pewarnaan Hematoksilin-Eosin (HE). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perubahan histopatologi limpa yang berbeda nyata antara perlakuan P0 (kontrol) dengan perlakuan yang diberikan jamu daun ashitaba. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian jamu daun ashitaba menyebabkan penurunan jumlah dan diameter pulpa putih limpa.
Salep Ekstrak Daun Kersen Menurunkan Kadar Gula Darah dan Migrasi Sel Polimorfonuklear pada Mencit Hiperglikemi Ginting, Gerda Ivana Niniarta; Jayawardhita, Anak Agung Gde; Dharmawan, Nyoman Sadra
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.211

Abstract

Luka penderita hiperglikemia digolongkan sebagai luka kronis. Dalam tubuh terdapat sistem imun yang dapat melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh yaitu sel-sel leukosit. Penyembuhan luka dapat dilakukan dengan pengobatan tradisional seperti penggunaan salep ekstrak daun kersen. Daun kersen (Muntingia calabura L) diketahui memiliki beberapa kandungan senyawa yang berfungsi sebagai antidiabetik dan antiinflamasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak daun kersen terhadap kadar glukosa darah dan jumlah sel polimorfonuklear. Objek penelitian menggunakan mencit (Mus musculus) berjumlah 24 ekor yang dibuat hiperglikemi dengan diinduksi aloksan dengan dosis 150 mg/kg BB, kemudian dilakukan insisi dan diberi perlakuan salep ekstrak etanol daun kersen konsentrasi 30%, 40% dan 50% pada luka insisi mencit. Kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah serta jumlah sel polimorfonuklear yang diamati melalui mikroskop. Hasil data penelitian ini menggunakan analisis data uji Parametrik metode One Way Anova, kemudian bila terjadi perbedaan maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Namun jika data tidak terdistribusi normal, maka data dianalisis menggunakan uji Non Parametrik metode Kruskal Wallis. Hasil yang didapat bahwa salep ekstrak daun kersen dengan konsentrasi 30%, 40%, dan 50% berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah serta dengan konsentrasi 40% dan 50% secara topikal berpengaruh terhadap penurunan migrasi sel polimorfonuklear (PMN).
Laporan Kasus: Glaukoma pada Mata Kiri Anjing Cihuahua Nggaba, Erlin; Widyastuti, Sri Kayati; Soma, I Gede
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.370

Abstract

Glaukoma merupakan kondisi tekanan intraokular (intraocular pressure/IOP) mengalami peningkatan karena obstruksinya sirkulasi aqueous humor. Hewan kasus adalah anjing ras Cihuahua dengan jenis kelamin betina, berumur enam tahun dengan berat badan 1,9 kg dan rambut berwarna coklat muda. Pemilik melihat hewan kasus mengalami kekurusan, mata kiri berair (hiperlakrimasi), kemerahan, bengkak, dan keruh/memutih. Hewan sempat diberikan terapi berupa injeksi antibiotik (penicilline-streptomicine) dan antiinflamasi (dexamethason), serta obat topikal berupa erlamycetin. Pascapengobatan dengan obat topikal selama tiga hari dengan pemberian dua kali sehari, hewan kasus tidak kunjung membaik, bahkan semakin parah. Pemilik memutuskan untuk tidak melanjutkan pengobatan. Pada pemeriksaan klinis teramati mata kiri mengalami exophthalmos, vaskularisasi pada sklera, terdapat refleks kedipan tetapi palpebrae tidak dapat menutupi mata secara sempurna saat berkedip, kekeruhan (opaque) menyeluruh pada kornea, bentuk kornea lebih cembung/menajam, tidak ada refleks pupil terhadap cahaya, tidak berespons terhadap manace test. Hasil IOP test sebesar 40 mmHg. Berdasarkan data tersebut, anjing kasus didiagnosis menderita glaukoma dengan prognosis buruk. Pengobatan dilakukan dengan pemberian brinzolamide 1% tetes mata dan timolol maleate 0,25% tetes mata sebanyak satu tetes dua kali sehari selama dua minggu. Setelah dua minggu pascapengobatan, tidak terjadi perubahan yang berarti pada tanda klinis mata hewan kasus. Hasil IOP test pada mata kiri mengalami penurunan menjadi 30 mmHg.
Kajian Pustaka: Pemanfaatan Biji Kapulaga Jawa (Amomum compactum) Sebagai Antiinflamasi dan Antibiotic Growth Promoter Alternatif untuk Ternak Praditha, Arvia Nisrina; Hartady, Tyagita; Atik, Nur
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.959

Abstract

Antibiotic growth promoter (AGP) telah digunakan pada hewan produksi untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi konversi pakan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa aktivitas utama beberapa AGP dapat disebabkan oleh efek antiinflamasinya yang menyebabkan penurunan katabolisme otot dan pencegahan anoreksia. Hal tersebut membuat energi banyak disimpan untuk perkembangan otot dan pertumbuhan. Meskipun penggunaan AGP telah menjadi praktik umum pada hewan produksi, penggunaannya yang ekstensif telah berkontribusi pada munculnya resistensi antimikrob patogen zoonosis. Salah satu strategi yang menjanjikan adalah dengan mencari alternatif AGP yaitu dengan penggunaan obat herbal sebagai terapi integratif, komplementer dan preventif. Kapulaga jawa (Amomum compactum) banyak dimanfaatkan secara tradisional pada bidang medis dan telah diteliti mengenai efek antiinflamasi, efek protektif pada saluran cerna, serta pada peningkatan daya cerna pakan pada fermentasi rumen. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan penelusuran literatur melalui pencarian data pada basis data Pubmed, Science Direct, maupun Google Scholar untuk penelitian ini yang dipublikasikan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Hasil studi literatur ini membahas peran antiinflamasi dari A. compactum yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif penggunaan AGP. Hal ini berkaitan dengan penurunan energi katabolik pada respons fase akut yang menyebabkan energi lebih banyak disimpan untuk tujuan perkembangan otot dan pertumbuhan. Pemahaman lebih jauh mengenai mekanisme A. compactum sebagai alternatif AGP tentunya sangat diperlukan sehingga akan dapat dihasilkan produk alternatif AGP yang efektif tanpa mendorong resistensi antimikrob.
Morfometri Panjang dan Lingkar Organ Penis dan Skrotum Kerbau Lumpur Asal Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat Paramitha, Ni Putu Dyah Giana; Susari, Ni Nyoman Werdi; Heryani, Luh Gde Sri Surya
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.613

Abstract

Keadaan patologis organ reproduksi dapat menyebabkan terjadinya perubahan bentuk dan ukuran pada organ reproduksi. Penis dan skrotum merupakan organ penting dari sistem reproduksi jantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfometri penis dan skrotum pada kerbau lumpur jantan sehingga dapat menjadi acuan dalam studi reproduksi dan penanganan keadaan patologis pada organ reproduksi kerbau lumpur. Penelitian ini menggunakan lima sampel organ penis dan skrotum kerbau lumpur jantan dewasa berumur diatas dua tahun yang berasal dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Data kuantitatif diambil dengan cara melakukan pengukuran lingkar dan panjang penis dan skrotum dengan menggunakan pita ukur bersatuan centimeter (cm). Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif untuk mencari rataan, standar deviasi dan koefisien keragaman. Hasil penelitian panjang dan lingkar penis yaitu 32,2±7,94 cm dan 7,80±1,11 cm, dengan koefisien keragaman 21,66% dan 14,23%. Sedangkan panjang dan lingkar skrotum yaitu 16,0±1,58 cm dan 28,6±3,20 cm, dengan koefisien keragaman 7,87% dan 11,19%. Terdapat variasi panjang dan lingkar penis dan skrotum pada kerbau lumpur.