cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesia Medicus Veterinus
Published by Universitas Udayana
ISSN : 24776637     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Menerima artikel ilmiah yang berhubungan dengan bidang kedokteran dan kesehatan hewan. Naskah yang berkaitan dengan hewan dan segala aspeknya juga kami terima untuk dipublikasikan. Penulis naskah minimal terdiri dari dua orang. Naskah yang ditulis seorang diri belum bisa diterima oleh redaksi, karena kami berpandangan suatu penelitian merupakan suatu kerja sama untuk menghasilkan sesuatu karya. Artikel yang diterima adalah naskah asli, belum pernah dipublikasikan pada majalah ilmiah atau media masa. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa inggris. Panjang artikel sekitar 3000 kata. Artikel harap dilengkapi dengan abstrak dalam bahasa Indonesia dan bahasa inggris. Artikel harus telah disetujui untuk dipublikasikan oleh seluruh penulis yang tercantum dalam artikel yang ditandai dengan bubuhan tanda tangan pada hard copy yang dikirim ke redaksi.
Arjuna Subject : -
Articles 843 Documents
Kajian Pustaka: Penggunaan Mencit Sebagai Hewan Coba di Laboratorium yang Mengacu pada Prinsip Kesejahteraan Hewan Mutiarahmi, Citra Nur; Hartady, Tyagita; Lesmana, Ronny
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.134

Abstract

Kesejahteraan hewan coba mencakup dua masalah utama yaitu pemeliharaan umum dan penanganan selama prosedur eksperimental. Kedua masalah utama tersebut berkaitan dengan perlakuan yang diberikan oleh peneliti sejak awal hewan coba diterima hingga penelitian berakhir. Penelitian yang menggunakan hewan percobaan terutama secara etis harus menerapkan prinsip replacement, reduction, dan refinement (3R), serta prinsip lima kebebasan hewan yaitu (1) bebas dari rasa lapar dan haus, (2) bebas dari rasa tidak nyaman, (3) bebas dari rasa nyeri, luka dan penyakit, (4) bebas dari rasa takut dan stres, dan (5) bebas untuk mengekspresikan tingkah laku alamiah. Penerapan kaidah kesejahteraan hewan dalam penelitian ini bertujuan meminimalisir stres pada hewan dan diharapkan dapat memberikan hasil penelitian yang lebih akurat.
Laporan Kasus: Sporotrikosis pada Kucing Persia Maharani, Sukma; Nururrozi, Alfarisa; Yunartono, Yanuartono; Indarjulianto, Soedarmanto
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.860

Abstract

Sporotrikosis adalah infeksi kronik yang disebabkan oleh fungi Sporothrix schenckii. Sporotrikosis terbagi menjadi dua jenis, yaitu tipe kulit primer dan sistemik. Seekor kucing persia berumur satu tahun dengan bobot badan 3,7 kg diperiksa dengan keluhan banyak luka di kulit, kurus, dan sesak nafas selama beberapa minggu. Hasil pemeriksaan klinis menunjukkan adanya ulserasi disertai papula dan nodul kecil pada kulit punggung, pangkal ekor dan kaki. Pemeriksaan hematologi menunjukkan hasil kucing mengalami leukositosis (WBC 32.900 sel/mm3) dengan neutrofilia, limfositopenia dan hiperproteinemia. Pemeriksaan histopatologi kulit ditemukan adanya radang granulomatosa. Kultur pada media Sabaraud Dextrose Agar terisolasi dan teridentifikasi fungi S. schenckii. Kucing didiagnosis mengalami infeksi sporotrikosis dengan prognosis dubius. Pengobatan dilakukan dengan pemberian itraconazol (10 mg/kg BB s1dd, PO); dan hepatovit (0,4 mL s1dd, PO). Kucing mulai menunjukkan perbaikan kondisi pada hari ke-14 pengobatan. Ulserasi kulit mulai berkurang dan area kulit yang terbuka mulai tertutup. Pengobatan antifungal sistemik dapat dilanjutkan hingga 1-2 bulan sambil dilakukan observasi kesembuhan secara klinis.
Profil Hematologi, Kadar Timbal dan Kadmium dalam Darah Sapi Bali yang Rumennya Mengandung Sampah Plastik Pramesti, Ni Komang Lady; Berata, I Ketut; Kendran, Anak Agung Sagung
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (4) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.4.522

Abstract

Sapi bali dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan yang kurang baik dan dapat dipelihara di lingkungan yang dipenuhi dengan sampah organik dan anorganik. Adanya sampah plastik dalam rumen sapi mengindikasikan sapi terpapar logam berat timbal (Pb) dan kadmium (Cd). Logam berat yang masuk ke dalam tubuh akan beredar dalam sirkulasi darah sehingga dapat memberi pengaruh terhadap profil hematologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil hematologi serta kadar logam berat timbal dan kadmium dalam darah sapi bali yang rumennya mengandung sampah plastik. Sampel diambil dengan teknik sampling acak sederhana yakni 10 darah sapi bali yang rumennya mengandung sampah plastik. Profil hematologi diperiksa dengan menggunakan hematology analyzer di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Provinsi Bali dan diperiksa kadar logam berat timbal dan kadmium dengan metode Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) di Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Data kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil pemeriksaan menunjukkan empat sampel positif mengandung timbal dengan kadar rata-rata 6.245 mg/kg dan tiga sampel positif mengandung kadmium dengan kadar rata-rata 7.717 mg/kg. Pada sampel yang postif mengandung timbal dan kadmium terjadi perubahan profil hematologi yakni peningkatan rata-rata MCV, limfosit, monosit, dan basofil, sedangkan eritrosit tidak mengalami perubahan.
Laporan Kasus: Rhinitis Kronis pada Anjing Persilangan Shih tzu Pratiwi, Rizki; Antara, Made Suma; Erawan, I Gusti Made Krisna
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.267

Abstract

Rhinitis merupakan radang selaput lendir hidung oleh proses inflamasi mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi maupun bukan dari reaksi alergi. Studi kasus bertujuan untuk mengetahui teknik diagnosis dan terapi yang tepat untuk kasus rhinitis. Pemeriksaan dilakukan terhadap seekor anjing peliharaan di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Anjing datang dengan keluhan bersin-bersin, ditemukan adanya leleran dari hidung dan mata, dan epistaksis yang telah terjadi selama dua bulan. Pemeriksaan fisik menunjukkan adanya leleran mukopurulen dari hidung, leleran mukopurulen dari mata, frekuensi pernapasan meningkat hingga 68 kali/menit. Pemeriksaan penunjang dengan sinar Rontgen dilakukan untuk meneguhkan di bagian mana terjadi gangguan pada sistem respirasi anjing yaitu dengan hasil sistem respirasi anjing terlihat normal tanpa ada gangguan. Pada pemeriksaan hematologi ditemukan bahwa anjing kasus mengalami limfositosis (60%) dan monositosis (17%). Terapi yang diberikan yaitu antibiotik cefixime untuk mengobati kemungkinan adanya infeksi sekunder bakteri dengan dosis terapi 5-12,5 mg/kg BB dengan jumlah yang diberikan sebanyak 0,5 kapsul dua kali sehari, hemostatik lokal epinephrine untuk menghentikan epistaksis, antiinflamasi berupa meloxicam tablet untuk mengobati peradangan lokal yang terjadi pada hidung dengan dosis terapi 0,2 mg/kg BB dengan jumlah permberian sebanyak 0,25 tablet per oral satu kali sehari, serta tetes mata chloramphenicol untuk mengobati leleran mata/ocular discharge. Hasil pengobatan selama tujuh hari meunjukkan bahwa terapi yang diberikan membantu mengurangi gejala penyakit yaitu tidak adanya leleran yang keluar dari mata dan hidung, tidak terjadi epistaksis, dan frekuensi pernapasan kembali normal.
Perubahan Histopatologi Ginjal Ayam Kampung yang Diberikan Jamu Daun Ashitaba dan Divaksin Penyakit Tetelo Setyawati, Luh Gede; Sudira, I Wayan; Berata, I Ketut; Merdana, I Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.456

Abstract

Tanaman ashitaba (Angelica keiskei) adalah tanaman asli Jepang yang telah dikembangkan di Indonesia, sebagai tanaman herbal dan imunostimulator. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efek pemberian jamu daun ashitaba terhadap gambaran histopatologi ginjal ayam kampung (Gallus gallus domesticus) yang divaksinasi Newcastle Disease (ND) menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari lima perlakuan yaitu tanpa ashitaba sebagai kontrol, ashitaba dengan dosis 250; 500; 1000, dan 2000 mg/100 mL per oral selama 14 hari. Setiap perlakuan diulang lima kali, sehingga ada 25 ekor ayam untuk diteliti. Hari ke-21, semua kelompok ayam divaksinasi Newcastle Disease. Hari ke-28, ginjal diambil untuk melihat perubahan struktur histopatologi. Variabel yang diamati meliputi kongesti, pendarahan dan nekrosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa histopatologi ginjal ayam kampung berbeda nyata antara kelompok kontrol negatif dan kontrol positif. Penelitian menunjukkan bahwa jamu daun ashitaba dosis 1000 mg/100 mL/hari memperbaiki struktur histopatologi ginjal ayam kampung yang divaksinasi ND.
Motilitas dan Daya Hidup Sperma Ayam Cemani dalam Pengencer Susu Skim Fosfat pada Penyimpanan Suhu Ruang Aerawata, I Wayan Gede; Bebas, Wayan; Pemayun, Tjok Gde Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (1) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.1.94

Abstract

Ayam cemani merupakan unggas asli Indonesia yang berasal dari wilayah Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Ayam cemani mempunyai populasi dan produksi yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan semen terhadap motilitas dan daya hidup spermatozoa ayam cemani dengan pengencer susu skim fosfat yang disimpan pada suhu ruang atau 29°C. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan lama waktu penyimpanan spermatozoa sebagai berikut: T0 = penyimpanan selama 0 menit; T1 = penyimpanan selama 30 menit; T2 = penyimpanan selama 60 menit; T3 = penyimpanan selama 90 menit; T4 = penyimpanan selama 120 menit; T5 = penyimpanan selama 150 menit; T6 = penyimpanan selama 180 menit. Masing-masing kelompok perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak empat kali. Parameter yang diamati adalah motilitas progresif (%) dan daya hidup spermatozoa (%) selama 180 menit. Hasil penelitian menunjukkan penyimpanan semen ayam cemani dengan menggunakan pengencer susu skim fosfat mampu mempertahankan kualitas spermatozoa dengan waktu penyimpanan hingga 150 menit dengan motilitas progresif mencapai 41,75±1,70% dan daya hidup 47,5±1,29%. Simpulan dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyimpanan semen ayam cemani menggunakan pengencer susu skim fosfat pada suhu 29°C layak digunakan untuk IB hingga 150 menit waktu penyimpanan.
Gambaran Histopatologi dan Kadar Cadmium pada Hati dan Usus Halus Sapi Bali yang Dipotong di Abbatoir Tradisional Guru, Yohana Cendyka Kartika Dewi; Berata, I Ketut; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (5) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.5.747

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar logam berat cadmium pada organ hati dan usus halus sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional serta mengetahui gambaran histopatologi hati dan usus halus yang mengandung cadmium. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah organ hati dan usus halus dari 10 ekor sapi bali yang dipotong di tempat pemotongan hewan tradisional. Masing-masing sampel dibagi atas dua bagian yaitu untuk dibuat preparat histopatologi dengan teknik pewarnaan Hematoxylin-Eosin dan untuk pemeriksaan kadar logam berat cadmium dengan teknik Atomic Absorption Spectrofotometric (AAS). Dari 10 sampel yang diperiksa, ditemukan 30% sampel hati dan 40% sampel usus halus mengandung cadmium, dengan rerata berturut-turut 1,46 ppm dan 15,7 ppm. Hasil pemeriksaan histopatologi hati ditemukan beberapa perubahan dari masing-masing sampel berupa degenerasi melemak, piknosis, karyorheksis, karyolisis, infiltrasi limfosit, dan proliferasi sel Kupffer. Pada sampel usus halus ditemukan beberapa perubahan dari masing-masing sampel berupa piknosis, karyorheksis, karyolisis, dan infiltrasi limfosit. Tidak ada perbedaan signifikan antara perubahan histopatologi jaringan yang positif dengan yang negatif cadmium. Frekuensi dan kadar paparan cadmium pada hati lebih rendah dari pada usus halus. Tidak ada perbedaan signifikan antara perubahan histopatologi jaringan positif mengandung kadmim dengan yang negatif.
Prevalensi dan Faktor Risiko Infeksi Cacing Ascaris suum pada Babi di Dataran Rendah Provinsi Bali Wiweka, Ade Hary; Dwinata, I Made; Suratma, I Nyoman Adi
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (6) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.6.940

Abstract

Cacing Ascaris suum merupakan parasit saluran cerna pada babi yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan berupa kekurusan, diare, penurunan produktivitas ternak dan kerugian ekonomi yang besar. Cacing A. suum bersifat zoonosis. Tujuan penenelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan faktor risiko infeksi cacing A. suum pada babi di dataran rendah Provinsi Bali. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 200 sampel feses babi segar yang diambil dari wilayah dataran rendah basah dan rendah kering. Sampel feses diperiksa dengan metode konsentrasi pengapungan menggunakan larutan garam dapur (NaCl) jenuh sebagai larutan pengapung. Hasil penelitian menunjukan prevalensi infeksi cacing A. suum pada babi sebesar 18% yang berasal dari wilayah dataran rendah basah 30% (30/100) dan wilayah dataran rendah kering 6% (6/100). Hasil analisis statistika menunjukkan bahwa faktor risiko umur, kepadatan kandang dan wilayah berpengaruh nyata terhadap prevalensi infeksi cacing A. suum pada babi, sedangkan jenis kelamin, kebersihan kandang dan pengobatan tidak berpengaruh nyata.
Prevalensi dan Identifikasi Protozoa Eimeria sp., dan Isospora sp., Intestinal Sapi Bali di Dataran Tinggi dan Dataran Rendah Basah Zefanya, Fiorencia; Apsari, Ida Ayu Pasti; Oka, Ida Bagus Made
Indonesia Medicus Veterinus Vol 10 (2) 2021
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2021.10.2.180

Abstract

Infeksi protozoa gastrointestinal merupakan salah satu faktor yang sering mengganggu kesehatan ternak sapi bali. Prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal dapat beragam karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor kondisi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui prevalensi dan identifikasi infeksi protozoa gastrointestinal sapi bali yang dipelihara secara semi intensif di dataran tinggi dan dataran rendah basah provinsi Bali, serta hubungan kondisi wilayah, jenis kelamin dan umur terhadap prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 300 feses sapi bali segar yang diperiksa dengan metode pengapungan menggunakan zat pengapung gula Sheater. Hasil dari penelitian didapatkan 101 dari 300 (33,6%) sampel yang diperiksa positif terinfeksi protozoa gastrointestinal. Data hasil penelitian dianalisis dengan uji Chi-square dan didapatkan hasil bahwa kondisi wilayah, jenis kelamin dan umur tidak berpengaruh nyata terhadap prevalensi protozoa gastrointestinal. Hasil identifikasi protozoa gastrointestinal di wilayah dataran tinggi dan dataran rendah basah Provinsi Bali hanya di dapatkan Eimeria sp dan Isospora sp.
Pemberian Asam Format Menurunkan Berat Badan, Tebal Mukosa, dan Diameter Lumen Usus Halus Ayam Kampung Cahyani, Ni Kadek Devi; Adi, Anak Agung Ayu Mirah; Winaya, Ida Bagus Oka
Indonesia Medicus Veterinus Vol 9 (3) 2020
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19087/imv.2020.9.3.338

Abstract

Asam format merupakan asam organik yang sering digunakan sebagai alternatif pengganti antibiotik. Asam format dipilih karena memiliki kelarutan yang baik di dalam air dan memiliki efek bakterisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asam format dalam air minum terhadap kenaikan bobot badan, tebal membrana mukosa dan diameter lumen usus halus. Penelitian ini menggunakan ayam kampung berumur satu hari (day old chick) sebanyak 18 ekor yang dibagi menjadi tiga perlakuan. Pada perlakuan PO, ayam diberikan air minum dengan pH 7,0 (tanpa asam format), pada P1 ayam diberikan air minum dengan pH 2,5 (mengandung asam format) dan pada P2 ayam diberikan air minum dengan pH 3,5 (mengandung asam format). Masing-masing perlakuan terdiri dari enam ekor ayam sebagai ulangan (n). Setelah diberi perlakuan selama enam minggu, ayam dikorbankan nyawanya kemudian dilakukan nekropsi. Jaringan usus halus diambil dan dibuat preparat histopatologi dengan teknik Hematoksilin Eosin (HE), kemudian diperiksa perubahan histopatologinya. Hasil penelitian menunjukkan pH asam format berpengaruh nyata terhadap bobot badan ayam kampung dan menunjukkan bobot badan dari tinggi ke rendah yaitu PO, P2 dan terendah pada P1. Hasil penelitian juga menunjukkan pH asam format tidak berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa duodenum, diameter lumen duodenum dan diameter lumen ileum, namun berpengaruh nyata terhadap tebal mukosa ileum. Simpulannya adalah pH air minum terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan histologi duodenum dan ileum adalah pada pH 7,0