cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
EMPATI
ISSN : 24068691     EISSN : 25810677     DOI : -
Core Subject : Social,
EMPATI - Jurnal Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah hasil penelitian di bidang Bimbingan dan Konseling, yang diterbitkan oleh Program Studi Bimbingan dan Konseling FIP Universitas PGRI Semarang. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun, dibulan April dan Oktober, untuk memasukkan artikel dapat dikirim melalui email empatibkupgris@gmail.com.
Arjuna Subject : -
Articles 212 Documents
Peran Guru Bk Dalam Mengatasi Ketidakdisplinan Waktu Melalui Siswa Di Kelas X Sma Kurniarahman, Yogy Prasetiya
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 2 (2023): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v10i2.14421

Abstract

Dalam tulisan ini membahas ketidakdisiplinan, ketidakdisiplinan menjadi kajian penting saat ini karena perkembangan pergaulan remaja saat ini sangat meresahkan. Kenakalan remaja, kemerosotan moral dikalangan pelajar, mengikisnya nilai dan norma dikalangan pelajar, kepribadian yang menghilangakan identitas budaya sendiri, budaya ketidakjujuran, ketidaksopan santunan, sikap tak acuh yang tercermin dalam bentuk ketidakdisiplinan peserta didik di dalam sekolah. Foucault dalam tulisanya Disipline dan Punish, Foucault menyebutkan ada beberapa mekanisme yang diformulasikan dalam pendisiplinan: pertama, seni penyebaran. Kedua, kontrol aktifitas. Ketiga, strategi menambah kegunaan waktu dan keempat, terakhir adalah kekuatan yang tersusun. Mekanisme ketidakdisiplinan yang ada di Sekolah SMA. Sekolah sendiri merupakan institusi pendidikan yang terus dikembangkan, diperbaharui, mengalami perubahan perubahan kebijakan dengan tujuan sebagai bagian dari usaha untuk mencapai perbaikan perbaikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan demi membentuk karakter generasi penerus yang diharapkan. Dalam tulisan ini melihat peran penting sekolah dalam membentuk karakter peserta didik
Pengaruh Resiliensi Akademik dan Self Efficacy Terhadap Stres Akademik Nursaadah, Ila; Widyaningrum, Bakti; Sadiah, Ati
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i1.16213

Abstract

Sistem pembelajaran yang semula pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran online menimbulkan masalah yaitu stres akademik. Oleh karena itu, penting untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh resiliensi akademik dan self efficacy terhadap stres akademik pada peserta didik kelas XI IPS SMA Negeri di Kecamatan Singaparna Tahun Ajaran 2022/2023. Metode yang digunakan yakni metode survey. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 293 peserta didik, dan sampel sebanyak 169 peserta didik dengan menggunakan teknik perhitungan rumus slovin serta teknik pengambilan sampel yaitu simpel random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner serta teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS 25. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) Resiliensi akademik berpengaruh yang signifikan terhadap stres akademik dengan nilai signifikansi 0,039. 2) Self efficacy berpengaruh yang signifikan terhadap stres akademik dengan nilai signifikansi 0,000. 3) Resiliensi akademik dan self efficacy berpengaruh yang signifikan terhadap stres akademik dengan nilai signifikansi 0,000.
Penerapan Berbagai Teknik Bimbingan dan Konseling Terhadap Psikologi Remaja Broken Home Korban Perceraian Orang Tua Anzhali, Megga Nur
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i1.15943

Abstract

. Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat. Keluarga juga merupakan sara yang tepat dalam pembentukan tumbuh kembang anak. Namun, perceraian yang terjadi dialam suatu keluarga dapat menyebabkan tumbuh kembang akang menjadi kurang optimal. Salah satu tahapan dalam perkembangan anak adalah masa remaja. Pada masa ini, anak-anak yang mengalami perceraian orang tua dengan tingkat emosional yang sangat labil menjadi tantangan tersendiri untuk dapat menerima dan menghadapi kenyataan pahit dari percerai kedua orang tuanya. Metode yang digunkan yakni studi literatur dengan menelaah 18 jurnal, 1 buku dan 3 skripsi berkaitan dengan topik yang akan dibahas. Kemudian hasil dari penelaahan tersebut akan menjadi hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian didapat beberapa dampak psikologis yang dialami oleh remaja dan menunjukan sikap-sikap negatif. Dalam hal ini terdapat berbagai teknik bimbingan dan konseling untuk menangani remaja broken home korban perceraian orang tua.
Pengaruh Resiliensi Terhadap Kesejahteraan Psikologis Mahasiswa Amelina, Ri
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i2.17507

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari resiliensi terhadap kesejahteraan psikologis mahasiswa. Alat ukur yang digunakan untuk pengumpulan data menggunakan skala resiliensi dan skala kesejahteraan psikologis yang diberikan kepada 233 mahasiswa. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan psikologis dengan signifikansi 0.00, kemudian pengaruh yang diberikan sebesar 0.277 atau setara dengan 27.7%.
Implementasi Strategi Peri (Pengenalan Diri) Sebagai Upaya Self Disclosure pada Peserta Didik SMP Maysawati, Yesin
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i2.19137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan strategi PERI (Pengenalan Diri) terhadap keterampilan peserta didik dalam mengungkapkan dirinya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pada penelitian ini menggunakan teknik angket, wawancara, dan observasi yang dilakukan oleh guru terhadap peserta didik SMP. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menujukkan bahwa strategi PERI (Pengenalan Diri) dapat membantu peserta didik untuk mengungkapkan dirinya secara terbuka, sehingga memiliki konsep diri dan harga diri yang kuat. Keberhasilan peserta didik dalam mengungkapkan dirinya secara terbuka berpengaruh terhadap rasa percaya diri dan empati peserta didik. Selain itu, peserta didik dapat menyampaikan dan memahami tuturan dengan baik saat pembelajaran. Hasil dari penelitian ini adalah peserta didik dapat membawa aspek diri dari daerah tersembunyi menuju ke daerah publik. Begitu pun aspek diri pada daerah buta manjadi berada di daerah publik, setelah adanya umpan balik dari teman. Dengan begitu, daerah publik pada peserta didik menjadi lebih luas, sehingga peserta didik bisa mengungkapkan dirinya dengan terbuka. Keterbukaan ini dapat mempererat hubungan sosial antar peserta didik.
Tingkat Motivasi Belajar terhadap Hasil Belajar Calon Karyawan Perhutani Group tahun 2023 Sabria, Shely Sheema
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i1.15309

Abstract

Learning motivation can be used as a reference in developing learning outcomes in order to achieve maximum results and as expected. Researchers took this research because to find out how high a person's learning motivation level is, this is considered important because a person's learning motivation level differs from one another. The method used in this research is a quantitative method while using a survey approach with a research design that is a descriptive survey design. In carrying out this research, as many as 60 items were compiled from the development of several indicators that had been selected after carrying out the process of evaluating the items by the examiners and having carried out validity and reliability tests. The results obtained that as much as 70% of the subjects have a high level of motivation to learn.Keywords: motivation,learning,Perhutani
VALIDITY ANALYSIS OF EMOTIONAL STABILITY INSTRUMENT USING THE RASCH MODEL IN ADOLESCENTS Suci, Kamila; Budiman, Nandang; Suryana, Dodi
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i1.14580

Abstract

Alat ukur stabilitas emosi diperlukan supaya remaja mengetahui tingkat stabilitas emosi yang dimilikinya. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan instrumen yang valid sehingga dapat menguji tingkat stabilitas emosi remaja. Analisis validitas ini dilakukan untuk menguji apakah instrumen stabilitas emosi mampu mengungkap tingkat stabilitas emosi remaja secara akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei secara random sampling terhadap 152 responden terdiri dari 43 orang laki-laki dan 109 orang perempuan kelas XI pada salah satu sekolah di Sumedang, Jawa Barat. Analisis instrumen dilakukan menggunakan model RASCH dengan aplikasi winstep versi 3.73.0 dari John M. Linacre. Berdasarkan hasil analisis menunjukan bahwa instrumen stabilitas emosi cukup baik untuk mengukur kestabilan emosi pada remaja dengan nilai cronbach alpha yang mempresentasikan interaksi antara person dengan butir-butir item keseluruhan sebesar 0.62 termasuk kategori baik, nilai person realiability sebesar 0.57 sebagai indikator konsistensi jawaban responden, termasuk kategori cukup. Sedangkan item reability sebesar 0,98 sebagai indikator kualitas butir-butir item dalam instrumen, tergolong kategori istimewa.
Etika Profesi Bimbingan dan Konseling: Asas Kerahasiaan Dalam Konseling Kelompok Aristri, Ana
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i2.18014

Abstract

The purpose of this research is to discuss the role of ethics in the guidance and counseling profession, especially the principle of confidentiality in the group counseling process. This research method uses a literature review which examines several scientific articles resulting from previous research. The results of this research indicate that counselors have an ethical obligation to explain the importance of confidentiality during group counseling. The importance of implementing the principle of confidentiality in the implementation of counseling guidance because the success of counseling guidance depends on implementing the principle of confidentiality. This concept demands openness between the counselor and counselor as well as confidentiality of the client's problems.
Gambaran Penerimaan Diri pada Ibu yang Memiliki Anak Penyandang Autisme Pratiwi, Alya Hardianti; Hanifah, Nabilla Nur; Nadya, Najma; Masfia, Irma; Fahmy, Zulfa
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 2 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i2.19199

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan gambaran tentang bagaimana ibu menerima diri mereka yang memiliki anak dengan autisme serta mengetahui peran ibu dalam pola pengasuhan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan dua ibu sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui metode triangulasi dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, ditinjau berdasarkan aspek-aspek penerimaan diri, kedua subjek sudah dapat menerima segala kondisi anak mereka yang didiagnosis menyandang autisme. Kondisi ini mencakup fisik maupun psikologis. Subjek melalui proses penerimaan terhadap anaknya yang menyandang autisme dengan dimulai dari tahap denial, bargaining, depression, hingga acceptance. Meskipun demikian, proses ini berbeda karena perbedaan kondisi anak. Kedua ibu juga memainkan peran penting dalam pengasuhan anak, termasuk memastikan diagnosis dokter, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, serta mencarikan guru les untuk mengembangkan keterampilan khusus yang dimiliki sang anak.
ETIKA DALAM PELAKSANAAN KONSELING ONLINE DITINJAU DARI KODE ETIK ABKIN Purnamasari, Yuniarti; Budiman, Nandang; Nadhiroh, Nadia Aulia
Jurnal Empati Bimbingan dan Konseling Vol 11, No 1 (2024): Empati
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v11i1.15552

Abstract

The increasing need for online counseling has influenced counselors to be competent in carrying out online counseling. However, in practice there are still obstacles and limitations, so guidelines are needed as a reference for implementing online counseling. This study aims to find out how the ethics in implementing online counseling are viewed from the ABKIN code of ethics. The method used in writing this research is Systematic Literature Review. The research data comes from journal articles that are relevant to the research topic obtained from Google Scholar and the ABKIN Code of Ethics Book. The result of this research is that there is an ethical issue of online counseling, in order to obtain ethical development in the application of online counseling in terms of the ABKIN Code of Ethics.