cover
Contact Name
DWI PRASETIYAWATI DIYAH HARIYANTI
Contact Email
duik_pdh@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
paudiapgpaud@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
PAUDIA: JURNAL PENELITIAN DALAM BIDANG PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
ISSN : 20891431     EISSN : 25984047     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
PAUDIA is scientific journal about early childhood education; it hereby states that the publication of the articles is true research outcomes and it is scientifically. PAUDIA is a scientific journal about early childhood education. It belongs to PG PAUD Program of Science Education Faculty in Semarang PGRI University. It publishes twice a year; it is on July and October. This journal is research outcomes which are talking about early childhood educatio
Arjuna Subject : -
Articles 300 Documents
Bagaimana Keterlibatan Orang Tua Dalam Terapi Wicara Anak Down Syndrome? Yubaedi Siron; Nabilah Firliyani; Sherina Riza Chairunisa
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 2 (2020): Desember 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v9i2.6347

Abstract

Terapi wicara merupakan salah satu cara orang tua untuk mengembangkan perkembangan bahasa anak down syndrome. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana keterlibatan orang tua dalam melakukan terapi wicara anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang tua. Penelitian ini mengungkap alasan orang tua melibatkan dirinya untuk melakukan terapi wicara pada anak down syndrome, begitu juga dalam memilih tempat terapi, terapist, melakukan tindak lanjut dirumah dan penggunaan media pendukung dalam terapi wicara anak down syndrome. Terapi wicara memiliki peranan yang penting untuk anak penyandang down syndrome untuk perkembangan bahasanya. Anak juga menjadi lebih fokus, proses tumbuh kembang terarah dan peningkatan fungsi bicara yang baik.
Upaya Meningkatkan Daya Kreativitas Menggunakan Media Loose Part Pada Kelompok B Di RA As-Syuhada Tlogosari Kulon Semarang lailatul mutahijhah; Muniroh Munawar; Anita Chandra
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9620

Abstract

AbstractThe The method in this study is a qualitative method of classroom action (CAR). This research was conducted in the Odd semester for 6 meetings in 6 weeks starting from November 4 to December 9, 2020. The subjects of the study were children from the RA B group, totaling 25 children consisting of 14 boys and 11 girls. The research procedure used classroom action research which consisted of 2 cycles. Each cycle consists of four stages, namely 1) planning, 2) taking action, 3) observing actions, 4) reflecting on the results of observing actions, each cycle is carried out 3 times. The data collected in the study were analyzed by qualitative descriptive techniques. The results showed that creativity in building can be increased by using loose part media. This is evidenced by the increasing number of children who have the power to build creativity in every meeting, both in cycle I and cycle II. At the beginning of the action there were 3 children or 12% who had constructive creativity with a very good development assessment. While at the end of the action 20 children or 80% who have shown constructive creativity with the criteria of developing very well. Based on the results of research and discussion, it can be concluded that the power of creativity in building group B in RA As-Syuhada, Pedurungan sub-district, Semarang in the 2020/2021 academic year can be increased by using loosepart media.Keywords: Early Childhood, Creativity Building, Loosepart Media.AbstrakMetode dalam penelitian ini adalah metode kualitatif tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan pada semester Gasal selama 6 pertemuan dalam 6 minggu yang dimulai dari tanggal 4 November sampai 9 Desember 2020. Subyek penelitian adalah anak kelompok RA B yang berjumlah 25 anak yang terdiri dari 14 anak laki-laki dan 11 anak perempuan. Prosedur penelitian menggunakan penelitian tindakan kelas yang terdiri 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu 1) membuat perencanaan, 2) melakukan tindakan, 3) mengadakan pengamatan tindakan, 4) merefleksi hasil pengamatan tindakan, setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Data dikumpulkan dalam penelitian tersebut dianalisis dengan teknik diskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas membangun dapat ditingkatkan dengan menggunkan media loose part. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah anak yang mempunyai daya kreativitas membangun dalam setiap kali pertemuan baik dalam siklus I maupun siklus II. Pada awal tindakan terdapat 3 anak atau 12% yang mempunyai kreativitas membangun dengan penilaian berkembang sangat baik. Sedangkan akhir tindakan 20 anak atau 80% yang sudah menunjukkan kreativitas membangun dengan kriteria berkembang sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa daya kreativitas membangun kelompok B di RA As-Syuhada kecamatan pedurungan Semarang Tahun Pelajaran 2020/2021 dapat ditingkatkan dengan menggunakan media loosepartKata kunci: Anak Usia Dini, Kreativitas Membangun, Media Loosepart.
Analisis Pembiasaan Berbahasa Terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini qotrun nada nafiah; Maemonah Maemonah
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9000

Abstract

AbstractRegional languages are cultural heritage that must be preserved. In the midst of such rapid developments, the habit of using Javanese language is an alternative to maintain the sustainability of regional culture. It's not surprising that many parents get used to the Javanese language to communicate with their children, both Javanese as the main language, or it is deliberately used for children, because getting children to use Javanese, especially the ability to use Javanese manners is easier if you get used to it from an early age. This study aims to analyze Javanese language habituation towards early childhood language development through literature study. The sources of this research are journals and books related to the theme. From this research, it can be concluded that Javanese language habituation is included in the scope of bilingualism which according to previous research will slow children's language development. one of the languages that the child learns will be weak because the child is dominant in the language he encounters more often.Keywords: Javanese language, early childhood, language development. AbstrakBahasa daerah merupakan warisan budaya yang harus dijaga eksistensinya. Di tengah perkembangan zaman yang begitu pesat, pembiasaan berbahasa jawa menjadi salah satu alternatif untuk menjaga keberlangsungannya budaya daerah. Tidak heran banyak orang tua yang membiasakan bahasa jawa untuk berkomunikasi dengan anak, baik bahasa jawa sebagai bahasa utama, maupun memang sengaja dibiasakan untuk anak, karena membiasakan anak menggunakan bahasa jawa terutama kemampuan menggunakan bahasa jawa krama lebih mudah apabila dibiasakan sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pembiasaan berbahasa jawa terhadap perkembangan bahasa anak usia dini melalui studi literatur. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian pustaka atau library research, yaitu penelitian yang bersumber dari jurnal dan buku yang terkait dengan tema. Literatur yang ditemukan kemudian digunakan untuk mengisi celah pada penelitian sebelumnya. Dari penelitian ini dapat diketahui bahwasannya pembiasaan berbahasa jawa termasuk dalam lingkup bilingual yang menurut penelitian terdahulu akan memperlambat perkembangan bahasa anak. salah satu bahasa yang dipelajari anak akan lemah karena anak dominan terhadap bahasa yang lebih sering ia temui.Kata kunci: Bahasa Jawa, anak usia dini, perkembangan bahasa.
Analisis Media Loose Part Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Siti Maryam Hadiyanti; Elan Elan; Taopik Rahman
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9329

Abstract

AbstractThis article discusses loose part media learning that needs to be developed to become a media teaching material that can be used by early childhood. This loose part media can develop various aspects, especially in the fine motor aspect. Loose part media is one of the media that can be arranged, assembled, combined, moved and others according to the wishes and needs of children. This study aims to determine the learning of loose part media to improve children's fine motor skills. Descriptive method to qualitative method. The data collection technique used is through observation and interviews. The results of this study indicate that the use of loose part media in classroom learning is optimal already to improve the fine motor skills of early childhood, because this loose part learning media is a fun medium so that children do not get bored easily and can create their own creations. In conclusion, d ith their media-based learning loose this part will increase creativity and fine motor skills of children in the activities of learning in class. Media loose part also because the ingredients easily found in the neighborhood children, then child will learn to appreciate, recycle the materials that exist in around.Keywords: Loose Part Media , Fine Motor, Early Childhood  AbstrakArtikel ini membahas mengenai pembelajaran media loose part yang perlu dikembangkan untuk menjadi suatu media bahan ajar yang dapat digunakan oleh anak usia dini. Media loose part ini dapat mengembangkan berbagai aspek, terutama dalam aspek motorik halus. Media loose part merupakan salah satu media yang dapat disusun, di rangkai, digabungkan, dipindahkan dan yang lainnya sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembelajaran media loose part untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak. Metode penelitian yang bisa memfasilitasi untuk melakukan analisis ini adalah metode deskriptif untuk metode kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media loose part dalam pembelajaran di kelas sudah optimal untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini, karena media pembelajaran loose part ini merupakan media yang menyenangkan sehingga anak tidak mudah bosan serta dapat menciptakan sebuah karya hasil dirinya. Kesimpulannya, dengan adanya pembelajaran berbasis media loose part ini akan meningkatkan kreativitas serta motorik halus anak dalam aktifitas pembelajaran di kelas. Media loose part juga karena bahan-bahannya mudah ditemukan di lingkungan sekitar anak, maka anak akan belajar untuk menghargai, mendaur ulang bahan-bahan yang ada di sekelilingnnya. Kata kunci: Media Loose Part, Motorik Halus, Anak Usia Dini
Analisis Perkembangan Semantik Dan Sintaksis Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bercerita pangestuti tuti; Anita Chandra Dewi; Joko Sulianto
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9244

Abstract

AbstractLanguage is one aspect of development that is very important to be developed in early childhood in communicating, sharing experiences, and interacting with other people.  The purpose of this study is to improve language development, especially in semantic and syntactic abilities through the storytelling method for children aged 5-6 years in group B1 in TK ABA Bendan.  The type of method used is in the form of qualitative research.  The time of the study was carried out in the first and second weeks of June 2021. The subjects of this study were two children as a sample of group B1 TK ABA Bendan students aged 5-6 years.  The object of this research is the acquisition of semantics and syntax of children aged 5-6 years.  The data referred to in this study is the acquisition of semantics and syntax of the two children through observation.  Data collection techniques are carried out by observation (observations) and interviews (interviews).  The data analysis technique in this study used qualitative data analysis.  Based on the results in the observation of two children and interviews with parents, it can be concluded that the storytelling method can improve language development, especially in semantic and syntactic abilities.  This can be seen from the results of the increased ability in the four aspects of the assessment, namely the number of vocabulary words fluency in pronunciation, word pronunciation, and simple sentence formation..Keywords: Semantic and Syintactic development, children aged 5-6 years, storytelling methodAbstrakBahasa adalah salah satu aspek perkembangan yang sangat penting untuk dikembangkan pada anak usia dini dalam berkomunikasi, berbagi pengalaman, serta berinteraksi dengan orang lain. Tujuan dalam penelitian ini adalah meningkatkan perkembangan berbahasa khususnya dalam kemampuan semantik dan sintaksis  melalui metode bercerita anak usia 5-6 tahun kelompok B1 di TK ABA Bendan. Jenis metode yang digunakan berupa penelitian kualitatif. Waktu penelitian dilaksanakan pada minggu pertama dan kedua dibulan Juni 2021. Subjek penelitian ini adalah dua orang anak sebagai sampel dari peserta didik kelompok B1 TK ABA Bendan yang berusia 5-6 tahun. Objek penelitian ini adalah pemerolehan semantik dan sintaksis anak usia 5-6 tahun. Data yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pemerolehan semantik dan sintaksis dari kedua anak tersebut melalui observasi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi (pengamatan) dan interview (wawancara). Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil dalam observasi dua orang anak dan wawancara terhadap orang tua maka dapat disimpulkan bahwa melalui metode bercerita dapat meningkatkan perkembangan bahasa khususnya dalam kemampuan semantik dan sintaksis. Hal ini terlihat dari hasil kemampuan yang meningkat dalam keempat aspek penilaian yaitu banyaknya perbendaharaan kata, kelancaran dalam pengucapan, pelafalan kata, dan pembentukan kalimat sederhana.Kata kunci: Perkembangan Semantik dan Sintaksis, Anak Usia 5-6 Tahun, Metode Bercerita
Analisis Perkembangan Bahasa Melalui Bercerita Jurnal Pagi Dan Story Telling Pada Anak Usia 4-5 Tahun Fijanatul Karimah; Anita Chandra Dewi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9239

Abstract

AbstractThe This research was conducted on the basis of improving the development of language aspects in early childhood group A TK Muslimat NU Masyithoh 19 “Anniza” Jenggof Pekalongan through storytelling with daily morning journals and story telling. This research is a qualitative research with data collection techniques sourced from observations, interviews  , documentation The purpose of this study is to describe and analyze language development through storytelling with daily morning journals and story telling in early childhood.The results of the study concluded that the strategy in developing children's language skills had been carried out as a whole in accordance with the stages of learning through habituation.  What I do in class, In addition, language development and Friday morning activities or story telling are interrelated in the development of abilities in aspects of early childhood development, especially in children's language development.  The language skills of group A children aged 4-5 years include: 1) giving orders in taking morning journals and drawing according to the children's ideas and feelings.  2) tell and imitate the writing of the picture according to what has been told.  3) take a story telling story book which contains pictures of children's activities both inside and outside the home followed by telling what they did to their peers.  Kumci's words: language skills, morning daily journals, early childhoodKeywords: Languange skill, Morning diary, Story Telling  AbstrakAbstrak Penelitian ini dilakukan atas dasar untuk meningkatkan perkembangan aspek bahasa pada anak usia dini kelompok A TK Muslimat NU Masyithoh 19 “Annisa” Jenggot Pekalongan melalui bercerita dengan jurnal harian pagi dan story telling. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data bersumber dari observasi, wawancara, dokumentasi. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis perkembangan bahasa melalui bercerita dengan jurnal harian pagi dan story telling pada anak usia dini. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa strategi dalam mengembangkan kemampuan bahasa anak telah dilakukan secara keseluruhan sesuai dengan tahapan-tahapan pembelajaran melalui pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan dikelas. Selain itu perkembangan bahasa dan kegiatan jurnal pagi atau story telling saling berkaitan dalam perkembangan kemampuan aspek perkembangan anak usia dini khususnya dalam perkembangan bahasa anak. Berikut ini tahapan-tahapan pembiasaan yang mendukung kemampuan bahasa anak kelompok A usia 4-5 tahun meliputi : 1) pemberian perintah dalam mengambil jurnal pagi dan menggambar sesuai dengan ide dan perasaan anak. 2) menceritakan dan meniru tulisan gambar sesuai dengan apa yang sudah diceritakannya. 3) mengambil buku cerita story telling yang berisi gambar-gambar kegiatan anak baik didalam maupun diluar rumah yang dilanjutkan dengan menceritakan apa yang dilakukannya kepada teman sebaya.Kata kunci: Kemampuan bahasa, Jurnal harian pagi, Story telling
Analisis Media Montase Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun Ghina Fairuz Fakhirah Syawalia; Taopik Rahman; Rosarina Giyartini
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9328

Abstract

AbstractThe fine motor development of children aged 4-5 years which researchers found has not developed according to the stages. Inadequate media facilities for children so that children have difficulty in developing fine motor skills. Media is a tool in the learning process. Montage media is a tool used in learning in the form of creating new images from several combinations of existing images and then combining them on a new page to make a new, more imaginative work. Montage media is used because it has many benefits, especially children aged 4-5 years, children can develop well and optimally. This study aims to examine and understand the montage media in the motor development process of children aged 4-5 years. The method used in the research uses descriptive methods, qualitative approaches through literature study techniques. The findings in previous studies that examined the montage media in children's fine motor development. The results of this study are the results of a descriptive analysis of the journals studied suggesting that the montage media is very influential on the fine motor development of children aged 4-5 years. From all the journals studied, it showed significant results, namely that the motase media could increase the potential for fine motor development of children aged 4-5 years.Keywords: Montage Media, Development, Fine Motor.AbstrakPerkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun yang peneliti temukan belum berkembang sesuai dengan tahapannya. Fasilitas media yang kurang memadai bagi anak sehingga anak mengalami kesulitan dalam mengembangkan motorik halusnya. Media merupakan alat bantu dalam proses berlangsungnya pembelajaran. Media montase merupakan alat yang digunakan dalam pembelajaran berupa menciptakan gambar baru dari beberapa gabungan gambar yang sudah ada kemudian digabungkan pada halaman baru menjadikannya karya baru yang lebih imajinatif. Media montase digunakan karena memiliki banyak manfaat terutama anak usia 4-5 tahun, anak dapat berkembang dengan baik dan optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti serta memahami media montase dalam proses perkembangan motorik anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode deskriptif, pendekatan kualitatif melalui teknik studi literature. Temuan dalam penelitian terdahulu yang dikaji mengenai media montase dalam perkembangan motorik halus anak. Hasil penelitian ini yaitu adanya hasil analisi deskriptif mengenai jurnal yang dikaji mengemukakan bahwa media montase sangat berpengaruh terhadap perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Dari seluruh jurnal yang dikaji, menunjukkan hasil yang signifikan yaitu media motase dapat meningkatkan potensi perkembangan motorik halus anak usia 4-5 tahun.Kata kunci: Media Montase, Perkembangan,  Motorik Halus.
Penggunaan Media Permainan Dadu Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Anak Usia Dini Navisah Meuthia; Suyadi Suyadi
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.8905

Abstract

AbstractDuring the golden age, early childhood needs to be given a stimulus according to the stage of early childhood development, where at this stage the child experiences strong abilities in all aspects of development, one aspect of cognitive abilities. This study aims to determine the use of dice game media to improve early childhood cognitive abilities. This research uses descriptive qualitative research. The subjects of this study were children aged 4 to 5 years at TK Alif Surabaya. While the object of this research is the dice game media to improve children's cognitive abilities. The data collection techniques of this research are observation, interview, and documentation. By implementing the steps: 1) Preparing media and material to be conveyed to students. 2) The educator asks the child to sit in a circle, then the educator shows the dice game media, explains the material, explains the rules of play, how to play, where each child will roll the dice, then mentions the picture or number printed on the dice. 3) Evaluation, based on the results of observations made at TK Alif Surabaya, at the end of the learning activity, educators conduct an evaluation to review the learning that has been implemented.Keywords: Cognitive abilities, Dice game AbstrakPada masa golden age, anak usia dini perlu diberikan stimulus yang disesuaikan dengan berkembangnya potensi anak. Pada tahap perkembangan anak, kemampuan kognitifnya sangat baik. Dengan sebab itu, peneltian ini dilakukan melalui permainan dadu demi meningkatkan aspek kognitif anak usia dini. Penelitian ini besifat peneltian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian yaitu anak TK Alif Surabaya yang berumur 4 sampai 5 tahun. Sedangkan ubtuk objek ialah media permainan dadu untuk meningkatkan kemampuan kognitif anak. Informasi datanya dikumpulkan melalui observasi, wawancara serta dokumentasi. Langkah-langkah yang diterapkan: 1) Menyiapkan media serta materi yang akan diajarkan ke siswa. 2) Anak diminta duduk melingkar, lalu media permainan dadu di tunjukkan pendidik untuk digunakan pada pembelajaran, materi dijelaskan, menjelaskan aturan bermain, cara bermain yaitu setiap anak akan melempar dadu, kemudian menyebutkan gambar atau angka yang tertera pada dadu. 3) Evaluasi, terkait dengan hasil observasi di TK Alif Surabaya, pada akhir kegiatan pembelajaran bertujuan mengkaji kembali pelakasanaan proses pembelajaran.Kata kunci: Kemampuan kognitif, Permainan dadu.
Penggunaan Media Permainan Bola Angka Terhadap Kemampuan Mengenalkan Konsep Bilangan 1-10 pada Anak Fathor Rozi; A. Faizul Mubarak; Humaidah Humaidah
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.8339

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the use of number ball media in the potential level of understanding the concept of numbers 1-10 in early childhood. The method used is a qualitative approach with the type of case study. Data collection techniques through observation, indeph interview. This research was conducted at the Hidayatul Muttaqin PAUD institution, Talkandang, Kotaanyar, Probolinggo, to get a direct picture of the researchers conducting observations and interviewing the principal and teachers of PAUD Hidayatul Muttaqin. The research results show that; First, PAUD Hidayatul Muttaqin has applied the number ball game media in the introduction of the concept of numbers. Second, the implementation is carried out in several ways, namely; preparation, presentation and evaluation. Implications obtained from the use of number ball media; children can distinguish, pronounce, show, arrange number symbols and group number symbols through the use of number ball games by themselves without the help of friends.Keywords:Number Ball Game Media; Number Concept; Early Childhood AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis pemakaian media bola angka dalam tingkatan potensi memahami konsep bilangan 1- 10 pada anak usia dini. Metode yang digunakan merupakan pendekatan kualitatif dengan jenis study kasus. Tehnik pengumpulan data melalui cara observasi, indeph interview. Penelitian ini dilakukan pada lembaga PAUD Hidayatul Muttaqin, Talkandang, Kotaanyar, Probolinggo, untuk mendapatkan gambaran langsung peneliti mengadakan observasi dan menginterview kepala sekolah dan guru PAUD Hidayatul Muttaqin. Hasil riset menampilkan bahwa; pertama, PAUD Hidayatul Muttaqin telah menerapkan media permainan bola angka dalam pengenalan konsep bilangan. Kedua, penerapan dilakukan dengan beberapa cara yaitu; preparation, presentation dan evaluasi. Implikasi yang didapat dari penggunaan media bola angka; anak bisa membedakan, melafalkan, menunjukkan, menyusunkan lambang bilangan dan mengelompokkan lambang bilangan melalui penggunaan permainan bola angka dengan sendirinya tanpa bantuan temannya.Kata kunci: Media Permainan Bola Angka, Konsep Bilangan, Anak Usia Dini
Implementasi Parenting Berkala Untuk Menumbuhkan Kelekatan Anak Di Kb Permata Kita Kudus Aan Widiyono
PAUDIA : Jurnal Penelitian dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/paudia.v10i2.9499

Abstract

Abstracthis research is motivated by the problem of the child's lack of attachment to parents in Permata Kita Family Planning. Every parent has their own way of parenting and has different problems, but in growing children's attachments they have the same goal. This is due to the lack of parenting knowledge for parents in growing children's attachments to become good individuals. This research approach uses descriptive qualitative. Data collection techniques using the method of interviews, observation, and documentation. The analysis technique uses data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The research subjects consisted of principals, teachers, and parents. The results showed that: 1) The process of implementing the periodic parenting program was effective and parents were very enthusiastic. 2) Inhibiting factors such as not all parents can attend the activity. While the supporting factor is a positive response from parents with more supportive facilities and infrastructure. 3) The results of the periodic parenting program found that the attachment of children at home and at school experienced differences. The attachment of children aged 5-6 years in KB Permata Kita is in the not strong category but not in the not strong-avoidance category. Meanwhile, children's attachment at home is in the category of strong attachment because children really need a mother figure to always be nearby in learning and playing activities.Keywords: Periodic Parenting, Child Attachment, KB Permata Kita AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan minimnya kelekatan anak pada orang tua di KB Permata Kita. Setiap orang tua memiliki cara parenting dan memiliki permasalahan yang berbeda, namun dalam menumbuhkan kelekatan anak memiliki tujuan sama. Hal ini diakibatkan minimnya pengetahuan parenting bagi orang tua dalam menumbuhkan kelekatan anak supaya menjadi pribadi yang baik. Pendekatan penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis menggunakan penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri dari orang tua, guru, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) Pelaksanaan program parenting berkala berjalan efektif dan orang tua sangat antusias. 2) Faktor penghambat seperti tidak semua orang tua dapat hadir dalam kegiatan. Sedangkan faktor pendukung ialah respon positif dari orang tua dengan sarana dan prasarana yang lebih mendukung. 3) Hasil program parenting berkala ditemukan bahwa kelekatan anak di rumah dan disekolah mengalami perbedaan. Usia 5-6 tahun di KB Permata Kita kelekatan anak bukan berada pada kategori tidak kuat-menghindar. Sedangkan kelekatan anak di rumah pada kategori kelekatan yang kuat karena anak sangat membutuhkan sosok figur ibu untuk selalu berada di dekatnya dalam aktivitas belajar dan bermain.Kata kunci: Parenting Berkala, Kelekatan Anak, KB Permata Kita Kudus

Filter by Year

2011 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 1 (2024): Juli 2024 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 12, No 2 (2023): Desember 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din Vol 12, No 1 (2023): Juli 2023 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 11, No 2 (2022): Desember 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Din Vol 11, No 1 (2022): Juli 2022 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 10, No 2 (2021): Desember 2021: PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 10, No 1 (2021): Juli 2021 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 9, No 2 (2020): Desember 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 9, No 1 (2020): Juli 2020 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 8, No 2 (2019): Desember 2019 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini Vol 8, No 1 (2019): Juli 2019 : PAUDIA (Jurnal Penelitian Dalam Bidang Pendidikan Anak Usia Dini) Vol 7, No 2 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 7, No 1 (2018) Vol 6, No 2 (2017) Vol 6, No 1 (2017) Vol 5, No 2 (2016) Vol 5, No 1 (2016) Vol 4, No 1 (2015): volume.4 No. 1 Juli (2015) Vol 4, No 2 Oktober (2015): PAUDIA Vol 4, No 1 Oktober (2015): PAUDIA Vol 3, No 2 Oktober (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol 3, No 1 Oktober (2014) Vol 2, No 2 (2013): PAUDIA Vol 2 No 2 Oktober 2013 Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA Vol 2, No 1 mei (2013): PAUDIA Vol 1, No 1 (2011) Vol 1, No 1 (2011) More Issue