cover
Contact Name
Betty Masruroh
Contact Email
jpg.journal@um.ac.id
Phone
+6285733562345
Journal Mail Official
jpg.journal@um.ac.id
Editorial Address
Semarang St. No 5, Malang, Indonesia
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktik dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi
ISSN : 08539251     EISSN : 2527628X     DOI : https://doi.org/10.17977
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi published two times a year in January and June. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi provides scientific papers on Education and Geography both in Indonesian and English. A paper published in Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi are result of research, conceptual and literature review. Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi published by the Department of Geography Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Journal publishing in print (since 1995) namely PENDIDIKAN GEOGRAFI: KAJIAN, TEORI, DAN PRAKTEK DALAM BIDANG PENDIDIKAN DAN ILMU GEOGRAFI. Since 2015, it is equipped with ISSN 0853-9251 (print) and 2527-628X (online).
Arjuna Subject : -
Articles 149 Documents
Still searching for (education for) sustainable development – reflections on the need, challenges, and chances of transforming education in the 21st century Lars Keller
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v25i22020p179

Abstract

Scientific evidence has been put forward over and over again in the past decades that, during the Anthropocene, human impact on the various spheres of the Earth has grown to an extent that actually threatens the overall resilience of the Earth system and thus the basis for the existence of future societies. New concepts to tackle the problems ahead and to regain control about positive future development are urgently needed. Education – or rather the transformation of education – and the possible role of education as a key instrument to reach the Sustainable Development Goals could play a prominent role here. However, as both sustainable development and education for sustainable development are still in their infancy, radical changes of the actual concepts of education (for sustainable development) and a new focus on (constructivist) learning have to be discussed. In this paper, the needs, challenges, and chances of transforming education in and for the 21st century are reflected upon .
Environmental awareness and pro-environmental behavior: A case of university students in Malang city Ramadhani Lausi Mkumbachi; I Komang Astina; Budi Handoyo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 25, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v25i22020p161

Abstract

University students exhibit low commitment towards pro-environmental behavior despite the facts that they know a lot about environmental issues. The objective of this study was (1) to know the level of environmental awareness and pro-environmental behavior and (2) to find relationship between environmental awareness and pro-environmental behavior among university students in Malang city. This study used descriptive quantitative research design using survey method. Data were collected using questionnaire instrument using a 3-point modified from Liker response scale. The results revealed that majority of the students possessed higher environmental awareness and exhibited high environmentally-friendly behavior. Likewise, there existed significant relationship between environmental awareness and pro-environmental behavior amongst university students in Malang city.Mahasiswa menunjukkan komitmen yang rendah terhadap perilaku prolingkungan meskipun mereka tahu banyak tentang masalah lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui tingkat kesadaran lingkungan dan perilaku pro-lingkungan dan (2) untuk menemukan hubungan antara kesadaran lingkungan dan perilaku pro-lingkungan di kalangan mahasiswa di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan metode survei. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner menggunakan 3 poin yang dimodifikasi dari skala respons Liker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa memiliki kesadaran lingkungan yang lebih tinggi dan menunjukkan perilaku ramah lingkungan yang tinggi.
Pengaruh model Problem Based Learning terintegrasi pendekatan induktif terhadap kemampuan berpikir spasial dan pengetahuan siswa pada materi mitigasi bencana Ardhyan Dwi Nurcahyo; Elizabeth Titiek Winanti
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i12021p041

Abstract

The ability to think spatially and mitigation knowledge is very important in everyday life. Problems involving the field of education in Indonesia are less than maximum classroom learning. Geography teachers learn to accept effective models in learning. Research Objectives Obtain appropriate and more effective learning methods that are useful in improving the ability to use spatial thinking and knowledge of disaster mitigation materials. Research Type: quasi-experimental. The research subjects were students of class XI IPS SMA N 2 Ponorogo. Measurement Increased spatial thinking skills and knowledge gained from normalization calculations. The results obtained normalization of the spatial thinking ability of the experimental class 52% and 37% control class. The results of the experimental class knowledge 58% and 43% control class. Independent T-test shows that Probleam-based learning has improved for the better.Kemampuan berpikir spasial dan pengetahuan mitigasi bencana penting dalam kehidupan sehari hari. Masalah yang dihadapi bidang pendidikan di Negara Indonesia yaitu masih kurang maksimalnya pembelajaran dikelas. Guru geografi seharusnya mempunyai model yang efektif dalam pembelajaran. Tujuan Penelitian adalah untuk memperoleh metode yang sesuai dan lebih efektif dalam pembelajaran yang berguna meningkatkan kemampuan berifkir spasial dan pengetahuan materi mitigasi bencana. Jenis Penelitian:quasi-eksperiment. Subjek penelitian siswa-siswa SMA N 2 Ponorogo kelas XI IPS. Pengukuran peningkatan kemampuan berpikir spasial dan pengetahuan diperoleh dari hasil perhitungan gain normalisasi. Hasil gain normalisasi kemampuan berpikir spasial kelas eksperimen 52% dan kelas kontrol 37%. Hasil pengetahuan kelas eksperiment 58% dan kelas kontrol 43%. Pada uji Independet T-test menunjukan Problem based learning terintegrasi pendekatan induktif mempunyai pengaruh signifikan pada peningkatan kemampuan berpikir spasial dan pengetahuan materi mitigasi bencana. 
Pengembangan buku ajar digital Geografi SMA berplatform aplikasi 3D Page Flip dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) materi keragaman budaya di Indonesia Yuli Yana; Budi Handoyo; Alfyananda Kurnia Putra
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i22021p092

Abstract

Today students live in a digital era. Such conditions affect the changing needs of textbooks as a source of learning for students. The purpose of this development research is to produce a digital textbook on cultural diversity in Indonesia with a 3D page flip application platform with a STEAM approach (Science, technology, engineering, art, mathematics). The design of this study uses the ADDIE model. Product trial results show that the percentage of the feasibility of textbooks is as much as 87 percent, which means it is very feasible to use. While the results of students' understanding test scores in the range of 76-85 with a percentage of 53 percent. These results indicate that students have a high level of understanding criteria.Dewasa ini peserta didik hidup di era digital. Kondisi yang demikian berpengaruh terhadap perubahan kebutuhan buku ajar sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Tujuan penelitian pengembangan ini menghasilkan buku ajar digital berplatform aplikasi 3D page flip dengan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, Mathematic) materi keragaman budaya di Indonesia. Rancangan penelitian ini menggunakan model ADDIE. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa persentase tingkat kelayakan buku ajar sebanyak 87 persen yang artinya sangat layak digunakan. Sedangkan hasil tes pemahaman peserta didik memperoleh nilai pada rentang 76-85 dengan persentase sebanyak 53 persen. Hasil tersebut menunjukan bahwa peserta didik memiliki kriteria tingkat pemahaman yang tinggi.
Cover dll betty masruroh
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 24, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis isi buku teks geografi kelas XI SMA kurikulum 2013 (K13) edisi revisi terbitan Mediatama berdasarkan keterampilan abad 21 Retno Sarinastiti; Yunus Aris Wibowo
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i12021p048

Abstract

The purpose of this research was to analyze the suitability of the material in the Geography textbook for Class XI Curriculum 2013 published by Mediatama based on the BSNP Textbook Criteria and the completeness of the 21st century (4C) skill components. This research uses qualitative research with a content analysis approach. The research subject used was the Geography textbook Class XI Curriculum 2013 Revised Edition published by Mediatama. The research subject was the Geography textbook for Class XI of the 2013 Curriculum, Revised Edition published by Mediatama. The data validity was done by triangulating the source. The research found that the books most used by the MGMP Sukoharjo were feasible (87,61%). Based on the results of the analysis, according to the material expert, chapter I has the highest aspect is creative thinking and communication aspects (100% completeness), chapter III is critical thinking, creative thinking and communication (100% completeness), chapter VII is critical and creative. think (100% complete). According to practitioners, chapter I is collaboration aspect (completeness 100%), chapter III creative thinking (completeness 85.7%), chapter VII critical thinking (completeness 89%). According to researchers, chapter I is creative thinking, communication, and collaboration (100% complete), chapter III and chapter VII are 100%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian materi dalam buku teks Geografi Kelas XI Kurikulum 2013 Terbitan Mediatama berdasarkan Kriteria Buku Teks BSNP dan kelengkapan komponen keterampilan abad 21 (4C). Sejalan dengan tujuan maka penelitain ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Subjek penelitian yang digunakan adalah Buku teks Geografi Kelas XI Kurikulum 2013 Edisi Revisi terbitan Mediatama. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara secara langsung dan instrumen penelitian berupa kuesioner untuk ahli materi dan praktisi pembelajar (guru). Keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang paling banyak digunakan MGMP Sukoharjo dikatakan layak digunakan (87.61%). Berdasarkan analisis, menurut ahli materi bab I memiliki aspek tertinggi berfikir kreatif dan komunikasi (kelengkapan 100%), bab III berpikir kritis, kreatif dan komunikasi (kelengkapan 100%), bab VII berpikir kritis dan kreatif (kelengkapan 100%). Menurut praktisi bab I memiliki aspek tertinggi kolaborasi (kelengkapan 100%), bab III berpikir kreatif (kelengkapan 85,7%), bab VII berpikir kritis (kelengkapan 89%). Menurut peneliti bab I memiliki aspek tertinggi berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi (kelengkapan 100%), bab III dan bab VII dikatakan bahwa semua keterampilan abad 21 memiliki kelengkapan 100%.
Dinamika hidrokimia air tanah pada Akuifer Pasiran Pulau Yeben Raja Ampat, Papua Barat Septian Vienastra; Erik Febriarta
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i22021p099

Abstract

The quality of coastal ground water on small islands has characteristics that are influenced by environmental and area factors. Yeben Island is a small island with an area of 0.57 km2 with priority coastal and marine tourism areas in the islands of Raja Ampat. This study aims to (1) analyze levels of ground water quality parameters and (2) analyze water samples against water quality standards. Groundwater samples taken as many as 4 samples from the study location. The location of water samples is in the morphology of the coastal plain. The analysis of each physical and chemical parameter of each groundwater sample is carried out by comparing the value of drinking water quality standards. The results are presented in a comparison table of quality standards and a graph of scaled values.Based on the results, the laboratory shows that it exceeds the quality standard of physical elements and chemical elements including fluoride, hardness, sulfate and organic substances. In general, the quality of water is poor. Poor ground water quality occurs due to the influence of sea water intrusion.Kualitas air tanah pesisir di pulau kecil memiliki karakteristik yang dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan luasan. Pulau Yeben merupakan pulau kecil dengan luas 1,3 km2 dengan prioritas kawasan pariwisata pesisir dan bahari di kepulauan Raja Ampat. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kadar parameter kualitas air tanah dan (2) menganalisis sampel air terhadap baku mutu air. Sampel air tanah yang diambil sejumlah 4 sampel dari lokasi kajian. Lokasi sampel air berada pada morfologi dataran pantai. Analisis setiap parameter fisik dan kimia masing-masing sampel air tanah dilakukan dengan perbandingan nilai standar baku mutu air minum Hasil penelitian disajikan dalam tabel perbandingan baku mutu dan grafik nilai berskala. Berdasarkan hasil laboratorium menunjukkan melebihi baku mutu unsur fisik dan unsur kimia antara lain fluorida, kesadahan, sulfat dan zat organik. Secara umum kualitas air termasuk buruk. Kualitas air tanah yang buruk terjadi dikarenakan oleh pengaruh intrusi air laut.
Kesiapan infrastruktur data spasial sebagai upaya mitigasi banjir lahar di kali putih Kabupaten Magelang Jawa Tengah Afrinia Lisditya Permatasari; Ika Afianita Suherningtyas; Putu Perdana Kusuma Wiguna
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i12021p015

Abstract

Availability of Spatial Data Infrastructure (SDI) has an important role in disaster management. The purpose of this research is to analyze the readiness of the Spatial Data Infrastructure (IDS) as an effort to mitigate the lava flood in Kali Putih, Magelang Regency, Central Java. The research method was carried out by interview, survey and secondary data collection and SWOT analysis. The results of the SWOT analysis, on the Strength-Opportunity matrix, conclude that the optimization of Spatial Data Infrastructure (IDS) and the Indonesian National Standard (SNI) in the field of Geospatial Information (IG). The Strenght-Threath analysis concludes the need to use quality spatial data for government agencies. Opportunity - Weakness analysis concludes that there is a need for Web GIS development and the need to improve the quality of GI and the quality of human resources in the field of GI. Threat-Weakness analysis resulted in a conclusion, namely the need to refer to the one map and one data policy as well as the ID and SDI field policies.Ketersediaan Infrastruktur Data Spasial (SDI) memiliki peran penting dalam manajemen bencana.  Tujuan penelitin ini adalah untuk menganalisis kesiapan Infrastruktur Data Spasial (IDS) sebagai upaya mitigasi banjir lahar di Kali Putih Kabupaten Magelang Jawa Tengah. Metode penelitian dilakukan dengan wawancara, survei dan pengumpulan data sekunder serta analisa SWOT. Hasil analisa SWOT, Strenght-Opportunity disimpulkan perlunya optimalisasi Infrastruktur Data Spasial (IDS) dan Standar Nasional Indonesia (SNI) bidang Informasi Geospasial (IG). Analisis Strenght-Threath menyimpulkan perlunya penggunaan data spasial yang berkualitas bagi intansi pemerintah. Analisis Opportunity – Weakness menyimpulkan bahwa perlu adanya pengembangan Web GIS dan perlunya peningkatan kualitas IG dan kualitas SDM di bidang IG. Analisis Threat-Weakness menghasilkan kesimpulan, yaitu perlunya mengacu pada kebijakan satu peta dan satu data sert kebijakan bidang ID dan SDI.
Potensi Laboratorium Alam Sumbermanjing Wetan dalam pembelajaran Geografi berbasis kerja lapangan (fieldwork) Alfi Sahrina; Ifan Deffinika
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i22021p061

Abstract

This research is a qualitative descriptive study using secondary data as the main data. Data were collected through literature studies from the results of previous research in Sumbermanjing Wetan District. The results showed that Sumbermanjing Wetan had the potential to be used as a natural laboratory in the context of geography learning. This is supported by physical conditions in the form of diverse landscape features, quite complex social and cultural conditions. This potential includes the geological and geomorphological conditions of Sumbermanjing Wetan, the geodiversity and biodiversity of Sempu Island, social and cultural conditions, disasters, and tourism. In addition, the existence of natural resources in the area can also be used as one of the studies in fieldwork. Fieldwork-based learning can increase the skills of students in making observations, identifying, experimental, doing teamwork, and applying the use of technology. Geography learning topics at Sumbermanjing Wetan include physical, social, tourism, disaster, environmental, and other areas of geography. Indeed, implementing fieldwork needs to be independent, especially in managing data. In addition, fieldwork-based learning will continue to develop in line with the convenience of technology and increasingly advanced research studies with challenges faced including security, finance, health and safety, access to the field, and damage to the surrounding area used for fieldwork due to sampling exaggerated.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan data sekunder sebagai data utama. Data dikumpulkan melalui studi literatur dari hasil penelitian terdahulu di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sumbermanjing Wetan memiliki potensi untuk dijadikan sebagai laboratorium alam dalam konteks pembelajaran geografi. Hal ini didukung oleh kondisi fisik berupa kenampakan bentang alam yang beragam, kondisi sosial dan budaya yang cukup kompleks. Potensi tersebut berupa kondisi geologi dan geomorfologi Sumbermanjing Wetan, geodiversitas dan biodiversitas Pulau Sempu, kondisi sosial dan budaya, serta pariwisata. Selain itu, keberadaan sumber daya alam yang ada di daerah tersebut juga dapat digunakan sebagai kajian dalam melakukan kerja lapangan (fieldwork). Pembelajaran berbasis kerja lapangan dapat menambah keterampilan peserta didik dalam melakukan pengamatan, identifikasi, eksperimental, melakukan kerja tim, dan menerapkan penggunaan teknologi. Topik pembelajaran geografi di Sumbermanjing Wetan dapat mencakup bidang geografi fisik, sosial, pariwisata, kebencanaan, lingkungan, maupun cakupan bidang yang lain. Dalam menerapkan kerja lapangan (fieldwork) diperlukan kemandirian peserta didik dalam mengelola data. Disamping itu, pembelajaran berbasis kerja lapangan akan terus berkembang dengan kemudahan teknologi dan kajian riset yang semakin maju dengan tantangan yang dihadapi antara lain keamanan, keuangan, kesehatan dan keselamatan, akses ke lapangan, serta rusaknya areal sekitar yang digunakan untuk kerja lapangan akibat pengambilan sampel yang berlebihan
Faktor-faktor kesiapsiagaan bencana terintegrasi pengetahuan prekursor gempa bumi pada mahasiswa Pendidikan IPA Muhyiatul Fadilah; Enok Maryani; Riandi Riandi; Anna Permanasari
Jurnal Pendidikan Geografi: Kajian, Teori, dan Praktek dalam Bidang Pendidikan dan Ilmu Geografi Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um017v26i12021p001

Abstract

Preparedness is the main competency that must be possessed by disaster-prone communities, including students. Preparedness is built on knowledge. Previous research shows the level of student preparedness varies greatly, but there is no explanation yet about the relationship of knowledge and other factors that affect student preparedness. In addition, preparedness measures have not yet examined the component of disaster markers or precursors. This research was conducted to describe the factors associated with the level of student preparedness. The study population was science education students and the research sample was determined purposively, so that 104 science students took IPBA courses as samples. Research is descriptive research. Data collection was carried out through a TPPG preparedness questionnaire and an earthquake precursor knowledge test. In addition, secondary data in the form of UTS values are also used that represent basic earthly knowledge that is relevant to earthquake preparedness. The results showed that 1) TPPG preparedness for students was in the moderate / sufficient category, 2) preparedness was influenced by the area of origin of students and was not influenced by gender and earth knowledge, 3) students' knowledge of earthquake markers was very low.Kesiapsiagaan merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh masyarakat rawan bencana, termasuk pada mahasiswa. Kesiapsiagaan dibangun oleh pengetahuan. Penelitian terdahulu menunjukkan level kesiapsiagaan mahasiswa sangat bervariasi, namun belum terdapat penjelasan tentang hubungan pengetahuan dan faktor-faktor lain yang memengaruhi kesiapsiagaan mahasiswa. Selain itu, pengukuran kesiapsiagaan belum mengkaji komponen penanda bencana atau prekursor. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang berhubungan dengan level kesiapsiagaan mahasiswa. Populasi penelitian  adalah mahasiwa pendidikan IPA dan penentuan sampel penelitian dilakukan secara purposive, sehingga sebanyak 104 mahasiwa pendidikan IPA yang mengambil matakuliah IPBA ditetapkan sebagai sampel. Penelitian merupakan penelitian deksriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui angket kesiapsiagaan TPPG dan tes pengetahuan prekursor gempabumi. Selain itu, juga digunakan data sekunder berupa nilai Ujian Tengah Semester yang merespresentasikan pengetahuan dasar kebumian yang relevan dengan kesiapsiagaan gempabumi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Korelasi Kendalls’ tau dan kuantitatif-deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) kesiapsiagaan TPPG pada mahasiswa berada pada kategori sedang/cukup, 2) kesiapsiagaan dipengaruhi oleh daerah asal mahasiswa dan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin dan pengetahuan kebumian, 3) pengetahuan mahasiswa tentang penanda gempabumi sangat rendah. Dapat disimpulkan bahwa daerah asal memengaruhi kesiapsiagaan TPPG mahasiswa pendidikan IPA.

Page 10 of 15 | Total Record : 149