cover
Contact Name
Slamet Santosa
Contact Email
slametsantosa@unhas.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
slametsantosa@unhas.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
BIOMA : Jurnal Biologi Makassar
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 25287168     EISSN : 25486659     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bioma mempublikasikan hasil penelitian dan kajian biologi: ekologi, botani, genetika, mikrobiologi, zoologi maupun biologi terapan dibidang agrokomplek dan medikal komplek. Bioma diterbitkan Departemen Biologi, FMIPA UNHAS, dan mempublikasikan artikel dua kali setahun , setiap bulan juni dan desember
Arjuna Subject : -
Articles 218 Documents
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida) SEBAGAI FUNGISIDA ALAMI TERHADAP JAMUR Sclerotium rolfsii DAN Fusarium oxysporum SECARA IN-VITRO Revina Yani Tarigan; Ulfayani Mayasari; Rizki Amelia Nasution
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit busuk batang dan layu Fusarium merupakan penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen yaitu Sclerotium rolfsii dan Fusarium oxysporum. Pengendalian dilakukan dengan pemberian fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing yang ramah lingkungan serta mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan tannin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing terhadap pertumbuhan jamur Sclerotium rolfsii dan Fusarium oxysporum secara in – vitro. Metode yang digunakan dalam pembuatan minyak atsiri daun ekor kucing menggunakan metode destilasi uap, serta uji pada aktivitas antijamur menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi sampel dan kontrol positif 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, untuk pembuatan produk fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing menambahkan larutan Tween 80. Berdasarkan hasil uji menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) penelitian ini menunjukan adanya aktivitas antijamur fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing terhadap jamur Sclerotium roflsii dan Fusarium oxysporum dengan nilai signifikan p< 0.05. Hasil fungisida alami minyak atsiri daun ekor kucing menggunakan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5% dan 10% diperoleh hasil diameter zona hambat pada jamur Sclerotium roflsii yaitu 11,23, 7,6, 6,9 dan 6,0. Sedangkan hasil uji diameter zona hambat pada jamur Fusarium oxysporum 18,26, 19,96. 21,53 dan 22,53. Berdasarkan hasil dari rata – rata aktivitas antijamur zona hambat minyak atsiri daun ekor kucing dapat dijadikan sebagai fungisida alami terhadap jamur Sclerotium roflsii pada konsentrasi efektif 2,5%. Sedangkan jamur Fusarium oxysporum pada konsentrasi 2,5%. Kata Kunci: Minyak atsiri, Fungisida alami, Sclerotium roflsii dan Fusarium oxysporum Kata kunci : Minyak atsiri, Fungisida Alami, Sclerotium roflsii, Fusarium oxysporum
TINGKAT BIOKONSENTRASI LOGAM TIMBAL (Pb) PADA AIR DAN DAGING IKAN GABUS (Channa striata) DI SUNGAI BELUMAI DELI SERDANG Rizki Fitrawansyah; Husnarika Febriani; Syukriah Syukriah
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Timbal termasuk ke dalam jenis logam non esensial yang sifatnya sangat beracun dan akan terakumulasi di dalam tubuh makhluk hidup karena tidak dapat dimetabolisme oleh tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan logam berat timbal (Pb) pada air dan daging ikan gabus di Sungai Belumai Deli Serdang. Penelitian ini menggunakan penelitian analisis deskriptif eksploratif dan komparatif dengan pendekatan kuantitatif. Penentuan lokasi pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan logam berat pada air sungai Belumai Deli Serdang di setiap Stasiun berkisar 0,0517-0,1715 mg/L sudah melebihi batas baku mutu (PP RI No 22 Tahun 2021). Kandungan logam berat pada daging ikan gabus pada Stasiun 1 dan 2 sebesar <0,03 mg/Kg masih berada dibawah baku mutu, sedangkan pada stasiun 3 sebesar 49,8 mg/Kg sudah diatas baku mutu (SNI 7387:2009). Kata kunci: Logam Timbal, Ikan Gabus, Sungai Belumai, Deli Serdang
EFEKTIVITAS SEDIAAN GEL ANTISEPTIK TANGAN EKSTRAK DAUN SIRSAK Annona muricata Linn SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP Staphylococcus epidermidis VINCENTIA ADE RIZKY; SAADAH SIREGAR; VISENSIUS KRISDIANILO; SITI KHADIJAH
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Soursop leaf (Annona muricata Linn) has flavonoid, alkaloid, and saponin compounds that can be used as antibacterial. Based on the compounds contained in soursop leaves can be used as a hand antiseptic. Based on this study, an antiseptic gel formulation of soursop leaf (Annona muricata Linn) as antibacterial against Staphylococcus epidermidis bacteria with a carbomer 940 base was made. Antiseptic gel of soursop leaf extract was formulated with unequal extract concentrations, namely in the 1 3% formulation, the 2.6 % formulation. , formulation 3 9%, and formulation 4 12%. The antibacterial test used was the well diffusion method. The antiseptic gel was tested for its physical properties, namely organoleptic test, homogeneity test, dispersion test, and pH test. Antiseptic gel preparations that have antibacterial activity against Staphylococcus epidermidis bacteria are formulations 3 and 4 9% and 12% extracts which have a picture zone of 5 and 7 mm while the positive control has an inhibition zone of 12 mm. The results of the tests carried out on organoleptic tests, dispersion tests, pH tests, homogeneity tests were in accordance with the parameters of the gel preparation. From this study, it showed the ability of soursop leaves to inhibit the growth of Staphylococcus epidermidis bacteria. Soursop (Annona muricata Linn) leaf extract. Has antibacterial activity against Staphyloccus epidermidis bacteria with a concentration of 3% formulation 1, formulation 6% concentration 2, formulation concentration 9%, formulation concentration 12% 4. At a concentration of 3%, 6% has inhibitory power with a diameter of 3mm, and a concentration of 9% had an inhibitory power with an inhibitory diameter of 5mm, while the concentration of 12% had an inhibitory power with an inhibitory diameter of 7mm against the bacterium Staphyloccus epidermidis.
UJI AKTIVITAS MINYAK ATSIRI DAUN EKOR KUCING (Acalypha hispida) SEBAGAI DISINFEKTAN ALAMI TERHADAP BAKTERI Bacillus subtilis DAN Klebsiella pneumoniae SECARA IN- VITRO Nurlayly Zaini; Ulfayani Mayasari; Rizki Amelia Nasution
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bakteri Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae merupakan bakteri yang tersebar di udara, air dan tanah yang dapat menyebabkan penyakit infeksi meningitis. Penggunaan disinfektan alami minyak atsiri daun ekor kucing (Acalypha hispida) yang mengandung senyawa antibakteri flavonoid dan tanin akan menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas disinfektan alami minyak atsiri daun ekor kucing (Acalypha hispida) terhadap pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae secara In-Vitro. Hasil uji aktivitas disinfektan alami minyak atsiri daun ekor kucing (Acalypha hispida) menggunakan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, dan 10%, diperoleh hasil diameter zona hambat pada bakteri Bacillus subtilis yaitu 17,54, 14,13, 13,66, dan 11,7 sedangkan hasil uji diameter zona hambat pada bakteri Klebsiella pneumonia yaitu 19,00, 16,57, 14,47, dan 12,59. Berdasarkan hasil dari rata-rata aktivitas antibakteri zona hambat minyak atsiri daun ekor kucing (Acalypha hispida) dapat dijadikan sebagai disinfektan alami terhadap bakteri Bacillus subtilis pada konsentrasi efektif 5%, sedangkan bakteri Klebsiella pneumoniae pada konsentrasi efektif 7,5%. Kata kunci: Minyak atsiri, disinfektan, Bacillus subtilis dan Klebsiella pneumoniae
IDENTIFIKASI DAN SEBARAN SPESIES LALAT BUAH (BACTROCERA SP.) PADA PERTANAMAN CABE KABUPATEN SINJAI Dian Ekawati Sari; Taufik hidayat; Muhammad Noor Amin Sholeh; Dian Yustisia
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cabe merupakan komoditas penting dari tanaman hortikultura yang dibudidayakan secara komersil. Budidaya cabe tidak terlepas dari serangan hama dan penyakit tanaman. Hama utama cabe yang mempengaruhi produksi dan dapat mengakibatkan gagal panen yaitu lalat buah. Lalat buah merupakan hama yang sangat diwaspadai dalam kegiatan ekspor impor hortikultura khususnya pada cabe. Lalat buah memiliki banyak spesies dan gejala serangan yang ditimbulkan sangat mempengaruhi kualitas produk. Penyebaran hama lalat buah dapat terjadi melalui impor produk pertanian yang terinfestasi sehingga perlu pengawasan yang ketat untuk mencegah invasi hama tersebut. Oleh karena itu diperlukan monitoring untuk mengetahui jenis lalat buah yang ada dilapangan. Penelitian ini dilakukan dengan cara memasang perangkap disetiap kecamatan yang membudidayakan tanaman cabe di Kabupaten Sinjai. Hasil survey lokasi didapatkan 8 kecamatan yang membudidayakan tanaman cabe. Lalat buah yang terperangkap kemudian di identifikasi dengan melihat ciri pada bagian sayap, thorax dan abdomen. Hasil identifikasi didapatkan 5 jenis lalat buah dari genus Bactrocera yaitu B. dorsalis, B. carambolae, B. musae, B. papayae dan B. umbrosa.
UJI KONSENTRASI EKSTRAK SAMBILOTO TERHADAP MORTALITAS WALANG SANGIT (LEPTOCORISA ACUTA) Dian Ekawati Sari; St. Nurafika; islamiyah cyntia bella; Masyita Masyita; daniati daniati; Muh Ridwan
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walang sangit merupakan salah satu hama tanaman padi yang sulit dikendalikan dan kehadirannya menyusahkan petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi terbaik dari beberapa ekstrak sambiloto terhadap hama walang sangit . Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK): yang terdiri dari 6 perlakuan dan 3 ulangan yaitu: P0 (Kontrol), P1 (Ekstrak Sambiloto 1%), P2 (Ekstrak Sambiloto 2%), P3 (Ekstrak Sambiloto 3%), P4 (Ekstrak Sambiloto 4%), dan P5 (Ekstrak Sambiloto 5%). Jika ada pengaruh maka dilanjutkan dengan uji lanjut BNT pada taraf 0,5% secara statistik. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak tanaman sambiloto terhadap hama walang sangit memberikan efek mortalitas terhadap hama walang sangit. Mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan P5 yang hanya membutuhkan rata-rata waktu 5,3 hari untuk mematikan walang sangit.
PENGOLAHAN AMPAS TAHU SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN KECAP DENGAN PROSES FERMENTASI MENGGUNAKAN Aspergillus wentii Melia Suri; Cintiya Septa Hasannah; Aulia Rahmatunnissa; Salwa Malani; Ryzka Nanda Lestari
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tahu merupakan salah satu makanan khas Indonesia yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Industri tahu pada setiap proses produksinya menghasilkan limbah tahu berupa ampas tahu. Pemanfaatan ampas tahu dapat diolah menjadi bahan dasar pembuatan kecap melaui proses fermentasi. Kecap adalah produk berbentuk cair hasil fermentasi yang ditambah gula dengan atau tanpa penambahan bahan pangan lainnya. Fermentasi kecap terdiri atas 2 tahap, yaitu fermentasi koji yang dilakukan menggunakan Aspergillus wentii konsentrasi 2%, 5% dan 8%. Kemudian dilanjutkan pada fermentasi moromi 20%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengolah kembali ampas tahu menjadi produk kecap, dan untuk mengetahui analisis mutu dan analisis cemaran pada hasil fermentasi atau kecap mentah dengan variasi konsentrasi Aspergillus wentii pada fermentasi bulan ke- 1, 2, dan 3 terhadap kesesuaian SNI 3543.1, 2013 bagian kecap manis dan SNI 3543.2, 2013 bagian kecap asin. Dari hasil analisis kecap mentah ampas tahu, didapatkan kadar protein yang mendekati SNI kecap manis sebesar 0,8%. Kadar gula yang tertinggi sebesar 20,22% dan belum memenuhi SNI kecap manis. Kadar garam (NaCl) tertinggi sebesar 17,63% yang sudah memenuhi SNI kecap asin. Nilai pH kecap mentah yang mendekati SNI kecap manis dan asin adalah 6,86 serta kecap mentah tidak mengandung cemaran, baik cemaran logam Merkuri, cemaran mikroba coliform, dan cemaran total aflatoksin yang sudah memenuhi standar SNI kecap manis dan SNI kecap asin. Tofu is a typical Indonesian food that is widely consumed by Indonesian people. The tofu industry in every production process produces tofu waste in the form of tofu dregs. The use of tofu dregs can be processed into a basic ingredient for making soy sauce through a fermentation process. Soy sauce is a liquid product resulting from fermentation with added sugar with or without the addition of other food ingredients. Soy sauce fermentation consists of 2 stages, namely koji fermentation which is carried out using Aspergillus wentii concentrations of 2%, 5% and 8%. Then proceed to 20% moromi fermentation. The aim of this research is to reprocess tofu dregs into soy sauce products, and to determine the quality analysis and contamination analysis of fermented products or raw soy sauce with variations in the concentration of Aspergillus wentii in the 1st, 2nd and 3rd months of fermentation regarding the conformity of SNI 3543.1, 2013 sweet soy sauce section and SNI 3543.2, 2013 salty soy sauce section. From the analysis results raw tofu dregs soy sauce, obtained a protein content that is close to the SNI for sweet soy sauce at 0.8%. The highest sugar content is 20.22% and does not meet the SNI for sweet soy sauce. The highest salt (NaCl) content is 17.63% which meets the SNI for soy sauce. The pH value of raw soy sauce which is close to the SNI for sweet and salty soy sauce is 6.86 and raw soy sauce does not contain any contamination, including mercury metal contamination, coliform microbial contamination, and total aflatoxin contamination which meets the SNI standards for sweet soy sauce and SNI for salty soy sauce.
EFEKTIVITAS PERASAN DAUN MENIRAN (Phyllanthus niruri. L) SEBAGAI ANTIFUNGI TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Candida albicans Anggun Sophia Sophia; Suraini
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida albicans is a normal flora in the healthy human body such as in the oral cavity, skin, digestive tract, reproductive tract and hair. Meniran plants contain flavonoid, tannin, saponin and alkaloid compounds that have antifungal effectiveness. The purpose of this study was to determine the effectiveness of meniran squeeze (Phyllanthus niruri. L) as an antifungal against the growth of Candida albicans. The type of research used is experimental research with a post test only control group research design. This research was conducted in February - July 2023 at the Biomedical Laboratory of Universitas Perintis Indonesia. The results showed the effectiveness of meniran leaf juice (Phyllanthus niruri. L) in inhibiting the growth of Candida albicans fungi where 40% concentration has an average diameter of the inhibition zone of 10.20 mm, 50% concentration has an average inhibition zone of 14 mm, 60% concentration has an average diameter of the inhibition zone of 19 mm, 80% concentration has an average inhibition zone of 22 mm. This shows that the higher the concentration, the greater the inhibition zone formed. In conclusion, meniran leaf juice (Phyllanthus niruri. L) has the ability to inhibit the growth of Candida albicans fungi.
HUBUNGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHES DENGAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT: Indonesia Rita Permatasari Yusdarfadri; Suraini
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi Soil Transmitted Helminthes adalah infeksi cacing yang ditularkan melalui tanah yang mempengaruhi kesehatan masyarakat. Anak usia sekolah merupakan golongan yang paling sering terinfeksi cacing Soil Transmitted Helminthes. Hal ini dikarenakan anak - anak berkontak langsung dengan tanah dan kurang memperhatikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminthes dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 59/III Koto Lebuh Tinggi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan metode cross sectional, dengan jumlah sampel 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Pemeriksaan feses dengan mikroskop menggunakan teknik direct smear untuk menentukan infeksi STH, mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat data diperoleh dari wawancara kuesioner terhadap siswa yang menjadi subjek penelitian. Data dianalisis dengan program SPSS denga uji Chi- Square. Angka kejadian infeksi diperoleh 9 orang (28,1%) positif terinfeksi Soil Transmitted Helminthes diantaranya 7 orang (21,9%) positif telur cacing Ascaris lumbricoides dan 2 orang (6,2%) positif telur cacing Trichuris trichiura. Hasil uji chi- square didapatkan p value > 0,05 artinya H0 diterima dan dapat disimpulkan Tidak ada Hubungan Infeksi Soil Transmitted Helminthes dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 59/III Koto Lebuh Tinggi.   Kata kunci : Kecacingan, PHBS, Siswa Sekolah Dasar Abstract   Soil Transmitted Helminthes infection is a worm infection that is transmitted through the soil that affects public health. School age children are often exposed to a class of worm Soil Transmitted Helminthes. This is because children have direct contact with the soil and pay little attention to clean and healthy living habits. This study aims to determine the relationship of Soil Transmitted Helminthes Infection Clean and Healthy Living Behavior among students at SDN 59/III Koto Lebuh Tinggi. Types of research is descriptive with a cross sectional method, with a sample size of 32 people who met the inclusion criteria. Stool examination under a microscope using the direct smear technique to determine STH infection, regarding clean and healthy living behavior data was obtained from questionnaire interviews with students who where research subjects. Data were analyzed using the SPSS program with the Chi-Square test. The incidence of infection was found to be 9 people (28,1%) who where positively infected with Soil Transmitted Helminthes, including 7 people (21,9%) who were positive for Ascaris lumbricoides worm eggs and 2 people (6,2%) who were positive for Trichuris trichiura worm eggs. The chi-square test result obtained p value > 0,05 means H0 accepted and it can be concluded that there is no relationship of Soil Transmitted Helminthes Infection and Clean and Healthy Behavior in Studens of SDN 59/III Koto Lebuh Tinggi.       Kata kunci : Worms, Clean and Healthy Behavoir Habits, Elementary school studens
ANALISIS KADAR NIKEL DAN BESI PADA SEDIMEN PERAIRAN PESISIR DESA FATUFIA, KECAMATAN BAHODOPI, KABUPATEN MOROWALI, SULAWESI TENGAH Dian Ahmado; Muhammad Ruslan Umar; Dody Priosambodo
BIOMA : JURNAL BIOLOGI MAKASSAR Vol. 9 No. 1 (2024): Bioma : Januari - Juni 2024
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian analisis kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada sedimen perairan pesisir di Desa Fatufia, Kecamatan Bahodopi Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dilakukan pada bulan Januari-Maret 2023, yang bertujuan untuk mengetahui kadar Nikel (Ni) dan Besi (Fe) pada sedimen perairan pesisir Desa Fatufia. Penelitian ini bersifat eksploratif-kuantitatif, dengan metode penelitian jelajah, lokasi penelitian dibagi 3 stasiun, dan di setiap stasiun dilakukan pengambilan sampel pada 3 titik, dengan memakai alat pipa pvc berdiameter 3 cm. Analisis kadar logam nikel dan besi dari sedimen menggunakan alat Inductively Coupled Plasma–Optical Emission Spectrometry (ICP-OES). Hasil penelitian diperoleh kadar nikel tertinggi pada stasiun tiga, dan kadar besi pada stasiun tiga. Kadar rata-rata logam nikel 1150,80 ± 393,948 μg/g dan logam besi 22913,49 ± 5656,204 μg/g di perairan pesisir Desa Fatufia. Kadar Nikel tersebut telah jauh di atas standar baku mutu, sedangkan kadar besi telah melewati standar baku mutu terendah yang ditetapkan oleh IADC/CEPA 1997, yaitu Nikel terendah 35 μg/g tertinggi 300 μg/g sedangkan untuk besi terendah 20000 μg/g dan tertinggi 40000 μg/g.