cover
Contact Name
Eny Puspani
Contact Email
jurnaltropika@unud.ac.id
Phone
+62361-222096
Journal Mail Official
jurnaltropika@unud.ac.id
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Udayana Kampus UNUD, Bukit Jimbaran Badung, Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Peternakan Tropika
Published by Universitas Udayana
ISSN : jurnaltr     EISSN : 27227286     DOI : https://doi.org/10.24843/JPT
Core Subject : Health,
Jurnal Peternakan Tropika (JPT) was published by the Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) is published regularly, three times a year, in January-April, May-August, and September - December. Jurnal Peternakan Tropika (JPT) summarizes various manuscripts in the field of animal husbandry such as nutrition, production, reproduction, post-harvest (processing and technology) and socio-economic fields of livestock. Open manuscripts for lecturers and researchers related to the field of animal husbandry, and open to S1, S2 and S3 students, by following the rules set by Jurnal Peternakan Tropika (JPT).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 718 Documents
PERTUMBUHAN KEMBALI DAN HASIL Asystasia gangetica Subsp. Micrantha YANG DIPUPUK UREA DENGAN SUBSTITUSI PUPUK KOTORAN SAPI R., Handayani; Witariadi, N. M.; Wirawan, I W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi pupuk urea dengan pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan kembali dan hasil Asystasia gangetica subsp. Micrantha. Penelitian ini dilaksanakan di rumah kaca Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Penelitian ini berlangsung selama tiga bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan masing-masing diulang sebanyak empat kali, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Perlakuan substitusi pupuk urea dengan kotoran sapi tersebut yaitu: 0 ton ha-1 (D0), 20 ton kotoran sapi ha-1 (D1), 200 kg urea ha-1 (D2), 150 kg urea ha-1 + 10 ton kotoran sapi ha-1 (D3), dan 100 kg urea ha-1 + 15 ton kotoran sapi ha-1 (D4). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil, dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk urea dengan kotoran sapi meningkatkan variabel tinggi tanaman dan jumlah cabang. Disimpulkan bahwa substitusi pupuk urea dengan kotoran sapi dapat meningkatkan pertumbuhan kembali tanaman Asystasia gangetica Subsp. Micrantha pada variabel tinggi tanaman dan jumlah cabang. Perlakuan dengan dosis pupuk kotoran sapi sebesar 20 ton ha-1 dapat mensubstitusi pupuk urea untuk menghasilkan pertumbuhan kembali dan hasil terbaik pada tanaman Asystasia gangetica Subsp. Micrantha.
PENGARUH DOSIS Plant Growth Promorting Rhizobacteria (PGPR) Pennisetum purpureum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL Asystasia gangetica (L.) Subsp. Micrantha PADA JENIS TANAH BERBEDA E. J., Ketaren; Suryani, N. N.; Kusumawati, N. N. C.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to determine the effects of different doses of plant growth promoting rhizobacteria (PGPR) on the growth and yield of Asystasia gangetica (L). subsp. Micrantha. The research was conducted at the Sesetan Research Station Greenhouse, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, and lasted for 8 weeks (2 months). The experimental design used was a completely randomized design with a Split Plot pattern, with three levels of PGPR doses, namely P0 = 0 ml/liter of water, P10 = 10 ml/liter of water, and P20 = 20 ml/liter of water as the subplots. Three different types of soil were used: soil from Farm Sobangan/Latosol (TL), Farm Pengotan/Regosol (TR), and Farm Bukit Jimbaran/Mediterranean (TM), as the main plots. This resulted in nine treatment combinations: TLP0, TLP10, TLP20, TRP0, TRP10, TRP20, TMP0, TMP10, and TMP20. Each treatment was replicated four times, resulting in a total of 36 experimental units/pots. The variables observed included growth variables, yield variables, and plant characteristics. The results showed that the application of PGPR at a dose of 10 ml/liter of water on latosol soil delayed the flowering time of Asystasia gangetica (L). subsp. Micrantha. In conclusion, the application of PGPR doses was not able to enhance the growth and yield of Asystasia gangetica (L). subsp. Micrantha.
cover, susunan pengelola, daftar isi jurnal, admin
Jurnal Peternakan Tropika Vol 10 No 2 (2022): Vol. 10 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STRATEGI PEMASARAN KAMBING POTONG JAWA RANDU Studi Kasus di Raja Kambing Pengasinan, Kab. Depok, Provinsi Jawa Barat R., Fazrulsyah; Putri, B.R.T.; Suarta, I G.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran pada Raja Kambing Pengasinan, Kab. Depok, Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan di Raja Kambing Pengasinan, Kab. Depok, Provinsi Jawa Barat. Jumlah responden sebanyak 43 orang yang terdiri dari 30 responden konsumen peternakan Raja Kambing Pengasinan, Kab. Depok, Provinsi Jawa Barat, 10 responden peternakan kambing lain, 3 responden ahli yaitu dari internal (Pemilik, manager), dan eksternal (Dinas peternakan setempat, pemilik peternak lain) yang memiliki pengalaman yang baik di bidang peternakan kambing di Kabupaten Depok. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui observasi, indepth interview dan wawancara dengan bantuan kuisioner. Analisis yang digunakan ada 3 yaitu, 1) analisis internal dan eksternal usaha untuk menemukan factor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang akan dimasukan kedalam matriks IFE dan EFE; 2) matriks IE yang digunakan untuk menentukan posisi usaha; 3) analisis SWOT digunakan untuk menyusun alternatif strategi pemasaran peternakan Raja Kambing Pengasinan, Kab. Depok, Provinsi Jawa Barat. Hasil analisis IFE dan EFE penelitian ini menunjukan bahw a posisi strategi pemasaran Peternakan Raja Kambing Pengasinan berada pada sel V pada matriks IE masuk dalam kelompok ke 2 dengan devisi pertahanan dan pelihara dimana strategi ini dapat dikembangkan. Hasil analisis strategi pemasaran menunjukan bahwa strategi prioritas adalah melakukan promosi kepada masyarakat luas dengan cara memasang iklan pada media digital/brosur/ poster dengan nilai TAS 3,76.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT BAWANG PUTIH (Allium sativum) MELALUI AIR MINUM TERHADAP PERSENTASE ORGAN DALAM AYAM BROILER UMUR 4 MINGGU I K. W., Sanjaya; Dewi, G. A. M. K.; Wijana, I W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kulit bawang putih (Allium sativum) melalui air minum terhadap persentase organ dalam ayam broiler umur 4 minggu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan setiap ulangan menggunakan 5 ekor ayam sehingga jumlah total ayam yang digunakan adalah 80 ekor. Perlakuan penelitian ini diberikan melalui air minum dengan masing-masing perlakuan yaitu P0 (Kontrol) air minum tanpa ekstrak kulit bawang putih, P1 (air minum yang mengandung 1% ekstrak kulit bawang putih), P2 (air minum yang mengandung 2% ekstrak kulit bawang putih), P3 (air minum yang mengandung 3% ekstrak kulit bawang putih). Variabel yang diamati adalah persentase hati, persentase jantung, persentase empedu, persentase pankreas dan persentase limfa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian 1%, 2% dan 3% ekstrak kulit bawang putih tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap persentase organ dalam ayam broiler umur 4 minggu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 1%, 2% dan 3% ekstrak kulit bawang putih melalui air minum tidak berpengaruh terhadap persentase organ dalam ayam broiler umur 4 minggu. Kata kunci: ayam broiler, ekstrak kulit bawang putih, organ dalam
PENGARUH PEMBERIAN RANSUM LIMBAH ROTI TERFERMENTASI PROBIOTIK TERHADAP ORGAN DALAM BROILER I K. R., Adinata; Sudiastra, I W.; Wijana, I W.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 2 (2024): Vol. 12 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of feeding probiotic fermented bread waste rations on broiler internal organs. The research was conducted at the Faculty of Animal Husbandry Farm, Udayana University, Jalan Raya Sesetan, Denpasar. This study lasted for eight week, using a completely randomized design (CRD) consisting of five treatments and four replications. Each experimental unit was filled with four broilers that had a homogeneous body weight of 51.07 ± 5.53g. The five treatments consisted of R0 (commercial ration without bakery waste and probiotic bacteria Probio-BaliTani), R1 (commercial ration 90% + 10% bakery waste fermented probiotic 1% Probio-BaliTani), R2 (85% commercial ration + 15% fermented bakery waste probiotic 1% Probio-BaliTani), R3 (80% commercial ration + 20% fermented bakery waste probiotic 1% Probio-BaliTani) and R4 (75% commercial ration + 25% fermented bakery waste probiotic 1% Probio-BaliTani). The observed variables were the percentage of heart, liver, pancreas, lymph, proventriculus, ventriculus, gallbladder, small intestine, cecum and large intestine. The results showed no significant effect (P>0.05) on the percentage of heart, liver, pancreas, lymph, proventriculus, ventriculus, bile, small intestine, cecum and colon. The conclusion of this study is the use of probiotic fermented bakery waste Probio-BaliTani up to 25% gives results that are not significantly different from the control on the percentage of internal organs of broilers so it is safe to use in poultry rations.
PENGARUH PEMBERIAN ULAT MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) DALAM RANSUM TERHADAP DISTRIBUSI LEMAK ABDOMEN BROILER I K. A. P., Putra; Astawa, I P. A.; Candrawati, D. P. M. A.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 1 (2024): Vol. 12 No. 1 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ulat maggot dalam ransum terhadap berat potong, lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak ventrikulus dan lemak abdomen broiler. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan berlokasi di Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Bali dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 4 ulangan yang terdiri dari 64 ekor Broiler dengan berat badan homogen. Keempat perlakuan adalah ransum tanpa penambahan maggot sebagai kontrol (P0), ransum dengan penambahan 5% maggot (P1), ransum dengan penambahan maggot 10% (P2), ransum dengan penambahan maggot 15% (P3). Variabel yang diamati adalah berat potong, lemak bantalan, lemak mesenterium, lemak ventrikulus, dan lemak abdomen. Hasil penelitian menunjukan berat potong broiler pada perlakuan 5% maggot (P1), 10% maggot (P2), dan 15% maggot (P3) nyata (P<0,05) lebih tingi dibandingkan dengan perlakuan P0. Lemak bantalan dan lemak abdomen pada perlakuan P1, P2, dan P3 nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan P0. Lemak mesenterium pada perlakuan P1, P2, dan P3 tidak nyata (P>0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan P0. Lemak ventrikulus pada perlakuan P1 nyata (P<0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan P0. Sedangkan P2 dan P3 tidak nyata (P>0,05) lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan P0. Penambahan maggot sebanyak 5%, 10%, dan 15% dapat meningkatkan berat potong dan menurunkan lemak bantalan, ventrikulus dan abdomen broiler. Sedangkan pada lemak mesenterium memperoleh hasil yang sama dengan kontrol.
ANALISIS KEPUTUSAN PEMBELIAN TEH HERBAL DARI TANAMAN PAKAN TERNAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea) ( Studi Kasus Pada Produk Inovasi Mahasiswa Clitea) I. A. G. D., Manuaba; Putri, B. R. T.; Inggriati, N. W. T.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keputusan pembelian pada konsumen produk teh herbal Clitea di daerah Denpasar dan Badung dengan memperhatikan berbagai faktor seperti faktor kualitas produk, faktor harga, faktor lingkungan sosial dan faktor kualitas pelayanan. Responden dalam penelitian ini berjumlah 75 orang yang dipilih menggunakan metode multistage sampling. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Penelitian dimulai pada bulan Maret hingga bulan Mei 2022. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis deskriptif persentase. Dari hasil analisis menunjukan bahwa faktor yang paling berpengaruh yaitu 1) Faktor kualitas pelayanan sebanyak 70,7% responden menyatakan penting, 2) Diikuti dengan faktor harga sebanyak 66,7%. 3) Kemudian faktor kualitas sebanyak 66,2%. 4) Dan yang terakhir yaitu faktor lingkungan sosial sebanyak 62,2%. Faktor yang sangat berpengaruh besar terhadap keputusan pembelian yaitu variabel kualitas pelayanan.
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG CANGKANG TELUR DALAM RANSUM TERHADAP KOMPOSISI FISIK KARKAS BURUNG PUYUH UMUR 10 MINGGU M. M., Rano; Candrawati, D.P.M.A.; Wirapartha, M.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 3 (2023): Vol. 11 No. 3 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung cangkang telur dalam ransum terhadap komposisi fisik karkas burung puyuh umur 10 minggu, dilaksanakan di Perumahan Pasraman Unud, Blok F-30 dan Laboratorium Ternak Unggas Fakultas Peternakan, Universitas Udayana, selama 4 minggu. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan menggunakan 4 ekor burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica). Perlakuan ransum terdiri dari: P0: Tanpa penambahan tepung cangkang telur dalam ransum; P1: penambahan 4% tepung cangkang telur dalam ransum; P2: penambahan 6% tepung cangkang telur dalam ransum; P3: penambahan 8% tepung cangkang telur dalam ransum. Variabel yang diamati meliputi bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan komposisi fisik karkas (persentase daging, persentase tulang, persentase lemak termasuk kulit). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bobot potong burung puyuh Coturnix-coturnix japonica yang diberi penambahan 4% (P1), 6% (P2), dan 8% (P3) tepung cangkang telur dalam ransum nyata (P<0,05) lebih tinggi daripada kontrol (P0). Bobot karkas berpengaruh nyata (P<0,05) dibanding perlakuan kontrol (P0). Persentase karkas berpengaruh nyata (P<0,05) dibanding perlakuan kontrol (P0). Komposisi fisik karkas (persentase daging) berpengaruh nyata (P<0,05) dibanding perlakuan kontrol (P0). Persentase tulang dan persentase lemak termasuk kulit burung puyuh perlakuan P1, P2, dan P3 tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan kontrol P0. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penambahan tepung cangkang telur pada level pada level 4%, 6%, dan 8% dalam ransum dapat meningkatkan bobot potong, bobot karkas, persentase karkas, dan komposisi fisik karkas bagian daging, tetapi memberi hasil yang sama terhadap persentase tulang dan persentase lemak termasuk kulit burung puyuh (Coturnix-coturnix japonica) umur 10 minggu. Kata kunci: Coturnix-coturnix japonica, komposisi fisik karkas, cangkang telur
POTONGAN KARKAS AYAM KAMPUNG UNGGUL BALITNAK (KUB) YANG DIBERI SARI KUNYIT (Curcuma domestica Val.) MELALUI AIR MINUM A.S.A., Hasib; Siti, N.W.; Sukmawati, N.M.S.
Jurnal Peternakan Tropika Vol 12 No 3 (2024): Vol. 12 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian sari kunyit melalui air minum terhadap potongan karkas ayam KUB yang telah dilaksanakan di Farm Fakultas Peternakan, Universitas Udayana yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar, Bali. Penelitian ini berlangsung selama 8 minggu mulai tanggal 8 Januari 2023 sampai dengan 5 Maret 2023 dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari dua ekor ayam KUB unsexing dengan bobot badan awal 58,34 ± 1,540 g. Perlakuan yang diberikan terdiri atas P0 (air minum tanpa diberi sari kunyit); P1 (air minum + 1% sari kunyit), P2 (air minum + 2% sari kunyit), dan P3 (air minum + 3% sari kunyit). Variabel yang diamati adalah persentase dada, sayap, punggung, paha atas, dan paha bawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan P0, P1, P2, dan P3 pada air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap potongan karkas ayam KUB. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian sari kunyit sampai level 3% memberikan hasil yang sama terhadap potongan karkas ayam KUB.