cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
JURNAL IQRA´
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Iqra’ adalah Jurnal ilmiah yang memuat tulisan mengenai kajian tentang ilmu pendidikan. Jurnal Iqra’ diterbitkan oleh IAIM NU Metro Lampung dua kali setahun. Redaksi membuka kesempatan kepada para Akademisi, Dosen, Peneliti, Guru dan Mahasiswa untuk berpartisipasi dalam mengembangkan kemajuan pendidikan dengan karya-karya aspiratif, inovatif, integratif dan interkonektif.
Arjuna Subject : -
Articles 551 Documents
Realisasi Makna Ideasional dalam Teks Komentator Sepakbola Final Piala AFF 2016 Sukron Marzuki; Djatmika Djatmika; Sri Marmanto
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.151

Abstract

This research attempts to explain the realization of ideational meaning that is used by the commentators of 2016 AFF Cup football match final. The subject is the commentator of 2016 AFF Cup football match final. Meanwhile, the objects of this research are ideational meaning, that is realized in 2016 AFF Cup Final commentator text. The type of this research is descriptive qualitative. The technique that is used is library technique. This research uses functional systemic linguistic as the approach. The lingual data that have been collected are analyzed based on the ideational meaning that involves processes, participants and circumstances. They appear in six types of clauses based on the process (transitivity). There are six type of process to analyze: material process, mental process, verbal process, behavioral process, relational process and existential process. As a result, the commentators most dominantly used material process. Verbal process and mental behavioral process are not found in the commentator text. Keywords: Ideational meaning, processes, participants, circumstance
Maximizing Reading Narrative Text Ability by Probing Prompting Learning Technique Wiwied Pratiwi
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.161

Abstract

The objective of this research was to know whether Probing Prompting Learning Technique can be used to get the maximum effect of students’ reading narrative ability in teaching and learning process. This research was applied collaborative action reEsearch, this research was done in two cycle. The subject of this research was 23 students at tenth grade of SMA Kartikatama Metro. The result of the research showed that the Probing Prompting Learning Technique is useful and effective to help students get maximum effect of their reading. Based on the results of the questionnaire obtained an average percentage of 95%, it indicated that application of Probing Prompting Learning Technique in teaching l reading was appropriately applied. In short that students’ responses toward Probing Prompting Learning Technique in teaching reading was positive. In conclusion, Probing Prompting Learning Technique can get maximum effect of students’ reading ability. In relation to the result of the reserach, some suggestion are offered to english teacher, that the use of Probing Prompting learning Technique in teaching reading will get the maximum effect of students’ reading abilty.
Mitos Dalam Karikatur Anti Korupsi Muhamad Agus Mushodiq
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.164

Abstract

Penelitian ini diproyeksikan untuk mengupas makna mitos di dalam karikatur yang bertemakan anti korupsi. Untuk menguraikan makna mitos, peneliti menggunakan teori Semiotika Roland Barthes. Mengingat bahwa di dalam teori tersebut Barthes mengkonsepkan pemaknaan mitos sebagai tujuan akhir dari pemaknaan denotasi dan konotasi. Berdasarkan hal tersebut prosedur pemaknaan tanda, baik verbal maupun nonverbal dimulai dari pemaknaan denotasi, konotasi, dan yang terakhir adalah mitos. Adapun hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah, pertama karikatur mitos koruptor, kata /RP/ yang selalu muncul pada karikatur merujuk pada segala benda berharga, baik uang, rumah, mobil dan lain sebagainya. Selain itu gambar tikus berdasi, mengenakan jas dan memakai sepatu pantopel, secara mitos merujuk dengan konsisten kepada para koruptor. Titik kesamaan yang disinyalir identik antara para koruptor dan tikus adalah perilaku mencuri dan kontribusi dalam menyebarkan virus. Selain itu pemaknaan mitos yang berhasil dilakukan adalah bahwa penggambaran religiusitas para koruptor dengan mengenakan peci dan membagikan sedekah merupakan bentuk kedok kemunafikan yang berorientasi pada religious pseudo. Kedua, pada karikatur hukuman bagi para koruptor, makna mitos yang dapat ditemukan adalah bahwa para hakim dan pengacara belum sepenuhnya maksimal, objektif dan adil dalam menangani kasus korupsi. Selain itu sistem hukum Indonesia, yang sebagian menganut paham legalistic-positivistic menjadikan hukuman bagi para koruptor tampak kaku dan buta akan konteks. Ketiga, pada karikatur yang bertemakan hari anti korupsi internasional yang dirayakan setiap 09 Desember didapati makna mitos berupa dijadikannya hari peringatan anti korupsi sebagai ajang reuni antara para koruptor senior dan junior. Hari peringatan tersebut sama sekali tidak memberikan dampak untuk mengurangi tindak korupsi. Keempat, dari karikatur yang bertemakan Komisi Pemberantas Korupsi didapati makna mitos berupa keharusan para pejabat struktur organisasi KPK memiliki ketegasan, keuletan, keberanian, bersih dari segala bentuk kasus kriminal, dan jujur sebagaimana pasukan Spartan yang diidentikkan kepada mereka. Kata Kunci: Roland Barthes, Denotasi, Konotasi, Mitos, Korupsi, Karikatur
Discourse Analysis on the Cohesion of Descriptive Writing Produced by Students of UIN RIL Lampung. Puspita Nurul; Umar Al Faruq A Hasyim
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.166

Abstract

Discourse analysis considered important for EFL learners. It is because mastering discourse will arise comprehensive communication, especially in written text. One of discourse issues are cohesion. It is beneficial for connecting among ideas of the text. More technically, cohesion appears by applying cohesive devices such as references, ellipsis, substitution, conjunction and lexical cohesion. This research is descriptive one that aims at describing the usage of cohesive devices on the descriptive paragraphs written by 21 students of UIN RIL Lampung. The result found that the students mostly use references as the cohesive devices on their paragraphs. In addition, the references used were pronouns he and she. The pronoun he used by 14 students and the pronoun she used by 7 students. Key words: Discourse analysis, Cohesion, Descriptive writing
Pengenalan Aksara Melalui Media Gambar Terhadap Anak Usia Dini Ferdian Utama
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.169

Abstract

Banyaknya masyarakat di usia produktif yang mengalami buta aksara. Maka dengan melakukan pembinaan dan pendampingan, masalah tersebut bisa terselesaikan. Dengan demikian awal solusi yang dilakukan adalah memberikan pengenalan aksara melalui media gambar terhadap anak usia dini. Usia dini adalah usia yang paling efektif untuk dilakukan pendampingan dan pembinaaan terhadap aksara. Media gambar salah satu media yang efektif untuk digunakan. Anak akan tertarik belajar aksara melalui gambar-gambar yang inovatif dan warna yang merik perhatian anak. Rumusan masalah dari penelitian ini dalah, bagaimanakah deskripsi media gambar yang digunakan, bagaimanakah pengenalan aksara melalui media gambar terhadap anak usia dini, dan bagaimanakah kendala yang dihadapi dalam mengenalkan aksara terhadap anak melalui media gambar. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan, ex post facto yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti peristiwa yang terjadi kemudian merunut kebelakang untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut. Penelitian ini menggunakan tehnk subyek secara terpilih dari hasil observasi, karena mereka yang memahami, mengalami dan melakukan, adapun teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa pengenalan aksara melaui media gambar dapat dilakukan dan berjalan sesuai tujuan yang diharapkan yaitu dapat mengenalkan aksara terhadap anak. Aksara yang dimaksud adalah dapat mengenal huruf, angka, tanda baca, dan huruf arab atau hijaiyah. Adapun langkah-langkah penggunan media gambar misalnya seperti menjelaskan nama gambar yang tertera di buku gambar, menyebutkan jumlahnya, dan mendeskripsikan tentang gambar, atau menempelkan huruf hijaiyah yang ditempatkan diposisi strategis di dinding kelas. Kata Kunci: Media Gambar, Aksara, Anak Usia Dini
Desain Pembelajaran SMA Plus Negeri 2 Banyuasin III Berbasis Karakter Di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN Muhammad Kristiawan; Syarwani Ahmad; Tobari Tobari; Suhono Suhono
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.178

Abstract

Pada artikel ini, Peneliti mencoba untuk melihat karakter desain berbasis instruksional SMA Negeri 2 Banyuasin III di Komunitas Ekonomi ASEAN. Indonesia adalah anggota ASEAN Economic Community, yang harus menyiapkan kualitas sumber daya manusia. Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Banyuasin III adalah institusi yang peduli terhadap pengembangan karakter dan karakter siswa. Dalam penelitian ini kami mengeksplorasi karakter desain berbasis instruksional SMA Negeri 2 Banyuasin III di Komunitas Ekonomi ASEAN. Dalam penelitian ini kami menggunakan kualitatif. Untuk mendapatkan data, kami menggunakan wawancara, observasi, studi dokumen dan triangulasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sekolah tersebut menerapkan pengajaran agama dan sopan. Sekolah melakukan disiplin dalam semua kegiatan yang menciptakan guru dan administrator sebagai model. Mereka membudidayakan rasa hormat dalam hubungan harmoni sekolah. Mereka tumbuh dan mengembangkan pengajaran agama atas tingkah laku mereka. Mereka mengoptimalkan instruksi secara efektif, dan mencegah waktu luang instruksi. Mereka menerapkan evaluasi formatif dan sumatif secara konsisten dan berkesinambungan. Mereka mengoptimalkan implementasi program peningkatan dan pengayaan. Mereka memotivasi dan membantu siswa dalam memahami kompetensi melalui unit konseling. Mereka mengoptimalkan pembinaan makalah ilmiah. Mereka mengoptimalkan pembinaan minat teknologi informasi. Yang terakhir, mereka mengoptimalkan
Trans Internalisasi Pembentukan Karakter Melalui Trilogi dan Panca Kesadaran Santri Akmal Mundiri; Afidatul Bariroh
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2018): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v3i1.184

Abstract

Education in Indonesia in the last few decades shows a poor paradigm in education. In the implementation of character education in gadang-gadang as a solution of moral degradation among them by actualized the values ​​of Islamic Religious Education which is not limited to learning process but to the level of experience (experience). The rise of brawl and promiscuity show the existence of bad character. Pesantren is a traditional education that plays a role in realizing the nation's independence and intelligence. Reviewing the existing problems then needed a new breakthrough that has the distinguishing nature between the formation of characters in formal institutions with pesantren institutions. Character education in pesantren especially Pesantren Nurul jadid Paiton Probolinggo by restoring divine values ​​to human being is actualized by the internalization of character building through trilogy and the consciousness of santri conceptualized in the life culture of santri. From the results obtained, the internalization of character building through trilogy and consciousness in Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo santri is seen in: 1) the daily activities of santri in the form of congregational prayer, the implementation of school diniyah or formal, FKS activities, the existence of pesantren rules, santri who ta'dzim against kyai and asatidz. This activity contains the values ​​of trilogy and awareness of students 2) The media used in the process of internalization diaktualisasikan also by the behavior of a kyai who became a role model in boarding schools and deserve to emulate. Pendidikan di Indonesia dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan paradigma yang memprihatinkan dalam seputar dunia pendidikan. Dalam implementasinya pendidikan karakter di gadang-gadang sebagai solusi degradasi moral diantaranya dengan diaktualisasikan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam yang tidak sebatas menjadi proses belajar mengajar akan tetapi sampai pada taraf pengalaman (experience). Maraknya aksi tawuran dan pergaulan bebas menunjukkan adanya karakter yang kurang baik. Pesantren merupakan edukasi tradisional yang banyak berperan dalam mewujudkan kemerdekaan dan kecerdasan bangsa. Meninjau problem yang ada maka dibutuhkan terobosan baru yang memiliki sifat pembeda antara pembentukan karakter di lembaga formal dengan lembaga pesantren. Pendidikan karakter yang di upayakan pesantren khususnya Pondok Pesantren Nurul jadid Paiton Probolinggo dengan mengembalikan nilai-nilai ilahiyah pada manusia diaktualisasikan dengan trans internalisasi pembentukan karakter melalui trilogi dan panca kesadaran santri yang terkonsep dalam budaya kehidupan santri. Dari hasil yang diperoleh, trans internalisasi pembentukan karakter melalui trilogi dan panca kesadaran santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo terlihat pada: 1) kegiatan keseharian santri berupa shalat berjamaah, dilaksanakannya sekolah diniyah maupun formal, kegiatan FKS, adanya peraturan-peraturan pesantren, sikap santri yang ta’dzim terhadap kyai dan asatidz. Kegiatan ini memuat nilai-nilai trilogi dan panca kesadaran santri 2) Media yang digunakan dalam proses internalisasi diaktualisasikan pula oleh tingkah laku seorang kyai yang menjadi role model di pesantren dan layak untuk diteladani.
Dinamika Komunikasi Antar Budaya Dalam Harmonisasi Santri di Pondok Pesantren Darul A’mal Metro Yeasy Agustina Sari
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2018): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v3i1.193

Abstract

The aim of this study describes how the process of intercultural communication students, what are the constraints or barriers faced by the students in the process of intercultural communication, how the students realise the harmony in intercultural communication. The researcher uses a qualitative ethnographic approach. The result show that 1) Indonesian language as an introduction and an opening at the Darul A'mal boarding school environment, 2) Indonesian as a language that is easily understood, 3) the use of the Java language as a language of communication Kromo Inggil to an older person, 4) the Java language is used in the process of reviewing the yellow book learning, 5) use of the letters pegon, Furthermore, to achieve harmony in the process of intercultural communication of the students apply the following things: 1) mutual respect and appreciation, 2) tolerance that accepts differences. Keywords: Inter-Cultural Communication, Harmonizaion Santri, Process of intercultural symbolic
Applaying Seating Arrangement And Teachers' Role in English Language Teaching to Increase Students' Speaking Ability Anita Susanti
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 2 No 2 (2017): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v2i2.197

Abstract

Banyak sekolah dan universitas menggunakan pengaturan tempat duduk konvensional dalam proses belajar dan mengajar. Terkadang kursi siswa memiliki palet kayu pada satu sisi tangan sebagai tempat untuk menulis. Terkadang pula terdapat meja di depan siswa duduk. Hal ini memiliki banyak masalah ketika menggunakan pengaturan tempat duduk tersebut. Masalah – masalah ini membuat beberapa guru atau dosen menyusun pengaturan tempat duduk yang tepat. Peran guru untuk mengatur hal tersebut dan melaksanakan aktifitas belajar dan mengajar juga mempunyai peran penting untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Bagaimana guru berbicara dan bertingkah laku dapat mempengaruhi kemampuan siswa untuk menguasai materi yang diberikan. Penelitian ini fokus pada penggunaan manajemen tempat duduk dan peran guru dalam pengajaran bahasa inggris untuk memotivasi berbicara siswa pada STKIP Kumala Lampung Metro. Data berasal dari mahasiswa - mahasiswi melibatkan penulis dan dosen bahasa inggris. Penelitian dilaksanakan dengan Penelitian Tindakan Kelas (PTK/CAR). Hasilnya menunjukan bahwa mengatur tempat duduk siswa dengan tepat dan peran guru dalam mengajar dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa inggris. Keberhasilan penggunaan manajemen tempat duduk dapat dilihat dari respon positif siswa dan partisipasi aktif siswa dalam kegiatan pembelajaran berbicara. Kata kunci: Berbicara, Manajemen tempat duduk, Peran guru, Bahasa Inggris
The Use of Literary Works in Languange Classrooms at Indonesian Islamic University: a Postmethod Perspective Dedi - Irwansyah
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol 3 No 1 (2018): Iqra': Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v3i1.200

Abstract

Literary works have been widely believed to be meaningful resources of linguistic input, cultural input, and values that can be used to teach native language or foreign language. The exploration of such belief in the postmethod era and at particular context like Indonesian Islamic university is still under research. This research is aimed at describing the teachers’ and students’ beliefs, attitudes, preferences, and experiences concerning the use of literary works at language classrooms. The research was a case study involving 8 lecturers and 9 students from Ma’arif Islamic Institute NU of Metro, Muhammdiyah University of Metro, and State Islamic Institute of Metro. The research data were collected through semi-structured interview, analyzed qualitatively, and validated through member checking technique. The findings of the research show that all respondents believe that literature is a pleasurable resource to teach language skills, enhance cultural and intercultural understanding, and inculcate transcendental dimension. Literature could be flexibly used in the opening, instructional, and closing phases of a lesson delivery. Literary works from various traditions are basically welcome. Developing a literature-based learning materials is feasible when it promotes language skills and contains values related to Indonesian multicultural education.

Page 8 of 56 | Total Record : 551


Filter by Year

2016 2025