Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Merdeka Belajar: A Study of the Pros and Cons for Education in Indonesia Abidarda, Yulizar; Haryadi, Rudi
INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY Vol. 4 No. 2 (2024): INDONESIAN COUNSELING AND PSYCHOLOGY (JUNE)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/icp.v4i2.60073

Abstract

This research aims to examine a number of literature that discusses the pros and cons of the Merdeka Belajar policy which has been implemented since the end of 2020. The research method in this article uses a systematic literature review. Eighteen key articles were obtained from the selection of a total of 836 scientific article titles obtained from the Google Scholar database. Eighteen articles were studied systematically to obtain conclusions regarding the pros and cons of the Merdeka Belajar policy. The research results found that the Merdeka Belajar policy, although considered a breakthrough in the millennial era, is not free from pros and cons. Some of the advantages are that it is simpler and deeper, more independent, more relevant and interactive, and more humane to students and educators. Meanwhile, the weaknesses that have become criticism of this policy include, among other things, the unpreparedness of technology, human resources, and the ineffectiveness of the Ministry's communication in grounding the concept of Independent Learning, resulting in misunderstandings in the field. It is recommended for readers to study more deeply the impact of the Merdeka Belajar policy for more specific fields of science, or for various institutions.
HUBUNGAN ANTARA GRATITUDE DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGI DENGAN SELF ESTEEM ANGGOTA KOMUNITAS PENGAJIAN DI DESA KAIT-KAIT KECAMATAM BATI-BATI KABUPATEN TANAH LAUT Siswanto, Christie Pricilla Debora; Handayani, Eka Sri; Abidarda, Yulizar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.802-814

Abstract

Komunitas pengajian ibu-ibu di pedesaan tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan spiritual, tetapi juga berpotensi menjadi sarana pengembangan aspek psikologis anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Gratitude dan kesejahteraan psikologis terhadap self-esteem pada anggota komunitas pengajian di Desa Kait-Kait, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional, dengan partisipan ibu-ibu anggota komunitas pengajian. Instrumen penelitian berupa skala Gratitude, kesejahteraan psikologis, dan self-esteem. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan uji regresi berganda setelah melalui uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Gratitude dan self-esteem dengan nilai signifikansi 0.003 dan korelasi 0.347. Kesejahteraan psikologis juga berhubungan signifikan dengan self-esteem (sig. 0.013; r = 0.296). Secara simultan, Gratitude dan kesejahteraan psikologis berhubungan signifikan dengan self-esteem (sig. 0.009; r = 0.360). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun hubungan yang terbentuk berada pada kategori korelasi lemah, kedua variabel independen memberikan kontribusi terhadap pembentukan harga diri individu. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program komunitas yang memperkuat rasa syukur dan kesejahteraan psikologis sebagai pendekatan berbasis psikologi positif.
KORELASI ANTARA ADIKSI SMARTPHONE DAN PERILAKU PHUBBING TERHADAP SOPAN SANTUN SISWA DI SMA NEGERI 3 BANJARMASIN Anjeli, Anjeli; Wardah, Ani; Abidarda, Yulizar
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 8 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i8.815-825

Abstract

Kemajuan teknologi informasi, khususnya dalam penggunaan smartphone, telah membawa dampak signifikan terhadap perilaku sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Korelasi antara Adiksi Smartphone dan perilaku Phubbing terhadap tingkat sopan santun siswa di SMA Negeri 3 Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional. Sampel berjumlah 135 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Instrumen penelitian meliputi skala Adiksi Smartphone, skala Phubbing, dan skala sopan santun. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara Adiksi Smartphone dengan sopan santun (r = -0,267, p = 0,002) dan antara perilaku Phubbing dengan sopan santun (r = -0,275, p = 0,001). Selain itu, hasil uji korelasi berganda menunjukkan bahwa secara simultan terdapat hubungan yang signifikan antara Adiksi Smartphone dan perilaku Phubbing terhadap sopan santun (R = -0,111, p = 0,000) meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Adiksi Smartphone dan frekuensi perilaku Phubbing, semakin rendah tingkat sopan santun siswa. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dan praktis terkait pentingnya pengendalian penggunaan smartphone serta peningkatan kesadaran sopan santun dalam lingkungan sekolah. Keywords: Adiksi Smartphone, Perilaku Phubbing, Sopan Santun
STRATEGI WALI KELAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN Yulizar Abidarda; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22321

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin, serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin. Untuk membahas rumusan masalah, peneliti menggunakan metode penelitian yang dilihat dari jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif. Informan atau subjek penelitian adalah wali kelas dan siswa. Selain itu, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu data tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi yang sebenarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi dilakukan melalui pemberian motivasi berupa penguatan tentang pentingnya pendidikan, pemberian bimbingan, pengarahan, serta pemberian pujian kepada siswa yang belajar dengan baik, dan terus-menerus menumbuhkan kecintaan terhadap belajar. Dengan demikian, motivasi belajar siswa akan meningkat. Strategi lain yang dilakukan wali kelas adalah pemberian poin, pemberian penghargaan (reward), serta hukuman (punishment) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan adanya berbagai bentuk motivasi belajar tersebut, siswa diharapkan menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.Adapun kendala atau faktor penghambat wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran, pengaruh negatif teman sebaya, serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua siswa.
Peran Guru Kelas Atas Dalam Membina Kemandirian Belajar Peserta Didik Di SD Negeri Surgi Mufti 5 Banjarmasin: Penelitian Yulizar Abidarda; M. Eka Prasetia; Farial
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6085

Abstract

Peran guru kelas dibutuhkan dalam membentuk salah satu aspek kepribadian yang penting bagi siswa yaitu kemandirian. Kemandirian adalah keinginan seseorang untuk melakukan segala sesuatu secara mandiri. Ada banyak jenis kemandirian yang kita ketahui salah satunya ialah kemandirian belajar. Kemandirian belajar bisa dibentuk melalui pembiasaan perilaku yang diterapkan disekolah dan di rumah. Salah satu pembiasaan yang dilakukan disekolah dan di rumah adalah bertanggung jawab dalam pengambilan keputusan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi kemandirian belajar siswa, peran guru kelas atas dalam membina kemandirian belajar, serta hambatan yang dihadapi guru di SD Negeri Surgi Mufti 5 Banjarmasin. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan observasi,. Informan penelitian adalah 6 orang guru kelas atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa masih beragam: siswa kelas IV cenderung bergantung pada guru maupun teman, siswa kelas V mulai menunjukkan variasi antara mandiri dan pasif, sedangkan siswa kelas VI sebagian sudah sadar pentingnya belajar mandiri tetapi belum konsisten. Guru berperan sebagai pendidik, motivator, pembimbing, dan teladan dalam membina kemandirian siswa. Hambatan utama berasal dari faktor internal (kurang motivasi dan percaya diri), eksternal (dukungan orang tua minim, sarana belajar terbatas), dan lingkungan (pengaruh teman sebaya). Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya strategi pembelajaran aktif, pembiasaan belajar mandiri, serta sinergi antara sekolah dan orang tua.
EFEKTIVITAS PEMBACAAN KITAB MINAHUS SANIYAH TERHADAP TINGKAT SELF ESTEEM PADA KOMUNITAS PENGAJIAN Siti Umairoh; Eka Sri Handayani; Yulizar Abidarda
Ristekdik : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 10, No 11 (2025): RISTEKDIK: JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING - NOVEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ristekdik.2025.v10i11.1201-1209

Abstract

Self esteem adalah evaluasi seseorang terhadap diri mereka sendiri, baik secara positif maupun negatif, serta tingkat penerimaan dan penghargaan terhadap diri mereka sendiri. Temuan peneliti adanya jemaah yang merasa  lebih rendah diri dan merasa kurang sempurna agamanya daripada jemaah lain. Jika tertinggal tidak ikut pengajian ada perasaan kurang lengkap karena tidak menuntut ilmu agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pembacaan Minahus Saniyah pada ibu-ibu di komunitas pengajian X, Kecamatan Gambut, dapat meningkatkan rasa self esteem mereka. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental bentuk one group pre-test post-test. Sampel berjumlah 20 subjek ibu-ibu pengajian X berumur 25-50 tahun, dan telah mengikuti pengajian ini selama 1 sampai 3 tahun. Teknik analisis data menggunakan uji T. Berdasarkan hasil penelitian hasil posttest mengalami peningkatan sebesar 77% dibandingkan hasil pretest sebesar 66%. Kemudian hasil uji T didapat nilai sig sebesar 0,000 0,05. Dengan demikian, Ha diterima dan Ho ditolak. Maka pembacaan Kitab Minahus Saniyah efektif atau mampu meningkatkan self esteem pada komunitas pengajian X di Kecamatan Gambut.
STRATEGI WALI KELAS DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 17 BANJARMASIN Yulizar Abidarda; Muhammad Eka Prasetia
Jurnal Manajemen Pendidikan Al Hadi Vol 6 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jmpd.v6i1.22321

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk memahami strategi yang digunakan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin, serta mengetahui kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin. Untuk membahas rumusan masalah, peneliti menggunakan metode penelitian yang dilihat dari jenis penelitiannya, yaitu penelitian kualitatif. Informan atau subjek penelitian adalah wali kelas dan siswa. Selain itu, dalam proses pengumpulan data, peneliti menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif, yaitu data tertulis atau lisan dari orang-orang atau pelaku yang diamati. Dalam hal ini, penulis melakukan penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang kondisi yang sebenarnya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya peningkatan motivasi dilakukan melalui pemberian motivasi berupa penguatan tentang pentingnya pendidikan, pemberian bimbingan, pengarahan, serta pemberian pujian kepada siswa yang belajar dengan baik, dan terus-menerus menumbuhkan kecintaan terhadap belajar. Dengan demikian, motivasi belajar siswa akan meningkat. Strategi lain yang dilakukan wali kelas adalah pemberian poin, pemberian penghargaan (reward), serta hukuman (punishment) untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Dengan adanya berbagai bentuk motivasi belajar tersebut, siswa diharapkan menjadi lebih aktif dan antusias dalam mengikuti proses pembelajaran.Adapun kendala atau faktor penghambat wali kelas dalam meningkatkan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 17 Banjarmasin adalah rendahnya minat siswa terhadap pelajaran, pengaruh negatif teman sebaya, serta kurangnya perhatian dan pengawasan dari orang tua siswa.
The Relationship of Fear of Missing Out and Self-Control in Students Using Social Media Rifqi Rifani; Eka Sri Handayani; Yulizar Abidarda
Grief and Trauma Vol. 3 No. 1 (2025): Grief and Trauma
Publisher : Scidacplus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59388/gt.v3i1.675

Abstract

The intensive use of social media has become common among students at SMAN 8 Banjarmasin, where many students use social media daily. This phenomenon highlights the importance of investigating psychological factors influencing social media usage, particularly Fear of Missing Out (FOMO) and self-control. This study examines the relationship between FOMO and self-control on social media usage among Grade X students at SMAN 8 Banjarmasin. This research employed a quantitative approach with a correlational research design. The instrument used was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data collection was carried out by distributing the questionnaires directly to the respondents. The results showed that the Fear of Missing Out variable positively and significantly affected social media usage. In contrast, the Self-Control variable negatively and significantly affected social media usage among Grade X students at SMAN 8 Banjarmasin. Overall, 52.4% of the variance in social media usage is influenced by the Fear of Missing Out and Self-Control variables. Based on these findings, it is recommended that schools and parents pay greater attention to strengthening students’ self-control and providing education on healthy social media use to minimize the negative impacts of Fear of Missing Out.
DINAMIKA KEPRIBADIAN ISLAMI (Studi Fenomenologi Masyarakat Kabupaten Banjar) Yulizar Abidarda; Akhmad Rizkhi Ridhani
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 7 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v7i1.11139

Abstract

Layanan bimbingan dan konseling merupakan bentuk layanan yang diberikan oleh konselor kepada konseling untuk mengoptimalisasikan potensi yang dimiliki oleh konseli tersebut. Maka oleh sebab itu penting bagi seorang konselor untuk dapat memahami kondisi konseli agar mampu memberikan layanan yang sesuai dengan kondisi masalah yang dihadapi oleh konseli. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk menemukan dinamika kepribadian islami melalui studi fenomenologi masyakatar di kabupaten banjar. Metode penelitian yang digunakan yakni melalui pendekatan kualitatif dengan desain penelitian fenomenologi. Hasil yang diperoleh yakni d kepribadian islam masyarakat terbentuk dari aktivitas agamis yang dilakukan secara dinamis dengan mengikuti kegiatan pengajian untuk memperoleh pengetahuan tentang agama dan tata cara beragama, serta mengamalkan pengetahuan agama tersebut dalam kesehariannya seperti bersikap, berperilaku, dan berkomunikasi sesuai pedoman al-quran, hadis, dan sumber pendukung lain yang disepakati oleh alim ulama. Kemudian dari pada itu dinamika kepribadian islami berkaitan langsung dengan nafsun, yang dimana nafsu tersebut terbagi menjadi 3 bagian yakni : (1) nafsu amaratau bi as-Su’  merupakan kesadaran manusia yang lebih dominan pada tabiat pemuasan hasrat, kemudian dari pada itu (2) nafsu lawwamah merupakan kekuatan psikis (jiwa) yang telah sadar menggunakan logikanya untuk berpikir rasional sehingga menyadari akan tindakan yang salah, selanjutnya (3) nafsu al-mutmainnah merupakan kekuatan psikis yang membawa jiwa kepada tuntunan, petunjuk, serta pemeliharaan yang baik.
Hubungan antara Cyberbullying dengan Kecemasan Sosial Siswa di SMPN X Banjarmasin Wulan Safitri; Ani Wardah; Yulizar Abidarda
DA'WA: Jurnal Bimbingan Penyuluhan & Konseling Islam Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : IAI Miftahul Ulum Pamekasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36420/d10pq691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cyberbullying dengan kecemasan sosial pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN X Banjarmasin yang berjumlah 65 orang, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sampel. Instrumen penelitian berupa skala cyberbullying dan skala kecemasan sosial yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil uji normalitas dan linearitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dan memiliki hubungan linear. Analisis korelasi Pearson Product Moment menghasilkan nilai r = 0,157 dengan p = 0,212 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara cyberbullying dengan kecemasan sosial siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengalaman cyberbullying tidak berhubungan secara langsung dengan tingkat kecemasan sosial siswa.