Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : MEDIC MEdical Dedication

PSIKOEDUKASI POLA MAKAN SEHAT PADA ANAK PRA-SEKOLAH Siti Raudhoh; Ema Krisnawati
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 2 No. 1 (2019): MEDIC: Medical Dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v2i1.5890

Abstract

Pada masa kanak-kanak awal atau prasekolah, pertumbuhan anak menjadi sedikit melamban. Dua faktor penting yang mempengaruhi perbedaaan tinggi tubuh, yakni asal-usul etnis dan nutrisi. Nutrisi dan gizi yang tidak sesuai dengan yang dibutuhkan anak berdampak pada kesehatan anak, yang dampaknya dapat berbahaya jika tidak sesuai kebutuhan. WHO memperkirakan bahwa 54 persen kematian anak-anak disebabkan oleh kekurangan gizi, terutama yang berkaitan dengan konsumsi protein dan energi. Perilaku sulit makan pada anak memiliki dampak yang buruk bagi pertumbuhan anak. Hal ini menjadi menjadi masalah bagi orang tua karena mereka kerap bingung untuk mengatasi perilaku makan pada anak. Psikoedukasi ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengembangkan pola perilaku makan sehat pada anak sejak usia dini. Psikoedukasi ini diberikan kepada orang tua dan anak pada kelompok kegiatan yang berbeda. Hasil dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran orang tua mengenai pentingnya mengembangkan pola makan sehat sejak dini untuk menjaga pertumbuhan anak.
LANSIA ASIK, LANSIA AKTIF, LANSIA PODUKTIF Siti Raudhoh; Dessy Pramudiani
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 4 No. 1 (2021): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v4i1.13458

Abstract

ABSTRACT Elderly is someone who has entered the age of 60 years and over. Elderly is an age group in humans who have entered the final stage of their life phase. In the elderly, individuals experience a lot of problems, generally the elderly feel anxiety, loneliness, reduced emotional stability, and also experience dysfunction in their organs. This is because the elderly have physical limitations and have had traumatic experiences such as losing their family, children, spouse, and so on. Elderly community groups deserve the attention of all elements of government and the surrounding environment, but in reality elderly community groups are often ignored, and forgotten. Psychosocial support is needed to maintain emotional stability in the elderly and prepare for death. The provision of physical training in the form of elderly exercise and psychoeducation is given to encourage the elderly to remain happy and empowered even though they are no longer at their productive age. Keywords: Gerontic Psychology, Elderly, Psychoeducation ABSTRAK Lansia merupakan seseorang yang telah memasuki usia 60 tahun keatas. Lansia merupakan kelompok umur pada manusia yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupannya.Pada masa lansia individu mengalami banyak sekali permasalahan, umumnya lansia merasakan kecemasan, kesepian, berkurangnya stabilitas emosi, dan juga mengalami disfungsi terhadap organ tubuhnya. Hal-hal tersebut disebabkan karena lansia mempunyai keterbatasan fisik, serta mempunyai pengalaman yang traumatis seperti kehilangan keluarga, anak, pasangan, dan seterusnya. Kelompok masyarakat lanjut usia sudah sepatutnya menjadi perhatian oleh seluruh elemen pemerintahan maupun lingkungan sekitar, akan tetapi pada realitanya kelompok masyarakat lanjut usia sering kali ditepikan, dan dilupakan. Dukungan psikososial sangat diperlukan demi menjaga stabilitas emosi lansia, dan bersiap untuk menghadapi kematian. Pemberian latihan fisik berupa senam lansia dan psikoedukasi ini diberikan guna mengajak lansia untuk tetap bahagia, dan berdaya sekalipun tidak lagi berada pada usia produktif. Kata Kunci : Lansia, Psikoedukasi, Kesehatan Lansia, Psikologi Gerontik
PERMAINAN SKADO (SRABUT KELAPA DORONG) UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER DISIPLIN BERLALU LINTAS PADA ANAK USIA DINI TANJUNG BARU Yun Nina Ekawati; Nofrans Eka Saputra; Siti Raudhoh; Jelpa Periantalo; Marita Andhika Rahman
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 1 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: The implementation of the SKADO (Srabut Kelapa Dorong) game is one of the efforts to improve the character of traffic discipline in children. Objective: To provide knowledge about traffic signs and traffic rules. Methods: The Activity community service uses the lecture method, visual media, and the application of skado games. This service is carried out for 6 months. Results: the Skado game has been implemented with the application of providing information regarding traffic signs and traffic order Conclusions: This community service has been going well. Children can follow the facilitator's instructions well and are able to play with the applicable rules Keywords: Child, Game, Skado ABSTRAK Latar belakang: Penerapan permainan SKADO (Srabut Kelapa Dorong) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan karakter disiplin berlalu lintas pada anak. Tujuan: Untuk memberikan pengetahuan mengenai rambu-rambu lalu lintas serta tertib berlalu lintas. Metode: Kegiatan pengabdian menggunakan metode ceramah, media peraga, serta penerapan permainan skado. Pelaksanaan pengabdian ini dilaksanakan selama 6 bulan. Hasil: telah dilaksanakanya permainan skado dengan penerapan pemberian informasi mengenai rambu-rambu lalu lintas serta tertib lalu lintas. Kesimpulan: Pengabdian ini telah berlangsung dengan baik. Anak dapat mengikuti instruksi fasilitator dengan baik serta mampu bermain dengan aturan yang berlaku Kata kunci: Anak, Permainan, Skado
PELATIHAN DASAR PEER COUNSELOR UNTUK SISWA PENDAMPING SANTRI DI PESANTREN KOTA JAMBI Agung Iranda; Siti Raudhoh; Dessy Pramudiani; Marlita Andhika Rahman
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 5 No. 1 (2022): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Students of Islamic boarding school (Pesantren) are teenagers in the transition phase from childhood into adulthood, who are vulnerable to conflict and psychological problems. For instance, negative influence from peers, sexual turmoil, juvenile delinquency, school or peer bullying might cause anxiety and social interaction difficult for teenagers. Therefore, it is important that peer counselor training be conducted at Pondok Pesantren Al-Jauharen and Al-As'ad Islamic boarding schools in Jambi Seberang, Jambi City. The implementation method is carried out in several steps, including determining the target area, surveying the target area, collecting data on participants, implementing activities, and evaluating activities. Peer counselor training activities with several sessions. First, brainstorming behaviors that need help. Second, games to increase the enthusiasm of participants. Third, lecturing about peer counseling, techniques in conducting peer counselors, as well as students' understanding in identifying which problems can be handled by students themselves, and which problems must involve professionals. Peer counselor training activities run effectively as planned, participants are very enthusiastic to follow each activity plan, and they are able to understand and apply peer counseling. Key word: Islamic boarding school, peer counselor, training ABSTRAK Para santri merupakan mereka yang menginjak fase remaja, dimana fase ini merupakan fase transisi dari anak-anak ke dewasa. Pada fase ini rentan terjadi permasalahan psikologis, diantaranya remaja mudah terbawa pengaruh negatif, gejolak seksual, kenakalan remaja, tindakan bullyng dari teman-teman mereka dalam satu lingkungan sekolah, yang membuat mereka sulit interaksi sosial dan cemas. Oleh karena itu, pentingnya pelatihan peer counselor yang akan dilakukan di Pondok Pasantren Pondok Pasantren Al-Jauharen dan Al- As’ad yang ada di Jambi Seberang Kota Jambi. Metode pelaksanaan dilakukan dengan beberapa tahapan, diantaranya penetapan tempat sasaran, survei daerah sasaran, pendataan peserta, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan peer counselor dengan beberapa sesi diantaranya; Pertama, Brainstorming Perilaku yang Membutuhkan Bantuan. Kedua, permainan untuk meningkatkan antusiasme peserta, Ketiga, Pemberi materi tentang Peer counseling, teknik dalam melakukan peer counselor, serta pemahaman santri terhadap identifikasi permasalah yang harus ditangani oleh santri sendiri, serta mana masalah yang harus melibatkan tenaga professional. Kegiatan pelatihan peer counselor berjalan efektif sesuai dengan yang direncakan, peserta sangat antusias untuk mengikuti setiap rencana kegiatan, dan mereka mampu memahami dan menerapkan konseling teman sebaya (peer counselor). Kata kunci: pesantren, peer counselor, pelatihan
PSIKOEDUKASI PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 7 MUARA JAMBI Siti Raudhoh; Dessy Pramudiani; Verdiantika Annisa; Jelpa Periantalo; Nurul Hafizah
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 2 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i2.28753

Abstract

ABSTRACT Bullying can take different types: physical, verbal, relational, and cyberbullying, which can result in lower levels of mental health and psychological well-being, psychosomatic symptoms, depression, anxiety, and even suicide attempts. Perpetrators and victims also exhibit higher rates of school truancy and lower academic achievement. For this reason, interventions are needed to prevent bullying, one of which is through psychoeducational activities. The psychoeducation of bullying prevention activities at SMPN 7 Muaro Jambi was implemented in two days to students and teachers through different forms of psychoeducation activities. Student participants showed an increase in average scores where the average pretest score of participants was 72.92, while the average posttest score was 92.50. T-test results also showed that there was a significant difference between the pretest and posttest scores of student participants. This shows that this psychoeducation was successful in increasing the knowledge of student participants regarding bullying. Keywords: psychoeducation, prevention, bullying, middle high school student ABSTRAK Perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk yaitu fisik, verbal, relasional, dan cyberbullying dimana hal ini dapat memberikan dampak rendahnya tingkat kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis, munculnya gejala psikosomatis, mengalami depresi, kecemasan, dan bahkan percobaan bunuh diri. Pelaku maupun korban juga menunjukkan tingginya tingkat bolos sekolah dan pencapaian prestasi akademik yang lebih rendah. Untuk itu perlu adanya intervensi untuk mencegah terjadinya perundungan, salah satunya melalui kegiatan psikoedukasi. Kegiatan psikoedukasi pencegahan perundungan di SMPN 7 Muaro Jambi dilaksanakan dalam dua hari kepada siswa dan guru melalui bentuk kegiatan psikoedukasi yang berbeda. Peserta siswa menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dimana rata-rata nilai pretest peserta adalah 72.92, sedangkan nilai rata-rata posttest adalah 92.50. Hasil uji beda juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan postest peserta siswa. Ini menunjukkan bahwa psikoedukasi ini berhasil untuk meningkatkan pengetahuan peserta siswa terkait perundungan. Kata kunci: psikoedukasi, pencegahan, perundungan, siswa SMP
PENYULUHAN KESEHATAN MEMAKSIMALKAN TATA LAKSANA THALASSEMIA UNTUK MENGOPTIMALKAN KUALITAS HIDUP ANAK THALER Nindya Aryanty; Siti Raudhoh; Marlita Andhika Rahman; Putri Sari Wulandari
Medical Dedication (medic) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNJA Vol. 6 No. 2 (2023): MEDIC. Medical dedication
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/medicaldedication.v6i2.28837

Abstract

ABSTRACTThalassemia is a red blood cell disorder characterized by reduced or absent synthesis of one or more of the normal globin chains that make up the structure of hemoglobin. Thalassemia β major patients require a lifelong treatment regimen, namely regular blood transfusions, daily chelation therapy and regular medical supervision. Poor adherence to treatment regimens is associated with poor clinical outcomes, increases the risk of complications, risk of death and is implicated in increased healthcare costs. Therefore, families who have children with thalassemia need to have thalassemia health literacy so parents could make right decisions to improve the quality of care and treatment for children. Demographic data found that the majority of parents had a high school education (father 45.83%, mother 41.67%) with the majority of fathers' jobs being laborers (41.67%) and mothers being housewives (79.16%). The majority of families come from low socio-economic levels with the majority's income below the provincial minimum wage. This community service activity is aimed at increasing the health literacy of parents and children with thalassemia (thaler children) as well as related stakeholders regarding optimal thalassemia management services to improve the quality of life of thalassemia children.Keywords: thalassemia, health literacy, quality of life ABSTRAKThalassemia merupakan kelainan sel darah merah yang ditandai dengan berkurangnya atau tidak adanya sintesis dari satu atau lebih rantai globin normal yang menyusun struktur hemoglobin. Pasien Thalassemiaβ mayor membutuhkan kepatuhan seumur hidup terhadap rejimen pengobatan yaitu transfusi darah secara teratur, terapi kelasi setiap hari dan pengawasan medis yang rutin. Kepatuhan yang buruk terhadap rejimen pengobatan dikaitkan dengan luaran klinis yang buruk, meningkatkan risiko komplikasi, risiko kematian dan berimplikasi pada peningkatan biaya perawatan kesehatan. Oleh karena itu, literasi kesehatan thalassemia perlu dimiliki oleh keluarga yang memiliki anak dengan thalassemia sehingga dapat mengarahkan orangtua pada pengambilan keputusan guna meningkatkan kualitas pengasuhan dan pengobatan untuk anak. Data demografi menemukan mayoritas orangtua memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (ayah 45,83%, ibu 41,67%) dengan pekerjaan ayah mayoritas adalah buruh (41,67%) dan ibu sebagai ibu rumah tangga (79,16%). Mayoritas keluarga berasal dari tingkat sosial-ekonomi rendah dengan mayoritas penghasilan di bawah UMP. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk meningkatkan literasi kesehatan orangtua dan anak penyandang thalassemia (anak thalaer) serta stakeholder terkait tentang layanan tata laksana thalassemia yang optimal untuk meningkatkan kualitas hidup anak thaler. Kata kunci: thalassemia, literasi kesehatan, kualitas hidup