Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan Pembelajaran Berbasis Pendidikan Karakter dan Cegah Aksi Bullying Sejak Dini Melalui Kelompok Kerja Kepala Sekolah Ashar Ashar; Reski Idamayanti; Abrina Maulidnawati Jumrah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jai.v4i4.942

Abstract

Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat ini ialah kelompok kerja kepala sekolah di kecamatan marioriwawo kabupaten soppeng provinsi Sulawesi Selatan. Permasalahannya (1). Masih membutuhkan penguatan kepada guru dalam membentuk karakter anak didik, (2). Belum pernah diadakan sosialisasi untuk mengatasi perundungan di satuan Pendidikan (3). Perlunya pemahaman penanganan aksi bullying (4). Kurangnya kolaborasi orang tua dalam hal Pendidikan karakter dan mencegah aksi bullying. Metode yang digunakan pada kegiatan ialah ceramah, diskusi, Tanya jawab dan demonstrasi serta pendampingan. Hasil pengabdian diperoleh (1) Mitra memiliki pemahaman tentang konsep pendidikan karakter di Taman Kanak-Kanak (TK) merupakan fondasi yang sangat penting dalam membentuk nilai, sikap, dan perilaku anak sejak usia dini. Melalui penerapan berbagai konsep pendidikan karakter di TK, anak-anak dapat mulai memahami dan menginternalisasi nilai-nilai positif yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan. (2). Mitra mememiliki pemahaman terkai aksi bullying pada usia dini dapat terjadi dalam bentuk fisik, verbal, sosial, maupun emosional. Karena anak-anak di usia TK masih dalam tahap perkembangan awal, penting bagi sekolah untuk menerapkan strategi penanganan yang tepat dan efektif. (3). Mitra memahami melibatkan orang tua dalam pendidikan karakter dan pencegahan bullying di sekolah sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan positif.
PENDAMPINGAN KEPEMIMPINAN SEKOLAH DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERDAMPAK PADA TK ABA DAN TK CALIO DI KABUPATEN SOPPENG Ashar, Ashar; Idamayanti, Reski; Wilda, Wilda; Syukriady , Dwi
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2627

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah PAUD berperan penting dalam mutu layanan pendidikan, namun sering terkendala pengambilan keputusan yang kurang terstruktur, kolaboratif, dan reflektif. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterlibatan guru dan orang tua. Melalui Model 5T, kegiatan pengabdian ini memperkuat kapasitas kepala sekolah dalam merancang keputusan partisipatif berbasis konteks, membangun rencana aksi, serta membentuk budaya kepemimpinan kolaboratif yang berdampak nyata di lingkungan PAUD. Kepemimpinan kepala sekolah dalam pengambilan keputusan yang berdampak di dua satuan PAUD. Permasalahan yang dihadapi adalah lemahnya praktik pengambilan keputusan yang terstruktur, kolaboratif, dan berbasis refleksi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas Pengabdian dilakukan melalui serangkaian kegiatan lokakarya, simulasi, dan pendampingan intensif dengan menggunakan pendekatan Model 5T (Telusuri, Tentukan, Tetapkan, Terapkan, Temukan) sebagai kerangka sistemik pengambilan keputusan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini meliputi lokakarya interaktif untuk penguatan konsep, simulasi pengambilan keputusan berbasis Model 5T, serta pendampingan intensif di sekolah. Proses dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan kepala sekolah, guru, sehingga tercipta praktik kepemimpinan reflektif yang relevan dengan konteks masing-masing satuan PAUD. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman kepala sekolah terhadap proses pengambilan keputusan yang partisipatif, terstruktur, dan berbasis konteks nyata di satuan PAUD. Selain itu, kemampuan kepala sekolah dalam merancang rencana aksi yang terukur serta membangun mekanisme umpan balik efektif bersama guru dan orang tua juga mengalami perkembangan. Pendekatan pendampingan berbasis praktik reflektif dan kolaboratif ini terbukti mampu mendorong perubahan positif dalam tata kelola sekolah, memperkuat komunikasi antar pemangku kepentingan, serta membentuk budaya kepemimpinan yang berorientasi pada dampak nyata bagi mutu layanan pendidikan anak usia dini.
Between Affect and Interaction: A Thematic Literature Review on the Determinants of Children's Social-Emotional Development Ashar Ashar; Reski Idamayanti
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 18, No 1 (2026): MARCH 2026
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v18i1.7769

Abstract

This study investigates factors influencing early childhood social-emotional development through a thematic literature review of 25 recent scholarly sources published between 2018 and 2025. A systematic search was conducted across major academic databases, including Google Scholar, ERIC, Elsevier, MDPI, Sage Journals, and Taylor Francis. The collected studies were analyzed using thematic synthesis to identify recurring patterns and key determinants. The results reveal four principal categories affecting social-emotional development: (1) internal affective factors, (2) external social interaction factors, (3) contextual and environmental influences, and (4) the integration of affective and interactive dimensions. The findings indicate that children’s social-emotional development is shaped not only by individual characteristics but also significantly by the quality of interactions with caregivers, peers, and the broader learning environment. In particular, supportive and responsive relationships emerge as critical components in fostering emotional regulation and social competence. The study concludes that a holistic approach, integrating both affective and social interactional aspects, is essential for optimizing early childhood development. These findings have important implications for educational practice and policy, highlighting the need for contextualized, evidence-based social-emotional learning models that are responsive to children’s developmental needs.
Menggali Emosi Dari Tradisi Dengan Menganalisis Permainan Tradisional Sebagai Sarana Penguatan Sosial Anak TK Ashar Ashar; Reski Idamayanti
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA Vol 5 No 2 (2025): August (EDULEC)
Publisher : CV. Eureka Murakabi Abadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56314/edulec.v5i2.355

Abstract

Perkembangan sosial-emosional anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter, keterampilan sosial, serta kesiapan akademik anak. Namun, strategi berbasis budaya dan kontekstual seperti permainan tradisional masih kurang mendapatkan perhatian dalam praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi permainan tradisional terhadap penguatan perkembangan sosial-emosional anak usia dini. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan menelaah berbagai publikasi ilmiah terkait peran permainan tradisional dalam konteks pendidikan anak usia dini. Hasil telaah menunjukkan bahwa permainan tradisional, seperti congklak, engklek, dan galasin, tidak hanya melatih regulasi emosi, empati, kerja sama, serta keterampilan sosial lainnya, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya lokal yang mendukung pembentukan identitas sosial anak. Selain itu, permainan tradisional terbukti memiliki potensi signifikan sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna. SEbagai Kesimpulan bahwa temuan ini menegaskan pentingnya integrasi permainan tradisional ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai media efektif dalam penguatan karakter dan keterampilan sosial-emosional berbasis kearifan lokal
Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Metode Bermain Peran Nurhani Nurhani; Riskal Fitri; Ashar Ashar
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 3 No 3 (2025): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : PG PAUD Universitas Islam Makassar | LP2M-UIM | PPJ PAUD (Perhimpunan Pengelola Jurnal PAUD) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v3i3.780

Abstract

Independence is a fundamental developmental aspect that must be instilled from an early age; however, in reality, many children aged 5–6 years at TK Bukit Permai 2 Karampang Eja still demonstrate low levels of autonomy and high dependence on adults. This study aims to improve the independence of children aged 5–6 years through the implementation of structured, child-centered role-playing methods. This type of research is a collaborative Classroom Action Research (CAR) adopting the Kemmis and McTaggart spiral model. The research subjects consisted of 15 children in Group B at TK Bukit Permai 2 Karampang Eja, Gowa Regency. The study was conducted in two action cycles, with each cycle encompassing the stages of planning, implementation, observation, and reflection. Data were collected through structured observation techniques using independence development assessment rubric instruments (covering indicators of physical ability, self-confidence, and responsibility) and reinforced by field notes and documentation. Data analysis techniques utilized descriptive percentage statistics for quantitative data and the Miles and Huberman interactive model for qualitative data. The results showed a highly significant escalation in the development of children's independence in each cycle. The average classical independence achievement of the children in the Pre-cycle condition was only 20.00%, which then increased to 42.22% at the end of Cycle I, and reached an optimal success rate of 82.22% at the end of Cycle II. This final figure successfully exceeded the predetermined action success indicator of 75%. The conclusion of this study proves that the role-playing method is empirically highly effective in holistically boosting early childhood independence.
Analisis Perkembangan Emosi Anak: Sintesis Temuan Empiris tentang Peran Guru, Lingkungan, dan Konteks Sosial Budaya Ashar Ashar; Reski Idamayanti
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 9 No. 1 (2026): January-April 2026 in Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v9i1.1296

Abstract

Perkembangan emosi anak usia dini sangat penting karena menjadi dasar bagi hubungan sosial yang sehat dan kesejahteraan psikologis di masa depan. Penelitian ini bertujuan memahami secara mendalam bagaimana pengasuhan, lingkungan belajar, dan nilai budaya memengaruhi pembentukan emosi anak. Studi ini dilakukan melalui tinjauan pustaka kualitatif deskriptif-analitis, menelaah berbagai artikel dan laporan penelitian relevan. Instrumen kajian berupa panduan penelaahan literatur, dengan subjek berupa publikasi akademik terbaru. Data dianalisis menggunakan pengelompokan tematik dan sintesis teoretis untuk menemukan pola penting. Hasil penelitian bahwa perkembangan sosial-emosional anak usia dini dipengaruhi oleh peran guru, lingkungan belajar, program pembelajaran, serta keterampilan lain seperti bahasa dan penggunaan teknologi. Guru berperan sebagai pendamping emosi yang membantu anak mengenali dan mengelola perasaan, sementara lingkungan dan program sosial-emosional yang mendukung mampu menumbuhkan empati serta perilaku positif. Implikasinya, pendidik, keluarga, dan komunitas perlu bekerja bersama dengan pendekatan yang penuh empati, kontekstual, dan menyeluruh agar perkembangan emosi anak lebih optimal.
Pendampingan Literasi Alquran dalam Meningkatkan Ketepatan Makharijul Huruf dan Tajwid Majelis Taklim Al-Hidayat Kabupaten Maros Musbaing Musbaing; Badruddin Kaddas; Dwi Syukriady; Ashar Ashar; Erwin Nurdiansyah; Abdul Mu’thy; Kurniawan Efendi; Mutiah Abd. Rasyid
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/cx8xq837

Abstract

Kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas literasi Alquran jamaah Majelis Taklim Al-Hidayat Kabupaten Maros, khususnya dalam ketepatan makharijul huruf dan penerapan kaidah tajwid. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi rendahnya ketepatan pelafalan huruf hijaiyah serta ketidakkonsistenan dalam menerapkan hukum tajwid saat membaca Alquran. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan model pendampingan partisipatif berbasis experiential learning. Metode yang diterapkan mencakup observasi awal, pembelajaran klasikal terbimbing, praktik membaca Alquran secara individual dan kelompok, serta refleksi dan evaluasi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan jamaah melafalkan makharijul huruf secara tepat serta memahami dan menerapkan kaidah tajwid dasar. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan kesadaran jamaah akan pentingnya membaca Alquran secara tartil sesuai kaidah. Dengan demikian, pendampingan literasi Alquran ini terbukti efektif sebagai upaya pemberdayaan keagamaan masyarakat serta berkontribusi positif terhadap peningkatan kualitas ibadah jamaah.
Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Senam Irama Siti Mariam Mariam; Sadaruddin Sadaruddin; Ashar Ashar
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 3 No 2 (2025): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : PG PAUD Universitas Islam Makassar | LP2M-UIM | PPJ PAUD (Perhimpunan Pengelola Jurnal PAUD) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v3i2.609

Abstract

This research is motivated by the low gross motor skills of children aged 5-6 years at Batara Bira Kindergarten, Makassar, which is attributed to the dominance of cognitive academic activities and a lack of programmed physical stimulation. Initial observations revealed that 63% of the children (7 out of 11) exhibited passive behavior and faced serious challenges regarding coordination and body balance. This study aims to improve children's gross motor skills through the application of a modified rhythmic gymnastics method. The research method employed is Classroom Action Research (CAR) following the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. The research subjects consisted of 11 students from Group B. Data were collected through participatory observation using a gross motor development checklist instrument, which includes indicators of active participation, controlled movement, and anticipatory ability. Data analysis was performed using a comparative descriptive technique to compare achievements across cycles. The results indicated a significant improvement in children's gross motor skills. In the pre-action stage, the average classical achievement was only 28% (categorized as "Starting to Develop"). Following the intervention in Cycle I, the achievement rose to 51.5% ("Developing as Expected"), and surged drastically in Cycle II to 87.8% ("Developing Very Well"). The most notable improvements occurred in the children's anticipatory abilities and dynamic balance. This study concludes that the implementation of rhythmic gymnastics, accompanied by attractive music and age-appropriate movement variations, is effective in optimizing large muscle coordination and physical motivation in children. These results recommend the integration of rhythmic gymnastics into the daily early childhood education curriculum as a solution for enhancing physical-motor competence.
Peningkatan Kemampuan Berbahasa Reseptif Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Media Gambar Fally Manafe; Supriadi Supriadi; Ashar Ashar
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 3 No 2 (2025): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : PG PAUD Universitas Islam Makassar | LP2M-UIM | PPJ PAUD (Perhimpunan Pengelola Jurnal PAUD) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v3i2.617

Abstract

This research is motivated by the low receptive language skills of children aged 5-6 years, especially in the aspect of recognizing letter symbols and understanding simple sentence structures. This study aims to improve children's receptive language skills through the use of picture media at Bina Kasih Kindergarten Makassar. The type of research used is Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart model which includes the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The research subjects were 8 students with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out descriptively to measure the percentage increase in children's reading ability at each stage of the cycle. The results showed a significant increase in children's receptive language skills gradually. In the pre-action condition, the average ability of children only reached 37.5% in the indicator of reading letter symbols and 34.3% in the indicator of reading syllables and sentences. After the intervention in Cycle I, children's abilities increased to 78% for reading letter symbols and syllables, and 62.5% for reading sentences. At the end of Cycle II, success peaked at 100% for symbol and syllable reading, and 93.75% for sentence reading. The use of visual media proved highly effective due to its concrete and realistic nature, attracting attention, clarifying understanding, and strengthening children's memory of new vocabulary. This study concluded that the creative and consistent application of visual media can optimally stimulate receptive language development in early childhood.
Pola Asuh Orang Tua Terhadap Sosial-Emosional Anak: Studi Deskriptif Di TK Al Ikram Moncongloe Bunga Norma; Ashar Ashar; Riskal Fitri
Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal Vol 3 No 2 (2025): Ihya Ulum: Early Childhood Education Journal
Publisher : PG PAUD Universitas Islam Makassar | LP2M-UIM | PPJ PAUD (Perhimpunan Pengelola Jurnal PAUD) Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ihyaulum.v3i2.643

Abstract

The socio-emotional aspect is a primary determinant of early childhood's adaptability and long-term academic success. This study aims to comprehensively describe the implementation of parenting styles and their impact on the socio-emotional development profile of children aged 5–6 years at TK Al Ikram Moncongloe, Maros Regency. This location was selected purposively as it represents a sociological transition area from traditional values to a digital lifestyle (suburban). Employing a descriptive qualitative approach, data were collected through moderate participant observation, in-depth interviews with parents and teachers, and documentation studies. The results indicated that parenting styles in this area are concentrated in two dominant poles: authoritative/democratic (55%) and permissive (30%), with a residue of authoritarian parenting (15%). Authoritative parenting is proven to be the best catalyst for shaping stable emotional regulation and strong prosocial independence in children. Conversely, digital-permissive parenting, characterized by the provision of gadgets as a digital pacifier, negatively correlates with children's self-control, thereby triggering focus distortion and low collaborative abilities in the classroom. Meanwhile, authoritarian parenting triggers reactive aggression or extreme passivity due to repressive control. The novelty of this research reveals that in suburban areas, parents' digital literacy becomes a crucial variable in parenting. The implications of the study emphasize the urgency of harmonization between teacher guidance and authoritative parenting at home through structured educational parenting programs.