Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

ADDRESSING EMOTIONAL AND BEHAVIORAL PROBLEMS IN EARLY CHILDHOOD BY USING THE STRENGTH AND DIFFICULTIES QUESTIONNAIRE (SDQ) Nila Zaimatus Septiana; Palasara Brahmani Laras; Nanda Istoqomah
-
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/pres.v4i2.19530

Abstract

Early childhood is a period of amazing development, at this time children experience various kinds of problems, both emotional problems, behavior, and social life related to peers. The main objective of this study was to examine the prevalence of self-reported emotional and behavioral symptoms in a representative sample of parents and early childhood teachers using Goodman's Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). A total of 110 respondents (teachers and parents) participated. The results showed the prevalence of emotional and behavioral symptoms in the analyzed samples. Some of the problems found from the highest to the lowest are prosocial problems, hyperactivity, problems with peers, emotional problems, and behavioral problems. Based on SDQ items, the highest problems experienced by children are losing their temper 50.4%, reported being easily distracted or having difficulty concentrating 49.6%, and Children were less able to get along better with adults than with other children 56.6%. In conclusion, the SDQ test is offered as a simple and effective tool to propose to all formative agents who are concerned with the interests and concerns of not only early childhood but also adolescents and adults.
Peran Bimbingan dan Konseling di Sekolah dalam Penanggulangan Kebencanaan (Studi Kasus di SMK Sanjaya Pakem Yogyakarta) Anmil Insani; Veronica Amalia Dwi Cahya Pertiwi; Sephia Delia Lestari; Palasara Brahmani Laras
Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal Vol 5, No 2 (2022): Desember
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/prophetic.v5i2.12785

Abstract

Bencana merupakan serangkaian peristiwa yang mengakibatkan timbulnya korban jiwa, kerusakan alam, fasilitas, kerugian, serta dampak psikologis korban, bencana dapat disebabkan oleh faktor alam ataupun faktor non alam (manusia). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran bimbingan dan konseling di sekolah SMK Sanjaya Pakem yang masuk dalam radius sekolah siaga bencana erupsi Merapi. Pendekatan penelitian ini dengan kualitatif dengan desain studi kasus, Teknik pengumpul data menggunakan Teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di sekolah SMK Sanjaya Pakem ini, belum adanya program dari bimbingan dan konseling di sekolah berbasis kebencanaan, dikarenakan beberapa factor salah satunya SDM guru BK belum tetap dan baru masuk bekerja, situasi pandemic, sehingga peran bimbingan dan konseling yang dilakukan di sekolah masih dalam memberikan layanan selama pandemic untuk meningkatkan motivasi belajar.Peran Bimbingan dan Konseling; Penanggulangan Kebencanaan; Program Layanan BK; Erupsi Merapi.
PELATIHAN MODEL KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS SELF-REGULATION BAGI ORANG TUA UNTUK MEREDUKSI PERILAKU KLITIH PADA REMAJA Eka Aryani; Rosalia Prismarini Nurdiarti; Palasara Brahmani Laras
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i1.12749

Abstract

Abstrak: Klitih merupakan kegiatan yang dilakukan sekelompok orang yang menjurus ke arah perilaku kriminal seperti mencari target untuk dihajar, disiksa, bahkan sampai ada yang dibunuh. Klitih menjadi fenomena di Yogyakarta yang sangat meresahkan. Peran orang tua menjadi sangat penting dalam melakukan pengawasan terutama dalam mengantisipasi terjadinya tindak kekerasan yang melibatkan pelajar. Para orang tua perlu menggunakan pendekatan komunikasi yang tepat untuk dapat mendampingi anaknya dengan baik, sehingga perilaku-perilaku yang menjurus pada kenakalan dapat terminimalisir. Perlu adanya pelatihan untuk para orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anaknya, salah satunya dengan pelatihan komunikasi interpersonal berbasis self-regulation untuk mereduksi perilaku klitih pada remaja. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan komunikasi interpersonal berbasis self-regulation antara orang tua dan anak dalam melakukan pendampingan dan pengawasan pada anak. Pelatihan ini dilakukan selama 1 hari, dengan mitra 25 warga kelompok Program Keluarga Harapan di dusun Bangunrejo Sleman. Metode pelatihan meliputi pemaparan materi, diskusi, penugasan dan evaluasi. Berdasarkan hasil evaluasi pada pemahaman orang tua menunjukan Peserta menunjukan peningkatan sebesar 33,3% pada pemahaman orang tua terhadap perkembangan remaja anak, sebesar 30% peningkatan pemahaman mengenai pola pengasuhan yang tepat. Peningkatan terbesar terletak pada pemahaman mengenai komunikasi interpersonal berbasis self-regulation, yaitu sebanyak 70%. Abstract: Klitih is an activity carried out by a group of people that leads to criminal behavior, such as finding targets to beat up, torture, and even kill someone. Klitih is a very disturbing phenomenon in Yogyakarta. The role of parents is very important in supervising, especially in anticipating acts of violence involving students. Parents need to use the right communication approach to be able to accompany their children properly, so that behaviors that lead to delinquency can be minimized. There needs to be training for parents in accompanying the growth and development of their children, one of which is by training interpersonal communication based on self-regulation to reduce clit behavior in adolescents. This training aims to provide interpersonal communication skills based on self-regulation between parents and children in providing assistance and supervision to children. This training was conducted for 1 day, with 25 partners from the Family Hope Program group in Bangunrejo Sleman hamlet. Training methods include material presentation, discussion, assignment and evaluation. Based on the evaluation results on parental understanding, it showed an increase of 33.3% in parental understanding of the development of adolescent children, a 30% increase in understanding of proper parenting patterns. The biggest increase lies in the understanding of interpersonal communication based on self-regulation, which is as much as 70%.Participants showed a 33.3% increase in parents' understanding of adolescent child development, a 30% increase in understanding of proper parenting patterns. The biggest increase lies in the understanding of interpersonal communication based on self-regulation, which is as much as 70%. 
Konseling Cognitive Behavior Therapy dalam Mereduksi Prokrastinasi Menyelesaikan Skripsi Ramtia Darma Putri; Erfan Ramadhani; Palasara Brahmani Laras; Kadek Suhardita
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.12168

Abstract

The delay in completing the thesis begins with the student's mindset that affects the actions taken in completing their responsibilities in working on the thesis. Students should be able to do something that is not useful, on the contrary, postpone doing the thesis by doing fun activities. The delay in completing the thesis is often known as procrastination in completing the thesis. This delay can be given intervention counseling services using the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. The purpose of writing this article is to see the extent to which the use of the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach in overcoming the problem of student thesis completion. The research method used in writing this article uses a literature review that utilizes 9 relevant research results. Based on the literature that has been carried out, the conclusion in this article is the effectiveness of the Cognitive Behavior Therapy (CBT) counseling approach in overcoming various cognitive problems that affect behavior, especially in procrastinating students' thesis completion.
Pelatihan Pengasuhan Anak Dengan Metode Pola Asuh Demokratif Pada Kelompok Keluarga Pra Sejahtera Desa Margorejo Eka Aryani; Palasara Brahmani Laras
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.42425

Abstract

Orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang berkepribadian baik, sikap mental yang sehat, serta akhlak yang terpuji. Orang tua sebagai pembentuk pribadi yang pertama dalam kehidupan anak, harus menjadi teladan dan contoh yang baik untuk anak-anaknya. Hal ini erat kaitannya dengan pola pengasuhan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak dengan menggunakan pola asuh demokratif pada kelompok keluarga pra sejahtera di Desa Margorejo. Dalam penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan bahwa pelatihan pengasuhan anak dengan metode pola asuh demokratif merupakan cara yang dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengasuh anak untuk menjadi pribadi yang baik.
Hubungan tingkat self-compassion dengan optimisme guru dan peserta didik di masa pandemi Covid-19 Palasara Brahmani Laras; Eka Aryani
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.51499

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan optimisme pada guru dan peserta didik pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh guru dan peserta didik di SMP N 1 Piyungan. Sampel penelitian 60 guru dan 60 Peserta didik. Hasil penelitian analisis korelasi terhadap tingkatan dalam Self-Compassion “sedang” memiliki hubungan yang negatif dan tidak singnifikan dengan optimis, nilai signifikansi 0,0699>0,05 dengan nilai r sebesar -0,077 dan Self-Compassion “rendah” memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan dengan optimis, nilai signifikansi 0,520>0,05 dengan nilai r sebesar 0,268, sedangkan Self-Compassion “tinggi” memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap optimis dengan nilai signifikansi  <0,001 dengan nilai r sebesar 0.985 yang berarti tedapat korelasi yang kuat antara Self-Compassion tinggi dan optimis. Berdasarkan hasil analisis lanjutan terhadap self-compassion dan optimisme diketahui bahwa faktor terbesar yang mengkonstruk self-compassion adalah Isolation dan faktor yang paling kecil sumbangsihnya terhadap Self-Compassion adalah Self-Jugdment, sedangkan untuk faktor yang paling besar sumbangsihnya terhadap optimis adalah “Optimis Personalisasi” dan Faktor yang paling kecil adalah “Optimis Pervasiveness”.
Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Siswa SMA Eka Aryani; Palasara Brahmani Laras
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2143

Abstract

Penelitian didasarkan pada keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia yang cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia melalui teknik sosiodrama.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (action research). Jenis tindakan yang dilakukan adalah teknik sosiodrama. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia. Pra tindakan yang dilakukan dengan menyebarkan skala diperoleh data, keterampilan sosial para siswa masih rendah dengan skor rata-rata pre test 116,38. Pada sosiodrama pertama skor rata-rata post test I siswa meningkat menjadi 135,18 pada kategori sedang. Pada sosiodrama kedua skor rata-rata post test II siswa meningkat menjadi 161,68 pada kategori tinggi namun belum mencapai target. Pada sosiodrama ketiga skor rata-rata post test III siswa meningkat menjadi 174,28 pada kategori tinggi dan sudah mencapai target. Hasil tersebut juga diperkuat dengan observasi terhadap subyek yang menunjukkan adanya keterampilan sosial yang meningkat dari pre-test yang ditunjukkan dengan siswa mampu menyatakan pendapat secara lantang, dapat memanajemen emosi dengan baik, mampu bergaul dengan semua teman, serta dapat berperilaku asertif.
Pengembangan Instrumen Daftar Cek Masalah (DCM) Berbasis Manajemen Resiko Arie Purwanto; Palasara Brahmani Laras
Journal of Social Work and Empowerment Vol 1 No 2 (2022): Journal of Social Work and Empowerment - Februari 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu hal pendukung dalam pendidikan, guru bimbingan dan konseling atau konselor dituntut agar dapat melakukan sistem manajemen bimbingan dan konseling. Untuk itu, perencanaan dalam implementasi manajemen bimbingan dan konseling merupakan langkah awal dalam memberikan sebuah layanan yang terarah, tepat guna, serta disesuaikan dengan kebutuhan para konseli. Tanpa ditetapkannya perencanaan bimbingan dan konseling yang matang, maka tujuan dari program yang dicapai tidak memiliki arah yang jelas. Perencanaan bimbingan dan konseling dapat diawali pada hasil penilaian atau asessmen yang digunakan untuk membuat program terhadap konseli yang membutuhkan bimbingan dan konseling. Salah satunya dengan menggunakan Daftar Cek Masalah (DCM). Namun demikian, DCM yang ada terkadang tidak sesuai dengan kondisi sekolah yang memiliki basis-basis pendidikan tertentu. Pengabdian ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan. metode penelitian yang digunakan adalah Reseacrh and Develompent dengan implementasi pada pengabdian masyarakat berupa pendampingan sekolah dengan instrumen DCM. Pengembangan instrumen daftar cek masalah dengan metodologi-metodologi yang tepat, jelas, efektif, dan efisien. Instrumen yang dikembangkan ini merupakan pengembangan dari instrumen DCM dengan menambahkan unsur manajemen resiko. Dari hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa instrumen dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan baik sesuai dengan tujuannya. Selain itu hasil pengembangan yang diperoleh telah diseminarkan dengan statistik rata-rata indeks kebergunaan sebesar 89.93 dan merujuk pada kriteria sangat baik serta peningkatan pemaham guru yang signifikan.
PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH 2 TEMPEL Laras, Palasara Brahmani
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The background of this research is that assertive behavior is an important behavior possessed by individuals, especially teenagers in dealing with social interactions in the social environment. The research objective is to improve students' assertive behavior through social skills training. This research uses an action research approach with a spiral model design, the cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 22 students of class X SMK Muhammadiyah 2 Tempel, in the 2021/2022 academic year. Based on the results of the study, it is known that there is an increase in the assertive behavior of class X students of SMK Muhammadiyah 2 Tempel. The results of this study indicate that the subject's assertive behavior in all four aspects, namely being free to say about himself, being able to communicate well with other individuals, having an active view of life, acting in a way he respects, and accepting his limitations has increased. Keywords: assertive behavior, social skills, action research Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa perilaku asertif adalah perilaku yang penting dimiliki oleh individu khususnya remaja dalam menghadapi pergaulan di lingkungan sosial. Tujuan penelitian yaitu ingin meningkatkan perilaku asertif siswa melalui pelatihan keterampilan social. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan dengan desain model spiral, siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Tempel, tahun ajaran 2021/2022 berjumlah 22 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat peningkatan perilaku asertif siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Tempel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku asertif pada subjek pada keempat aspek yaitu bebas mengatakan tentang dirinya sendiri, dapat berkomunikasi dengan individu lain secara baik, mempunyai pandangan yang aktif tentang hidup, bertindak dengan cara yang dihormatinya, serta menerima keterbatasan-keterbatasannya mengalami peningkatan Kata Kunci: perilaku asertif, keterampilan sosial, penelitian tindakan
Developing Moral Reason Through Personal Guidance Laras, Palasara Brahmani; Nurihsan, Juntika; Supriatna, Mamat
Psikopedagogia Vol. 8 No. 1: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v8i1.17896

Abstract

The study aims to know the effectiveness of personal guidance to develop moral reasoning. This research method used a quasi-experimental with a non-equivalent pretest-posttest control group design. Data collection used a moral reasoning questionnaire covering aspects of compliance, truth, and justice. The research sample consisted of 66 students of class VIII SMP N 2 Ciledug. The sampling technique used purposive sampling. The results showed that personal guidance was effective in developing students' moral reasoning. The benefits of the results of this study can be used as a basis for consideration in developing guidance and counseling service programs, especially in developing personal guidance services in improving adolescent moral reasoning.