Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Konseling Cognitive Behavior Therapy dalam Mereduksi Prokrastinasi Menyelesaikan Skripsi Ramtia Darma Putri; Erfan Ramadhani; Palasara Brahmani Laras; Kadek Suhardita
Jurnal Wahana Konseling Vol. 6 No. 1 (2023): JUANG: Jurnal Wahana Konseling
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/juang.v6i1.12168

Abstract

The delay in completing the thesis begins with the student's mindset that affects the actions taken in completing their responsibilities in working on the thesis. Students should be able to do something that is not useful, on the contrary, postpone doing the thesis by doing fun activities. The delay in completing the thesis is often known as procrastination in completing the thesis. This delay can be given intervention counseling services using the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach. The purpose of writing this article is to see the extent to which the use of the Cognitive Behavior Therapy (CBT) approach in overcoming the problem of student thesis completion. The research method used in writing this article uses a literature review that utilizes 9 relevant research results. Based on the literature that has been carried out, the conclusion in this article is the effectiveness of the Cognitive Behavior Therapy (CBT) counseling approach in overcoming various cognitive problems that affect behavior, especially in procrastinating students' thesis completion.
Pelatihan Pengasuhan Anak Dengan Metode Pola Asuh Demokratif Pada Kelompok Keluarga Pra Sejahtera Desa Margorejo Eka Aryani; Palasara Brahmani Laras
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 2 (2020): Teraputik: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.42425

Abstract

Orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi anak yang berkepribadian baik, sikap mental yang sehat, serta akhlak yang terpuji. Orang tua sebagai pembentuk pribadi yang pertama dalam kehidupan anak, harus menjadi teladan dan contoh yang baik untuk anak-anaknya. Hal ini erat kaitannya dengan pola pengasuhan dari orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anak dengan menggunakan pola asuh demokratif pada kelompok keluarga pra sejahtera di Desa Margorejo. Dalam penelitian yang sudah dilakukan, didapatkan bahwa pelatihan pengasuhan anak dengan metode pola asuh demokratif merupakan cara yang dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam mengasuh anak untuk menjadi pribadi yang baik.
Hubungan tingkat self-compassion dengan optimisme guru dan peserta didik di masa pandemi Covid-19 Palasara Brahmani Laras; Eka Aryani
TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 5, No 1 (2021): TERAPUTIK: Jurnal Bimbingan dan Konseling
Publisher : Pusat Kajian Bimbingan dan Konseling FIPPS Unindra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26539/teraputik.51499

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan self-compassion dengan optimisme pada guru dan peserta didik pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian menggunakan metode korelasi. Populasi penelitian adalah seluruh guru dan peserta didik di SMP N 1 Piyungan. Sampel penelitian 60 guru dan 60 Peserta didik. Hasil penelitian analisis korelasi terhadap tingkatan dalam Self-Compassion “sedang” memiliki hubungan yang negatif dan tidak singnifikan dengan optimis, nilai signifikansi 0,0699>0,05 dengan nilai r sebesar -0,077 dan Self-Compassion “rendah” memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan dengan optimis, nilai signifikansi 0,520>0,05 dengan nilai r sebesar 0,268, sedangkan Self-Compassion “tinggi” memiliki korelasi yang positif dan signifikan terhadap optimis dengan nilai signifikansi  <0,001 dengan nilai r sebesar 0.985 yang berarti tedapat korelasi yang kuat antara Self-Compassion tinggi dan optimis. Berdasarkan hasil analisis lanjutan terhadap self-compassion dan optimisme diketahui bahwa faktor terbesar yang mengkonstruk self-compassion adalah Isolation dan faktor yang paling kecil sumbangsihnya terhadap Self-Compassion adalah Self-Jugdment, sedangkan untuk faktor yang paling besar sumbangsihnya terhadap optimis adalah “Optimis Personalisasi” dan Faktor yang paling kecil adalah “Optimis Pervasiveness”.
Teknik Sosiodrama Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Pada Siswa SMA Eka Aryani; Palasara Brahmani Laras
JURKAM: Jurnal Konseling Andi Matappa Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/jurkam.v7i1.2143

Abstract

Penelitian didasarkan pada keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia yang cukup rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia melalui teknik sosiodrama.  Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan (action research). Jenis tindakan yang dilakukan adalah teknik sosiodrama. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala dan observasi. Instrumen penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial dan pedoman observasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosiodrama dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X SMA Insan Cendekia. Pra tindakan yang dilakukan dengan menyebarkan skala diperoleh data, keterampilan sosial para siswa masih rendah dengan skor rata-rata pre test 116,38. Pada sosiodrama pertama skor rata-rata post test I siswa meningkat menjadi 135,18 pada kategori sedang. Pada sosiodrama kedua skor rata-rata post test II siswa meningkat menjadi 161,68 pada kategori tinggi namun belum mencapai target. Pada sosiodrama ketiga skor rata-rata post test III siswa meningkat menjadi 174,28 pada kategori tinggi dan sudah mencapai target. Hasil tersebut juga diperkuat dengan observasi terhadap subyek yang menunjukkan adanya keterampilan sosial yang meningkat dari pre-test yang ditunjukkan dengan siswa mampu menyatakan pendapat secara lantang, dapat memanajemen emosi dengan baik, mampu bergaul dengan semua teman, serta dapat berperilaku asertif.
Pengembangan Instrumen Daftar Cek Masalah (DCM) Berbasis Manajemen Resiko Arie Purwanto; Palasara Brahmani Laras
Journal of Social Work and Empowerment Vol 1 No 2 (2022): Journal of Social Work and Empowerment - Februari 2022
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara (Sidyanusa)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai salah satu hal pendukung dalam pendidikan, guru bimbingan dan konseling atau konselor dituntut agar dapat melakukan sistem manajemen bimbingan dan konseling. Untuk itu, perencanaan dalam implementasi manajemen bimbingan dan konseling merupakan langkah awal dalam memberikan sebuah layanan yang terarah, tepat guna, serta disesuaikan dengan kebutuhan para konseli. Tanpa ditetapkannya perencanaan bimbingan dan konseling yang matang, maka tujuan dari program yang dicapai tidak memiliki arah yang jelas. Perencanaan bimbingan dan konseling dapat diawali pada hasil penilaian atau asessmen yang digunakan untuk membuat program terhadap konseli yang membutuhkan bimbingan dan konseling. Salah satunya dengan menggunakan Daftar Cek Masalah (DCM). Namun demikian, DCM yang ada terkadang tidak sesuai dengan kondisi sekolah yang memiliki basis-basis pendidikan tertentu. Pengabdian ini merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan. metode penelitian yang digunakan adalah Reseacrh and Develompent dengan implementasi pada pengabdian masyarakat berupa pendampingan sekolah dengan instrumen DCM. Pengembangan instrumen daftar cek masalah dengan metodologi-metodologi yang tepat, jelas, efektif, dan efisien. Instrumen yang dikembangkan ini merupakan pengembangan dari instrumen DCM dengan menambahkan unsur manajemen resiko. Dari hasil yang diperoleh dapat diketahui bahwa instrumen dapat digunakan sesuai dengan tujuan dan baik sesuai dengan tujuannya. Selain itu hasil pengembangan yang diperoleh telah diseminarkan dengan statistik rata-rata indeks kebergunaan sebesar 89.93 dan merujuk pada kriteria sangat baik serta peningkatan pemaham guru yang signifikan.
PELATIHAN KETERAMPILAN SOSIAL UNTUK MENINGKATKAN PERILAKU ASERTIF SISWA DI SMK MUHAMMADIYAH 2 TEMPEL Laras, Palasara Brahmani
Jurnal Selaras: Kajian Bimbingan dan Konseling serta Psikologi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, UKI, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The background of this research is that assertive behavior is an important behavior possessed by individuals, especially teenagers in dealing with social interactions in the social environment. The research objective is to improve students' assertive behavior through social skills training. This research uses an action research approach with a spiral model design, the cycle consists of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 22 students of class X SMK Muhammadiyah 2 Tempel, in the 2021/2022 academic year. Based on the results of the study, it is known that there is an increase in the assertive behavior of class X students of SMK Muhammadiyah 2 Tempel. The results of this study indicate that the subject's assertive behavior in all four aspects, namely being free to say about himself, being able to communicate well with other individuals, having an active view of life, acting in a way he respects, and accepting his limitations has increased. Keywords: assertive behavior, social skills, action research Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa perilaku asertif adalah perilaku yang penting dimiliki oleh individu khususnya remaja dalam menghadapi pergaulan di lingkungan sosial. Tujuan penelitian yaitu ingin meningkatkan perilaku asertif siswa melalui pelatihan keterampilan social. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan dengan desain model spiral, siklusnya terdiri dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Tempel, tahun ajaran 2021/2022 berjumlah 22 siswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa terdapat peningkatan perilaku asertif siswa kelas X SMK Muhammadiyah 2 Tempel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku asertif pada subjek pada keempat aspek yaitu bebas mengatakan tentang dirinya sendiri, dapat berkomunikasi dengan individu lain secara baik, mempunyai pandangan yang aktif tentang hidup, bertindak dengan cara yang dihormatinya, serta menerima keterbatasan-keterbatasannya mengalami peningkatan Kata Kunci: perilaku asertif, keterampilan sosial, penelitian tindakan
Developing Moral Reason Through Personal Guidance Laras, Palasara Brahmani; Nurihsan, Juntika; Supriatna, Mamat
Psikopedagogia Vol. 8 No. 1: June 2019
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/psikopedagogia.v8i1.17896

Abstract

The study aims to know the effectiveness of personal guidance to develop moral reasoning. This research method used a quasi-experimental with a non-equivalent pretest-posttest control group design. Data collection used a moral reasoning questionnaire covering aspects of compliance, truth, and justice. The research sample consisted of 66 students of class VIII SMP N 2 Ciledug. The sampling technique used purposive sampling. The results showed that personal guidance was effective in developing students' moral reasoning. The benefits of the results of this study can be used as a basis for consideration in developing guidance and counseling service programs, especially in developing personal guidance services in improving adolescent moral reasoning.
Differential responses to academic stress during the COVID-19 pandemic, transition, and the new normal period Kurniawan, Luky; Sutanti, Natri; Aryani, Eka; Laras, Palasara Brahmani; Nuryana, Zalik; Nastain, Muhamad
Journal of Education and Learning (EduLearn) Vol 18, No 2: May 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/edulearn.v18i2.21058

Abstract

This study aimed to investigate decreasing student academic stress in distance learning during the COVID-19 pandemic, transition period, and new normal era by giving a self-help module to students. This research employed an experimental approach with a group pre-test post-test design with quantitative analytics. The perceived academic stress scale (PASS) and module evaluation scale were utilized to assess students' academic stress levels and their understanding of the module. The subjects consisted of one male student and thirty-seven female students, as the school was dominated by female students. This study indicated that students' academic stress levels during the pandemic and the new normal were in the medium range (18.82 - 19.97). The results showed that there was no significant difference in academic stress between the pandemic and the transition period (t = 1.322, p 0.05) and the data between the pandemic and the new normal (t = -1.426, p 0.05), while between the transition period and the new normal, it showed a significant difference (t = -4.189, p 0.05). The study recommends that schools develop future guidance and counseling programs to help students cope with stress and build resilience. This study's findings can inform policy decisions and academic interventions to support students' mental health and academic success during challenging times.
Moral Intelligence Inventory: A Moral Intelligence Measurement Tool for Public Junior High School Students Asruro Rozak, Azza; Soejanto, Laily Tiarani; Khairul Bariyyah; Palasara Brahmani Laras
International Journal of Applied Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/ijagc.v5i2.4052

Abstract

Moral intelligence is the ability to differentiate between right and wrong, create exact choices, and behave ethically according to applicable norms and rules. This development is purposed to produce a moral intelligence inventory. This method applies Borg and Gall development model. The population of this research is students of junior high schools in Malang. Indeed, the sampling is decided through cluster random sampling, wherein 300 students were selected as the research sample. The data are analyzed using Product Moment Pearson analysis, Alpha Cronbach, normality test, and factor analysis. This development draws on a moral intelligence inventory product for junior high school students in Malang, which consists of 45 statement items. These met the criteria of moral intelligence inventory, validity test, and reliability test on a high scale with a 0.907 coefficient. Future research is suggested to improve moral intelligence inventory for elementary, senior high school, and vocational school students. They considered that these levels' development, age maturity, and learning process differ from junior high school. Additionally, the following researchers are expected to employ other theories that discuss moral intelligence to assist students in finding out their moral intelligence level. Keywords: Moral intelligence, vocational school, students.
Role of Peer Groups in Career Exploration of Generation Z in Responding to Work Transitions Hadi, Abdul; Aryani, Eka; Laras, Palasara Brahmani; Ismail, Affero Bin
Jurnal Kajian Bimbingan dan Konseling
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research examines the influence of peer groups in determining student career life. By using a quantitative approach, we aim to investigate the role of peer groups in Generation Z’s career exploration to respond to work transitions. The subjects of this study were 72 vocational high school students. Data collection was carried out using the Peer Group and Career Exploration scales which were developed by adapting the Likert scale. Our analysis results suggested that peer groups carry 57 percent effects on the participants’ career exploration of students. In addition, the results of the Pearson correlation test also showed a 0.755 correlation coefficient between the peer group and career exploration, indicating a strong correlation between the peer group and career exploration. Therefore, the higher peer group support increases the students’ career exploration abilities and vice versa. The influence of the peer group on career exploration ability is classified into a strong category.