Claim Missing Document
Check
Articles

TINJAUAN PELAKSANAAN SISTEM PENYIMPANAN DAN PENGAMBILAN REKAM MEDIS DI UPTD RAWAT INAP CISITU Kania Suryanita; Leni Herfiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1930

Abstract

Pendahuluan: Puskesmas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kesehatan untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya melalui penyelenggaraan rekam medis. Pelaksanaan rekam medis di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu salah satunya penyelenggaraan sistem penyimpanan dan pengambilan rekam medis yang merupakan faktor penting dalam pemberian pelayanan kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem penyimpanan dan pengambilan rekam medis di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu. Metode: penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi 3 orang petugas pendaftaran. Sampel terdiri dari 2 orang petugas pendaftaran yang berhubungan langsung dengan penyimpanan rekam medis dengan teknik sampling purposif. Tenik pengumpulan data dengan cara observasi lapangan, wawancara, dan studi pustaka. Hasil: dalam pelaksanaan rekam medis di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu menggunakan sentralisasi, penjajaran menggunakan straigh numerical filing (SNF) dan penomoran menggunakan seri-unit menuju family folder. Dalam pelaksanaan pengambilan rekam medis (retrieval) tidak adanya penggunaan alat bantu dan pengambilan rekam medis dilakukan selain petugas pendaftaran. Simpulan: dalam pelaksanaan sistem penyimpanan dan pengambilan rekam medis di UPTD Puskesmas Rawat Inap Cisitu masih kurang efektif. Disarankan bagi pihak puskesmas untuk membuat standar operasional prosedur penyimpanan dan pengambilan rekam medis, menambah jumlah petugas rekam medis sesuai dengan pendidikan dan kompetensinya, pengambilan rekam medis hanya dilakukan oleh petugas penyimpanan, dan menggunakan alat bantu saat pengambilan rekam medis seperti tracer/outguide, bon peminjaman dan buku ekspedisi untuk mempermudah pelacakan rekam medis.
ANALISIS PELAKSANAAN RETENSI REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT IBU ANAK LIMIJATI BANDUNG Zahra Mutiara; Leni Herfiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1935

Abstract

Seluruh proses pelayanan kesehatan di rumah sakit akan berjalan dengan baik apabila didukung dengan pelayanan yang baik pula, salah satu jenis pelayanan tersebut adalah rekam medis. Berdasarkan survei pendahuluan di masa Covid-19 RSIA Limijati Bandung menerima pelayanan untuk pasien Covid-19 dan vaksinasi covid-19, sehingga semakin bertambah rekam medis baru. Kondisi tersebut salahsatunya berdampak terhadap penuhnya ruang penyimpanan rekam medis maka rumah sakit wajib melaksanakan retensi sesuai standar prosedur operasional (SPO) yang berlaku. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan dan kendala retensi rekam medis di RSIA Limijati Bandung, metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diketahui bahwa belum ada petugas khusus untuk melaksanakan retensi, jadwal retensi tidak mengikuti kebijakan yang tertera pada standar prosedur operasional (SPO) melainkan melihat situasi jika sudah terjadi penumpukan di ruang penyimpanan, dalam pelaksanaannya ditemukan kendala dari sumber daya manusia yang terbatas dan sudah memiliki jobdesknya masing-masing di setiap harinya, sehingga tidak memiliki waktu untuk melakukan retensi. Disarankan agar ada petugas khusus dan ada pembagian tugas yang jelas terkait retensi, membuat jadwal dan tim pokja pelaksanaan retensi agar berjalan dengan semestinya serta mendukung pelayanan rekam medis yang efektif, efisien dan bermutu. Kata kunci : Retensi, in aktif, rekam medis
IMPLEMENTASI GRAFIK BARBER JOHNSON PADA APLIKASI MICROSOFT EXCEL DI RSUD CILILIN Mohammad Naufal Ikhsan Rizaldy; Ramdan Maulana; Leni Herfiyanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i3.1947

Abstract

Grafik barber johnson adalah grafik yang digunakan untuk menyajikan data rawat inap dengan jelas, barber johnson menjelaskan bagaimana pemakaian tempat tidur berdasarkan empat parameter sebagai indikator efisiensi pengelolaan tempat tidur rumah sakit dan keempat parameter tersebut dapat digambarkan dalam satu grafik secara bersamaan. Tujuan penelitian ini adalah mampu mengimplementasikan grafik Barber Johnson pada aplikasi microsoft excel untuk mengetahui apakah suatu tempat tidur yang terpakai itu sudah efisien atau belum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yang dimaksudkan untuk mengembangkan aplikasi Microsoft excel agar bisa menampilkan grafik barber johnson yang ditujukan untuk petugas rekam medis bagian pelaporan. Peneliti melakukan wawancara kepada pihak manajemen RSUD Cililin dan kepada petugas rekam medis bagian pelaporan. Kemudian peneliti juga melakukan dokumentasi terhadap data yang bersangkutan dengan pembutan grafik barber johnson. Hasil dari penelitian ini adalah terwujudnya aplikasi Microsoft excel yang dapat digunakan untuk membuat laporan tentang grafik barber johnson,yang semula pembuatan laporan barber johnson masih dikerjakan secara tulis tangan tanpa adanya grafik barber johnson, kini diharapkan dengan adanya implementasi grafik barber johnson pada aplikasi microsoft excel diharapkan dapat membantu petugas pelaporan dan juga diharapkan dapat membantu pihak manajemen RSUD Cililin dalam mengambil dan membuat kebijakan baru yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Kata Kunci : Barber Johnson, Microsoft Excell, Pelaporan Rumah Sakit
Outpatient Medical E-Resume in Support INA-CBGs Claims for Covid-19 Patients at Hospital Fitria Santika; Nurul Azmi Gumanti; Leni Herfiyanti; Candra Mecca Sufyana
MATRIK : Jurnal Manajemen, Teknik Informatika dan Rekayasa Komputer Vol 21 No 1 (2021)
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.955 KB) | DOI: 10.30812/matrik.v21i1.1401

Abstract

The lack of information needed to fulfill the claim requirements of Indonesia Case-Based Group (INA-CBGs) for Coronavirus Diseases (Covid-19) outpatients caused claim disputes, thus hampering the claim process for Covid-19 patients at Hospital. The existence of an electronic medical resume is believed to be a solution and make the claim process more effective. This study aimed to produce an electronic-based outpatient medical resume that fits the needs of Hospital X. The prototype method was chosen because it is suitable for developing systems quickly, and the results are easier to adjust because Hospital X can provide input in the system development process. Based on system testing using the black-box method, the medical e-resume system developed has overcome dispute claims at Hospital.
Forecasting Kebutuhan Rak Peyimpanan Rekam Medis Tahun 2025 Di Rumah Sakit Angkatan Udara Dr M. Salamun Siti Sarah Rohimah; Leni Herfiyanti
Jurnal Delima Harapan Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : AKADEMI KEBIDANAN HARAPAN MULYA PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31935/delima.v9i1.144

Abstract

One of the medical record service tools is a medical record storage rack. This is used to store medical recprd in a safe and confidential place, considering that the medical record them selves are original and protected by law. With a shelf that fits the storage capacity, this will not occur in the accumulation of medical record documents. Therefore, the research aims to determine the need for medical record storage racks for the next five years at the dr. M Salamun hospital. The type of research carried out using descriptive methods, and data collection methods with observation and documentation, the subjects used in this study were medical record files and the number of patient in a year. From the results obtained by researchers, new patients one day reaced 43 patients. As for the storage area of 102m2 and has 14 available shelves. With a distance between shelves of 80cm, with this, this researcher forecasts the need for shelves for the next years so that documents do not accumulate or scatter. And produced for 2025 forecasting as many as 5 shelves and an additional 62m2 square of the area.
KELENGKAPAN INFORMED CONSENT TINDAKAN BEDAH MENUNJANG AKREDITASI JCI STANDAR HPK 6 PASIEN ORTHOPEDI Leni Herfiyanti
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v3i2.89

Abstract

AbstractInformed consent is consent given by the patient or the patient’s family on the basis of description of the medical acts to be performed on the patient. For doctors informed consent can create a sense of security, and can be used self-defense against possible claims or lawsuits from patients or their families arise when unwanted. While the patient, is a tribute to the rights of the patient and can be used as an excuse lawsuit against the doctor, in case of deviations from the medical practice mean consent given medical action. In addition Informed consent is also one important indicator in the assessment of accreditation. Purpose of this study is to determine the completeness of the data on Informed Consent Orthopaedic surgery in patients at Dr Hasan Sadikin, knowing assessment JCI Accreditation Standards Assessment HPK.6 Orthopaedic patients at Dr Hasan Sadikin and determine completeness relation Informed Consent surgery with JCI Accreditation assessment Assessment Standards HPK.6. The method used in this research is descriptive method qualitative approach. The Data collection by observation, literature reviews, and interviews. Total population and sample in this study as many as 61 medical records. The results showed the biggest omissions contained in the charging Informed Consent items Prognosis explanation by 54.1%, Alternatives & Risk by 52.5%, and complications of 50.8%. Conclusion of the influence Completeness Implementation Completion and Informed Consent of the assessment JCI Accreditation Standards Assessment HPK.6.Keyword: Completeness of Informed consent, JCI accreditation standards, Patient and Family Rights Assessment 6AbstrakInformed consent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarga pasien atas dasar penjelasan mengenai tindak medis yang akan dilakukan terhadap pasien. Bagi dokter informed consent dapat membuat rasa aman, sekaligus dapat digunakan pembela diri terhadap kemungkinan adanya tuntutan atau gugatan dari pasien atau keluarganya apabila timbul yang tidak diinginkan. Sedangkan pasien, merupakan penghargaan terhadap hak-hak oleh pasien dan dapat digunakan sebagai alasan gugatan terhadap dokter, apabila terjadi penyimpangan praktik kedokteran dari maksud diberikannya persetujuan tindakan medis. Selain itu Informed consent juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian akreditasi. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk mengetahui kelengkapan pengisian data pada Informed Consent tindakan bedah pada pasien Orthopedi di RSUP Hasan Sadikin Bandung, mengetahui penilaian Akreditasi JCI Standar Penilaian HPK.6 pada pasien Orthopedi di RSUP Hasan Sadikin Bandung serta mengetahui kaitan kelengkapan pengisian fInformed Consent tindakan bedah dengan penilaian Akreditasi JCI Standar Penilaian HPK.6. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, tinjauan pustaka, dan wawancara. Jumlah populasi dan sampel dalam penelitian ini sebanyak 61 rekam medis. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidaklengkapan terbesar terdapat pada pengisian Informed Consent item penjelasan Prognosis sebesar 54,1% , Alternatif & Resiko sebesar 52,5%, dan Komplikasi sebesar 50,8%. Kata Kunci : Kelengkapan Informed consent, Standar akreditasi JCI, Penilaian Hak Pasien dan Keluarga (HPK) 6.
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI INDEKS PENYAKIT RAWAT INAP MENGGUNAKAN MICROSOFT VISUAL STUDIO 2010 Citra Halidia Ramadhani; Yuda Syahidin; Lathifah Umarul Ridiyat; Leni Herfiyanti
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 9 No 2 (2022): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v9i2.2097

Abstract

This research the medical record activities which has an influence on the quality medical services in hospitals are data processing, especially in making disease indexes and actions. The disease index activity found in this study is the processing of inpatient disease index data that has been computerized and integrated at SIMRS, but inputting disease index data is still done by pulling patient disease diagnosis data one by one into Microsoft Excel from SIMRS. So that the data input takes a long time and the patient's disease index cannot be processed as a whole into a report. This research aims to produce design of a disease index information system for inpatients using Microsoft Visual Studio 2010 and interviews were conducted directly by researchers to officers as a research method, observation and equipped with a literature review. The result of this study is to develop an existing patient disease index information system into an integrated information system so that the preparation of patient disease index reports can be done quickly, precisely and accurately.
Perancangan Sistem Informasi Kelengkapan Berkas Klaim BPJS IGD Menggunakan Visual Studio di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung Erlin Sri Mulyani; Ismi Wanda Agustin; Leni Herfiyanti; Candra Mecca Sufyana
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 9 No 3 (2022): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v9i3.2167

Abstract

In the development of sience that is increasingly advance today, checking the completeness of the emergency instalation files at the Muhammadiyah Bandung Hospital is still done manually and reports are still form of manual recording and only using Microsoft Excel. So to create effective and efficient data management and claim processing, an information system for the completeness of the ER file is needed to support BPJS claims using Microsoft Visual Studio and Microsoft Access database. The research method used is qualitative using a descriptive approach using words. Techniques in collecting data are carried out through the interview stage, the observation stage, and the documentation stage in the field of work. Meanwhile, the development method used in this research is the waterfall method through the stages of designing Context Diagrams, Data Flow Diagrams (DFD) Level 0, Entity Relationship Diagrams (ERD), and then implementation. This design is expected to make it easier for officers to display the results of a complete report on whether or not a medical record file, optimal data claims, and improve the quality of medical record services.
DESIGN AND BUILD INFORMATION SYSTEM FOR BPJS POLYCLINIC CLAIM FILE COMPLETENESS AT MUHAMMADIYAH HOSPITAL BANDUNG Tsaniya Aini Yasifa; Yuda Syahidin; Leni Herfiyanti
Jurnal Teknik Informatika (Jutif) Vol. 3 No. 4 (2022): JUTIF Volume 3, Number 4, August 2022
Publisher : Informatika, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jutif.2022.3.4.278

Abstract

Completeness of medical records is vital and important in the BPJS claim process in accordance with what is stated in the practical guidelines for administering and claiming BPJS health facilities. This study aims to design an information system for the completeness of the BPJS Polyclinic claim file at the Muhammadiyah Hospital in Bandung. This study uses a qualitative analysis method with a descriptive approach and waterfall for the design development method. The Waterfall method has a clear flow, so errors can be reduced, and makes project work more detailed. The data collection technique used is by means of observation, interviews, documentation and data analysis. Some of the problems found during the observation were incomplete medical records, the process of analyzing the completeness of medical records was done manually, not reading the diagnosis written by the doctor on the medical resume, the absence of a doctor's signature, and the absence of a photocopy of the patient's identity card, for example a photocopy of ID card and photocopy of BPJS card so that there is a delay in the claim process. Therefore, an information system is needed to support the completeness of medical records so that the BPJS claim process runs correctly and smoothly. The information system that the researcher built helps PMIK in carrying out BPJS claim activities.
Ketepatan Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal Amalia Dina Rosalin; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3257.46 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.117

Abstract

Ketepatan pengembalian berkas rekam medis di rumah sakit merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas kinerja unit rekam medis serta pelayanan di rumah sakit. Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) di rumah Sakit Mitra Siaga dan Peraturan Pemerintah standar waktu pengembalian rekam medis adalah 2x24 jam setelah pasien pulang. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketepatan pengembalian rekam medis pasien rawat inap. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Dari populasi 1.131 rekam medis pasien rawat inap bulan Maret 2021 yang diteliti pada bulan April 2021, peneliti mengambil sampel sebanyak 92 rekam medis sesuai hasil perhitungan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Dari hasil penelitian, sebanyak 25 rekam medis atau sebanyak 23% dikembalikan tepat waktu dan 67 rekam medis (77%) dikembalikan dengantidak tepat waktu. Maka dari hasil tersebut persentase pengembalian rekam medis tidak tepat waktu masih lebih tinggi dari pada angka persentase rekam medis yang dikembalikan tepat waktu. Keterlambatan pengembalian rekam medis dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya kedisiplinan pihak terkait dalam pelengkapan rekam medis dan juga alur pengembalian rekam medis yang tidak langsung dikembalikan ke unit rekam medis setelah pasien pulang.