Claim Missing Document
Check
Articles

Pelaksanaan K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat Triyani, Riski; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.185

Abstract

Latar Belakang:  Keselamatan menjadi kebutuhan bagi setiap mahluk hidup, secara tidak sadar mereka telah mengenal aspek keselamatan itu sendiri untuk mengantisipasi berbagai ancaman bahaya disekitar mereka. Sejalan dengan perkembangan zaman potensi bahaya yang dihadapi akan sangat beragam termasuk bahaya oleh manusia itu sendiri. Mengingat bahwa seluruh kegiatan rekam medis diselenggarakan oleh sumber daya manusia pencarian berkas rekam medis yang dilakukan oleh petugas harus cepat dan tepat bisa menimbulkan kecelakaan jika tidak berhati-hari serta kondisi berkas yang sudah rusak dan berdebu dapat menimbulkan gangguan kesehatan sehingga harus mendapatkan perhatian serius mengenai pelaksanaan K3 di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan data primer diperoleh dengan triangulasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi serta wawancara untuk mengetahui permasalahan yang sedang diteliti. Objek penelitian adalah 3 orang petugas penyimpanan rekam medis. Analisis data yang digunakan peneliti terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa belum ada prosedur tetap, kurangnya kesadaran petugas mengenai K3, ruang gerak untuk bekerja sempit, alat pelindung diri kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan K3 belum  baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan keselamatan dan Kesehatan kerja di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat dikatakan belum baik karena masih ditemukan beberapa permasalahan yang dapat menimbulkan kecelakaan pada petugas rekam medis sehingga mempengaruhi pada kinerja petugas.
Perancangan Sistem Informasi Keterangan Kematian di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Rizkita, Sabila; Herfiyanti, Leni; Abdussalaam, Falaah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.212

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan rawat darurat, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Sistem informasi rumah sakit di gunakan untuk mempermudah  dalam pengelolaan data pada rumah sakit. Sistem informasi seharusnya sudah menggunakan metode komputerisasi, proses penginputan data, proses pengambilan data maupun proses pengupdatean data menjadi sangat mudah, cepat, dan akurat.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Surat Keterangan Kematian menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II Sartika Asih Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode pengembangan yang digunakan adalah waterfall. Hasil: Hasil penelitian, terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan yaitu: (1) Lambatnya proses pencatatan data surat keterangan kematian. (2) Kurang lengkapnya data surat keterangan kematian. (3) Lambatnya proses pembuatan laporan pasien meninggal. Kesimpulan: Sistem informasi keterangan kematian di Rumah Sakit Bhayangkara TK.II Sartika Asih Bandung saat ini masih manual, di mana masih menggunakan formulir keterangan kematian. Pengolahan data surat keterangan kematian terdapat beberapa masalah diantaranya (1) kurang lengkapnya data surat keterangan kematian. (2) Lambatnya proses pembuatan laporan pasien meninggal. (3) Pelaporan yang dibutuhkan untuk membuat surat keterangan kematian belum memadai, karena tidak adanya form secara komputerisasi.
Tinjauan Aspek Keamanan dan Kerahasian Rekam Medis di Ruang Filing RS BSA Bandung Tarigan, Aloysius F; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.222

Abstract

Latar Belakang: Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan dokumen rekam medis. Keamanan dan kerahasian rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung masih belum terjaga. Masih ada selain petugas rekam medis yang bisa keluar masuk ke ruang Filing. Tujuan: Guna mengetahui keamanan dari beberapa segi aspek berkas rekam medis di ruang filing RSBSA Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi. Objek penelitian yaitu 50 dokumen rekam medis dan ruangan rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari segi aspek fisik tinta yang digunakan berwarna hitam dan kertas yang digunakan berukuran A4. Tidak adanya Out guide, bon peminjaman dan kamper. Selain itu masih ada petugas diluar rekam medis yang bisa keluar masuk dan meminjam dokumen rekam medis tanpa sepengetahuan petugas Filing, sehingga banyak dokumen rekam medis yang hilang atau terbawa oleh petugas. Aspek biologis adanya jamur, serangga seperti rayap, kecoa dan tikus. Aspek kimiawi adanya petugas rekam medis yang makan atau minum di ruang Filing. Aspek kerahasiaanya masih ada dokumen rekam medis yang terbawa atau hilang oleh petugas di luar rekam medis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan diantaranya untuk menjaga kerahasiaan rekam medis diperlukan ruang Filing yang memenuhi ketentuan dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis pasien. Ruang filing dapat dikatakan baik jika telah memenuhi prosedur yang ditentukan dan dapat menjamin keamanan serta terhindar dari kehilangan atau kerusakan yang dapat membahayakan dokumen rekam medis.
Kelengkapan Pengisian Formulir Persetujuan Tindakan Operasi (Informed Consent) Pada Pasien Bedah Rawat Inap Di Rumah Sakit X Bandung Amelia, Diah Indah; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.224

Abstract

Latar Belakang: Informed consent adalah penyampaian informasi dari dokter atau perawat kepada pasien sebelum suatu tindakan medis dilakukan. Hal ini penting dilakukan karena setiap pasien berhak mengetahui risiko dan manfaat dari tindakan medis yang akan dijalankan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) pada pasien bedah rawat inap di Rumah Sakit X Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sederhana dengan total 80 berkas rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) berjumlah 11 berkas dan yang tidak lengkap berjumlah 69 berkas. Ketidaklengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent dan kurangnya implementasi dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh selama peneliti menemukan beberapa ketidaklengkapan pengisian informed consent dari bulan Oktober, November dan Desember tahun 2020 dari operasi 409 populasi dan 80 sampel berkas informed consent tindakan operasi yang digunakan. Terdapat informed consent dengan pengisian data yang terisi lengkap sebesar 17% dan pengisian informed consent tidak terisi lengkap sebanyak 83%.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pasien Membawa Kartu Identitas Berobat (Kib) di Klinik Greencare Yusron Hafidh, Muhamad; Fitrianggraeni, Wulan; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v2i1.264

Abstract

Latar Belakang: Kartu Identitas Berobat (KIB) adalah alat petunjuk dokumen rekam medis yang memuat nomor rekam medis pasien dan identitas pasien serta merupakan sarana penunjang pada pelayanan kesehatan terutama pada bagian tempat pendaftaran pasien.Kartu ini harus dibawa ketika pasien mau berobat supaya memudahkan petugas dalam menemukan dokumen rekam medis pasien tersebut. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien untuk membawa kartu identitas berobat (KIB) di Klinik Greencare. Metode: Jenis penelitian ini kuantitatif deskriptif menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat di green medical clinic. Pengambilan sampel sebanyak 30 responden dilakukan dengan teknik random sampling. Pengumpulan data dari observasi menggunakan metode wawancara. Analisis Data Menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat. Hasil: Hasil analisis univariat menunjukan bahwa 18 responden (60%) tidak patuh membawa KIB, 15 responden (50%) laki-laki, 17 responden (56,7%) berumur >35 tahun, 13 responden (43,3%) berpendidikan rendah. Hasil analisis bivariat menunjukan hubungan antara usia dengan kepatuhan diperoleh nilai (p=value 0,004),  hubungan pendidikan dengan kepatuhan diperoleh nilai (p=value 0,016), hubungan jenis kelamin dengan ketaatan diperoleh nilai  (p=value 0,456). Kesimpulan: Usia dan pendidikan dikaitkan dengan kepatuhan pasien terhadap ID medis, jenis kelamin tidak terkait dengan kepatuhan pasien membawa kartu identitas berobat.
Pengaruh Kelengkapan Diagnosis Akhir Pada Ringkasan Pulang Terhadap Kualitas Ketepatan Kodifikasi di Rumah Sakit X Kota Bandung Alfiani, Silvia; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 12 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i12.276

Abstract

Latar belakang: Rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan, tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. Rumah Sakit kota Bandung, ditemukan kendala dalam kegiatan rekam medis salah satunya adalah kegiatan pengkodean (coding) antara lain penulisan diagnosa oleh dokter yang kurang jelas atau tidak lengkap Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan diagnosis akhir pada ringkasan pulang terhadap kualitas ketepatan kodifikasi di Rumah Sakit X Kota Bandung berdasarkan dokumen rekam medis triwulan 1 pada tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi, kuesioner, dan studi pustaka. Pengolahan data menggunakan SPSS dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Populasi dalam penelitian ini adalah 1.238 rekam medis pada triwulan I tahun 2021. Sampel yang digunakan sebanyak 100 rekam medis. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Responden pada penelitian ini sejumlah 18 orang. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) 65% kelengkapan diagnosis akhir mempengaruhi ketepatan kodifikasi dan mempunyai pengaruh yang sangat kuat, (2) ketidaklengkapan diagnosis akhir sebanyak 21 rekam medis, (3) ketepatan kodifikasi sebesar 68% dan (4) ketidaktepatan kodifikasi sebesar 32%. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini yaitu kelengkapan diagnosis akhir pada ringkasan pulang berpengaruh terhadap kualitas ketepatan kodifikasi