Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Anestesi Pasien Rawat Inap Terhadap Pemenuhan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS-1) HPK 5.2 di Rumah Sakit Umum Pindad Bandung: Influence of Informed Consent Forms Completeness of Inpatients Towards the Fulfilment of National Hospital Accreditation Standards of HPK 5.2 at Public Hospital of Pindad Leni Herfiyanti
JURNAL TERAS KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Teras Kesehatan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Politeknik Al Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38215/jutek.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan pengisian formulirinformed consent anestesi pasien rawat inap terhadap pemenuhan Standar NasionalAkreditasi Rumah Sakit (SNARS-1) HPK 5.2 di Rumah Sakit Umum PindadBandung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatifdengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalahobservasi dan studi pustaka. Hasil penelitian diperoleh kelengkapan formulir 77%dan tidak lengkap 23%. Dari penilaian standar akreditasi HPK 5.2, terdapat 1elemen yang tidak terpenuhi secara lengkap. Berdasarkan hasil pengaruh sebesar79,9%. Permasalahan yang terjadi diantaranya : (1) masih ditemukannya informedconsent anestesi yang belum terisi lengkap (2) Pada bagian isi informasi dantandatangan dokter sering kali diisi setelah selesai dilakukannya tindakan (3)Kurangnya ketelitian dan koordinasi perawat serta dokter petugas dalam pengisian.Adapun saran yang diberikan diantaranya : (1) diadakan sosialisi secara rutin (2)Memberikan penghargaan dan sanksi akan kelengkapan dan ketepatan penulisan (3)Formulir informed consent dilakukan sebelum tindakan agar semua item terisilengkap (4) Setiap meja kerja dilampirkan dan ditempelkan keharusan pengisianformulir informed consent anestesi sesuai dengan SOP (5) Menerapkan semuasusunan daftar pengobatan/tindakan/prosedur yang memerlukan persetujuan khususuntuk memenuhi elemen penilaian.
IMPLEMENTASI DIGITALISASI REKAM MEDIS DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN ELECTRONIC MEDICAL RECORD RS CICENDO Delfina Darianti; Vina Ervina Destiana Dewi; Leni Herfiyanti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v4i3.975

Abstract

Digitalisasi rekam medis atau alih media rekam medis adalah sebuah proses peralihan media dokumen rekam medis menjadi dokumen digital dengan menggunakan scanner. Digitalisasi rekam medis menjadi salah satu penunjang dalam pelaksanaan Electronic Medical Record (EMR). Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo telah melaksanakan kegiatan digitalisasi rekam medis sejak September 2020. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana proses implementasi digitalisasi rekam medis, faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan digitalisasi rekam medis, serta hambatan-hambatan yang ditemukan dalam proses digitalisasi rekam medis. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 6 orang petugas rekam medis. Dari kurang lebih 220.221 rekam medis aktif tahun 2015 sampai dengan tanggal 16 Juni 2021 pukul 14.27 WIB, terdapat sebanyak 58. 402 rekam medis yang telah didigitalisasikan dari periode September 2020 hingga Mei 2021. Sumber daya manusia, biaya, peralatan, metode serta material menjadi faktor-faktor yang menunjang dalam pelaksanaan digitalisasi rekam medis di PMN RS Mata Cicendo. Selain itu dalam pelaksanaannya pun masih ditemukan beberapa hambatan yang terjadi seperti kurangnya SDM, tidak adanya prosedur tetap, tidak adanya jadwal pemeliharaan rutin mesin scan serta banyaknya formulir rekam medis yang rusak.
Ketepatan Pengembalian Rekam Medis Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Mitra Siaga Tegal Dina Rosalin, Amalia; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.117

Abstract

Ketepatan pengembalian berkas rekam medis di rumah sakit merupakan salah satu unsur yang mempengaruhi kualitas kinerja unit rekam medis serta pelayanan di rumah sakit. Berdasarkan Standar Prosedur Operasional (SPO) di rumah Sakit Mitra Siaga dan Peraturan Pemerintah standar waktu pengembalian rekam medis adalah 2x24 jam setelah pasien pulang. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat ketepatan pengembalian rekam medis pasien rawat inap. Penelitian ini menggunakan teknik pendekatan kualitatif dengan metode observasi partisipatif dan pengambilan jumlah sampel menggunakan rumus slovin. Dari populasi 1.131 rekam medis pasien rawat inap bulan Maret 2021 yang diteliti pada bulan April 2021, peneliti mengambil sampel sebanyak 92 rekam medis sesuai hasil perhitungan menggunakan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10%. Dari hasil penelitian, sebanyak 25 rekam medis atau sebanyak 23% dikembalikan tepat waktu dan 67 rekam medis (77%) dikembalikan dengantidak tepat waktu. Maka dari hasil tersebut persentase pengembalian rekam medis tidak tepat waktu masih lebih tinggi dari pada angka persentase rekam medis yang dikembalikan tepat waktu. Keterlambatan pengembalian rekam medis dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya kedisiplinan pihak terkait dalam pelengkapan rekam medis dan juga alur pengembalian rekam medis yang tidak langsung dikembalikan ke unit rekam medis setelah pasien pulang.
Faktor Penyebab Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Kurnia Cilegon Az Zahra, Aliyah; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.118

Abstract

Ketepatan waktu dalam penyediaan rekam medis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjang pelayanan yang baik untuk pasien, namun beberapa hal membuat penyediaan rekam medis menjadi terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Kurnia Cilegon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis di bagian filing dengan menggunakan unsur 5M (man, material, methode, machine, money) untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis di pelayanan rawat jalan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara kepada petugas rekam medis. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis adalah rekam medis yang hilang, rusak, dan masih dalam peminjaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pengetahuan petugas rekam medis masih kurang, tidak diadakan pelatihan, tidak diadakan evaluasi sehingga Standar Operasional Prosedur (SOP) pendistribusian dan peminjaman tidak dijalankan secara maksimal, rak yang tidak dapat menyimpan rekam medis karena terlalu penuh dan map rekam medis yang mudah rusak.
Pengaruh Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Rekam Medis di Bagian Pendaftaran Rawat Jalan RSU Bina Sehat indriyani, Vira; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.139

Abstract

Latar Belakang: Tempat pertama kali terjadinya kontak antara pasien dengan rumah sakit adalah Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) merupakan salah satu bagian pelayanan kesehatan yang menangani penerimaan pasien, baik yang akan berobat jalan maupun yang akan dirawat inap di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rekam medis pendaftaran rawat jalan RSU Bina Sehat. Metode penelitian: menggunakan pendekatan kuantitafit dengan Variabel Bebas (Kepuasan Pasien) dan Variabel Terkait (Mutu Pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran rawat jalan). Teknik pengumpulan data primer meliputi penyebaran kuesioner, wawancara, studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien rawat jalan RSU Bina Sehat. Sampel yang diambil menggunakan rumus taro Yamane yang menghasilkan 99 sampel. Teknik Analisis data Uji Validasi, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Linearitas, Uji Hipotesis T, Uji Korelasi, Uji Regresi Linear sederhana, Uji Signifikan dan Koefisien Determinasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 64,2% artinya ada pengaruh dari variabel kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rekam medis di bagaian pendaftaran rawat jalan RSU Bina Sehat, sedangkan sisanya 35,8% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan: Dari penelitian ini terdapat beberapa masalah yaitu: (1) Mutu pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran rawat jalan yang kurang maksimal, (2) Proses antrian pendaftaran pasien rawat jalan yang cukup lama. Saran dalam penelitian ini: (1) Sebaiknya agar pihak rumah sakit dapat melakukan pelatihan dan pendidikan kepada para petugas pelayanan pendaftran guna meningkatkan kepuasan pasien dalam mutu pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran rawat jalan. (2) Sebaiknya agar pihak rumah sakit dapat menambah sumber daya manusia di bagian pendaftaran rawat jalan agar meminimalisir antrian yang cukup lama.
Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Petugas Penyimpanan di Rumah Sakit X Kota Cimahi Amelia Arsyah, Fizki; Nurul Hidayah, Siti; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.140

Abstract

Latar Belakang: Penyimpanan adalah salah satu dari bagian unit rekam medis yang bertugas menyimpan menyediakan meretensi dan membantu dalam pelaksanaan pemusnahan rekam medis dalam meningkatkan sistem dan produktifitas kerja unit rekam medis maka keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja sangat diutamakan. Berdasarkan observasi di Rumah Sakit X Kota Cimahi menunjukan keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas di ruangan penyimpanan belum efektif sehingga perlu dilakukannya evaluasi terhadap keamanan kesehatan dan keselamatan kerja diruang penyimpanan Rumah Sakit X Kota Cimahi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan ruang penyimpanan terhadap keamanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas penyimpanan di Rumah Sakit X Kota Cimahi. Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5 orang petugas penyimpanan. Objek yang diambil dalam penelitian ini yaitu ruangan penyimpanan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa di ruang penyimpanan Rumah Sakit X Kota Cimahi mengenai keamanan kesehatan dan keselamatan petugas penyimpanan belum efektif pada ukuran tinggi rak dan jarak antara rak yang sempit, ventilasi udara yang kurang, kardus yang tercecer dan kapasitas penuhnya rak sehingga dapat menimbulkaan resiko petugas terjatuh, pegal-pegal, tertimpa rekam medis, sesak nafas dan tersandung. Kesimpulan: kesimpulan keadaan ruang penyimpanan terhadap keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas penyimpanan di Rumah Sakit X Kota Cimahi masih menimbulkan faktor risiko kecelakaan kerja Ukuran Rak Penyimpanan yang kurang luas, Ukuran Rak Penyimpanan yang kurang luas, Rak terbuka yang terlalu tinggi.
Analisis Ketepatan Kode External Cause di Rumah Sakit Angkatan Udara dr.M.Salamun Nur Fadhilah, Gishella; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.146

Abstract

Latar Belakang: External cause adalah kode yang digunakan dalam mengklasifikasi penyebab luar terjadinya suatu penyakit yang diakibatkan karena kasus kecelakaan, cedera, pendarahan, keracunan, bencana alam, maupun penyebab lainnya. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan kode external cause berdasarkan ICD 10, untuk mengetahui proses pelaksanaan pengkodean external cause dan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan kode external cause. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sederhana dengan total sampel berjumlah 70 dokumen rekam medis. Hasil: menunjukan bahwa ketepatan kode external cause hanya berjumlah 1 kasus dengan kode tepat, dan 69 kasus dengan kode tidak tepat. Ketidaktepatan kode external cause disebabkan oleh kesalahan pemilihan blok kategori, kesalahan pemilihan kategori tiga karakter, kesalahan pemilihan kode karakter ke empat dan tidak adanya kode karakter ke lima. Kesimpulan: Ketepatan kode external cause di Rumah Sakit Angkatan Udara dr.M.Salamun masih tergolong kurang baik Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1,43% atau sebanyak 1 kasus dengan kode yang tepat dan sebesar 98,57% atau sebanyak 69 kasus dengan kode yang tidak tepat.
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Rawat Inap Di RSUD Bayu Asih Purwakarta Ahmad Maulana, Dendi; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.147

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit merupakan suatu organisasi yang bergerak dibidang pelayanan, oleh karena itu wajib menyelenggarakan rekam medis demi tercapainya administrasi yang baik. Pendaftaran, pengisian data, pengolahan dan analisis serta pendokumentasian, hal tersebut merupakan proses dari penyelenggaraan rekam medis. Pengisian rekam medis di katakan baik jika item item pada lembar rekam medis diisi dengan data yang lengkap. Rekam medis yang lengkap merupakan nilai mutu dari sebuah rumah sakit tersebut. Tujuan: Berdasarkan latar belakang di atas peneliti ingin mengetahui persentase angka kelengkapan pengisian rekam medis di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rekam medis rawat inap sebanyak 82 rekam medis. Hasil: Persentase kelengkapan untuk rekam medis identitas pasien sebesar 100%, ringkasan masuk dan keluar sebesar 100%, General consent sebesar 100%, Informed consent bedah sebesar 52,5%, laporan anastesi sebesar 100%, Asesmen gizi sebesar 84,1%, Resiko jatuh sebesar 97,5%. Kelengkapan pada pengisian rekam medis rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang paling tinggi pada item Informed consent bedah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian d iatas yang dilakukan di RSUD Bayu Asih Purwakata persentase kelengkapan untuk rekam medis identitas pasien sebesar 100%, ringkasan masuk dan keluar sebesar 100%, General consent sebesar 100%, Informed consent bedah sebesar 52,5%, laporan anastesi sebesar 100%, Asesmen gizi sebesar 84,1%, Resiko jatuh sebesar 97,5%.
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Bina Sehat Bandung Gumilar, Raisa Alamanda; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.163

Abstract

Latar Belakang: Pencatatan rekam medis yang baik yaitu rekam medis yang diisi jelas, lengkap dan tepat waktu. Ketidaklengkapan pengisian dalam rekam medis akan menghambat laporan dan pelayanan rawat inap. Hal tersebut belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi kelengkapan rekam medis rawat inap. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, peneliti mengambil subjek sebanyak 1 orang petugas dibagian assembling. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis rawat  inap bulan Maret 2021 sebanyak 426 rekam medis dan didapatkan sampel berdasarkan rumus slovin sebanyak 81 berkas. Hasil: Dari hasil penelitian ditemukan kelengkapan identifikasi 100%, kelengkapan laporan penting 62,96%, kelengkapan autentifikasi 16,05% dan kelengkapan pencatatan yang benar 72,84%, menunjukan bahwa kelengkapan pengisian rekam medis dari ke empat aspek  tersebut masih tinggi. Kesimpulan: Kesimpulan yang dapat dilihat bahwa pengisian rekam medis rawat inap pada bulan maret 2021 di RSU Bina Sehat Bandung masih belum mencapai 100% dikarenakan keterbatasan waktu dokter dalam mengisi rekam medis dan sering terlewat beberapa formulir sehingga tidak terisi.
Pelaksanaan K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat Triyani, Riski; Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.185

Abstract

Latar Belakang:  Keselamatan menjadi kebutuhan bagi setiap mahluk hidup, secara tidak sadar mereka telah mengenal aspek keselamatan itu sendiri untuk mengantisipasi berbagai ancaman bahaya disekitar mereka. Sejalan dengan perkembangan zaman potensi bahaya yang dihadapi akan sangat beragam termasuk bahaya oleh manusia itu sendiri. Mengingat bahwa seluruh kegiatan rekam medis diselenggarakan oleh sumber daya manusia pencarian berkas rekam medis yang dilakukan oleh petugas harus cepat dan tepat bisa menimbulkan kecelakaan jika tidak berhati-hari serta kondisi berkas yang sudah rusak dan berdebu dapat menimbulkan gangguan kesehatan sehingga harus mendapatkan perhatian serius mengenai pelaksanaan K3 di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan data primer diperoleh dengan triangulasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi serta wawancara untuk mengetahui permasalahan yang sedang diteliti. Objek penelitian adalah 3 orang petugas penyimpanan rekam medis. Analisis data yang digunakan peneliti terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa belum ada prosedur tetap, kurangnya kesadaran petugas mengenai K3, ruang gerak untuk bekerja sempit, alat pelindung diri kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan K3 belum  baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan keselamatan dan Kesehatan kerja di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat dikatakan belum baik karena masih ditemukan beberapa permasalahan yang dapat menimbulkan kecelakaan pada petugas rekam medis sehingga mempengaruhi pada kinerja petugas.