Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor Penyebab Keterlambatan Penyediaan Rekam Medis Rawat Jalan di Rumah Sakit Kurnia Cilegon Aliyah Az Zahra; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5342.668 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.118

Abstract

Ketepatan waktu dalam penyediaan rekam medis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjang pelayanan yang baik untuk pasien, namun beberapa hal membuat penyediaan rekam medis menjadi terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui faktor-faktor keterlambatan penyediaan rekam medis rawat jalan di Rumah Sakit Kurnia Cilegon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif untuk menganalisis faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis di bagian filing dengan menggunakan unsur 5M (man, material, methode, machine, money) untuk mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis di pelayanan rawat jalan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara kepada petugas rekam medis. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis adalah rekam medis yang hilang, rusak, dan masih dalam peminjaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan dan pengetahuan petugas rekam medis masih kurang, tidak diadakan pelatihan, tidak diadakan evaluasi sehingga Standar Operasional Prosedur (SOP) pendistribusian dan peminjaman tidak dijalankan secara maksimal, rak yang tidak dapat menyimpan rekam medis karena terlalu penuh dan map rekam medis yang mudah rusak.
Pengaruh Kepuasan Pasien Terhadap Mutu Pelayanan Rekam Medis di Bagian Pendaftaran Rawat Jalan RSU Bina Sehat Vira indriyani; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.186 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.139

Abstract

Latar Belakang: Tempat pertama kali terjadinya kontak antara pasien dengan rumah sakit adalah Tempat Pendaftaran Pasien Rawat Jalan (TPPRJ) merupakan salah satu bagian pelayanan kesehatan yang menangani penerimaan pasien, baik yang akan berobat jalan maupun yang akan dirawat inap di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rekam medis pendaftaran rawat jalan RSU Bina Sehat. Metode penelitian: menggunakan pendekatan kuantitafit dengan Variabel Bebas (Kepuasan Pasien) dan Variabel Terkait (Mutu Pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran rawat jalan). Teknik pengumpulan data primer meliputi penyebaran kuesioner, wawancara, studi pustaka. Populasi dalam penelitian ini merupakan pasien rawat jalan RSU Bina Sehat. Sampel yang diambil menggunakan rumus taro Yamane yang menghasilkan 99 sampel. Teknik Analisis data Uji Validasi, Uji Reliabilitas, Uji Normalitas, Uji Linearitas, Uji Hipotesis T, Uji Korelasi, Uji Regresi Linear sederhana, Uji Signifikan dan Koefisien Determinasi. Hasil: penelitian ini menunjukkan nilai koefisien determinasi sebesar 64,2% artinya ada pengaruh dari variabel kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan rekam medis di bagaian pendaftaran rawat jalan RSU Bina Sehat, sedangkan sisanya 35,8% dipengaruhi faktor lain yang tidak diteliti. Kesimpulan: Dari penelitian ini terdapat beberapa masalah yaitu: (1) Mutu pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran rawat jalan yang kurang maksimal, (2) Proses antrian pendaftaran pasien rawat jalan yang cukup lama. Saran dalam penelitian ini: (1) Sebaiknya agar pihak rumah sakit dapat melakukan pelatihan dan pendidikan kepada para petugas pelayanan pendaftran guna meningkatkan kepuasan pasien dalam mutu pelayanan rekam medis di bagian pendaftaran rawat jalan. (2) Sebaiknya agar pihak rumah sakit dapat menambah sumber daya manusia di bagian pendaftaran rawat jalan agar meminimalisir antrian yang cukup lama.
Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja Petugas Penyimpanan di Rumah Sakit X Kota Cimahi Fizki Amelia Arsyah; Siti Nurul Hidayah; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 7 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4049.108 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i7.140

Abstract

Latar Belakang: Penyimpanan adalah salah satu dari bagian unit rekam medis yang bertugas menyimpan menyediakan meretensi dan membantu dalam pelaksanaan pemusnahan rekam medis dalam meningkatkan sistem dan produktifitas kerja unit rekam medis maka keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja sangat diutamakan. Berdasarkan observasi di Rumah Sakit X Kota Cimahi menunjukan keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja pada petugas di ruangan penyimpanan belum efektif sehingga perlu dilakukannya evaluasi terhadap keamanan kesehatan dan keselamatan kerja diruang penyimpanan Rumah Sakit X Kota Cimahi. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan ruang penyimpanan terhadap keamanan kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas penyimpanan di Rumah Sakit X Kota Cimahi. Metode: Metode penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 5 orang petugas penyimpanan. Objek yang diambil dalam penelitian ini yaitu ruangan penyimpanan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa di ruang penyimpanan Rumah Sakit X Kota Cimahi mengenai keamanan kesehatan dan keselamatan petugas penyimpanan belum efektif pada ukuran tinggi rak dan jarak antara rak yang sempit, ventilasi udara yang kurang, kardus yang tercecer dan kapasitas penuhnya rak sehingga dapat menimbulkaan resiko petugas terjatuh, pegal-pegal, tertimpa rekam medis, sesak nafas dan tersandung. Kesimpulan: kesimpulan keadaan ruang penyimpanan terhadap keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas penyimpanan di Rumah Sakit X Kota Cimahi masih menimbulkan faktor risiko kecelakaan kerja Ukuran Rak Penyimpanan yang kurang luas, Ukuran Rak Penyimpanan yang kurang luas, Rak terbuka yang terlalu tinggi.
Analisis Ketepatan Kode External Cause di Rumah Sakit Angkatan Udara dr.M.Salamun Gishella Nur Fadhilah; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4470.88 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.146

Abstract

Latar Belakang: External cause adalah kode yang digunakan dalam mengklasifikasi penyebab luar terjadinya suatu penyakit yang diakibatkan karena kasus kecelakaan, cedera, pendarahan, keracunan, bencana alam, maupun penyebab lainnya. Tujuan: tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan kode external cause berdasarkan ICD 10, untuk mengetahui proses pelaksanaan pengkodean external cause dan untuk mengetahui faktor penyebab ketidaktepatan kode external cause. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian survey deskriptif. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sederhana dengan total sampel berjumlah 70 dokumen rekam medis. Hasil: menunjukan bahwa ketepatan kode external cause hanya berjumlah 1 kasus dengan kode tepat, dan 69 kasus dengan kode tidak tepat. Ketidaktepatan kode external cause disebabkan oleh kesalahan pemilihan blok kategori, kesalahan pemilihan kategori tiga karakter, kesalahan pemilihan kode karakter ke empat dan tidak adanya kode karakter ke lima. Kesimpulan: Ketepatan kode external cause di Rumah Sakit Angkatan Udara dr.M.Salamun masih tergolong kurang baik Berdasarkan hasil penelitian terdapat 1,43% atau sebanyak 1 kasus dengan kode yang tepat dan sebesar 98,57% atau sebanyak 69 kasus dengan kode yang tidak tepat.
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Rawat Inap Di RSUD Bayu Asih Purwakarta Dendi Ahmad Maulana; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 8 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3037.075 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i8.147

Abstract

Latar Belakang: Rumah Sakit merupakan suatu organisasi yang bergerak dibidang pelayanan, oleh karena itu wajib menyelenggarakan rekam medis demi tercapainya administrasi yang baik. Pendaftaran, pengisian data, pengolahan dan analisis serta pendokumentasian, hal tersebut merupakan proses dari penyelenggaraan rekam medis. Pengisian rekam medis di katakan baik jika item item pada lembar rekam medis diisi dengan data yang lengkap. Rekam medis yang lengkap merupakan nilai mutu dari sebuah rumah sakit tersebut. Tujuan: Berdasarkan latar belakang di atas peneliti ingin mengetahui persentase angka kelengkapan pengisian rekam medis di RSUD Bayu Asih Purwakarta. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah rekam medis rawat inap sebanyak 82 rekam medis. Hasil: Persentase kelengkapan untuk rekam medis identitas pasien sebesar 100%, ringkasan masuk dan keluar sebesar 100%, General consent sebesar 100%, Informed consent bedah sebesar 52,5%, laporan anastesi sebesar 100%, Asesmen gizi sebesar 84,1%, Resiko jatuh sebesar 97,5%. Kelengkapan pada pengisian rekam medis rawat inap di RSUD Bayu Asih Purwakarta yang paling tinggi pada item Informed consent bedah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian d iatas yang dilakukan di RSUD Bayu Asih Purwakata persentase kelengkapan untuk rekam medis identitas pasien sebesar 100%, ringkasan masuk dan keluar sebesar 100%, General consent sebesar 100%, Informed consent bedah sebesar 52,5%, laporan anastesi sebesar 100%, Asesmen gizi sebesar 84,1%, Resiko jatuh sebesar 97,5%.
Analisis Kelengkapan Rekam Medis Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Bina Sehat Bandung Raisa Alamanda Gumilar; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3847.94 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.163

Abstract

Latar Belakang: Pencatatan rekam medis yang baik yaitu rekam medis yang diisi jelas, lengkap dan tepat waktu. Ketidaklengkapan pengisian dalam rekam medis akan menghambat laporan dan pelayanan rawat inap. Hal tersebut belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit. Tujuan: Tujuan dari penelitian adalah untuk mengidentifikasi kelengkapan rekam medis rawat inap. Metode: Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, peneliti mengambil subjek sebanyak 1 orang petugas dibagian assembling. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh rekam medis rawat  inap bulan Maret 2021 sebanyak 426 rekam medis dan didapatkan sampel berdasarkan rumus slovin sebanyak 81 berkas. Hasil: Dari hasil penelitian ditemukan kelengkapan identifikasi 100%, kelengkapan laporan penting 62,96%, kelengkapan autentifikasi 16,05% dan kelengkapan pencatatan yang benar 72,84%, menunjukan bahwa kelengkapan pengisian rekam medis dari ke empat aspek  tersebut masih tinggi. Kesimpulan: Kesimpulan yang dapat dilihat bahwa pengisian rekam medis rawat inap pada bulan maret 2021 di RSU Bina Sehat Bandung masih belum mencapai 100% dikarenakan keterbatasan waktu dokter dalam mengisi rekam medis dan sering terlewat beberapa formulir sehingga tidak terisi.
Pelaksanaan K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat Riski Triyani; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 9 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.11 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i9.185

Abstract

Latar Belakang:  Keselamatan menjadi kebutuhan bagi setiap mahluk hidup, secara tidak sadar mereka telah mengenal aspek keselamatan itu sendiri untuk mengantisipasi berbagai ancaman bahaya disekitar mereka. Sejalan dengan perkembangan zaman potensi bahaya yang dihadapi akan sangat beragam termasuk bahaya oleh manusia itu sendiri. Mengingat bahwa seluruh kegiatan rekam medis diselenggarakan oleh sumber daya manusia pencarian berkas rekam medis yang dilakukan oleh petugas harus cepat dan tepat bisa menimbulkan kecelakaan jika tidak berhati-hari serta kondisi berkas yang sudah rusak dan berdebu dapat menimbulkan gangguan kesehatan sehingga harus mendapatkan perhatian serius mengenai pelaksanaan K3 di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui K3 di Ruang Penyimpanan Rekam Medis RSU Bina Sehat. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dan data primer diperoleh dengan triangulasi. Teknik pengumpulan data yaitu observasi serta wawancara untuk mengetahui permasalahan yang sedang diteliti. Objek penelitian adalah 3 orang petugas penyimpanan rekam medis. Analisis data yang digunakan peneliti terdiri dari data reduction, data display, dan conclusion. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa belum ada prosedur tetap, kurangnya kesadaran petugas mengenai K3, ruang gerak untuk bekerja sempit, alat pelindung diri kurang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan K3 belum  baik. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelaksanaan keselamatan dan Kesehatan kerja di ruang penyimpanan rekam medis RSU Bina Sehat dikatakan belum baik karena masih ditemukan beberapa permasalahan yang dapat menimbulkan kecelakaan pada petugas rekam medis sehingga mempengaruhi pada kinerja petugas.
Perancangan Sistem Informasi Keterangan Kematian di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Sabila Rizkita; Leni Herfiyanti; Falaah Abdussalaam
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4701.086 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.212

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan rawat darurat, seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Sistem informasi rumah sakit di gunakan untuk mempermudah  dalam pengelolaan data pada rumah sakit. Sistem informasi seharusnya sudah menggunakan metode komputerisasi, proses penginputan data, proses pengambilan data maupun proses pengupdatean data menjadi sangat mudah, cepat, dan akurat.   Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk merancang Sistem Informasi Surat Keterangan Kematian menggunakan Microsoft Visual Studio 2010 di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. II Sartika Asih Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan studi pustaka. Metode pengembangan yang digunakan adalah waterfall. Hasil: Hasil penelitian, terdapat beberapa permasalahan yang ditemukan yaitu: (1) Lambatnya proses pencatatan data surat keterangan kematian. (2) Kurang lengkapnya data surat keterangan kematian. (3) Lambatnya proses pembuatan laporan pasien meninggal. Kesimpulan: Sistem informasi keterangan kematian di Rumah Sakit Bhayangkara TK.II Sartika Asih Bandung saat ini masih manual, di mana masih menggunakan formulir keterangan kematian. Pengolahan data surat keterangan kematian terdapat beberapa masalah diantaranya (1) kurang lengkapnya data surat keterangan kematian. (2) Lambatnya proses pembuatan laporan pasien meninggal. (3) Pelaporan yang dibutuhkan untuk membuat surat keterangan kematian belum memadai, karena tidak adanya form secara komputerisasi.
Tinjauan Aspek Keamanan dan Kerahasian Rekam Medis di Ruang Filing RS BSA Bandung Aloysius F Tarigan; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3989.109 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.222

Abstract

Latar Belakang: Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan dokumen rekam medis. Keamanan dan kerahasian rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung masih belum terjaga. Masih ada selain petugas rekam medis yang bisa keluar masuk ke ruang Filing. Tujuan: Guna mengetahui keamanan dari beberapa segi aspek berkas rekam medis di ruang filing RSBSA Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi. Objek penelitian yaitu 50 dokumen rekam medis dan ruangan rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari segi aspek fisik tinta yang digunakan berwarna hitam dan kertas yang digunakan berukuran A4. Tidak adanya Out guide, bon peminjaman dan kamper. Selain itu masih ada petugas diluar rekam medis yang bisa keluar masuk dan meminjam dokumen rekam medis tanpa sepengetahuan petugas Filing, sehingga banyak dokumen rekam medis yang hilang atau terbawa oleh petugas. Aspek biologis adanya jamur, serangga seperti rayap, kecoa dan tikus. Aspek kimiawi adanya petugas rekam medis yang makan atau minum di ruang Filing. Aspek kerahasiaanya masih ada dokumen rekam medis yang terbawa atau hilang oleh petugas di luar rekam medis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan diantaranya untuk menjaga kerahasiaan rekam medis diperlukan ruang Filing yang memenuhi ketentuan dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis pasien. Ruang filing dapat dikatakan baik jika telah memenuhi prosedur yang ditentukan dan dapat menjamin keamanan serta terhindar dari kehilangan atau kerusakan yang dapat membahayakan dokumen rekam medis.
Kelengkapan Pengisian Formulir Persetujuan Tindakan Operasi (Informed Consent) Pada Pasien Bedah Rawat Inap Di Rumah Sakit X Bandung Diah Indah Amelia; Leni Herfiyanti
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3597.991 KB) | DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.224

Abstract

Latar Belakang: Informed consent adalah penyampaian informasi dari dokter atau perawat kepada pasien sebelum suatu tindakan medis dilakukan. Hal ini penting dilakukan karena setiap pasien berhak mengetahui risiko dan manfaat dari tindakan medis yang akan dijalankan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) pada pasien bedah rawat inap di Rumah Sakit X Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sederhana dengan total 80 berkas rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) berjumlah 11 berkas dan yang tidak lengkap berjumlah 69 berkas. Ketidaklengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent dan kurangnya implementasi dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh selama peneliti menemukan beberapa ketidaklengkapan pengisian informed consent dari bulan Oktober, November dan Desember tahun 2020 dari operasi 409 populasi dan 80 sampel berkas informed consent tindakan operasi yang digunakan. Terdapat informed consent dengan pengisian data yang terisi lengkap sebesar 17% dan pengisian informed consent tidak terisi lengkap sebanyak 83%.