Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Inquiry Based Learning untuk Meningkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar Kognitif Siswa Lukas Liku Kadiwone; Iwan Doddy Dharmawibawa; Septiana Dwi Utami
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 10, No 1 (2022): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v10i1.4647

Abstract

This study aims to increase the activity and cognitive learning outcomes of students through the application of the Inquiry Based Learning model. This type of research is Classroom Action Research (CAR). The subjects in this study were all seventh grade students of SMP Negeri 5 Mataram in the 2021/2022 academic year. The instruments used in this study were lesson plans implementation sheets, student activity observation sheets, and student cognitive learning outcomes tests. The results showed that the implementation of the lesson plan increased in the first cycle of the first meeting reaching 80.98%, at the second meeting it reached 85.71% with a very good category. The implementation of the lesson plans in the second cycle of the first meeting reached 80.71%, and at the second meeting it reached 90.47% with a very good category. The student activity sheets in the first cycle reached 55% with a fairly good category, while the student activity sheets in the second cycle reached 72% in the good category. The results of the student's cognitive learning test in the first cycle obtained an average value of 56 with a classical completeness score achieved 40% in the incomplete category. The test of students' cognitive learning outcomes in the second cycle obtained an average value of 77, with the classical completeness score achieved 90% in the complete category. Thus, it can be concluded that, there is an increase in the activity and cognitive learning outcomes of students through the application of the Inquiry Based Learning learning model.
PELATIHAN PEMBUATAN RUBRIK SKOR PENILAIAN BAGI GURU NON KEPENDIDIKAN DI SMK NEGERI 8 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Titi Laily Hajiriah; Septiana Dwi Utami; Siti Rabiatul Fajri; Saidil Mursali
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.436 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v1i2.1027

Abstract

Dalam membuat penskoran dan pembobotan butir soal suatu tes, maka yang harus diperhatikan adalah tingkatan dalam setiap domain (kognitif, afektif, dan psikomotor). Bentuk perangkat tes yang baik adalah tes yang butir-butir soalnya disusun dengan memperhatikan komponen-komponen tingkatan dalam suatu domain dan tersusun lebih dari satu bentuk tes. Sebelum atau selama pembuatan soal tes, guru harus merencanakan bentuk-bentuk penskoran yang akan diberlakukan. Hal ini akan dapat membantu guru dalam melaksanakan prinsip objektif dan metodik dalam kegiatan penskoran sehingga tidak terkesan asal memberi skor. Hasil penskoran yang terencana akan memudahkan kegiatan berikutnya dalam penilaian, yaitu mengkonversi skor hasil belajar menjadi skor prestasi atau nilai standar. Kegiatan pengabdian ini diperuntukkan bagi guru-guru non kependidikan di SMK Negeri 8 Mataram untuk lebih mengutamakan kearifan dalam memberikan skor penilaian hasil belajar sesuai mata pelajaran yang mereka kuasai. Target dan luaran dalam pengabdian ialah akan menghasilkan guru SMK Negeri 8 Mataram yang memiliki kemampuan dalam membuat rubrik skor. Luaran yang diharapkan dalam pengabdian ialah mampu memberikan pengetahuan akan pentingnya pembuatan rubrik skor dalam penilaian hasil belajar siswa, serta laporan mengenai terlaksananya kegiatan ini bagi institusi dan publikasi pada jurnal pengabdian kepada masyarakat. Hasil dari kegiatan ini mendapat respon yang sangat baik dengan adanya perubahan pemahaman guru-guru non kependidikan dalam membuat rubrik skor.
PENDAMPINGAN SISWA MTs ALAM SAYANG IBU DALAM MENGGUNAKAN GUA SEBAGAI SUMBER BELAJAR Siti Rabiatul Fajri; Septiana Dwi Utami; Titi Laily Hajiriah
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2019): Mei
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.662 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i2.1211

Abstract

Madrasah Tsanawiyah Alam Sayang Ibu (MSI) merupakan salah satu sekolah alam yang menggunakan metode pembelajaran Project Based Learning (PBL). Dengan demikian berbagai jenis proyek pembelajaran dilakukan disekolah ini, baik pembelajaran sains, sosial dan agama. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk melakukan pendampingan kepada siswa/siswi MTs Alam Sayang Ibu untuk melaksanakan proyek pembelajaran yang bertemakan “Ashabul Kahfi”. Kegiatan ini menggabungkan 3 matapelajaran yaitu PAI (Pendidikan agama Islam), matematika dan fisika. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Gua Gale-Gale Bangkang 4-6 Maret 2019. Metode pelaksanaan pengabdian diantaranya; a) Tahap persiapan, meliputi; survey lokasi gua dan koordinasi dengan pihak sekolah, b) Tahap pelaksanaan, meliputi sosialisasi kegiatan dan penyampaian materi proyek yang akan dilaksanakan dengan peserta pengabdian (Siswa kelas 7 dan kelas 8), dan pelaksanaan kegiatan pengabdian, c) Tahap penyelesaian, meliputi penyusunan laporan kegiatan dan pembuatan artikel. Hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian ialah siswa mampu bekerja sama dengan tim, siswa mampu menyimpulkan makna dari Ashabul Kahfi, siswa mampu mengukur faktor fisika kondisi dalam gua dan siswa bersemangat mengikuti kegiatan ini
WORKSHOP PENILAIAN KURIKULUM 2013 BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH DI YAYASAN AL-AZHAR NW KAYANGAN Ika Nurani Dewi; Septiana Dwi Utami; Ismail Efendi; Baiq Muli Harisanti; Ita Chairun Nissa
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2019): November
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.393 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v2i4.1502

Abstract

Yayasan Al-Azhar NW Kayangan merupakan salah satu pondok pesantren di Kabupaten Lombok Barat yang telah menerapkan Kurikulum 2013 sejak tahun 2015. Pelaksanaan penilaian dalam Kurikulum 2013 secara eksplisit mengharuskan guru di sekolah melakukan penilaian menyeluruh di ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, sehingga dipandang memiliki kerumitan yang lebih dibandingkan dengan instrumen penilaian pada kurikulum sebelumnya. Melalui program pengabdian kepada masyarakat berupa kegiatan workshop penilaian kurikulum 2013 diharapkan dapat meningkatkan wawasan guru dalam mengembangkan instrumen penilaian K13 yang dinilai masih kurang. Adapun metode yang digunakan adalah Lesson Study meliputi  tahapan, 1) perencanaan (plan), 2) pelaksanaan (do), 3) refleksi (see). Kegiatan workshop melibatkan seluruh guru SMP dan SMA Islam Al Azhar NW Kayangan. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa para peserta telah mampu memahami implementasi instrumen penilaian kurikulum 2013 dan berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan workshop. Hal tersebut dapat dilihat dari persentase kehadiran peserta sebesar 82.85% dan jumlah peserta yang telah berhasil menyusun instrumen penilaian sebesar 86.20%. Peserta juga memberikan respon positif terhadap kegiatan workshop yang meliputi aspek perhatian, keterkaitan, kepercayaan, dan kepuasan masing-masing sebesar 90.32%, 72.11%, 82.22%, dan 87.67%. Dengan demikian, adanya kegiatan pengabdian berupa workshop penilaian kurikulum 2013 dapat meningkatkan keterampilan guru dalam pembelajaran K13, khususnya pada instrumen penilaian.
Profil Kesulitan Guru IPA dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 Adha, Ranika; Utami, Septiana Dwi; Samsuri, Taufik
Empiricism Journal Vol. 4 No. 1: June 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v4i1.1249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi oleh guru IPA dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kurikulum 2013 di SMP Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat, serta mendeskripsikan solusi yang diberikan oleh guru IPA untuk mengatasi kesulitan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sebanyak 10 guru IPA dari 6 sekolah SMP di Kecamatan Kediri Lombok Barat menjadi partisipan penelitian ini dan diwawancarai menggunakan angket untuk memperoleh gambaran kesulitan yang dialami oleh mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru IPA menghadapi kesulitan dalam berbagai komponen RPP Kurikulum 2013, seperti judul (30%), alokasi waktu (60%), kompetensi inti (35%), kompetensi dasar dan indikator (35%), tujuan pembelajaran (40%), materi pembelajaran (10%), model pembelajaran (26,7%), media dan sumber pembelajaran (15%), kegiatan pembelajaran (30%), dan instrumen penilaian (24%). Guru IPA menyarankan beberapa solusi untuk mengatasi kesulitan ini, antara lain bergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG), mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), dan mengikuti pertemuan workshop penyusunan RPP, dengan penyesuaian yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Profile of Difficulties of Science Teachers in Preparation of 2013 Curriculum Learning Implementation Plans (RPP) Abstract This research aims to identify the difficulties faced by science teachers in developing Lesson Implementation Plans (RPP) based on the 2013 Curriculum in junior high schools in the Kediri District of West Lombok Regency. It also describes the solutions proposed by the science teachers to overcome these difficulties. The research methodology employed a qualitative approach with a descriptive method. A total of 10 science teachers from 6 junior high schools in the Kediri District of West Lombok Regency participated in this study and were interviewed using a questionnaire to obtain an overview of the difficulties they encountered. The research findings indicate that science teachers face difficulties in various components of the RPP based on the 2013 Curriculum, including the title (30%), time allocation (60%), core competencies (35%), basic competencies and indicators (35%), learning objectives (40%), teaching materials (10%), teaching models (26.7%), learning media and resources (15%), learning activities (30%), and assessment instruments (24%). The science teachers suggested several solutions to address these difficulties, such as joining Teacher Working Groups (KKG), participating in Subject Teacher Meetings (MGMP), and attending workshops on RPP development, with adjustments according to the respective school's conditions.
Penyuluhan Keamanan Pangan dan Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) pada UMK Susu Kambing Amaq Farm Desa Penujak Kurnia, Nova; Utami, Septiana Dwi; Rohmatillah, Laila Mardiana; Rohmatillah, Ismail Efendi :; Purwati, Duwi; Marjan, Marjan; Ariansyah, Ariansyah; Aptini, Mipa; Soma, Raden Arya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2087

Abstract

Keamanan pangan menjadi syarat utama dalam mengkonsumsi produk pangan. Selain itu yang lebih utama adalah terjaminnya kehalalan produk. UMK Amaq Farm yang memproduksi susu kambing perah belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait praktik hygiene dan sertifikasi halal produknya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan: 1) penyuluhan praktik baik keamanan pangan produksi susu kambing perah; dan 2) pendampingan sertifikasi halal gratis (SEHATI) melalui skema self declare. Metode pelaksanaan menggunakan metode kombinasi Participatory  Rapid  Appraisal  (PRA) dan Participatory  Learning and Action (PLA). Tahapan kegiatan antara lain analisis kebutuhan, analisis dan perencanaan, penyuluhan dan pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan 1) UMK Amaq Farm telah mampu melakukan praktik baik keamanan pangan setelah diberikan penyuluhan; dan 2) UMK Amaq Farm telah memperoleh sertifikasi halal atas produk susu kambing perahnya melalui skema self declare dengan nomor ID52110009293610823. Diharapkan setelah kegiatan pendampingan keamanan pangan dan terbitnya sertifikat halal ini, produk susu kambing UMK Amaq Farm jangkauan pemasarannya semakin luas. Food Safety Counseling and Free Halal Certification Assistance (SEHATI) at Amaq Farm Goat Milk MSEs in Penujak Village Abstract Food safety is the key requirement when consuming food. More importantly, the product must be guaranteed halal. Amaq Farm Micro Small Enterprise (MSEs) producing goat milk do not have sufficient knowledge about hygiene practices and halal certification of their products. This program aims to provide: 1) advice on good handling practices for goat milk production; and 2) support for free halal certification (SEHATI) through a self-declare scheme. The implementation methodology combines Participatory Rapid Appraisal (PRA) and Participatory Learning and Action (PLA) methods. The stages of activity include needs assessment, analysis and planning, guidance and mentoring, and evaluation. The results of this service showed that 1) Amaq Farm MSEs were able to implement good food safety practices after being advised, and 2) Amaq Farm MSEs obtained Halal certification for their goat milk dairy products through a self-declaration scheme with the number ID52110009293610823. It is expected that the Amaq Farm MSEs' goat milk products will have a wider marketing reach following the food safety assistance activities and the issuance of halal certificates.
Efektivitas Model Problem Based Learning (PBL) Berorientasi Kearifan Lokal Pada Materi Keanekaragaman Hayati Terhadap Literasi Lingkungan Siswa Bidahyani, Ranti Yuliana; Utami, Septiana Dwi; Dewi , Ika Nurani
Empiricism Journal Vol. 5 No. 2: December 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v5i2.2316

Abstract

Literasi lingkungan perlu diukur karena pengetahuan mengenai lingkungan dapat berdampak pada lingkungan sekitarnya sehingga pentingnya menjaga lingkungan merupakan salah satu bentuk dari literasi lingkungan. Pada literasi lingkungan dapat dilatih melalui problem based learning, siswa diminta untuk menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan alam. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui keefektifan penerapan model problem based learning berorientasi kearifan lokal terhadap literasi lingkungan siswa, (2) mengetahui pengaruh model problem based learning berorientasi kearifan lokal terhadap literasi lingkungan siswa. Jenis penelitian ini yaitu pra eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X di SMAN 1 Gangga Tahun Ajaran 2023/2024 dan sampel yang digunakan yaitu kelas X.3 dan X.4 dengan teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Teknik pengumpulan data ini menggunakan tes, validasi ahli, dan non tes berupa; tes literasi lingkungan, lembar validasi instrumen, N-Gain, Uji Wilcoxon, dan penilaian sikap siswa. Hasil literasi lingkungan setelah adanya penerapan problem based learning memperoleh nilai N-Gain kelas X.3 sebesar 0,28 (rendah) dan X.4 sebesar 0,68 (sedang), dan hasil Uji Wilcoxon memperoleh ? = 0,001 ? ? = 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model problem based learning berorientasi kearifan lokal efektif dalam meningkatkan literasi lingkungan siswa, serta berpengaruh signifikan terhadap literasi lingkungan siswa. The Effectiveness of a Problem Based Learning (PBL) Model Oriented by Local Wisdom in Biodiversity Materials on Students' Environmental LiteracyAbstractEnvironmental literacy needs to be measured because knowledge about the environment can have an impact on the surrounding environment so the importance of protecting the environment is a form of environmental literacy. Environmental literacy can be trained through problem based learning, students are asked to analyze problems related to the natural environment. The objectives of this research are (1) to determine the effectiveness of implementing a local wisdom-oriented problem based learning model on students' environmental literacy, (2) to determine the influence of a local wisdom-oriented problem based learning model on students' environmental literacy. This type of research is pre-experimental. The research design used in this research is one group pretest-posttest design. The population used in this research were all class X students at SMAN 1 Gangga for the 2023/2024 academic year and the samples used were classes X.3 and This data collection technique uses tests, expert validation, and non-tests in the form of; environmental literacy test, instrument validation sheet, N-Gain, Wilcoxon Test, and assessment of student attitudes. The environmental literacy results after implementing problem based learning obtained an N-Gain class X.3 of 0.28 (low) and 05. Thus, it can be concluded that the local wisdom-oriented problem based learning model is effective in increasing students' environmental literacy, And Influential significant effect on students' environmental literacy.
Ecobrick Sebagai Upaya Pengelolaan Sampah Plastik Di SDN Gerintuk Praya Mursali, Saidil; Fatmawati, Any; Harisanti, Baiq Muli; Utami, Septiana Dwi; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Wijaya, Chandra; Rozali, Ahmad
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 4 (2025): December
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/xx3at937

Abstract

Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah menjadi isu yang memerlukan penangan serius, termasuk di SDN Gerintuk Praya. Berdasarkan hasil observasi, sekitar 70% sampah disekolah tersebut merupakan sampah plastik yang belum dikelola secara efektif, dan sering kali dibakar, sehingga menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan sekitar. Sebagai solusi, tim pengabdian UNDIKMA menerapkan program Ecobrick sebagai solusi pengelolaan sampah plastik. Metode ini dilakukan melalui tiga tahap, yakni sosialisasi, pelaksanaan, pemanfaatan. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik dan pembuatan ecobrick. Tahap pelaksanaan melibatkan mahasiswa dan siswa secara aktif dalam proses pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik kedalam botol hingga padat. Hasil akhir dari program ini berupa produk yang bernilai guna berupa meubeler seperti meja dan kursi dari ecobrick yang dapat dimanfaatkan dilingkungan sekolah, yaitu sebagai pojok baca di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya berdampak pada pengurangan volume sampah plastik, tetapi juga meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab siswa terhadap kebersihan lingkungan. Program ini memiliki keberlanjutan karena mendorong penerapan kebiasaan pengelolaan sampah oleh warga sekolah secara konsisten, serta memberikan dampak sosial jangka panjang melalui terbentuknya budaya peduli lingkungan dan meningkatnya kerja sama antara sekolah dan masyarakat. Penerapan ecobrick terbukti efektif sebagai solusi ekologis sekaligus edukatif dalam membangun budaya peduli lingkungan di sekolah. Ecobricks as an Effort for Plastic Waste Management at Gerintuk Public Elementary School, Praya Abstract The problem of plastic waste in the school environment has become an issue that requires serious handling, including at SDN Gerintuk Praya. Based on observations, about 70% of the waste in that school is plastic waste that has not been managed effectively and is often burned, causing negative impacts on health and the surrounding environment. As a solution, the UNDIKMA service team implements the Ecobrick program as a plastic waste management solution. This method is carried out in three stages: socialization, implementation, and utilization. The socialization stage aims to educate about the importance of plastic waste management and the creation of ecobricks. The implementation stage actively involves students and students in the process of collecting and managing plastic waste into bottles until solid. The final result of this program is a useful product in the form of furniture such as tables and chairs made from ecobrick that can be utilized in the school environment, specifically as a reading corner. This program not only impacts the reduction of plastic waste volume but also increases students' awareness and responsibility towards environmental cleanliness. This program demonstrates sustainability as it encourages the consistent practice of waste management among school members and generates long-term social impacts through the development of an environmentally conscious culture and increased collaboration between the school and the community. The application of ecobrick has proven effective as both an ecological and educational solution in fostering a culture of environmental care in schools.
The Effect of a Guided Inquiry Learning Model Assisted by a Virtual Laboratory on Students' Cognitive Learning Outcomes Wulandari; Saidil Mursali; Septiana Dwi Utami; Sri Nopita Primawati
DIDAKTIKA Vol. 3 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : Lombok Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63757/jptk.v3i2.143

Abstract

This study aimed to investigate the impact of a guided inquiry learning model supplemented by a virtual laboratory on students' cognitive learning outcomes. The study was motivated by low cognitive achievement and limited laboratory facilities in schools. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental pretest–posttest control group design. The sample comprised two Grade X classes at SMA Negeri 2 Labuapi, selected through cluster random sampling. Research instruments included a cognitive learning outcomes test and an observation sheet related to cognitive learning outcomes. Data were analyzed using the normalized gain (N-Gain) test and ANCOVA. The results showed that the N-Gain of the experimental class (0.50) was higher than that of the control class (0.36), and the ANCOVA produced a significance value of 0.000 (< 0.05), indicating a significant effect of the learning model on improving cognitive learning outcomes. These findings suggest that guided Inquiry assisted by a virtual laboratory is more effective than conventional instruction in developing cognitive outcomes, including the ability to analyze information, construct arguments, and draw logical conclusions. This model is relevant for 21st-century science learning, especially in schools with limited laboratory facilities.
The Effect of the Project-Based Learning (PjBL) Model on Students’ Analytical Thinking Skills M. Amris Parwandi; Septiana Dwi Utami; Titi Laily Hajiriah
PAIDAGOGIA: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 3 No. 1 (2026): June (2026)
Publisher : Lombok Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analytical thinking is a higher-order thinking skill required for understanding complex biological concepts, including the nervous system. This study aimed to examine the effect of Project-Based Learning (PjBL) on students’ analytical thinking skills. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method with a nonequivalent control group design. The sample was selected through purposive sampling and comprised 61 eleventh-grade students at SMAN 1 Gunungsari, including 30 students from class XI F as the experimental group and 31 students from class XI D as the control group. Data were collected using essay tests based on five indicators of analytical thinking skills, observation sheets, and documentation. The data were analyzed using the Shapiro–Wilk test to assess normality, Levene’s test to assess homogeneity of variance, the Mann–Whitney U test to examine differences between groups, and normalized gain (N-gain) analysis to determine the level of improvement. The mean score of the experimental group increased from 52.8 to 73.6, whereas that of the control group increased from 50.6 to 61.9. The Mann–Whitney U test yielded U = 64.500, Z = −5.925, and p < 0.001, indicating a significant difference between the two groups. The experimental group achieved an N-gain of 0.44, categorized as moderate, whereas the control group obtained an N-gain of 0.23, categorized as low. These findings indicate that PjBL resulted in significantly higher analytical thinking skills and greater improvement than conventional instruction in learning the nervous system.