Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Status Gizi Pada Balita Di Desa Telaga Sari Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Putri Nadila; Revina Untari; Miftah Hul Husna Hutagalung; Dea Novita Sari
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 1 No. 4 (2023): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v1i4.488

Abstract

Status gizi merupakan ukuran keberhasilan untuk memenuhi nutrisi kebutuhan pada anak yang dutunjukkan melalui capaian berat badan terhadap umur. Status gizi balita sangat signifikasi sebagai titik tolak kapasitas fisik saat usia dewasa. Penelitian bersifat deskriptif dengan menggunakan data primer yaitu data yang diperoleh dari peninjauan langsung lapangan dengan menggunakan kuesioner yang telah dirancang sebelumnya untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita di desa telaga sari kecamatan sunggal kabupaten deli serdang  sebanyak 30 orang di dalam penelitian ini . Berdasarkan penelitian dari 30 orang yang menjadi responden  Gambaran Pengetahuan Ibu tentang status gizi pada balita di desa telaga sari kecamatan sunggal kabupaten deli serdang mayoritas berpengetahuan cukup sebanyak 14 orang (47%) dan minoritas ibu yang berpengetahuan kurang 6 orang (20%). Berdasarkan umur mayoritas umur 20 – 35 tahun sebanyak  7 orang (23%) dan minoritas pada usia <20  tahun sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pendidikan mayoritas SMA sebanyak 8 orang (27%) dan minoritas pendidikan  SD sebanyak 1 orang (3%), berdasarkan pekerjaan Mayoritas yang bekerja sebanyak 8 orang (27%) dan minoritas yang tidak bekerja sebanyak 2 orang (7%). Dari penelitian ini diharapkan kepada bidan desa agar banyak  memberikan informasi melalui penyuluhan dan meningkatkan lagi pengetahuan ibu tentang status gizi pada balita sehingga anak tidak mengalami kekurangan gizi.
Efektivitas Pemberian Jus Buah But Dan Tablet Tambah Darah (FE) Terhadap Kadar HB Remaja Putri Di SMP Pencawan Tahun 2023 Pasaribu, Chandra Juita; Bangun, Adriana; Tarigan, Eka Ristin
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7522

Abstract

Masalah kesehatan yang dialami dan mengancam masa depan remaja Indonesia yang dinilai paling sering dialami oleh remaja Indonesia antara lain kekurangan zat besi (anemia), kurang tinggi badan (stunting), kurang energi kronis (kurus), dan kegemukan atau obesitas. Remaja Indonesia menderita penyakit anemia sebanyak 32% artinya 3-4 dari 10 remaja menderita anemia. Anemia gizi besi pada remaja putri beresiko lebih tinggi karena menyebabkan seseorang mengalami penurunan daya tahan tubuh, rendahnya asupan zat besi dan zat gizi. Puskesmas Medan Tuntungan Tahun 2023 melakukan pemeriksaan hemoglobin (Hb) pada 50 orang siswa remaja putri diperoleh hasil bahwa sebanyak 7 siswa (14%) remaja putri mengalami anemia, sedangkan  siswa (86%) lainnya tidak mengalami anemia. Tablet Tambah Darah dan Buah Bit salah satu alternative pengobatan anemia dan sebagai pencegah anemia. Penelitian ini menggunakan pendekatan quasy eksperimental dalam  bentuk  pretest  and  posttest  control  group design. Lokasi penelitian ini di SMP Pencawan Tahun 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa putri kelas VII  SMP Pencawan sebanyak 30 siswa putri. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 siswa putri. Analisa data dengan menggunakan uji statistik paired sampel t-test pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada perbedaan peningkatan kadar hemoglobin (HB) remaja putri anemia sebelum dan sesudah diberikan jus buah bit dan tablet tambah darah(FE) (p=0,000). Diharapkan kepada Puskesmas Medan Tuntungan lebih meningkatkan pengontrolan/pengecekan kepada remaja putri apakah tablet tambah darah dikomsumsi secara rutin oleh remaja putri dan dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin sekali 6 bulan. Bagi SMP Pencawan dapat dijadikan sebagai bahan masukan untuk menambah wawasan tentang buah bit dan tablet tambah darah dalam peningkatan kadar hemoglobin.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BAYAM MERAH TERHADAP PENINGKATAN KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA JURUSAN KEBIDANAN UNIVERSITAS AUDI INDONESIA Adriana Bangun
EVIDANCE BASSED JOURNAL Publikasi Vol. 3 | Edisi 1 | April 2022
Publisher : Media LPPM Sehati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71283/ebj.v3i1.132

Abstract

Kadar hemoglobin pada mahasiswa Jurusan Kebidanan Universitas Audi Indonesia masihtergolong rendah dan ada yang mengalami anemia sedang. Untuk meningkatkan kadarhemoglobin mahasiswa Jurusan Kebidanan Universitas Audi Indonesia dilakukanpemberian ekstrak bayam merah. Penelitian ini bertujuan untuk pengaruh pemberianekstrak bayam merah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswa kebidanan.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian quasi experiment dan Pre dan Post TestGroup Design untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bayam merah terhadappeningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswa Jurusan Kebidanan Universitas AudiIndonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Remaja Putri Tingkat 1 Jurusan D3Kebidanan sebanyak 106 orang yang berada di asrama dan sampel 84 orang. Analisisdengan uji statistik uji t independent dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar hemoglobin sebelum pemberianekstrak bayam merah adalah 11,955 g/dL (minimum = 8,7 g/dL dan maximum = 13,7g/dL), rata-rata kadar hemoglobin sesudah pemberian ekstrak bayam merah adalah 12,404g/dL (minimum = 8,1 g/dL dan maximum = 16,0 g/dL), perbedaan kadar hemoglobinsebelum dan sesuah pemberian ekstrak bayam merah mengalami kenaikan kadarhemoglobin sebanyak 58 orang (69,1%) dan terdapat pengaruh pemberian ekstrak bayammerah terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada mahasiswa Jurusan KebidananUniversitas Audi Indonesia.Disarankan kepada mahasiswa Jurusan Kebidanan Universitas Audi Indonesia hendaknyarutin ekstrak bayam merah karena dapat kadar hemoglobin dan sebaiknya untukmemperhatikan dan meningkatkan asupan gizi secara teratur karena masih terdapat yangmengalami anemia sedang serta kepada Universitas Audi Indonesia khusunya pengelolaasrama hendaknya memperhatikan menu makanan yang diberikan kepada mahasiswaJurusan Kebidanan agar mahasiswa tidak ada yang mengalami anemia.Kata Kunci : Ekstrak Bayam Merah, Kadar Hemoglobin
Analisis Promosi Kesehatan Berbasis Keluarga Dengan Self-Care Pada Ibu Hamil Dengan Diabetes Melitus Gestasional Di RS Mitra Sejati Martaulina Sinaga; Adriana Bangun; Adelina Fitri Tanjung; Catrine Indriany Simaremare; Lamro Hasibuan; Juliana Amnum Harahap
VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Oktober : VitaMedica : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/vitamedica.v3i4.884

Abstract

Background: Gestational Diabetes Mellitus (GDM) is a pregnancy-related condition that can increase the risk of maternal and neonatal complications. The management of GDM requires adequate self-care practices, including dietary regulation, physical activity, glucose monitoring, adherence to antenatal care, and stress management. Family-based health promotion is needed to strengthen mothers’ ability to perform self-care continuously. Objective: To analyze the relationship between family-based health promotion and self-care among pregnant women with GDM at Mitra Sejati Hospital. Methods: This study employed a quantitative analytical approach with a cross-sectional design. A total of 75 pregnant women with GDM were selected using consecutive sampling. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents received family-based health promotion in the moderate category (42.7%) and demonstrated good self-care (57.3%). Among respondents who received good family-based health promotion, 80.0% demonstrated good self-care, whereas only 27.8% of those who received inadequate health promotion demonstrated good self-care. The Chi-Square test showed a statistically significant relationship between family-based health promotion and self-care (p = 0.003). Conclusion: Family-based health promotion is significantly associated with self-care among pregnant women with GDM.
Edukasi Tentang Pijat Bayi Terhadap Ibu Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Perkembangan Bayi Di Klinik Citra Kota Medan Adelina Fitri Tanjung; Adriana Bangun; Eka Ristin Tarigan; Achmad Zulfikar Siregar; Nadiyah Salsabila; Sylvira Rianda; Vidya Desriyani; Siti Aisyah Sa’adah
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2024): November: Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v2i4.885

Abstract

Baby massage is a beneficial form of stimulation that supports infant growth and development by increasing relaxation, blood circulation, and stimulating the nervous and digestive systems. However, many mothers still lack adequate knowledge and skills regarding proper infant massage techniques. This community service activity aims to improve mothers' knowledge and skills regarding infant massage as an effort to support infant growth and development. The activity was held at the Citra Clinic in Medan City, targeting mothers with babies aged 0–12 months. The methods used included health education, interactive discussions, demonstrations, and infant massage practice using a baby phantom. Evaluation was conducted through pre- and post-tests to measure participants' knowledge and skills during the activity. A total of 10 mothers participated in this activity. Participants were predominantly mothers aged 20–30 years (80%), had a high school education (70%), and were self-employed (70%). The evaluation results showed an increase in knowledge after the education. The lowest score increased from 53 to 80, the highest score from 73 to 93, and the average score from 63 to 87. Participants also demonstrated high enthusiasm during the discussion and practice sessions and were able to better practice infant massage techniques. These results indicate that education combined with demonstrations and hands-on practice effectively improves mothers' knowledge and skills in infant massage. This activity is expected to encourage mothers to independently practice infant massage at home as a form of stimulation to support optimal infant growth and development. Therefore, similar activities need to be implemented continuously as a promotive and preventive effort in healthcare facilities.
Penyuluhan Pengaruh Baby Massage Theraphy Pola Tidur Bayi Di Klinik Alisah Adelina Fitri Tanjung; Eka Ristin Tarigan; Adriana Bangun; Achmad Zulfikar Siregar; Debora Keresya Pane; Nadiyah Salsabila; Sylvira Rianda; Vidya Desriyani; Siti Aisyah Sa’adah
Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2025): Agustus : Sevaka : Hasil Kegiatan Layanan Masyarakat
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/sevaka.v3i3.886

Abstract

Indonesian language learning at the junior high school level often faces challenges such as low student motivation, participation, and comprehension in reading, writing, and listening materials. The predominance of lecture-based methods and textbooks leads to suboptimal student engagement, especially in online or hybrid learning. This community service activity at SMP S Methodist 1 Rantau Prapat aims to enhance students’ understanding as well as teachers’ capacity through the application of interactive learning media. The media used include interactive PowerPoint, Wordwall, and H5P, which allow adaptive quizzes, writing exercises, and game-based activities. The implementation methods involve initial observation, development of interactive curriculum-based materials, socialization, teacher training, classroom implementation, and evaluation using pre-tests and post-tests. Data were collected through comprehension tests, classroom participation observations, and short interviews. The results showed a significant improvement: the students’ average post-test scores increased compared to the pre-test, with more active classroom participation in interactive quizzes and discussions. Teachers also felt more supported in delivering lessons and gained new skills in using digital media. In conclusion, the application of interactive media proved effective in improving the quality of Indonesian language learning and can serve as a sustainable model for secondary schools.