Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

DIARE DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN Saragih, Marianawati
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.608 KB)

Abstract

Diare adalah suatu keadaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari tiga kali sehari yang disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dengan/tanpa darah dan /tanpa lendir. Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0–6 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 0-6 bulan yang terdaftar dan hadir pada saat posyandu di poskesdes wilayah kerja Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 70 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah dengan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden adalah ibu dengan kelompok umur 19-30 tahun, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga dan pengetahuan tentang diare baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6.  Penyuluhan tentang ASI sebaiknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif kepada bayinya.
DIARE DAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI UMUR 0-6 BULAN Marianawati Saragih
Media Informasi Vol 14, No 1 (2018): BULETIN MEDIA INFORMASI
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v14i1.174

Abstract

Diare adalah suatu keadaan yang ditandai dengan bertambahnya frekuensi defekasi lebih dari tiga kali sehari yang disertai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair dengan/tanpa darah dan /tanpa lendir. Diare merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di Negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0–6 bulan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan studi potong lintang (cross sectional). Subjek penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang mempunyai bayi yang berusia 0-6 bulan yang terdaftar dan hadir pada saat posyandu di poskesdes wilayah kerja Puskesmas Cilimus Kabupaten Kuningan. Metode pengambilan sampel dengan purposive sampling sebanyak 70 responden. Uji analisis pada penelitian ini adalah dengan uji chi square. Hasil uji statistik menunjukkan sebagian besar responden adalah ibu dengan kelompok umur 19-30 tahun, tingkat pendidikan SMA, pekerjaan ibu rumah tangga dan pengetahuan tentang diare baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang diare dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi umur 0-6.  Penyuluhan tentang ASI sebaiknya dilakukan secara berkala agar dapat meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pemberian ASI eksklusif kepada bayinya.
DESCRIPTION OF POTASSIUM, NATRIUM AND NUTRITION AL STATUS IN ADULTS YOUNG HYPERTENSION PATIENS Marianawati Saragih
Media Informasi Vol 17, No 1 (2021): Vol 17 No 1 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/bmi.v17i1.548

Abstract

Objective: to determine the description of potassium intake, sodium and nutritional status in young adults with hypertension. Method: using descriptive observational research design with survey approach. The variables measured in this study were sodium intake, potassium intake, nutritional status. Results: Potassium intake obtained in patients with hypertension was classified as less category, namely 71.8%. Sodium intake in patients with hypertension is mostly classified as lacking at 66.7%. The nutritional status of hypertensive patients in this study was 78.1% classified as obese. The conclusion of this study is that hypertension sufferers have begun to limit daily salt intake, but the nutritional status is still excessive, so there is a need for coaching from the local health center for weight management. Suggestions or recommendations in the form of potassium intake are still low so it is necessary to provide guidance regarding the intake of potassium, sodium in food. Thus the diet of hypertension sufferers will be more regular. Keywords: Potassium intake, hypertension, sodium, nutritional status
Pencegahan Covid-19 Melalui Sosialisasi Penggunaan Dan Pembagian Masker Di Kota Tasikmalaya Dan Kabupaten Tasikmalaya Irma Nuraeni; Raden Agus Bachtiar; Ima Karimah Karimah; Naning Hadiningsih; Dina Setiawati; Marianawati Saragih
Literasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.396 KB) | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.127

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease whose development is very fast and has become a pandemic in several countries, including Indonesia. The use of masks is one of the efforts recommended by WHO to prevent the spread of Covid-19. The purpose of this community service was to increase knowledge through socializing the use of masks and distributing 2000 of 3-ply masks to community in Tasikmalaya City and Tasikmalaya Regency in September 2020. This activity went smoothly and without a hitch. The community response was quite good, very open and enthusiastic. This activity was very useful, especially for people whose activity in public areas such as markets and sports fields. It is hoped that it will be sustainable and need for periodic monitoring with wider range to prevent the spread of Covid-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP HIPERTENSI PADA DEWASA MUDA Marianawati Saragih; Ima Karimah
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.14077

Abstract

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah arteri yang bersifat sistemik atau berlangsung terus menerus untuk jangka waktu lama. Hipertensi tidak terjadi tiba–tiba, melainkan melalui proses yang berlangsung lama. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol untuk periode tertentu akan menyebabkan tekanan darah tinggi permanen atau hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi disebabkan tingginya tekanan darah sistole atau diastole didalam tubuh seseorang yaitu tekanan darah sistole lebih dari sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastole lebih dari sama dengan 90 mmHg. Meskipun risiko hipertensi pada dewasa muda tinggi, tetapi dengan perubahan gaya hidup seperti peningkatan asupan kalium, natrium dan status gizi, risiko tersebut bisa berkurang. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk mengetahui asupan kalium, natrium dan indeks masa tubuh pada dewasa muda penderita hipertensi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan survey. Metode pengambilan data secara observasional, wawancara, dan pengisian kuesioner. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kahuripan dan waktu penelitian pada bulan Mei -September 2019. Sampel dipilih secara purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang ditentukan, yaitu pasien hipertensi dewasa muda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan antara umur dengan hipertensi tetapi tidak terdapat hubungan antara status gizi, asupan kalium, asupan natrium dengan hipertensi
Pelatihan Pengolahan Makanan Darurat Bencana di Desa Sukarasa Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya Irma Nuraeni; Deris Aprianty; Marianawati Saragih
Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kesehatan Beguai Jejama Volume 1 Nomor 2 Agustus 2020
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jpk.v1i2.48

Abstract

Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017, Kecamatan Salawu merupakan daerah yang terkena dampak bencana alam. Korban bencana tersebut adalah semua kelompok umur, termasuk bayi dan balita yang merupakan kelompok rentan dan memerlukan penanganan gizi khusus. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pengolahan makanan darurat di Desa Sukarasa Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2018. Mitra yang terlibat adalah kader posyandu sebagai sasaran pengabdian dan bidan puskesmas sebagai fasilitator kegiatan. Kontribusi mendasar pada khalayak sasaran diharapkan pelatihan ini mampu peningkatan pengetahuan dan keterampilan pengolahan makanan pada kondisi darurat bencana dimana produk tersebut merupakan hasil penelitian. Simpulan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya perbedaan rerata pengetahuan kader posyandu sebelum dan sesudah pelatihan pengolahan makanan darurat bencana serta kader mampu membuat produk olahan untuk kondisi darurat bencana berbahan baku pisang kapok dan kacang merah.
Sifat Organoleptik Kerupuk Kulit Pisang Ambon Marianawati Saragih; Dewi Aryanti; Edri Indah Yuliza
Media Informasi Vol. 19 No. 2 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/mijournal.v19i2.284

Abstract

Latar Belakang: Pisang merupakan bahan pangan yang mudah ditemukan terutama di Indonesia. Pisang ambon merupakan salah satu jenis pisang yang biasa dijadikan bahan baku oleh para pengusaha makanan seperti pedagang pisang goreng dan molen. Proses akhir dari pengolahan buah pisang menghasilkan limbah kulit pisang dengan volume yang besar namun hal ini tidak diimbangi dengan pemanfaatan limbah kulit pisang dengan baik. Jumlah kulit pisang yang cukup banyak akan memiliki nilai jual yang menguntungkan apabila bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan. Kulit pisang mengandung zat gizi yang cukup tinggi terutama vitamin dan mineral seperti air, serat, karbohidrat, protein, lemak, kalsium, Fosfor, besi, vitamin B, dan vitamin C. Selain itu, ekstrak kulit pisang juga mengandung zat-zat yang berpotensi sebagai phytoestrogen. Tujuan: menganalisis uji organoleptik kerupuk kulit pisang ambon yaitu rasa, aroma, tekstur, dan warna. Metode: penelitian eksperimen dengan rancangan acak lengkap. Perlakuan adalah pembuatan kerupuk dari kulit pisang ambon dengan penambahan tepung mocaf. Hasil: Hasil uji sensoris menggunakan skala kesukaan menunjukkan bahwa kerupuk kulit pisang yang paling disukai panelis yaitu kerupuk kulit pisang dengan penambahan 75gram kulit pisang dan 100gram tepung moccaf, menghasilkan warna yang lebih cerah, rasa yang lebih enak dan gurih, aroma khas kerupuk, serta tekstur yang renyah sehingga lebih disukai oleh panelis. Kesimpulan: Secara keseluruhan sampel yang memiliki tingkat kesukaan paling banyak dari semua atribut ialah formula-2 dengan penambahan 75gram kulit pisang dan 100gram tepung mocaf.
Pencegahan Covid-19 Melalui Sosialisasi Penggunaan Dan Pembagian Masker Di Kota Tasikmalaya Dan Kabupaten Tasikmalaya Nuraeni, Irma; Agus Bachtiar, Raden; Karimah, Ima; Hadiningsih, Naning; Setiawati, Dina; Saragih, Marianawati
Literasi Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Pengelola Jurnal Politeknik Negeri Ketapang Jl. Rangga Sentap, Dalong Sukaharja, Ketapang 78813. Telp. (0534) 3030686 Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58466/literasi.v1i2.1280

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is an infectious disease whose development is very fast and has become a pandemic in several countries, including Indonesia. The use of masks is one of the efforts recommended by WHO to prevent the spread of Covid-19. The purpose of this community service was to increase knowledge through socializing the use of masks and distributing 2000 of 3-ply masks to community in Tasikmalaya City and Tasikmalaya Regency in September 2020. This activity went smoothly and without a hitch. The community response was quite good, very open and enthusiastic. This activity was very useful, especially for people whose activity in public areas such as markets and sports fields. It is hoped that it will be sustainable and need for periodic monitoring with wider range toprevent the spread of Covid-19.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI PANGAN LOKAL SEHAT BERGIZI PADA BALITA STUNTING PUSKESMAS KAWALU Saragih, Marianawati; Listianasari, Yanita; Fatamorgana, Pijar Beyna
Edukasi Masyarakat Sehat Sejahtera (EMaSS) : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2024): Juli
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37160/emass.v6i2.405

Abstract

Stunting adalah kondisi dimana pertumbuhan anak terganggu akibat kekurangan zat gizi dalam jangka waktu yang lama. Nutrisi ibu yang kurang baik dapat menimbulkan pertumbuhan janin yang kurang baik. Pertumbuhan janin yang buruk, pada akhirnya meningkatkan risiko kematian neonatal. Kegiatan pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi sarana edukasi yang perlu diwujudkan di masyarakat dengan partisipasi dan komitmen dari seluruh warga. Kegiatan edukasi dan pendampingan ini merupakan kegiatan Pengabdian kepada masyarakat tahun 2023 yang bermitra dengan Puskesmas Kawalu Tasikmalaya, dilaksanakan kelurahan Talagasari. Diharapkan adanya kerjasama dan partisipasi dari seluruh masyarakat dan peran serta Kepala Puskesmas dan Tenaga Pelaksana Gizi sangat mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Kegiatan yang dimaksud adalah berupa edukasi dan pendampingan pembuatan makanan sehat dan bergizi berbahan dasar lokal di Kelurahan Talaga Sari dengan peserta kader posyandu Anggrek, Anggrek Putih, Flamboyan, Mekar Jaya, Melati A, Melati B, Setia Asih A, Setia Asih B kota Tasikmalaya, sehingga diperoleh leaflet dan video tutorial yang dapat dijadikan sebagai panduan dalam pembuatan makanan yang sehat, aman dan bergizi bergizi serta berbahan dasar pangan lokal yang dapat dijadikan contoh bagi kelurahan lain di wilayah kota Tasikmalaya
Nutrient content of banana peel candy to reduce blood pressure in patients with mild hypertension Marianawati Saragih; Dewi Aryanti; Eva Dewi Rosmawati Purba; Emilia Emilia
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol. 7 No. 10 (2024): Volume 7 Number 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i10.566

Abstract

Background: Banana peels are waste from abundant bananas, rich in nutrients and still rarely used. Banana peels contain quite high levels of nutrients, especially vitamins and minerals such as water, fiber, carbohydrates, protein, fat, potassium, calcium, phosphorus, iron, vitamin B and vitamin C. Banana peels can be used to make soft candy. Nutrient content of soft candy from Ambon banana peel to reduce blood pressure in patient with hypertention is arranged. Purpose: To analyze the nutrient content of banana peel candy to reduce blood pressure in patients with mild hypertension. Method: Experimental research with a complete random design. The treatment is to make soft candy from ambon banana peels with the addition of gelatin. In this study, a group Random design was used with three one-time repeats so that there were three experimental units (25 gr; 37,5 gr; 50 gr). The product, soft candy, is tested by 25 trained panelists for hedonic rating test. After that, the product was analyzed by proximat analysis method to find the nutrient content. Results: The nutritional content of soft candy banana peel products were total energy 126.49 kcal, carbohydrates 21.49%, protein 9.16% and fat 0.25%. For mineral nutrients, the highest content was sodium at 61.25 mg, phosphorus at 59.53 mg, potassium 27.3 mg, calcium 15.94 and magnesium 3.5 mg. Determining the formula in the organoleptic test was found to be the best, namely sample 3 was the selected formula seen from the fairly high attribute values ​​in the sensory test of taste, color and aroma. Conclusion: The nutritional content showed that this soft candy could not fullfill the daily requirements for these minerals, each of which was recommended per day. However, it was important to consume other foods that were rich in potassium, calcium and magnesium.