Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Edukasi Pemanfaatan Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Sebagai Sediaan Parem Tradisional Untuk Luka Bengkak Febrina Nugrahini; Rini Setiawati; Maesaroh; Ahmad Bagus Mindiarto; Alya Saparinda
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.1002

Abstract

Peradangan dan pembengkakan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi dalam aktivitas sehari-hari. Pemanfaatan obat tradisional berbasis tanaman lokal banyak dilakukan karena dinilai lebih aman dan mudah diperoleh. Kaempferia galanga L. (kencur) dikenal memiliki aktivitas antiinflamasi dan penyembuhan luka, sehingga berpotensi digunakan sebagai sediaan parem tradisional untuk mengatasi pembengkakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan rimpang kencur sebagai parem tradisional, meliputi formula dasar, cara pembuatan secara teoritis, cara penggunaan, serta aspek keamanannya.Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif deskriptif melalui penyuluhan kesehatan berbasis herbal di SMA Negeri 1 Puloampel, Kabupaten Serang, Provinsi Banten. Kegiatan dilaksanakan tanpa praktik langsung, dengan metode ceramah, diskusi interaktif, dan media visual. Materi mencakup manfaat antiinflamasi kencur, pengenalan parem tradisional, formula parem kencur, serta cara penggunaan dan keamanannya.Hasil menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang pemanfaatan rimpang kencur sebagai alternatif pengobatan tradisional untuk pembengkakan. Kegiatan ini meningkatkan literasi masyarakat dalam penggunaan obat tradisional secara rasional dan berbasis ilmiah.
Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemenuhan Gizi pada Remaja di Posyandu Taman Sari Wilayah Kerja Puskesmas Pulomerak: Reproductive Health Counseling and Nutritional Fulfillment for Adolescents at the Taman Sari Integrated Health Post in the Pulomerak Community Health Center Work Area Maesaroh Maesaroh; Larasati Mallino Azzahra; Mutiara Ayu Fauji Ningsih; Ade Rahayu Prihartini; Lani Nurlita; Retno Kumalasari; Hana Nurul Khaeriyah; Cici Nurul Fauziah; Siti Isnaeni; Rini Setiawati; Febrina Nugrahini; Sri Wahyuni; Amalia Sofana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 1 (2026): EDISI FEBRUARI
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i1.132

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi bagi remaja sangat penting untuk mendukung proses pertumbumbuhan dan perkembangan. Salah satunya perubahan secara fisik yang terjadi adalah kemampuan untuk mengahadapi proses reproduksi. Peru-bahan tersebut mempengaruhi kebutuhan gizi, Selain itu remaja harus mengetahui pentingnya menjaga kebersihan organ reproduksi. namun kurangnya pengetahuan remaja terkait menjaga kesehatan reproduksi dan pemenuhan nutrisi yang dapat mencegah masalah yang terkait sistem reproduksinya. Sehingga perlu dilakukannya edukasi mengenai Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Tujuan kegiatan adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan pengetahuan remaja. Dengan pemahaman yang baik, remaja diharapkan dapat menerapkan pola makan yang sehat dan menjaga kesehatan reproduksi. Metode: Edukasi dilakukan melalui penyuluhan, media cetak/leaflet, dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan edukasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap Kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja. Sasarannya adalah remaja yang berada di wilayah kerja Puskesmas Pulomerak yang berjumlah 20 orang.Hasil: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kategori baik nilai pre test sebanyak 35,1% peserta, nilai post test kategori baik menjadi 52%.Kesimpulan: Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan pemenuhan gizi pada remaja sangat diperlukan dalam rangka peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku sehat remaja.
THE EFFECTIVENESS OF MOMEDU CARE ON PREGNANCY-RELATED ANXIETY AMONG THIRD-TRIMESTER PREGNANT WOMEN Maesaroh Maesaroh; Ade Rahayu Prihartini; Siti Juariah
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/828

Abstract

Pregnancy-related anxiety is a common psychological problem experienced by women during the third trimester of pregnancy. Anxiety before childbirth may affect maternal emotional well-being and pregnancy outcomes. Digital antenatal education has recently become a potential approach to support maternal mental health through accessible and flexible health information. This study aimed to determine the effectiveness of MomEdu Care in reducing pregnancy-related anxiety among third-trimester pregnant women at Puskesmas Pulomerak. This study used a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest approach. A total of 30 third-trimester pregnant women were recruited using purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Pregnancy-Related Anxiety Questionnaire-Revised 2 (PRAQ-R2) before and after the intervention. Respondents used the MomEdu Care platform independently for two weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean anxiety score decreased from 36.63 ± 1.97 before the intervention to 29.20 ± 1.67 after the intervention. Statistical analysis showed a significant difference between pretest and posttest scores (p-value = 0.000; p < 0.05). MomEdu Care was effective in reducing pregnancy-related anxiety among third-trimester pregnant women and may serve as an accessible digital antenatal education medium in primary healthcare settings.
Efektivitas Akupresur Titik Perikardium 6 sebagai Intervensi Non-Farmakologis dalam Menurunkan Keparahan Emesis Gravidarum pada Ibu Hamil Trimester I Maesaroh; Sri Wahyuni; Siti Isnaeni
Jurnal Health Sains Vol. 7 No. 3 (2026): Journal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v7i3.2851

Abstract

Emesis gravidarum merupakan keluhan mual dan muntah yang umum dialami ibu hamil trimester pertama akibat perubahan hormonal, dengan prevalensi global berkisar 50–80% dan berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari, asupan nutrisi, serta kualitas hidup ibu. Salah satu intervensi non-farmakologis untuk mengurangi keluhan tersebut adalah akupresur pada titik Perikardium 6 (PC6). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas akupresur titik Perikardium 6 dalam menurunkan keparahan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest Design. Sampel berjumlah 30 ibu hamil trimester I yang mengalami emesis gravidarum, terdiri dari 15 responden kelompok intervensi dan 15 responden kelompok kontrol, dipilih secara purposive sampling. Keparahan emesis diukur menggunakan kuesioner PUQE-24, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney (α=0,05) setelah uji normalitas Shapiro-Wilk. Hasil menunjukkan pada kelompok intervensi keparahan menurun dari kategori sedang (73,3%) dan berat (20,0%) menjadi mayoritas ringan (80,0%) tanpa kategori berat, sedangkan pada kelompok kontrol tidak membaik bahkan kategori berat meningkat dari 6,7% menjadi 13,3%. Uji Wilcoxon dan Mann-Whitney sama-sama menghasilkan p=0,001 (p<0,05). Disimpulkan akupresur titik Perikardium 6 efektif menurunkan keparahan emesis gravidarum dan dapat diintegrasikan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diterapkan dalam pelayanan antenatal.
DIGITAL REPRODUCTIVE HEALTH LITERACY AND REPRODUCTIVE HEALTH BEHAVIOR AMONG FEMALE STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES, BINA BANGSA UNIVERSITY Ade Rahayu Prihartini; Maesaroh; Pearly Otis Putri Oktaviani
International Journal of Nursing and Midwifery Science (IJNMS) Vol. 10 No. 2 (2026): VOLUME 10 ISSUE 2 AUGUST 2026
Publisher : Departement Research and Community Engagement Bina Sehat PPNI Institute of Health Science, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29082/IJNMS/2026/Vol10/Iss2/827

Abstract

Digital media have become one of the main sources of reproductive health information among university students. However, not all information available online is accurate and evidence-based, making digital reproductive health literacy increasingly important. This study aimed to examine the relationship between digital reproductive health literacy and reproductive health behavior among female students at the Faculty of Health Sciences, Bina Bangsa University. This study used a quantitative design with a cross-sectional approach involving 95 first-year female students selected using proportionate stratified random sampling. Data were collected through online questionnaires using the eHealth Literacy Scale (eHEALS) and a reproductive health behavior questionnaire. Data analysis was performed using the Spearman Rank correlation test. The findings revealed that most respondents demonstrated high levels of digital reproductive health literacy (44.2%) and positive reproductive health behavior (42.1%). The Spearman Rank test showed a statistically significant relationship between digital reproductive health literacy and reproductive health behavior (p = 0.000) with a strong positive correlation coefficient (r = 0.740). Digital reproductive health literacy plays an important role in shaping reproductive health behavior among female university students. Strengthening digital-based reproductive health education is necessary to improve students’ ability to evaluate online health information critically and promote healthier reproductive health practices.
Hubungan Pengetahuan Siswa SMK Mitra Bakti Husada terhadap Perilaku Penggunaan Tabir Surya Elsa Rosiana; Febrina Nugrahini; Maesaroh Maesaroh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9672

Abstract

Paparan sinar ultraviolet dari matahari dapat menyebabkan dampak negatif, antara lain: dapat membakar kulit, kulit keriput, kulit kemerahan, kulit kusam, penuaan dini, dan dapat menyebabkan kanker kulit. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah dengan penggunaan tabir surya. Namun, kebanyakan orang khususnya remaja masih belum menyadari mengenai pentingnya penggunaan tabir surya baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan, serta kurangnya pengetahuan bahwa sinar UV A dapat menembus kaca jendela dan menyebabkan efek penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara pengetahuan siswa SMK Mitra Bakti Husada terhadap perilaku penggunaan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di SMK Mitra Bakti Husada. Teknik pengambilan data menggunakan rumus slovin dengan sampel kelas X sebanyak 72 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner yang sudah teruji validitas dan realibilitasnya yang terdiri dari pertanyaan mengenai tingkat pengetahuan dan perilaku penggunaan tabir surya. Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan uji chi square. Hasil penelitain menujukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (66,6%) dan perilaku baik (59,7%). Dari uji chi square didapatkan p-value sebanyak 0,002 (p < 0,05). Sehingga didapatkan adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku penggunaan tabir surya pada siswa SMK Mitra Bakti Husada. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat pengetahuan siswa tentang tabir surya, maka semakin baik pula perilaku penggunaannya.
Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat melalui Program GEMAS Berbasis Edukasi dan Gotong Royong Masyarakat : Promoting Clean and Healthy Lifestyles through the GEMAS Program, Which Is Based on Education and Community Collaboration Maesaroh Maesaroh; Erna Rahmawati; Muhammad Syahid; Lima Elinda; Muhammad Zulkarnaen; Lilis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 5 No 2 (2026): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v5i2.177

Abstract

Pendahuluan: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada tatanan masyarakat memerlukan pengetahuan, kemauan, kemampuan, dan keterlibatan warga dalam menjaga lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat penerapan PHBS melalui Program GEMAS (Gerakan Gotong Royong Bersama Masyarakat) yang mengintegrasikan edukasi kebersihan lingkungan dengan aksi gotong royong. Kegiatan dilaksanakan pada setiap hari Sabtu, pada tanggal 18, 25 Juli, 01 dan 08 Agustus 2026 di Kampung Cigintung RT 03/RW 05, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, dengan melibatkan 30 warga. Metode: Pendekatan partisipatif melalui koordinasi, observasi awal, edukasi PHBS, aksi pembersihan area prioritas, pemasangan media ajakan, refleksi, dan evaluasi. Evaluasi menggunakan kuesioner pengetahuan dan sikap, daftar hadir, serta lembar observasi kondisi lingkungan. Hasil: Evaluasi kegiatan menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 6,3 menjadi 8,7, proporsi sikap positif meningkat dari 46,7% menjadi 86,7%, dan kesediaan mengikuti gotong royong rutin meningkat dari 43,3% menjadi 90,0%. Partisipasi aktif warga pada akhir kegiatan mencapai 83,3%. Observasi menunjukkan berkurangnya rumput liar dan sampah, membaiknya kebersihan saluran air dan fasilitas umum, serta area sasaran yang lebih rapi. Kesimpulan: Program GEMAS menjadi bentuk edukasi berbasis tindakan yang menghubungkan pemahaman PHBS dengan praktik kolektif masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan jadwal rutin, dukungan sarana, dan penguatan peran ketua RT/RW, Tokoh Masyarakat dan masyarakat setempat.
Peningkatan Literasi Digital Kesehatan Reproduksi melalui Studi Kasus dan Diskusi Interaktif dalam Pencegahan Kekerasan Seksual pada Siswa SMK Al Falah Madani Kota Serang Ade Rahayu Prihartini; Maesaroh Maesaroh; Rini Setiawati
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 3 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/icom.v6i3.11219

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital kesehatan reproduksi siswa dalam mencegah kekerasan seksual. Sasaran kegiatan adalah 22 siswa SMK Al Falah Madani Kota Serang. Persiapan dilaksanakan pada 20–29 Juli 2026, sedangkan edukasi dan evaluasi dilaksanakan pada 30 Juli 2026. Metode kegiatan meliputi studi kasus, pemaparan materi, diskusi interaktif, pretest-posttest, dan komitmen bersama. Materi mencakup bijak bermedia sosial, pengenalan kekerasan seksual termasuk pelecehan seksual sebagai salah satu bentuknya, upaya pencegahan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi kejadian kekerasan seksual. Hasil menunjukkan bahwa siswa dengan kategori paham meningkat dari 5 orang (22,7%) pada pretest menjadi 18 orang (81,8%) pada posttest, atau meningkat sebesar 59,1 poin persentase. Seluruh peserta (100%) menyatakan komitmen “Jaga Kesehatan, Jaga Diri, Jaga Kehormatan”. Edukasi berbasis kasus dan diskusi interaktif menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi remaja dan kesadaran perlindungan diri terhadap kekerasan seksual.
EDUKASI GIZI SEIMBANG BAYI DAN BALITA Maesaroh Maesaroh; Sartika Sartika; Ela Rohaeni; Retno Kumalasari; Ade Rahayu Prihartini; Rini Setiawati; Arrifah Nurkhasanah; Ainiyyah Febiyanti; Nabila Al Fitria; Luthfiah Fudali
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/jippm.v5i2.1722

Abstract

Toddlers are children aged 1-5 years who experience rapid growth and development. The nutritional status of infants and toddlers is one of the indicators used to measure the nutritional status of a community. Toddlers and infants are one of the age groups that are vulnerable to disease, one of which is malnutrition. The objective of this activity is to provide knowledge to mothers with infants and toddlers about the definition of balanced nutrition, the nutritional needs of infants and toddlers, and proper feeding patterns for infants and toddlers. This educational activity was conducted at the Beberan Village Health Post and was attended by 20 mothers of infants and toddlers. The educational activity was conducted using leaflets and the KIA book, with pre-tests and post-tests to evaluate the success of the activity. Overall, the activity demonstrated effective results in improving mothers' knowledge about balanced nutrition, with 30% of respondents having good knowledge, 40% having adequate knowledge, and 25% having insufficient knowledge before the education activity. After the education program, the results showed that 70% of respondents had good knowledge, 30% had adequate knowledge, and none had insufficient knowledge. This educational activity was conducted as an effort to support government policies aimed at reducing nutritional issues among infants and toddlers.  
"Stop Bullying" Education to Increase Anti-Bullying Knowledge and Attitudes: Edukasi "Stop Bullying" Untuk Meningkatkan Pengetahuan Dan Sikap Anti-Perundungan Maesaroh; Ade Rahayu Prihartini; Rica Arieb Shintami; Rosidah Rosidah
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 6 No. 2 (2026): JPKK Edisi Agustus 2026
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol6.Iss2.2693

Abstract

Bullying is aggressive behavior that may occur physically, verbally, socially, or digitally and can disrupt students' sense of safety and comfort at school. This community service activity aimed to improve knowledge and foster anti-bullying attitudes among students of Junior High School 23 Serang City. The activity was held on 31 July 2026 and involved 33 eighth-grade students. A participatory educational approach was used through interactive education, an educational video, case discussion, role play, question-and-answer sessions, and a "Stop Bullying" commitment declaration. Program achievement was evaluated descriptively using knowledge and attitude questionnaires administered before and after the activity, along with observation of participant engagement. The mean knowledge score increased from 64.5 to 86.1, while the proportion of students in the good-knowledge category increased from 18.2% to 87.9%. The average proportion of positive anti-bullying attitude responses increased from 67.8% to 94.3%. Students were better able to identify forms of bullying, distinguish jokes from harmful behavior, describe safe actions as victims or bystanders, and recognize the importance of reporting to trusted adults. Participatory education can support promotional and preventive efforts to build a safe, comfortable, inclusive, and respectful school culture   Abstrak Perundungan merupakan perilaku agresif yang dapat terjadi secara fisik, verbal, sosial, maupun digital dan berpotensi mengganggu rasa aman serta kenyamanan siswa di sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan membangun sikap anti-perundungan pada siswa SMP Negeri 23 Kota Serang. Kegiatan dilaksanakan pada 31 Juli 2026 dan diikuti oleh 33 siswa kelas VIII. Pelaksanaan menggunakan pendekatan edukasi partisipatif melalui penyuluhan interaktif, pemutaran video edukasi, diskusi kasus, permainan peran, tanya jawab, dan deklarasi komitmen "Stop Bullying". Ketercapaian kegiatan dievaluasi secara sederhana melalui kuesioner pengetahuan dan sikap yang diberikan sebelum dan sesudah edukasi, disertai observasi keterlibatan peserta. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 64,5 menjadi 86,1. Proporsi siswa dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 18,2% menjadi 87,9%. Rata-rata proporsi respons sikap positif terhadap pencegahan perundungan juga meningkat dari 67,8% menjadi 94,3%. Siswa mampu mengenali bentuk perundungan, membedakan candaan dengan perilaku yang menyakiti, menjelaskan langkah aman sebagai korban atau saksi, serta memahami pentingnya melapor kepada orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan edukasi partisipatif dapat menjadi upaya promotif dan preventif untuk mendukung budaya sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan saling menghargai.