Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Implementation of Prenatal Yoga to Relieve Low Back Pain in Pregnant Women Kumalasari, Retno; Maesaroh, Maesaroh; Isnaeni, Siti; Widiastuti, Fransisca
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 1 (2024): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i1.278

Abstract

Feeling comfortable during pregnancy improves overall quality of life. Pregnant women who feel comfortable are better able to enjoy their pregnancy, participate in social activities, and maintain positive relationships with their partners and families. The physical and hormonal changes that pregnant women experience cause discomfort, such as low back pain, which pregnant women commonly experience. Managing low back pain during pregnancy can prevent long-term musculoskeletal problems. Yoga exercises for pregnant women have many benefits, one of which is to overcome low back pain that is often experienced during pregnancy. This study aims to describe prenatal yoga is effective in relieving low back pain in pregnant women. This study used a Quasy Experiment research design using an equivalent time sample design model. The population of pregnant women in this study were pregnant women TM II and III who made visits who made ANC visits at the Independent Practice of Midwife Nurhikmah Hildayanti Cirebon Regency. The sampling method in this study was non probability sampling similar to consecutive sampling. Data collection was carried out using an observation sheet, by recording the level of decrease in the intensity of low back pain, after the intervention was carried out to reduce the intensity of low back pain by doing pregnant gymnastics and yoga. The results showed a decrease in the intensity of low back pain experienced by respondents after prenatal yoga was done both at the first meeting to the fourth meeting. The application of prenatal yoga carried out in the Independent Practice of Midwife Nurhikmah Hildayanti Cirebon Regency can relieve low back pain in pregnant women TM II and III.
Hubungan Sumber Informasi Dengan Tingkat Pengetahuan Remaja Puteri Tentang Pijat Akupresure Saat Menstruasi Sari, Ossie Happina; Maesaroh, Maesaroh
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 7 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v7i2.3498

Abstract

Problems felt by adolescents related to menstruation are dysmenorrhea 67.2% and premenstrual syndrome (PMS) 63.1%. Dysmenorrhea is the most common gynecological complaint among adult women and adolescents. This needs to be considered because it will cause discomfort in physical activity. The incidence of dysmenorrhea in the world is very large, on average more than 50% of women experience primary dysmenorrhea. This study aims to determine the relationship between sources of information and the level of knowledge of young women about acupressure massage during menstruation. This research uses a type of analytic survey research with a cross sectional design. The analysis used was bivariate analysis with the Spraeman rank correlation test. The results of the bivariate analysis obtained a p-value of 0.009 which means that there is a relationship between sources of information and knowledge of young women about acupressure massage during menstruation. It is hoped that the school can work together with the health center or other parties in an effort to provide counseling about health to adolescents so that adolescent awareness and knowledge about health, especially regarding acupressure massage in reducing dysmenorrhea as a non-pharmacological therapy can increase adolescent knowledge.
PENGARUH PERAN TENAGA KESEHATAN TEHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Maesaroh, Maesaroh
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.208

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, oral, ataupun anus dengan seseorang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan untuk melakukan upaya kesehatan untuk dapat mencegah dan memberikan promosi kesehatan terkait kesehatan reproduksi terutama dalam pencegahan penyakit menular seksual. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tenaga kesehatan terhadap pencegahan PMS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan “Cross Sectional” atau potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang telah menikah berusia 20-45 tahun di wilayah Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis sebanyak 164 orang, sedangkan sampel yang diteliti sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara peran tenaga kesehatan terhadap pencegahan penyakit menular seksual karena hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi Square, dengan derajat kemaknaan 0,05 diperoleh ρ value 0,001 α dan chi square (χ2) tabel (11,414 3,841). Diharapkan dalam melakukan kegiatan promosi kesehatan sebaiknya menggunakan alat peraga seperti brosur atau leafleat, sehingga responden akan lebih paham terkait peningkatan kesehatan reproduksi dan pencegahan PMS.Kata Kunci: tenaga kesehatan, penyakit menular seksual Abstract Sexually Transmitted Diseases (STDs) are diseases that are transmitted through sexual contact, whether vaginal, oral, or anus with someone who was previously infected. Health workers have the knowledge and skills through education in the health sector to make health efforts to prevent and provide health promotion related to reproductive health, especially in the prevention of sexually transmitted diseases. So this study aims to determine the role of health workers in preventing STDs. This research is a quantitative study, using a "cross sectional" approach. The population in this study were 164 married women aged 20-45 years in Ciharalang Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency, while the sample studied was 45 people. The results showed that there was an influence between the role of health workers on the prevention of sexually transmitted diseases because the results of statistical tests using the Chi Square test, with a significance degree of 0.05 obtained ρ value 0.001 α and chi square (χ2) table (11.414 3.841). It is hoped that in carrying out health promotion activities, it is best to use props such as brochures or leaflets, so that respondents will understand more about improving reproductive health and preventing STDs.Keywords: health workers, sexually transmitted diseases
SOSIALISASI PENANGANAN LUKA RINGAN YANG TEPAT DI SMK PGRI 1 KOTA SERANG Setiawati, Rini; Rahayu Prihartini, Ade; Kumalasari, Retno; Maesaroh, Maesaroh; Nugrahin, Febrina
Kahayan : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2025): Juli : KAHAYAN (JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT)
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jak.v2i2.22610

Abstract

This community service initiative aims to enhance students’ knowledge and skills in administering initial treatment for minor wounds through an interactive educational approach, utilizing simulation and demonstration methods. The primary participants of the program were students from SMK PGRI 1 Kota Serang, particularly those enrolled in the Mechanical Engineering and Automotive Light Vehicle Engineering programs, as they are at a higher risk of experiencing injuries. The approach involved delivering educational sessions on wound concepts, infection prevention, and wound care techniques, followed by practical sessions using basic first aid equipment. The outcomes of the activity indicated a significant improvement in students’ understanding, attitudes, and competencies in wound management. Participants demonstrated strong enthusiasm, engaged actively in discussions, and successfully applied proper wound care techniques during practice sessions. self-reliance in treating minor wounds appropriately and preventing potential complications
Penguatan Kesadaran Kesehatan Masyarakat Melalui Skrining Gula Darah Dan Tekanan Darah: Strengthening Health Awareness Through Blood Sugar and Blood Pressure Screening Maesaroh, Maesaroh; Febsi, Yania; Rinjani, El Zenitia Villa; Alfira, Jihan; Noorlinda, Noorlinda; Rangga, Andito Dwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bunda Delima Vol 4 No 2 (2025): EDISI AGUSTUS
Publisher : Akademi Keperawatan Bunda Delima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59030/jpmbd.v4i2.104

Abstract

Pendahuluan: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat ter-hadap deteksi dini menjadi tantangan besar dalam upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kesehatan melalui skrining gula darah dan tekanan darah di Kelurahan Warung Jaud, Kota Serang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dan pembagian leaf-let, serta pemeriksaan gula darah sewaktu dan tekanan darah terhadap 47 peserta. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 27,7% peserta berada dalam kategori pra-diabetes dan 6,4% diabetes. Sementara itu, 53,8% peserta mengalami hipertensi. Setelah skrining, peserta mendapat edukasi tentang gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.Kesimpulan: Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan berbasis komunitas dalam meningkatkan literasi kesehatan dan pentingnya pemeriksaan rutin sebagai bagian dari pencegahan PTM. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas dan berkelanjutan.
EDUKASI JADILAH ANAK HEBAT DAN SEHAT DENGAN IMPLEMENTASI 7 KEBIASAAN ANAK INDONESIA HEBAT Maesaroh, Maesaroh; Prihartini, Ade Rahayu; Khaeriyah, Hana Nurul; Asih, Sari Wulan; Nugraha, Muhammad Fajri Nanda; Rohyati, Rohyati; Al Farizi, Muhammad Imam; Ramadhan, Yahya
Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Edisi Maret
Publisher : Universitas Islam Sumatear Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jurpammas.v4i2.11843

Abstract

The Government of the Republic of Indonesia has a vision to achieve Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045 (Indonesia Advancing Towards Golden Indonesia 2045). One of the programs to realize this vision is through the 7 Healthy Habits of Indonesian Children Movement, which is implemented at the primary to secondary education levels. This program is expected to shape the character of the nation's children to be superior and resilient as an effort to prepare superior human resources. This community service activity was conducted in the form of education at SD Negeri Pulopanjang 1 in Serang Regency, Banten, on July 31, 2025, involving 38 students. Pulopanjang is a small island located in Banten Bay. Administratively, the island is part of Serang Regency, Banten, and can be reached by motorboat in approximately 1 hour from Karangantu Port in Serang City or 15–20 minutes from Grenyang Bojonegara Port in Serang Regency. Under the auspices of the Ministry of Basic and Secondary Education, Pulopanjang 1 State Elementary School stands firmly in Kp. Peres, Pulopanjang Village/Subdistrict, Pulo Ampel District, Serang Regency, Banten Province. This state school operates a morning learning system six days a week. This community service initiative is carried out as a form of support for the government's program to promote and implement the “7 Habits of Great Indonesian Children” movement in practice. It also aims to introduce the government's program so that elementary school students can apply these seven good habits. Through the implementation of the 7 Habits of Great Indonesian Children educational program, children gain a clear understanding of how the 7 Habits of Great Indonesian Children program is applied in daily life. It is hoped that with proper understanding, these elementary school students will consistently practice these habits, thereby developing the character of future leaders and becoming outstanding human resources in the future, in line with the government's expectations.
Pengaruh Penggunaan Media Sosial Terhadap Perilaku Seksual Pada Remaja di SMP PGRI Juntinyuat Kabupaten Indramayu Maesaroh dan Sylvia Meristika Rachman
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v1i1.42

Abstract

Remaja mempunyai rasa ingin tahu yang besar, namun remaja justru kurang mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan yang cukup berkaitan dengan kesehatan reproduksi, sehingga mereka mendapatkannya melalui akses media sosial, yang kerap memebrikan dampak negatif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelatif dan menggunakan rancangan penelitian cross-sectional dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual remaja di SMP PGRI Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan analisis korelasi Rank Spearman dengan jumlah populasi sebanyak 231 orang remaja dan sampel sebanyak 70 orang, dengan menggunakan instrumen kuesisoner penelitian. Hasil dari penelitian ini adalah nilai koefesien korelasi (r) pengaruh penggunaan media sosial terhadap perilaku seksual remaja sebesar 0,340 dengan p-value atau Sig sebesar 0,004, sehingga Ho ditolak. Artinya hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh penggunaan media sosial dengan perilaku seksual Pada Remaja di SMP PGRI Juntinyuat Kabupaten Indramayu, dengan arah hubungannya bersifat positif dan kekuatan hubungannya rendah. Pihak sekolah dapat memberikan pembinaan pada remaja termasuk juga pada orang tuanya melalui pendidikan parenting untuk orang tua, atau bekerjasama dengan pihak puskesmas dalam melaksanakan penyuluhan pada remaja baik disekolah maupun diluar gedung sekolah, sehingga orang tua dapat berperan aktif dalam melakukan pengawasan serta menjalin komunikasi yang baik dengan buah hati, agar dapat meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik disekolah maupun dilingkungannya
PENGARUH PERAN TENAGA KESEHATAN TEHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL Maesaroh Maesaroh
Jurnal Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.208

Abstract

Penyakit Menular Seksual (PMS) merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual, baik secara vaginal, oral, ataupun anus dengan seseorang yang sebelumnya sudah terinfeksi. Tenaga kesehatan memiliki pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan untuk melakukan upaya kesehatan untuk dapat mencegah dan memberikan promosi kesehatan terkait kesehatan reproduksi terutama dalam pencegahan penyakit menular seksual. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tenaga kesehatan terhadap pencegahan PMS. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan menggunakan pendekatan “Cross Sectional” atau potong lintang. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita yang telah menikah berusia 20-45 tahun di wilayah Desa Ciharalang Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis sebanyak 164 orang, sedangkan sampel yang diteliti sebanyak 45 orang. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara peran tenaga kesehatan terhadap pencegahan penyakit menular seksual karena hasil uji statistik dengan menggunakan Uji Chi Square, dengan derajat kemaknaan 0,05 diperoleh ρ value 0,001 > α dan chi square (χ2) tabel (11,414 > 3,841). Diharapkan dalam melakukan kegiatan promosi kesehatan sebaiknya menggunakan alat peraga seperti brosur atau leafleat, sehingga responden akan lebih paham terkait peningkatan kesehatan reproduksi dan pencegahan PMS.Kata Kunci: tenaga kesehatan, penyakit menular seksual Abstract Sexually Transmitted Diseases (STDs) are diseases that are transmitted through sexual contact, whether vaginal, oral, or anus with someone who was previously infected. Health workers have the knowledge and skills through education in the health sector to make health efforts to prevent and provide health promotion related to reproductive health, especially in the prevention of sexually transmitted diseases. So this study aims to determine the role of health workers in preventing STDs. This research is a quantitative study, using a "cross sectional" approach. The population in this study were 164 married women aged 20-45 years in Ciharalang Village, Cijeungjing District, Ciamis Regency, while the sample studied was 45 people. The results showed that there was an influence between the role of health workers on the prevention of sexually transmitted diseases because the results of statistical tests using the Chi Square test, with a significance degree of 0.05 obtained ρ value 0.001> α and chi square (χ2) table (11.414> 3.841). It is hoped that in carrying out health promotion activities, it is best to use props such as brochures or leaflets, so that respondents will understand more about improving reproductive health and preventing STDs.Keywords: health workers, sexually transmitted diseases
Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Hipertensi di UPTD Puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu Adinda Suryaningsih; Nia Marlina Kurnia; Maesaroh Maesaroh
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8782

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami masyarakat dan menjadi masalah kesehatan global karena dapat meningkatkan risiko terjadinya komplikasi serius seperti stroke, gagal jantung, dan penyakit ginjal. Penyakit ini dikenal sebagai silent killer karena sering kali tidak menimbulkan gejala, namun dapat menyebabkan kerusakan organ secara perlahan apabila tidak dikontrol dengan baik. Pengendalian hipertensi memerlukan pengobatan jangka panjang bahkan seumur hidup, sehingga kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat menjadi faktor penting dalam keberhasilan terapi. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi kepatuhan pasien adalah tingkat pengetahuan mengenai hipertensi dan pengobatannya. Pengetahuan yang baik diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pasien untuk menjalani pengobatan secara teratur dan mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner HFQ (Hypertension Fact Questionnaire) untuk mengukur tingkat pengetahuan dan kuesioner MMAS (Morisky Medication Adherence Scale) untuk mengukur tingkat kepatuhan minum obat. Jumlah responden sebanyak 85 pasien hipertensi yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada tahun 2025. Hasil penelitian berdasarkan uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value sebesar 0,269 (>0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi di UPTD Puskesmas Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu.
Association between Married Couples’ Knowledge of Anemia Prevention and the Incidence of Anemia Among Pregnant Women Maesaroh Maesaroh; Qurrat Ul Ain; Yania Febsi; Nisri Ina Zahrah; Nana Fitriana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 18 No 2 (2026): JIKM Vol 18, Issue 2, May 2026
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v18i2.1012

Abstract

Background: Anemia during pregnancy remains a major public health issue in Indonesia, especially in rural areas such as Tasikmalaya Regency. Limited knowledge and inadequate partner involvement are key factors contributing to poor anemia prevention practices. This study aimed to assess the relationship between couples’ knowledge of anemia prevention and maternal hemoglobin status. Method: A cross-sectional study was conducted among 150 pregnant women and their partners in Tasikmalaya Regency, West Java. Data on sociodemographic characteristics, knowledge, and preventive practices were collected using a structured questionnaire, and hemoglobin (Hb) levels were classified according to WHO (2023) standards. Associations were analyzed using the chi-square test and a multivariate logistic regression. Results: Most respondents were aged 21–35 years (78.7%), and 43.3% had completed secondary education. Although 82% attended ≥4 antenatal care visits and 84.7% reported taking iron (Fe) tablets, the prevalence of anemia remained high at 58.7%, with 26.7% classified as having moderate-to-severe anemia.. A significant association was found between couples’ knowledge and maternal hemoglobin status (χ² = 18.43; df = 6; p = 0.005), with a moderate effect size (Cramér’s V = 0.25). Higher knowledge levels were associated with a greater proportion of non-anemic women, whereas lower knowledge levels were more frequently observed among women with moderate to severe anemia. Conclusion: In Tasikmalaya Regency, higher couples’ knowledge of anemia prevention was significantly associated with better maternal hemoglobin status. These findings support the importance of strengthening couple-based educational approaches and improving the quality of anemia prevention strategies within maternal health programs.