Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Group counseling services in reducing anxiety levels among drug rehabilitation residents: a humanistic qualitative inquiry Nabilatul Urfah; Rahmad; Miftahuddin; Listiawati Susanti; Suhaimi
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711400

Abstract

Anxiety is a common psychological challenge experienced by residents undergoing drug rehabilitation, often hindering engagement in treatment and increasing vulnerability to relapse. Although group counseling is widely implemented in rehabilitation settings, limited qualitative evidence explains how residents experience this intervention and the mechanisms through which it alleviates anxiety. This qualitative descriptive study aimed to explore how group counseling services contribute to anxiety reduction among residents in a drug rehabilitation facility. Guided by a humanistic counseling perspective, the study involved one addiction counselor and five rehabilitation residents selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive analytic framework involving open, axial, and selective coding. Methodological integrity was enhanced through source triangulation and member checking. The findings revealed five interconnected themes: (a) multifaceted manifestations of anxiety related to rehabilitation, future uncertainty, family relationships, social stigma, and psychological distress; (b) a developmental process from fear and reluctance toward acceptance and authentic participation in group counseling; (c) the central role of counselor empathy, unconditional positive regard, and psychological safety in facilitating therapeutic change; (d) psychological and interpersonal improvements reflected in reduced anxiety, stronger emotional regulation, and increased self-confidence; and (e) residents’ recommendations for strengthening counseling programs through more collaborative and humanistic practices. Demographic patterns further indicated that younger residents were more concerned about social stigma and peer judgment, whereas residents with repeated rehabilitation experiences expressed more complex anxiety associated with relapse and unmet expectations. These findings demonstrate that anxiety reduction is a multidimensional process shaped by the interaction of therapeutic relationships, peer support, psychological safety, and residents’ readiness for change. The study contributes practical implications for counseling practice, rehabilitation policy, and future qualitative research on substance use recovery.
Efektivitas intervensi komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah Vania Sonya Fauzyyah; Azni; Miftahuddin; Rahmad; Rosmita; Nurjanis
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 7 No. 1 (2026): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810711700

Abstract

Kecemasan masa depan merupakan salah satu permasalahan psikologis yang banyak dialami pasangan pada fase awal perkawinan akibat berbagai ketidakpastian yang berkaitan dengan stabilitas ekonomi, keberlangsungan hubungan, serta kesiapan menjalankan peran dalam kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi terapeutik dalam menurunkan kecemasan masa depan pada pasangan suami istri yang baru menikah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental one-group pretest–posttest. Partisipan penelitian terdiri atas delapan individu (empat pasangan suami istri) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pasangan dengan usia pernikahan 1–5 tahun dan mengalami kecenderungan kecemasan masa depan. Data dikumpulkan menggunakan skala Future Anxiety yang telah memenuhi kriteria validitas dan memiliki reliabilitas yang sangat tinggi (Cronbach's Alpha = 0,906). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, Paired Sample t-test, dan analisis effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan masa depan menurun dari 108,00 pada saat pretest menjadi 42,75 pada saat posttest. Hasil Paired Sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (t(7) = 25,13, p < 0,001), dengan nilai effect size (Cohen's d) sebesar 14,35, yang mengindikasikan pengaruh intervensi dalam kategori sangat besar. Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi terapeutik efektif dalam menurunkan kecemasan masa depan sekaligus membantu pasangan mengembangkan regulasi emosi, komunikasi yang lebih suportif, serta kemampuan menghadapi berbagai ketidakpastian kehidupan perkawinan secara lebih adaptif. Hasil penelitian ini memperkuat potensi komunikasi terapeutik sebagai salah satu pendekatan intervensi dalam layanan bimbingan dan konseling keluarga untuk mendukung kesejahteraan psikologis pasangan pada fase awal perkawinan.
PENGARUH TOXIC RELATIONSHIP PADA REMAJA Aulia Darisnawati; Salsabila Ayu Ramadhani; Rahma Amalia; Delta Norantika; Miftahuddin
Journal of Counseling Support Vol. 1 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Cendekia Sinergi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64998/jcs.v1i1.7

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh toxic relationship terhadap mahasiswi di Kota Pekanbaru. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan 40 responden yang merupakan mahasiswi semester 6–8 yang pernah mengalami hubungan pacaran yang tergolong toxic. Instrumen penelitian disusun berdasarkan empat indikator toxic relationship: kekerasan fisik, psikis, seksual, dan ekonomi. Teknik analisis data menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel toxic relationship tidak berpengaruh secara signifikan terhadap dampak psikologis yang dialami oleh mahasiswi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai signifikansi sebesar 0,893 (> 0,05), serta nilai koefisien regresi sebesar -0,027. Artinya, semakin tinggi tingkat toxic relationship yang dialami, tidak secara langsung menyebabkan peningkatan dampak psikologis yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan adanya faktor-faktor lain yang memediasi dampak hubungan toxic, seperti dukungan sosial, kemampuan coping, dan pengalaman konseling. Penelitian ini juga menekankan pentingnya peran konseling dalam membantu individu menghadapi hubungan tidak sehat.
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN KECENDERUNGAN SOCIAL COMPARISON DAN PERILAKU INSECURE PADA REMAJA Lastri Nita Shela; M. Fahli Zatrahadi; Miftahuddin
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Publish
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.14476

Abstract

The development of social media in the digital era has a significant impact on the lives of adolescents, particularly in the formation of self-concept and psychological conditions. High intensity of social media use causes adolescents to be more frequently exposed to various content that depicts ideal lives, beauty standards, and the achievements of others, thus encouraging the emergence of social comparison tendencies and insecure behavior. This study aims to determine the relationship between the intensity of social media use and the tendency of social comparison and insecure behavior in adolescents. The method used in this study is library research using secondary data in the form of national journals, books, and scientific articles from the last five years relevant to the research topic. Data collection techniques were carried out through documentation and literature searches from Google Scholar and accredited national journal portals, then analyzed using qualitative descriptive analysis. The results of the study indicate that the intensity of social media use has a significant relationship with the increasing tendency of social comparison and insecure behavior in adolescents. The higher the social media use, the greater the tendency of adolescents to compare themselves with others, resulting in feelings of inferiority, lack of self-confidence, social anxiety, and dissatisfaction with themselves. Therefore, self-control, digital literacy, and family and environmental support are needed so that adolescents can use social media healthily and wisely.