Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Metode dan Karakteristik Tafsir Fiqhi: Antara Kontribusi Istinbaṭ Hukum dan Tantangan Bias Mazhab Arja Amin Munashoha; Ahmad Mi’raji; Akhmad Dasuki
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.113

Abstract

Tafsir fiqhi merupakan salah satu corak penafsiran Al-Qur’an yang berfokus pada penggalian hukum-hukum syariat dari ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian, metode, sumber, serta karakteristik tafsir fiqhi dalam tradisi keilmuan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir fiqhi memiliki metode yang bersifat analitis, komparatif, dan berorientasi pada istinbāṭ hukum. Sumber yang digunakan meliputi Al-Qur’an, hadis, ijma’, qiyas, serta pendapat ulama. Selain itu, tafsir fiqhi memiliki karakteristik khas berupa fokus pada ayat hukum, kecenderungan mazhab, serta sifat argumentatif dan aplikatif. Dalam perkembangannya, tafsir fiqhi juga dipengaruhi oleh latar belakang ideologis dan sosial mufassir, serta mengalami dinamika dalam konteks kontemporer, termasuk di Indonesia yang relatif kurang berkembang dalam corak ini. Dengan demikian, tafsir fiqhi tetap memiliki relevansi penting dalam menjembatani teks Al-Qur’an dengan kebutuhan hukum umat Islam.
Berbeda Ideologi, Berbeda Tafsir: Studi Metodologi Penafsiran Al-Qur'an Mazhab Mu'tazilah dan Khawarij Intan Anggrini; Misbah; Budi Aulia; Akhmad Dasuki
Nurani : Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual Vol. 1 No. 2 (2026): Juni: Nurani: Jurnal Studi Agama dan Peradaban Spiritual
Publisher : Lembaga Penerbit Penelitian Multidisipliner

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67096/nurani.v1i2.128

Abstract

Studi ini membahas metodologi penafsiran Al-Qur'an dari mazhab Mu'tazilah dan Khawarij dari perspektif epistemologi hermeneutika Al-Qur'an kontemporer. Studi ini dimotivasi oleh perbedaan mendasar dalam memahami teks Al-Qur'an antara pendekatan rasional dan tekstual yang memengaruhi gaya penafsiran Islam klasik hingga kontemporer. Studi ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik metodologi penafsiran Mu'tazilah dan Khawarij serta mengidentifikasi persamaan dan perbedaannya. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan penelitian kepustakaan dan analisis deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mu'tazilah menggunakan pendekatan rasional dengan menempatkan akal dan metode ta'wil sebagai instrumen utama dalam memahami ayat-ayat Al-Qur'an, sedangkan Khawarij cenderung menggunakan pendekatan literal dan tekstual tanpa memberikan banyak ruang untuk penafsiran kontekstual. Persamaan antara kedua mazhab tersebut terletak pada penggunaan Al-Qur'an sebagai legitimasi bagi ideologi teologis masing-masing. Studi ini menyimpulkan bahwa perbedaan dalam metodologi penafsiran kedua aliran pemikiran tersebut dipengaruhi oleh faktor-faktor teologis, politis, dan epistemologis, dan telah memberikan dampak besar pada perkembangan tradisi penafsiran dan hermeneutika Islam.
Karakteristik Sintaksis Al-Qur'an: Studi Analisis Huruf Athaf dan Jar pada QS. Az-Zumar: 71–73 dan QS. Thaha: 71 Saparudin Arianur; Nuriyatul Muzakiya; Ahmad Arifin Alfayad; Akhmad Dasuki
Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan Vol. 3 No. 1 (2026): Januari - Juni | Islamologi : Jurnal Ilmiah Keagamaan
Publisher : CV. Maryam Sejahtera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68352/islam.v3i1.401

Abstract

Kajian ini menelaah karakteristik sintaksis Al-Qur'an melalui analisis mendalam terhadap huruf athaf dan huruf jar pada QS. Az-Zumar: 71–73 dan QS. Thaha: 71. Dengan menggunakan pendekatan nahwu klasik yang bersumber dari tradisi linguistik Sibawaih, Ibn Jinni, Al-Jurjani, Az-Zamakhsyari, dan Ibn Hisyam, kajian ini menunjukkan bahwa setiap huruf dalam Al-Qur'an dipilih secara presisi absolut dan tidak dapat digantikan oleh huruf lain tanpa menggeser substansi makna secara fundamental. Huruf athaf seperti waw (و) dan fa (ف), serta huruf jar seperti fī (في) dan 'alā (على), masing-masing mengemban fungsi semantis yang distingtif dan konsisten. Temuan ini memperkuat argumen i'jāz lughawī Al-Qur'an, khususnya dimensi dawām al-ma'nā al-harfī — konsistensi makna huruf sebagai sistem linguistik yang sempurna dan tidak tertandingi.