Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

STUDI PERILAKU ADAPTASI MANUSIA TERHADAP LINGKUNGAN SOSIAL DALAM PENAMBAHAN FUNGSI RUANG KOMERSIAL HUNIAN TRADISIONAL BALI DI UBUD ERWIN ARDIANTO HALIM
Serat Rupa: Journal of Design Vol 1 No 2 (2016): SRJD-SEPTEMBER
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v1i2.460

Abstract

Tourism in Bali has significant effect to Balinese social aspect.  It can be seen from the Balinese people daily behavior that has changed from traditional society to modern and diverse society.  The conviction to conserve traditional pattern of life and behavior is still exists in the Balinese society and their posterity, but in the other side, tourism development and economical urgency creates difficult situation to conserve the purity of Balinese cultural tradition.  This situations influence Balinese cultural products created nowadays, such as architectural spaces that represent the people within.  The changes occurring in traditional Balinese houses happened mostly in concentrated tourism areas, such as Ubud.  In the government urban development plan, Ubud is selected as one of strategic tourism point of interest that is cultural tourism.  Consequently, Ubud also functions as strategic economic income resource for Bali.  The changes in traditional Balinese houses mostly happened because of the need to adapt with socio-cultural context, where local tourists and expatriates come and even stay for longer time.  To accommodate tourist’s needs, Ubud villagers set off to open restaurants, cafes, art galleries, souvenir shops, and travel agents in their houses.  These commercial areas are located in their traditional houses, with modification of rooms or even addition of rooms with other functions.  This research focused on the space transformation to commercial spaces in traditional Balinese houses.  There are abundant philosophical values that have to be conserve in traditional Balinese houses between generations.  Those philosophical values have sacred meanings within its design elements, such as building orientation, building elevation, facades, borders and zoning.  With the addition of commercial places, how do The Ubud people managed to continue their tradition and the values within? Therefore, the main problem that is being researched here is about the collision between the need to adapt to socio-cultural context in the society and the need to conserved cultural traditions in the family and their sacred meanings.   Keywords: human adaptative behaviour; space transformation; traditional house; Ubud
PENGARUH CARA DISTRIBUSI PENCAHAYAAN BUATAN PADA KENYAMANAN BERCENGKERAMA PENGUNJUNG KAFE MARTIN SENA KRISTIAN; LEONARDO .; ERWIN ARDIANTO HALIM
Serat Rupa: Journal of Design Vol 2 No 2 (2018): SRJD-JULY
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v2i2.776

Abstract

Nowadays, young people like Cafe more as a place for socializing than merely for eating. Its environment is made to comfort them through lighting design. This research aims to describe lighting distribution type from users choice of comfort while socializing in a café. The method is to ask 60 persons to choose the most comfortable lighting environment from five given illustrations based on a theory by ILO (1998) and Grondzik and Kwok (2010) theory. The result shows indirect lighting from wall and ceiling as the most preferred lighting distribution to support comfort while socializing.
KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH RUMAH “SIWALUH JABU” DESA LINGGA Erwin Ardianto Halim
Serat Rupa: Journal of Design Vol 4 No 2 (2020): SRJD-JULY
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v4i2.1433

Abstract

Traditional house is an authentic historical and cultural heritage architecture and is full of philosophy. One of them is Karo Traditional House which is usually called Siwaluh Jabu because it is inhabited by eight family heads. The modernization process that is developing rapidly in Indonesia has led to significant changes. This research was conducted by taking data and interviewing directly on the location of the Siwaluh Jabu Traditional House and then analyzing the form of shift that will be sought for handling solutions in conserving the interior of the Siwaluh Jabu Traditional House where conservation has the aim of preserving while still paying attention to and maintaining cultural on it.
PERUBAHAN FUNGSI RUANG DALAM PADA KERATON KACIREBONAN Royandi, Yudita; Halim, Erwin Ardianto; Jonatan, Lisa Levina
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i1.8814

Abstract

Keraton merupakan tempat tinggal bagi raja dan keluarganya pada bangunan diposisi sentral. Menurut Agustina (2013;2014) Keraton dalam pandangan kosmologis merupakan pusat kekuatan gaib yang berpengaruh pada seluruh kehidupan masyarakat.begitu pula dengan susunan keruangan keraton di Jawa mengadaptasi kepada susunan Gunung Mahameru, yaitu ada daerah puncak dengan anak gunungnya. Puncak Gunung adalah bangunan inti yang melambangkan gunung Mahameru. Hirarki ruang ditunjukkan dengan penaikkan lantai dimana ruang yang paling sakral adalah bangunan induk yang merupakan bangunan yang berada di level tertinggi. Pada Keraton Kacirebonan bangunan dengan level tertinggi adalah Bangunan Induk terdapat bangsal Prabayaksa tempat diselenggarakannya acara sakral. Sedangkan bangunan lainnya berada pada level yang lebih rendah. Hasil Observasi awal memperlihatkan adanya pergeseran fungsi ruang dalam pada Keraton Kacirebonan dari fungsi awalnya, beberapa ruang beralih fungsi menjadi area komersil bahkan beberapa ruang tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan fungsi ruang apa saja dalam Keraton Kacirebonan yang berubah dari wujud tradisionalnya. Harapannya adalah agar fungsi dan nilai tradisi Keraton sebelumnya sebagai simbol budaya dapat dipertahakan serta dilestarikan.
Meningkatkan Kreativitas Dengan Pelatihan Bahan Keras Dengan Teknik Anyaman Bagi Siswa SMPK Trimulia HITS Irena Vanessa Gunawan; Halim, Erwin Ardianto
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6506

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2016 salah satu Kompetensi Dasar siswa-siswi SMP di bidang kerajinan adalah memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter dan teknik pengolahan bahan olahan (kali ini menggunakan Busa Eva).SMPK Trimulia HITS mengajukan permohonan pelatihan untuk memperluas wawasan bagi guru maupun siswa tentang alternatif pengolahan bahan keras.  Dengan demikian tim FSRD mencari ide kriya dengan struktur sekaligus finishing yang tergabung dari dua material , tidak sekedar hanya menempelkan satu material di atas material lainnya. Materi yang diusulkan adalah busa eva, karena mudah untuk dipotong, dimanipulasi dengan cara ditekuk , dilengkungkan dan dapat dengan mudah dijahit. Adapun kriya yang diajarkan selalu berusaha memasukkan unsur-unsur kriya tradisional Indonesia , dalam hal ini adalah anyaman. Unsur menganyam akan dimasukkan untuk memperkuat pertemuan dua material antara busa eva dan benang yang dijalin atau dianyam membentuk tekstil. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas peserta didalam bidang seni dan mendukung perkembangan motorik peserta  
Alih Pengetahuan Dasar-Dasar Teater Sebagai Media Refleksi Sosial Berbasis Edukasi Seni Ibrahim Mufiq Defito; Candra Sinuraya; Hanny Juliany Dani; Erwin Ardianto Halim; Daniel Zifa Armadi; Wanda Yuniartiningsih; Yehuda Njuah Sectio Cibro; Evelyn Gabriella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2453

Abstract

Fenomena kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai rencana sering menimbulkan tekanan psikologis dan kehilangan arah bagi individu. Seni pertunjukan, khususnya teater interaktif, memiliki potensi sebagai medium reflektif dan edukatif untuk membantu masyarakat memahami dinamika tersebut. Permasalahan Pengabdian ini adanya kebutuhan masyarakat terhadap dasar-dasar teater sebagai sarana reflektif untuk bersosialisasi. Solusinya dirancang dalam bentuk pementasan teater interaktif yang dipadukan dengan permainan sederhana guna memperkenalkan seni teater sekaligus menciptakan ruang partisipatif. Tujuannya agar penonton terlibat secara langsung dalam alur cerita bertema “hidup yang tak selalu mulus,” sehingga mendorong keterlibatan emosional, komunikasi dua arah, dan pengalaman estetis yang mendalam. Metode partisipatif diterapkan melalui pengenalan dasar-dasar teater, improvisasi, dan diskusi reflektif setelah pertunjukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 30 peserta yang hadir memperoleh wawasan baru dalam memaknai realitas kehidupan serta mengapresiasi seni teater sebagai sarana pembelajaran sosial yang menyenangkan. Respon positif dari peserta menegaskan bahwa pendekatan seni interaktif dapat menjadi media efektif dalam membangun kesadaran sosial dan memberikan edukasi seni di tengah masyarakat. Dengan demikian, teater interaktif berkontribusi bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai sarana edukasi budaya yang menyentuh aspek intelektual, emosional, dan sosial.
Sungai Sehat, Generasi Hebat: Edukasi Ekologis Melalui Aksi Bersih Sungai Cikapundung Setiawati, Stellina Vera; Dani, Hanny Juliany; Sinuraya, Candra; Halim, Erwin Ardianto; Wijaya, Boy; Setiawan, Kevin Alfa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7741

Abstract

Sungai merupakan sumber daya alam penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menopang kehidupan masyarakat. Namun, meningkatnya volume limbah rumah tangga dan sampah plastik menyebabkan penurunan kualitas air serta terganggunya fungsi ekologis sungai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sungai Sehat, Generasi Hebat: Edukasi Ekologis melalui Aksi Bersih Sungai Cikapundung” dilaksanakan sebagai bentuk implementasi tanggung jawab sosial mahasiswa sekaligus sarana pembelajaran lingkungan berbasis aksi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis mahasiswa melalui edukasi dan aksi bersih sungai secara langsung. Kegiatan melibatkan 12 panitia dan 3 penjaga sungai di kawasan Teras BBWS Cikapundung, Bandung. Metode pelaksanaan meliputi aksi bersih sungai, pendataan jenis sampah, refleksi kelompok, dan dokumentasi sebagai media edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan terkumpulnya sekitar 200 kg sampah, didominasi plastik sekali pakai dan limbah rumah tangga. Kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kebersihan lingkungan serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan karakter peduli lingkungan di kalangan mahasiswa. Hasil tersebut menegaskan bahwa edukasi ekologis berbasis aksi dapat menjadi strategi efektif dalam membangun perilaku berkelanjutan di masyarakat.