Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

KONSERVASI BANGUNAN BERSEJARAH RUMAH “SIWALUH JABU” DESA LINGGA Erwin Ardianto Halim
Serat Rupa: Journal of Design Vol 4 No 2 (2020): SRJD-JULY
Publisher : Faculty of Humanities and Creative Industries, Maranatha Christian University (formerly Faculty of Fine Arts and Design)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/srjd.v4i2.1433

Abstract

Traditional house is an authentic historical and cultural heritage architecture and is full of philosophy. One of them is Karo Traditional House which is usually called Siwaluh Jabu because it is inhabited by eight family heads. The modernization process that is developing rapidly in Indonesia has led to significant changes. This research was conducted by taking data and interviewing directly on the location of the Siwaluh Jabu Traditional House and then analyzing the form of shift that will be sought for handling solutions in conserving the interior of the Siwaluh Jabu Traditional House where conservation has the aim of preserving while still paying attention to and maintaining cultural on it.
PERUBAHAN FUNGSI RUANG DALAM PADA KERATON KACIREBONAN Royandi, Yudita; Halim, Erwin Ardianto; Jonatan, Lisa Levina
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 1 (2021): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i1.8814

Abstract

Keraton merupakan tempat tinggal bagi raja dan keluarganya pada bangunan diposisi sentral. Menurut Agustina (2013;2014) Keraton dalam pandangan kosmologis merupakan pusat kekuatan gaib yang berpengaruh pada seluruh kehidupan masyarakat.begitu pula dengan susunan keruangan keraton di Jawa mengadaptasi kepada susunan Gunung Mahameru, yaitu ada daerah puncak dengan anak gunungnya. Puncak Gunung adalah bangunan inti yang melambangkan gunung Mahameru. Hirarki ruang ditunjukkan dengan penaikkan lantai dimana ruang yang paling sakral adalah bangunan induk yang merupakan bangunan yang berada di level tertinggi. Pada Keraton Kacirebonan bangunan dengan level tertinggi adalah Bangunan Induk terdapat bangsal Prabayaksa tempat diselenggarakannya acara sakral. Sedangkan bangunan lainnya berada pada level yang lebih rendah. Hasil Observasi awal memperlihatkan adanya pergeseran fungsi ruang dalam pada Keraton Kacirebonan dari fungsi awalnya, beberapa ruang beralih fungsi menjadi area komersil bahkan beberapa ruang tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan fungsi ruang apa saja dalam Keraton Kacirebonan yang berubah dari wujud tradisionalnya. Harapannya adalah agar fungsi dan nilai tradisi Keraton sebelumnya sebagai simbol budaya dapat dipertahakan serta dilestarikan.
Meningkatkan Kreativitas Dengan Pelatihan Bahan Keras Dengan Teknik Anyaman Bagi Siswa SMPK Trimulia HITS Irena Vanessa Gunawan; Halim, Erwin Ardianto
Jurnal Atma Inovasia Vol. 2 No. 6 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v2i6.6506

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013 revisi 2016 salah satu Kompetensi Dasar siswa-siswi SMP di bidang kerajinan adalah memahami pengetahuan tentang jenis, sifat, karakter dan teknik pengolahan bahan olahan (kali ini menggunakan Busa Eva).SMPK Trimulia HITS mengajukan permohonan pelatihan untuk memperluas wawasan bagi guru maupun siswa tentang alternatif pengolahan bahan keras.  Dengan demikian tim FSRD mencari ide kriya dengan struktur sekaligus finishing yang tergabung dari dua material , tidak sekedar hanya menempelkan satu material di atas material lainnya. Materi yang diusulkan adalah busa eva, karena mudah untuk dipotong, dimanipulasi dengan cara ditekuk , dilengkungkan dan dapat dengan mudah dijahit. Adapun kriya yang diajarkan selalu berusaha memasukkan unsur-unsur kriya tradisional Indonesia , dalam hal ini adalah anyaman. Unsur menganyam akan dimasukkan untuk memperkuat pertemuan dua material antara busa eva dan benang yang dijalin atau dianyam membentuk tekstil. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas peserta didalam bidang seni dan mendukung perkembangan motorik peserta  
Alih Pengetahuan Dasar-Dasar Teater Sebagai Media Refleksi Sosial Berbasis Edukasi Seni Ibrahim Mufiq Defito; Candra Sinuraya; Hanny Juliany Dani; Erwin Ardianto Halim; Daniel Zifa Armadi; Wanda Yuniartiningsih; Yehuda Njuah Sectio Cibro; Evelyn Gabriella
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 7 No. 3 (2025): Vol. 7 No 3 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v7i3.2453

Abstract

Fenomena kehidupan yang tidak selalu berjalan sesuai rencana sering menimbulkan tekanan psikologis dan kehilangan arah bagi individu. Seni pertunjukan, khususnya teater interaktif, memiliki potensi sebagai medium reflektif dan edukatif untuk membantu masyarakat memahami dinamika tersebut. Permasalahan Pengabdian ini adanya kebutuhan masyarakat terhadap dasar-dasar teater sebagai sarana reflektif untuk bersosialisasi. Solusinya dirancang dalam bentuk pementasan teater interaktif yang dipadukan dengan permainan sederhana guna memperkenalkan seni teater sekaligus menciptakan ruang partisipatif. Tujuannya agar penonton terlibat secara langsung dalam alur cerita bertema “hidup yang tak selalu mulus,” sehingga mendorong keterlibatan emosional, komunikasi dua arah, dan pengalaman estetis yang mendalam. Metode partisipatif diterapkan melalui pengenalan dasar-dasar teater, improvisasi, dan diskusi reflektif setelah pertunjukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 30 peserta yang hadir memperoleh wawasan baru dalam memaknai realitas kehidupan serta mengapresiasi seni teater sebagai sarana pembelajaran sosial yang menyenangkan. Respon positif dari peserta menegaskan bahwa pendekatan seni interaktif dapat menjadi media efektif dalam membangun kesadaran sosial dan memberikan edukasi seni di tengah masyarakat. Dengan demikian, teater interaktif berkontribusi bukan hanya sebagai hiburan, melainkan juga sebagai sarana edukasi budaya yang menyentuh aspek intelektual, emosional, dan sosial.
Sungai Sehat, Generasi Hebat: Edukasi Ekologis Melalui Aksi Bersih Sungai Cikapundung Setiawati, Stellina Vera; Dani, Hanny Juliany; Sinuraya, Candra; Halim, Erwin Ardianto; Wijaya, Boy; Setiawan, Kevin Alfa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7741

Abstract

Sungai merupakan sumber daya alam penting yang berperan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan menopang kehidupan masyarakat. Namun, meningkatnya volume limbah rumah tangga dan sampah plastik menyebabkan penurunan kualitas air serta terganggunya fungsi ekologis sungai. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sungai Sehat, Generasi Hebat: Edukasi Ekologis melalui Aksi Bersih Sungai Cikapundung” dilaksanakan sebagai bentuk implementasi tanggung jawab sosial mahasiswa sekaligus sarana pembelajaran lingkungan berbasis aksi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran ekologis mahasiswa melalui edukasi dan aksi bersih sungai secara langsung. Kegiatan melibatkan 12 panitia dan 3 penjaga sungai di kawasan Teras BBWS Cikapundung, Bandung. Metode pelaksanaan meliputi aksi bersih sungai, pendataan jenis sampah, refleksi kelompok, dan dokumentasi sebagai media edukatif. Hasil kegiatan menunjukkan terkumpulnya sekitar 200 kg sampah, didominasi plastik sekali pakai dan limbah rumah tangga. Kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kebersihan lingkungan serta menumbuhkan kesadaran ekologis dan karakter peduli lingkungan di kalangan mahasiswa. Hasil tersebut menegaskan bahwa edukasi ekologis berbasis aksi dapat menjadi strategi efektif dalam membangun perilaku berkelanjutan di masyarakat.
Pengaruh ergonomi dan elemen desain kapsul terhadap kenyamanan tamu hotel kapsul di Bandung Michel Michel; Carina Tjandradipura; Erwin Ardianto Halim
Design Spectrum Vol 1 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i2.13305

Abstract

Hotel kapsul menjadi populer akhir-akhir ini dan menjadi alternatif akomodasi yang efisien, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan dan ruang khususnya di kota Bandung yang merupakan salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Ergonomi dan elemen desain ruang kapsul memainkan peran yang penting dalam mempengaruhi kenyamanan, kepuasan serta perilaku penghuninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berdasarkan aspek ergonomi, seperti ukuran ruang dan aksesibilitas, serta elemen desain interior yang mempengaruhinya, yaitu bentuk dan skala, terhadap kenyamanan tamu hotel kapsul. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur serta pengumpulan data melalui observasi lapangan di tiga hotel kapsul terbaik di Bandung dan wawancara dengan para tamu. Kebaharuan dari penelitian ini adalah menjabarkan faktor yang mempengaruhi kenyamanan tamu hotel melalui standar ergonomi, aspek bentuk dan skala elemen desain serta saran untuk meningkatkan kepuasan penghuni hotel.
Kajian sirkulasi udara terhadap kenyamanan termal pada Gedung MB Mutiara Futsal, Cipedes Farid Faqih Munadi; Erwin Ardianto Halim; Tessa Eka Darmayanti
Design Spectrum Vol 1 No 2 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ds.v1i2.14319

Abstract

Kualitas sirkulasi udara merupakan faktor penting dalam menunjang kenyamanan termal dan kelancaran aktivitas fisik pada bangunan fasilitas olahraga, khususnya gedung futsal dengan intensitas penggunaan yang tinggi. Penelitian ini dilakukan di Gedung MB Mutiara Futsal Cipedes, Kota Bandung, dengan tujuan menganalisis kondisi aktual sirkulasi udara serta pengaruhnya terhadap kenyamanan dan pengalaman pengguna, ditinjau dari prinsip green design. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, dengan responden berupa pengguna aktif lapangan futsal yang sedang beraktivitas di lokasi penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kondisi fisik bangunan, wawancara semi-terstruktur dengan pengguna, serta dokumentasi elemen ventilasi dan tata ruang bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ventilasi yang diterapkan belum memenuhi prinsip ventilasi alami yang optimal. Bukaan udara ditempatkan di area atas bangunan dengan konfigurasi yang sebagian terhalang material penutup, sehingga aliran udara segar tidak berlangsung efektif. Kondisi ini menyebabkan kenyamanan termal rendah pada siang hari, yang ditandai oleh persepsi pengguna terhadap udara pengap, suhu ruang yang tinggi, serta berkurangnya kenyamanan saat beraktivitas. Sebaliknya, tingkat kenyamanan relatif meningkat pada sore dan malam hari seiring berkurangnya intensitas panas matahari. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kualitas sirkulasi udara berpengaruh langsung terhadap kenyamanan pengguna dan keberlangsungan aktivitas futsal, sehingga diperlukan perbaikan sistem ventilasi yang selaras dengan prinsip green design untuk meningkatkan kenyamanan, kesehatan pengguna, dan efisiensi energi bangunan.
Mural as Educational Media at Simpay Asih Kindergarten, Cideres, Majalengka, Jawa Barat Erwin Ardianto Halim; Sherlywati Sherlywati; Tri Octaviani
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jice.v1i2.3547

Abstract

Murals as educational media are a means of student development and good social life. Simpay Asih Kindergarten needs other learning media in teaching its students so that murals can be an alternative. Murals also provide motivation in learning. Another impact of a mural is to create a beautiful and positive space. Mural painting is painting in stages. Concepts and sketches are the first stage, then proceed to the preparation of the walls as a medium for painting, and the last stage is the final touch. Teachers and students of Simpay Asih Kindergarten welcomed the implementation of this mural, so that a positive response was obtained. With enthusiasm, the mural can have a positive impact on Simpay Asih Kindergarten students. Keywords: mural; education; kindergarten
Online Mini Workshop on Recycled Cardboard Craft with Batik Pattern for Junior High School Students Irena V Gunawan; Erwin Ardianto Halim
Journal of Innovation and Community Engagement Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Faculty of Smart Technology and Engineering, Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/ice.v3i2.4450

Abstract

Paper is one kind of waste which are abundantly available. Although the use of writing or printing paper is significantly reduced since many writing activities have moved to digital means, however other paper products such as cardboards are significantly increasing. This is a result of the increase in online shopping activities where most of the goods are being delivered in cardboard packages. One of the craft topics for Level 7 of Junior High School from the Indonesian Ministry of Education and Culture includes the recycled paper or other paper products to be transformed into other functions. Hence, cardboard is very suitable to be used as a learning object. As cardboard also has a certain structure which consists of 3 layers of cardboard, the middle is corrugated paper, hence the students could learn to manipulate cardboard into an interesting product. As the workshop was being conducted online there were some techniques that had to be adjusted in terms of material delivery strategies and teaching methods. The workshop method conducted by a community service team consists of university lecturer and university students who gave a mini-workshop session for the 7-grade school students. The students were invited to employ their crafting skills using commonly available recycled cardboard material.