Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Nationalism in Islamic Education: KH. Hasyim Asy'ari's Perspective Astuti, Nita Yuli
JASNA : Journal For Aswaja Studies Vol 4, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Studi Aswaja An-Nahdliyyah UNISNU Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jasna.v4i1.6661

Abstract

This study aims to analyze the concept of Islamic education in strengthening the nationalism character of students from the perspective of KH. Hasyim Asy'ari. Using a literature study, this research found that the concept of nationalism education according to KH. Hasyim Asy'ari is reflected in his teachings which explain that love for the country is part of faith, while strengthening faith is the main goal in the concept of tawhid taught in Islamic education. This connection is strengthened by Hasyim Asy'ari's opinion that integrates religious teachings with love for the nation and state, including the understanding that maintaining the integrity of the state and contributing to the welfare of society is a form of practicing Islamic values. This study also found that in Hasyim Asy'ari's perspective, the concept of Islamic education that supports the values of nationalism is learning that actualizes moral and ethical values such as honesty, justice and social responsibility as the foundation for strengthening the spirit of nationalism. According to him, this is an important foundation in maintaining unity in diversity. With these findings, this study contributes to providing new insights into the relevance of Hasyim Asy'ari's teachings in the context of Islamic education and the character of nationalism, showing how the integration of religious values and nationalism can form individuals who are religiously devout and love the country, and are ready to contribute to the progress of the nation
Strategi Integrasi Nilai Pendidikan Agama Islam Pada Program Adiwiyata di Smp N 23 Semarang Ahmad Munarun; Fentika Zahra Qoirunnisa; Nita Yuli Astuti
Journal of Islamic Education Studies Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Pascasarjana Universitas Islam Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58569/jies.v3i2.1133

Abstract

Integrasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) ke dalam program Adiwiyata di SMP N 23 Semarang menciptakan sinergi pendidikan agama dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi integrasi nilai-nilai PAI dalam program Adiwiyata untuk meningkatkan kesadaran lingkungan siswa. Metode penelitian kualitatif digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, dengan melibatkan guru, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum terpadu, kegiatan partisipatif, pelatihan guru, kolaborasi komunitas, dan penggunaan teknologi efektif meningkatkan kesadaran siswa terhadap isu lingkungan. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan dalam menciptakan pendekatan pendidikan holistik yang memperkuat karakter religius dan tanggung jawab lingkungan siswa.
Implementation of the Al-Bayan Learning Method to Improve Children's Quran Reading Skills Aina Salsa Bela; Nita Yuli Astuti; Fihris
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 4 Nopember (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1003

Abstract

Mastery of Tajweed is the key to reading the Qur'an correctly and deeply. This study focuses on the use of the Al-Bayan method in improving the ability to read the Qur'an in children at TPQ Bani Mukmin, Kedungtulup, Central Java. The Al-Bayan method is a learning approach designed to help students understand Tajweed and read the Qur'an correctly and quickly. This study aims to evaluate the effectiveness of the method in improving students' ability to read the Qur'an. This study uses a qualitative approach with observation, interview, and documentation techniques as data collection methods. The subjects of the study were students and teachers at TPQ Bani Mukmin. The analysis was conducted to measure the impact of the Al-Bayan method on the development of students' reading skills, especially in the application of Tajweed. The results of the study showed that the Al-Bayan method was effective in significantly improving the ability to read the Qur'an. Students were able to understand and apply Tajweed better in a relatively short time. The interpretation of these results indicates that the Al-Bayan method can be widely used as an efficient Qur'an learning solution in elementary education environments.
IMPLIKASI PEMIKIRAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER DALAM PENGEMBANGAN METODOLOGI PEMBELAJARAN Ida Rachmawati, Nurul; Astuti, Nita Yuli
Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): Tarbawy : Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/tarbawy.v12i1.5092

Abstract

Filsafat Filsafat pendidikan Islam kontemporer memainkan peran penting dalam membangun paradigma pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman modern. Artikel ini membahas implikasi pemikiran filsafat tersebut dalam pengembangan metodologi pembelajaran berbasis nilai Islam yang holistik. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, moral, dan rasionalitas ilmiah, filsafat pendidikan ini bertujuan membentuk individu yang seimbang secara intelektual dan spiritual. Studi ini menggunakan metode penelitian kepustakaan untuk mengeksplorasi konsep-konsep kunci dari tokoh seperti Ibn Khaldun dan K.H. Ahmad Dahlan, yang menekankan pentingnya hubungan antara ilmu pengetahuan dan keimanan, pembelajaran berbasis kompetensi, serta integrasi teknologi. Hasil penelitian menunjukkan relevansi pemikiran ini dalam menjawab tantangan globalisasi dan era digital, dengan menawarkan metodologi pembelajaran yang inovatif dan tetap berlandaskan nilai-nilai Islam.
Gambaran ketepatan diagnosis dan keakuratan kodefikasi pada rekam medis rawat inap Astuti, Ni Komang Nita Yuli; Purwanti, Ika Setya; Devhy, Ni Luh Putu
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i1.1163

Abstract

Kegiatan penetapan kode penyakit dan penulisan diagnosis harus sesuai dengan bahasa terminologi medis yang benar dan aturan klasifikasi yang berlaku di Indonesia yaitu ICD-10 agar mendapatkan kode yang tepat dan akurat. Kesalahan dalam penulisan diagnosis dan keakuratan kode diagnosis dianalisis masih sering terjadi. Ketidakakuratan kode diagnosis akan menyebabkan kerugian bagi rumah sakit baik secara finansial maupun pengambilan kebijakan. Penelitian ini untuk mengetahui ketepatan pencatatan diagnosis dan keakuaratan kodefikasi rekam medis rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, dengan pengambilan data secara simple random sampling, jumlah sampel 126. Hasil penelitian didapatkan 89,7% data yang memiliki ketepatan penulisan diagnosis, dan 10,3% data yang memiliki salah penulisan diagnosis. Selanjutnya 60,3% kode diagnosis yang akurat, 39,7% kode diagnosis yang tidakakurat. Sebaiknya tenaga coder dalam menentukan kode berpedoman menggunakan buku ICD-10, dan menggunakan buku terminologi untuk mentukan diagnosis yang sesuai dengan terminologi medisnya serta diadakan pelatihan tentang kodefikasi kepada petugas pemberi kode diagnosis di Rumah sakit Umum Dharma Yadnya.
Teori Kausalitas Aristoteles: Telaah Dan Relevansinya Terhadap Pola Pendidikan Anak Azkia, Nailal; Nasikhin, Nasikhin; Fihris, Fihris; Astuti, Nita Yuli
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 2 No. 4 (2025): Mei
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v2i4.4714

Abstract

Teori kausalitas Aristoteles, yang terdiri atas empat sebab (kausa material, formal, efisien, dan final), memberikan kerangka filosofis untuk menganalisis sistem pendidikan anak. Artikel ini bertujuan menelaah relevansi teori tersebut terhadap pola pendidikan anak di Indonesia, khususnya dalam mendesain tujuan, metode, dan nilai pedagogis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis pustaka (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat kausa Aristoteles dapat menjadi fondasi epistemologis dalam merumuskan pendidikan holistik. Kausa materialis mengacu pada potensi dasar anak, kausa formalis pada kurikulum dan nilai, kausa efisien pada peran pendidik, dan kausa finalis pada tujuan pendidikan berupa pembentukan manusia yang mencapai eudaimonia. Temuan ini mengungkap bahwa teori Aristoteles tidak hanya relevan secara historis, tetapi juga aplikatif dalam menjawab tantangan pendidikan kontemporer, seperti degradasi moral atau pendekatan pedagogis yang terlalu instrumental. Implikasinya, teori kausalitas dapat menjadi pisau analisis kritis untuk memperkuat praktik pendidikan anak yang berorientasi pada kebijaksanaan dan kebahagiaan sejati.
Keseimbangan Jiwa Raga dalam Pendidikan Islam : Perspektif Al-Ghazali Faris Sulistiyani; Nasikhin Nasikhin; Nita Yuli Astuti
Jurnal Budi Pekerti Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2025): June: Jurnal Budi Pekerti Agama Islam
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/jbpai.v3i3.1167

Abstract

This article discusses the importance of balance between body and soul in Islamic education by referring to the thoughts of Imam Al-Ghazali. In Al-Ghazali's view, education is not just a process of transferring knowledge, but a comprehensive effort to form a complete human being through the development of physical, intellectual, and spiritual aspects. The soul is positioned as the main center of personality development, while the body plays a role as a means to support the implementation of spiritual and social tasks. This study uses a qualitative approach with a literature study method to examine in depth the works of Al-Ghazali and other supporting literature. The results of the study show that Al-Ghazali's thoughts on the balance of body and soul are very relevant to be applied in the modern education system, especially in responding to the challenges of dehumanization and value crises. The integration of spiritual and physical dimensions in education can be a solution in forming students who are not only intellectually intelligent, but also emotionally and spiritually mature.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Meningkatkan Akhlak Mulia Peserta Didik melalui Strategi Pembelajaran Berbasis Karakter Islami Ni’mah, Nita Jannatun; Listo, Havis Shafa; Astuti, Nita Yuli
Ngaji: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia (PSPII) Wilayah Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/ngaji.v4i1.72

Abstract

Through Islamic character-based learning strategies, teachers can help students understand and implement moral values in Islam. Thus, this research makes a significant contribution to the development of Islamic Religious Education which focuses on the formation of students' noble morals. This research aims to examine the role of Islamic religious education teachers in improving students' noble morals through Islamic character-based learning strategies. The research was conducted using qualitative research methods with literature study. The research results show that Islamic religious education teachers play an important role in forming character and noble morals for students. Through Islamic character-based learning strategies, teachers can teach moral and ethical values in Islam effectively. Apart from that, teachers also act as role models for good behavior and attitudes, which influence students positively.   Abstrak: Melalui strategi pembelajaran berbasis karakter Islami, guru dapat membantu peserta didik memahami dan mengimplementasi nilai-nilai moral dalam Islam. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan Pendidikan Agama Islam yang berfokus pada pembentukan akhlak mulia peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran guru pendidikan agama islam dalam meningkatkan akhlak mulia peserta didik melalui strategi pembelajaran berbasis karakter Islami. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru pendidikan agam Islam memainkan peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak mulia bagi peserta didik. Melalui strategi pembelajaran berbasis berbasis karakter Islami, guru dapat mengajarkan nilai-nilai moral dan etika dalam Islam secara efektif . Selain itu, guru juga berperan sebagai teladan dalam perilaku dan sikap yang baik, yang mempengaruhi peserta didik secara positif. Kata Kunci: Akhlak mulia, Peran guru pai, Strategi pembelajaran
Pe Pemanfaatan Media Digital Sebagai Strategi Untuk Mengembangkan Dakwah di Pondok Pesantren: Perang Media Digital sebagai sarana Dakwah di Pondok Pesantren Laelatul Khotdriyah; Nita Yuli Astuti
Jurnal Pendidikan Dasar Islam Vol. 2 No. 2 (2024): Juni
Publisher : putrapublisher.org

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jurpendis.v2i2.659

Abstract

Perkembangan teknologi informasi yang pesat telah memengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk dalam pendidikan dasar Islam. Media digital, khususnya media sosial seperti YouTube, Instagram, Facebook, dan TikTok, kini menjadi instrumen strategis dalam mendukung transformasi dakwah Islam di lingkungan pendidikan dasar, termasuk pada lembaga pondok pesantren. Sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional, pondok pesantren menunjukkan kemampuan adaptif dengan memanfaatkan platform digital guna memperluas jangkauan penyebaran nilai-nilai Islam yang moderat kepada masyarakat luas, khususnya peserta didik usia dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan analisis isi untuk mengkaji peran media digital dalam pelaksanaan dakwah berbasis pesantren yang menyasar generasi muda. Hasil kajian menunjukkan bahwa dakwah digital berkontribusi terhadap peningkatan aksesibilitas informasi keagamaan, penguatan karakter religius, serta penyampaian materi dakwah secara kreatif dan interaktif. Di samping peluang yang ditawarkan, tantangan yang muncul meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, serta upaya menjaga keaslian nilai-nilai pesantren dalam lingkungan digital. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan konten yang berkelanjutan dan berbasis nilai keislaman, dengan dukungan sumber daya manusia yang kompeten di bidang media dan dakwah digital
Pendidikan Islam di Bawah Bayang Kolonialisme: Kurikulum, Tantangan dan Perkembangannya yanas, aufa ni'matul wafa aufa binti ahmad; Safia, Ghanis Fatiha Namya; Astuti, Nita Yuli
EDUSHOPIA : Journal of Progressive Pedagogy Vol. 2 No. 2 (2025): EDUSHOPIA: JOURNAL OF PROGRESSIVE PEDAGOGY
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Sayid Mohammad Alawi Al Maliki

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64431/edushopia.v2i2.255

Abstract

This study thoroughly investigates how Islamic education, particularly its curriculum, adapted and developed under colonial pressures and interventions. In addition, it identifies the various problems faced. The data in this study were collected from primary sources, such as colonial archival documents, religious manuscripts, and modern writings. Secondary sources, such as books and scholarly journals, supported the data with a qualitative approach with desk studies and historical methods. The data collection process involved searching, verifying, and extracting relevant information from historical texts. Qualitative content analysis identified patterns and themes, and interpretation of historical texts contextualized the results in time and space. The study shows that colonial policies significantly changed the Islamic education curriculum through direct repression and forced modernization. The institution faced many major problems. These included standardization of education, limited institutional autonomy, and attempts to eliminate Islam from the curriculum. Nevertheless, Islamic education showed a remarkable ability to adapt. It created various defense methods, internal reforms, and curriculum innovations that combined modern elements with Islamic traditions. This ensured that Islamic education survived and flourished during the colonial period.