Claim Missing Document
Check
Articles

Found 60 Documents
Search
Journal : eProceedings of Art

FILM PENDEK BERJUDUL "KASUS PENYOGOKAN DI LINGKUNGAN MASYARAKAT" Malik, Yuhendra; Endriawan, Didit Endriawan; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tugas Akhir ini di latar belakangi dengan maraknya kasus penyogokan di masyarakat sekitar kita apalagi untuk mendapatakan pekerjaan dengan orang dalam, di Indonesia ini kasus seperti ini adalah menjadi hal yang wajar karena tidak menggunakan jalur menyogok kita susah mendapatkan pekerjaan dengan cara yang benar dan jujur dengan skil dan kemampuan kita sendiri dan tidak yakin dapat bersaing dengan yang lain menjadikan jalur menyogok adalah salah satu cara yang mudah dan pasti akan mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Salah satu rasa keresahan penulis tentang penyogokan yang marak tersebut, karena pada dasarnya kasus ini adalah sebuah kriminalitas karena kita menggunakan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberi sogok. Tugas Akhir ini menggunakan beberapa teori yaitu ada teori umun yaitu, Fenomena sulit mendapatkan pekerjaan, kasus menyogok atau suap, dan kriminalitas dalam kasus penyogokan, serta teori seni yaitu: Teori film pendek, sinematografi, teori editing dan teori warna. Adapun observasi bagaimana praktek penyogokan itu berlangsung untuk di visualisasikan terhadap film pendek yang penulis buat. Proses Pembuatan Film Pendek ini menggunakan metode pra produksi yaitu menyiapkan seperti konsep berkarya, tujuan karya, medium karya dan peralatan seperti kamera dan lainya Kata kunci: film pendek, penyogokan, masyarakat
INKLUSIVITAS SENI RUPA BAGI PENYANDANG DISABILITAS TUNANETRA DALAM KARYA BEYOND SIGHT Wijayanti, Sheila Nurfitri; Wiguna, Iqbal Prabawa; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam memahami pengalaman manusia secara lebih mendalam menjadi daya tarik untuk menciptakan karya seni rupa, dengan seni rupa yang inklusif bagi penyandang disabilitas tunanetra. Memperluas akses terhadap seni rupa yang berangkat dari gagasan seni lukis melalui expanded painting dalam mengembangkan karya seni lukis konvensional. Melalui pendekatan expanded painting ini, karya Beyond Sight mengintegrasikan elemen visual ke dalam medium yang lebih luas dengan menciptakan karya seni rupa yang berasal dari gagasan seni lukis dapat dirasakan melalui indera selain penglihatan. Mengubah esensi seni rupa yang awalnya menggunakan medium yang hanya dapat dinikmati oleh visual menjadi audio dan dapat diraba, sehingga menghasilkan karya yang inklusif. Dalam proses penciptaan karya, dilibatkan lima anak penyandang disabilitas tunanetra dari SLBN A Citeureup untuk mengekspresikan kreativitas menggunakan clay sebagai medium. Karya seni rupa yang dihasilkan tidak hanya menonjolkan keindahan visualnya saja, tetapi juga memberikan pengalaman multisensorial kepada penyandang disabilitas tunanetra dan mereka yang menikmatinya dapat merasakan karya seni rupa dengan pengalaman yang baru. Kata kunci: inklusivitas seni rupa, disabilitas tunanetra, seni lukis, expanded paintingdengan pengalaman yang baru. Kata kunci: inklusivitas seni rupa, disabilitas tunanetra, seni lukis, expanded painting
REPRESENTASI PAHAM FEMINAZI MELALUI SENI LUKIS MIX MEDIA Rismawati, Nindya Alviona; Wiguna, Iqbal Prabawa; Maulana, Teddy Ageng
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ideologi feminisme muncul sebagai sebuah konsep perubahan sosial politik yang didasarkan pada analisis krisis terhadap hak istimewa yang didapatkan laki-laki dan subordinasi perempuan dalam masyarakat tertentu sebagai suatu pembelaan kesetaraan sosial bagi laki-laki dan perempuan. Banyak masyarakat yang beranggapan feminisme merupakan pertentangan terhadap kaum laki-laki dan banyak yang menolak paham tersebut. Namun, pada kenyataannya feminazi ini justru memunculkan sebuah paham baru yang sangat bertentangan dengan feminisme yaitu feminazi dimana feminazi ini menganggap bahwa mereka paling benar di antara kaum perempuan dan merendahkan laki-laki. Melalui paham feminazi dalam laporan ini penulis ingin membuat karya Lukis mix media bertujuan untuk merepresentasikan paham feminazi agar mudah dipahami masyarakat luas. Karya ini melihat bagaimana medium dan bahan yang akan digunakan dalam proses pembuatan karya berangkat dari gagasan lukisan. Kata kunci : lukis mix media, feminisme, feminazi
REPRESENTASI PERBEDAAN KARAKTER ANTARA KAKAK DAN ADIK DALAM KARYA LUKIS MIX MEDIA Adystia, Sanaila; Wiguna, Iqbal Prabawa; Rohadiyat, Vega Giri
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Pengkaryaan Tugas Akhir ini berjudul <Representasi Perbedaan Karakter Antara Kakak Dan Adik Dalam Karya Lukis Mix Media=. Pada pengkaryaan tugas akhir ini berfokuskan pada pembahasan isu perbedaan karakter antara kakak dan adik yang dipengaruhi oleh perbedaan pola asuh yang disebabkan oleh kedua orang tua. Pengkaryaan ini berbentuk lukisan dengan menerapkan aliran surrealisme yang akan merepresentasikan perbedaan karakter kakak dan adik karena pola asuh orang tua dengan menggunakan medium mix media. Mix media berbagai jenis bunga dan kupukupu yang merepresentasikan karakter kedua kakak beradik terbuat dari plastik. Lampu berperan penting sebagai ilusi untuk memvisualisasikan dua sisi karya pada saat lampu dinyalakan dan dimatikan. Tujuan dari pengkaryaan tugas akhir ini adalah untuk memvisualisasikan mengenai perbedaan karakter antara kakak dan adik karena pola asuh keluarga dengan menggunakan medium lukisan dan mix media. Melalui karya seni ini, penulis berusaha menyampaikan pesan tentang pengaruh pola asuh dalam membentuk karakter anak dan dampaknya terhadap dinamika keluarga. Kata kunci: perbedaan karakter, pola asuh, keluarga, surrealisme, mix media
VISUALISASI DAMPAK PERUNDUNGAN VERBAL DALAM KARYA ANIMASI 2D Bachtiar, Syahrani Rahma; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengkaryaan ini mengangkat isu mengenai dampak negatif dari perundungan verbal terhadap individu, khususnya terkait dengan perbedaan bahasa dan logat bicara yang dianggap "medhog" dalam konteks sosial. Dalam konteks ini, penulis mengeksplorasi pengalaman pribadi sebagai anak rantau yang mengalami perundungan verbal karena perbedaan budaya dan linguistik. Fokus utama adalah pada bagaimana perundungan tersebut dapat mempengaruhi konsep diri dan percaya diri seseorang. Pengkaryaan ini didasarkan pada tinjauan literatur yang menyelidiki teori-teori terkait dampak psikologis dari perundungan dan pengalaman pribadi penulis sebagai minoritas linguistik di lingkungan sosial baru. Salah satu inspirasi utama adalah karya seniman Hannah Grace, yang melalui animasi "Overcomer", menggambarkan perjalanan seorang korban labelling dalam menghadapi kegelisahan dan depresi. Hasil pengkaryaan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang bahaya perundungan yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat sekitar. Kesimpulan dari pengkaryaan ini menunjukkan bahwa perundungan dapat mempengaruhi tidak hanya konsep diri individu tetapi juga perilaku sosialnya. Oleh karena itu, penulis mengusulkan pembuatan karya seni berupa animasi 2D sebagai medium untuk memvisualisasikan dan menyampaikan pesan tentang urgensi mengurangi perundungan verbal di masyarakat. Kata Kunci: animasi 2d, dampak psikologi, interaksi sosial, perundungan verbal
VISUALISASI DAMPAK POLUSI UDARA TERHADAP KELOMPOK SENSITIF DALAM BENTUK FILM EKSPERIMENTASL "INVISIBLE THREAT" Taqiyuddin, Sayyaf; Ersyad, Firdaus Azwar; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi udara menjadi permasalahan global yang semakin ramai dibicarakan. Kualitas udara bersih yang biasanya kita hirup dengan bebas kini mulai tercemar, terutama akibat aktivitas manusia, seperti merokok, pembakaran sampah, penggunaan kendaraan bermotor, serta aktivitas industri yang masih mengandalkan bahan bakar fosil. Jika masalah ini terus diabaikan, manusia akan menghadapi ancaman serius yang dapat menyebabkan berbagai penyakit, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan individu dengan penyakit pernapasan. Terlebih lagi, Ibu kota Jakarta saat ini termasuk dalam 10 besar kota penyumbang polusi udara di dunia. Sebagai tanggapan terhadap isu ini, penulis menciptakan karya audio-visual dalam bentuk film eksperimental yang bertujuan untuk menggambarkan bahaya polusi udara terhadap kelompok sensitif. Melalui karya ini, penulis berharap dapat mengedukasi masyarakat tentang risiko polusi udara dan mendorong kerja sama antara dan pemerintah masyarakat dalam upaya mengurangi polusi tanpa saling menyalahkan. Kata Kunci : polusi udara, kelompok sensitif, film eksperimental
VISUALISASI EKSPRESI EMOSI LAGU CAN’T BUY ME LOVE SEBAGAI PENCIPTAAN KARYA SENI LUKIS: BEATLEE BASSMAN Usman, Ade Iswandi; Wiguna, Iqbal Prabawa; Zen, Adrian Permana
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karya ini berjudul “Visualisasi Ekspresi Emosi dalam Lagu 'Can't Buy Me Love' Sebagai Ide Penciptaan Lukisan: Pemain Bass The Beatles”. Penciptaan ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memvisualisasikan emosi yang terkandung dalam lagu “Can't Buy Me Love” dari The The Beatles, yang menekankan bahwa cinta tidak dapat dibeli dengan uang. Melalui pendekatan neoekspresionisme dan penggunaan teknik media campuran, penulis menciptakan sebuah yang tidak hanya menghormati The Beatles sebagai band legendaris, tetapi juga merefleksikan pengalaman pribadi penulis ketika mendengarkan lagu tersebut. Karya seni ini divisualisasikan dalam bentuk bentuk kanvas yang menyerupai gitar bass Paul McCartney, yang melambangkan kecintaan penulis penulis terhadap salah satu anggota band favoritnya. Selain itu, coretan-coretan kecil di atas kanvas menggambarkan kenangan masa kecil penulis, menciptakan hubungan emosional yang mendalam antara musik dan seni visual. Penggunaan warna neon pada karya ini berfungsi untuk mengekspresikan emosi yang dirasakan oleh penulis dan menyampaikan pesan yang kuat kepada penonton. Melalui karya ini, penulis penulis berharap dapat menunjukkan bagaimana musik dapat diterjemahkan ke dalam bentuk seni visual yang unik dan bermakna. dan bagaimana lirik lagu dapat memberikan inspirasi yang mendalam untuk berekspresi secara artistik. Hasil dari penciptaan ini menunjukkan bahwa lukisan dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan emosi dan interpretasi pribadi dari karya musik, menciptakan hubungan yang mendalam antara musik dan visual. Kata kunci: visualisasi emosi, musik, The Beatles, Can't Buy Me Love, lukisan
VISUALISASI KEKUASAAN DAN KORUPSI PADA PEJABAT NEGARA DALAM KARYA FOTOGRAFI KONSEPTUAL Fikri, Irhamul; Trihanondo, Donny; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi sudah menjadi bagian yang sulit dihindari di dalam pemerintahan Indonesia. Praktik korupsi korupsi terjadi secara bersama-sama baik di lembaga legislatif, yudikatif, maupun eksekutif. Pada saat ini banyak pejabat negara yang tersandung dalam tindakan korupsi. Korupsi yang dilakukan oleh menteri-menteri pembantu presiden di lembaga eksekutif telah berulang kali terjadi pada pemerintahan saat ini. Salah satu bentuknya seperti tindakan korupsi oleh mantan menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), korupsi dalam penyediaan BTS 4G Bakti di Kominfo. Dalam karya ini penulis akan menggunakan bentuk simbolik untuk lebih merepresentasikan kasus korupsi BTS 4G Bakti Kominfo seperti topeng tikus, jas, miniatur tower BTS, uang palsu dan berita online cetak. Tujuan pengkaryaan ini adalah untuk mengangkat masalah penyalahgunaan kekuasaan dengan menggunakan media fotografi konseptual dengan teknik chiaroscuro serta menghasilkan karya visual yang dapat memberikan kesadaran kepada masyarakat akan bahaya perilaku korupsi. Pendekatan fotografi konseptual dipilih karena dinilai sesuai untuk memberikan pesan, ulasan sosial, meluapkan emosional, maupun deklarasi politik. Pengkaryaan ini diharapkan menghasilkan karya fotografi konseptual yang mampu mendorong tindakan nyata untuk memerangi korupsi yang merajalela di pemerintahan Indonesia. Kata kunci : korupsi, pejabat negara, fotografi konseptual
VISUALISASI PEREMPUAN DI BUDAYA MINANGKABAU DALAM FILM EKSPERIMENTAL DOKUMENTER Azahra, Qonita Rahima; Sintowoko, Dyah Ayu Wiwid; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melalui pengkaryaan ini penulis mencoba mengeksplorasi film eksperimental dokumenter yang mengangkat isu tentang kesetaraan gender yang ada di adat Minangkabau. Adanya matrilineal dalam sistem sosial adat Minangkabau ini, menjadi suatu hal yang menarik untuk penulis bahas dalam pengkaryaan ini. Isu ini di kemas dalam bentuk dokumenter, untuk mendapatkan informasi yang konkret,dan factual. Penulis melakukan wawancara kepada Bundo Kanduang lalu di kemas dalam bentuk voice dokumenter dan memasukannya dalam film eksperimental <Gadih Minang= selain itu dalam film ini juga penulis menyertakan simbol-simbol untuk melengkapi serta sebagai bentuk penyampaian pesan serta pendapat penulis mengenai isu ini didalam karyanya. Dalam menyikapi isu kesetaraan gender yang terjadi pada adat minangkabau ini, Bundo Kanduang menjelaskan dalam wawancara sehingga tidak adanya kesalahpahaman saat penayangan. Film ini memiliki tujuan untuk memberikan informasi tentang kedudukan perempuan dan laki-laki di adat Minangkabau sehingga perempuan yang merasa kesenjangan gender tahu kondisi wanita di adat Minang. penulis juga berharap laki-laki Minang yang melihat karya ini juga sadar bagaimana pentingnya pembagian peran dalam segala aspek kehidupan sehari-hari. Kata kunci: film eksperimental, dokumenter, adat minang, kesetaraan gender
VISUALISASI ROKOK SEBAGAI PELARIAN DALAM KARYA FILM EKSPERIMENTAL Qorinsyah; Endriawan, Didit; Wiguna, Iqbal Prabawa
eProceedings of Art & Design Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rokok telah menjadi sumber kontroversi selama puluhan tahun karena dampak negatifnya terhadap kesehatan, baik secara fisik maupun psikologis. Indonesia termasuk dalam lima negara dengan jumlah perokok aktif terbanyak di dunia, dengan mayoritas perokok berusia antara 20 hingga 64 tahun. Fenomena yang sering kali menjadi alasan para perokok aktif di Indonesia adalah keyakinan bahwa rokok dapat meredakan stres, salah satunya yang diakibatkan oleh tekanan pekerjaan. Rokok dianggap sebagai solusi sementara dan pelarian dari beban pekerjaan yang sulit diatasi. Namun, jika kebiasaan ini terus berlanjut dalam jangka panjang, rokok bukanlah solusi; justru, rokok akan menciptakan masalah baru. Para perokok aktif telah terikat secara fisik dan psikologis dengan rokok, hingga mereka tidak punya pilihan selain terus merokok karena kecanduan. Melalui media film eksperimental, penulis akan menghadirkan visualisasi rokok sebagai bentuk pelarian, khususnya pada usia produktif, yaitu 20 hingga 30 tahun, dan mengeksplorasi ketergantungan mereka terhadap rokok yang awalnya hanya dianggap sebagai pelarian. Penulis menggunakan film eksperimental sebagai media, dengan eksplorasi mise-en-scËne dan audio, yang mencerminkan ekspresi personal penulis. Kata Kunci: rokok, pelarian, film eksperimental
Co-Authors Abdul Muhid Nugroho Adrian Permana Zen Adystia, Sanaila Alghonyu, Dhara Al’Ghani, Syifa Roselani Amal, Hanif Hasanul Ananda, Ferlita Arfi Andrian Ayuningtyas, Ester Dyah Azahra, Qonita Rahima Bachtiar, Syahrani Rahma Bahri, Rizki Fahreza Bancin, Zikry Satria Makmur Baskara, Bayu Tri Basyarahil, M. Zulfian Buyung, Edwin Cucu Retno Yuningsih Dea Aulia Widyaevan Dewantara, Aliefiyan Toufik Zuhra Dhanaufaira, Fabya Didit Endriawan Dike Nabila Trivinggar Djamas, Naja Aliffiyah Donny Trihanondo Dyah Ayu Wiwid Sintowoko Edwin Buyung Syarif Fadhil, Muhammad Irfan Fadhillah, Nazeeya Fatina Fikri, Irhamul Firdaus Azwar Ersyad, Firdaus Azwar Ganjar Gumilar Gregorius Kresna Haga Ginting Habibullah, Ahmad Abidzar Hafiz, Muhammad Al Herliana, Zhira Ananda Hernawan, Abbyzar Raffi Heryana, Zahra Dafani Husna, Syinsya Azizah Islami, Hilda Alhaque Ismail, Khuzaimah Nur Faizah Kartaatmaja, Fakhri Huzaemi Kencana, Arya Sena Yudha Kurniawati Gautama Kusnadi, Safira Fadhilah Kusumanugraha, Sigit Maharani, Dea Maisa Ananda Floresia Pratama Puan Malik, Yuhendra Mentari, Adinda Bunga Montela, Erik Muhammad Firdaus Nafisah Mufidah Nastiti, Tiara Khaliza Nugraha, Farhan Sayyidan Nugraha, Yudhistira Farhanda Nurdin, Nabila Octaviani Nuryana, Divana Hafizha Pamungkas, Ridho Putra Priambodo, Agiel Putra, Edwar Fernanda Dwi Qorinsyah Ramadhandi, Aqzra Rizki Ranti Rachmawanti Rendy Pandita Bastari Rhamadan, Azis Maulani Riady, Olivia Ruscha Ridzky, Axel Ramadhan Risky, Muhammad Firman Rismawati, Nindya Alviona Rohadiyat, Vega Giri Rustandi, Aprilia Putri Salimah, Hamidah Salsabiella, Rayya Salsabila, Noviar Dhia Salsabila, Siela Salma Septarina, Ghina Ayu Shafani, Salsabila Shidiq, Ambya Fakhrurrozi Soni Sadono Subagja, Fadli Ahmad Supriadi, Ryan Aprizal Taqiyuddin, Sayyaf Teddy Ageng Maulana Usman, Ade Iswandi Valenciana, Muhamad Dhafin Rizki Widyantoro, Della Nurdwiani Wijayanti, Sheila Nurfitri