Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DAMPAK KECANDUAN GAME ONLINE MOBILE LEGEND BANG-BANG PADA AKHLAQ SISWA Sopidi; Suci Alvisahr; Muslihudin; Akhmad Affandi
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v4i2.594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Menganalisis kebiasaan perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 2) Menemukan dampak perilaku kecanduan Game Online Mobile legend Bang-bang pada Akhlaq siswa di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, 3) Menganalisis Faktor yang menyebabkan siswa kecanduan Game online Mobile legend Bang-bang Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang berupaya untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi pada saat penelitian dengan teknik pengumpulan data melalu observasi, wawancara, serta sudi dokumen. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, data display, serta pengambilan kesimpulan. Adapun hasil penelitian yang diperoleh adalah : 1) kebiasaan bermain game online Mobile Legend Bang-bang (MLBB) di kalangan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Krangkeng, yang dimulai sejak sekolah dasar dan dipengaruhi oleh teman, keluarga, serta YouTuber game. Lokasi bermain bervariasi, dengan durasi 1-2 jam di sekolah dan 4,5-10 jam di rumah, terutama saat libur. 2) Kecanduan game MLBB berdampak negatif pada akhlak siswa terhadap Allah SWT (menunda sholat), orang tua (mengabaikan perintah), diri sendiri (kesehatan terabaikan), sesama (fokus berkurang saat belajar), dan lingkungan (kebersihan terabaikan).3) Faktor-faktor yang memengaruhi kecanduan meliputi kebutuhan hiburan, dorongan kemenangan, pengaruh teman sebaya, dan kurangnya pengawasan orang tua. Intervensi yang tepat diperlukan untuk menyeimbangkan hiburan dan tanggung jawab siswa.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PERKEMBANGAN HOLISTIK PESERTA DIDIK Sapari; Sopidi; Huurun Ien; Ryan Akhyar Ramadhan; Fita Rahmah
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/ey05yp57

Abstract

Kegelisahan akademik dalam penelitian ini berangkat dari lemahnya integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam praktik pendidikan, khususnya pada konteks pendidikan Islam, yang seringkali masih fokus pada penguasaan pengetahuan semata. Akibatnya, proses pembelajaran belum sepenuhnya mampu menghasilkan peserta didik yang berkembang secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara konsep manajemen pendidikan Islam dengan upaya pengembangan peserta didik secara holistik melalui ketiga ranah perkembangan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan menelaah berbagai literatur klasik maupun kontemporer terkait teori perkembangan, manajemen pendidikan, serta kebijakan pendidikan nasional dan global. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan yang baik memberikan kontribusi langsung terhadap kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengintegrasikan dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pendidikan Islam memiliki potensi yang kuat dalam memperkuat ranah ketiga tersebut karena menempatkan aspek moral, spiritual, dan perilaku sebagai dasar pengembangan peserta didik. Kesimpulannya, integrasi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor hanya dapat terwujud melalui manajemen pendidikan yang efektif, lingkungan belajar yang kondusif, serta peran guru yang konsisten sebagai fasilitator dan teladan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik bukan hanya kebutuhan teoritis, tetapi juga tuntutan praktis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Implementation of the Independent Curriculum in Increasing Learning Effectiveness at MI Al Muta'alimin Sukagumiwang Lili Indriyani; Rizal Rahmawan Muis; Ria Yulia Gloria; Iis Arifudin; Sopidi Sopidi
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 10, No. 3, July - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i3.6759

Abstract

This study aims to examine the implementation of the Independent Curriculum at MI Al-Muta'alimin Sukagumiwang and its influence on learning effectiveness. The Independent Curriculum emphasizes student-centered learning, differentiated learning, and projects to strengthen the Pancasila Student Profile (P5), thereby encouraging character development, creativity, and critical thinking skills. This study uses a qualitative approach with a case study design, with informants consisting of madrasah heads, teachers, students, and education personnel selected through purposive sampling. Data is collected through interviews, observations, and documentation, then analyzed through data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the implementation of the Independent Curriculum is carried out in stages through the preparation of teaching modules and Learning Objectives Flow (ATP), project-based learning, as well as formative assessments and descriptive reporting. This approach improves student engagement, learning motivation, quality of teacher-student interaction, understanding of essential materials, and strengthening character and social skills. Factors that affect the effectiveness of the curriculum include teacher readiness, facilities, school leadership, school culture, parental and community support, government policies, quality of teaching materials, learning approaches, and student readiness. To optimize the implementation of the Independent Curriculum, it is necessary to increase the capacity of teachers and school management, effective socialization, development of learning resources, and continuous monitoring and evaluation.