Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Optimalisasi Penggunaan Pakan Berbasis Limbah Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Ternak Ruminansia di Pedesaan Khairi, Fitrah; Sulistyo, Wahyu; Kristanto, Andreas Agung
Journal of Mandalika Literature Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Institut Penelitian dan Pengembangan Mandalika (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jml.v6i1.3912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi optimalisasi penggunaan pakan berbasis limbah pertanian dalam meningkatkan produktivitas ternak ruminansia di pedesaan. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber yang berkaitan dengan pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan ternak. Limbah pertanian, seperti jerami, dedak, dan sisa sayuran, memiliki potensi besar untuk dijadikan pakan yang bergizi dan ekonomis bagi ruminansia. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan pakan berbasis limbah pertanian tidak hanya dapat mengurangi biaya pakan, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan dengan mengurangi limbah. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa penerapan teknologi pengolahan pakan yang tepat dapat meningkatkan nilai nutrisi dari limbah pertanian tersebut. Implementasi strategi pemberdayaan peternak melalui pelatihan dan penyuluhan juga dianggap penting untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam pengelolaan pakan berbasis limbah. Dengan demikian, optimalisasi penggunaan pakan berbasis limbah pertanian diharapkan dapat meningkatkan produktivitas ternak ruminansia serta mendukung ketahanan pangan di pedesaan.
Peran Peternakan Digital dalam Mendukung Efisiensi Produksi Ternak Wahyu Sulistyo
JURNAL RISET RUMPUN ILMU HEWANI Vol. 4 No. 1 (2025): April : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Hewani
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrih.v4i1.5101

Abstract

The livestock industry plays a strategic role in providing animal-based food, yet it continues to face challenges related to efficiency and sustainability. Issues such as land limitations, animal diseases, and feed price fluctuations demand innovative production systems. One emerging solution is digital livestock farming, which integrates information and communication technologies into livestock management. This study aims to examine the role of digital livestock farming in improving production efficiency through a literature review of scientific sources published between 2017 and 2024. Literature was gathered from electronic databases and analyzed using a descriptive-qualitative approach with thematic analysis. The findings reveal that technologies such as the Internet of Things, biometric sensors, big data, and artificial intelligence enhance feed efficiency, animal health, reproduction, and labor management. Moreover, these technologies improve animal welfare and reduce environmental impact. However, challenges such as low digital literacy, limited infrastructure, and insufficient policy support hinder implementation, especially in developing countries. This review highlights the need for cross-sector collaboration to support sustainable digital livestock adoption.
Evaluasi Tampilan Reproduksi Sapi Bali Hasil Inseminasi Buatan Untuk Menunjang Program Upsus Siwab Di Kecematan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo Paendong, Windri F.; Ervandi, Mohamad; Ardiansyah, Widiastuti; Sulistyo, Wahyu
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v5i2.2078

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Tampilan Reproduksi Sapi Bali Sebagai Akseptor Inseminasi Buatan (IB) Untuk Menunjang Program Upsus Siwab di Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo. Metode penelitian ini adalah metode survei, instrumen kusioner, dan wawancara dan melihat recording ternak. Data penelitian diperoleh data primer dan sekunder dianalasis secara deskritif analitik. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tertinggi nilai tampilan reproduksi sapi bali berada di Desa Talumelito dengan nilai Conception Rate sebesar 72,72%, nilai S/C 1,37%, dan nilai CI 11,21±1,11 dibandingkan dengan desa lain yang berada di Kabupaten Gorontaalo dalam hal pengelolaan efisiensi reproduksi ternak sapi bali.
Pemberdayaan peternak muda melalui pelatihan pembuatan silase pakan komplit untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi lokal Mohamad Ervandi; Terri Repi; Meity Melani Mokoginta; Wahyu Sulistyo; Ahmad Syamsu Rijal S.; Risman Jaya; Sandi Prahara; Dewa Oka Suparwata; Darmawaty Abd. Razak
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 5 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i5.33773

Abstract

Abstrak Kelompok Peternak Muda ‘Bulalo Cerdas’ di Desa Bulalo memiliki potensi sumber daya alam yang sangat mendukung kegiatan peternakan, seperti padang rumput yang luas dan ketersediaan bahan pakan lokal. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar peternak masih menerapkan metode konvensional tanpa dukungan teknologi tepat guna. Tantangan yang dihadapi antara lain kurangnya efisiensi dalam pemanfaatan pakan, manajemen pemeliharaan ternak yang belum sistematis, serta lemahnya sistem pengawasan kesehatan ternak. Masalah utama yang kerap muncul adalah kekurangan pakan berkualitas, terutama saat musim kemarau, yang berdampak pada penurunan produktivitas ternak sapi lokal. Program PkM ini bertujuan meningkatkan kapasitas peternak muda melalui edukasi dan pelatihan pembuatan silase pakan komplit berbasis bahan lokal. Metode pelaksanaan PkM meliputi tahap persiapan dan observasi lapangan, implementasi program berupa penyuluhan dan pelatihan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Sebanyak 15 anggota kelompok “Bulalo Cerdas” berpartisipasi aktif dalam pelaksanan program ini. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan mitra, khususnya dalam pengolahan silase pakan komplit sebagai solusi cadangan pakan saat musim kering. Selain itu, silase ini terbukti dapat disimpan dalam jangka panjang dan memiliki nilai ekonomis tinggi, menjadikannya alternatif pakan strategis yang mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi lokal. Kata kunci: pemberdayaan; peteranak muda; pelatihan dan pendampingan; silase pakan komplit; produktivitas ternak. Abstract The ‘Bulalo Cerdas’ Young Breeders Group in Bulalo Village has potential natural resources that are very supportive of livestock activities, such as vast grasslands and the availability of local feed ingredients. However, this potential has not been optimally utilised because most farmers still apply conventional methods without the support of appropriate technology. Challenges faced include a lack of efficiency in feed utilisation, unsystematic livestock rearing management, and a weak livestock health monitoring system. The main problem that often arises is the lack of quality feed, especially during the dry season, which has an impact on reducing the productivity of local cattle. This PkM programme aims to increase the capacity of young farmers through education and training in making complete feed silage based on local ingredients. The PkM implementation method includes preparation and field observation stages, programme implementation in the form of counselling and training, as well as monitoring and evaluation activities. A total of 15 members of the ‘Bulalo Cerdas’ group actively participated in the implementation of this programme. The results of the service activities showed a significant increase in partners' knowledge and skills, especially in the processing of complete feed silage as a feed reserve solution during the dry season. In addition, this silage is proven to be able to be stored in the long term and has high economic value, making it a strategic feed alternative that supports the sustainability of local cattle farming businesses. Keywords: empowerment; youth; training and mentoring; complete feed silage; livestock productivity.
Pengaruh Pemberian Ransum Komersil Terhadap Pertambahan Berat Badan Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB) Pomolango, Ramlan; Sulistyo, Wahyu; Korompot, Ishak; Ardiansyah, Widiastuti; Mokoolang, Susan
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.71-76.2026

Abstract

This study aimed to determine the effect of commercial feed provision on body weight gain and mortality of Balitnak Superior Native Chickens (KUB). The materials used were 100 day-old chicks (DOC) of KUB chickens. The commercial feeds tested were Mark Sinta (SA), Malinau (MA), Sreeya (SR), and Gold Coin (GC), while a mixed ration consisting of concentrate, ground corn, and fine rice bran served as the control treatment; all feeds were obtained from local distributors in Gorontalo. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments, where T1 served as the control. The results showed that the highest feed consumption occurred in treatment T5, which received the GC commercial feed, while the lowest was observed in T1 (control ration). Mortality rates in descending order were T1 (3%), T2 (2%), T3 (2%), T4 (2%), and T5 (0%). The highest body weight gain was recorded in T5 with the GC commercial feed, whereas the lowest was found in the control treatment (T1). In ascending order, body weight gain ranked as T1, T2, T3, and T4. The findings indicate that commercial rations with clearly defined protein content exert a more pronounced effect on body weight gain in KUB chickensPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum komersil terhadap pertambahan berat badan serta mortalitas Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB). Materi yang digunakan adalah 100 ekor DOC Ayam KUB.Ransum Komersil yang dipakai adalah Mark Sinta (SA), Malinau (MA),Sreeya (SR) dan Gold Coint (GC) serta ransum campuran konsentrat, jagung giling dan dedak halus sebagai perlakuan kontrol yang diperoleh dari distributor lokal Gorontalo. Model penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan sekaligus T1 sebagai kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan konsumsi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan T5 dengan pemberian ransum komersial GC dalam pakan, dan yang terendah pada perlakuan T1 (KJD). Kemudian mulai dari mortalitas tertinggi secara berturut-turut adalah T1 (3%), T2 (2%), T3 (2%), dan T4 (2%) dan T5(0%). Pertambahan berat badan tertinggi diperoleh pada perlakuan T5 dengan pemberian ransum komersial (GC), dan yang terendah pada kontrol T1. Selanjutnya mulai dari pertambahan berat badan yang terendah berturut-turut yaitu T1, T2, T3, dan T4. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ransum komersil yang telah jelas kandungan proteinnya memberikan pengaruh lebih nyata pada pertambahan berat badan ayam KUB.
STRATEGI PENGEMBANGAN PETERNAKAN AYAM KAMPUNG DI KABUPATEN BONE BOLANGO Sulistyo, Wahyu; Sayuti, Muhammad; Bempah, Irwan
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i1.2050

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) manajemen usaha peternakan ayam kampung yang dilakukan peternak di Kabupaten Bone Bolango. (2) Keunggulan kompetitif pendukung usaha peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango. (3) strategi pengembangan peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa data BPS dan data primer dari penyebaran kuesioner kepada pihak-pihak yang terkait dengan pengembangan ayam kampung. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan AHP. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) manajemen pemeliharaan peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango dapat dilakukan dengan mengadopsi proses manajemen POAC yakni dengan melakukan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi secara rutin pada keadaan usaha dan penggunaan teknologi serta pemasaran. (2) Faktor-faktor keunggulan kompetitif pengembangan peternakan ayam kampung berada pada kategori sedang dengan memiliki skor akhir sebesar 2,987. Hal ini karena keenam faktor yang teridentifikasi melalui berbagai informasi belum sepenuhnya mampu memberikan kontribusi konkrit seperti kondisi permintaan yang tidak menentu atau mengalami fluktuasi yang dikarenakan posisi tawar dari peternak ayam kampung. (3) Strategi yang urgen dilakukan dalam pengembangan peternakan ayam kampung di Kabupaten Bone Bolango yakni meningkatkan teknik budidaya, pemeliharaan dan pengelolaan usaha, meningkatkan pengembangan pemasaran dan meningkatkan kualitas input dan output produksi melalui pemanfaatan teknologi.
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Simmental Di Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo Yanto Yanto; Ramlan Pomolango; Mohammad Ervandi; Wahyu Sulistyo; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi status kebuntingan pada sapi Simental induk di Kecamatan Mootilango Kabupaten Gorontalo. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pengambilan sampel secara purposive sampling terhadap 27 ekor sapi Simental induk yang memenuhi kriteria sebagai akseptor IB. Variabel bebas yang diamati meliputi umur, paritas, Body Condition Score (BCS), kualitas pakan, dan kemampuan deteksi birahi, sedangkan variabel terikat adalah status kebuntingan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi logistik dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan IB masih tergolong rendah, dengan nilai Service per Conception (S/C) sebesar 3,44, Conception Rate (CR) sebesar 16,36%, dan Non Return Rate (NRR) sebesar 59,26%. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa kualitas pakan berpengaruh nyata terhadap status kebuntingan dengan nilai signifikansi 0,036 (P<0,05) dan nilai odds ratio sebesar 6,806. Hal ini menunjukkan bahwa sapi induk yang memperoleh kualitas pakan lebih baik memiliki peluang bunting 6,806 kali lebih tinggi dibandingkan ternak dengan kualitas pakan yang kurang baik. Sementara itu, variabel umur, paritas, BCS dan kemampuan deteksi birahi tidak menunjukkan pengaruh nyata secara statistik terhadap status kebuntingan (P>0,05). Nilai Nagelkerke R Square sebesar 0,467 menunjukkan bahwa variabel penelitian mampu menjelaskan variasi status kebuntingan sebesar 46,7%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi Simental induk di Kecamatan Mootilango masih belum optimal dan kualitas pakan merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi keberhasilan kebuntingan.
Analisis Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Potong Di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo Supriyanto Bahuwa; Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Susan Mokoolang; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.9973

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) pada sapi potong di Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan tersebut. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode survei dengan pengambilan data primer melalui observasi dan wawancara terhadap peternak. Variabel yang diamati meliputi umur induk, paritas, Body Condition Score (BCS) dan waktu inseminasi buatan sebagai variabel bebas, serta status kebuntingan sebagai variabel terikat. Tingkat keberhasilan IB dianalisis menggunakan indikator Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) dan Non Return Rate (NRR), sedangkan analisis faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan IB dilakukan menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C sebesar 2,77, CR sebesar 37,04% dan NRR sebesar 40,12%, yang secara keseluruhan menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan di lokasi penelitian berada pada kategori kurang baik. Hasil analisis regresi logistik menunjukkan bahwa secara simultan variabel umur induk, paritas, BCS dan waktu inseminasi buatan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan kebuntingan. Secara parsial, variabel BCS dan waktu inseminasi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan IB dengan nilai signifikansi < 0,05, sedangkan variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Variabel yang paling dominan memengaruhi keberhasilan IB adalah variabel BCS. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan inseminasi buatan pada sapi potong dipengaruhi oleh kombinasi faktor biologis dan manajemen reproduksi, sehingga diperlukan upaya peningkatan melalui perbaikan kondisi ternak dan optimalisasi pelaksanaan inseminasi buatan.
Evaluasi Keberhasilan Reproduksi Sapi Betina Hasil Inseminasi Buatan Menggunakan Metode Rektovaginal Di Desa Pangahu Kecamatan Asparaga Kabupaten Gorontalo Trimulyono Trimulyono; Wahyu Sulistyo; Terri Repi; Mohammad Ervandi; Dewa Oka Suparwata
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.1053

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keberhasilan reproduksi sapi betina hasil inseminasi buatan menggunakan metode rektovaginal di Desa Pangahu, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui observasi, pencatatan reproduksi ternak, dan wawancara terstruktur dengan peternak. Variabel yang diamati meliputi Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR), Non Return Rate (NRR) dan Calving Interval (CI). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk memperoleh nilai rata-rata, persentase, dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai S/C sebesar 1,70 yang termasuk dalam kategori baik, nilai CR sebesar 60,23% yang berada pada batas bawah kategori baik dan nilai NRR sebesar 70,45% yang juga tergolong baik. Namun demikian nilai Calving Interval sebesar 416,51 hari (± 13,9 bulan) menunjukkan bahwa efisiensi reproduksi jangka menengah masih belum optimal. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa keberhasilan reproduksi sapi betina hasil inseminasi buatan di lokasi penelitian berada pada kategori cukup baik, terutama pada aspek keberhasilan konsepsi awal, namun masih memerlukan peningkatan dalam manajemen reproduksi pasca beranak untuk mencapai efisiensi reproduksi yang optimal.