Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Introducing Dayak Culture for Elementary School Students through Huma Betang Philosophical Poems Diplan Diplan; Misnawati Misnawati; Wahidin Wahidin; Widya Permata Dilla; Wahyu Nugroho; Siti Patimah; Alimuddin A Djawat; Aam Rifaldi Khunaifi; Ade Salahudin Permadi; Anwarsani Anwarsani; Nabila Salwa
International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis Vol. 2 No. 2 (2025): April : International Journal of Educational Evaluation and Policy Analysis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijeepa.v2i2.243

Abstract

Dayak culture offers a wealth of noble values that can positively shape the character of elementary school students. This paper aims to: (1) identify the values of Dayak culture contained in the poem "Philosophy of Huma Betang". (2) Explain the method of introducing these cultural values to elementary school students. (3) Describe the effectiveness of using poetry as a medium of cultural introduction. One of the effective methods to introduce Dayak culture to students is through poetry. This article discusses the poem "Philosophy of Huma Betang" by Misnawati as a medium that conveys cultural values in an interesting and easy-to-understand manner for elementary school students. The importance of this research is based on the need to understand and preserve Dayak cultural values. This research uses a descriptive qualitative approach, by identifying the cultural values contained in the poem. The method of introducing cultural values to elementary school students involves reading with expression, discussion, creative activities, and educational visits. The results of the study show that the use of the poem "Philosophy of Huma Betang" is successful in increasing students' understanding and appreciation of Dayak culture. Students show high interest, they can remember well the values learned, and show improvement in language skills and creativity. Educators also give positive feedback on the effectiveness of this method in learning in elementary school classrooms.
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Dalam Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Teknologi Informasi Dan Komunikasi: The Effectiveness Of Implementing A Creative Problem Solving Learning Model In Improving Student Understanding In Information And Communication Technology Subjects Caesario, Ronny Pramudya; Fitriyanto, Muhammad Noor; Permadi, Ade Salahudin
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2024): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v9i1.6920

Abstract

Model “Creative Problem Solving” (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pembelajaran dari keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, serta observasi. Tujuan pre-test adalah menentukan parameter keberhasilan yang hendak dicapai oleh tenaga pengajar, serta mengukur tingkat pengetahuan peserta didik mengenai materi pembelajaran. Sedangkan Tujuan post-test adalah mengetahui tingkat keberhasilan penyampaian materi, apakah siswa menyerap pembelajaran yang diberikan dengan baik atau tidak, dan juga mengumpulkan data tentang nilai kemampuan siswa sebelum dan sesudah pemberian materi. Selain itu pengajar melakukan observasi atau pengamatan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CPS secara signifikan meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran TIK.Berdasarkan temuan ini, integrasi model pembelajaran CPS dalam pengajaran TIK untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mempersiapkan siswa dengan keterampilan yang relevan untuk menghadapi tantangan di era digital. Penerapan model pembelajaran Creative Problem Solving terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Siswa yang terlibat dalam pembelajaran dengan model ini tidak hanya meningkatkan pemahaman mereka tentang materi TIK, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kreatif dan kemampuan dalam memecahkan masalah
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP NILAI SISWA KELAS 7 DALAM PEMBELAJARAN INFORMATIKA PADA SEKOLAH MTS NORHIDAYAH PUNDU KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH: PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP NILAI SISWA KELAS 7 DALAM PEMBELAJARAN INFORMATIKA PADA SEKOLAH MTS NORHIDAYAH PUNDU KOTAWARINGIN TIMUR KALIMANTAN TENGAH Nurhuda, Reksa; Permadi, Ade Salahudin; Arnisyah, Siti
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 9 No. 1 (2024): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v9i1.7622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi pengaruh penggunaan teknologi terhadap nilai siswa kelas 7 dalam pembelajaran informatika di MTS Norhidayah Pundu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan desain penelitian korelasional. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 7 di MTS Norhidayah Pundu yang terdiri dari 100 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner untuk mengumpulkan data mengenai penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan nilai siswa dalam mata pelajaran informatika. Data dianalisis menggunakan analisis korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan antara penggunaan teknologi dalam pembelajaran informatika terhadap nilai siswa kelas 7 di MTS Norhidayah Pundu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (r = 0,75, p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi penggunaan teknologi dalam pembelajaran informatika, semakin tinggi pula nilai siswa kelas 7. Oleh karena itu, disarankan agar pihak sekolah lebih aktif mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran informatika guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Kata kunci— Penggunaan Teknologi, Pembelajaran Informatika, Nilai Siswa, Korelasi, MTS Norhidayah Pundu, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Penerapan Sistem Informasi Desa (SID) melalui Data SDGs Di Desa Tampelas Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan Lisa, Lisa; Permadi, Ade Salahudin; Arnisyah, Siti
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 10 No. 2 (2025): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v10i2.9650

Abstract

Penerapan Sistem Informasi Desa ( SID ) berbasis data Sustainable Development Goals (SDGs) bertujuan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi sistem informasi yang mengintegrasikan data SDGs dalam pengelolaan informasi desa, meliputi data sosial, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur. Dengan sistem ini, pemerintah desa dapat memantau dan mengelola data secara lebih efisien, mempercepat pengambilan keputusan, serta mendukung transparansi dalam pelayanan publik. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di desa Tampelas . Hasil menunjukkan bahwa penerapan sistem informasi desa berbasis SDGs mampu meningkatkan efektivitas tata kelola desa, memperkuat partisipasi masyarakat, dan mendorong pencapaian target SDGs pada tingkat lokal. Meski terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi, hasil penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan dan penguatan kapasitas dalam penerapan sistem informasi desa yang berkelanjutan. Kesimpulannya, penerapan sistem Informasi desa melalui data SDGs Desa merupakan langkah strategis dalam mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal. Penelitian ini dilakukan yaitu di Desa Tampelas Kecamatan Kamipang Kabupaten Katingan. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif bersifat deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu : observasi, wawancara, dan dokumentasi.Teknik pengambilan subjek penelitian ini menggunakan Purposive sampling. Teknik analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka dan studi lapangan. Manajemen dilakukan kurang lebih belum sesuai dengan teori yang menjadi tolak ukur untuk dilakukannya penelitian, perencanaan yang disusun sudah belum sesuai dengan tujuan kedepan.
Pengembangan Augmented Reality Sebagai Media Simulasi Pada Mata Pelajaran IPAS Tata Surya di SMK Negeri 4 Palangkaraya Noviyanti, Naydia; Permadi, Ade Salahudin; Fitriyanto, Muhammad Noor
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 10 No. 3 (2025): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v10i3.10908

Abstract

The rapid development of information and communication technology in the digital era has had a significant impact on various sectors, including education. However, the teaching of Natural and Social Sciences (IPAS) still often relies on textbooks and underutilizes interactive media such as Augmented Reality (AR). This reliance makes abstract topics, like the Solar System, difficult for students to understand. The lack of media variety and teaching methods also contributes to students' low interest and comprehension of the material. Therefore, this research aims to develop AR-based simulation media as a more engaging, interactive, and effective alternative to help students grasp the concepts of the Solar System. This study employs a Research and Development (R&D) method that consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The development of the simulation media utilizes software such as Unity, Blender, and Vuforia technology to support Augmented Reality features. The developed product was validated by educational media experts and content specialists to ensure its feasibility in terms of both content and technical aspects. Subsequently, a limited trial was conducted with students from class X-GP to assess the practicality and appeal of the developed media. The results of the study indicate that the AR simulation media on the topic of the Solar System is highly suitable for use in the learning process. Validation from experts shows that this media is categorized as "very feasible" in terms of content, visualization, and technical aspects. The limited trial in class X-GP at SMK Negeri 4 Palangka Raya demonstrated a significant improvement in students' understanding, with N-Gain scores falling within the "medium" to "high" categories. Additionally, students provided very positive feedback regarding this media, finding it engaging, interactive, easy to operate, and effective in helping them understand abstract material like the Solar System in a more concrete and enjoyable way compared to conventional methods that rely on textbooks. Thus, this AR-based simulation media is recommended as an alternative teaching resource to enhance the quality of the learning process for the Solar System material in the IPAS subject.
Persepsi dan Tantangan Mahasiswa Disabilitas Terhadap Aksesibilitas dan Pengembangan Kompetensi Digital dalam Lingkungan Akademik fitriyanto, muhammad noor; Iqqonul Hakim; Ade Salahudin Permadi
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 11 No. 1 (2026): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v11i1.12029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam persepsi dan pengalaman nyata mahasiswa penyandang disabilitas di lingkungan akademik terkait aksesibilitas teknologi dan proses pengembangan kompetensi digital mereka. Studi ini didorong oleh kesadaran bahwa literasi digital merupakan prasyarat penting bagi keberhasilan akademis dan kesiapan kerja di era saat ini, namun terdapat potensi signifikan dalam pengalaman mahasiswa penyandang disabilitas. Secara spesifik, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi (1) bagaimana mahasiswa penyandang disabilitas memandang tingkat aksesibilitas infrastruktur dan konten digital yang disediakan oleh perguruan tinggi mereka, dan (2) tantangan spesifik apa yang mereka hadapi saat berupaya meningkatkan keterampilan digital yang relevan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan kritis bagi institusi pendidikan tinggi dalam merancang kebijakan dan program inklusif yang lebih responsif terhadap kebutuhan beragam mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus multilocale. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in depth interview) semi-terstruktur dengan sejumlah informan kunci yang terdiri dari mahasiswa dengan berbagai jenis disabilitas (misalnya, tunanetra, tunarungu, dan disabilitas fisik) yang terdaftar di beberapa perguruan tinggi inklusif di Indonesia. Selain wawancara, observasi partisipatif terbatas terhadap penggunaan teknologi digital dalam konteks perkuliahan, serta analisis dokumen kebijakan aksesibilitas digital kampus, juga dilakukan untuk triangulasi data. Data kualitatif yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, kategori, dan tema sentral yang muncul dari narasi pengalaman informan. Pendekatan etik dan kerahasiaan informan dijaga ketat selama seluruh proses penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa, meskipun telah ada upaya formalisasi aksesibilitas di beberapa kampus, terdapat diskrepansi yang signifikan antara kebijakan dan implementasi praktisnya. Secara umum, siswa penyandang disabilitas memiliki persepsi positif mengenai pentingnya keterampilan digital untuk masa depan, tetapi mereka melaporkan tantangan aksesibilitas yang kompleks. Temuan utama menunjukkan tantangan yang meliputi: (1) Kurangnya dukungan perangkat lunak dan keras yang kompatibel dengan teknologi asistif mereka, (2) Keterbatasan materi pembelajaran digital yang tidak ramah penyandang disabilitas (misalnya, tidak adanya alt text pada gambar atau subtitle pada video), dan (3) Kurangnya pengetahuan dan kepedulian dari sebagian besar staf pengajar dalam mengintegrasikan teknologi secara inklusif. Secara kualitatif, siswa menyatakan bahwa pengembangan kompetensi digital mereka sering kali lebih bergantung pada inisiatif dan sumber daya pribadi daripada dukungan institusional,yang pada akhirnya dapat memperlambat laju pengembangan keterampilan dan mempengaruhi partisipasi penuh mereka dalam lingkungan akademik.
Rancang Bangun Aplikasi Pendataan Aset Rambu Jalan (Studi Kasus: Dinas Perhubungan Kabupaten Katingan) Ahmad Reyhan; Ade Salahudin Permadi
Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi Vol. 11 No. 1 (2026): Bitnet: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bitnet.v11i1.12319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem aplikasi mobile berbasis Android yang mendukung pendataan aset rambu jalan secara efisien, khususnya di wilayah dengan kendala sinyal internet (blank-spot) seperti di Kabupaten Katingan. Selain itu, penelitian ini bertujuan menyediakan dashboard publik berbasis web sebagai media pemantauan status dan lokasi rambu secara real-time serta sarana pelaporan kerusakan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan perangkat lunak dengan arsitektur offline-first. Data pendataan yang meliputi koordinat GPS otomatis, foto, dan deskripsi disimpan terlebih dahulu di database lokal perangkat menggunakan Room Database. Sinkronisasi data ke server dilakukan secara otomatis di latar belakang menggunakan WorkManager segera setelah perangkat mendeteksi koneksi internet yang stabil. Pengujian fungsionalitas dilakukan melalui uji coba lapangan terbatas untuk mengukur tingkat akurasi koordinat, keberhasilan sinkronisasi, dan kepuasan pengguna (Customer Satisfaction Score - CSAT). Penelitian ini menghasilkan prototipe aplikasi pendataan rambu yang mampu bekerja secara optimal meskipun tanpa koneksi internet di lokasi pendataan. Fitur utama yang diimplementasikan meliputi penangkapan koordinat GPS otomatis dengan teknik point averaging untuk meningkatkan akurasi, integrasi peta offline, serta dashboard visual untuk pimpinan dan publik. Hasil pengujian diharapkan dapat menekan angka keterlambatan pelaporan (backlog) hingga di bawah 10% dan mencapai target sinkronisasi data dalam 24 jam sebesar ≥ 90%. Implementasi sistem ini memberikan solusi praktis bagi Dinas Perhubungan Kabupaten Katingan dalam mewujudkan digitalisasi pelayanan publik yang inklusif dan adaptif.