Claim Missing Document
Check
Articles

PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KECAMATAN KRUCIL KABUPATEN PROBOLINGGO TAHUN 2020 Markus Patiung; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Sri Rahayu Margaretna Jajuk Hanafie; Hary Sastrya Wanto; Ernawati Ernawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.97 KB) | DOI: 10.30742/jisa2012020977

Abstract

ABSTRAKPengembangan kawasan agropolitan dengan tujuan untuk menganalisis kondisi eksisting, perkembangan potensi dan realitas sentra-sentra produksi sarana dan prasarana pengembangan Kawasan Agropolitan di Kecamatan Krucil Kecamatan Krucil selama 5 tahun yang akan datang. Metode analisis yang digunakan adalah SWOT. Hasil dari penelitian ini bahwa tidak ada perubahan komoditas selama 5 tahun, komoditas unggulan di lokasi agropolitan susu sapi, jagung, kopi, kelapa, cengkeh, jahe, durian, sapi potong, ayam buras dan alpukat. Wisata air terjun candi kedaton, arung jeram dan tubing. Kota tani utama (mainland) di desa krucil sedangkan desa lainnya menjadi desa hinterland. Kata Kunci : Pengembangan, Kawasan, Agropolitan, mainland, Hinterland. ABSTRACTDevelopment of Agropolitan area with the aim to analyze existing conditions, development of potential and reality of production centers and infrastructure for the development of Agropolitan area in District Krucil Krucil District for 5 years to come. The method of analysis used is SWOT. The result of this study that there was no commodity change over the past 5 years, the excellent commodity at the location of Agropolitan milk of cows, corn, coffee, coconut, clove, ginger, durian, beef cattle, chicken range and avocado. Tourism Waterfall of Kedaton temple, rafting and tubing. The main farm town (mainland) in the village of Krucil, while other villages become hinterland villages. Keywords: development, region, Agropolitan, mainland, Hinterland. 
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TOMAT DI DESA CLAKET, KECAMATAN PACET, KABUPATEN MOJOKERTO Herman Yosep Koisine; Markus Patiung; Nugrahini Susantinah Wisnujati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.269 KB) | DOI: 10.30742/jisa1912019687

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berjudul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Tomat di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah benih, pupuk KCL, pestisida bio insektisida, pestisida bio-fungsi, biaya pengolahan lahan, biaya pemeliharaan dan biaya pasca panen terhadap produksi tomat di Desa Claket, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data dan analisis data statistik. Responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 petani tomat.Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel benih, pupuk kcl, pestisida bio-insektisida, pestisida bio-fungsi, biaya pengolahan lahan, biaya pemeliharaan dan biaya pasca panen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap produksi tomat, sedangkan sebagian benih variabel, pupuk kcl, pestisida bio-insektisida, pestisida bio fungisida, biaya pemrosesan lahan dan biaya pemeliharaan, secara parsial memiliki pengaruh signifikan terhadap produksi tomat, tetapi pada variabel biaya pasca panen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi tomat.Kata kunci: Tomat, Mojokerto, Produksi.
PENYUSUNAN MASTERPLAN PENGEMBANGAN KAWASAN AGROPOLITAN KABUPATEN PROBOLINGGO Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (109.227 KB) | DOI: 10.30742/jisa1812018443

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan Judul Penyusunan Masterplan Pengembangan Kawasan Agropolitan Kabupaten Probolinggo adalah untuk mewujudkan suatu kawasan menjadi kawasan agropolitan yang mandiri diperlukan suatu konsep perencanaan yang terstruktur dan berkelanjutan.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah AnalisisAnalisis SWOT (Streght, Weakness, Opportunity, Thread) digunakan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi dalam pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Probolinggo.Hasil Penelitian Agropolitan KabupatenProbolinggo ini dapat ditetapkan bahwa: Kawasan ini sesuai dengan RTRW Kabupaten Probolinggo 2010-2029. Mainland atau agropolis di kawasan Barat adalah Kecamatan Sukapura, khususnya di desa Sukapura, sedangkan kecamatan lainnya sebagai hinterland atau pendukung. Agropolis di kawasan Timur adalah Kecamatan Krucil, khususnya di desa Krucil, sedangkan kecamatan lainnya sebagai hinterland.Komoditi unggulan di kawasan agropolitan yang menjadi prioritas adalah: kopi, durian, alpukat dan manggis, mangga, pisang, kentang, kubis, bawang daun, wortel, cabe merah, jagung, susu sapi, sapi potong, kapuk randu dan madu.Kata kunci : Agropolitan, Kawasan, Hinterland .
ANALISIS SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN SEBAGAI SEKTOR POTENSIAL YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN BANYUWANGI Rikardus Syukur; Markus Patiung; Diah Tri Hermawati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.868 KB) | DOI: 10.30742/jisa21120211349

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Analisis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebagai sektor potensial yang berkelanjutan di Kabupaten Banyuwani. Tujuan penelitian adalah (1) untuk menganalisi apakah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi dapat mencukupi kebutuhan perekonomian sehingga dapat mensejahterakan rakyat Kabupaten Banyuwangi. (2) untuk menganalisis sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi sebagai sektor berkelanjutan atau tidak. Metode yang digunakan adalah metode LQ, DLQ, dan Tipologi Klassen. Hasil dari penelitian adalah Berdasarkan hasil analisis LQ sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (agribisnis) Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2015-2019 merupakan  sektor basis/potensial dengan nilai LQ sebesar 2,63, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan untuk Kabupaten Banyuwangi produksi dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Banyuwangi bahkan dapat di ekspor ke daerah lain atau ke mancanegara, serta dapat mensejahterakan rakyat Kabupaten Banyuwangi. Hasil persandingan  analisis LQ dan DLQ menunjukan bahwa nilai LQ sebesar 2,63 sedangkan DLQ dengan nilai sebesar 0,66, ini menunjukkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (agribisnis) di Kabupaten Banyuwangi dari tahun 2015-2019 sektor prospektif, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini sebagai sektor basis dan akan berubah menjadi sektor non basis di masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Banyuwangi merupakan sektor berkelanjutan. Kata kunci : PDRB, Location Quotient (LQ), Dynamik Location Quotient (DLQ), Typologi Klassen.
PENYUSUNAN NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN BONDOWOSO TAHUN 2017 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.781 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v17i2.383

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Bondowoso Tahun 2017 dengan tujuan Mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan fluktuasi harga komoditi pertanian Kabupaten Bondowoso dan Tersusunnya dokumen nilai tukar petani Kabupaten Bondowoso.Metode yang digunakan dalam metode Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder.Hasil analisis berupa deskripsi yang mampu memberikan pemecahan masalah dan mencapai tujuan dari kegiatan. Adapun alat bantu yang digunakan untuk melakukan analisis adalah metode perhitungan Nilai Tukar Petani, Analisis Usahatani dan Struktur Pengeluaran Rumah Tangga Petani.Hasil Penelitian Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Bondowoso Tahun2017Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Bondowoso bulan Juli 2017 naik sebesar 0,58 persen dari 103,15 menjadi 103,73. Kenaikan NTP ini disebabkan karena kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) lebih tinggi dari pada kenaikan indeks harga yang dibayar petani (Ib).Pada bulan Juli 2017 semua sub sektor pertanian mengalami kenaikan NTP. Kenaikan NTP tersebut terjadi pada sub sektor peternakan sebesar 1,00 persen, disusul sub sektor tanaman pangan sebesar 0,79 persen, kemudian sub sektor perikanan sebesar 0,39 persen, dan sub sektor tanaman perkebunan sebesar 0,20 persen serta yang paling kecil kenaikannya pada sub sektor tanaman hortikultura sebesar 0,03 persen.Indeks harga yang diterima petani naik sebesar 1,25 persen dibanding bulan Juni 2017 yakni dari 103,25 menjadi 104,50. Kenaikan indeks ini disebabkan naiknya indeks harga yang diterima petani pada semua sub sektor. Sub sektor peternakan mengalami kenaikan sebesar 1,42 persen, disusul sub sektor perikanan sebesar 0,40 persen, kemudian sub sektor tanaman pangan sebesar 0,35 persen disusul sub sektor tanaman perkebunan sebesar 0,27 dan yang paling kecil kenaikannya pada sub sektor tanaman hortikultura sebesar 0,17 persen.Indeks harga yang dibayar petani mengalami kenaikan sebesar 0,64 persen dari 100,10 pada bulan Juni 2017 menjadi 100,74 pada bulan Juli 2017. Kenaikan indeks ini disebabkan karena naiknya indeks harga biaya produksi dan penambahan barang modal sebesar 0,48 persen, dan indeks harga konsumsi rumah tangga sebesar 0,02 persen.Kata kunci : Nilai Tukar Petani,  Fluktuasi Harga, Subsektor.
ANALISIS NILAI TUKAR PETANI KABUPATEN JOMBANG TAHUN 2018 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18, No 2 (2018): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 18 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.483 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v18i2.517

Abstract

 ABSTRAKAnalisis Nilai Tukar Petani (NTP) Kabupaten Jombang Tahun 2018 bertujuan untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani dan fluktuasi harga komoditi pertanian. Metode analisis yang digunakan adalah Analisa Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder. Nilai Tukar Petani (NTP) dihitung dengan rumus nisbah/ratio antara Indeks Harga yang Diterima Petani (Itn) dan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ibn).Hasil pemantauan dan analisis harga-harga pedesaan di 21 kecamatan di kabupaten Jombang pada tahun 2018, NTP kabupaten Jombang naik sebesar 0,07 persen dibandingkan pada tahun 2017, yaitu dari 113,92 menjadi 113,99. Kenaikan NTP pada tahun 2018 disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami kenaikan sebesar 2,0 persen lebih besar dari pada kenaikan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian sebesar 1,70 persen.. Selain itu kenaikan nilai tukar petani kabupaten Jombang juga dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga pada masing-masing sub-sektor, yakni subsektor tanaman pangan sebesar 0,04 persen, tanaman hortikultura sebesar 0,05 persen, tanaman perkebunan rakyat naik sebesar 0,02 persen, peternakan naik sebesar 0,13 persen dan subsektor perikanan naik sebear 0,39 persen.Kata Kunci : Petani, Nilai, Tukar, Analisis.
Strategi Penganggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bangkalan Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 16 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1248.906 KB) | DOI: 10.30742/jisa1622016373

Abstract

ABSTRAK              Penelitian ini dengan judul Strategi Penganggulangan Kemiskinan Daerah Kabupaten Bangkalan bertujuan untuk menerbitkan panduan baru tentang pedoman penanggulangan kemiskinan sebagai pegangan resmi TKPKD maupun pedoman dan modul-modul penyusunan SPKD terbaru yang lebih menekankan pada analisis dan pendekatan yang terencana, terpadu, menyeluruh dan sistematis serta ber-kesinambungan mulai dari tingkat Nasional, Provinsi hingga Kabupaten/ Kota, maka Pemerintah Kabupaten Bangkalan merasa perlu untuk menyusun review dokumen Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kabupaten Bangkalan untuk Tahun 2016.          Dalam pelaksanaan penelitian ini metode yang digunakan yaitu dilakukan pengumpulan data di wilayah administrasi Pemerintah Kabupaten Bangkalan dengan menggunakan subyek data yang paling dapat dipercaya (valid) dan terbarukan (update) yang dimiliki daerah bersangkutan.Hasil Penelitian ini menyimpulkan bahwa ciri-ciri dari dimensi-dimensi kemiskinan, baik itu dimensi ekonomi, ketenagakerjaan, kesehatan, pendidikan, infrastruktur dasar, maupun kecukupan pangan pada dasarnya adalah penyebab langsung dari kondisi kemiskinan seseorang atau seke-lompok orang. Ciri/kondisi yang menjadi penyebab kemiskinan ini merupakan akibat dari adanya keputusan, kebijakan atau tindakan yang cenderung tidak mendukung penanggulangan kemiskinan. Keputusan, kebijakan maupun tindakan yang tidak adil dan cenderung tidak mendukung penanggulangan kemiskinan ini terjadi karena lembaga pengambil keputusan maupun kebijakan yang belum berdaya dikarenakan lembaga ini berisi orang-orang yang tidak berdaya yang tidak mampu menerapkan nilai-nilai luhur dalam kebijakan-kebijakan yang diputuskan nya. Di sisi lain ketidakberdayaan lembaga pengambil keputusan/kebijakan akan semakin tumbuh subur dalam situasi di mana masyarakat secara umum memang belum berdaya. Ketidak-berdayaan masyarakat dalam menyikapi dan menghadapi situasi yang ada di lingkungannya, yang pada gilirannya mendorong sikap masa bodoh, tidak peduli, tidak percaya diri, mengandalkan bantuan pihak luar untuk men-gatasi berbagai persoalan yang dihadapi, tidak mandiri, serta memudar nya orientasi moral dan nilai-nilai luhur dalam kehidupan bermasyarakat, yakni terutama keikhlasan, keadilan dan kejujuran.Kata kunci : Kemiskinan, Kebijakan, Infrastuktur Dasar.
Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Jombang Tahun 2017 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17, No 2 (2017): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 17 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.858 KB) | DOI: 10.30742/jisa1722017384

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Penyusunan Nilai Tukar Petani Kabupaten Jombang Tahun 2017. Tujuan akhir dari proses pembangunan pertanian adalah meningkatnya kesejahteraan petani. Keberhasilan pelaksanaan pembangunan tersebut di Kabupaten Jombang dapat dilihat salah satunya dari perkembangan indikator Nilai Tukar Petani (NTP)Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder. Hasil analisis berupa deskripsi yang mampu memberikan pemecahan masalah dan mencapai tujuan dari kegiatan. Adapun alat bantu yang digunakan untuk melakukan analisis adalah metode perhitungan Nilai Tukar Petani, Analisis Usahatani dan Struktur Pengeluaran Rumah Tangga Petani.Hasil Penelitian Nilai Tukar Petani Kabupaten Jombang Tahun 2017 ini dapat ditetapkan bahwa: Nilai tukar petani (NTP) Kabupaten Jombang pada tahun 2017 tercapai sebesar 113,92, meningkat 0,72 % dibandingkan NTP pada tahun 2016, yaitu 113,10, dengan tahun dasar perhitungan 2012 sebesar 100. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan petani di Kabupaten Jombang pada tahun 2017 meningkat atau lebih baik daripada tahun 2016. Dengan kata lain, daya beli petani di Kabupaten Jombang telah meningkat sebesar 11,58 % dibandingkan daya beli tahun 2012 (tahun dasar). Kata kunci : NTP, Kesejahteraan, Petani.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI BERAS DI DESA MULYOAGUNG, KECAMATAN SINGGAHAN, KABUPATEN TUBAN Robig Subagio; Nugrahini Susantinah Wisnujati; Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 19 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.269 KB) | DOI: 10.30742/jisa1912019691

Abstract

ABSTRAKTanaman pertanian utama di Indonesia adalah padi. Padi adalah tanaman pangan yang menghasilkan beras sebagai sumber makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia.Tujuan penelitian adalah: (1) Untuk mengetahui pengaruh benih terhadap produksi padi di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. (2) Untuk mengetahui pengaruh pupuk urea terhadap produksi padi di desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban (3) Untuk mengetahui pengaruh pupuk petroorganik terhadap produksi padi di desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Tuban (4) Untuk menentukan pengaruh NPK terhadap produksi padi di Desa Mulyo Agung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. (5) Untuk mengetahui pengaruh pestisida terhadap produksi padi di desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban. (6) Untuk mengetahui pengaruh tenaga kerja terhadap produksi beras di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban.Hasil penelitian: (1) Benih tidak berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien (-0,541), (2) Pupuk urea secara parsial tidak berpengaruh signifikan dengan koefisien regresi (0,006), (3) Pupuk petroganik secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai koefisien (0,150), yang berarti bahwa jika penggunaan petroganik ditambahkan 1 kg, produksi beras berkurang 150 kg. (4) Pupuk NPK secara parsial berpengaruh signifikan terhadap koefisien regresi (0,008), (5) Pestisida berpengaruh signifikan terhadap koefisien regresi (0,023), (6) Tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap koefisien regresi tenaga kerja (- 0,004). Kata kunci: Produksi Beras di Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, Kabupaten Tuban, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
PENYUSUNAN MASTERPLAN PERTANIAN KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2020-2024 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 20 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.628 KB) | DOI: 10.30742/jisa20220201221

Abstract

Penelitian ini berjudul Penyusunan Masterplan Pertanian Kabupaten Bojonegoro 2020-2024. Bertujuan untuk mengkaji sebaran areal potensi pengembangan pertanian, mengidentifikasi sebaran sentra pengembangan pertanian, mengkaji pola distribusi produksi/perdagangan pertanian, dan menyusun strategi untuk percepatan pengembangan areal dan produksi pertanian.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu analisa terhadap data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif, baik data primer maupun sekunder. Alat analisis yang digunakan yaitu Analisis Penetapan Produk Unggulan (LQ), dan Analisis SWOT. Ketiga jenis analisis kemudian dirumuskan menjadi Strategi dan Kebijakan Pertanian di Kabupaten Bojonegoro.Komoditas unggulan di Kabupaten Bojonegoro adalah padi, jagung, dan kedelai, mangga, salak, pisang, melon, semangka, belimbing dan pepaya,  cabe dan bawang merah, tembakau, tebu dan kelapa sapi potong, sapi perah, kerbau, kuda, kambing dan domba, ayam buras, ayam ras petelur, ayam ras pedaging, itik, enthok, burung dara. Pemilihan komoditas tersebut didasarkan perhitungan menggunakan metode LQ dengan menggunakan data produksi selama kurun waktu lima tahun terakhir tahun 2015-2019.Kata kunci : Masterplan, Strategi, Unggulan.