Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Trend dan Prediksi Produksi dan Konsumsi Komoditas Sayuran Sawi (Brassica Juncea L) di Indonesia Tahun 2020 s/d 2029 Dedi Hermansyah; Markus Patiung; Nugrahini Susantinah Wisnujati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.401 KB) | DOI: 10.30742/jisa21220211383

Abstract

ABSTRAK             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui trend estimasi produksi dan konsumsi sawi di Indonesia 10 tahun kedepan 2020 s/d 2029. Penelitian ini dilakukan di Indonesia dengan menggunakan data sekunder, dengan analisis menggunakan metode kuadrat terkecil (Least Square). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa  prediksi trend estimasi produksi komoditas sayuran sawi (Brassica juncea L) di Indonesia tahun 2020 s/d 2029 menunjukan pergerakan garis lurus dari kiri bawah ke kanan atas, bahwa untuk produksi sawi mengalami kecenderung meningkat, dengan rata-rata pertumbuhannya adalah 0,989 persen pertahun dimulai dari tahun 2020 sejumlah 649 ton, tahun2021 sejumlah 664,54 ton, tahun 2022 sejumlah 664,08 ton, tahun 2023 sejumlah 671,62 ton, tahun 2024 sejumlah 679, 16 ton, tahun 2025 sejumlah 686,7 ton, tahun 2026 sejumlah 694,24 ton, tahun 2027 sejumlah 701,78 ton, tahun 2028 sejumlah 709,32 ton, dan tahun 2029 sejumlah 716,86 ton. Prediksi trend estimasi konsumsi sayuran sawi (Brassica juncea L) di Indonesia tahun 2020 s/d 2029 menunjukan pergerakan garis lurus dari kiri bawah ke kanan atas, bahwa untuk konsumsi sawi mengalami kecenderungan meningkat, dengan rata-rata pertumbuhannya adalah 1,144 persen per tahun mulai dari tahun 2020 sejumlah 636,73 ton, tahun 2021 sejumlah 645,37 ton, tahun 2022 sejumlah 654,01 ton, tahun 2023 sejumlah 662,65 ton, tahun 2024 sejumlah 671,29 ton, tahun 2025 sejumlah 679,93 ton, tahun 2026 sejumlah 688,57 ton, tahun 2027 sejumlah 697,21 ton, tahun 2028 sejumlah 705,85 ton, dan tahun 2029 sejumlah 714,49 ton.Kata kunci: sawi, produksi, konsumsi, trend, estimasi.
Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Pengembangan Kawasan Agropolitan Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.473 KB) | DOI: 10.30742/jisa1522015364

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan Judul Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Pengembangan Kawasan Agropolitan adalah sebagai bahan rujukan utama dalam penyusunan perencanaan pengembangan kawasan agropolitan, terkait kebutuhan infrastruktur, baik untuk keperluan pengembangan komoditas unggulan, pengolahan pasca panen maupun jaringan pemasaran.Metode pada penelitian ini Analisis Rencana Program Investasi Jangka Menengah untuk mendukung Pengembangan Kawasan Agropolitan mendasarkan diri Masterplan Pengembangan Kawasan Agropolitan Kabupaten Sampang yang telah disusun pada tahun 2009 olehPemerintah Kabupaten Sampang.Hasil Penelitian Rencana Program Investasi Jangka Menengah (RPIJM) Pengembangan Kawasan AgropolitanKebutuhan infrastruktur untuk mendukung pengembangan kawasan agropolitan Kabupaten Sampang merupakan hal yang mendesak untuk meningkatkan pembangunan pertanian, baik tanaman pangan, hortikultura, maupun perkebunan.Sinkronisasi program dan konsistensi setiap SKPD yang terlibat dalam RPIJM perlu ditingkatkan agar upaya membangun kawasan agropolitan lebih optimal dan mencapai tujuan akhirnya meningkatkan kesejahteraan petani. Program dan investasi yang paling urgen adalah meningkatkan dan mengembangkan pemasaran komoditas unggulan yang telah ada di berbagai kecamatan di kawasan agropolitan.Kata kunci : Agropolitan, Komoditas Unggulan, Pemasaran.
ANALISIS PENETAPAN DAN PENGEMBANGAN PRODUK UNGGULAN HORTIKULTURA KABUPATEN TUBAN TAHUN 2015 Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 1 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (500.322 KB) | DOI: 10.30742/jisa.v15i1.359

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dengan judul Analisis Penetapan dan Pengembangan Produk Unggulan Hortikultura Kabupaten Tuban adalah membuat Mendapatkan deskripsi potensi produk unggulan hortikultura di Kabupaten Tuban. Mengetahui dan menganalisis  apa saja faktor pendorong dan faktor penghambat yang berpengaruh terhadap pengembangan potensi produk unggulan hortikultura di Kabupaten Tuban. Merumuskan road map strategi pengembangan potensi produk unggulan hortikultura di Kabupaten Tuban.Metode yang Penelitian ini dilaksanakan dengan metode analisis deskriptif, yaitu menggambarkan kondisi obyek penelitian apa adanya. Metode analisis bersifat kualitatif dan kuantitatif. Secara deskriptif kuantitatif, digunakan alat analisis yaitu : analisis Tipologi Klassen, Analisis Location Quotient (LQ), Analisis Matriks SWOT, dan Analisis EFAS/IFAS. Hasil Penelitian Analisis Penetapan dan Pengembangan Produk Unggulan Hortikultura Kabupaten Tuban antara lain: Kontribusi subsektor tanaman hortikultura dalam PDRB Kabupaten Tuban yaitu sebesar 0,51 persen dan tumbuh sebesar 2,99 persen pertahun, dalam periode lima tahun terakhir (2010-2014). Oleh karena itu peningkatan peningkatan produksi dan kualitas komoditi hortikultura menjadi sangat penting. Pertumbuhan produksi yang rendah dan cenderung menurun dari tahun ketahun di Kabupaten Tuban dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain: menurunnya jumlah rumah tangga pertanian dalam periode 2003-2013 sebanyak 14,5 persen, kurangnya upaya pemasaran buah dan sayur unggulan, dan kurangnya perhatian pemerintah daerah melalui program dan kegiatan yang ada selama ini. Penurunan ini ditunjukkan secara kuantitatif dengan banyaknya komoditi yang masuk dalam klasifikasi potensial. Produk unggulan hortikultura Kabupaten Tuban pada tahun 2015, berdasarkan analisis Tipologi Klassen, LQ  dan AHP adalah Cabe Besar, Cabe Rawit/Kecil, Belimbing, Mangga, Melon, Semangka, Duku, Jeruk, Pisang dan Jambu Biji. Produk unggulan yang telah ditetapkan pemerintah daerah atau nasional seperti Duku Prunggahan, Belimbing Tasikmadu dan Jeruk Keprok Tejakula membutuhkan perhatian yang lebih besar agar meningkat produksi dan produktivitasnya di masa depan. Pemasaran merupakan faktor yang paling utama dalam menghambat peningkatan produksi dan nilai ekonomi produk unggulan, selain karena karakteristik dan kesesuaian agroklimat dan agrosistem di Kabupaten Tuban.Kata kunci : LQ, Klassen, SWOT.
Analisis Keuntungan Pemasaran Bunga Potong Krisan di Surabaya Adellya Putri Sugiharto; Koesriwulandari Koesriwulandari; Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 22 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa22120221993

Abstract

The purpose of this study is: to analyze marketing costs, analyze profits in marketing and analyze the factors that influence the marketing advantages of cut chrysanthemum flowers in the Kayoon flower market Surabaya. The research method used is simple random sampling. The respondents in this study were 30 merchants retailers of chrysanthemum cut flowers. The data analysis method uses multiple linear regression analysis. Based on the results of multiple linear regression, the profit mode of marketing chrysanthemum cut flowers in the Kayoon Surabaya flower market is as follows: Y = 3991783,723 – 26,846X1 – 6,587X2 + 0.292X3 + 23,633X4 + e. F-statistical value with a magnitude of 2,941 or above the significance level of 0.05 (α = 5%). It was concluded that all marketing activities carried out simultaneously including stand rental financing, transportation financing, levy financing, labor financing have a significant influence with the profits obtained from efforts to market discounts from chrysanthemum flowers at the Kayoon Surabaya flower market. Partially, marketing activities that have a significant influence on the profits obtained from marketing efforts are stand rental financing and transportation financing and labor financing.Keywords: Chrysanthemum Cut Flowers, Marketing Advantage, Multiple Linear Regression
Strategi Mengurangi Kerugian Pascapanen Melalui Pengembangan Teknologi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Indonesia. Markus Patiung
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 15 No 2
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa1522015504

Abstract

ABSTRAKJudul Strategi Mengurangi Kerugian Pascapanen Melalui Pengembangan Teknologi di Kabupaten Tuban Provinsi Jawa Timur Indonesia.Permasalahan utama yang dihadapi dalam penanganan pascapanen padi adalah tingginya susut baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Gabah yang kadar airnya tinggi mempunyai sifat mudah rusak dan akan mengalami susut pada saat penanganan pascapanen dan pengolahan .Tujuan penelitian untuk mengetahui : (1) Besaran susut panen pada proses pascapanen, (2) Besaran konversi pengeringan dari Gabah Kering Panen ke Gabah Kering Giling, (3) Besaran konversih/rendemen penggilingan dari Gabah Kering Giling (GKG) ke beras.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan produksi padi dapat dilakukan dengan meningkatkan produksi per satuan hektar dan mengurangi penyusutan hasil pascapanen. Penyusutan hasil pascapanen padi di Kabupaten Tuban masih cukup tinggi yaitu 11,15 %. Artinya setiap tahun Kabupaten Tuban masih kehilangan gabah sebanyak lebih dari 70.882 ton. Dalam nilai ekonomi gabah sekitar Rp 212,65 juta setiap tahunnya. Penyusutan hasil terbesar terjadi pada tahap panen dan perontokan gabah.Kedua tahap ini masih menggunakan teknologi yang sederhana.Kelompok tani memerlukan lebih banyak mesin pascapanen yang lebih modern dan efisien.Rekomendasi, salah satu mesin pascapanen padi yang direkomendasikan adalah pemotong padi type reaper dan combine harvester.Penggilingan padi (rice mill) juga bagian penting dari penyusutan hasil pascapanen padi. Pemeriksaan teknologi penggilingan padi secara berkala akan membuat efisiensinya terjaga.Kata Kunci: Kerugian, Pascapanen, Strategi dan Teknologi
ANALISIS SEKTOR PERTANIAN, KEHUTANAN, DAN PERIKANAN SEBAGAI SEKTOR POTENSIAL YANG BERKELANJUTAN DI KABUPATEN LAMONGAN Ardian Romal Amrullah; Markus Patiung; Endang Siswati
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa21120211348

Abstract

 Penelitian ini berjudul “Analisis Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Sebagai Sektor Potensial Yang Berkelanjutan Di Kabupaten Lamongan”. Tujuan dari penelitian ini adalah Menganalisis potensi sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai sektor basis/potensial. Menganalisis apakah sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan merupakan sektor berkelanjutan atau tidak. Mengetahui gambaran pola dan struktur sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di suatu wilayah. Sumber data yang dipakai dalam penelitian ini bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan dan Provinsi Jawa Timur dari tahun 2015 hingga tahun 2019. Metode yang digunkan dalam penulisan skripsi yaitu analisis Location Quotient, Dynamic Location Quotient dan Typologi Klassen.Hasil dari penelitian adalah Berdasarkan hasil analisis LQ sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan di Kabupaten Lamongan dari tahun 2015-2019 merupakan sektor basis/potensial dengan nilai LQ sebesar 2,91, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan untuk Kabupaten Lamongan produksinya dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lamongan bahkan dapat di ekspor ke daerah lain atau ke mancanegara. Hasil persandingan analisis LQ dan DLQ menunjukan bahwa nilai LQ sebesar 2,63 sedangkan DLQ dengan nilai sebesar 1,58 ini menunjukkan bahwa sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan di Kabupaten Lamongan dari tahun 2015-2019 sektor unggulan, artinya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan saat ini akan tetap menjadi basis baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Lamongan merupakan sektor berkelanjutan. Hasil dari analisis tipologi klassen yaitu, rik < ri dan yik > yi maka pola dan struktur dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan di Kabupaten Lamongan dapat di nyatakan menjadi sektor yang maju namun memiliki pertumbuhan yang lambat.Kata Kunci : PDRB , Sektor Agribisnis, LQ, DLQ, Tipologi Klassen.
ANALISIS SEKTOR AGRIBISNIS SEBAGAI SEKTOR BERKELANJUTAN DI KABUPATEN MOJOKERTO Gayuh Rakhmawati; Markus Patiung; Erna Haryanti Koestedjo
Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Sosio Agribis Vol 21 No 1
Publisher : Study Program of Agribusiness, Faculty of Agriculture, University of Wijaya Kusuma Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30742/jisa21120211342

Abstract

Penelitian ini dengan judul Analisis sektor agribisnis sebagai sektor berkelanjutan di Kabupaten Mojokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah 1). Untuk menganalisis sektor agribisnis sebagai sektor basis atau potensial di Kabupaten Mojokerto. 2). Untuk menganalisis apakah sektor agribisnis merupakan sektor berkelanjutan atau tidak di Kabupaten Mojokerto. Metode penelitian ini menggunakan analisis LQ, DLQ dan analisis Tipologi Klasen. Berdasarkan anali sis LQ didapatkan nilai LQ = 0,68 yang merupakan bahwa sektor agribisnis merupakan sektor basis atau potensial artinya sektor tersebut tidak mampu menyediakan produksi di Kabupaten Mojokerto sehingga perlu pasokan dari luar Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan hasil analisis DLQ didapatkan nilai sebesar 1,43 artinya sektor agribisnis di Kabuapten Mojokerto merupakan sektor yang pertumbuhnannya lebih cepat di bandingkan sektor yang sama di Kabupaten sekitar dan Kabupaten dalam provinsi Jawa Timur. Persandingan antara LQ dan DLQ menghasilkan dimana LQ = 0,68 sedangkan DLQ = 1,43, sehingga LQ < 1 dan DLQ >1, dimana sektor agribisnis merupakan sektor andalan artinya saat ini sektor agribisnis di Kabupaten Mojokerto terbilang sektor non basis tetapi akan berubah menjadi sektor basis di masa yang akan datang. Hasil analisis tipologi klassen menunjukkan hasil rik > ri dan yi < yik, dimana sektor agribisnis termasuk dalam kriteria sektor berkembang cepat.Kata Kunci: Sektor Agribisnis, PDRB, LQ, DLQ, Tipologi Klasen.
ANALYSIS OF FEASIBILITY OF DEVELOPMENT OF AGROPOLITAN AREA PROBOLINGGO DISTRICT Markus Patiung
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 21 No. 2 (2021): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2021.021.2.1

Abstract

This research was conducted in Probolinggo district, East Java Province, Indonesia. The research objective was to analyze the feasibility of developing an agropolitan area from the financial and infrastructure aspects. The analytical methods used are: Revenue Cost Ratio analysis; Payback Period (PP); Net Present Value (NPV); Internal Rate of Return (IRR). The results showed that the development of the farmer's market, namely the development of the Krucil fruit and vegetable market, the construction of a flat storage market and the development of the leaning agribusiness sub-terminal, and infrastructure are very feasible to build in the context of developing an agropolitan area and need to be continued in the Detail Engineering Design (DED).
THE EMPOWERMENT OF SOCIETY TO REALIZE URBAN FARMING THROUGH HORTICULTURAL VILLAGES: Jambangan Urban Village, Jambangan Sub-District, Surabaya City Erna Haryanti; Dwie Retna Suryaningsih; Markus Patiung; Ristani Widya Inti; Cindy Sulistyowati; Ken William Ang
International Journal of Engagement and Empowerment Vol. 2 No. 2 (2022): International Journal of Engagement and Empowerment
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ije2.v2i2.65

Abstract

Dedication of society by the team of the Faculty of Agriculture UWKS With the title: THE EMPOWERMENT OF SOCIETY TO REALIZE URBAN FARMING THROUGH HORTICULTURAL VILLAGES was carried out at neighborhood 01 and hamlet 05 Jambangan village, Jambangan sub-district, Surabaya, aim to motivate the society to carry out city agricultural activities that are more innovative and have economic value. So that the society will have new knowledge and skills that are implemented as productive activities and become a resource of family income. In detail the purpose of this society service are: a) Motivating horticultural cultured society b) Transferring science and technology on strategies to get business opportunities c) Developing new entrepreneurs, as well as the realization of a capable horticultural village and a pioneer for other villages. By applying the full participation method, providing chance and opportunities for the target, together with the team to synergize to arrange activity planning, organize, implement and evaluate this Penmas activity. The society and the local government responded well, to this society's dedication, it was seen from its enthusiasm and participation during the activity such as in terms of providing land for planting and contributing in the form of fertilizers, etc
Soybean Imports in Indonesia Rizky Junianto; Hary Sastrya Wanto; Markus Patiung
IJEBD (International Journal of Entrepreneurship and Business Development) Vol 5 No 6 (2022): November 2022
Publisher : LPPM of NAROTAMA UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29138/ijebd.v5i6.2055

Abstract

Purpose: Based on its various uses, it produces a high level of consumption of soybeans, but this is not balanced with sufficient domestic production. The increasing population of Indonesia, this further increases the level of soybean consumption. The prospects for soybean development are very good considering that demand continues to increase as the population increases. The growth in soybean demand over the past 34 years is quite high, in line with population growth and the development of the soybean-based food industry. Demand growth is increasingly unbalanced by production growth, so since 1976 Indonesia has always been a net importer of soybeans. The objectives to be achieved in this scientific study are 1) To analyze how much influence soybean production has on soybean imports in Indonesia. Design/methodology/approach: The object of research in this study is Indonesia. The subjects to be studied are soybean imports, to see whether soybean production, soybean consumption, producer soybean prices, the rupiah exchange rate against the United States dollar, soybean exports and soybean import demand in the previous year affected soybean imports using data from 1994 to 2020. The data used in this study is time series data. Findings: The results showed that the Variables of Soybean Production, Soybean Production of Previous Years, Soybean Consumption, Soybean Price consumption of the Previous Year, Soybean Price of the Previous Year, Exchange Rate, soybean exports and soybean exports of the previous year simultaneously influenced the demand for soybean imports in Indonesia. Originality/value: This paper is original Paper type: Research article