Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Efektivitas Pelayanan Publik Di Kantor Kelurahan Tanjung Selor Timur Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Abdul, Kartini Maharani; Mulyadi, Budi; Kirana, Andhika Putra
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.16230

Abstract

The purpose of this research is to find out how effective public services are at the East Tanjung Selor Village office in Tanjung Selor District, Bulungan Regency. This research is qualitative and uses primary and secondary data. There were eight informants used. Observation, interview, and documentation are methods used to collect data. Data analysis techniques include the process of data collection, data condensation, data presentation, and verification of conclusions. Source trigulation ensures data validity. According to the research results, even though there are shortcomings, the Tanjung Selor Timur Kelurhan office in Tanjung Selor District Bulungan Regency has effective public services, if seen from the point of view (1) service procedures are considered effective, (2) completion time has been considered effective, (3) Service costs have been considered efficient, (4) facilities and infrastructure have been considered effective despite deficiencies, (5) employee competence is already considered effective, (6) service products have been considered effective.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMBUATAN PRODUK MAKANAN RINGAN BERBAHAN DASAR IKAN NILA DI DESA SESAYAP HILIR KABUPATEN TANA TIDUNG PROVINSI KALIMANTAN UTARA Singal, Rachel Zandra; Abdul, Kartini Maharani; Muazansyah, Imam; Yuliansyah, Yuliansyah; Rusyanti, Nila
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31507

Abstract

Terdapat permasalahan yang sering keluhan oleh masyarakat Desa Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung yakni kurangnya pengetahuan masyarakat setempat khususnya ibu-ibu rumah tangga dalam memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia seperti adanya ikan nila yang berlimpah di Desa tersebut yang dapat di manfaatkan menjadi olahan produk-produk makanan ringan seperti stik ikan keju dan amplang dari ikan nila. Berdasarkan permasalahan tersebut dianggap penting untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan produk makanan ringan berbahan dasar ikan nila untuk menambah pengetahuan kepada Masyarakat Desa Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung. Adapun metode yang digunakan pada pengabdian ini menggunakan Teknik ceramah dan latihan kepada Masyarakat dalam memanfaatkan potensi desa manjadi produk-produk olahan yang dapat menghasilkan nilai rupiah. Selanjutnya Adapun hasil dari pelaksanaan pengabdian tersebut yakni pengabdian tersebut dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dan Dosen Universitas Kaltara Adapun kegiatan pengabdian yang terdiri dari sosialisasi dan pelatihan yang dilakukan dalam pemberdayaan Masyarakat Desa Sesayap dengan menyelenggarakan praktik pembuatan stik ikan keju dan amplang yang terbuat dari bahan dasar ikan nila yang banyak terdapat di Desa Sesayap. Yang mana terdapat tahapan-tahapan dalam pelaksanaanya dengan menyediakan bahan-bahan praktik dan proses pembuatan olahan produk stik ikan keju dan amplang dari ikan nila. Adapun dari pelaksanaan pengabdian tersebut penting dalam pengembangan usaha mikro kecil dan menegah yang ada di Desa Sesayap Hilir Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara.
Peran Dinas Perikanan dan Kelautan Dalam Pemberdayaan Nelayan di Wilayah Pesisir Desa Tanah Kuning Kecamatan Tajung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Abdul, Kartini Maharani; Mulyadi, Budi; Indah, Sinta Umala
PREDIKSI : Jurnal Administrasi dan Kebijakan Vol 22, No 3 (2023)
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/pd.v22i3.7470

Abstract

This study aims to understand the role of the Department of Fisheries and Marine Affairs in empowering fishing communities in the coastal area of Tanah Kuning Village and to determine the factors that influence the empowerment of fishing communities in the coastal area of Tanah Kuning Village, Tanjung Palas Timur District, Bulungan Regency, North Kalimantan Province. The research method used in this study is a qualitative method. From the results of this study, it is known that the Department of Fisheries and Marine Affairs of Bulungan Regency has carried out its role by making several program activities for empowerment. The program activities are education and training, counseling and guidance, institutionalization or formation of fisherman groups, easy access to technology and communication and business partnerships. Activities made by the Fisheries and Marine Service of Bulungan Regency are based on the legal basis of government regulation No. 50 of 2015 concerning the empowerment of fish fishermen and small fish cultivators. In addition, there are supporting factors and inhibiting factors that affect the empowerment. The supporting factors consist of business capital assistance and government policies, and the inhibiting factors consist of the quality of human resources and budget constraints.Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran Dinas Perikanan dan kelauatan dalam melakukan pemberdayaan masyarakat nelayan di wilayah pesisir Desa Tanah Kuning dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pemberdayaan masyarakat nelayan di Wilayah pesisir Desa Tanah Kuning Kecamatan Tanjung Palas Timur Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Kualitatif. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bulungan telah melaksanakan perannya dengan membuat beberapa program kegiatan untuk pemberdayaan. Adapun program kegiatannya yakni pendidikan dan pelatihan, penyuluhan dan pembimbingan, kelembagaan atau pembentukan kelompok nelayan, kemudahan akses teknologi dan komunikasi serta kemitraan usaha. Kegiatan yang dibuat oleh Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bulungan didasarkan dengan dasar hukum peraturan pemerintah No 50 Tahun 2015 Tentang pemberdayaan masyarakat nelayan ikan dan pembudidaya ikan-ikan kecil. Selain itu terdapat faktor pendukung dan faktor penghambat yang mempengaruhi pemberdayaan tersebut. Faktor pendukung terdiri atas bantuan modal usaha dan kebijakan pemerintah, dan faktor penghambat terdiri atas kualitas SDM dan keterbatasan anggaran.
Implementasi Kualitas Pengawasan Pelayanan Publik Dalam Pembangian Bantuan Langsung Tunai Covid 19 Di Desa Gunung Seriang Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan Tahun 2020 Kartini Maharani Abdul; Budi Mulyadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5398

Abstract

Penelitian ini berguna untuk mengetahui permasalahan berkaitan BLT kepada masyarakat di Desa Gunung Sriang yang kehilangan mata pencaharian dengan mempertimbangkan kemampuan finansial atau keuangan warga yang bersangkutan, tidak terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial dari Kementerian Sosial serta beranggotakan keluarga dengan ketentuan rentan sakit menahun atau serius. Metode pengkajian ini yakni pengkajian dengan deskriptif kualitatif yang bisa disebut tipe pengkajian yang berguna untuk memberikan penjabaran situasi secara sistematis, sesuai fakta, serta tepat berkaitan dengan objek dikaji dimana hasil deskriptif dilangsungkan dengan penjabaran secara rinci serta menyeluruh. Hasil penelitian Implementasi kualitas pengawasan pelayanan pubik dalam penyaluran BLT yakni tersalurkan pada orang yang kehilangan mata pencaharaian dan masyarakat rentan yang terdampak. Adapun kendala pendistribusian BLT-dana desa perolehan evaluasi dikarenakan 2 faktor utama. Pertama, belum masuk akun kas desa. Kedua, dana desa telah diterima tetapi pendistribusian masih tersendat dengan situasi tersebut.
Analisis Brand Identity dan Implementasi Peran Marketing Communication di Pasar Musik Indonesia Ade Perdana Siregar; Kartini Maharani Abdul; Ade Risna Sari; Pandu Adi Cakranegara; Dian Meliantari; Iwan Henri Kusnadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol 9 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.4096

Abstract

Abstrak Penelitian ini akan membahas tentang dampak dari digitalisasi terhadap pemasaran musik. Dengan munculnya sarana untuk distribusi musik secara online, terjadi pergeseran yang besar di dalam industri musik secara keseluruhan. Ditribusi tersebut berdampak ke luapan musik dan artis baru yang di pasarkan setiap harinya, mengakibatkan saturasi market yang berlebih. Dengan prubahan yang sangat signifikan di dalam kuantitas dan sarana distribusi musik, pemasaran berubah fokus dari penjualan offline dan fokus dalam penjualan musik itu sendiri, ke penguatan identitas merek artis tersebut. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi komunikasi pemasaran dan juga cara pembentukan identitas merek untuk musisi maupun label musik yang dapat di implementasikan di pasar musik Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dengan analisa triangulasi akan kajian literatur, obervasi, dan wawancara terhadap lima informan diantaramya yaitu pengelola, pelaku dan pengamat musik demi mengumpulkan informasi dari berbagai sudut pandang akan implementasi komunikasi pemasaran, dan identifikasi serta pembentukan identitas merek. Berdasarkan hasil pengelolaan data, diketahui bahwa Industri musik di Indonesia terbagi dua yaitu label major dan label independen. Pentingnya dalam membangun identitas merek adalah untuk dapat menargetkan pasar, serta memposisikan merek, dan faktor utama terciptanya imej yang khas pada pandangan konsumen. Karena keragaman dan variasi dari industri musik. Kini sebuah merek harus mempunyai Unique Selling Point, karena hal tersebut dapat menjadi aspek pembeda antar merek dengan merek yang lainnya. Pengimplementasian komunikasi pemasaran terpadu yang digunakan oleh industri musik pada kedua label (major label dan independen label) dilakukan menggunakan pemanfaatan sosial media sebagai pilihan utama dalam mempromosikan brand beserta kegiatan pemasarannya. Kata Kunci: Identitas Merek, Komunikasi Pemasaran, Pemasaran Musik Abstract This study will discuss the impact of digitalization on music marketing. With the emerging means for online music distribution, there has been a major shift in the music industry as a whole. The distribution resulted in a flood of new music and artists being marketed every day, resulting in oversaturation in the market. With a very significant change in the quantity and means of distribution of music, marketing efforts shifted focus from offline sales and the focus on selling the music itself, to strengthening brand identity of the artist. This study aims to determine the implementation of marketing communications and also how to form brand identities for musicians and music labels that can be implemented in the Indonesian music market. This research was conducted using a qualitative method with triangulation analysis of literature review, observation, and interviews with five informants, namely, music managers and observers in order to collect information from various points of view, implement marketing communications, and find out and build brand identity. Based on the results of data analysis, it is known that the music industry in Indonesia is divided into two, namely major labels and independent labels. The importance of building an identity is to be able to target the market, as well as to position the brand, and the main factor in creating a distinctive image in the eyes of consumers. Due to the diversity and variety of the music industry, now, a brand or an artist must have a Unique Selling Point, because this can be a differentiating aspect between one artist to another. The implementation of integrated marketing communications used by the music industry on both labels (major label and independent label) is carried out using social media as the main tool in promoting the brand and its marketing activities. Keywords: Brand Identity, Marketing Communication, Music Marketing