Claim Missing Document
Check
Articles

Found 145 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Analisis Kelayakan Pembukaan Toko Donat Madu Cihanjuang di Garut Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Keuangan Muhammad Naqi Syirazi; Budi Praptono; Rio Aurachman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Donat Madu Cihanjuang cabang Cikajang merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang kuliner dengan konsep Open Kitchen, produk fresh tiap harinya. Donat Madu Cihanjuang membuka outlet pertamanya di Jl. Cihanjuang No. 158A Cimahi, Jawa Barat dan mengalami peningkatan penjualan setiap tahunnya juga semakin banyak dengan kerjasama para pemilik gerai. Melihat fakta tersebut, calon pemilik gerai ingin membuka cabang Donat Madu Cihanjuang pada lokasi baru yang strategis dan terpilihlah Cikajang sebagai lokasi pembukaan cabang baru Donat Madu Cihanjuang. Dalam penelitian ini aspek pasar didapatkan dengan menyebar kuesioner kepada 312 responden yang berada di berbagai kecamatan Garut yang berumur 15-40 tahun untuk mengetahui berapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Sedangkan untuk aspek teknis dan finansial digunakan data sekunder yang didapat dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan persentase pasar potensial sebesar 83%, pasar tersedia 79,49%, dan untuk pasar sasaran perusahaan membidik 5% dari pasar tersedia. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2018-2022 adalah Rp716,332,292 ,- persentase IRR sebesar 83,07%, dan PBP 1,385 tahun. IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR yaitu 15% dan NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka pembukaan cabang Donat Madu Cihanjuang Cikajang dapat dikatakan layak. Abstract Donat Madu Cihanjuang Cikajang is a culinary business with Open Kitchen concept, fresh products every day. Donat Madu Cihanjuang opened its first outlet on Jl. Cihanjuang No. 158A Cimahi, West Java and it increased sales every year and more with the cooperation of the branch owners of outlets. Seeing the fact, prospective owners of outlets want to open a branch of Donut Madu Cihanjuang on a new strategic location and selected Cikajang as the opening location of a new branch Donut Madu Cihanjuang. In this study the market aspect was obtained by spreading questionnaires to 312 respondents residing in Garut sub-districts aged 15-40 years to know how many potential markets, available markets, and target markets. As for the technical and financial aspects used secondary data obtained from various sources. The results of questionnaires spread indicate the percentage of potential market is 83%, the available market is 79,49%, and for the target market the company targets 5% of the available market. The results of financial calculations indicate that the NPV value for the period 2018-2022 is Rp716,332,292, - the percentage of IRR of 83,07%, and PBP 1.385 years. The IRR obtained is greater than the MARR value of 15% and the NPV is positive. From these parameters, the opening of shop branch of Donat Madu Cihanjuang Cikajang can be said to be feasible.
Analisis Kebutuhan Produk Puding Thai Tea Dari Roffee’s Melty Pudding Menggunakan Integrasi Product Quality Dan Model Kano Clarisa Presty Pangeran; Agus Achmad Suhendra; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Roffee’s merupakan salah satu UKM yang berada di Bandung yang bergerak dibidang makanan. Roffee’s didirikan oleh bapak Emil Zam Harira pada November 2013. Pada awalnya, produk yang dijual oleh owner hanya satu varian rasa saja yaitu rasa lychee. Namun, seiring dengan waktu yang berjalan dan mendapatkan respon positif dari pelanggan, owner memutuskan untuk mengembangkan produk tersebut dengan meningkatkan jenis varian rasa puding serta menamai produk tersebut dengan nama Roffee’s. Salah satu varian rasa puding yang dijual oleh Roffee’s adalah rasa Thai Tea. Dalam menghadapi persaingan, Roffee’s dituntut untuk mempertahankan kualitas puding sehingga dapat memenuhi kepuasan dan kebutuhan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk memberika usulan perbaikan kualitas produk Puding Thai Tea dari Roffee’s mulai dari cita rasa, tekstur, hingga stiker kemasan produk. Hal ini dilakukan untuk dapat meningkatkan kualitas produk puding Thai Tea Roffee’s. Dalam penelitian ini terdapat 20 atribut kebutuhan pelanggan yang didapat dari hasil voice of coustomers. Berdasarkan hasil integrasi dari pengolahan kuesioner product quality dan model Kano didapatkan rekomendasi atribut kebutuhan, yaitu 7 atribut kebutuhan yang dipertahankan, 2 atribut kebutuhan yang ditingkatkan, dan 11 atribut kebutuhan yang diperbaiki. Atribut yang akan menjadi True Customers Needs adalah atribut kebutuhan yang ditingkatkan dan diperbaiki dangan total 13 atribut kebutuhan. Kata kunci: Puding Thai Tea, Roffee’s, Analisis Kebutuhan, Product Quality, Model Kano, True Customer Needs Abstract: Roffee's is one of SMEs located in Bandung engaged in food. Roffee's was founded by Mr. Emil Zam Harira in November 2013. At first, the products sold by owner only one flavor, lychee flavors. However, as time goes on and get a positive response from customers, the owner decided to develop these products by increasing the types of variants puddings as well as naming the product under the name Roffee's. One of the variants puddings are sold by Roffee's is a Thai Tea. In the face of competition, Roffee's is required for maintaining the quality of the pudding so it can meet the needs of the customer and satisfaction. This research aims to provide proposals for the improvement of product quality Thai Tea Pudding from Roffee's ranging from taste, texture, and product packaging stickers. This is done to be able to improve the quality of Thai Tea pudding products Roffee's. In this study there were 20 attributes of the customer's needs are obtained from the results of the voice of coustomers. Based on the results of the integration of questionnaire processing product quality and Kano model obtained recommendations attribute needs, i.e. 7 attribute needs to be defended, 2 attributes needs an upgrade, and 11 attributes needs repaired. The attribute that will be the True Customers Needs is the attribute needs enhanced and improved with a total of 13 attribute requirements. Keywords: Thai Tea Pudding, Roffee's, Needs Analysis, Product Quality, Kano Model, True Customer Needs
Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Transaksi, Stock Control, Dan Laporan Keuangan Di Usaha Rumah Makan Hidangan Nusantara Tias Adiwijaya; Budi Praptono; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 1 (2019): April 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Makan Hidangan Nusantara adalah rumah makan khas Sumatera Barat atau Minangkabau yang terletak di dalam Perumahan Permata Buah Batu Ruko 06. Rumah makan ini berdiri tahun 2015, dan dikelola sendiri oleh pemilik. Sistem yang diterapkan dalam menjalankan dan mengelola usaha masih menggunakan sistem konvensional ataupun manual. Sistem ini dianggap kurang efektif dan efisien dalam menjalankan seluruh kegiatan di Rumah Makan Hidangan Nusantara. Oleh karena itu, rancangan sistem informasi manajemen transaksi, keuangan dan stock control dapat membantu manajemen rumah makan untuk mengembangkan usahanya. Sistem manajemen ini dinamakan POS (Point Of Sales). Dalam merancang sistem POS ini menggunakan metodologi pembangunan perangkat lunak metode Agile, dengan tools yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Languag), XAMPP, Notepad++. Agile Methods merupakan salah satu dari beberapa metode yang digunakan dalam pengembangan sooftware. Agile Method adalah jenis pegembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dan pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun. Dalam menggambarkan permodelan sistem tools yang digunakan yaitu UML, dikenal beberapa diagram diantaranya use case diagram, activity diagram, class diagram, sequence diagram, dan database sistem. Pengujian yang digunakan untuk menguji software ini yaitu menggunakan Black Box Testing dan berdasarkan standar ISO 9126 dengan menguji beberapa karakteristik untuk melakukan pengujian terhadap kualitas sebuah perangkat lunak diantaranya aspek functionality, security, usability, efficiency, maintainability, dan probability. Black-box Testing merupakan sebuah metode yang digunakan untuk menemukan kesalahan dan mendemonstrasikan fungsional aplikasi saat dioperasikan, apakah input diterima dengan benar dan output yang dihasilkan telah sesuai dengan yang diharapkan. Menurut Williams (2006), pengujian ini terdapat 6 level yaitu Integration, Functional, System, Acceptance, Beta, dan Regression. Kata Kunci : Sistem Informasi, Transaksi, Keuangan, Stock Control¸POS, Agile, UML, ISO 9126, Blackbox Testing Abstract Rumah Makan Hidangan Nusantara is a typical West Sumatra or Minangkabau restaurant located within Permata Buah Batu Ruko 06. This restaurant was established in 2015, and is managed by the owner. The system applied in running and managing businesses still uses conventional or manual systems. This system is considered to be less effective and efficient in carrying out all activities in the Nusantara Food Restaurant. Therefore, the design of transaction management, financial and stock control information systems can help restaurant management to develop their business. This management system is called POS (Point Of Sales). In designing this POS system using the Agile method software development methodology, the tools used are UML (Unified Modeling Languag), XAMPP, Notepad ++. Agile Methods is one of several methods used in developing software. Agile Method is a type of short-term system development that requires rapid adaptation and developers to changes in any form. In describing the system modeling tools used, namely UML, known several diagrams including use case diagrams, activity diagrams, class diagrams, sequence diagrams, and system databases.The tests used to test this software are using Black Box Testing and based on the ISO 9126 standard by testing several characteristics to test the quality of a software including functionality, security, usability, efficiency, maintainability, and probability aspects. Black-box Testing is a method used to find errors and demonstrate functional applications when operated, whether the input is received correctly and the resulting output is as expected. According to Williams (2006), this test has 6 levels, namely Integration, Functional, System, Acceptance, Beta, and Regression. Keywords: Information Systems, Transactions, Finance, Stock Control¸POS, Agile, UML, ISO 9126, Blackbox Testing
Pengembangan Kualitas Pelayanan Dan Fasilitas Pada Seaside Beach Resto & Lounge Dengan Menggunakan Metode Quality Function Deployment (qfd) Amalia Indah Pratiwi; Budi Praptono; Ully Yunita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seaside Beach Resto & Lounge merupakan hotel dengankonsep Eropa Minimalis yang berlokasi di Desa Mulyoharjo RT 02/RW 04, Mulyoharjo, Jepara. Seaside Beach Resto & Lounge berdiri sejak tahun 2014 lalu. Hotel ini terletak di bibir pantai. Seaside Beach Resto & Lounge pada saat ini masih banyak kekurangan yang dirasakan konsumen dalam pelayanan dan fasilitas yang diediakan oleh pihak hotel. Pada saat ini, tamu hotel atau konsumen dari Seaside Beach Resto & Lounge, maka perlu dilakukan pengembangan fasilitas dan pelayanan yang disediakan oleh Seaside Beach Resto & Lounge. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk memberikan rekomendasi pengembangan produk berdasarkan true customer needs. metode yang dapat digunakan dalam perbaikan dan pengembangan produk salah satunya adalah Quality Function Deployment (QFD). Metode ini dipilih karena berbasis pada kebutuhan dan keinginan konsumen yang berfungsi sebagai alat ukur kualitas untuk melakukan perbaikan, sehingga menghasilkan strategi yang embuat konsumen puas. Dari penelitian ini, dapat diidentifikasi 15 atribut kebutuhan konsumen terait fasilitas dan pelayanan pada Seaside Beach Resto & Lounge. Dan pada atribut kebutuhan tersebut, diidentifikasi ada 6 prioritas karakteristik teknis dari 10 karakteristik teknis yang perlu diperhatikan dalam pengembangan fasilitas dan pelayanan, dan ada 8 prioritas critical parts dari 10 critical parts dengan masing-masing target yang kemudian diterjemahkan dalam rekomendasi pengembangan kualitas failitas dan pelayanan pada Seaside Beach Resto & Lounge. Kata Kunci – Quality Function Deployment, True Customer Needs, House of Quality, Part Deployment. Abstract Seaside Beach Resto & Lounge is a hotel with a Minimalist European concept located in Mulyoharjo Village RT 02 / RW 04, Mulyoharjo, Jepara. Seaside Beach Resto & Lounge was founded in 2014. This hotel is located on the beach. Seaside Beach Resto & Lounge at this time still has many shortcomings felt by consumers in the services and facilities provided by the hotel. At this time, hotel guests or consumers from Seaside Beach Resto & Lounge, it is necessary to develop facilities and services provided by Seaside Beach Resto & Lounge. This study aims to provide product development recommendations based on true customer needs. methods that can be used in product improvement and development, one of which is Quality Function Deployment (QFD). This method was chosen because it is based on the needs and desires of consumers that function as a quality measurement tool to make improvements, resulting in a strategy that makes consumers satisfied. From this study, 15 attributes of consumer needs related to facilities and services can be identified at Seaside Beach Resto & Lounge. And on those needs attributes, there are 6 priority technical characteristics from 10 technical characteristics that need to be considered in developing facilities and services, and there are 8 priority critical parts from 10 critical parts with each target which are then translated into recommendations for developing quality and service quality. at Seaside Beach Resto & Lounge. Keywords–Reliability-Maintenance-Availability, Overall-Equipment-Effectiveness, Six-big-losses.
Analisis Strategi Pemasaran Pada Usaha Tahu Susu CHJ Menggunakan Metode Swot Dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) Maulana Alif Anugrah; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tahu Susu CHJ Merupakan perusahaan pada bidang kuliner yang berada di Kabupaten Bandung Barat. Tujuan meneliti perusahaan Tahu Susu CHJ adalah untuk mengembangkan strategi pemasaran yang dapat diterapkan oleh perushaan Tahu Susu CHJ. Data dari penelitian terdiri dari data primer dan sekunder dan alat analisis yang digunakan adalah matrik Internal Factor Evaluation (IFE), matrik External Factor Evaluation (EFE), matrik Internal – External (IE), matrik SWOT (strength, weakness, oppotunity, threat) dan matrik Quantitative strategic Planning (QSPM). Berdasarkan hasil analisis matrik SWOT alternatif yang didapatkan yaitu memanfaatkan teknologi untuk melakukan kegiatan pemasaran dan menjual produk secara online, mengembangkan produk dan kualitas produk, memanfaatkan teknologi untuk melakukan promosi, membuka cabang baru di tempat yang lebih strategis, dan membangun kerjasama yang baik dengan pemasok untuk mengantisipasi kenaikan harga biji kedelai. Setelah didapat alternatif strategi akan dilakukan pengambilan keputusan strategi yang akan diprioritaskan menggunakan matrik QSPM dan hasilnya alternatif strategi yang terpilih yaitu memanfaatkan teknologi untuk melakukan kegiatan pemasaran dan menjual produk secara online dengan nilai Total Attractivenes Score (TAS) sebesar 4,098 Kata Kunci : Matrik IFE, Matrik EFE, Matrik IE, Matrik SWOT, matrik QSPM, strategi pemasaran, Tahu Susu CHJ Abstract Tahu Susu CHJ is a culinary company located in West Bandung District. The pirpose of research Tahu Susu CHJ was to develop a marketing strategy that can be applied to Tahu Susu CHJ company. The research data consist of primary and secodary data and analysis, tol uses are Internal Factor Evaluation (IFE) matrix, External Factor Evaluation (EFE) matrix, Internal – External (IE) matrix, SWOT (streth, weakness, opportunity, threat) matrix, and Quantitative Strategic Planning (QSPM) matrix. Strategies alternative obtained were utilize technology to conduct marketing activities and sell product online, develop product and product quality, utilize technology to carry out promotion activities, open new branc in more strategic place, and build good cooperation with supplier to anticipate rising soybean price. After obtaining a stretgic alternative, a strategy decision made that will be prioritized using QSPM matrix and the result of the chosen alternative strategy are utilizing technology to conduct marketing activities and selling products online with the value of Total Attractiveness Score (TAS) is 4,098. Keywords: Matrix IFE, Matrix EFE, Matrix IE, Matrix SWOT, matrix QSPM, marketing strategy, Tahu Susu CHJ
Analisis Kelayakan Pembukaan Gerai Makanan Fish and Cheaps Di Kawasan Universitas Telkom Aryodimas Syifa Putrandy; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Gerai Makanan Fish and Cheaps sebagai gerai makanan olahan berbahan baku ikan dan kentang yang dipadukan dengan berbagai macam varian saus. merupakan badan usaha perseorangan yang akan ditingkatkan menjadi Usaha Kecil Mikro, dan memilih rintisan awal usahanya dikawasan Universitas Telkom Bandung. Bandung dengan berbagai sebutan kota kuliner, kota pelajar dengan peningkatan jumlah mahasiswa yang tinggi, menjadi daya tarik tersendiri untuk sebuah peluang usaha makanan, disamping lingkungan kampus yang luas seperti di kawasan Universitas Telkom. Penelitian deskriptif dengan kajian Analisis studi kelayakan usaha rintisan gerai makanan Fish and Cheaps mengambil sample 100 responden mahasiswa Universitas Telkom Bandung untuk mengetahui pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran pembukaan gerai makanan Fish and Cheaps. Data dari hasil kuisioner yang sudah disebarkan menunjukkan pasar potensial sebesar 89% dan pasar tersedia sebesar 96%. Dari dua presentase tersebut, gerai Fish and Cheaps menargetkan sebanyak 50 produk perhari, angka tersebut didapatkan dari hasil wawancara terhadap gerai makanan yang terletak dilokasi terpilih untuk dijadikan pasar sasaran. Setelah dilakukan penelitian analisis kelayakan untuk pendirian gerai Fish and Cheaps diperoleh hasil bahwa gerai Fish and Cheaps layak untuk didirikan. Hal ini didasarkan nilai NPV, IRR, dan PBP yang diperoleh. Berdasarkan nilai NPV, dinyatakan bahwa gerai Fish and Cheaps layak setelah NPV yang diperoleh sebesar Rp 207.756.403,-. Lalu dilihat dari nilai PBP, investasi akan kembali pada tahun ke 2 bulan ke 4. Dan berdasarkan nilai IRR, gerai ini juga dikatakan layak untuk dijalankan setelah didapatkan nilai IRR sebesar 50,6% melebihi nilai MARR 9.95%. Ketiga kriteria investasi tersebut menunjukkan bahwa bisnis gerai Fish and Cheaps dinyatakan layak untuk dijalankan. Kata Kunci : Fish and Cheaps, Analisis Kelayakan, NPV, PBP, IRR Abstract Fish and Cheaps Food Outlets as processed food outlets made from fish and potatoes combined with a variety of sauce variants. is a form of individual business entity that will be upgraded to Micro Small Business, and choose the initial pilot in the area of Telkom University Bandung. Bandung with various culinary city designations, student cities with a high number of students, is the main attraction for a food business opportunity, in addition to the spacious campus environment such as on Telkom University. Descriptive study with study Analysis of feasibility study of Fish and Cheaps food outlets took a sample of 100 respondents from Telkom University Bandung students to find out potential markets, available markets, and target markets for Fish and Cheaps food outlets. Data from the questionnaire distribution shows a potential market of 89% and an available market of 96%. Of the two percentages, Fish and Cheaps outlets target as many as 50 products per day, these figures are obtained from interviews with food outlets located in locations chosen to be the target market. After conducting a feasibility analysis study for the establishment of Fish and Cheaps outlets, the results show that this business is feasible to run based on the NPV, PBP, and IRR values obtained. Based on the NPV value, the business is declared feasible after the NPV obtained is Rp. 207,756,403, -. Then based on the PBP value the investment will return in the 2nd year to 4th month period. the IRR value of 50.6% exceeds the specified MARR of 9.95%. The three investment criteria indicate that the Fish and Cheaps store business is declared feasible to run. Keywords: Fish and Cheaps, Feasibility Analysis, NPV, PBP, IRR
Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Bisnis Serantau Coffee Di Kota Bandung Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Diana Arviana Lestari; Endang Chumaidiyah; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Serantau Coffee merupakan sebuah usaha atau bisnis yang bergerak di bidang kuliner khususnya minuman dengan konsep menjual minuman berbagai macam jenis kopi dan non kopi. Serantau Coffee membuka outlet pertamanya di Bekasi Selatan dan mengalami peningkatan setiap bulannya. Melihat fakta tersebut, pemilik Serantau Coffee ingin melakukan perluasan dan pengembangan bisnisnya pada lokasi baru yang strategis dan terpilihlah Kota Bandung tepatnya di Jalan Lombok, Riau sebagai lokasi pembukaan cabang baru Serantau Coffee. Dalam penelitian ini, aspek yang dilakukan yaitu dengan cara penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang berada di Kota Bandung dengan kecamatan yang berbeda. Responden yang menjadi target adalah responden yang berumur 15-35 tahun untuk mengetahui berapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Sedangkan untuk aspek teknis dan aspek finansial digunakan berdasarkan data sekunder yang didapat dari berbagai sumber. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan persentase pasar potensial sebesar 88%, pasar tersedia sebesar 82%, dan untuk pasar sasaran perusahaan membidik 0,6% dari pasar tersedia. Hasil perhitungan finansial menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2020-2024 adalah Rp 99.964.433, persentase IRR sebesar 28%, dan PBP 4,19 tahun. IRR yang diperoleh lebih besar dari nilai MARR yaitu 10,25% dan NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka pembukaan cabang Serantau Coffee di Jalan Lombok, Riau Kota Bandung dapat dikatakan layak. Kata kunci: Serantau Coffee, analisis kelayakan, NPV, IRR, PBP, MARR Abstract Serantau Coffee is a business in the field of culinary especially drinks with the concept sells kinds of coffee and non coffee. Serantau Coffee opened their first outlet in South Bekasi and has shown constant increase in sale in every month. Due to this detail, the owner of Serantau Coffee want to expend and develop the business of coffee shop. Lombok Street, Riau Bandung City was eventually chosen as the new strategic location for second shop of Serantau Coffee. In this research, to gain information regarding market aspect, researcher distribute questionnaire to 100 respondents who reside in Bandung with different district. The target respondents is in the range of 15-35 years old respondent to find out how many potential market, available market, and target markets. Meanwhile, for technical aspect and financial aspect are used based on secondary data obtained from various sources. The result show amount of the potential market is 88%, the available market is 82%, and for target market the company targeting 0,6% available market. Financial calculation result showed that NPV within the period of 2020-2024 was as much as Rp 99.964.433, with IRR percentage of 28%, and PBP 4,19 year. The acquired IRR was bigger than the MARR value which was 10,25% and the NPV was positive. Due to this parameter, it can be concluded that the opening Serantau Coffee business branch in Bandung City was deemed feasible. Keywords: Serantau Coffee, feasibility analysis, NPV, IRR, PBP, MARR
Analisa Kelayakan Produksi Coach Jacket Abarel Terhadap Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Andrian Bima Ardianta; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ABAREL merupakan sebuah usaha yang bergerak di bidang fashion khususnya jaket. ABAREL tidak memproduksi produknya secara mandiri namun masih melalui kerjasama vendor dan menjualnya melalui media online. Meskipun begitu, kualitas dari produk ABAREL dibuat semaksimal mungkin karena vendor yang dipilih juga memiliki reputasi yang baik. Pada penelitian ini, peneliti akan memberikan saran untuk meningkatkan keuntungan perusahaan dengan cara melakukan estimasi produksi yang seharusnya dicapai agar keuntungan bisa terus meningkat. Hal tersebut juga akan berdampak terhadap modal yang nantinya dibutuhkan namun seiring jalan juga akan meningkatkan keuntungan perusahaan. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan yaitu dengan melakukan analisis kelayakan sebagai dasar untuk menentukan keuntungan perusahaan. Pada penelitian ini aspek-aspek penting akan diperhitungkan mulai dari aspek pasar, teknis, dan finansial sehingga menemukan keputusan terbaik bagi perusahaan. Pada penelitian ini dilakukan riset pasar dengan pembuatan kuesioner yaitu untuk mengetahui pasar sasaran yang ingin dituju. Selain itu data penjualan juga diambil guna memprediksi penjualan periode berikutnya. Kata Kunci: Jaket, Produksi, Analisis Kelayakan. Abstract ABAREL is a business engaged in fashion, especially jackets. ABAREL does not produce its products independently but is still through vendor collaboration and selling them through online media. Even so, the quality of ABAREL products is made to the maximum extent possible because the chosen vendor also has a good reputation. In this study, researchers will provide advice to increase company profits by making estimates of production that should be achieved so that profits can continue to increase. This will also have an impact on the capital that will be needed but along the way will also increase the company's profits. In this study, the method used is by conducting a feasibility analysis as a basis for determining company profits. In this study important aspects will be taken into account starting from the market, technical, and financial aspects so as to find the best decision for the company. In this study, market research was conducted by making questionnaires, namely to find out the target market to be targeted. In addition, sales data is also taken to predict the sale of the next period. Keywords: Jackets, Production, Feasibility Analysis.
Rancangan Perbaikan Kualitas Produk Thai Tea Dari Roffee’s Melty Puddingdengan Menggunakan Metode QFD Ozki Septariadi; Agus Achmad Suhendra; Budi Praptono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di eraglobalisasi seperti sekarang, zaman semakin berkembang dan modern. Pada umumnya masyarakat memilih untuk menjadi businessman dan membuka pasarnya sendiri atau usaha sendiri yang disebut dengan Usaha Kecil Menengah (UKM). Roffee’s Melty Pudding merupakan satu diantara banyak UKM di Bandung yang memiliki potensi dalam menggerakkan kegiatan perekonomian masyarakat. Roffee’s Melty Pudding menjual 11 varian rasa puding yang terdiri dari choco caramel, vanilla blue, manggo, green tea, taro, cheddar cheese, bubble gum, lychee, cotton candy, creme brulee, dan thai tea. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi atribut pudding Thai Tea ROFFEE’S yang dapat ditingkatkan dan dikembangkan sesuai urutan prioritas untuk mencapai kepuasan konsumen ROFFEE’S. Langkah pertama yang dilakukan adalah memperoleh true customer needs. Data tersebut kemudian diidentifikasi menjadi karakteristik teknis. Selanjutnya, setiap karakteristik teknis dinilai keterkaitannya dalam House of Quality (HoQ) yang menjadi tahap Quality Function Deployment (QFD). Metode QFD dapat membantu memprioritaskan kebutuhan user yang dapat dikembangkan sesuai kemampuan ROFFEE’S. Tahap selanjutnya adalah pengembangan konsep dengan membuat konsep-konsep alternatif baru yang nantinya akan dipilih oleh tim pengembang/ produksi ROFFEE’S. Tahap terakhir adalah part deployment atau QFD Iterasi dua. Tahap ini untuk menentukan prioritas critical part. Prioritas critical part dihasilkan berdasarkan prioritas karakteristik teknis yang telah didapatkan pada karakteristik teknis yang diperoleh dari QFD Iterasi satu. Kaca Kunci: House of Quality, Part Deployment , Quality Function Deployment, Karakteristik teknis, ROFFEE’S Abstract Eraglobalized as it is now, the era is growing and modern. In general, people choose to become businessmen and open their own markets or their own businesses, called Small and Medium Enterprises (UKM). Roffee’s Melty Pudding is one of the many SMEs in Bandung that has the potential to drive people's economic activities. Roffee’s Melty Pudding sells 11 variants of pudding consisting of choco caramel, vanilla blue, mangosteen, green tea, taro, cheddar cheese, bubble gum, lychee, cotton candy, creme brulee, and thai tea. This study aims to identify the attributes of the Pudding Thai Tea ROFFEE that can be improved and developed in order of priority to achieve customer satisfaction ROFFEE 'S. The first step is to obtain true customer needs. The data is then identified as technical characteristics. Furthermore, each technical characteristic is assessed as being related to the House of Quality (HoQ), which becomes the Quality Function Deployment (QFD) stage. The QFD method can help prioritize user needs that can be developed according to ROFFEE's ability. The next stage is the development of concepts by creating new alternative concepts which will later be selected by the development team / production of ROFFEE 'S. The last step is part deployment or QFD Iteration two. This stage is to determine the priority of the critical part. The critical part priority is generated based on the priority of technical characteristics that have been obtained on the technical characteristics obtained from QFD Iteration one. Keywords: House of Quality, Part Deployment, Quality Function Deployment, Technical characteristics, ROFFEE 'S
Perumusan Strategi Pemasaran Bali Ragam Busana Dengan Metode Quantitative Strategic Planning Matrix (qspm) I Nengah Widiana Putra; Budi Praptono; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bali Ragam Busana merupakan usaha yang bergerak di bidang garmen yang berlokasi di Jl. Gn. Tangkuban Perahu No.261, Padangsambian Klod, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80117, Indonesia. Tingginya persaingan dalam bidang usaha ini menuntut usaha harus memiliki strategi pemasaran yang tepat agar usaha tetap mampu bersaing dan bertahan sehingga mampu menjadi usaha yang menempati peringkat teratas (market leader). Pendekatan yang akan digunakan dalam menentukan strategi pemasaran yang tepat adalah dengan menerapkan metode Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). Tahapan dari penelitian dimulai dari identifikasi kondisi internal dan eksternal usaha sehingga mendapatkan kumpulan faktor serta pengaruhnya bagi proses perumusan strategi yang berupa hasil pembobotan pada matriks IFAS dan EFAS. Berdasarkan hasil total pembobotan matriks IFAS dan EFAS, maka akan diketahui posisi usaha berdasarkan faktor internal dan eksternal usaha pada matriks InternalEksternal (IE) yang akan dijadikan sebagai dasar dalam perumusan alternatif strategi pada matriks SWOT. Terakhir, akan diterapkan analisis QSPM yang bertujuan untuk melakukan evaluasi atau penilaian terhadap beberapa pilihan alternatif strategi secara objektif untuk mendapat strategi yang terbaik. Matriks QSPM juga mampu memutuskan strategi prioritas terbaik. Kata kunci: Strategi pemasaran, IFAS, EFAS, Matriks IE, Matriks SWOT, Matrix QSPM Abstrack Bali Ragam Busana is a garment company that is located on Jl. Mr. Tangkuban Perahu No.261, Padangsambian Klod, Denpasar Bar., Kota Denpasar, Bali 80117, Indonesia. The high competition in this business field requires companies to have the right marketing strategy so that companies can compete and survive in order to be able to compete with companies that need top rankings (market leaders). The quantitative strategic planning matrix (QSPM) will be used in determining the right marketing strategy. The stages of research starting from internal and external discussions of the company need to collect factors with their influence for the strategy formulation process which consists of weighting results on IFAS and EFAS matrices. Based on the results of the total weighting of the IFAS and EFAS matrices, the company position will be determined based on the company's internal and external factors on the Internal-External (IE) matrix which will be used as a basis for formulating the alternative strategies on the SWOT matrix. Finally, QSPM analysis will be implemented which is aimed at evaluating or evaluating several strategic choices for the objective that have the best strategy. The QSPM matrix can also decide on the best priority strategy. Keywords: Marketing Strategy, IFAS, EFAS, IE Matrix, SWOT Matrix, QSPM Matrix
Co-Authors Aditya Ahmad Maulana Aditya M. Nugraha Agung Gumilar Prayogi Agus Achmad Suhendra Ajeng Yunita Ajeng Yunita Akbar, Resha Aldo Theofilus Suherman Alfi Ramdhani Putrakoranto Alifan Nurfatwa Mahasidhqi Alrasyid, Andi Muhammd Harun Amalia Indah Pratiwi Amelia Kurniawati Andi Hidayat Andri Mardi Andrian Bima Ardianta Annandya Savitri Soetrisno Putri Aprililo, Akbar Aqilah, Muhammad Jihan Aria Permana Muluk Arief Rachman Arif Rahman Armiya, Mikail Aryodimas Syifa Putrandy Atya Nur Aisha Aulia Fashanah Aulia, Muhammad Jacka Azhari Fauzi Din Nugraha Azhari, Faza Fauzan Azwari, Mita Bagus Nenda Haryo Pambudi Baskara, Pradipta Ricky Baswara, Yoni Sotya Bayu Wardana Putra Bijaksana Prabawa Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Brilliant Rafly Pramana Putra Budhi Yogaswara Budi P, Susilo Agung Chaula Triza Putri Christianto Triwibisono Clarisa Presty Pangeran Dede Wildan Ginanjar Dewi, Kadek Sintya Sari Dharmadi, Savira Alifa Dia Dhonnimuh BKL Dian Kristiana Diana Arviana Lestari Dimas Anggoro Dimas Pamungkas Dwiariani, Rafifah Edgarda, Mohammad Farrel Ega Rivangga Hantoro El Hadi, Rosad Ma’ali Elhadi, Rosad Ma’ali Endang Chumadiyah Endang Chumaidiyah Fachreza, Andrie Putra Fadhillah, Naufal Mahdi Fadhlurrahman, Muhammad Faisal Fakhri Almi Fansurya, Muhammad Ihsan Faqih, Muhammad Azhfar Fara Rahmania Izzaty Fauzan Fauzan Fauzi, Akmal Fran Andres Ghita Devira Gradytio Rahmadi Hartadji Habibillah, Muhammad Naufal Hafiz Azis Haikal Munawar Fikri Hasya Sabila Hibatullah, Fakhri Hisyam Husni Amani I Gede Made Rama Arsharindra I Gusti Komang Gede Raditya Paramarta I Nengah Widiana Putra I, Maria Dellarosaawati Idawacaksakti, Maria Dellarosawati Ilham Rafdi Karami Ima Normalia Kusmayanti Immanuel Tambun, Catur William Indah Sari, Salsabila Putri Indra Rukmananda Hendrayana Isnaeni Yuli Arini Jordan, Ebenezer Samuel Kartiko Arya Yudistira Kemal Fariz Ramadhani Khaldi, Rizq Khaled, Muhammad Adam Lathifa Rozani Thaib Listiana Lorenz Jatiningtyas Litasari Widyastuti Suwarno Litasari Widyastuti Suwarsono Luthfi Fadillah Sani Maria Dellarosawati Maria Dellarosawati Maria Dellarosawati I Maria Dellarosawati Idawicaksakti Maria Idawicaksakti Martha Rianda KartaWiguna Masdin, Al Afgani Masfufah Motik Larasati Maulana Alif Anugrah Mediany Kriseka Putri MEH, Rosad Meldi Rendra Mellisa Lasilkvie Mochamad Rizky Fauzy Mohammad Firmansyah Muchammad Nurul Fu’ad Muhamad Arief Damanhuri Muhamad Fadhlan Zakiri Muhammad Abdul Aziz Muhammad Almaududi Pulungan Muhammad Anang Ma’ruf Muhammad Ardhan Satrya Guna Muhammad As’ad Dhiaulhaq Muhammad Fahmi Siregar Muhammad Fajar Muhammad Fakhri Qolbi Muhammad Faris Izzuddin Muhammad Hafidz Hikmaturrahman Muhammad Hasbi Muhammad Iqbal Muhammad Naqi Syirazi Muhammad Ramana Rimbawan Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Rayhan Muhammad Yumna Majdina Mumu Natapriatna Nauval Furqon Amaly Nirwan Aprido Noor Kamal, Rizky Nurdinintya Athari Supratman Nuruddin, Taufik Rahman Nurul Rizki Pratiwi Ozki Septariadi Permana, Fajar Abdillah Pradana, Gilang Bagas Satria Prakoso, Aditya Bagus Prambudia, Yudha Pramesthy, Ni Made Dinda Gita Indah Putra, Gusti Nabil Khoury putri , Lingga aulia Qonitah Afifa Salsabila Qumairi, Nadhilah Nurul Rahman, Amelia Anggraini Rahmat Rezki Raka Dirgantara Rd. Rohmat Saedudin Refaldi Azhar Regi Alvino Rendi Ekoputro Reza Dinar Ekananda Reza Mohammad Rifky Ricky Darmawan Ridho Gibran Iman Majid Rifqy, Muhammad Rinaldi Julian Rino Andias Anugraha Rio Aurachman Rio Zulian Maulana Rivaldy Annas Rizki Fathoni Akbar Rizki Ramadhan Robertus Candra Putra Robin Pittubatu Roby Akbar Maulana Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma'ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Rosawati, Maria Della Ryan Rama Hidayat Sagala, Johan Mario Fidelis Said, Khalid Abdulrahman Sanjaya, Manasye Surya Saragi, Yuda Halomoan Saragih, Nopina Sari Putri Sari Wulandari Sasmitapraja, Rafi Fauzan Savira Pratidina Septian, Fariz Sinta Aryani Siti Hajar Komariah Sudjiman , Felix Sugiartha, I Gusti Putu Agung Suryo Azdkiyo Abe Abe Suyud, Grady Dhiyaa Syafrizal, Teddy Taripar Rumapea Thommy Hanif Setiawan Tiara Verita Yastica Tias Adiwijaya Tri Wahyu Setyawati Tri Wiji Astuti Trianto, Dimas Ully Yunita Ully Yunita Nafizah Verita Yastica, Tiara Wahyu Bagus Rilo Wawan Tipriawan Wawan Tripiawan Wibisono , Febry Akbar Wibowo, Muhammad Zaki Wodhantyo Prabhasworo Yatiea, Tiara Verita Yoga Widagda Wendy Pradhana Yovanda, Olfio Yunita, Ajeng Zaky Abdul Karim