Claim Missing Document
Check
Articles

Found 145 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Model Bisnis Utuk Tws Petshop Dengan Pendekatan Business Model Canvas (bmc) Tri Wahyu Setyawati; Budi Praptono; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TWS Petshop merupakan usaha kecil menengah yang bergerak dibidang pe-retail dan layanan jasa. TWS Petshop menyediakan segala jenis kebutuhan hewan peliharaan seperti makanan, obat-obatan, aksesoris, dan layanan kesehatan. Walaupun TWS Petshop sudah berjalan selama 3 tahun, TWS Petshop memiliki beberapa permasalahan yang dihadapi. Pada faktor internal, TWS Petshop belum memaksimalkan infrastruktur dan penjualan yang tidak stabil. Untuk faktor eksternal terdapat hubungan pelanggan yang kurang baik atau memuaskan serta tingkat persaingan membuat TWSPetshop sulit bersaing di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Model bisnis adalah cara untuk merumuskan sebuah strategi agar tetap kompetetif dan dapat bersaing dengan cara memetakan peta model bisnis secara baik. Salah satu metode yang digunakan ialan business model canvas (BMC). Melalui metode ini, analisis yang digunakan menggunakan swot terhadap empat aspek utama, yaitu proposisi nilai, infrastruktur, biaya dan pendapatan serta hubungan pelanggan. Tujuannya adalah untuk mengetahui bagaimana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang akan di hadapi oleh TWS Petshop. Kemudian merancang strategi usulaan dengan mempertimbangkan analisis lingkungan serta customer profile terkait keiingnan dan kebutuhan atas produk dan jasa yang ditawarkan oleh TWS Petshop. Strategi usulan akan dipetakan dipeta 9 blok bangunan yaitu Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationshop, Revenue Stream, Cost Structure, Key Activities, Key Partnership dan Key Resource. Usulan strategi yang telah dirancang akan menjadi sebuah rekomendasi untuk TWS Petshop. Apabila startegi usulan di implementasikan oleh TWS Petshop keuntungan yang didapat salah satunya meningkatkan biaya dan pendapatan untuk TWS Petshop Kata Kunci : TWS Petshop, Business Model Canvas, SWOT, Value Proposition Canvas
Analisis Kelayakan Pembukaan Cabang Medica Surabaya Di Kawasan Jatinangor Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Ridho Gibran Iman Majid; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Medica Surabaya merupakan usaha milik pribadi yang bergerak di bidang jasa penyedia alat – alat kesehatan yang telah didirikan sejak tahun 2009 dan terletak di Jalan Kedung Sroko Surabaya Jawa Timur. Pada pelaksanaan proses bisnisnya kinerja dari Medica Surabaya cukup baik dengan adanya peninkatan omzet di setiap tahunya. Pemilik menginginkan peningktan omzet penjualan di Bisnis alat kesehatanya dalam memperluas pasar dengan membuka cabang baru. Dengan membuka cabang di harapkan pendapatan dapat meningkat, jangkauan pasar menjadi lebih luas, dan jumlah pelanggan bertambah. Pemilik ingin membuka cabang di kawasan Jatinangor dan menyasar mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Padjajaran sebagai konsumenya. Maka dari itu dilakukan analisi kelyakan pembukaan cabang Medica Surabaya dengan meninjau aspek pasar, aspek teknis dan aspek finansial. Analisis kelayakan mendapatkan hasi bahwa pendirian cabang Medica Surabaya pada kawasan jainangor layak untuk didirikan dengan nilai NPV sebesar Rp 260.677.850, kemudian didapatkan nilai PBP sebesar 2,9 dan IRR sebesar 45% diaman nilai tersebut lebih besar dari MAAR yang telah ditetapkan yaitu 11%. Kata Kunci : Analisis Kelayakan, NPV, IRR, PBP, MARR Abstract Medica Surabaya is a family-owned business that is engaged in providing medical equipment that has been established since 2009 and it located on Jalan Kedung Sroko Surabaya, East Java. In carrying out its business processes, the performance of Medica Surabaya was quite good with the increase of turnover every year. The owner wants to increase the sales turnover in his health equipment business in expanding the market by opening new branches. By opening a new branch, it is expected that revenues can increase, market reach will be wider, and the number of customers will increase. The owner wants to open a branch in the Jatinangor area and target students at the Padjadjaran University medical faculty as consumers. So from that carried out an analysis of the opening of the Medica branch of Surabaya by reviewing the market aspects, technical aspects and financial aspects. The feasibility analysis has the result that the establishment of the Surabaya Medica branch in the jainangor area is feasible to be established with an NPV value of in the amount of Rp 260.677.850, then the PBP value of 2,9 year is obtained, and the IRR of 45% where the value is greater than the MAAR that has been set are 11%. Key Word : Feasibility study, Medica Surabaya, NPV, PBP, IRR
Analisis Penerapan Sistem Pemasaran Terpadu Pada Usaha Kecil Menengah Telur Bebek Cakung Dengan Metode Analytical Network Process (anp) Masfufah Motik Larasati; Budi Praptono; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Usaha ternak yang sedang berkembang ditunjukan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan peningkatan daya beli dari masyarakat. Besarnya peluang dari peternak bebek yang banyak dijalani masyarakat dapat menjadi suatu sumber penghasilan. Pada penelitian ini, metode Analytical Network Process (ANP) dapat digunakan untuk mengetahui bobot kepentingan dari faktor yang saling mempengaruhi. Hasil penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk memberikan informasi dan rekomendasi dalam strategi pemasaran dengan mengetahui apa saja kriteria dan subkriteria yang berhubungan langsung dengan perusahaan dan berpengaruh dalam proses pemasarannya dalam menjalankan strategi baru untuk menjadikan proses pemasaran yang baik dan tepat. Dalam penelitian ini didapatkan hasil bobot dari masing-masing kriteria dan subkriteria yaitu kemampuan manajerial sebesar 0,15, kemampuan berhubungan dengan pelanggan sebesar 0,54, aset reputasi sebesar 0,42, kompetisi sebesar 0,17 dan kemampuan inovasi pasar sebesar 0,4. Kata Kunci : ANP, Strategi Pemasaran, Kriteria, Subkriteria Abstract Developing livestock businesses are shown to improve food security and increase purchasing power from the community. The amount of opportunity from duck farmers that many people live in can be a source of income. In this study, the Analytical Network Process (ANP) method can be used to determine the importance of the factors that influence each other. The results of the research carried out have the purpose of providing information and recommendations in marketing strategies by knowing what are the criteria and subcriteria that are directly related to the company and influential in the marketing process in carrying out new strategies to make the marketing process good and right. In this study the results of the weighting of each criterion and subcriteria are managerial ability of 0.15, ability to relate to customers is 0.54, reputation assets of 0.42, competition of 0.17 and market innovation capabilities of 0.4 . Keywords: ANP, Marketing Strategy, Criteria, Sub-criteria
Analisis Kepuasan Pelanggan Dan Usulan Perbaikan Website Semuatereview Menggunakan Metode Analisis Faktor Haikal Munawar Fikri; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menilai efek langsung dan tidak langsung dari kualitas desain situs website Semuatereview dan kualitas layanannya terhadap penilaian kepuasan para pelanggan dan penjual produk, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui kepercayaannya pada jenis penyedia jasa review produk. Efek langsung dan tidak langsung dari penilaian tersebut adalah kunci utama untuk membuat urutan prioritas perbaikan website Semuatereview. Penelitian ini menerapkan metode survei, di mana kuesioner dibagikan kepada total 120 responden. Data diperoleh dan dikumpulkan dari hasil penyebaran kuisioner yang menggunakan Skala Likert. Pada kuisoner tersebut terdiri dari perntanyaan yang dikembangkan dari konsep WebQual sebagai landasan penilaian kualitas desain website. Data kemudian dianalisis menggunakan metode analisis faktor konfirmatori (CFA). Berdasarkan hasil analisis data, terungkap bahwa kualitas desain situs website Semuatereview dan kualitas layanannya memiliki dampak positif pada penilaian kepuasan para pelanggan dan penjual produk, baik secara langsung maupun tidak langsung. Maka dari hasil penilaian kepuasan pelanggan terhadap kualitas desain website Semuatereview ini, diperoleh urutan prioritas untuk melakukan perbaikan. Kata kunci: WebQual, Skala Likert, Analisis Faktor, Analisis Faktor Konfirmatori, Kepuasan Pelanggan Abstract This research was conducted to assess the direct and indirect effects of Semuatereview website design quality and service quality on satisfaction ratings of product customers and sellers, both directly and indirectly through their trust in the types of product review service providers. The direct and indirect effects of the assessment are the main keys to prioritizing the website repairs in Semuatereview. This study applied a survey method, in which questionnaires were distributed to a total of 120 respondents. Data obtained and collected from the results of the distribution of questionnaires using a Likert Scale. The questionnaire consisted of questions developed from the WebQual concept as a basis for evaluating the quality of website design. Data were then analyzed using confirmatory factor analysis (CFA). Based on the results of data analysis, it was revealed that the quality of the website design review and the quality of its services had a positive impact on the satisfaction of customers and sellers of products, both directly and indirectly. Then from the results of customer satisfaction assessment on the quality of the website design Semuatereview, obtained the order of priority to make improvements. Keywords: WebQual, Likert Scale, Factor Analysis, Confirmatory Factor Analysis, Customer Satisfaction
Program Perbaikan Bauran Pemasaran Berdasarkan Pengaruh Terhadap Keputusan Pembelian Roti John Koboy Dengan Metode Analisis Regresi Linier Berganda Luthfi Fadillah Sani; Budi Praptono; Ully Yunita Nafizah
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk menyusun perbaikan dari bauran pemasaran yang urutannya didapatkan dari hasil pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian Roti John Koboy menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Sampel yang diambil dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan jenis convenience sampling, responden yang mengisi kuisioner penelitian ini diambil 100 orang responden. Secara parsial, produk (X1), harga (X2) dan promosi (X3) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian (Y) di Roti John Koboy karena signifikansi ketiga variabel tersebut (sig X1=0,012, sig X2=0,008, sig X3=0,026) lebih kecil dari 0,05 dan nilai t hitungnya (t hitung X1=2,566, t hitung X2=2,704, t hitung X3=2,266) lebih besar dibandingkan dengan t tabel (1,98609), sedangkan lokasi (X4), orang/karyawan (X5), lingkungan fisik (X6) dan proses (X7) dinyatakan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian (Y) Roti John Koboy. Secara simultan, bauran pemasaran berpengaruh signifikan terhadap proses keputusan pembelian Roti John Koboy dengan hasil F hitung (7,663) > F tabel (2,10) dan tingkat signifikasinya 0,000 < 0,005. Nilai R Square (Koefisien Determinasi) yang diperoleh sebesar 0,32 atau 32%. Hal ini menunjukkan kemampuan variabel independent dalam mempengaruhi variabel dependen sebesar 32%, dan sisanya sebesar 68% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan urutan perbaikan dari nilai priority, indikator iklan merupakan indikator yang harus diperbaiki terlebih dahulu, setelah itu secara berturut turut indikator kualitas produk, keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, variasi produk, kesesuaian harga dengan manfaat, desain produk, pemberian potongan harga dan yang terakhir daya saing harga. Kata kunci: Bauran Pemasaran, Keputusan Pembelian, Regresi Linier Berganda, Nonprobabilitas Sampling, Convience Sampling Abstract This study aims to develop improvements of the marketing mix whose order is obtained from the effect of the marketing mix on Roti John Koboy’s purchase decision using multiple linear regression analysis. The sample in this study is taken by nonprobability sampling, specifically convenience sampling, with 100 respondents who are answered the questionnaire of this study. Based on partial hypothesis examination, product (X1), price (X2) and promotion (X3) have the significant influence towards purchase decision (Y) in Roti John Koboy. It is because the significance value from those three variables (sig X1=0,012, sig X2=0,008, sig X3=0,026) are smaller than 0,05 and t count value from those variables (t count X1=2,566, t count X2=2,704, t count X3=2,266) are bigger than t table (1,98609), while place (X4), people (X5), physical environment (X6) and process (X7) is stated have no influence on purchase decision (Y) of Roti John Koboy Based on simultaneous hypothesis examination, marketing mix significantly influence the process of purchase Roti John Koboy with F count result (7,663) > F table (2,10) and the level of significance 0,000 < 0,005. Based on co-efficiency determination, it is mentioned that marketing mix is 32% and the rest 68% are influenced by factors which are not examined in this study. Based on priority value of improvement arrangement, advertisement is the indicator which has to be revised first, then, product quality, affordability, price compatibility with product quality, product variation, price compatibility with benefits, product design, discounting, and price competitiveness. Keywords: Marketing Mix, Purchase Decision, Multiple Linear Regression, Nonprobability Sampling, Convience Sampling
Franchise Business Strategy Playgroup, Kindergarten And Day Care In Cerdas Ceria By Using Qspm And Benchmarking Method Mochamad Rizky Fauzy; Budi Praptono; Ima Normalia Kusmayanti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Cerdas Ceria School is an educational institution in the field of early childhood education located on Jl. Trs. Martanegara No.22, Bandung. The competitiveness in the field of education requires schools expand the right business strategy to improve the anality. This study analyzed and formulated the right franchise business strategy for Cerdas Ceria School. The approach used in determining the right franchise business strategy is the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) method. The stages of this study begin with the identification of external and internal factors of the school and their effects on the strategy formulation process in the form of weighting results on EFE matrix and IFE matrix. Based on the results of the total weighting of EFE matrix and IFE matrix, it was discovered that the company's position was based on the external and internal factors of the school in the Internal-External (IE) matrix which served as the basis for formulating alternative strategies on the SWOT matrix. Then QSPM analysis was applied to evaluate several alternative strategic choices objectively to get the best strategy. The QSPM matrix was also able to decide the best priority strategy. The franchise design was made using benchmarking methods as the basis of a franchise cooperation program for Cerdas Ceria School.Keywords: Franchise Business Strategy, EFE Matrix, IFE Matrix, IE Matrix, SWOT Matrix, QSPM, Benchmarking
Perancangan Alat Ukur Kinerja Organisasi Dengan Metode Balanced Scorecard Pada Tk Madinah Muhammad Rasyid Ridha; Budi Praptono; Mumu Natapriatna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TK/RA Madinah adalah suatu lembaga pendidikan yang mendidik anak usia dini dengan tenaga kerja sebanyak 14 orang yang 9 orang diantaranya adalah guru. RA Madinah saat ini fokus pada penyelenggaraan pendidikan usia dini yang memiliki 6 rombongan belajar, 2 rombongan belajar kelompok bermain (usia 3-4 tahun), 2 rombongan belajar kelompok A (usia 5-6 tahun), 1 rombongan belajar kelompok B (usia 6-7 tahun). Saat ini, RA Madinah hanya terpaku pada strategik yang berhubungan dengan aspek keuangan saja dimana lembaga terlalu berfokus pada kualitas pembelajaran walau begitu lembaga memiliki kesulitan dalam penilaian non keuangan yang dapat diselaraskan dengan visi dan misi perusahaan. Didapatkan lembaga tidak mencapai target pendapatan sehingga perusahaan mengalami penurunan pertumbuhan pendapatan. Hal tersebut dikarenakan peramalan pengeluaran yang tidak tepat sehingga lembaga mengalami kerugian. Untuk solusi saat ini, lembaga masih ingin memotong cost yang digunakan agar meminimalisir pengeluaran. Solusi yang terbaik terkait metode pengukuran kinerja yang tidak hanya berfokus pada kondisi keuangan namun juga berfokus kepada kondisi non keuangan salah satunya dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Perancangan Balanced Scorecard menurut empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis internal dan perumbuhan dan pembelajaran dikelompokan untuk menentukan sasaran strategi, CSF dan KPI yang dapat mempengaruhi keempat perspektif dalam merancang sebuah pengukuran kinerja. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan dengan menggunakan metode Balanced Scorecard, didapatkan 17 strategi, 27 CSF dan 27 KPI. Dengan metode AHP untuk perhitungan pembobotan, didapatkan bobot untuk empat perspektif yang pertama adalah keuangan dengan 18%, pelanggan dengan 26%, proses bisnis internal 39% dan pertumbuhan dan pembelajaran 17%. Kata Kunci: Pengukuran kinerja, Balanced Scorecard, Critical Success Factor, Analytical Hierarchy Process (AHP)
Perancangan Strategi Komunikasi Pemasaran Untuk Meningkatkan Brand Awareness Pada Jasa Layanan Creative Agency Think Collective Dengan Menggunakan Metode Analytical Network Process Rio Zulian Maulana; Budi Praptono; Budhi Yogaswara
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Seiring dengan pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Jawa Barat yang terus mengalami peningkatan, hal ini tidak sejalan dengan kurangnya pemanfaatan media internet dan masalah pemasaran yang selama ini menjadi kendala utama, tentulah menjadi peluang bagi Think Collective hadir sebagai jasa penyedia layanan di bidang tersebut untuk menjadi solusi permasalahan setiap konsumennya. Sebagai Creative Agency yang tergolong baru, Think Collective mempunyai masalah mengenai bagaimana strategi yang harus dilakukan agar Think Collective lebih dikenal dan bisa menjadi unggul diantara para pesaingnya. Oleh karena itu, tentunya menjadi sebuah keharusan untuk membangun ekuitas merek sebagai kerangka Think Collective untuk bisa menjadi pilihan utama diantara para pesaingnya. Sebagai langkah pertama untuk membangun ekuitas merek Think Collective dalam meraih keunggulan dalam persaingan adalah meningkatkan brand awareness (kesadaran merek) terlebih dahulu. Untuk membangun kesadaran merek, Integrated Marketing Communications menjadi elemen kunci untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam membangun kesadaran merek dalam lingkungan pemasaran. Integrated Marketing Communications terdiri dari beberapa kriteria dan sub kriteria di dalamnya, dengan menggunakan metode Analytical Network Process penelitian ini ditujukan untuk mencari rekomendasi dari strategi komunikasi pemasaran berdasarkan kriteria dan subkriteria yang tersedia. Kata kunci: Creative Agency, Brand Equity, Brand Awareness, Integrated Marketing Communication, Analytical Network Process Abstract Along with the growth in the creative economy sector in West Java that continues to increase, this is not in line with the lack of internet media utilization and marketing problems that have been the main obstacle of the actors in this sector. Related to that matter, it is an opportunity for Think Collective to be present as a service provider in this field to be the solution to their problems. As a relatively new Creative Agency, Think Collective has a problem with how the strategy should be made to be better known Think Collective and can be superior among its competitors. Therefore, it is certainly a must to build brand equity as a Think Collective framework to be the main choice among its competitors. As the first step to building a Think Collective brand equity is to raise brand awareness first. To build brand awareness, Integrated Marketing Communications became a key element to gain a competitive edge in building brand awareness in a marketing environment. Integrated Marketing Communications consists of several criteria and sub-criteria in it, using the method of Analytical Network Process, researcher seeking recommendations from marketing communication strategies criteria and sub criteria that available. Keywords Creative Agency, Brand Equity, Brand Awareness, Integrated Marketing Communications, Criteria, Sub Criteria, Analytical Network Process.
Analisis Strategi Pemasaran Dengan Pendekatan TOWS Aldo Theofilus Suherman; Budi Praptono; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Rumah Makan Hidangan Nusantara adalah rumah makan khas Sumatera Barat atau Minangkabau yang terletak di dalam Perumahan Permata Buah Batu Ruko 06 di kota Bandung. Rumah makan ini berdiri sejak tahun 2015, dan dikelola sendiri oleh pemilik. Kondisi rumah makan saat ini mengalami penurunan penjualan di karenakan kondisi persaingan di wilayah kota bandung semakin ketat. Perlu dilakukan analisis strategi pemasaran untuk meningkatkan kembali penjualan Rumah Makan Hidangan Nusantara. Pertama-tama dilakukan identifikasi terhadap faktor eksternal dan internal, dan selanjutnya dianalaisis kembali dengan metode EFAS dan IFAS. Penyusunan strategi dilakukan dengan metode Analisis TOWS dengan mengutamakan mempelajari dan menginvestigasi peluang faktor eksternal (treaths/ opportunities) karena dianggap bersifat lebih dinamis dan bersaing, setelah itu baru menganalisis faktor internal (weaknesses/strengths). Metode pengumpulan data eksternal dan internal tersebut dilakukan dengan cara wawancara langsung dengan pemilik rumah makan dan pesaing guna mendapatkan data primer dan sekunder. Berdasarkan dari hasil analisis TOWS Rumah Makan Hidangan Nusantara berada pada kuadran 4 yaitu Diversivikasi pada bagian ST (Strength-Threat) dimana posisi ini menggunakan kekuatan yang dimiliki perusahaan untuk mengatasi ancaman dari luar. Sehingga berdasarkan dari hasil analisis TOWS, Rumah Makan Hidangan Nusantara perlu melakukan 2 strategi yaitu Strategi Diversifikasi Konsentrik dan Strategi Diversifikasi Horisontal. Kata Kunci : Rumah Makan, Strategi Pemasaran, TOWS, EFAS, IFAS Abstract Rumah Makan Hidangan Nusantara is a typical West Sumatra or Minangkabau restaurant located inside Permata Buah Batu Ruko 06, Bandung. This restaurant was established in 2015, and is managed by the owner. The condition of the restaurant is currently experiencing a decline in sales due to conditions of competition in the city of Bandung increasingly tight. An analysis of marketing strategies is needed to increase the sales of Nusantara Food Restaurants again. First, identify external and internal factors. The factors obtained were reanalyzed by the EFAS and IFAS methods. Strategy preparation is done by the TOWS Analysis method by prioritizing studying and investigating opportunities for external factors (treats / opportunities) because they are considered to be more dynamic and competitive, after which they analyze internal factors (weaknesses / strengths). The external and internal data collection methods are carried out by direct interviews with restaurant owners and competitors to obtain primary and secondary data. Based on the results of the TOWS analysis, Nusantara Food Restaurants are in quadrant 4, namely Diversification in the ST (Strength-Threat) section, where this position uses the strength of the company to overcome external threats. So based on the results of the TOWS analysis, Nusantara Food Restaurants need to do 2 strategies, namely Conducting Concentric Diversification Strategies and Performing Horizontal Diversification Strategies. Keyword : Rumah Makan, Marketing Strategy, TOWS, EFAS, IFAS
Design of New Business Models for REBEL 504 In Surakarta City by Using Business Model Canvas Approach Yoga Widagda Wendy Pradhana; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract REBEL 504 is family-based organizations that provide security services with a strong commitment to our customers to provide the best service for each customer's needs. Just a note that the current REBEL 504 to serve multiple customer segment in the field of safeguard, bodyguard, security/event/music art festival, a Porter, and street fight. REBEL 504 can be said to have not been managed by professionals. A business or businesses are already supposed to be managed with the serious and professional in order for the purpose of doing business can be achieved to the maximum. Therefore, required the design of appropriate and in accordance with the objectives or purpose of the business. One of the business models that can be run is a business model canvas. View of the problems occurred in the REBEL 504, then needed an approach that can be used to map the business model that is being lived, and explains about the condition of the company's business, so that new business models can be designed. One approach to business models that can be used i.e. Business Model Canvas (BMC). This research resulted in the proposal of the strategy has been designed and will be on view is valid or whether to find out the profit that would be obtained if the company implements the proposal. The business model is designed to use nine blocks including the BMC Customer Segment, Value Proposition, Channels, Customer Relationship, Revenue Streams, Cost Structure, Key Activity, Key Partnership, Key Resources. Keywords: Business Model Canvas, SWOT, Business Model
Co-Authors Aditya Ahmad Maulana Aditya M. Nugraha Agung Gumilar Prayogi Agus Achmad Suhendra Ajeng Yunita Ajeng Yunita Akbar, Resha Aldo Theofilus Suherman Alfi Ramdhani Putrakoranto Alifan Nurfatwa Mahasidhqi Alrasyid, Andi Muhammd Harun Amalia Indah Pratiwi Amelia Kurniawati Andi Hidayat Andri Mardi Andrian Bima Ardianta Annandya Savitri Soetrisno Putri Aprililo, Akbar Aqilah, Muhammad Jihan Aria Permana Muluk Arief Rachman Arif Rahman Armiya, Mikail Aryodimas Syifa Putrandy Atya Nur Aisha Aulia Fashanah Aulia, Muhammad Jacka Azhari Fauzi Din Nugraha Azhari, Faza Fauzan Azwari, Mita Bagus Nenda Haryo Pambudi Baskara, Pradipta Ricky Baswara, Yoni Sotya Bayu Wardana Putra Bijaksana Prabawa Bobby Hera Sagita Boby Hera Sagita Brilliant Rafly Pramana Putra Budhi Yogaswara Budi P, Susilo Agung Chaula Triza Putri Christianto Triwibisono Clarisa Presty Pangeran Dede Wildan Ginanjar Dewi, Kadek Sintya Sari Dharmadi, Savira Alifa Dia Dhonnimuh BKL Dian Kristiana Diana Arviana Lestari Dimas Anggoro Dimas Pamungkas Dwiariani, Rafifah Edgarda, Mohammad Farrel Ega Rivangga Hantoro El Hadi, Rosad Ma’ali Elhadi, Rosad Ma’ali Endang Chumadiyah Endang Chumaidiyah Fachreza, Andrie Putra Fadhillah, Naufal Mahdi Fadhlurrahman, Muhammad Faisal Fakhri Almi Fansurya, Muhammad Ihsan Faqih, Muhammad Azhfar Fara Rahmania Izzaty Fauzan Fauzan Fauzi, Akmal Fran Andres Ghita Devira Gradytio Rahmadi Hartadji Habibillah, Muhammad Naufal Hafiz Azis Haikal Munawar Fikri Hasya Sabila Hibatullah, Fakhri Hisyam Husni Amani I Gede Made Rama Arsharindra I Gusti Komang Gede Raditya Paramarta I Nengah Widiana Putra I, Maria Dellarosaawati Idawacaksakti, Maria Dellarosawati Ilham Rafdi Karami Ima Normalia Kusmayanti Immanuel Tambun, Catur William Indah Sari, Salsabila Putri Indra Rukmananda Hendrayana Isnaeni Yuli Arini Jordan, Ebenezer Samuel Kartiko Arya Yudistira Kemal Fariz Ramadhani Khaldi, Rizq Khaled, Muhammad Adam Lathifa Rozani Thaib Listiana Lorenz Jatiningtyas Litasari Widyastuti Suwarno Litasari Widyastuti Suwarsono Luthfi Fadillah Sani Maria Dellarosawati Maria Dellarosawati Maria Dellarosawati I Maria Dellarosawati Idawicaksakti Maria Idawicaksakti Martha Rianda KartaWiguna Masdin, Al Afgani Masfufah Motik Larasati Maulana Alif Anugrah Mediany Kriseka Putri MEH, Rosad Meldi Rendra Mellisa Lasilkvie Mochamad Rizky Fauzy Mohammad Firmansyah Muchammad Nurul Fu’ad Muhamad Arief Damanhuri Muhamad Fadhlan Zakiri Muhammad Abdul Aziz Muhammad Almaududi Pulungan Muhammad Anang Ma’ruf Muhammad Ardhan Satrya Guna Muhammad As’ad Dhiaulhaq Muhammad Fahmi Siregar Muhammad Fajar Muhammad Fakhri Qolbi Muhammad Faris Izzuddin Muhammad Hafidz Hikmaturrahman Muhammad Hasbi Muhammad Iqbal Muhammad Naqi Syirazi Muhammad Ramana Rimbawan Muhammad Rasyid Ridha Muhammad Rayhan Muhammad Yumna Majdina Mumu Natapriatna Nauval Furqon Amaly Nirwan Aprido Noor Kamal, Rizky Nurdinintya Athari Supratman Nuruddin, Taufik Rahman Nurul Rizki Pratiwi Ozki Septariadi Permana, Fajar Abdillah Pradana, Gilang Bagas Satria Prakoso, Aditya Bagus Prambudia, Yudha Pramesthy, Ni Made Dinda Gita Indah Putra, Gusti Nabil Khoury putri , Lingga aulia Qonitah Afifa Salsabila Qumairi, Nadhilah Nurul Rahman, Amelia Anggraini Rahmat Rezki Raka Dirgantara Rd. Rohmat Saedudin Refaldi Azhar Regi Alvino Rendi Ekoputro Reza Dinar Ekananda Reza Mohammad Rifky Ricky Darmawan Ridho Gibran Iman Majid Rifqy, Muhammad Rinaldi Julian Rino Andias Anugraha Rio Aurachman Rio Zulian Maulana Rivaldy Annas Rizki Fathoni Akbar Rizki Ramadhan Robertus Candra Putra Robin Pittubatu Roby Akbar Maulana Rosad Ma&#039;ali El Hadi Rosad Ma&#039;ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Rosad Ma’ali El Hadi Rosawati, Maria Della Ryan Rama Hidayat Sagala, Johan Mario Fidelis Said, Khalid Abdulrahman Sanjaya, Manasye Surya Saragi, Yuda Halomoan Saragih, Nopina Sari Putri Sari Wulandari Sasmitapraja, Rafi Fauzan Savira Pratidina Septian, Fariz Sinta Aryani Siti Hajar Komariah Sudjiman , Felix Sugiartha, I Gusti Putu Agung Suryo Azdkiyo Abe Abe Suyud, Grady Dhiyaa Syafrizal, Teddy Taripar Rumapea Thommy Hanif Setiawan Tiara Verita Yastica Tias Adiwijaya Tri Wahyu Setyawati Tri Wiji Astuti Trianto, Dimas Ully Yunita Ully Yunita Nafizah Verita Yastica, Tiara Wahyu Bagus Rilo Wawan Tipriawan Wawan Tripiawan Wibisono , Febry Akbar Wibowo, Muhammad Zaki Wodhantyo Prabhasworo Yatiea, Tiara Verita Yoga Widagda Wendy Pradhana Yovanda, Olfio Yunita, Ajeng Zaky Abdul Karim