Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Serapan Logam Berat Esensial dan Non Esensial pada Air Lindi TPA Kota Banda Aceh Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan Irhamni Irhamni
Jurnal Serambi Engineering Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v2i1.337

Abstract

Air lindi mengandung bahan bahan organic yang membusuk dan bahan – bahan logam berat. Logam berat (Cr, Hg, Pb, Cu,Fe, Mn, Zl, Cl) yang ada di dalam air lindi berasal dari sampah yang telah dibuang ke TPA Keudah Kota Banda Aceh. Berdasarkan uraian diatas, maka penulis ingin melakukan penelitian tentang Adsorbsi logam berat dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer di Lindi TPA Kota Banda Aceh Dalam Mewujudkan Pembangunan Berkelanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan serapan beberapa logam berat esensial dan non esensial di lindi. Hasil analisa larutan lindi di TPA Kota Banda Aceh dengan menggunakan Atomic Adsorption Spectrohotometer yang paling tinggi serapan nya pada parameter logam berat Besi (Fe) sebesar 10,9191 ppm, dan diikuti dengan parameter logam berat Nikel (Ni) 0,9820 ppm, Seng (Zn) 0,4188 ppm, Cobalt (Co) 0,1698, Tembaga (Cu) 0,1198 ppm, Timbal (Pb) 0,0602 ppm, Krom (Cr) 0,0502 ppm, Merkuri (Hg), serta Kadmium (Cd) yang hasilnya tidak terdeteksi (ND). Parameter kandungan logam berat yang melebihi baku mutu standar SNI berdasarkan Peraturan menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Baku Mutu Air Limbah adalah tertinggi besi dan di ikuti oleh Nikel, dan logam berat merkuri. Logam berat Merkuri yang merupakan salah satu logam non eesensial yang tidak dibutuhkan oleh mahkluk hidup harus diwaspadai. Indonesia ke depan masih tetap dihadapkan dengan masalah pencemaran lingkungan sebagai akibat dari pembangunan. Usaha-usaha pemulihan dan rehabilitasi lahan yang tercemar perlu mendapat perhatian bersama, seperti dengan menggunakan metode dilusi, stabilisasi, dan teknik fitoremidiasi, untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Analisis Limbah Tumbuhan Fitoremediasi (Typha Latifolia, Enceng Gondok, Kiambang) Dalam Menyerap Logam Berat Irhamni Irhamni; Setiaty Pandia; Edison Purba; Wirsal Hasan
Jurnal Serambi Engineering Vol 3, No 2 (2018): Vol. 3 Edisi Khusus Februari 2018
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v3i2.439

Abstract

Research on the ability of plants to reduce and transport pollutants, especially heavy metals to date continues to be done in line with technological developments. Hyperaccumulator plant species are still very limited, therefore research that leads to the search for these types of plants is still very necessary. The author wants to do research on the Result of Measurement of Waste Simulation of Phytoremediation Plant (Typha Latifolia, Enceng Gondok, Kiambang) in absorbing heavy metals.The purpose of this study was to obtain the results of phytoremediation plant measurements on th esimulated waste in absorbing heavy metals. The simulated wastes used for the three plants (Typha Latifolia, Enceng Gondok and Kiambang) are concentrations of 200 ppm, 150 ppm, 100 ppm and initial control. The highest analysis result of the highest measurement was obtained on the waste simulation of typha latifolia with 100 ppm of 25,1 gram and followed by water hyacinth 100 ppmequal to 18,8 gram. Resume from the accumulation of the three plants and the three different waste simulations, the typha latifolia plant has the best measurement results. This proves that typha latfolia plants have high absorption for heavy metals, and is a plant used as one of the heavy metal absorbent plants
Pembuatan Bioetanol dari Campuran Kulit Nenas dan Pepaya Secara Fermentasi dengan Variasi Massa Ragi Roti Salian Salian; Vera Viena; Irhamni Irhamni
Jurnal Serambi Engineering Vol 7, No 2 (2022): April 2022
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v7i2.4214

Abstract

Fruit peel waste was one of carbohydrate feedstock for producing bioethanol. The research main purpose was analyzing the impact of yeast mass addition in fermentation process of pineapple and papaya peels mixture (PPPM) for making of bioethanol. The procedure was carried out by adding 10 grams of glucose for each treatment, the yeast Saccharomyces cerevisiae mass varied from 1 to 4 % w/v, and the fermentation time were 24, 48, 72 and 96 hours at temperature 30 0C. The initial sugar containment was tested by Brix refractometer and the bioethanol composition was characterized using Gas Chromatography-Mass Spectrometry. The initial sugar content of the PPPM starter was range from 3 – 5 %. By addition of yeast weight (1 - 4% w/v), the comparison of bioethanol yield were in range 2 to 5% using hydrometer alcohol and in the range of 3,013–3,403% while using GC-MS. In conclusion, the sugar content of PPPM substrate and yeast starter percentage have significant effect on bioethanol earning
Penerapan Sistem Informasi Pendataan Penerima Dana Program Keluarga Harapan pada Gampong Beurawe Kecamatan Kuta Alam berbasis Web GIS Munawir Munawir; Susmanto Susmanto; Taufik Hidayat; Irhamni Irhamni; Zulfan Zulfan; Teuku Iskandar Shah; Nadia Fachriana
Jurnal Serambi Engineering Vol 6, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v6i3.3256

Abstract

Administratively, Gampong Beurawe is one of the villages in Kuta Alam District, Banda Aceh City. The Department of Social Affairs is in charge of collecting data and providing assistance to people in need of social welfare services. Data collection is done manually in the form of archives and files, this causes inefficiencies in space, security, time and costs. The Social Service has difficulties in conveying information on the Family Hope Program (PKH) which includes data on poor households, education data and health data, to the wider community and related parties, causing data information to be unclear. So we need an automatic data collection system to help collect data on the hopeful family program in Gampong Beurawe, Kuta Alam District. In the geographic information system itself, there are two important elements, namely Geographical Data which is used as a reference for attribute data. The design of the map that will be displayed in this application uses map info and google maps. This PKH acceptance mapping information system in Beurawe Village, Kuta Alam District, Banda Aceh City is to assist the Social Service, especially the social assistance and security department in the storage and delivery of information data (PKH) so that it can provide clear information about the program. Data information system in the form of maps, graphs and tables.
Analisis Perawatan Mesin Pendistribusian Air Bersih Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) Pada PDAM Unit Lambaro Dewi Mulyati; Prima Denny Sentia; Irhamni Irhamni; Zulfami A
Jurnal Serambi Engineering Vol 2, No 4 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v2i4.491

Abstract

Mesin distribusi menjadi hal yang penting dalam perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Daroy Banda Aceh. Kebutuhan supply air bersih meningkat dengan bertambahnya penduduk dan peralatan atau mesin distribusi yang terdapat didalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) akan senantiasa mengalami penurunan efisiensi, tingkat kesiapan, keandalan (reliability) dan kualitas bentuk kerja (performance) yang menyebabkan keadaan menjadi buruk, sejalan dengan lamanya pemakaian dan umur mesin. Hal itu akan menyebabkan kerugian bagi perusahaan, oleh karena itu, perusahaan harus berusaha agar mesin dan peralatan berfungsi dengan baik sehingga penyuplaian air bersih berjalan lancar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas mesin KSB dan TORISHIMA serta membandingkan nilai OEE perusahaan dengan standar Overall Equipment Effectiveness World Class. Metodologi yang digunakan yaituOverall Equipment Effectiveness. Adapun hasil penelitian ini dapat disimpulkan yaitu nilai rata-rata OEE yang didapatkan dari mesin KSB dan TORISHIMA mulai dari 90,53% hingga 94,00%. Adapun hasil tersebut jika kita bandingkan dengan JIPM world class, maka untuk nilai Overall Equipment Effectiveness perusahaansudah mencapai standar yang ditetapkan yaitu 85%.
Kajian Akumulator Beberapa Tumbuhan Air Dalam Menyerap Logam Berat Secara Fitoremediasi Irhamni Irhamni; Setiaty Pandia; Edison Purba; Wirsal Hasan
Jurnal Serambi Engineering Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v1i2.498

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tanaman yang potensial yang dapat digunakan sebagai tanaman yang mempunyai kemampuan untuk mendegradasi dan mengakumulasi logam berat (hiperaccumulator). Tumbuhan hiperakumulator adalah tumbuhan yang mempunyai kemampuan untuk mengkonsentrasikan logam di dalam biomassanya dalam kadar yang luar biasa tinggi. Penyerapan dan akumulasi logam berat oleh tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga proses yaitu penyerapan logam oleh akar, translokasi logam dari akar ke bagian tumbuhan lain, dan lokalisasi logam pada bagian sel tertentu untuk menjaga agar tidak menghambat metabolisme tumbuhan tersebut. Pemulihan lahan tercemar oleh logam berat secara biologi dengan menggunakan tanaman (fitoremediasi). Maka peneliti tertarik mengkaji tentang kajian akumulator tumbuhan air dalam menyerap beberapa logam berat dengan menggunakan metode teknik fotoremediasi. Hasil penelitian  tumbuhan air yang dapat dijadikan tumbuhan akumulator dalam memyerap logam berat yaitu tumbuhan Typha latifolia menyerap logam Cr, Hg, tumbuhan Eichornia crassipes menyerap logam Cr, Hg, tumbuhan Salvinia molesta , tumbuhan Hydrilla verticillata menyerap logam Hg, tumbuhan Ipomea aquatic menyerap logam Hg, tumbuhan hias lidah mertua memyerap logam Pb. Rata rata  tumbuhan air dalam menyerap logam berat  banyak terdapat pada  bagian akar. Tanaman air hyperaccumulator ini telah berevolusi melalui struktur dan fisiologinya, yaitu membentuk jaringan lakuna atau aerenkhima didalam akar dan batangnya untuk pertukaran materi dari bagian batang ke akar. Saat ini walaupun teknologi fitoremidiasi belum banyak diterapkan dalam pemulihan pencemaran tanah dan air, kedepan diharapkan  akan menjadi teknologi pembersih lingkungan yang potensial dengan keanekaragaman hayati tanaman di Indonesia yang dapat digunakan sebagai tanaman hiperakumulator, sehingga program pembangunan yang berkelanjutan (sustainable develeopment) dapat tercapai
Pengaruh Perendaman Kulit Buah Cokelat (Theobroma cacao)Terhadap Kualitas Minyak Goreng Bekas Mulia Aria Suzanni; Dina Akmila; Raihanaton Raihanaton; Rizki Andalia; Saudah Saudah; Irhamni Irhamni
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i3.2147

Abstract

The use of waste oil that can cause health problems. The disturbance is caused by the high peroxide number triggered by oxidation and hydrolysis of oil in the presence of free fatty acids and high water content. Reuse of waste oil can be done with several alternatives such as the addition of natural antioxidants or synthesis. This study aimed to determine the effect of soaking wet and dry chocolate fruit on the quality of waste oil. The parameters seen are water content, acid numbers, peroxide numbers and free fatty acid levels. The moisture content was determined by the oven drying method, acid numbers and free fatty acid levels by the alkalimetry titration method, and peroxide number by the iodometry method. The results showed that the waste oil soaked on the exocarp of dried cacao is more optimal in reducing the peroxide number by 38.71%, while soaking with wet exocarp is only 12.14%. Moisture content increased by 0.08% on soaking with the exocarp of dried cacao, whereas wet exsocarp is 1.63%. Acid number increased 17.42% in soaking with the exocarp of dried cacao, whereas wet exocarp is 36%. Free fatty acid levels increased 0.64% in dumping with dried exocarp, while soaking with the exocarp of wet cacao increased by 0.82%.
LIQUIFIKASI, SAKARIFIKASI DAN FERMENTASI LIMBAH KULIT DURIAN SEBAGAI BAHAN BAKU PRODUKSI BIOETANOL MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae Irhamni Irhamni; Diana Diana; Saudah Saudah; Dewi Mulyati; Vera Viena; Mulia Aria Suzanni
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 1, No 1 (2017): Prosiding Seminar Nasional USM
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.912 KB)

Abstract

Limbah kulit durian yang menumpuk akan menjadi sumber pencemar jika tidak diberdayakan dengan benar. Salah satu upaya untuk memberdayakan limbah kulit durian adalah mengolahnya menjadi produk bioetanol. Kulit durian mengandung 5% elemen zat tepung dan lignin yang mengandung 50-60% selulosa. Selulosa merupakan karbohidrat utama yang disintesis oleh tanaman dan hampir 60% penyusun struktur. Karbohidrat adalah bahan dasar dalam pembuatan etanol. Penelitian ini menggunakan limbah kulit durian untuk produksi bioetanol melalui proses fermentasi dengan penambahan Saccharomyces cerevisiae (ragi). Penggunaan enzim alphaamilase dan enzim glukoamilase untuk pemecahan selulosa dalam limbah kulit durian sehingga produksi bioetanol semakin meningkat. Sampel limbah kulit durian ini menunjukkan hasil dimana pH 4.5  dan suhu 35°C merupakan pH dan suhu fermentasi sampel limbah kulit durian yang memiliki persentase maksimum produksi bioetanol. Hal ini membuktikan bahwa konsentrasi etanol dalam air secara bertahap meningkat seiring dengan meningkatnya pH dan mencapai persentase maksimum produksi bioetanol pada pH 4,5 dan menurun pada pH 5. Melalui penelitian ini diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan dari penumpukan limbah kulit durian dan menjadi bahan bakar alternatif baru produksi bioetanol. 
PENYERAPAN LOGAM BERAT OLEH TUMBUHAN FITOREMEDIASI PADA KONSENTRASI BERBEDA ABSORPTION OF HEAVY METALS BY PHYTOREMEDIATION PLANTS AT DIFFERENT CONCENTRATIONS Irhamni Irhamni; Setiaty Pandia; Edison Purba; Wirsal Hasan
Prosiding Seminar Nasional USM Vol 2, No 1 (2019): Semnas Multidisiplin Ilmu
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1830.579 KB)

Abstract

Pembangunan berkelanjutan menjadi tujuan utama dalam pelaksanaan pemerintahan pada berbagai negara di dunia. Konsep yang dianut dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yaitu konsep segitiga pembangunan berkelanjutan: society (masyarakat), ekonomi (profit), dan lingkungan. Penelitian tentang kemampuan tanaman untuk mereduksi dan mengangkut zat polutan terutama logam berat hingga saat ini terus dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi. Jenis tanaman hyperaccumulator masih sangat terbatas, oleh karenanya penelitian yang mengarah kepada pencarian jenis tanaman tersebut masih sangat diperlukan. Penulis ingin melakukan penelitian tentang Hasil Pengukuran Limbah Simulasi  Tumbuhan (Typha Latifolia, Enceng Gondok, Kiambang) dalam menyerap logam berat. Tujuan penelitian untuk mendapatkan  hasil pengukuran tumbuhan fitoremediasi pada limbah simulasi dalam menyerap logam berat. Limbah simulasi yang digunakan untuk ketiga tumbuhan (Typha Latifolia, Enceng Gondok dan Kiambang) adalah dengan konsentrasi 200 ppm, 150 ppm, 100 ppm dan kontrol awal. Hasil analisa yang paling tinggi pengukuran yang paling tinggi didapat pada limbah simulasi tumbuahan typha latifolia dengan 100 ppm sebesar 25,1 gram dan diikuti dengan enceng gondok 100 ppm sebesar 18,8 gram. Dilihat dari akumulasi ketiga tumbuhan dan ketiga perbedaan limbah simulasi maka tumbuhan typha latifolia yang mempunyai hasil pengukuran yang terbaik. Ini membuktikan tumbuhan typha latfolia mempunyai daya serapan untuk logam berat yang tinggi.
Pengolahan Air Sungai Krueng Daroy Banda Aceh Menggunakan Biofilter Sarang Tawon Ali Akbar; Bahagia Bahagia; Irhamni Irhamni; Zulkifli AK
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 3, No 2 (2020): OKTOBER 2020
Publisher : Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v3i2.4659

Abstract

Abstrak -  Sungai Krueng Daroy merupakan perairan yang terletak di kawasan kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh. Hulu sungai Krueng Daroy berada di kawasan pegunungan Mata Ie, air sungai Krueng Daroy digunakan sebagai sumber pembuangan dari penduduk berupa limbah rumah tangga, dan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan biofilter sarang tawon untuk menurunkan kadar parameter pH, TDS, DO, TSS, BOD dan COD. Sampel diambil dari air sungai Krueng Daroy sebanyak tiga titik sampel yaitu: Jembatan Peuniti, Jembatan Geuce dan Jembatan Keutapang. Hasil penelitan menunjukkan bahwa kadar pH terendah pada titik Peuniti dan titik Keutapang yaitu 7. Parameter TDS nilai terendah pada titik Peuniti yaitu 98,0. Parameter DO terendah pada titik Keutapang yaitu 1,7. Parameter TSS terendah pada titik Geuce dan titik Keutapang yaitu 3,4, parameter BOD terendah pada titik Geuce yaitu 1,00 dan parameter COD nilai terendah terletak pada titik Peuniti dan titik Geuce yaitu 11,04. Setelah perlakuan dengan kombinasi biofilter terjadi penurunan parameter kualitas air sungai pada semua parameter kecuali COD yang belum memenuhi Peraturan Pemerintah RI. No. 82 Tahun 2001 kelas 1, untuk itu diperlukan pengolahan menggunakan media biofilter lainya dalam mengolah air sungai, agar semua baku mutu dapat diturunkan.Kata kunci : Air sungai, biofilter media plastik dan kualitas air.                         Abstract –  Krueng Daroy River is a water located in the district of Aceh Besar and Banda Aceh City. The headwaters of the Krueng Daroy river are in the Mata Ie mountain area, the water of the Krueng Daroy river is used as a source of disposal from residents in the form of household waste and garbage. This study aims to determine the ability of a honeycomb biofilter to reduce levels of parameters pH, TDS, DO, TSS, BOD and COD. Samples were taken from the water of the Krueng Daroy river as many as three sample points, namely: Peuniti Bridge, Geuce Bridge and Keutapang Bridge. The results showed that the lowest pH level at the Peuniti point and the Keutapang point was 7. The lowest value TDS parameter at the Peuniti point was 98.0. The lowest DO parameter at the Keutapang point is 1.7. The lowest TSS parameter is at the Geuce point and the Keutapang point is 3.4, the lowest BOD parameter is at the Geuce point is 1.00 and the lowest COD parameter is at the Peuniti point and the Geuce point is 11.04. After treatment with a combination of biofilters, there was a decrease in river water quality parameters in all parameters except COD which did not meet the Indonesian Government Regulations. No. 82 of 2001 class 1, it is necessary to process using other biofilter media in treating river water, so that all quality standards can be lowered.­Keywords: River water, plastic media biofilters and water quality
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alam, Firdha Cahya Alfian Zurfi Ali Akbar Ambia, Dona ANDALIA, RIZKI Andre Ananda Fajri Annas Mufti, Aulia Annisa Rehan Fadhila Arief Rahman Arta Sinaga, Yuni Astried Sunaryani Atika Ruhayyah Aulia Annas Mufti Aulia Annas Mufti Bahagia Bahagia Burhanuddin AG Chalid Mucharrabin Devi Kurnia Sari Dewi Mulyati Dewi Mulyati Dian Neli Pratiwi Diana Diana Diana Diana Diana Diana Diana Diana Dina Akmila Dina Selvia Sinambela Dion Awfa Edison Purba Edison Purba Edison Purba Edison Purba Edison Purba Erdiwansyah Erdiwansyah, Erdiwansyah Erlina Kurnianingtyas Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Fajriharish Nur Awan Gabriella Anggi Renca Husnawati Yahya Husnawati Yahya Irda Yunita Irvina Prameswary Israwati Israwati Jailani Jailani Khalisah Khalisah Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Masyudi Masyudi Mia Erpinda Muhammad Zhafir Estungkara Munawir Munawir Murtaja, Rian Mutiara Fajar Nabila Putriyandri Alifa Nabila Putriyandri Alifa Nadia Dhannov Nadia Fachriana Nur Faizaturrohmah Olyvia Salsabila Pasha Apriyanti Manalu Rifka Noor Azizah Rina Pratiwi Pudja I. A Ruben Thomson Napitupulu Salian Salian Salsabila, Unik Hanifah SAUDAH SAUDAH Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Sela Diyah Maulani Sentia, Prima Denny Setiaty Pandia Setiaty Pandia Setiaty Pandia Setiaty Pandia Sillak Hasiany Sillak Hasiany, Sillak Suci Wulandari Suci Wulandari Susmanto Susmanto Suzanni, Mulia Aria T Muhammad Ashari Taufik Hidayat Teuku Iskandar Shah Teuku Muhammad Ashari Vera Viena Vera Viena Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wirsal Hasan Yeggi Darnas Yuni Lisafitri, Yuni Zulfami A Zulfan Zulfan Zulkifli AK