Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PENINGKATAN KEMAMPUAN MODIFIKASI LINGKUNGAN MIKRO PENYIMPANAN KACANG-KACANGAN PADA MASYARAKAT PENGELOLA INDUSTRI PANGAN MELALUI PENDIDIKAN PRAKTEK Hakim, Lukmanul; Irhamni, Irhamni; Zainuddin, Zainuddin; AG, Burhanuddin
JURNAL SERAMBI ILMU Vol 30, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.286 KB) | DOI: 10.32672/si.v30i2.758

Abstract

UUD nomor 16 tahun 2006 tentang system penyuluhan pertanian berperan mendorong petani lebih berpartisipatif dalam kegiatan sosial. Interaksi sosial yang bersifat partisipatif akan berjalan dengan baik, apabila didukung oleh faktor lingkungan. Ketertarikan serangga pada kacang-kacangan (Fabaceae)dapat disebabkan warna atau kandungan kimia sebagai sumber makanan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubunganperilaku serangga Callosobruchus maculatus (Fab.)dengan cahaya dan jenis kacang pada lingkungan mikro termodifikasi. Penelitiandilakukan di Gampong Cot Mesjid, Kota Banda Aceh dengan menggunakan Racangan Acak Lengkap Faktorial, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama 4 warna cahaya, yaitumerah, kuning, hijau dan putih. Faktor kedua3 jenis kacang, yaitu kacang hijau, kacang kedelai dan kacang merah.Hasil penelitian menunjukkan cahaya merah lebih disukai serangga uji. Pemilihan pada warna cahaya dipengaruhi oleh panjang gelombang dari masing-masing cahaya. Panjang gelombang cahaya merah antara 6,60 ± 0,30 ƛ (nm), cahaya kuning antara 5,40 ± 0,30 ƛ (nm), dan cahaya hijau antara 4.80 ± 0.30 ƛ (nm). Sedangkan cahaya putih merupakan gabungan beberapa cahaya menjadi satu cahaya yang tampak (polychromatic). Penempatan telur (oviposisi)tertinggi pada kacang kedelai.Oviposisi) telur pada permukaan biji dipengaruhi oleh warna, bau, dan kandungan esensial. Warna lampu yang tidak disukai serangga hama gudang adalah warna putih, sehingga warna tersebut dapat direkomendasikan untuk penerangan ruang penyimpanan dan untukmenghindari oviposisi telurCallosobruchus maculatus Fabricius pada permukaan biji kacang.
Karakteristik Briket yang Dibuat dari Kulit Durian dan Perekat Pati Janeng Irhamni Irhamni; Saudah Saudah; Diana Diana; Ernilasari Ernilasari; Mulia Aria Suzanni; Israwati Israwati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 41 No. 1 April 2019
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24817/jkk.v41i1.3934

Abstract

Limbah kulit durian merupakan salah satu bahan baku yang dapat diolah menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah kulit durian. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik pembakaran briket dari kulit durian berdasarkan nilai kalor dan uji nyala. Pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat pati janeng sebanyak 1:2 dari berat briket, ukuran partikel briket adalah 80 mesh, bentuk briket lempeng dan silinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan telah memenuhi standar bahan bakar untuk rumah tangga. Nilai kalor yang dihasilkan oleh briket kulit durian adalah 5040 kal/gram, waktu yang dibutuhkan briket untuk menyala adalah 10 menit, dan lamanya nyala api pada briket adalah 55 menit tanpa menghasilkan asap diawal pembakaran. Briket yang paling baik dihasilkan adalah briket dengan ukuran 80 mesh berbentuk lempeng bulat dan nilai kalor 5040 kal/gram. Dapat disimpulkan bahwa briket yang dihasilkan dari limbah kulit durian dengan menggunakan pati janeng dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
PRINSIP-PRINSIP DAN PENDEKATAN DALAM PENILAIAN HASIL BELAJAR Irhamni Irhamni
Intelektualita Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap lembaga pendidikan sangat mengharapkan tercapainya proses pembelajaran yang baik. Proses pembelajaran yang baik akan berimplikasi pada hasil belajar yang baik. Untuk hasil belajar yang baik, sangat dibutuhkan penilaian yang baik pula. Penilaian merupakan bagian dari evaluasi yang dilakukan oleh seorang pendidik kepada peserta didik dengan memperhatikan berbagai aspek dan prinsip-prinsip penilaian. Adapun prinsip-prinsip umum penilaian diantaranya: kontinuitas, komprehensif, objektivitas dan kooperatif.
Karakteristik Briket yang Dibuat dari Kulit Durian dan Perekat Pati Janeng Irhamni Irhamni; Saudah Saudah; Diana Diana; Ernilasari Ernilasari; Mulia Aria Suzanni; Israwati Israwati
Jurnal Kimia dan Kemasan Vol. 41 No. 1 April 2019
Publisher : Balai Besar Kimia dan Kemasan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.327 KB) | DOI: 10.24817/jkk.v41i1.3934

Abstract

Limbah kulit durian merupakan salah satu bahan baku yang dapat diolah menjadi energi alternatif pengganti bahan bakar. Beberapa jenis limbah biomassa memiliki potensi yang cukup besar seperti limbah kayu, sekam padi, jerami, ampas tebu, cangkang sawit, dan sampah kota. Potensi lain yang belum tergarap adalah limbah kulit durian. Limbah-limbah tersebut apabila tidak dimanfaatkan akan menimbulkan bau yang tidak sedap dan dapat merusak ekosistem lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat karakteristik pembakaran briket dari kulit durian berdasarkan nilai kalor dan uji nyala. Pembuatan briket ini menggunakan bahan perekat pati janeng sebanyak 1:2 dari berat briket, ukuran partikel briket adalah 80 mesh, bentuk briket lempeng dan silinder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa briket yang dihasilkan telah memenuhi standar bahan bakar untuk rumah tangga. Nilai kalor yang dihasilkan oleh briket kulit durian adalah 5040 kal/gram, waktu yang dibutuhkan briket untuk menyala adalah 10 menit, dan lamanya nyala api pada briket adalah 55 menit tanpa menghasilkan asap diawal pembakaran. Briket yang paling baik dihasilkan adalah briket dengan ukuran 80 mesh berbentuk lempeng bulat dan nilai kalor 5040 kal/gram. Dapat disimpulkan bahwa briket yang dihasilkan dari limbah kulit durian dengan menggunakan pati janeng dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Perubahan perilaku Callosobruchus maculatus Fabricius terhadap warna cahaya pada kacang-kacangan di penyimpanan Lukmanul Hakim; Irhamni Irhamni
Jurnal Agro Vol 6, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/3735

Abstract

Callosobruchus maculatus (Fab.) adalah salah satu species serangga dari ordo Coleoptera, family Brucidae yang merupakan hama kacang-kacangan di gudang penyimpanan. Kerusakan kacang selama penyimpanan diawali dengan perilaku oviposisi telur serangga betina dewasa pada kotiledon biji kacang. Serangga C. maculatus (Fab.) tidak menyukai tempat dengan cahaya terang. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati perubahan perilaku oviposisi dan kopulasi serangga dewasa pada kacang-kacangan dengan penerangan empat warna cahaya pada ruang penyimpanan. Pengamatan dan analisis data menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial. Faktor petama menggunakan cahaya lampu merah, kuning, hijau dan putih, sedangkan faktor kedua terdiri dari tiga jenis kacang (Fabaceae) yaitu kacang hijau, kacang kedelai dan kacang merah. Hasil penelitian menunjukkan perilaku oviposisi telur terjadi pada cahaya lampu kuning, sedangkan perilaku kopulasi terjadi  pada cahaya lampu merah. Cahaya lampu merah dan kuning dapat memengaruhi perilaku oviposisi dan kopulasi Callosobruchus maculatus (Fab.).ABSTRACTCallosobruchus maculatus (Fab.) is one of the insect species of the order Coleoptera, family Brucidae which is a pest for stored beans. Damage to beans during the storage starts with the behavior of the egg oviposition of adult female insects on bean seed cotyledons. C. maculatus (Fab.) do not like to be in a bright place. This study aimed to observe changes in the behavior of oviposition and copulation of adult insects in beans with four-colour lighting in the storage. The observation and analysis of data used factorial completely randomized design. The first factor were light colors; red, yellow, green, and white light while the second factor consists of three types of beans (Fabaceae); green beans, soybeans and red beans. The results showed that copulation behavior occurred in red light. While the oviposition behavior of eggs occured in yellow light. The red and yellow lights can affect the behavior of oviposistion and copulation of C.maculatus (Fab.). 
Biodiversitas Tumbuhan Obat oleh Masyarakat Gampong Pulo Seunong Kecamatan Tangse Kabupaten Pidie Vera Viena; Irda Yunita; Irhamni Irhamni; Saudah Saudah; Ernilasari Ernilasari
Elkawnie: Journal of Islamic Science and Technology Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/ekw.v4i1.3027

Abstract

Biodiversity of medicinal plants has been utilized traditionally by the people of Pidie District. This is supported by the level of public awareness will return to nature (back to nature) so as to increase knowledge about medicinal plants. This study aims to identify species of medicinal plants as drugs and parts that are used as medicine. The method used is Direct Observation and Participatory Rural Appraisal through interview with the healer (physician) and the community of drug users. The results showed there were 79 species of medicinal plants from 40 families used as traditional medicine by the community Gampong Pulo Seunong Tangse District Pidie.
AKLIMATISASI MIKROALGA HIJAU DALAM LIMBAH PETERNAKAN UNTUK MENINGKATKAN PENYISIHAN NUTRIEN DAN PRODUKSI LIPIDA Irmahni Irhamni
Purifikasi Vol 13 No 2 (2012): Jurnal Purifikasi
Publisher : Department of Environmental Engineering-Faculty of Civil, Environmental and Geo Engineering. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25983806.v13.i2.387

Abstract

Mikroalga memiliki kemampuan untuk menyerap berbagai bentuk nitrogen, dan posfor. Penelitian mengenai aklimatisasi mikroalga hijau dalam fotobioreaktor volume 2 liter untuk menyisihkan nutrien dalam limbah cair peternakan dengan konsentrasi limbah yang berbeda, yaitu 25, 50 dan 100%, dan siklus pencahayaan 24 jam dan 12 jam (on/off) telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan mikroalga hijau terbaik diperoleh dari mikroalga teraklimatisasi dengan kandungan biomassa tertinggi sebesar 1,65 gr/L berat kering, dikuti dengan 1,4 dan 1,35 gram/liter berat kering pada kultur limbah cair peternakan 25, 50 dan 100%. Pertumbuhan alga hijau tanpa aklimatisasi sangat lambat dengan masa kultivasi yang sama yaitu 16 hari, kandungan biomassa hanya berkisar antara 0,65–1,1 gram/liter berat kering. Proses metabolisme mikroalga hijau teraklimatisasi terbukti mampu menyisihkan nutrien amonium, nitrat dan pospat dalam limbah cair peternakan 60-98%, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan mikroalga hijau lokal untuk penyisihan limbah peternakan dapat dilakukan sebagai salah satu metode alternatif penanggulangan limbah cair, sedangkan biomassa alga dapat dimanfaatkan untuk produksi lipid minyak alga.
Bioetanol Limbah Kulit Durian Dengan Metode Sakarifikasi dan Liquifikasi Irhamni Irhamni
Jurnal Serambi Engineering Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v2i1.332

Abstract

Limbah kulit durian dapat dianggap sebagai bahan baku utama untuk fermentasi lanjut dalam pembuatan bioetanol, yang memiliki aplikasi lebih luas sebagai bahan bakar terbarukan, baik dalam industri dan masyarakat pedesaandi negara-negaraberkembang. Penelitian ini bertujuan mempelajari proses produksi bioetanol yang dihasilkan dari limbah kulit durian dan dengan melihat proses sakarifikasi yang tepat pada limbah kulit durian menjadi pilihan bahan baku yang tepat untuk fermentasi lanjut sebagai penghasil bioetanol yang baik. Penelitian dilakukanfermentasi limbah kulit durian selama 48 jam. Enzim α-amilase dan glukoamilase digunakan pada proses sakarifikasi dan liquifikasi untuk menghasilkan bioetanol. Hasil penelitian menunjukkan pH 4.5 merupakan pH fermentasi sampel limbah kulit durian yang memiliki persentase maksimum produksi bioetanol. pH 4,5 menunjukkan kadar etanol tertinggi dalam air yaitu sebesar 16,69%. Kemurnian bioetanol dianalisis menggunakan GC-MS.Puncak kromatogram tertinggi berada pada area 96,99% dimenit ke 2,163 terdeteksi pada puncak pertama adalah bioetanol. Diikuti puncak kedua asam asetat 3,01% menit ke 13,279. Diatas kemurnian bioetanol yang dapat digunakan untuk bahan bakar yaitu 95%. Dari hasil penelitian bahwa bioetanol dari limbah kulit durian sangat baik digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang bersumber dari tumbuhan, disamping bersifat terbarukan juga ramah lingkungan untuk kendaraan bermotor.
Perbandingan Karakteristik Mutu Biobriket Kulit Durian Dan Jenis Briket Arang Berdasarkan Persentase Volatile Matter Irhamni Irhamni; Saudah Saudah; Diana Diana; Ernilasari Ernilasari; Mulia Aria Suzanni; Lukmanul Hakim
Jurnal Serambi Engineering Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v3i2.719

Abstract

Bioarang is charcoal (one type of fuel) made from various kinds of biological materials, for example wood, twigs, leaves, grass that can be carbonized. biobriquette is an alternative energy  substitute for fuel produced from organic materials or agricultural waste (biomass) that is underutilized, especially durian shell waste. This study aims to look at the comparison of the quality characteristics of the durian shell biobriquette with the type of charcoal based on the percentage of volatile matter.  The making of this biobriquette uses 1: 2 pati janeng from the biobriquette weight, the biobriquette particle size is 80 mesh, the cylindrical biobriquette form. The results showed that the biobriquette produced had met the fuel quality standards for households. Level biobriquette of durian shell volatile matter is obtained 6%, and for the type of volatile matter charcoal is 5%. Based on the quality standard for volatile matter is a maximum of 15%. Volatile matter test for biobriquette durian shell obtained can be used as an environmentally friendly fuel.
Pengaruh Konsentrasi Leachate Terhadap Pertumbuhan Tanaman Uji Irhamni Irhamni; Setiaty Pandia; Edison Purba; Wirsal Hasan
Jurnal Serambi Engineering Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v5i1.1652

Abstract

Poor landfill management and not in accordance with the rules raises serious problems of liquid waste (leachate). One alternative treatment of heavy metal contaminated waste is phytoremediation techniques with aquatic plants. The purpose of this study was to determine the effect of growth on Typha Latifolia test plants using leachate concentrations. The study used the concentration method for diluting V1.N1 = V2.N2 and Regression. The leachate concentrations used were 20%, 40%, 60%, 80% and 100% and control. Observation data focused on the number of tillers, root length, leaf length and number of leaf petals. The results obtained from the observation data the higher the leachate concentration, the lower the number of tillers, root length, number of leaves and number of leaf petals in Typha latifolia test plants. This proves that Typha latifolia plants are hyperaccumulator plants that can grow on leachate.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Alam, Firdha Cahya Alfian Zurfi Ali Akbar Ambia, Dona ANDALIA, RIZKI Andre Ananda Fajri Annas Mufti, Aulia Annisa Rehan Fadhila Arief Rahman Arta Sinaga, Yuni Astried Sunaryani Atika Ruhayyah Aulia Annas Mufti Aulia Annas Mufti Bahagia Bahagia Burhanuddin AG Chalid Mucharrabin Devi Kurnia Sari Dewi Mulyati Dewi Mulyati Dian Neli Pratiwi Diana Diana Diana Diana Diana Diana Diana Diana Dina Akmila Dina Selvia Sinambela Dion Awfa Edison Purba Edison Purba Edison Purba Edison Purba Edison Purba Erdiwansyah Erdiwansyah, Erdiwansyah Erlina Kurnianingtyas Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Ernilasari Fajriharish Nur Awan Gabriella Anggi Renca Husnawati Yahya Husnawati Yahya Irda Yunita Irvina Prameswary Israwati Israwati Jailani Jailani Khalisah Khalisah Lukmanul Hakim Lukmanul Hakim Masyudi Masyudi Mia Erpinda Muhammad Zhafir Estungkara Munawir Munawir Murtaja, Rian Mutiara Fajar Nabila Putriyandri Alifa Nabila Putriyandri Alifa Nadia Dhannov Nadia Fachriana Nur Faizaturrohmah Olyvia Salsabila Pasha Apriyanti Manalu Rifka Noor Azizah Rina Pratiwi Pudja I. A Ruben Thomson Napitupulu Salian Salian Salsabila, Unik Hanifah Saudah Saudah SAUDAH SAUDAH Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Saudah Sela Diyah Maulani Sentia, Prima Denny Setiaty Pandia Setiaty Pandia Setiaty Pandia Setiaty Pandia Sillak Hasiany Sillak Hasiany, Sillak Suci Wulandari Suci Wulandari Susmanto Susmanto Suzanni, Mulia Aria T Muhammad Ashari Taufik Hidayat Teuku Iskandar Shah Teuku Muhammad Ashari Vera Viena Vera Viena Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wirsal Hasan Wirsal Hasan Yeggi Darnas Yuni Lisafitri, Yuni Zulfami A Zulfan Zulfan Zulkifli AK