Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : KURVATEK

ANALISIS PENGURANGAN RESIKOBANJIR LAHAR DINGIN DI KECAMATAN DANUREJAN Sely Novita Sari
KURVATEK Vol 2 No 1 (2017): April 2017
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v2i1.547

Abstract

Letusan gunung pada tahun 2010 membawa dampak yang sangat luar biasa terhadap tatanan social ekonomi maupun kehidupan seputar puncak gunung merapi.Hal tersebutmengakibatkan ancaman bencana banjir lahar pada daerah pemukiman di sepanjang bantaran yang berhulu di daerah Gunung Merapi.Sungai Code merupakan salah satu sungai yang terkena dampak aliran lahar GunungMerapi pasca erupsi 2010 lalu. Endapan dari material pasir dan batuan yang dibawa air daripuncak Gunung Merapi membuat Sungai Code mengalami pendangkalan dan mengurangikapasitas tampungan sehingga rawan akan terjadinya aliran lahar. Kecamatan Danurejan yang berada berada di wilayah Kota Jogjakarta merupakan daerah yang padat penduduk, dengan kepadatan 27.856 jiwa/km2. Letak KecamatanDanurejan berada di bantaran sungai Code, yang merupakan sungai berhulu di GunungMerapi, sehingga termasuk daerah yang terancam oleh banjir lahar dingin.Dari beberapa kejadian di tahun yang sudah lalu, banjir lahar dingin terbuktimenimbulkan kerusakan dan kerugian yang tidak sedikit, yang meliputi aspek fisik, ekonomi,social, dan budaya.Sehingga perlu dilakukan Risk Assessment di Kecamatan Danurejanuntuk mengetahui tingkat risiko yang ditimbulkan oleh bencana banjir lahar dingin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tindakan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko banjirlahar dingin di kecamatan Danurejan. (Risk Response) dan menentukan tindakan yang paling tepat untuk mengurangi risiko akibat banjir lahar dingin di kecamatan Danurejan. (Risk Monitoring).Penelitian ini membutuhkan dua macam data, yaitu data hazard banjir kali code dikecamatan Danurejan dan data wilayah kecamatan Danurejan. Data hazard meliputi catatansejarah kejadian banjir lahar dingin di kecamatan Danurejan pada masa yang lalu dan dataancaman banjir lahar dingin merapi di kali Code. Sedangkan data wilayah kecamatanDanurejan meliputi data kependudukan, data kondisi fisik, ekonomi, social dan budaya, sertadata kemajuan wilayah.Dari nilai hazard, vulnerability, dan capacity akan menjadi dasar dalamperhitungan Risk Assesment, sehingga diperoleh nilai risiko untuk banjir lahardingin di Kecamatan Danurejan adalah 0,4506 dan termasuk risiko tinggi.Risk Respon dilakukan setelah analisa terhadap risk assessment dilakukan dandiketahui memiliki risiko tinggi terhadap banjir lahar dingin, sehingga dilakukanmitigasi untuk menurunkan risiko tersebut. Hasil keseluruhan biaya yang harusdikeluarkan saat mitigasi adalah 2,8 M.
IDENTIFIKASI KERENTANAN GERAKAN TANAH BERDASARKAN DATA GEOLOGI DAERAH KALIREJO, KECAMATAN KOKAP, KABUPATEN KULONPROGO, YOGYAKARTA Rizqi Prastowo; Obrin Trianda; Sely Novitasari
KURVATEK Vol 3 No 2 (2018): November 2018
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v3i2.782

Abstract

 Desa Kalirejo, Kecamatan Kokap merupakan salah satu daerah rawan gerakan tanah di Kabupaten Kulon Progo. Kondisi lereng yang begitu curam menjadi salah satu penyebab utama di daerah tersebut. Ditambah dengan pemanfaatan lahan yang kurang sesuai, yaitu dengan dibangunnya pemukiman pada lereng-lereng tebing yang curam menambah risiko terjadinya longsor yang dapat menimbulkan korban harta maupun jiwa. Apalagi Kabupaten Kulonprogo merupakan kabupaten yang sedang berkembang salah satunya di bidang pariwisata. Ketersediaan informasi yang lengkap dan akurat mengenai zona kerentanan gerakan tanah beserta kebijakan yang bisa dijadikan dasar dalam setiap aktivitas pengembangan merupakan hal yang sangat diperlukan demi mencegah dan meminimalkan korban jiwa dan dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh karena itu untuk dapat mengantisipasi hal-hal tersebut perlu dilakukan pengkajian yang lebih mendalam mengenai potensi bencana gerakan tanah dengan harapan tidak memperparah kondisi pembangunan yang dilakukan di daerah tersebut. Berdasarkan dari hasil pengolahan data didapatkan output berupa peta zona kerentanan gerakan tanah daerah penelitian yang menunjukkan 3 zona kerentanan gerakan tanah, yaitu zona kerentanan gerakan tanah rendah, sedang, tinggi.
PENINGKATAN KAPASITAS PENAMPANG BALOK BETON BERTULANGAN BAMBU WULUNG TANPA PILINAN Sari, Sely Novita
KURVATEK Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v1i2.238

Abstract

Mengatasi masalah mahal dan terbatasnya sumber daya baja tulangan, sebagai alternatif dicoba pemakaian tulangan bambu yang murah dan berkekuatan tinggi, namun realisasinya tidaklah mudah karena bambu memiliki kelemahan pada sifat higroskopis (kembang susut) yang tinggi, sifat ini berdampak pada daya lekat bambu yang menurun. Namun masalah higroskopis ini dapat diatasi dengan pemberian vernis, sehingga kembang susutnya akan berkurang bahkan dapat hilang. Penelitian ini menggunakan bambu wulung tanpa pilinan sebagai tulangan balok beton. Pengujian dilakukan dengan metode pembebanan dua titik, retak yang diharapkan pada pengujian ini adalah retak lentur. Tulangan dibuat dari 2 bilah bambu yang sama dengan bagian daging bambu saling berhimpit dan bagian kulit di sisi luar, kemudian diikat menggunakan kawat bendrat untuk mencegah tulangan bergeser atau rusak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi tulangan bambu rata-rata antara momen retak awal (eksperimen) dengan momen perhitungan (teoritis) sebesar 17.04 %. Disimpulkan bahwa bambu memiliki peluang untuk digunakan sebagai tulangan, khususnya untuk struktur beton sederhana. Kata kunci: Bambu, beton bertulang, kuat lentur, balok, struktur
IDENTIFIKASI INDIKATOR DESAIN HUNIAN SEMENTARA DARI PERSPEKTIF KORBAN BENCANA Sari, Sely Novita; Winarno, Setya; Nugraheni, Fitri
KURVATEK Vol 9 No 2 (2024): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v9i2.5072

Abstract

Indonesia sering mengalami bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung berapi, banjir, dan tanah longsor, yang mengakibatkan kerugian signifikan. Pada setiap kejadian bencana, banyak rumah tinggal yang hancur sehingga kebutuhan hunian sementara yang cepat bangun pada saat kondisi tanggap darurat sangat diperlukan. Desain hunian sementara yang sering dipakai saat ini sering tidak mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan khusus dari korban bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor- faktor desain hunian sementara dari perspektif korban bencana. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang diberikan kepada responden berjumlah 6 orang dari BPBD Kabupaten Bantul, 11 orang Masyarakat terdampak relokasi bencana longsor, 7 orang yang terkena relokasi bencana gempa Bantul dan 8 orang masyarakat yang telah memiliki pengalaman tinggal di hunian sementara. Dalam penelitian ini, Algoritma Artificial Neural Network (ANN) digunakan sebagai alat untuk menganalisis data responden. hasil pemodelan metode ANN, dapat disimpulkan bahwa terdapat identifikasi faktor-faktor desain hunian sementara berdasarkan perspektif korban bencana terbesar pada indikator Kemudahan Interaksi Sosial yang memiliki presentasi sebesar 33,33%, dilanjutkan dengan indikator Kekuatan Bangunan sebesar 23,33%, 2 faktor selanjutnya adalah Kenyamanan Penghuni dan Kemudahan Pembangunan dengan nilai 20% dan faktor terendah adalah Kecepatan Pembangunan yang memiliki presentasi sebesar 3,33%.
EXPERIMENTAL STUDY OF IOT SENSOR PERFORMANCE FOR BUILDING MOVEMENT MONITORING Sari, Sely Novita; Pratama, Bagus Gilang; Prasojo, Joko
KURVATEK Vol 10 No 2 (2025): Energy Management and Sustainable Environment
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33579/krvtk.v10i2.6397

Abstract

Real-time monitoring of building movement is essential to mitigate structural damage risks, particularly in earthquake-prone regions. The application of Internet of Things (IoT) technology enables continuous and efficient measurement of structural deformation and inclination through the integration of smart sensors and cloud-based systems. The primary objective of this study is to evaluate the performance of a MEMS-based IoT sensor system in detecting displacement and angular changes in building structures. An experimental laboratory test was conducted by comparing the readings of accelerometer, gyroscope, and inclinometer sensors with standard measuring instruments. Results indicate an average measurement error of 1.58%, a response time of 2.34 seconds, and data transmission reliability of 97.8%, demonstrating high accuracy and stability. The integration of sensors, an ESP32 microcontroller, and a cloud computing platform shows strong potential for implementation as an effective IoT-based Structural Health Monitoring (SHM) system, supporting the development of resilient and sustainable smart infrastructure
Co-Authors Adam Sulton Afredo Tubur, Hasi Albani Musyafa, Albani Alfinur Insaniyati Umi Sa'adah Alwarizi, Fahrol Amir Machmud Amir Machmud, Amir Andary, Fauziah Andrea Sumarah Asih Andri Daeng Salimung Anggi Hermawan Ardian, Oggi Heical Ariza Tiara Ramadhanti Astuti Umasugi Avon Budiono Bagus Gilang Pratama Bagus Gilang Pratama, Bagus Gilang Bere, Gracensia Bismoko Rahadrian Suseno Cengiz, Korhan Chandra Wahyu Herbyanto Clara Anggreini Ines Benge Dandi Pramono Payungan Dandi Pranomo Darlahanus, David Dian Nurcahyani Dika, Resa Priya Do’o, Ricko Rivaldo Ruben Fahrul Nurfajri Mokoagow Fandanu Firdyan Syah Faturrahman Jahrun Trumpi Filipus Alfriyadi Junaidi Filipus Alfriyadi Junaidi Fitri Nugraheni Fitri Nugraheni Grito, Mortalesel Hadi Riswanto, Teguh Hafid, Anggun Abdul Ibnu Rianto Ilham Mopio Ilham Mopio Ilham Nawawi Ircham Iwan Tri Riyadi Yanto Iwan Tri Riyadi Yanto, Iwan Tri Riyadi Jesika Dekrita Uan Joko Prasojo Joko Prasojo Kartika, Erawati Khairul Mahbubi Khalid S Ridwan Kota, Reynaldus Sean Kristin Yunita Mokoagow, Fahrul Nurfajri Muhammad Hanif Jufri Muhammad Rizky Fajar Mustafa Mat Deris Musyafa', Albani Mutiara Pasande Surugallang Nanda Ramadhani nico siliansyah Norhalina Senan Oggi Heical Ardian Oggi Heicqal Ardian Oni Yuliani Oni Yuliani Ozyurt, Basak Putri Jea, Maria Carvallo Rahmad Junaidi, Rahmad Rahmatullah Gafar kahar Ramadhani, Fauziah ratih dwi indrajad ratih Ratna Kartikasari Rd. Rohmat Saedudin Regita Gusttriana Ricko Rivaldo Ruben Do’o Ridayati Ridayati Riswan Rizal Maulana Rizal Maulana Rizal Maulana, Rizal Rizky Tri Astuti Rizqi Prastowo Sa’adah, Alfinur Insaniyati Umi Sabila, Yusrina Nur Amalia Sabrina Putri Puspitasari Sarwidi Sarwidi Sarwidi, Sarwidi Setya Winarno sianturi, faldi daud suiyoso Silfia Dwi Putri Sogar, Aris Umbu Soru Sulton, Adam Syach Reza Fachlevi Syamsul Arifin Tedy Kurniawan Topac, Tuna triwuryanto Triwuryanto Triwuryanto Triwuryanto Veronica Diana Anis Anggorowati wahyu anisa dwi bekti Yobel, Felix Yulius Wijanarko Zulkahhar Ariga