Articles
FOCUS GROUP DISCUSSION: PEMETAAN SUBSTANSI PERMASALAHAN YANG DIHADAPI UMKM DI KAMPUNG TUDUNG
Insiatiningsih, Insiatiningsih;
Sutrischastini, Ary;
Widyayanti, Evi Rosalina;
Wikaningtyas, Suci Utami;
Ambarwati, Lilik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Widya Wiwaha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32477/jpm.v3i2.1228
Focus Group Discussion (FGD) merupakan salah satu metode untuk mengumpulkan data atau pengumpulan data yang melibatkan diskusi kelompok kecil dengan peserta yang memiliki karakteristik atau pengalaman tertentu. Fokus grup diskusi ini ditujukan untuk mendapatkan sejumlah informasi yang berkaitan dengan potensi-potensi serta permasalahan-permasalahan yang terjadi yang ada di desa Grujugan Kebumen. FGD dilakukan dengan mengadakan diskusi antara pihak-pihak untuk dapat mengidentifikasi kekuatan, potensi, peluang dan kelemahan-kelemahan yang ada di Kampung Tudung dan hasilnya dipergunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah-langkah strategis demi kemajuan Kampung Tudung. Desa Grujugan di Petanahan Kebumen merupakan desa yang kaya akan potensi pariwisata alam yang indah dan produk lokal berupa anyaman bambu yang dihasilkan berupa Tudung, dan selanjutnya disebut dengan nama Kampung Tudung. FGD dilakukan antara LP2M, WWTC (Widya Wiwaha Training Center) STIE Widya Wiwaha dengan kelompok masyarakat yang ada di desa Grujugan yang terdiri dari Tim Perangkat Desa, Tim Kelompok Darwis, Tim Pemuda Karang Taruna, Tim Desa Online, dan Ketua Pemasar Produk Tudung. Kegiatan ini merupakan program Kerjasama Pengabdian kepada Masyarakat antara LP2M, WWTC dengan Desa Grujugan Petanahan Kebumen. Hasil dari FGD ini diperoleh informasi-informasi antara lain permasalahan-permasalahan yang terjadi diantaranya: Bidang Ekonomi, khususnya potensi pengembangan UMKM yang masih terbuka luas dan menjadi prioritas utama, Pokdarwis, Produksi dan Pemasaran digital yang belum maksimal dan memadai. Dari permasalahan yang terjadi selanjutnya dipetakan untuk mendapatkan saran dan solusi sebagai dasar untuk membuat program PkM diwaktu yang akan datang.
Analisis Manajemen Talenta Dalam Rangka Pengembangan Karier Pegawai pada Penelaah Keberatan di Kantor Wilayah DJP Jawa Barat II
Gunawan, Gunawan;
Syaflan, Meidi;
Ambarwati, Lilik
Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Edisi Bulan Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32528/jmbi.v9i2.887
Penerapan manajemen talenta di Direktorat Jenderal Pajak memberikan kesempatan bagi pegawai yang memenuhi kualifikasi, kompetensi dan persyaratan kinerja untuk dapat naik jabatan lebih tinggi. Pegawai berpeluang memperoleh jabatan yang lebih tinggi hendaknya menjadi sebuah kebanggaan dan merupakan penghargaan yang diberikan oleh organisasi atas kinerjanya. Namun terdapat pula pegawai yang masuk sebagai calon kriteria talenta lebih memilih mengundurkan diri atau tidak memanfaatkan peluang tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kendala atau permasalahan dalam penerapan manajemen talenta sehingga belum dapat secara optimal menarik minat penelaah keberatan untuk mengembangkan karirnya. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap informan. Informan yang ditunjuk dalam penelitian ini adalah orang-orang yang dapat memberikan informasi lengkap tentang pengembangan karir melalui manajemen talenta, yaitu penelaah keberatan yang memenuhi syarat untuk mempromosikan jabatan eselon IV, Kepala Bidang KBP dan Kepala Subbag kepegawaian, semuanya berjumlah 10 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat pegawai yang saat ini sebagai Penelaah Keberatan terhadap pengembangan karir melalui proses manajemen talenta cukup rendah. Faktor utama yang disebabkan oleh waktu pelaksanaan yang cukup lama, standar penilaian kelulusan pada setiap tahapan kurang transparan, dan lain-lain. Meskipun upaya yang dilakukan organisasi dalam pengembangan karir sudah maksimal, namun jika minat karyawan rendah maka keinginan karyawan untuk memanfaatkan peluang pengembangan karir masih rendah, sehingga pengembangan karir karyawan masih belum optimal.
IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PEMERINTAHAN DAERAH REPUBLIK INDONESIA (SIPD RI) PADA BADAN PENGELOLA KEUANGAN DAN ASET DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Putri, Dea Erninda;
Ambarwati, Lilik
Jurnal Manajemen Vol. 15 No. 1 (2025): JURNAL MANAJEMEN VOL. 15 NO. 1 JUNI 2025
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/jm.v15i1.4503
The purpose of this study was to determine the extent of the effectiveness of the implementation of SIPD RI and the obstacles faced during the implementation process. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through interviews, documentation studies, and observations. The results of the study indicate that although SIPD RI has great potential in supporting bureaucratic efficiency and data integration, its implementation still requires adjustments in various aspects, such as human resource readiness, system stability, and availability of supporting infrastructure. The conclusion of this study emphasizes the importance of increasing user capacity, periodic system updates, and continuous evaluation so that SIPD RI can function more optimally
PENGARUH CAR, LDR, BOPO TERHADAP PROFITABILITAS BANK
Rachmawati, Riana;
Ambarwati, Lilik
Jurnal Ilmiah Manajemen, Ekonomi, & Akuntansi (MEA) Vol 8 No 2 (2024): Edisi Mei - Agustus 2024
Publisher : LPPM STIE Muhammadiah Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31955/mea.v8i2.4026
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh CAR, LDR, dan BOPO terhadap Profitabilitas bank baik secara parsial maupun secara simultan pada perusahaan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2019 sampai 2022. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis Regresi Linear Berganda. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diambil dari BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara CAR terhadap Profitabilitas, LDR terhadap Profitabilitas, dan BOPO terhadap profitabilitas.
ANALISIS SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENGGAJIAN DALAM MENUNJANG EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERN PADA CV. KOPI RANDU
Vitaloka, Risvy Irma Dyah;
Ambarwati, Lilik;
Syaflan, Meidi
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32477/jrabi.v4i1.957
This research was conducted with the aim of knowing how the payroll information system and further analyzing the payroll accounting system procedures that are applied can support internal control at CV. Randu Coffee. The methods used in this research are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used is a qualitative descriptive analysis technique which is a technique by describing the payroll information system that exists within the company such as related functions, documents, accounting records used, a network of procedures that form a payroll information system, and elements of internal control. payroll information system. After all data has been collected and also analyzed, an evaluation is then carried out whether the payroll information system applied to the company can increase the effectiveness of internal control or not. The results of the research turned out to show that the implementation of payroll systems and procedures on CV. Randu's copy to fulfill the elements and objectives of the internal control of the payroll information system is still not effective. This can be seen from the presence of dual tasks in the HRD section, thus allowing for acts of fraud and also frequent human errors in the preparation of payroll reports which double as timekeepers, makers of payroll registers, and also carry out payment of salaries to each employee, as well as there is no special section that should oversee the attendance process when employees input attendance using the finger print tool.
MEMBANGUN DESA ONLINE MELALUI PELATIHAN KONTEN DIGITAL DI DESA GRUJUKAN, PETANAHAN, KEBUMEN
Insiatiningsih, Insiatiningsih;
Ambarwati, Lilik;
Priyastiwi, Priyastiwi;
Saputra, Dewan;
Setyawati, Naini
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 12 (2024): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Desember 2024
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62335/3bqyr689
Desa Grujukan, merupakan desa yang kaya akan potensi pariwisata alam yang indah dan produk lokal berupa anyaman bambu yang dihasilkan, dan dikenal dengan nama Kampung Tudung Grujukan. Permasalahannya adalah potensi-potensi desa belum tergarap secara maksimal untuk dapat disebarluaskan dengan menyajikan informasi-informasi berupa konten digital yang bisa di produksi oleh tim desa online, kemudian disajikan di platform media sosial dan website Desa Grujukan. Dengan membangun desa online berupa produksi konten-konten digital secara teratur, diharapkan Desa Grujukan dapat menjangkau target pasar, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat setempat. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas lokal, dan pemangku kepentingan terkait diperlukan untuk mendukung transformasi digital desa. Pengabdian masyarakat ini memberikan jawaban atau solusi permasalahan desa melalui pelatihan konten digital. Melalui pelatihan konten digital ini, semua peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat memanfaatkan media online menuju digitalisasi desa dalam rangka mempromosikan potensi desa secara efektif, juga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Desa Grujukan.
Pendampingan “Maggot BSF” Pengolahan Sampah dan Sarana Wisata Edukasi Karang Taruna Desa Bawuran Pleret Bantul
Yulianto, Prafidhya Dwi;
Novitasari, Dwi;
Prasetyo, Agung Slamet;
Ambarwati, Lilik
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): February 2024
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.61231/jp2m.v2i1.165
Cultivating BSF maggots can be used to decompose organic waste. This community service activity aims to: (1) find out the amount and sorting of organic waste produced by Bawuran village residents; (2) Bawuran village residents have a special place for organic waste and organic waste sorting; (3) Bawuran village Youth Organization is able to cultivate BSF maggots; (4) Bawuran village Youth Organization is able to utilize the results of BSF Maggot cultivation; (5) The government/residents of Bawuran village have a waste education tourist attraction. The method of implementing community service activities is by means of training and mentoring. As a result of this community service activity, the residents of Bawuran village have a waste sorting place, Karang Taruna is able to cultivate BSF maggots and there is a waste education tour in Puncak Sosok. This community service activity provides waste processing solutions, community empowerment and adds economic value to community income by utilizing waste cultivation products and educational tourism.
BIAYA LINGKUNGAN DAN DAMPAKNYA DALAM PENENTUAN HARGA JUAL: Studi Kasus di Galaxy Waterpark Yogyakarta
Ambarwati, Lilik;
Lovnia Erawati, Gusmila
Jurnal Riset Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha Program Magister Manajemen Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Riset Manajemen
Publisher : Program Magister Manajemen STIE Widya Wiwaha Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32477/jrm.v11i1.748
One of the importance of environmental accounting for companies is the allocation of environmental costs, in this case the environmental costs presented in financial reports can show the real costs used in maintaining and managing the company's environment. Therefore, the aim of this research is to determine the classification and recognition of environmental costs due to waste management costs at Galaxy Waterpark, as well as to see the impact of environmental cost recognition on selling price calculations. The analytical method used is descriptive qualitative. The data in this research was obtained through interviews, observation and documentation compared with the classification theory of the environmental costs and Basic Framework for Presenting Financial Reports in SAK as well as the way companies use selling price calculations. Based on the research results, it can be seen that Galaxy Waterpark classification of environmental costs is not in accordance with Hansen and Mowen's theory, and the recording of environmental costs does not follow the Basic Framework for Presenting Financial Reports in SAK. This is evident from the presentation of environmental costs recorded in one space, namely expenditure costs in the profit and loss report (normative model). Recognition uses a cash-based method and does not apply recognition from Basic Framework for Presenting Financial Reports in SAK. To calculate ticket selling prices, we use the margin pricing formula, which indirectly involves operational cost components, which include environmental costs. So environmental costs are also a consideration in determining the selling price.
STUDI KUANTITATIF KINERJA PENGELOLAAN PIUTANG PBB-P2 KOTA YOGYAKARTA DAN KOTA PARIWISATA LAINNYA
gupita candra;
Ambarwati, Lilik
UPAJIWA DEWANTARA : Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Manajemen Daulat Rakyat Vol 9 No 1 (2025): UPAJIWA DEWANTARA: JURNAL EKONOMI, BISNIS, DAN MANAJEMEN DAULAT RAKYAT
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30738/mmud.v9i1.19221
Accumulation of tax receivables presents an ongoing challenge for revenue management authorities. Therefore, efficient tax receivable management at a manageable level is a crucial factor in improving local government performance and optimizing regional tax revenue. This study aims to determine the performance of PBB-P2 receivable management in Yogyakarta City and compare it with other tourist cities from 2021 to 2023. The data were obtained from public information disclosures and the financial accountability reports of the Regional Budget (APBD) from Yogyakarta City, Bandung City, Malang City, and Denpasar City. The study employs a quantitative descriptive analysis method. The findings reveal that Yogyakarta City has the highest PBB-P2 revenue ratio per square kilometer and ranks first in PBB-P2 receivable management performance, with an average ratio of receivable growth to current-year PBB-P2 revenue of 12.07%. This indicates that efforts to increase tax revenue have been significantly greater than the accumulation of receivables. Bandung City, Malang City, and Denpasar City follow with respective ratios of 13.87%, 22.37%, and 25.7%. Despite Yogyakarta City demonstrating the highest performance, the declining trend from 2021 to 2023 underscores the need for further evaluation by the Regional Financial and Asset Management Agency (BPKAD) of Yogyakarta City to enhance the efficiency of tax receivable management.
MENGOLAH UMBI GEMBILI DAN GADUNG SEBAGAI PRODUK PENUNJANG WISATA PUNCAK SOSOK
Novitasari, Dwi;
Ambarwati, Lilik;
Yulianto, Prafidhya Dwi;
Prasetyo, Agung Slamet
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v5i1.19399
Nilai tambah (value added) adalah suatu pertambahan nilai suatu komoditas karena mengalami proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan dalam suatu produksi. Kata lain, barang yang telah hilang manfaatnya, diberikan nilai tambah agar bertambah nilai manfaatnya. Warga Bawuran dengan keterbatasan yang dimiliki, seringnya langsung menjual umbi gadung dan gembili daripada diolah terlebih dahulu atau dikonsumsi sendiri dengan jumlah yang sedikit. Saat periode tertentu ketika melimpahnya hasil panen biasanya ketika musim panas (rata-rata 30-50 kg tiap kali panen), harga umbi gadung dan gembili bisa sangat murah berkisar Rp. 1.000/per karung hingga Rp. 4000/kg, sehingga terkadang hanya dibiarkan begitu saja. Urgensi dari kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk pemberdayaan dari warga desa Bawuran khususnya Ibu PKK untuk dapat memanfaatkan dan mengolah hasil bumi yang ada berupa umbi gembili dan gadung hingga dapat dijual sebagai produk penunjang (oleh-oleh) khas wisata Puncak Sosok. Selain itu, Ibu PKK dapat meningkatkan pendapatannya dengan memiliki usaha rintisan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dan pendampingan dalam produksi, manajemen usaha dan pemasaran produk. Hasil dari pelatihan dan pendampingan tersebut adalah Ibu PKK desa Bawuran mampu mandiri dalam memproduksi, mengelola usaha dan memasarkan produk yang dihasilkan. Ibu PKK juga telah memiliki usaha rintisan serta wisata puncak Sosok memiliki produk khas. Hasil ini menjadi penting karena dapat menciptakan produk unggulan desa, pemberdayaan masyarakat serta adanya peningkatan pendapatan.