Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

GAMBARAN LOKASI DAN TINGKAT NYERI MUSKULOSKELETAL PADA PERAWAT RAWAT INAP RUMAH SAKIT Muin, Muhammad; Hartati, Elis; Rofi'i, Muhamad; Wijaya, Arif; Mudrikah, Mudrikah; Apriyanto, Nanang; Wicaksono, Unggul W.; Yuwanti, Yuwanti; Arifin, Zainal
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 7 No 2 (2020): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v7i2.1061

Abstract

Rumah sakit adalah tempat kerja yang tidak terbebas dari bahaya bagi pekerja di dalamnya, terutama perawat. Bahaya kerja yang tidak dikenali, diantisipasi dan dilakukan upaya untuk mengendalikannya dapat menyebabkan penyakit dan cidera. Masalah kesehatan yang banyak dikeluhkan oleh perawat diantaranya adalah nyeri muskuloskeletal. Faktor karakteristik pribadi, kondisi kesehatan maupun perilaku dan lingkungan kerja dapat mempengaruhi terjadinya nyeri muskuloskeletal pada perawat. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran lokasi dan tingkat nyeri muskuloskeletal pada perawat di ruang rawat inap RS. Metode penelitian dengan kuantitatif deskriptif, pengambilan data menggunakan kuesioner Nordic Body Map. Populasi penelitian adalah perawat ruang rawat inap RS Nasional Diponegoro Semarang, sampel diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah 41 perawat. Data univariat dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan 34 (82,9%) perawat merasakan nyeri pada salah satu bagian tubuh, dimana leher atas merupakan bagian tubuh yang paling banyak mengalami nyeri dengan kategori agak sakit mencapai 16 (39%) perawat, sedangkan nyeri kategori sakit paling banyak pada leher atas dan pinggang mencapai 5 (12,2%) perawat. Diharapkan perawat dan RS melakukan upaya untuk mencegah dan menangani nyeri muskuloskeletal yang terjadi pada perawat agar kesehatan dan produktivitas kerja mereka dapat dipertahankan.
EFEKTIFITAS TERAPI RELAKSASI IMAJINASI TERPIMPIN TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS PURWODADI I GROBOGAN Sutrisno Sutrisno; Yuwanti Yuwanti; Nur Budi Utami
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.235 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.26

Abstract

Latar Belakang : Angka kejadian hipertensi diseluruh dunia diperkirakan mencapai 970 juta orang dengan hipertensi, dan setiap tahun > 8,6 juta perempuan diseluruh dunia meninggal karena hipertensi. Hipertensi dikenal sebagai the silent diseases, dan diperkirakan 15 juta orang Indonesia menderita hipertensi. Dampak kesehatan penyakit hipertensi meningkatkan kejadian penyakit jantung, dan stroke. Tujuan : tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pemberian terapi relaksasi imajinasi terpimpin terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi.Metode : metode penelitian ini yaitu Quasi Experiment dengan pendekatan Non Equivalent Control Group Design. Sampel sebanyak 84 pasien lansia perempuan berumur 65-74 tahun, dengan hipertensi grade I (140/90mmHg–159/99mmHg) yang menjalankan terapi farmakologi antihipertensi.Hasil : Terdapat perbedaaan yang signifikan pada TD sistole dan diastole pretest dan posttest kelompok perlakuan (p value=0.000). Ada perbedaaan signifikan pada TD sistole dan diastole pretest dan posttest kelompok kontrol (p value=0.000). Terdapat perbedaan yang signifikan pada TD sistole maupun diastole antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p value=0.000). Rerata penurunan TD sistole kelompok perlakuan=59.31mmHg, pada kelompok kontrol=25.69mmHg dengan selisih=33.61mmHg. Rata-rata penurunan TD diastole pada kelompok perlakuan=57.43mmHg, pada kelompok kontrol=27.57mmHg dengan selisih=29.86mmHg.Simpulan : Terapi relaksasi imajinasi terpimpin efektif terhadap penurunan tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Purwodadi I Grobogan. Kata Kunci        : Terapi Relaksasi Imajinasi Terpimpin, Lansia, Hipertensi
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Yuwanti Yuwanti; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.905 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang perkembangan anak  akan mempengaruhi perkembangan motorik anak. Tidak banyak orang tua yang mengerti tentang keterampilan motorik seorang anak sehingga perlu diinformasikan dan dilatih setiap saat agar perkembangan motorik anak optimal. Tujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, mengidentifikasi motorik anak dengan DDST II dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sebanyak 85 orang. Uji hipotesis menggunakan Chi Square.Hasil : Didapatkan nilai ? (0,002) < 0.05, maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak  dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.335 artinya kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasinya positif.Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di Puskesmas Purwodadi I. Kata Kunci    : Pengetahuan Ibu, Perkembangan anak dan Perkembangan motorik
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STUNTING PADA BALITA DI KABUPATEN GROBOGAN Yuwanti Yuwanti; Festy Mahanani Mulyaningrum; Meity Mulya Susanti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 10, No 1 (2021): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v10i1.704

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak  merupakan masalah gizi yang menjadi masalah nasional, hal ini dikarenakan stunting berdampak negatif terhadap sumber daya manusia di masa yang akan datang. Riset Kesehatan Dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting masih sejumlah 37, 2%. Sirkesnas tahun 2016 mencatat bahwa prevalensi stunting mencapai 33,6 %, hal ini menjadi masalah kesehatan yang penting dikarenakan masalah stunting berada diatas ambang batas 20 %. Sedangkan Stunting pada anak balita disebabkan oleh multifaktor seperti konsumsi gizi selama hamil, pengetahuan ibu tentang gizi, akses pelayanan yang terbatas, akses sanitasi dan kebersihan air yang kurang memadai. Dampak stunting yaitu penurunan kecerdasan, kerentanan terhadap penyakit, menghambat pertumbuhan ekonomi dan produktifitas kerja dan memperburuk kesenjangan. Stunting pada balita dimana tinggi badan lebih pendek dari usia pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor – faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita di Kabupaten Grobogan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross – sectional. Populasi penelitian yaitu seluruh kasus stunting pada balita di wilayah Kabupaten Grobogan. Pengambilan sampel penelitian dilakukan secara purposive sampling. Data penelitian di analisa menggunakan SPSS for window, untuk analisa data bivariat menggunakan uji Chi Square, sedangkan data multivariat menggunakan uji Regresi Logistik. Hasil penelitian diketahui bahwa status gizi, masalah kesehatan pada anak, kebiasaan makan makanan instan, dan tinggi badan ibu berhubungan dengan stunting pada balita dengan nilai p value < 0,05. Pantang makanan, riwayat konsumsi tablet besi, riwayat antenatal care, riwayat penyakit penyerta dalam kehamilan, riwayat pemberian ASI ekslusif, sanitasi air bersih, lingkungan perokok dan kondisi ekonomi tidak berhubungan dengan kejadian stunting pada balita dengan p value = > 0,05. Status gizi, tinggi badan ibu, dan kebiasaan makan makanan instan secara bersama- sama sebagai faktor resiko kejadian stunting pada balita. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu status gizi, masalah kesehatan pada anak, kebiasaan makan makanan instan, dan tinggi badan ibu berhubungan dengan stunting pada balita Kata Kunci: Stunting, balita, gizi 
PENGARUH PEMBERIAN NUGGET KELOR SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN PANGAN DI ERA NEW NORMAL TERHADAP STATUS GIZI (BB/U) PADA BALITA STUNTING DI KABUPATEN GROBOGAN Laily Himawati; Yuwanti Yuwanti
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 9 No 4 (2021): Agustus 2021
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (692.967 KB) | DOI: 10.24843/coping.2021.v09.i04.p06

Abstract

Sejak Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dinyatakan sebagai pandemi dunia oleh World Health Organization (WHO), memberikan dampak buruk terhadap kondisi kesehatan masyarakat terutama kesehatan ibu dan anak. MenristekBrin, mengatakan program peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia selama masa pandemi harus terus didorong sebagai langkah preventif peningkatan angka kejadian stunting di Indonesia. (Brojonegoro, 2020). Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian nugget kelor sebagai alternatif bahan pangan di era new normal terhadap status gizi (BB/U) pada Balita Stunting di Kabupaten Grobogan. Jenis penelitian ini adalah quasi experimental study dengan one group pre-post test design (Notoadmojo, 2010). Populasi semua balita dengan Z-Score <-2 SD (indikator pengukuran BB/U) di Wilayah Kerja Puskesmas Tawangharjo dan Puskesmas Godong 1 sebanyak 276 balita. Dengan teknik pengambilan sampling menggunakan rule of thumb berjumlah 32 responden. Uji beda dilakukan untuk membandingkan perubahan status gizi anak balita sebelum dan setelah intervensi menggunakan uji Mann-Whitney Tingkat kemaknaan yang diinginkan dalam penelitian ini yaitu sebesar 95%. berdasarkan analisis didapatkan hasil nilai Sig atau P Value sebesar 0,47 > 0,05 maka tidak terdapat pengaruh pemberian nugget daun kelor terhadap status gizi balita stunting. Saran perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terhadap pemberian nugget kelor selama 90 bulan untuk melihat peningkatan status gizi Balita.
EARLY DETECTION STRATEGY OF IMPLEMENTING HEALTH PROMOTION MODELS TOWARD CERVICAL CANCER EVENTS IN BRATI PUSKESMAS AREAS Festy Mahanani Mulyaningrum; Anita Lufianti; Yuwanti Yuwanti
Jurnal Ilmiah Teknosains Vol 6, No 2/Nov (2020): JiTek
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.756 KB) | DOI: 10.26877/jitek.v6i2/Nov.7032

Abstract

The incidence rate of cervical cancer in Central Java is 9.2%. Based on reports from health service agencies in Central Java, there were 7,029 cases in 2017 and in 2018 there were 7,029 cases. Early detection of cervical Ca with the IVA method in Central Java developed since 2007 the incidence of cervical cancer can be reduced by early detection. The purpose of this study was to determine the extent of the influence of health promotion, husband's support and information sources on early detection of cervical cancer, as well as the effective and relative contributions. This type of research uses quantitative research with a cross sectional approach, while the sampling technique is saturated sampling (census) where all members of the population are used as the research sample. The results of this study indicate a significant relationship between husband's support, health promotion, counseling with early detection of cervical cancer.
Pencegahan Stunting pada 1000 HPK Yuwanti Yuwanti; Laily Himawati; Meity Mulya Susanti
Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal ABDIMAS-HIP Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Akbid Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.363 KB) | DOI: 10.37402/abdimaship.vol3.iss1.166

Abstract

Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers with shorter height than from the age of the child. Stunting is caused by many factors such as maternal health conditions, maternal nutrition, history of disease in the mother, nutritional intake in newborns and toddlers, social and economic conditions, clean water sanitation, disease infections. The impact of stunting on toddlers can lead to increased morbidity and mortality in children, impaired child development and growth, increased health costs, decreased productivity, increased risk of disease, reproductive health problems, to non-optimal working capacity in the future. The purpose of community service is to provide health education about stunting, the causes of stunting, the impact of stunting and the impact of stunting. The method of activity is health education (Promoting) in 45 participants of kesehatan cadres and PKK members. The results of health education activities that amounted to 75.6% knowledge about stunting is good, and 24.6% knowledge about stunting is sufficient.
Hubungan Frekuensi Makan dan Pola Istirahat dengan Produksi Asi pada Ibu Nifas Christina Nur Widayati; Yuwanti Yuwanti; Rizki Sahara
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.849 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol7.iss2.96

Abstract

Breast milk is an emulsion of fat in a solution of protein, lactase and organic salts secreted by the two sides of the mother's breast glands, as the main food for the baby. Post-partum mothers who produce little breast milk will interfere with the adequacy of the baby's needs during their growth and development. The purpose of this study was to determine the relationship between eating frequency and resting patterns with mother's milk production during the postpartum period in the village of Kontak Grobogan. This research method using analytical method with cross sectional approach. The sample in this study amounted to 31 people. The analytical test for the research hypothesis used the Chi Square test. The results of this study show that mothers who consume food frequently are 38.7%, and mothers who have good resting patterns have sufficient milk production as much as 14.3%. The results of the analysis using Chi Square with α = 0.05 on the frequency of eating with breast milk production found a p value = 0.092, while the resting pattern with breast milk production is known to have a p value = 0.241. It can be concluded from this study that the frequency of eating is not related to the production of breast milk in the mother, and the resting pattern is also not related to the production of breast milk in the mother during the postpartum period.
Pengaruh Pemberian Tempe terhadap Kadar Hemoglobin pada Mencit Yuwanti Yuwanti
Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan Vol 6 (2019): Jurnal Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan
Publisher : LPPM Akademi Kebidanan Harapan Ibu Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.449 KB) | DOI: 10.37402/jurbidhip.vol6.iss2.64

Abstract

Hemoglobin merupakan faktor penting dalam darah manusia, dan berfungsi untuk mengikat oksigen dalam darah serta untuk mengangkut zat-zat gizi yang diperlukan bagi tubuh. Hemoglobin yang kurang pada tubuh berdampak pada kondisi anemia. Anemia merupakan kondisi dimana tubuh mengalami kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk membawa oksigen ke seluruh organ tubuh, oleh karena itu harus dimbangi dengan konsumsi makanan yang mengandung kadar besi yang tinggi. Tempe merupakan bahan pangan yang banyak ditemukan di masyarakat, dan mengandung unsur – unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tempe terhadap peningkatan hemoglobin mencit. Metode penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan one group pretest posttest design. Sampel sebanyak 18 ekor mencit, analisis data menggunakan Wilcoxon . Hasil penelitian menujukkan bahwa ada pengaruh peningkatan kadar hemoglobin pada mencit sebelum dan setelah pemberian tempe ( p < 0,05)
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG PEMBERIAN ASI TERHADAP MOTIVASI IBU MENYUSUI DI DESA PUTATSARI KABUPATEN GROBOGAN Anita Permata Hari; Anita Lufianti; Fitriani Fitriani; Mika Agustiana; Yuwanti Yuwanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol 8, No 01 (2023): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/tscs1kep.v8i01.419

Abstract

Latar Belakang : Keluarga berperan penting dalam memberikan motivasi ibu untuk menyusui. Pengetahuan menjadi salah satu faktor untuk mendukung dalam pemberian ASI, angka pemberian ASI di Grobogan sendiri masih rendah sebanyak 51,86% dari data jumlah akumulatif sebesar 11.018. Pengetahuan yang baik akan meningkatkan pola pikir untuk mengetahui tindakan yang baik dan benar sehingga mampu memberikan informasi yang benar untuk meningkatkan motivasi bagi ibu menyusui. Faktor pengetahuan sendiri meliputi : Pendidikan, Umur, Ekonomi. Sosial budaya dan pengalaman.Metode: Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sempel menggunakan random sampling. Responden keluarga ibu menyusui bayi usia 0-11 bulan di Desa Putatsari kabupaten Grobogan sebanyak 55 responden.Hasil: Sesuai hasil uji yang chi-square terdapat hubungan yang signifikan antara Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui di Desa Putatsari kabupaten Grobogan dengan p-value : 0.001 kurang dari (?) <0.05. dan kekuatan korelasi sebesar 0.456. sehingga kesimpulannya menunjukkan bahwa Hubungan Tingkat pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui berkorelasi sedang.Kesimpulan: Terdapat Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Pemberian ASI Terhadap Motivasi Ibu Menyusui Di Desa Putatsari Kabupaten Grobogan.