Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Economic Growth and Environmental Quality: A Study on Mineral-Rich Provinces in Indonesia Ramadanti, Sarindang Suci; Azwardi, Azwardi; Subardin, Muhammad
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Economic and Business Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjie.v13i1.40285

Abstract

Research Originality: This research focuses on Indonesia's mineral-rich provinces and offers originality through its comprehensive analysis of the bidirectional relationship between economic growth and environmental quality, using the Environmental Quality Index (EQI). Research Objectives: This study examines the relationship between economic growth and environmental quality in the Mineral Economy Provinces of Indonesia.Research Methods: The data used in this research is secondary data from 2015 to 2022. The analysis method employed is the simultaneous equation model using Two Stage Least Squares (2SLS).Empirical Results: The results show that in model 1, economic growth is significantly influenced by exogenous variables such as the environmental quality index, energy consumption, revenue sharing funds, investment, and population. In model 2, environmental quality is significantly influenced by exogenous variables such as GDP, mining output, energy consumption, and forest. Good environmental quality can enhance economic growth. Conversely, increased Economic growth can degrade environmental quality.Implications: The study's findings suggest that policymakers in Indonesia's mineral economy provinces should prioritize sustainable development to balance economic growth with environmental preservation.JEL Classification: Q43, Q50, Q56
Analysis of base sector and non-base sector on economic growth in Pagar Alam city Pasandi, M. Ramadhan; Subardin, Muhammad
Optimum: Jurnal Ekonomi dan Pembangunan Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/optimum.v15i1.11155

Abstract

This study aims to examine the effect of the base sector and non-base sector on economic growth in Pagar Alam City, using time-series data from 2010 to 2022. The study employs Static Location Quotient (SLQ) and Dynamic Location Quotient (DLQ) analyses, followed by typology klassen analysis, to identify both base and non-base sectors. This study also uses multiple linear regression to estimate how different sectors influence economic growth. The gap of research is analyze in detail in combining these methods to evaluate sectoral impacts in Pagar Alam, a highland city with significant untapped potential. The result show that key sectors like agriculture, construction, and education play a crucial role in driving economic growth in Pagar Alam city, while non-key sectors tend to have a weaker or even negative impact. The implication of the study government should ensure the sustainability of Pagar Alam's agriculture, forestry, and fisheries sectors, which are vital to the local economy and tourism.
Pengaruh Jumlah Pelanggan Listrik, Akses Sanitasi Layak dan Penerima Kredit Usaha Rakyat terhadap Tingkat Kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan Abdul Aziz; Didik Susetyo; Muhammad Subardin
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Mei - Juni 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i5.5083

Abstract

Posisi tingkat kemiskinan Provinsi Sumatera Selatan yang berada di urutan 10 tertinggi dibanding provinsi lainnya di Indonesia, bahkan posisinya lebih tinggi dibanding tingkat kemiskinan Indonesia yang berada di posisi 12, hal ini diduga akibat kemiskinan yang terjadi di wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Tiga aspek yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan diantaranya adalah jumlah pelanggan listrik, jumlah pengakses sanitasi layak, dan jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pelanggan listrik, jumlah pengakses sanitasi layak, dan jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat terhadap tingkat kemiskinan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel periode 2015 hingga 2022, dengan unit analisis Kabupaten/Kota di Sumatera Selatan. Analisis dilakukan menggunakan model regresi berganda untuk mengidentifikasi hubungan antara variabel independen (jumlah pelanggan listrik, jumlah pengakses sanitasi layak, dan jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat)  dan variabel dependen (tingkat kemiskinan). Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah pelanggan listrik (X1), jumlah pengakses sanitasi layak (X2) dan jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat (X3), baik secara simultan maupun parsial memiliki pengaruh negatif yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan (Y) dengan model regresi berganda Y = 17,571 – 0,113 (log X1) – 0,043 X2 – 0,018 X3. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan jumlah pelanggan listrik, jumlah pengakses sanitasi layak, dan jumlah penerima Kredit Usaha Rakyat  berkontribusi pada pengurangan kemiskinan. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi kebijakan pembangunan ekonomi di Sumatera Selatan, khususnya dalam hal memperluas akses terhadap infrastruktur dasar listrik dan sanitasi layak, serta akses terhadap permodalan.
Economic Growth and Environmental Quality: A Study on Mineral-Rich Provinces in Indonesia Ramadanti, Sarindang Suci; Azwardi, Azwardi; Subardin, Muhammad
Signifikan: Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Faculty of Economic and Business, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjie.v13i1.40285

Abstract

Research Originality: This research focuses on Indonesia's mineral-rich provinces and offers originality through its comprehensive analysis of the bidirectional relationship between economic growth and environmental quality, using the Environmental Quality Index (EQI). Research Objectives: This study examines the relationship between economic growth and environmental quality in the Mineral Economy Provinces of Indonesia.Research Methods: The data used in this research is secondary data from 2015 to 2022. The analysis method employed is the simultaneous equation model using Two Stage Least Squares (2SLS).Empirical Results: The results show that in model 1, economic growth is significantly influenced by exogenous variables such as the environmental quality index, energy consumption, revenue sharing funds, investment, and population. In model 2, environmental quality is significantly influenced by exogenous variables such as GDP, mining output, energy consumption, and forest. Good environmental quality can enhance economic growth. Conversely, increased Economic growth can degrade environmental quality.Implications: The study's findings suggest that policymakers in Indonesia's mineral economy provinces should prioritize sustainable development to balance economic growth with environmental preservation.JEL Classification: Q43, Q50, Q56
PENGARUH JUMLAH PENDUDUK, AKSES LISTRIK, AKSES INTERNET DAN AKSES SANITASI LAYAK TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI SUMATERA BAGIAN SELATAN Abdul Aziz; Susetyo, Didiek; Subardin, Muhammad
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 8 No. 4 (2025): COSTING : Journal of Economic, Bussines and Accounting
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/2abe9z15

Abstract

Tingkat kemiskinan di wilayah Provinsi Sumatera Bagian Selatan tergolong cukup tinggi. Bahkan, tiga provinsi yaitu Bengkulu, Lampung, dan Sumatera Selatan tercatat memiliki tingkat kemiskinan yang melebihi rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana jumlah penduduk, akses terhadap listrik, akses terhadap internet, serta akses terhadap sanitasi layak memengaruhi tingkat kemiskinan di kawasan tersebut. Data yang digunakan merupakan data panel cross section dari tahun 2009 hingga 2024 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS). Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (jumlah penduduk, akses listrik, akses internet, dan akses sanitasi layak) dengan variabel terikat (tingkat kemiskinan). Hasil analisis menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel bebas jumlah penduduk (X1), akses listrik (X2), akses internet (X3), dan akses sanitasi layak (X4) berpengaruh signifikan terhadap tingkat kemiskinan (Y). Namun, secara parsial, variabel jumlah penduduk (X1) dan akses internet (X3) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sebaliknya, akses listrik (X2) dan akses sanitasi layak (X4) secara signifikan dan negatif berpengaruh terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Model regresi yang dihasilkan dari analisis ini adalah: Y = 22,337 – 0,635Log(X1) – 0,131X2 – 0,001X3 – 0,052X4. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan akses terhadap listrik dan sanitasi layak memainkan peran penting dalam menurunkan angka kemiskinan. Oleh karena itu, studi ini memberikan rekomendasi yang relevan bagi perumusan kebijakan pembangunan ekonomi di Provinsi Sumatera Bagian Selatan, khususnya dalam hal peningkatan infrastruktur listrik dan sanitasi.
Analisis Pengaruh Konsumsi Energi Listrik, Infrastruktur dan Pengeluaran Pemerintah Sektor Kesehatan Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di ASEAN-6 Habibi , Kamil; Asngari, Imam; Bashir, Abdul; Azwardi, Azwardi; Subardin, Muhammad
Journal of Accounting and Finance Management Vol. 6 No. 6 (2026): Journal of Accounting and Finance Management (January - February 2026)
Publisher : DINASTI RESEARCH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jafm.v6i6.3061

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh konsumsi energi listrik, pembangunan infrastruktur, dan pengeluaran pemerintah di sektor kesehatan terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di enam negara anggota ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Vietnam, Filipina, Singapura, dan Thailand, selama periode 2012–2022. Dengan menggunakan data panel dan metode estimasi Fixed Effect Model (FEM), penelitian ini menemukan bahwa ketiga variabel independen tersebut memiliki pengaruh yang signifikan terhadap IPM. Hasil uji Chow dan Hausman mendukung pemilihan model FEM sebagai pendekatan yang paling sesuai dalam menjelaskan variasi antar negara dan waktu. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan konsumsi energi listrik, pembangunan infrastruktur yang memadai, serta alokasi anggaran pemerintah yang optimal di sektor kesehatan merupakan faktor strategis dalam mendorong perbaikan kualitas hidup dan pembangunan manusia di kawasan ASEAN.
The Monetary Policy Transmission Mechanism In Indonesia: a Comparative Analysis Elisa Elisa; Muhammad Subardin; Sri Andaiyani
Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um002v15i22023p064

Abstract

This study analyses a comparison of the role monetary policy transmission mechanism between the interest rate channel and the exchange rate channel in Indonesia for the 2011-2020 period. The type of data is quantitative with secondary data sources, namely the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia. The analytical method used is the Error Correction Model (ECM). The results show that the exchange rate channel is more effective than the interest rate channel because all variables in the exchange rate channel, both in the short and long term, have a significant effect. Exchange rate and inflation variables can give a positive response to economic growth, while net exports and real interest rates give a negative response. The contribution made by the exchange rate channel is 99 percent in the short term and 72.83 percent in the long term. Meanwhile, on the interest rate channel both in the short and long term, the variable deposit rates, real interest rates, inflation, and lending rates have a significant effect on giving a negative response to economic growth. However, loan interest rates are not significant in the short term. Meanwhile, loan interest rates provide a positive response in the long term. The contribution made by the interest rate channel is 65.07 percent in the short term and 86.38 percent in the long term.