Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah Surabaya Rusdianingseh, Rusdianingseh; Hatmanti, Nety Mawarda; Damawiyah, Siti; Sari, Ratna Yunita; M.shodiq, M.Shodiq; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15376

Abstract

ABSTRAK Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Mereka menganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dan terdapat banyak pondok pesantren dengan prevalensi skabies cukup tinggi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pengetahuan santri diukur dengan dilakukan pre post test dengan kuisioner mengenai perilaku hidup bersih sehat dan tentang penyakit skabies. Hasil pretest dan postest terhadap 50 santri, didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar tentang perilaku hidup bersih sehat dan pencegahan skabies. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan memotivasi santri untuk melakukan pencegahan penyakit skabies. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Pencegahan, Skabies ABSTRACT Skabies is not given much attention by students in Islamic boarding schools. They consider their habits of maintaining personal hygiene to be sufficient and will not cause health problems, especially skin diseases. Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, and there are many Islamic boarding schools with a fairly high prevalence of skabies. The activities carried out in this community service aim to increase knowledge about clean living behavior and prevention of skabies at the Assalafi Alfitrah Islamic Boarding School. The method used is to provide education using a lecture method about clean and healthy living behavior. The students' level of knowledge was measured by carrying out a pre-post test with a questionnaire regarding healthy, clean living behavior and skabies.  The results of the pretest and posttest on 50 students showed an increase in knowledge of 52% regarding healthy, clean living behavior and skabies prevention. Health education can increase knowledge and motivate students to prevent skabies.  Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Prevention, Skabies
PELATIHAN PENGOLOLAHAN MAKANAN DENGAN 3J SEBAGAI UPAYA KURATIF PADA PENDERITA DM Rohmawati, Riska; Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Putri, Rahmadaniar Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30453

Abstract

Perubahan msyarakat dari kehidupan agraris ke masyarakat modern memperikan dampak terhadap lifestyle yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit, diantaranya adalah Diabetes Melitus (DM). Adanya fast food mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan secara berlebih dan kurangnya aktivitas menyebabkan prevalensi DM menjadi tinggi. Salah satu model manajemen diet yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah adalah model 3 J. Setelah dilakukan pelatihan diketahui gula darah pasien diabetes mengalami penurunan sebesar 80 mg/dl, rata-rata gula darah sebelum olahraga sebesar 290 mg/dl dan mengalami penurunan sebesar 200 mg/dl. Selain itu, pengetahuan pasien dalam mengatur pola makan 3J meningkat rata-rata 40-78 poin. Pelatihan penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes memotivasi mereka untuk menyesuaikan kebiasaan makan, jadwal makan yang tepat dan porsi makanan yang sehat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
IMPLEMENTASI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) BERBASIS VIDEO DAN CEK RUTIN GULA DARAH DI POS SEHAT GEMBIRA POSYANDU LANSIA Muhith, Abdul; Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31906

Abstract

Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yang mencakup kegiatan pelayanan kesehatan untuk mewujudkan masa tua yang bahagia dan berdayaguna. Oleh karena itu, penting sekali lansia tahu pentingnya kegiatan Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader dan warga lansia melalui edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada di tempat mitra yaitu terkait masalah Diabetes Melitus pada warga Lansia. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi sosialisasi tentang Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA pada warga lansia. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) dan Senam Lansia di desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Hasil Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video Menunjukan sebagian besar 44 (73,4%) warga Lansia memiliki GDA hasil Tidak Normal sedangkan setelah diberikan diberikan sosialisasi dan Implementasi DSME hasilnya sebagian besar 36 (60%) warga lansia memiliki GDA hasil Normal. Terdapat penurunan hasil cek GDA yang tidak Normal dari dampak perlakuan edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tersebut. Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga lansia untuk dapat menyelesaikan masalah secara holistik mulai dan biopsikospiritual yang berkaitan dengan masalah kesehatan, dan pencegahan serta perawatan Diabetes Mellitus pada warga lansia.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Penatalaksanaan Penyakit Diabetes Mellitus Hatmanti, Nety Mawarda; Winoto, Priyo Mukti Pribadi; Salamy, Nanda Fadhilah Witris; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Septianingrum, Yurike; Maimunah, Siti; Wardani, Erika Martining
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i3.20160

Abstract

Posbindu health cadres are a group of health cadres formed by the Government in coordination with the Kebonsari Health Center as an extension of the health workers at the Health Center whose job is to coordinate health activities in the community with the Health Center. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of health cadres so that a sustainable empowerment process can be carried out. The solution offered is to carry out early detection of random blood sugar level checks to capture people affected by diabetes mellitus. Education by providing handbooks for health cadres about diabetes mellitus and providing taichi exercise activities. Demonstration of making dragon fruit juice as a distraction therapy for people with diabetes mellitus. The results of the entire series of community service activities resulted in, among others: early detection of diabetes mellitus found as many as 18 people had random blood sugar levels more than normal, increased knowledge of health cadres from less to sufficient about diabetes mellitus, the community participated in taichi gymnastics well and cadres health can re-practice making dragon fruit juice. The results of the activities have provided changes and variations to the knowledge and abilities of health cadres, so it is hoped that health cadres can carry out ongoing education to the community.
Peningkatan Kesehatan Fungsi Reproduksi di Masa Menopause Melalui Pendidikan Kesehatan tentang Pentingnya Asupan Makanan Tinggi Estrogen Dengan Media Video Animasi di Laskar Gertak Kita Kelurahan Kebonsari Kota Surabaya Afiyah, R. Khairiyatul; Umamah, Farida; Rusdianingseh, Rusdianingseh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.22933

Abstract

ABSTRAK Menopause adalah fase alami dalam kehidupan wanita yang umumnya terjadi pada usia 45–55 tahun dan ditandai dengan berhentinya menstruasi selama minimal 12 bulan akibat penurunan kadar hormon estrogen. Rendahnya literasi kesehatan dan terbatasnya media edukasi yang menarik menjadi hambatan dalam peningkatan kesadaran masyarakat, terutama di kalangan wanita dengan latar belakang pendidikan dasar dan menengah. Di tengah tantangan keterbatasan media edukasi yang menarik, penggunaan media video animasi menjadi salah satu alternatif solusi yang aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan yang tergabung dalam LASKAR GERTAK KITA melalui pelatihan khusus terkait video animasi. tahapan dirancang secara sistematis dan aplikatif untuk mencapai tujuan program, yakni meningkatkan pemahaman dan perilaku sehat wanita usia premenopause dan menopause melalui pendidikan kesehatan berbasis video animasi. Untuk mengukur capaian pembelajaran, dilakukan evaluasi dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan menggunakan media video animasi mampu meningkatkan pemahaman peserta mengenai perubahan fisiologis selama masa menopause serta pentingnya konsumsi makanan tinggi fitoestrogen, seperti kedelai dan biji-bijian, dalam mendukung keseimbangan hormon secara alami. Media animasi terbukti efektif dalam menjembatani keterbatasan literasi kesehatan, khususnya bagi masyarakat dengan latar belakang pendidikan dasar dan menengah. Dengan pendekatan edukasi visual yang aplikatif, peserta lebih mudah memahami materi, bersikap terbuka terhadap perubahan gaya hidup, dan termotivasi untuk mulai memperhatikan asupan nutrisi dalam kesehariannya. Kata Kunci: Manopause, Fitoestrogen, Fungsi Reproduksi, Video Animasi, Pendidikan Kesehatan.  ABSTRACT Menopause is a natural phase in a woman's life that generally occurs between the ages of 45–55 and is characterized by the cessation of menstruation for at least 12 months due to reduced estrogen hormone levels. Low health literacy and limited engaging educational media are obstacles to increasing public awareness, especially among women with basic and secondary education backgrounds. Amid the challenge of limited engaging educational media, the use of animated video media becomes one of the practical alternative solutions. This community service activity is designed to develop knowledge and skills within LASKAR GERTAK KITA through specialized training related to animated videos. The stages are systematically and practically designed to achieve the program's goal, which is to improve understanding and healthy behavior of premenopausal and menopausal women through health education based on animated videos. To measure learning outcomes, evaluations were conducted using pre-tests and post-tests. The results showed that health education using animated video media was able to improve participants' understanding of physiological changes during menopause as well as the importance of consuming foods high in phytoestrogens, such as soy and seeds, to naturally support hormone balance. The animated media proved effective in bridging health literacy gaps, particularly for people with primary and secondary educational backgrounds. With a practical visual education approach, participants are better able to understand the material, are open to lifestyle changes, and are motivated to start paying attention to their daily nutritional intake. Keywords: Menopause, Phytoestrogen, Reproductive Function, Animated Video, Health Education.
Optimalisasi Peran Kader Surabaya Hebat (KSH) dan Keluarga dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Reproduksi di Masa Menopause di Kecamatan Banyu Urip Surabaya Khairiyatul Afiyah; Farida Umamah; Rusdianingseh Rusdianingseh
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.24841

Abstract

ABSTRAK Beratnya perubahan psikologis yang dialami ibu menopause disebabkan oleh buruknya pengalaman ibu dalam menghadapi menopause. Selain itu dukungan keluarga khususnya dukungan suami juga kurang baik terhadap perubahan psikologis ibu menopause, keluarga tidak membantu ibu menghadapi segala permasalahan yang terjadi pada ibu menopause, keluarga tidak membantu ibu untuk selalu menjaga dirinya. Oleh karena itu, pendekatan terhadap fungsi keluarga sangat diperlukan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi perempuan pada masa menopause. Keluarga merupakan unit pelayanan dasar dalam masyarakat yang sekaligus menjadi pengasuh utama bagi anggota keluarga. Keluarga akan memegang peranan besar terutama dalam menentukan jenis perawatan yang dibutuhkan oleh anggota keluarga. Sebagai suatu sistem di dalam keluarga, maka akan terjadi interaksi, interelasi, dan saling ketergantungan antar sub-sub dalam sistem keluarga. Dengan kata lain, jika salah satu keluarga mengalami gangguan maka seluruh sistem keluarga akan terganggu. Tujuan kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peran Kader Surabaya Hebat dan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi di masa menopause. Metode yang diterapkan dalam pengabdian masyarakat ini adalah model edukasi dan memberikan keterampilan kepada kader dan keluarga dan setelah satu bulan dievaluasi hasil pre dan post pemberian edukasi. Hasil analisa data dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil p value 0,05 yang berarti ada perbedaan pengetahuan dan keterampilan pre dan post pemberian edukasi dan keterampilan. Hasil dari kegiatan didapatkan bahwa pengetahuan dan keterampilan KSH dan keluarga tentang pentingnya peran Kader Surabaya Hebat dan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi di masa menopause sebelum diberikan intervensi Tingkat pengetahuan KSH dan keluarga sebelum edukasi sebagian besar (70%) mempunyai pengetahuan kurang dan setelah edukasi sebagian besar (68,7%) mempunyai pengetahuan baik. Pemberian edukasi dan keterampilan tentang pentingnya peran Kader Surabaya Hebat dan keluarga dalam upaya meningkatkan kesehatan reproduksi di masa menopause. Peran keluarga dan KSH serta  Pengetahuan merupakan faktor utama dalam merubah perilaku untuk mencapai derajat kesehatan di masa menopause. Kesimpulan dalam kegiatan ini adalah pemberian edukasi dan keterampilan dapat mempengaruhi perilaku sehat yaitu KSH dan keluarga dapat berperan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan di masa menopause.Kata Kunci:  Optimalisasi, KSH, Keluarga, Upaya, Kesehatan, Reproduksi, Masa Menopause.  ABSTRACT The severity of psychological changes experienced by menopausal mothers is caused by the mother's poor experience in dealing with menopause. In addition, family support, especially husband support, is also not good for the psychological changes of menopausal women, the family does not help mothers face all the problems that occur in menopausal women, the family does not help mothers to always take care of themselves. Therefore, an approach to family function is needed in providing health services for women during menopause. The family is the basic service unit in society which is also the main caregiver for family members. The family will play a major role, especially in determining the type of care needed by family members. As a system within the family, there will be interactions, interrelationships, and interdependence between sub-subs in the family system. In other words, if one family is disturbed, the entire family system will be disturbed. The purpose of this activity is to increase the knowledge and skills of the role of Surabaya Hebat cadres and families in efforts to improve reproductive health during menopause. The method applied in this community service is an educational model and provides skills to cadres and families and after one month the results of pre and post education are evaluated. The results of data analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test statistical test obtained the results of p value 0.05, which means there are differences in knowledge and skills pre and post the provision of education and skills. The results of the activity found that the knowledge and skills of KSH and families about the importance of the role of Kader Surabaya Hebat and families in efforts to improve reproductive health in menopause before being given the intervention The level of knowledge of KSH and families before education most (70%) had poor knowledge and after education most (68.7%) had good knowledge. Providing education and skills about the importance of the role of Kader Surabaya Hebat and families in efforts to improve reproductive health in menopause. The role of the family and KSH and Knowledge are the main factors in changing behavior to achieve a degree of health in menopause. The conclusion in this activity is that providing education and skills can influence healthy behavior, namely KSH and families can play an important role in improving health status in menopause. Keywords: Optimization, KSH, Family, Efforts, Health, Reproduction, Menopause.
IMPLEMENTASI DIABETES SELF-MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DENGAN METODE “PASTI SEMBUH” DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES DI POS SEHAT GEMBIRA POSYANDU LANSIA DESA MOROWUDI Abdul Muhith; Rusdianingseh Rusdianingseh; Siti Maemunah; Siti Nur Hasina
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47067

Abstract

Pengetahuan merupakan hal mendasar yang mendukung pasien mampu melaksanakan tatakelola penyakit DM secara mandiri. Metode edukasi dan media menggunakan akronim “PASTI SEMBUH” menjadi salah satu inovasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien DM. Salah satu strategi yang terbukti efektif dalam mendukung manajemen diabetes adalah Pendidikan manajemen mandiri diabetes (Diabetes Self-Management Education/DSME). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan lansia untuk memberikan Education Dan Melakukan Pemeriksaan Kadar Gula Darah di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) di Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Kegiatan Implementasi Diabetes Self-Management Education (DSME) Dengan Metode “Pasti Sembuh” dan Melakukan Pemeriksaan Kadar Gula Darah di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) di Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik sehingga dapat meningkatan pengetahuan dan menurunan kadar gula darah pada penderita dengan diabetes pada lansia. Implementasi pemberian edukasi manajemen mandiri kepada warga lansia program pengabdian masyarakat, sasaran kegiatan merupakan pada warga lansia penderita Diabetes Mellitus (DM) di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dengan metode “PASTI SEMBUH” sudah dlaksanakan pada tanggal 01 Juni -18 Juni 2025. Sebanyak 10 sampel warga lansia. Hasil adalah bahwa tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mengalami peningkatan tingkat pengetahuan sebanyak 8 orang (80%) pada tingkat pengetahuan dari rendah ke tingkat pengetahuan sedang dan tinggi, sementara 2 orang (20%) memiliki tingkat pengetahuan yang tetap pada tingkat pengetahuan rendah. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pemberian edukasi manajemen diri dengan metode “PASTI SEMBUH” pada pasien Diabetes Melitus dapat meningkatkan tingkat pengetahuan yang dimiliki terkait tatalaksana penyakit Diabetes Melitus pada warga lansia.