Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Pemberdayaan Laskar Gertak Kita dengan Edukasi Sadari sebagai Upaya Menuju Kampung Sehat Rusdianingseh, Rusdianingseh; Muhith, Abdul; Rohmawati, Riska; Afiyah, R. Khairiyatul; Hatmanti, Nety Mawarda; Shodiq, M; Maimunah, Siti; Damawiyah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17615

Abstract

ABSTRAK Laskar Gertak Kita merupakan singkatan dari Laskar Gerakan Serentak Kesehatan Ibu dan anak. peran kader laskar Gertak Kita ini adalah meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kesehatan diberbagai topik terkait kesehatan ibu dan balita, salah satunya adalah pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Angka kejadian kanker payudara semakin meningkat sehingga perempuan didorong untuk lebih mengenal tubuh sendiri dan bertindak proaktif dalam menjaga kesehatan payudara sendiri. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah dan demonstrasi. Sasaran terlebih dahulu diberikan edukasi tentang proses SADARI, kemudian dilakukan demonstasi menggunakan alat peraga manikin yang diikuti oleh semua sasaran. Tingkat pengetahuan sasaran diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil pretest dan postest terhadap 20 sasaran kader laskar Gertak Kita, didapatkan peningkatan pengetahuan dari 62% menjadi 89% dan peningkatan ketrampilan melakukan SADARI menjadi 90%. Edukasi kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi SADARI dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader untuk mendeteksi masalah kesehatan di payudara sendiri. Kata Kunci: Laskar Gertak Kita, Sadari, Edukasi ABSTRACT Laskar Gertak Kita is an abbreviation of Laskar Simultaneous Movement for Maternal and Child Health. The role of the Gertak Kita cadres is to increase health knowledge and skills on various topics related to maternal and toddler health, one of which is breast self-examination (BSE). The incidence of breast cancer is increasing, so women are encouraged to know their own bodies better and act proactively in maintaining their own breast health. The method used is to provide education using lecture and demonstration methods. The targets are first given education about the BSE process, then a demonstration is carried out using a manikin which is attended by all the targets. The target knowledge level was measured using a pretest and posttest questionnaire. The pretest and posttest results of the 20 target Gertak Kita cadres showed an increase in knowledge from 62% to 89% and an increase in skills in performing BSE to 90%. Health education through lectures and BSE demonstrations can increase cadres' knowledge and skills in detecting health problems in their own breasts. Keywords: Laskar Gertak Kita, BSE, Education
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Untuk Pencegahan Skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah Surabaya Rusdianingseh, Rusdianingseh; Hatmanti, Nety Mawarda; Damawiyah, Siti; Sari, Ratna Yunita; M.shodiq, M.Shodiq; Maimunah, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15376

Abstract

ABSTRAK Skabies kurang diperhatikan oleh para santri di pondok pesantren. Mereka menganggap kebiasaan mereka dalam menjaga kebersihan diri sudah cukup dan tidak akan menimbulkan masalah kesehatan khususnya penyakit kulit. Di indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia, dan terdapat banyak pondok pesantren dengan prevalensi skabies cukup tinggi. Kegiatan yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup bersih dan pencegahan penyakit skabies di Pondok Pesantren Assalafi Alfitrah. Metode yang dilakukan adalah memberi edukasi dengan metode ceramah tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Tingkat pengetahuan santri diukur dengan dilakukan pre post test dengan kuisioner mengenai perilaku hidup bersih sehat dan tentang penyakit skabies. Hasil pretest dan postest terhadap 50 santri, didapatkan peningkatan pengetahuan sebesar tentang perilaku hidup bersih sehat dan pencegahan skabies. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan dan memotivasi santri untuk melakukan pencegahan penyakit skabies. Kata Kunci: Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat, Pencegahan, Skabies ABSTRACT Skabies is not given much attention by students in Islamic boarding schools. They consider their habits of maintaining personal hygiene to be sufficient and will not cause health problems, especially skin diseases. Indonesia is the country with the largest Muslim population in the world, and there are many Islamic boarding schools with a fairly high prevalence of skabies. The activities carried out in this community service aim to increase knowledge about clean living behavior and prevention of skabies at the Assalafi Alfitrah Islamic Boarding School. The method used is to provide education using a lecture method about clean and healthy living behavior. The students' level of knowledge was measured by carrying out a pre-post test with a questionnaire regarding healthy, clean living behavior and skabies.  The results of the pretest and posttest on 50 students showed an increase in knowledge of 52% regarding healthy, clean living behavior and skabies prevention. Health education can increase knowledge and motivate students to prevent skabies.  Keywords: Clean and Healthy Living Behavior, Prevention, Skabies
PELATIHAN PENGOLOLAHAN MAKANAN DENGAN 3J SEBAGAI UPAYA KURATIF PADA PENDERITA DM Rohmawati, Riska; Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita; Faizah, Imamatul; Hasina, Siti Nur; Putri, Rahmadaniar Aditya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2024): Volume 5 No. 3 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i3.30453

Abstract

Perubahan msyarakat dari kehidupan agraris ke masyarakat modern memperikan dampak terhadap lifestyle yang dapat memicu terjadinya beberapa penyakit, diantaranya adalah Diabetes Melitus (DM). Adanya fast food mendorong masyarakat mengkonsumsi makanan secara berlebih dan kurangnya aktivitas menyebabkan prevalensi DM menjadi tinggi. Salah satu model manajemen diet yang digunakan pada pasien diabetes mellitus dalam mengendalikan kadar gula darah adalah model 3 J. Setelah dilakukan pelatihan diketahui gula darah pasien diabetes mengalami penurunan sebesar 80 mg/dl, rata-rata gula darah sebelum olahraga sebesar 290 mg/dl dan mengalami penurunan sebesar 200 mg/dl. Selain itu, pengetahuan pasien dalam mengatur pola makan 3J meningkat rata-rata 40-78 poin. Pelatihan penerapan pola makan 3J bagi penderita diabetes memotivasi mereka untuk menyesuaikan kebiasaan makan, jadwal makan yang tepat dan porsi makanan yang sehat sehingga dapat mengontrol kadar gula darah penderita diabetes.
IMPLEMENTASI DIABETES SELF MANAGEMENT EDUCATION (DSME) BERBASIS VIDEO DAN CEK RUTIN GULA DARAH DI POS SEHAT GEMBIRA POSYANDU LANSIA Muhith, Abdul; Hasina, Siti Nur; Rohmawati, Riska; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Sari, Ratna Yunita
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31906

Abstract

Posyandu lansia merupakan upaya kesehatan lansia yang mencakup kegiatan pelayanan kesehatan untuk mewujudkan masa tua yang bahagia dan berdayaguna. Oleh karena itu, penting sekali lansia tahu pentingnya kegiatan Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kader dan warga lansia melalui edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA diharapkan mampu mengatasi permasalahan yang ada di tempat mitra yaitu terkait masalah Diabetes Melitus pada warga Lansia. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi sosialisasi tentang Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video dan cek GDA pada warga lansia. Tempat pelaksanaan pengabdian masyarakat ini di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) dan Senam Lansia di desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik. Hasil Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video Menunjukan sebagian besar 44 (73,4%) warga Lansia memiliki GDA hasil Tidak Normal sedangkan setelah diberikan diberikan sosialisasi dan Implementasi DSME hasilnya sebagian besar 36 (60%) warga lansia memiliki GDA hasil Normal. Terdapat penurunan hasil cek GDA yang tidak Normal dari dampak perlakuan edukasi Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) Berbasis Video sebelum dan sesudah diberikan edukasi kesehatan tersebut. Diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga lansia untuk dapat menyelesaikan masalah secara holistik mulai dan biopsikospiritual yang berkaitan dengan masalah kesehatan, dan pencegahan serta perawatan Diabetes Mellitus pada warga lansia.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Penatalaksanaan Penyakit Diabetes Mellitus Hatmanti, Nety Mawarda; Winoto, Priyo Mukti Pribadi; Salamy, Nanda Fadhilah Witris; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Septianingrum, Yurike; Maimunah, Siti; Wardani, Erika Martining
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 7 No 3 (2023): Volume 7 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v7i3.20160

Abstract

Posbindu health cadres are a group of health cadres formed by the Government in coordination with the Kebonsari Health Center as an extension of the health workers at the Health Center whose job is to coordinate health activities in the community with the Health Center. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge and skills of health cadres so that a sustainable empowerment process can be carried out. The solution offered is to carry out early detection of random blood sugar level checks to capture people affected by diabetes mellitus. Education by providing handbooks for health cadres about diabetes mellitus and providing taichi exercise activities. Demonstration of making dragon fruit juice as a distraction therapy for people with diabetes mellitus. The results of the entire series of community service activities resulted in, among others: early detection of diabetes mellitus found as many as 18 people had random blood sugar levels more than normal, increased knowledge of health cadres from less to sufficient about diabetes mellitus, the community participated in taichi gymnastics well and cadres health can re-practice making dragon fruit juice. The results of the activities have provided changes and variations to the knowledge and abilities of health cadres, so it is hoped that health cadres can carry out ongoing education to the community.