Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENINGKATAN DUKUNGAN KELUARGA HIPERTENSI MELALUI PELATIHAN RELAKSASI OTOT PROGRESIF Rusdianingseh Rusdianingseh; Muhamad Khafid; Rita Vivera Pane; Raden Khairiyatul Afiyah; Nety Mawarda Hatmanti; Siti Maimunah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15138

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis dengan perawatan jangka panjang baik secara farmakologi maupun nonfarmakologi. Dukungan keluarga sangat diperlukan untuk meminimalkan dampak perawatan jangka panjang tersebut. Salah satu dampaknya adalah kecemasan baik pada penderita maupun pada keluarga yang merawat. Relaksasi otot progresif merupakan salah satu penatalaksanaan nonfarmakologi untuk menurunkan kecemasan. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan dukungan kepada penderita hipertensi serta menurunkan tingkat kecemasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian pendidikan kesehatan melalui ceramah dan demonstrasi relaksasi otot progresif. Media yang digunakan adalah lembar balik. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan dan penurunan tingkat kecemasan yang dikaji dengan kuesioner HARS. Edukasi melalui ceramah dan demonstrasi relaksasi otot progresif dapat dijadikan terapi tambahan nonfarmakologi untuk menurunkan kecemasan keluarga dengan hipertensi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Dalam Rumah Tangga Terhadap Pengetahuan Kader Kesehatan Rusdianingseh Rusdianingseh; Nety Mawarda Hatmanti; Didik Dwi Winarno
Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute Vol 5 No 2 (2022): Citra Delima Scientific journal of Citra Internasional Institute
Publisher : Ilmiah Institut Citra Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.188 KB) | DOI: 10.33862/citradelima.v5i2.240

Abstract

PHBS (Clean and Healthy Living Behavior) is very important in the household. The Covid-19 pandemic period has made us stay at home longer so that household PHBS needs to be improved, as one of the things that can improve family health. The purpose of this study was to determine the effect of household PHBS education on the level of knowledge of health cadres before and after being given education. This type of research is analytic with a quasi-experimental technique with a two-group pre-post-test approach. The target population is all active health cadres in the Kebonsari Surabaya with the criteria are adults over 21–59 years old, can read and write well, live in the Kebonsari Surabaya. The sample was 66 respondents who were divided into two groups, namely the intervention group 33 respondents and the control group 33 respondents. The instrument used was a knowledge level questionnaire that was given before and after the household PHBS education intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank and Mann Whitney test with a significance level of = 0.05. The results of the different post-test experimental and control groups using the Mann Whitney test obtained a value of = 0.000 with a significance level of = 0.05, which means that there is an influence of household PHBS education through flipchart printed media on the knowledge of health cadres. The conclusion of this study is that there is an influence of household PHBS education through flipchart media on the knowledge of health cadres
Penyuluhan Pengamalan Hadist Atthuhuuru Sathrul Iman Terhadap Phbs di Lingkungan Masyarakat Karanrejo Wonokromo Surabaya Siti Maimunah; Iis Noventi; Rusdianingseh Rusdianingseh; Nunik Purwanti; Erika Wardani; M.Shodiq M.Shodiq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6486

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Tujuan utama dari gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses memberikan kesadarn yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat. Kepercayaan terhadap ajaran agama mempunyai peranan penting dalam pembentukkan kepribadian dan perilaku individu. Metode Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawabuntuk mengetahui tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre test berupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai manfaat PHBS terhadap perkembangan anak. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan, untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman manfaat PHBS Tahun terhadap perkembangan anak dapat diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh responden setelah penyuluhan dilakukan dengan hasil pre test. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat karena nilai post test lebih tinggi daripada nilai pre test. .
PROGRAM PENDIDIKAN KESEHATAN PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI RT 05 RW 03 KELURAHAN BANYU URIP SURABAYA Muhamad Khafid; Rusdianingseh Rusdianingseh; Riska Rohmawati; Erika Martining Wardani; Reza Hery Mahendra Putra
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20650

Abstract

Meningkatnya faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) yaitu meningkatnya tekanan darah, gula darah, indeks massa tubuh atau obesitas, pola makan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol merupakan penyebab utama kematian di dunia. Salah satu PTM yang menjadi permasalahan kesehatan yang sangat serius saat ini yakni penyakit hipertensi/tekanan darah tinggi.Hipertensi merupakan kondisi dimana tekanan darah sistolik lebih besar atau sama dengan 140 mmHg dan atau tekanan diastolik lebih besar atau sama dengan 90mmHg. Penyakit ini banyak diderita oleh orang dewasa terutama lansia serta dapat menyebabkan komplikasi pada organ didalam tubuh seperti otak, mata, jantung, ginjal, dan pembuluh darah. Posyandu lansia RT 05 kelurahan Banyu urip terdapat 35 anggota keluarga dari 75 KK (47%) 16 lansia mengalami kenaikan tekanan darah dan banyak dari mereka belum paham dan mengerti tentang bahaya penyakit hipertensi. Permasalahan yang menjadi perhatian di Posyandu ini berkaitan dengan kurangnya pengetahuan lansia terkait hipertensi dan upaya pencegahannya.Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penyakit hipertensi dan memberikan informasi mengenai hipertensi serta aktifitas ringan seperti senam lansia dalam upaya pencegahannya. Metode digunakan dalam pelaksanaan pengabdian ini berupa penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dengan sasaran lansia (45-70 tahun). Intervensi dilakukan dengan metode ceramah secara luring dengan penyebaran media poster, penyuluhan kesehatan, dan praktik senam lansia. Hasil presentase tingkat pengetahuan masyarakat di posyandu lansia RT 05 RW 03 kelurahan Banyu urip setelah dilakukan penyuluhan menggunakan poster dan video senam lansia meningkat 80% dari seluruh jumlah responden yang hadir.
Penyuluhan Pengamalan Hadist Atthuhuuru Sathrul Iman Terhadap Phbs di Lingkungan Masyarakat Karanrejo Wonokromo Surabaya Siti Maimunah; Iis Noventi; Rusdianingseh Rusdianingseh; Nunik Purwanti; Erika Wardani; M.Shodiq M.Shodiq
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6486

Abstract

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakatnya. Tujuan utama dari gerakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah untuk meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses memberikan kesadarn yang menjadi awal dari kontribusi individu – individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari – hari yang bersih dan sehat. Kepercayaan terhadap ajaran agama mempunyai peranan penting dalam pembentukkan kepribadian dan perilaku individu. Metode Penyuluhan menggunakan metode ceramah dan tanya jawabuntuk mengetahui tingkat pengetahuan responden dapat diketahui dengan dilakukan pre test berupa kuisioner yang akan diisi oleh responden untuk mengetahui tingkat pengetahuan responden mengenai manfaat PHBS terhadap perkembangan anak. Pre test dilakukan sebelum penyuluhan diberikan, untuk mengetahui peningkatan pengetahuan responden mengenai pemahaman manfaat PHBS Tahun terhadap perkembangan anak dapat diketahui dengan membandingkan hasil post tes yang telah diisi oleh responden setelah penyuluhan dilakukan dengan hasil pre test. Hasil dari pengabdian Masyarakat ini bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat karena nilai post test lebih tinggi daripada nilai pre test. .
APPLICATION OF PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION TO REDUCING THE ANXIETY OF HYPERTENSION CLIENTS Isrianawati, Erny; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Hatmanti, Nety Mawarda; Khafid, M.
Nurse and Holistic Care Vol. 3 No. 1 (2023): Nurse and Holistic Care
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/nhc.v3i1.3935

Abstract

Background: Families with hypertension will cause anxiety or anxiety which can affect the stability of blood pressure. One of the managements of anxiety with psychotherapy methods is by doing progressive muscle relaxation therapy. Progressive Muscle Relaxation to get a feeling of relaxation, so as to reduce anxiety and stress. Objective: The aim of the study was to determine the application of progressive muscle relaxation therapy to reduce anxiety in hypertensive clients. Methods: This research method uses a descriptive method with a case study approach. The instruments used were HARS questionnaire sheets and Progressive Muscle Relaxation SOP sheets. The number of respondents was 1 person with hypertension with an anxiety nursing diagnosis. Result: The results of applying progressive muscle relaxation given 2 times per day for 7 days with a duration of 30-45 minutes each meeting showed a decrease in anxiety level from moderate anxiety to mild anxiety, followed by a decrease in blood pressure. Conclusion: The application of progressive muscle relaxation has proven effective in reducing anxiety in hypertensive clients. This therapy can be used as an adjunct to overcome anxiety which is useful for reducing blood pressure of hypertensive clients.
Family Empowerment melalui Pemanfaatan Modul Peer Educator dalam Upaya Pencegahan Smartphone Addiction pada Remaja Hatmanti, Nety Mawarda; Winoto, Priyo Mukti Pribadi; Savitri, Ardyarini Dyah; Khafid, M. Khafid; Septianingrum, Yurike; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Maimunah, Siti; Shodiq, M. Shodiq
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62411/ja.v8i1.2568

Abstract

Penggunaan smartphone pada semua kalangan terutama remaja semakin meningkat terlebih pada masa pandemic Covid-19 yang mengharuskan semua kegiatan dilakukan secara online dan hal tersebut berlanjut hingga saat ini. Penggunaan smartphone bisa menimbulkan dampak yang positif dan negative pada semua kalangan semua usia. Pada remaja penggunaan smartphone harus mendapatkan pengawasan dari keluarga terutama oleh orangtua. Kondisi penggunaan yang negative akan menimbulkan masalah baik segi kesehatan maupun psikososial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran keluarga dalam mencegah perilaku beresiko remaja dalam menggunakan smartphone pada remaja. Metode yang dipergunakan adalah intervensi pemberdayaan kepada keluarga melalui kader kesehatan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang telah dilakukan oleh kader kesehatan dapat meningkatkan peran keluarga dalam mencegah terjadinya smartphone addiction pada remaja. Proses pemberdayaan yang dilakukan melalui kegiatan pemberian pendidikan kesehatan dengan menggunakan modul peer educator dan pendampingan kader kesehatan dalam mendampingi keluarga.
IMPLEMENTASI DIABETES SELF-MANAGEMENT EDUCATION (DSME) DENGAN METODE “PASTI SEMBUH” DALAM PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN MENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES DI POS SEHAT GEMBIRA POSYANDU LANSIA DESA MOROWUDI Muhith, Abdul; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Maemunah, Siti; Hasina, Siti Nur
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.47067

Abstract

Pengetahuan merupakan hal mendasar yang mendukung pasien mampu melaksanakan tatakelola penyakit DM secara mandiri. Metode edukasi dan media menggunakan akronim “PASTI SEMBUH” menjadi salah satu inovasi dalam meningkatkan pengetahuan pasien DM. Salah satu strategi yang terbukti efektif dalam mendukung manajemen diabetes adalah Pendidikan manajemen mandiri diabetes (Diabetes Self-Management Education/DSME). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengajarkan lansia untuk memberikan Education Dan Melakukan Pemeriksaan Kadar Gula Darah di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) di Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik, Kegiatan Implementasi Diabetes Self-Management Education (DSME) Dengan Metode “Pasti Sembuh” dan Melakukan Pemeriksaan Kadar Gula Darah di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) di Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik sehingga dapat meningkatan pengetahuan dan menurunan kadar gula darah pada penderita dengan diabetes pada lansia. Implementasi pemberian edukasi manajemen mandiri kepada warga lansia program pengabdian masyarakat, sasaran kegiatan merupakan pada warga lansia penderita Diabetes Mellitus (DM) di Posyandu Lansia (Pos Sehat Gembira) Desa Morowudi Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik dengan metode “PASTI SEMBUH” sudah dlaksanakan pada tanggal 01 Juni -18 Juni 2025. Sebanyak 10 sampel warga lansia. Hasil adalah bahwa tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mengalami peningkatan tingkat pengetahuan sebanyak 8 orang (80%) pada tingkat pengetahuan dari rendah ke tingkat pengetahuan sedang dan tinggi, sementara 2 orang (20%) memiliki tingkat pengetahuan yang tetap pada tingkat pengetahuan rendah. Dapat disimpulkan bahwa penerapan pemberian edukasi manajemen diri dengan metode “PASTI SEMBUH” pada pasien Diabetes Melitus dapat meningkatkan tingkat pengetahuan yang dimiliki terkait tatalaksana penyakit Diabetes Melitus pada warga lansia.
Peningkatan Kompetensi Kader Kesehatan (Laskar Gertak Kita) dalam Edukasi Kesehatan Pemeriksaan Vagina Sendiri (SAVARI) Rusdianingseh, Rusdianingseh; Muhith, Abdul; Maimunah, Siti; Afiyah, R. Khairiyatul; Hatmanti, Nety Mawarda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22223

Abstract

ABSTRAK Pemeriksaan vagina mandiri (SAVARI) adalah salah satu bentuk tindakan promotif dan preventif yang bertujuan untuk mendeteksi lebih awal gangguan pada sistem reproduksi wanita. Walaupun memiliki peran yang vital, tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai SAVARI masih tergolong rendah. Dalam hal ini, kader kesehatan memegang peranan penting sebagai penggerak di komunitas dalam menyampaikan informasi kesehatan secara langsung. Maka dari itu, penguatan kapasitas kader menjadi hal krusial guna meningkatkan efektivitas penyuluhan kesehatan, khususnya berkaitan dengan SAVARI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengembangkan pengetahuan serta keterampilan para kader kesehatan yang tergabung dalam LASKAR GERTAK KITA melalui pelatihan khusus terkait edukasi SAVARI. Pelatihan ini menggabungkan metode pembelajaran partisipatif, simulasi praktis, dan diskusi kelompok terfokus. Untuk mengukur capaian pembelajaran, dilakukan evaluasi dengan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan di kalangan peserta pelatihan terkait konsep, manfaat, serta strategi penyampaian edukasi SAVARI kepada masyarakat. Dengan bertambahnya kompetensi para kader, penyuluhan tentang SAVARI diharapkan dapat disampaikan secara lebih efektif, mudah dipahami, dan menjangkau lebih banyak perempuan, sehingga mendorong peningkatan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Program ini juga diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam pemberdayaan kader kesehatan dan dapat diadaptasi untuk penyuluhan isu kesehatan lainnya. Kata Kunci: Kader Kesehatan, SAVARI, Penyuluhan Kesehatan, Pemberdayaan Masyarakat, Deteksi Dini.  ABSTRACT Independent vaginal examination (SAVARI) is a form of promotive and preventive action aimed at the early detection of disorders in the female reproductive system. Although it plays a vital role, public knowledge and awareness regarding SAVARI remain relatively low. In this context, health cadres serve as key community motivators in delivering health information directly. Therefore, strengthening the capacity of these cadres is essential to enhance the effectiveness of health education, particularly regarding SAVARI. This community service activity was designed to improve the knowledge and skills of health cadres who are part of LASKAR GERTAK KITA through specialized training focused on SAVARI education. The training incorporated participatory learning methods, practical simulations, and focused group discussions. To assess learning outcomes, evaluations were conducted using pre- and post-tests. The results showed a significant increase in participants’ understanding of the concept, benefits, and delivery strategies of SAVARI education within the community. With improved cadre competencies, SAVARI counseling is expected to be delivered more effectively, in a manner that is easy to understand and capable of reaching a broader audience of women. This, in turn, is anticipated to raise awareness about the importance of maintaining reproductive health. Furthermore, this program may serve as a model of best practice in the empowerment of health cadres and can be adapted for use in counseling on other health topics. Keywords: Health Cadres, SAVARI, Health Education, Community Empowerment, Early Detection
Optimalisasi Self-Management Diabetes melalui Health Coaching bagi Kader Kesehatan Sebagai Upaya Pengontrolan Kadar Gula Darah Penderita DM Sari, Ratna Yunita; Septianingrum, Yurike; Faizah, Imamatul; Rohmawati, Riska; Hasina, Siti Nur; Rusdianingseh, Rusdianingseh; Irawan, Danny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15984

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus dengan kadar gula tidak terkontrol menyebabkan komplikasi mikrovaskular maupun makrovaskular yang dapat menurunkan dan memperburuk kualitas hidup penderitanya. Komplikasi terjadi diakibatkan oleh self management yang rendah, perilaku perawatan diri yang buruk sehingga kadar gula darah tidak terkontrol. Hal ini, jika tidak diatasi dan melaksanakan self management yang tepat, dampak terburuknya menyebabkan kematian akibat komplikasi. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dan warga tentang self-management diabetes melalui health coaching sebagai upaya pengontrolan kadar gula darah penderita DM. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah RT 09 RW 08 Kelurahan Banyuurip Kota Surabaya. Metode kegiatan menggunakan pelatihan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, tukar pendapat dan demonstrasi guna meningkatkan pengetahuan kader dan warga mengenai spiritual diabetes self-management health coaching untuk pengontrolan kadar gula darah penderita DM. kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juli 2024 dan diikuti oleh 2 kader dan 15 penderita diabetes mellitus. Hasil evaluasi kegiatan pelatihan didapatkan adanya peningkatan pengetahuan dan ketrampilan yang ditunjukkan dengan hasil pretest 54% meningkat menjadi 95% hasil posttest dan disertai ketrampilan yang meningkat baik kader dan warga dapat melaksnakan Self-Management Diabetes Melalui Health Coaching dan kader mampu memberikan penyuluhan terhadap warga secara langsung maupun daring, sehingga dapat menjadi support system bagi warganya mempertahankan status kesehatan di area binaanya.   Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Kadar Gula Darah, Self-Management Diabetes  ABSTRACT Diabetes Mellitus with uncontrolled sugar levels causes microvascular and macrovascular complications which can reduce and worsen the sufferer's quality of life. Complications occur due to low self-management, and poor self-care behavior so that blood sugar levels are not controlled. This, if not addressed and implemented with proper self-management, can have the worst impact of causing death due to complications. This service activity aims to increase the knowledge and skills of cadres and residents regarding diabetes self-management through health coaching to control blood sugar levels in DM sufferers. Community service activities are carried out in the area of RT 09, Banyuurip Village, Surabaya City. The activity method uses participatory approach training using lectures, discussions, exchange of opinions and demonstrations to increase the knowledge of cadres and residents regarding spiritual diabetes self-management health coaching for controlling blood sugar levels in DM sufferers. This activity was carried out in May-July 2024 and was attended by 2 cadres and 15 diabetes mellitus sufferers. The results of the evaluation of training activities showed that there was an increase in knowledge and skills as shown by the pretest results increasing from 54% to 95% posttest results and accompanied by increased skills, both cadres and residents were able to carry out Diabetes Self-Management through Health Coaching and cadres were able to provide counselling to residents directly. or online, so that it can become a support system for residents to maintain their health status in the areas they support. Keywords: Diabetes Mellitus, Health Coaching, Blood Sugar Levels, Diabetes Self-Management