Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN PETA SANITASI DI DUSUN PERESAK, DESA DARMAJI, KECAMATAN KOPANG, KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2024 Majdi, Muhamad; Melinda, Tina; Widiati, Bidarita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 No 3 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i3.29290

Abstract

Di Indonesia pengelolaan sampah masih menjadi masalah utama dikarenakan terbatasnya kemampuan pemerintah di daerah dalam menghadapi masalah pengumpulan dan pembuangan sampah yang terus meningkat. Untuk mencapai kondisi masyarakat yang hidup sehat maka akan dapat dicapai bila sampah dikelola secara baik sehingga lingkungan permukiman bersih dimana manusia beraktifitas di dalamnyaSAS. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengelolaan sampah rumah tangga dan peta sanitasi di dusun peresak. Penelitian ini dilakukan pada bulan maret tahun 2024 di dusun peresak desa darmaji kecamatan kopang kabupaten Lombok tengah. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 330 rumah yang ditentukan dengan metode total sampling. Metode penelitiannya deskriptif dengan pendekatan observasional menggunakan desain Crossectional yang diperkuat dengan hasil pemetaan rumah berdasarkan data Global Positioning System dengan menggunakan Geographic Information System. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel pengelolaan sampah serta output berupa peta sanitasi. Hasil penelitiannya yaitu pengelolaan sampah rumah tangga diantaranya pada tahap pengumpulan sampah banyak dibuang sembarangan sebesar 68 %, tidak dilakukan pemilahan sampah sebesar 93 %, tidak dilakukan pengangkutan sampah sebesar 100 %, dan pada tahap pemprosesan akhir sampah diproses dengan pembakaran sebesar 100 %. Pada peta sanitasi bahwa penyediaan air bersih menggunakan sumur gali sebesar 93 %, penanganan limbah cair menggunakan drainase sebesar 100 %, penanganan limbah tinja menggunakan jamban sebesar 100%. Saran dari penelitian ini yaitu agar pengelolaan sampah dapat dilakukan dengan baik maka pada pengumpulan dan pemilahan sampah disetiap rumah warga perlu tersedianya bak sampah dan supaya pengangkutan bisa terlaksana maka perlu disediakan tempat pembuangan sementara sampah serta pada pemprosesan akhir perlu dilakukan pengolahan sampah organik menjadi kompos dan mendaur ulang sampah an organik.
Sosialisasi dan Edukasi Pembuatan Pewarna Alami Dedaunan Sebagai Pewarna Kain Tenun Sesek Pada Kelompok Pengrajin Tenun Kembang Sukses Desa Kembang Kerang Daya Kecamatan Aikmel Lombok Timur Majdi, Muhamad; Widiati, Bidarita; Melinda, Tina; Pramana, Dandi; Pribadi, Ryan Satria
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13036

Abstract

In the process of producing sesek woven fabric, many weavers in Kembang Kerang Daya Village still use synthetic (chemical) dyes that can have negative impacts on both environmental and human health. The purpose of this activity is to provide education and socialization to the Kembang Sukses weaving group regarding the production of natural dyes from leaves to help maintain environmental health. The educational and socialization activities were carried out over three days using lecture, discussion, and practical methods. A total of 19 participants from the Kembang Sukses weaving group took part in this activity. The results of this activity showed a significant change in the knowledge level of the Kembang Sukses weavers after receiving education and socialization. This was demonstrated by an increase in the category of products using natural dyes from 0% to 60%, a decrease in the use of synthetic dyes from 100% to 50%, an increase in knowledge about the environmental impacts of synthetic dyes by 20% (from 50% to 70%), and an improvement in the weavers’ ability to produce natural dyes up to 80%. Keywords: syntethetic, natural-dyes-from-leaves, environmental-health
Edukasi Manfaat Air Hidrogen (Hydrogen Rich Water) Sebagai Pelarut Tubuh di Perumahan BHP Labuapi Lombok Barat Nusa Tenggara Barat Adriyan Suhada; Bidarita Widiati; Hollysa Andini
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup di bumi. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa yang lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Kehilangan air sebesar 15% dari berat badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Hydrogen Rich Water merupakan salah satu jenis air hasil olahan teknologi mesin elektrolisis. Dari proses elektrolisis tersebut dihasilkan hidrogen bebas (H2) dalam jumlah yang banyak. Hidrogen ini merupakan antioksidan terkecil dimuka bumi, yang tentunya berperan dalam pencegahan bahkan penyembuhan berbagai penyakit. Oleh karena pentingnya manfaat air dalam tubuh dan besarnya manfaat Hidrogen bebas bagi tubuh, maka penulis melakukan edukasi kepada masyarakat luas tentang manfaat air hidrogen bagi tubuh. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terbentuknya masyarakat yang faham tentang pentingnya air bagi tubuh, dan adanya transformasi pengetahuan masyarakat terkait dengan jenis air yang baik untuk konsumsi sehari-hari.
Edukasi Manfaat Air Hidrogen (Hydrogen Rich Water) Sebagai Pelarut Tubuh di Desa Bujak Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat Adriyan Suhada; Bidarita Widiati; Hollysa Andini
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Abdinesia: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan senyawa kimia yang sangat penting untuk kehidupan makhluk hidup di bumi. Fungsi air bagi kehidupan tidak dapat digantikan oleh senyawa yang lain. Penggunaan air yang utama dan sangat vital bagi kehidupan adalah sebagai air minum. Kehilangan air sebesar 15% dariberat badan dapat mengakibatkan kematian yang diakibatkan oleh dehidrasi. Hydrogen Rich Water merupakan salah satu jenis air hasil olahan teknologi mesin elektrolisis. Dari proses elektrolisis tersebut dihasilkan hidrogen bebas (H2) dalam jumlah yang banyak. Hidrogen ini merupakan antioksidan terkecil dimuka bumi, yang tentunya berperan dalam pencegahan bahkan penyembuhan berbagai penyakit. Oleh karena pentingnya manfaat air dalam tubuh dan besarnya manfaat Hidrogen bebas bagi tubuh, maka penulis melakukan edukasi kepada masyarakat luas tentang manfaat air hidrogen bagi tubuh. Hasil akhir dari kegiatan ini adalah terbentuknya masyarakat yang faham tentang pentingnya air bagi tubuh, dan adanya transformasi pengetahuan masyarakat terkait dengan jenis air yang baik untuk konsumsi sehari-hari.
Edukasi Pada Siswa SDN 1 Darmaji Untuk Menciptakan Lingkungan Yang Sehat Dengan Membuang Sampah Pada Tempatnya Melinda, Tina; Widiati, Bidarita; Majdi, Muhamad; Pribadi, Ryan Satria; Akmal, Muhamad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4304

Abstract

Edukasi sejak dini tentang membuang sampah pada tempatnya dapat mengajarkan anak-anak tentang pentingnya menjaga lingkungan. Anak-anak dengan usia sekolah Dasar merupakan usia krusial yang menentukan perilaku dan sikap anak diusia lanjut. Permasalahan sampah merupakan isu global yang mempengaruhi kehidupan manusia  dari berbagai aspek baik aspek kesehatan, sosial maupun lingkungan. Lingkungan Sekolah yang sehat mendukung proses tumbuh kembang serta belajar siswa menjadi lebih baik dan kondusif. Tujuan Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada Siswa SDN 1 Darmaji agar dapat membuang sampah pada tempatnya demi mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah  Metode Langsung dimana tim pengadbian masyarakat memberikan materi tentang Pengelolaan sampah yang disampaikan dengan ppt yang menarik minat siswa sekolah dasar. Pada saat penyamapaian materi siswa terlihat sangat antusias dan aktif bertanya.Diharapkan dengan adanya edukasi ini dapat merubah perilaku siswa dari yang tadinya masih melakukan perilaku buang sampah sembarang menjadi membuang sampah pada tempatnya.
Pemerolehan Bahasa Indonesia pada Anak Balita di Lingkungan Polak Penyayang Sebagai Tolak Ukur Tingkat Pendidikan dan Perekonomian Orang Tua ANDINI, HOLLYSA; widiati, bidarita
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i2.1160

Abstract

Pemerolehan bahasa Indonesia pada anak tergantung pada bagaimana orang tua mengajarkannya dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana anak balita usia 3-5 tahun di Lingkungan Polak Penyayang Kelurahan Gerunung menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi yang dikaitkan dengan tingkat pendidikan dan perekonomian orang tua mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dalam tataran fonologi anak usia 3 tahun sudah mampu mengucapkan vokal a, i, u, e, o dengan jelas, hanya saja masih mengucapkannya dalam bentuk suku kata dan banyak terjadi perubahan fonem. Sedangkan pada usia 4 dan 5 tahun anak sudah lebih mampu memproduksi kata, frasa dan kalimat dengan benar. Pada tataran morfologi anak usia 3 tahun sudah mampu membentuk kata dasar, sedangkan pada usia 4 dan 5 tahun mampu memproduksi kata dalam bentuk frasa dan klausa tetapi sering terjadi penghilangan suku kata serta adanya pengulangan dalam pengucapan. Adapun pada tataran sintaksis, anak usia 3 tahun belum mampu membuat kalimat lengkap, anak usia 4 tahun mampu membuat klausa/kalimat sederhana, dan anak usia 5 tahun sudah mampu membentuk kalimat lengkap dengan unsur S-P-O-K walaupun sering tidak sesuai urutan. Adapun kaitannya dengan latar belakang orang tua dapat dikatakan bahwa tingkat pemerolehan Bahasa Indonesia anak sangat rendah dikarenakan orang tua orang tua mereka memiliki latar belakang sebagai pedagang di lingkungan pasar dan ibu rumah tangga dengan lulusan SMA/Sederajat ke bawah yang tidak terbiasa menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi