ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi terkini dan distribusi guru serta memproyeksikan kebutuhan guru di sekolah Menengah Atas Negeri (SMA) di Kota Banjarmasin untuk periode 2026-2030. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada meningkatnya jumlah penduduk berusia 16-18 tahun, yang belum didukung secara optimal oleh kapasitas layanan pendidikan, sebagaimana dari terbatasnya jumlah kelas, kebutuhan sekolah tambahan, serta ketidakseimbangan distribusi guru di berbagai mata pelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Data sekunder diperoleh dari Dapodik, EMIS, dan Disdukcapil Kota Banjarmasin serta Badan Pusat Statistik Kota Banjarmasin. Teknik analisis data meliputi analisis kapasitas layanan pendidikan, perhitungan Angka Partisipasi Kasar (APK), proyeksi jumlah penduduk dan siswa, analisis kebutuhan rombongan belajar dan sekolah berdasarkan rasio ideal, serta analisis kebutuhan guru dengan mempertimbangkan beban mengajar dan data pensiun guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah penduduk usia 16-18 tahun mengalami peningkatan dari tahun 2019 hingga 2025 dengan rata-rata laju pertumbuhan sebesar 1,54%. APK juga mengalami peningkatan hingga 90,97% pada tahun 2025, namun tingkat keterlayanan pendidikan justru menunjukkan penurunan dari 83,9% menjadi 82,9%. Kondisi eksisting menunjukkan adanya kesenjangan rombongan belajar dan kebutuhan sekolah yang semakin meningkat setiap tahun. Selain itu, distribusi guru pada SMA Negeri di Kota Banjarmasin belum merata antar mata pelajaran, sehingga terdapat mata pelajaran yang mengalami kekurangan guru meskipun secara total jumlah guru relatif mencukupi. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan guru akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah peserta didik dan adanya guru yang memasuki masa pensiun pada periode 2026-2030. Dengan demikian, diperlukan perencanaan kebutuhan guru yang berbasis data proyeksi untuk mewujudkan pemerataan distribusi guru serta keseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan tenaga pendidik.