Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI CENGKEH TERHADAP PENDAPATAN TOTAL KELUARGA PETANI DI DESA LOMBOK KACAMATAN TINOMBO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Alawiah, Lia; Christoporus, Christoporus; Safitri, Dian
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 4 No 3 (2025): November
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v4i3.2791

Abstract

Usahatani Cengkeh dianggap mampu memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemasukan dalam keluarga namun akibat fluktuasi harga cengkeh yang awalnya Rp. 110.000 /kg mengalami penurunan harga hingga Rp. 80.000/kg pada saat musim panen tiba mempengruhi kesejahteraan dan pendapatan keluarga petani. Tujuan Riset untuk mengetahui usahatani cengkeh, produk pengembangan yang sangat penting. cengkeh di Desa Lombok Kecamatan Tinombo. Responden yang terlibat dalam riset diperoleh melalui pengambilan sampel acak sederhana, dengan minimum sampel yang ditetapkan sebanyak 32 individu. Evaluasi data riset ini menggunakan evaluasi pendapatan usahatani cengkeh, evaluasi Pendapatan total petani keluarga dan cengkeh usahatani. Temuan riset menunjuk kan bahwa rata-rata pendapatan petani cengkeh di Desa Lombok adalah sebesar Rp 23.768.911. rata-rata total pendapatan rumah tangga petani cengkeh di Desa Lombok sebesar Rp 44.567.349. Jadi, rata-rata pendapatan petani tergolong signifikan 54% dengan pendapatan yang tinggi pada total keluarga petani.
ANALISIS PENENTUAN KOMODITI BASIS SUBSEKTOR TANAMAN HORTIKULTURA SEMUSIM DI KABUPATEN MOROWALI UTARA Kurniawan, Agung; Christoporus, Christoporus; Nurmedika, Nurmedika
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 5 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i5.2777

Abstract

Tanaman hortikultura semusim khususnya tanaman sayuran dan buah-buahan merupakan salah satu subsektor pertanian yang turut mendukung terbentuknya Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Morowali Utara walaupun jumlah produksinya tiap tahun mengalami fluktuasi pada tahun 2016 sektor pertanian,kehutanan dan perikana memjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Morowali Utara yaitu sebesar 36,79% akan tetapi pada tahun 2020 sektor yang menjadi penyumbang terbesar adalah Pertambangan dan Penggalian yaitu sebesar 36,41%. Sehingga pengembangan sektor pertanian terkhusus sub sektor tanaman hortikultura perlu di tingkatkan lagi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis komoditi tanaman hortikultura semusim yang menjadi basis dan non basis serta menganalisis perubahan peranan yang terjadi pada komoditi tanaman hortikultura semusim dimasa yang akan datang di Kabupaten Morowali Utara.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO DI DESA SAUSU TAMBU KECAMATAN SAUSU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Senduk, Rivaldo Refol; Christoporus, Christoporus; A. Laihi, Moh Alfit
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i6.2818

Abstract

Sistem tanam jajar legowo merupakan cara tanam padi sawah dengan pola beberapa barisan tanaman yang diselingi satu barisan kosong. Adanya sistem tanam jajar legowo, produktifitas padi dapat meningkat dengan cara meningkatkan jumlah populasi tanaman dengan pengaturan jarak tanam. Selain itu sistem tanam jajar legowo mengatur tanaman dengan menempatkan semua baris tanaman berada di pinggir barisan, sehingga tanaman memperoleh cahaya matahari dan sirkulasi udara lebih baik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Pendapatan Usahatani Padi Sawah Sistem Tanam Jajar Legowo di Desa Sausu Tambu Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong. Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penerimaan petani padi sawah di Desa Sausu Tambu sebesar Rp.36.989.500/1.74Ha atau Rp.21.258.333,33/Ha dan rata-rata total biaya sebesar Rp. 15.363.340,83/1,74Ha atau Rp.8.829.506,22/Ha. Setelah rata-rata total penerimaan dikurangi dengan rata-rata total biaya maka rata-rata pendapatan yang diperoleh responden petani padi sawah dalam satu kali musim tanam di Desa Sausu Tambu Kecamtan Sausu Kabupaten Parigi Moutong sebesar Rp.21.626.159,17/1,74Ha atau Rp.12.428.827,11/ Ha.
A Study on Mapping the Potential of Rice Production in Banggai Regency Rumangkang, Olivia Esther Caroline; Effendy, Effendy; Antara, Made; Rauf, Rustam Abd.; Christoporus, Christoporus
AGROLAND The Agricultural Sciences Journal (e-Journal) Vol 12 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agroland.v12i2.2715

Abstract

The background of this research is the need to improve regional food security amidst conditions where land degradation, land use changes, and reduced labor can disrupt the proper exploitation of agricultural resources. This study aims to analyze the potential of rice as a food crop in Banggai Regency, Central Sulawesi, which is focusing on the harvested area, production, productivity, and production base by sub-district. Research data were collected from the Central Statistics Agency (BPS, 2024) and the Food Crops, Horticulture, and Plantation Service of Banggai Regency. The analytical approach uses descriptive statistics to describe the harvested area, production, and productivity of rice, and the Location Quotient (LQ) to determine the main production base. The results of this study indicate that West Toili District has the largest harvested area (12,035 hectares), followed by Toili (11,605 hectares) and Moilong (5,038 hectares). Toili is the largest rice-producing district (67,309 tons) with an average productivity of 5.80 tons/ha. Toili, West Toili, Moilong, and Masama are the main rice production bases with LQ values ​​> 1.00, with other sub-districts contributing to lower distribution. Less productive sub-districts need to improve cultivation technology and irrigation networks, thereby providing production facilities. Mapping can be used as a strategic reference for local governments in developing agricultural policies to achieve sustainable food security.