Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Uji Kandungan Rhodamin B Pada Sediaan Masker Wajah Di Kota X Menggunakan Metode Kromatografi Lapis Tipis Miranti, Maria Rosana; Anisyah, Luluk; Ani Riani Hasana
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (2) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(2).13

Abstract

Masker wajah merupakan salah satu jenis produk perawatan kecantikan. Masker wajah digunakan untuk membersihkan dan mencerahkan kulit. Rhodamin B merupakan salah satu zat warna yang digunakan sebagai pewarna tekstil. Rhodamin B termasuk bahan kimia berbahaya yang penggunaannya sering disalahgunakan terutama pada produk kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan Rhodamin B pada sediaan masker wajah yang beredar di salah satu toko yang ada di kota X. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis kandungan Rhodamin B pada sediaan masker wajah dilakukan dengan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) menggunakan silica gel GF 254 dengan N-butanol : etil asetat : ammonia dengan perbandingan (55:20:25) sebagai eluen. Hasil penelitian menunjukkan nilai Rf Sampel A2 memiliki rata-rata sebesar 0,72 dibandingkan dengan nilai Rf Rhodamin B1 yang memiliki rata-rata 0,71 sehingga memiliki selisih nilai Rf <0,2 sedangkan sampel B dan C tetap berada pada titik penotolan. Meskipun demikian, sampel A, B, C apabila dilihat secara visual tidak terlihat adanya noda, apabila dilihat menggunakan sinar UV 254 tidak menunjukkan adanya fluorsensi warna kuning. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan sampel A,B, dan C tidak mengandung Rhodamin B.
Pemberdayaan Lansia dalam Pemanfaatan Kombinasi Madu dengan Bahan Herbal sebagai Masker Ketiak di RW 5 Kelurahan Arjowinangun Kota Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto; Nuraini, Ika; Yolanda, Yolanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19040

Abstract

ABSTRAK   Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Lansia Dalam Pengelolaan Dan Pemanfaatan Kombinasi Madu Dengan Bahan Herbal Sebagai Masker Ketiak Di RW 5 Kelurahan Arjowinangun Kota Malang” diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa pada Kesehatan kulit terutama terkait bau badan yang kurang sedap , terutama didaerah ketiak, serta disisi lain masih kurangnya pengetahuan pendidikan terkait kesehatan kulit yang berhubungan dengan bau badan. Permasalahan lain yang dihadapi adalah kurangnya pengetahuan pendidikan terkait kandungan dan khasiat atau kegunaan dari zat yang terkandung dalam sediaan masker ketiak. Kegiatan pemberdayaan tim lansia sejumlah 15 orang ini di RW 5 Kelurahan Arjowinangun ini diawali dengan pemberian pengetahuan pendidikan terkait kesehatan kulit, kandungan dan khasiat dari zat yang terkandung dalam sediaan masker serta pemberian pelatihan keterampilan terkait formula dan cara pembuatan masker ketiak. Bentuk kegiatan meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan masker ketiak; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan bahan dasar kombinasi madu dan bahan herbal Sebagai masker ketiak yang aman bagi kesehatan kulit. Capaian Luaran adalah Publikasi Pada Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (JKPKM) (SINTA 4), serta HKI Modul cara pembuatan Masker Ketiak. Haisl evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 62,50% (Baik) ; sedangkan evaluasi keterampilan sebesar 3,48 (kategori Terampil). Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta evaluasi keterampilan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Daun Sirih hijau, Buah Bengkoang, Madu, Bunga Telang, Masker Ketiak  ABSTRACT The Community Partnership Program Activity "Empowering the Elderly in the Management and Utilization of a Combination of Honey with Herbal Ingredients as an Underarm Mask in RW 5, Arjowinangun Village, Malang City" began with an initial assessment of the situation in the field. The initial assessment found that the problem was skin health, especially related to unpleasant body odor, especially in the armpit area, and on the other hand, there was still a lack of educational knowledge related to skin health related to body odor. Another problem faced was the lack of educational knowledge related to the content and efficacy or use of substances contained in the underarm mask preparation. The empowerment activity of the 15-person elderly team in RW 5, Arjowinangun Village began with providing educational knowledge related to skin health, the content and efficacy of substances contained in the mask preparation and providing skills training related to the formula and how to make an underarm mask. The form of activity includes 3 activities, including: Preparation stage: conducting an approach, preparing materials and tools used to make the underarm mask preparation; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of basic ingredients of a combination of honey and herbal ingredients as an underarm mask that is safe for skin health. Output Achievements are Publication in the Journal of Creativity in Community Service (JKPKM) (SINTA 4), as well as HKI Module on how to make an Underarm Mask. The evaluation results for increasing knowledge were 62.50% (Good); while the evaluation of skills was 3.48 (Skilled category). The conclusion is that the goal of increasing knowledge and evaluating skills in PkM activities has been achieved well. Keywords: Green Betel Leaves, Bengkoang Fruit, Honey, Butterfly Pea Flowers, Underarm Mask
Pemberdayaan Caregiver Terkait Pengobatan Penyakit Cacingan pada Lansia di LKS LU Panti Pangesti Malang Sugiyanto, Sugiyanto; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Anisyah, Luluk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21860

Abstract

ABSTRAK Penyakit  kecacingan  merupakan  penyakit  menular  yang  masih  menjadi  masalah  kesehatan  masyarakat  di  Indonesia  karena tersebar  di  sebagian  besar  wilayah  Indonesia.  Kecacingan  dapat  menimbulkan  masalah  kesehatan,  gizi,  kecerdasan,  dan  produktivitas. World Health Organization (WHO) menyatakan pada tahun 2018 secara global, angka kejadian infeksi kecacingan ialah 24% atau lebih dari 1,5 miliar penduduk dunia. Menurut Kemenkes RI pada tahun 2017, 2,5% - 62% masyarakat di Indonesia terinfeksi dengan cacing. Khusus pada orang lanjut usia, obat cacingan dibutuhkan sebagai pengobatan sekaligus pencegahan komplikasi. Umumnya, gejala cacingan yang dialami oleh orang lanjut usia hampir sama dengan gejala yang dialami oleh anak-anak. Maka dalam pengabdian ini yang menjadi sasaran kegiatan ini adalah caregiver di LKS-LU Pangesti Lawang, diharapkan caregiver mampu meningkatkan pengetahuan dan pendampingan para lansia dalam melakukan pencegahan kecacingan dan terkait dengan pengobatan serta identitifikasi penyakit cacingan pada lansia, diharapkan dengan pemberian edukasi mengenai penyakit kecacingan dapat meningkatkan pengetahuan dan pendampingan kepada lansia, sehingga kesehatan lansia dapat terjaga dengan baik. Metode kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, pada tahap pertama dilakukan kegiatan pendekatan terhadap caregiver. Luaran Pkm antara lain laporan PkM, Jurnal JKPKM (Malahayati) dan Poster. Hasil evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 62,96 % (Baik) dengan nilai Pre-test = 54,0 dan Post-test = 88,0. Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM terkait pengobatan penyakit cacingan pada lansia di LKS LU Panti Pangesti Malang telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Caregiver, Edukasi, Penyakit Cacingan dan Pengobatannya  ABSTRACT Worm infestation is a contagious disease that remains a public health problem in Indonesia because it is widespread across most of Indonesia. Worm infestation can cause health, nutrition, intelligence, and productivity problems. The World Health Organization (WHO) stated that in 2018, the global incidence of worm infection was 24%, or more than 1.5 billion people worldwide. According to the Indonesian Ministry of Health in 2017, 2.5% - 62% of the population in Indonesia were infected with worms. Especially for the elderly, deworming medication is needed as a treatment and prevention of complications. Generally, the symptoms of worms experienced by the elderly are almost the same as the symptoms experienced by children. Therefore, in this community service, the target of this activity is caregivers at LKS-LU Pangesti Lawang. It is hoped that caregivers can increase their knowledge and assistance in preventing worm infestation and related to the treatment and identification of worm infestation in the elderly. It is hoped that by providing education about worm infestation, knowledge and assistance to the elderly will increase, so that their health can be well maintained. The community service activities carried out included an initial approach to caregivers. The outcomes of the community service activities included a community service report, a JKPKM journal (Malahayati), and a poster. The evaluation results showed a 62.96% increase in knowledge (Good), with a pre-test score of 54.0 and a post-test score of 88.0. The conclusion is that the goal of increasing knowledge through community service activities related to the treatment of worm infections in the elderly at the Panti Pangesti Community Health Center (LKS LU) in Malang has been achieved. Keywords: Caregiver, Education, Worm Infections and Their Treatment
Pemberdayaan Caregiver dalam Pencegahan Penyakit pada Lansia dengan Personal Hygiene sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan di LKS-LU Pangesti Lawang Anisyah, Luluk; Sipollo, Berliany Venny; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i9.21861

Abstract

ABSTRAK   Personal hygiene merupakan suatu tindakan merawat diri sendiri, dimana lansia seringkali mengalami penurunan fungsi tubuh, kondisi fisik dan mobilitas. Akibatnya mereka kurang mampu menjaga personal hygiene, sehingga berdampak pada kualitas hidup lansia. Salah satu penyakit yang bisa terjadi pada lansia selain penyakit kulit adalah penyakit kecacingan, hal itu disebabkan karena kurang mampunya dalam menjaga personal hygiene. Faktor yang erat kaitannya dengan infeksi kulit maupun kecacingan pada lansia erat hubungannya dengan personal hygiene. Prevalensi kecacingan di Indonesia sendiri bervariasi antara 2,5% - 62% dan dapat terjadi pada semua usia di Indonesia berkisar antara 40% - 60%. Infeksi kecacingan dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan penyerapan nutrisi yang berakibat terganggunya kesehatan pada lansia. Sasaran kegiatan ini adalah caregiver sejumlah 14 di LKS-LU Pangesti. Tujuan kegiatan Pengabdian adalah diharapkan caregiver mampu meningkatkan pengetahuan dan pendampingan para lansia dalam melakukan personal hygiene, sehingga dapat mencegah terjadinya penyakit kulit maupun kecacingan pada lansia dan kesehatan lansia dapat terjaga dengan baik. Menurut pemerintah untuk dapat memutus mata rantai penyakit infeksi pada kulit maupun kecacingan  di kalangan masyarakat terutama lansia salah satunya adalah dapat dilakukan dengan memberikan informasi pengetahuan terkait personal hygiene. Metode kegiatan pengabdian yang telah dilakukan, pada tahap pertama dilakukan kegiatan pendekatan terhadap caregiver.  Hasil evaluasi untuk peningkatan pengetahuan sebesar 61,67% (Baik) dengan nilai Pre-test = 60,0 dan Post-test = 97,0. Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik. Kata Kunci: Caregiver, Kulit, Kecacingan, Lansia, Personal Hygiene  ABSTRACT Personal hygiene is a self-care practice, where the elderly often experience a decline in body function, physical condition, and mobility. As a result, they are less able to maintain personal hygiene, which impacts the elderly's quality of life. One disease that can occur in the elderly besides skin diseases is worm disease, this is caused by the inability to maintain personal hygiene. Factors closely related to skin infections and worms in the elderly are closely related to personal hygiene. The prevalence of worms in Indonesia itself varies between 2.5% - 62% and can occur at all ages in Indonesia ranging from 40% - 60%. Worm infections can cause digestive disorders and nutrient absorption resulting in impaired health in the elderly. The target of this activity is 14 caregivers at LKS-LU Pangesti. The purpose of the Community Service activity is expected to be able to caregivers to increase knowledge and support the elderly in maintaining personal hygiene, so that they can prevent skin diseases and worms in the elderly and can maintain their health well. According to the government, one way to break the chain of infectious diseases of the skin and worms among the community, especially the elderly, is by providing information and knowledge related to personal hygiene. The method of community service activities that have been carried out, in the first stage, an approach was carried out with caregivers. The evaluation results for increased knowledge were 61.67% (Good) with a Pre-test value of 60.0 and Post-test value of 97.0. The conclusion is that the goal of increasing knowledge in Community Service activities has been achieved well. Keywords: Caregiver, Skin, Worm Infestation, Elderly, Personal Hygiene
Formulasi dan Uji Sifat Fisik Serta Aktivitas Antibakteri Sabun Mandi Cair Dari Eco-Enzim Berbahan Dasar Limbah Jahe terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto; V, Yushinta Elsa
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.21564

Abstract

ABSTRACT In line with the trend of returning to health with herbal-based treatments, it will also be in line with the increase in the volume of waste from herbal raw materials. One of them is the increase in ginger waste that is no longer used and has not been utilized, where the waste can be processed into eco-enzymes that can be beneficial for health. Eco-enzymes are made from liquid ginger waste produced from a fermentation process using brown sugar as a substrate. This research aims to analyze the physical properties of liquid bath soap formulas containing eco-enzymes with different concentrations so that later a liquid bath soap formula containing eco-enzymes with optimal concentration levels will be obtained. The purpose of the study was to determine the physical properties of the preparation formula and to determine the antibacterial activity of liquid bath soap containing eco-enzymes based on ginger waste against Staphylococcus aureus. This research method is a laboratory experiment and consists of liquid bath soap formulas with concentrations of 0.1% and 1% eco-enzymes. The results of the quality test of liquid soap from eco-enzymes based on ginger waste that meet the requirements according to the standards set by SNI are organoleptic tests, foam height tests, and homogeneity tests. The conclusion is that the liquid bath soap preparation made from eco-enzyme based on ginger waste can be formulated into liquid soap with concentrations of 0.1% and 1%. The results of the antibacterial activity test of the eco-enzyme liquid soap obtained can inhibit Staphylococcus aureus bacteria, namely at concentrations of 0.1%, 1%, and 2%, it falls into the strong inhibition zone category.  Keywords: Eco-Enzyme, Ginger, Liquid Bath Soap  ABSTRAK Sejalan dengan tren untuk Kembali menjadi sehat dengan adanya pengobatan berbahan dasar herbal, maka akan sejalan juga dengan terjadinya peningkatan volume limbah bahan dasar dari herbal tersebut. Salah satunya adalah peningkatan limbah jahe yang sudah tidak digunakan lagi dan belum dimanfaatkan, dimana limbah tersebut dapat di olah menjadi eco-enzim yang dapat bermanfaat bagi kesehatan. Eco-enzim berbahan dasar limbah jahe berbentuk cair yang dihasilkan dari proses fermentasi dengan menggunakan substrat gula merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa sifat fisik dari Formula sediaan sabun mandi cair yang mengandung eco-enzim dengan konsentrasi yang berbeda sehingga nantinya akan didapatkan formula sabun mandi cair yang mengandung eco-enzim dengan kadar konsentrasi yang optimal. Tujuan Penelitian untuk mengetahui sifat fisik dari Formula sediaan serta untuk mengetahui aktivitas antibakteri sabun mandi cair yang mengandung eco-enzim berbahan dasar limbah jahe terhadap Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini bersifat eksperimen laboratorium dan terdiri dari formula sabun mandi cair   dengan konsentrasi 0,1% dan 1% eco-enzim. Hasil pengujian mutu sabun cair dari eco-enzim berbahan dasar dari  limbah jahe yang memenuhi persyaratan sesuai dengan standar yang ditetapkan SNI ialah uji organoleptis, uji tinggi busa, dan uji homogenitas. Kesimpulan bahwa Sediaan sabun mandi cair dari eco-enzim berbahan dasar dari  limbah jahe dapat diformulasikan menjadi sabun cair dengan konsentrasi 0,1% dan 1%,. Hasil uji aktivitas antibakteri sabun cair eco-enzim yang diperoleh dapat menghambat bakteri Staphylococcus aureus, yakni dengan konsentrasi 0,1%, 1%, dan 2% masuk dalam kategori zona hambat yang kuat. Kata Kunci: Eco-Enzim, Jahe, Sabun Mandi Cair
Pemberdayaan Masyarakat Pendamping Lansia Dalam Edukasi dan Pembuatan Masker Wajah Antiaging di Masa Pandemi Covid-19 Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Oktober 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v1i2.321

Abstract

Meningkatnya angka harapan hidup dapat menyebabkan populasi usia lebih dari 60 tahun akan meningkat pada tahun 2050, sehingga hal ini akan menyebabkan masalah kesehatan salah satunya adalah penuaan dini pada kulit. Tujuan dalam pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membuat masker dan cara penggunaannya, meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat antiaging pada kulit. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan pada grup pendamping lansia, dan menyiapkan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan masker antiaging; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan terkait manfaat, cara penggunaan masker antiaging, dan penyebaran video pembuatan masker ke grup pendamping lansia; Tahap evaluasi dilakukan terhadap apresiasi grup pendamping lansia. Hasil dari dilakukannya pengabdian adalah dapat berjalan dengan baik dan lancar sesuai dengan yang telah dijadwalkan oleh tim pengabdian masyarakat STIKes Panti Waluya Malang, hal tersebut sesuai dengan peningkatan jumlah”Like”, diskusi yang aktif dari peserta.
Pemberdayaan Tim Sukarelawan dalam Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Jahe sebagai Eco-Enzyme dan dimanfaatkan untuk Desinfektan yang Aman bagi Lansia di RW 02 Dusun Pandansari Krajan Desa Pandansari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang Anisyah, Luluk; K, Evanda Ratna Thalia; V, Yushinta Elsa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15711

Abstract

ABSTRAK   Volume limbah yang berasal dari masyarakat baik dari rumah tangga, home industry maupun industri serta pasar seringkali menimbulkan berbagai pencemaran lingkungan. Pemberian edukasi terkait pengolahan dalam pemanfaatan limbah jahe yang baik akan bermanfaat untuk Kesehatan, sehingga tidak sampai mengganggu Kesehatan di lingkungan tersebut. Pemberian penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit yang diakibatkan limbah jahe dan manfaat limbah jahe sebagai eco enzyme serta pendampingan pelatihan pembuatan desinfektan dari eco enzyme limbah jahe. Pemberian penyuluhan lanjutan dapat berupa pemberian edukasi cara pembuatan suatu sediaan dari limbah jahe dan cara pengolahan limbah jahe sebagai desinfektan yang aman bagi lansia. Pemberdayaan Tim Sukarelawan sejumlah 10 orang   dilakukan secara tatap muka. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada tim sukarelawan meliputi: Tahap persiapan yaitu melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan desinfektan tersebut; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah jahe Sebagai Eco-Enzyme dapat dimanfaatkan untuk Desinfektan yang Aman Bagi Lansia; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap peningkatan tingkat pengetahuan terkait penyakit yang diakibatkan dari penumpukan limbah dan manfaat limbah jahe sebagai eco-enzym, sebesar 63,34%, dimana pada awal (pre-test) nilainya = 50 dan setelah diberikan edukasi pengetahuan (post-test) nilainya = 81,67;  evaluasi ketrampilan dalam pembuatan sediaan desinfektan dari eco-enzim berbahan dasar limbah jahe rata-rata nilainya 92,59% (sangat terampil) telah melakukan sesuai dengan urutan yang tertulis pada ceklist. Kesimpulan untuk peningkatan tingkat pengetahuan terkait penyakit yang diakibatkan dari penumpukan limbah jahe dan manfaat limbah jahe sebagai eco-enzym dan dibuat sebagai sediaan desinfektan yang aman untuk lansia sebesar 63,34% dan evaluasi keterampilannya kepada para anggota PKK sebesar 92,59% (sangat terampil), sehingga dapat dikatakan telah tercapai. Kata Kunci: Limbah, Jahe, Eco-enzym, DesinfektanABSTRACT The volume of waste from the community, both from households, home industries and industries as well as markets often causes various environmental pollution. Providing education related to processing in the utilization of good ginger waste will be beneficial for health, so that it does not interfere with health in the environment. This counseling aims to increase knowledge related to diseases caused by ginger waste and the benefits of ginger waste as an eco enzyme as well as assistance in training in making disinfectants from ginger waste eco enzymes. Further counseling can be in the form of providing education on how to make a preparation from ginger waste and how to process ginger waste as a disinfectant that is safe for the elderly. Empowerment of the Volunteer Team of 10 people is carried out face-to-face. The implementation methods used in community service to the volunteer team include: Preparation stage, namely approaching, preparing materials and tools used to make the disinfectant preparation; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of Ginger Waste as an Eco-Enzyme can be used for a Safe Disinfectant for the Elderly; The evaluation stage was carried out using a Pre-Post Test questionnaire on increasing the level of knowledge related to diseases caused by waste accumulation and the benefits of ginger waste as an eco-enzyme, by 63.34%, where at the beginning (pre-test) the value = 50 and after being given knowledge education (post-test) the value = 81.67; evaluation of skills in making disinfectant preparations from eco-enzymes based on ginger waste, the average value was 92.59% (very skilled) has been carried out according to the sequence written on the checklist. The conclusion for increasing the level of knowledge related to diseases caused by the accumulation of ginger waste and the benefits of ginger waste as an eco-enzyme and made as a safe disinfectant preparation for the elderly was 63.34% and the evaluation of skills to PKK members was 92.59% (very skilled), so it can be said to have been achieved. Keywords: Waste, Ginger, Eco-enzyme, Disinfectant
Pemberdayaan Lansia Penderita Penyakit Hipertensi Serta Hiperkolesterol Melalui Edukasi Pengetahuan Secara Home Care di Malang Raya Anisyah, Luluk; Andika, Venny Kurnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.10922

Abstract

ABSTRAK  Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Malang Raya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit, bahaya, resiko, cara pencegahan dari hipertensi dan hiperkolesterol, meningkatkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dari terapi komplementer jamu tradisional ”x” melalui pemberian edukasi secara home care serta cek kesehatan rutin, agar meminimalisir terjadinya komplikasi pada tubuh sehingga Kesehatan lansia dapat terjaga. Masyarakat lansia pengguna jamu”x” tersebut berjumlah 21 orang. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan hiperkolesterol dan hipertensi yang semakin meningkat. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah harga yang murah,  disamping itu efek samping yang ditimbulkan dianggap lebih sedikit. Bawang putih merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol atau hipolipidemik, serta dapat mengurangi terjadinya pengerasan pada pembuluh darah. Komponen jamu “x” selain bawang putih juga terdapat bahan yang lainnya, dimana manfaatnya adalah sebagai antioksidan dan mempunyai manfaat dapat meminimalisir penyakit degenerative terutama hipertensi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada lansia penderita penyakit hipertensi dan hiperkolesterol meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pemberian edukasi dan cek kesehatan; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan melakukan cek kesehatan; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist Pre-Post Test terhadap meningkatkan pengetahuan terkait penyakit, bahaya, resiko, cara pencegahan dari hipertensi dan hiperkolesterol  serta juga meningkatkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dari terapi komplementer jamu tradisional”x” untuk menjaga agar meminimalisir terjadinya  komplikasi pada tubuh. Hasil pre-test edukasi pengetahuan 63,08% dan post-test edukasi sebesar 88,08%; evaluasi tekanan darah pre sebesar 150,19/88,90 mmHg, sedangkan post nya 138,05/83,33 mmHg; evaluasi kolesterol pre sebesar 192,24 dan post sebesar 179,90. Kesimpulan bahwa untuk peningkatan tingkat pengetahuan kepada lansia dapat tercapai sehingga untuk kadar tekanan darah dan kolesterol dapat tercapai pula. Kata Kunci : Home care, Hiperkolesterol, Hipertensi, JamuABSTRACT The community service carried out in Malang Raya aims to increase knowledge regarding diseases, dangers, risks, how to prevent hypertension and hypercholesterolemia, increase knowledge regarding the benefits, efficacy of traditional herbal "x" complementary therapy through providing home care education and routine health checks , in order to minimize the occurrence of complications in the body so that the health of the elderly can be maintained. There are 21 elderly people who use herbal medicine "x". The use of traditional medicine as part of the treatment of hypercholesterolemia and hypertension is increasing. One of the contributing factors is the low price, besides that the side effects are considered to be less. Garlic is a medicinal plant that can be used to lower cholesterol or hypolipidemic, and can reduce hardening of the arteries. The "x" herbal component apart from garlic also contains other ingredients, which are beneficial as antioxidants and have the benefit of minimizing degenerative diseases, especially hypertension. The implementation method used in community service for elderly people with hypertension and hypercholesterolemia includes 3 activities, including: Preparatory stage: making an approach, preparing materials and tools used for providing education and health checks; Implementation phase: providing health education and conducting health checks; The evaluation phase is carried out by using the Pre-Post Test checklist to increase knowledge regarding diseases, dangers, risks, how to prevent hypertension and hypercholesterolemia and also increase knowledge regarding the benefits, efficacy of traditional herbal "x" complementary therapy to keep minimizing the occurrence of complications in the body . The results of the knowledge education pre-test were 63.08% and the educational post-test were 88.08%; the pre blood pressure evaluation was 150.19/88.90 mmHg, while the post was 138.05/83.33 mmHg; pre cholesterol evaluation of 192.24 and post of 179.90. The conclusion is that increasing the level of knowledge of the elderly can be achieved so that blood pressure and cholesterol levels can also be achieved. Keywords : Home care, Hypercholesterol, Hypertension, Herbal medicine
Pemberdayaan Anggota PKK dalam Pengenalan dan Pembuatan Minuman Teh Kombinasi Bunga Telang, Black Garlic dan Rempah di RW 08 Kelurahan Kauman Kota Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13374

Abstract

ABSTRAK  Hipertensi dan hiperkolesterol merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah serius saat ini. Bahaya hipertensi dan hiperkolesterol yang tidak dapat dikendalikan dapat menimbulkan komplikasi  yang  berbahaya.  Permasalahan  yang  terjadi  pada  masyarakat  adalah  kurangnya  pengetahuan  tentang  pengendalian  penyakit  degeneratif serta  faktor  yang  mempengaruhi  kejadian  hipertensi  dan hiperkolesterol dan  pemanfaatan  bahan  herbal  yang  ada  disekitar untuk meminimalisir kejadian hipertensi dan hiperkolesterol yaitu bawang putih yang dengan cara proses pemanasan pada suhu dan kelembaban yang dikontrol, selama kurang lebih 14 hari. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan hiperkolesterol dan hipertensi yang semakin meningkat. Pemberdayaan anggota PKK RW 08 sejumlah 30 orang   dalam pemanfaatan, pelatihan pembuatan sediaan minuman teh kombinasi bunga telang, black garlic dan rempah serta pemberian edukasi secara tatap muka sehingga imunitas kesehatan dapat terjaga. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar pemberian Pendidikan Kesehatan dan pemberian pelatihan terkait khasiat, manfaat, dan pembuatan formula dari sediaan tersebut dapat tercapai dengan baik, sehingga Kesehatan tubuh dapat terjaga. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada anggota PKK meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan minuman kombinasi tersebut; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan pelatihan terkait manfaat, cara penyajian, cara pembuatan; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner Pre-Post Test terhadap peningkatan tingkat pengetahuan terkait manfaat dan khasiat minuman teh kombinasi bunga telang, black garlic dan rempah, sebesar 33,85%, dimana pada awal 65% dan setelah diberikan edukasi pengetahuan 87% ;  evaluasi ketrampilan dalam pembuatan sediaan rata-rata 87,5% sesuai dengan urutan yang tertulis pada ceklist. Kesimpulan untuk peningkatan tingkat pengetahuan terkait manfaat dan khasiat minuman Kesehatan tersebut sebesar 33,85% dan evaluasi keterampilannya sebesar 87%, sehingga dapat dikatakan telah tercapai. Kata Kunci: Teh, Antioksidan, Rempah, Bunga Telang, Black  Garlic    ABSTRACT Hypertension and hypercholesterolemia are degenerative diseases that are a serious problem today. The dangers of hypertension and hypercholesterolemia that cannot be controlled can cause dangerous complications. The problem that occurs in the community is a lack of knowledge about controlling degenerative diseases as well as factors that influence the incidence of hypertension and hypercholesterolemia and the use of herbal ingredients that are around to minimize the incidence of hypertension and hypercholesterolemia, namely garlic which is heated at a controlled temperature and humidity, as long as it is not enough. more than 14 days. The use of traditional medicine as part of the treatment of hypercholesterolemia and hypertension is increasing. Empowering 30 PKK RW 08 members in the use, training in making tea preparations from a combination of butterfly pea flowers, black garlic and spices as well as providing face-to-face education so that health immunity can be maintained. The aim of this activity is to ensure that health education and training related to the properties, benefits and formulation of these preparations can be achieved well, so that bodily health can be maintained. The implementation method used in community service to PKK members includes 3 activities, including: Preparation stage: taking the approach, preparing the materials and tools used to make the combination drink preparation; Implementation stage: providing health education and training regarding benefits, how to serve, how to make; The evaluation stage was carried out using a Pre-Post Test questionnaire to increase the level of knowledge regarding the benefits and efficacy of drinking tea with a combination of butterfly pea flower, black garlic and spices, amounting to 33.85%, where at the beginning it was 65% and after being given education, knowledge was 87%; Evaluation of skills in making preparations averaged 87.5% according to the order written on the checklist. The conclusion is that the increase in the level of knowledge regarding the benefits and properties of health drinks is 33.85% and the skills evaluation is 87%, so it can be said to have been achieved. Keywords: Tea, Antioxidants, Spices, Butterfly Pea Flower, Black Garlic
Uji Mutu Spesifik dan Non-Spesifik Ekstrak Etanol 70% Daun Beluntas (Pluchea indica (L.) Less) Wibowo, Wibowo; Anisyah, Luluk; Jovancha, Nancy Ratu
Malahayati Nursing Journal Vol 6, No 8 (2024): Volume 6 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v6i8.13173

Abstract

ABSTRACT Pluchea indica leaves in Indonesia are used as a medicine to get rid of body odor, as a fever reducer (antipyretic), to increase appetite, to increase breast milk, and as a cough medicine. This study used a non-experimental design with analytic descriptive method using the ethanol extract of beluntas (Pluchea indica (L.) Less) leaves as subjects. The research was conducted in June 2023 at the Pharmacognosy Laboratory and Integrated Chemistry Laboratory, S1 Pharmacy Study Program, STIKes Panti Waluya Malang to conduct an extract quality test based on standardized extract quality parameters on young and old beluntas leaf simplicia. The materials used in this study were 70% ethanol extract of beluntas (Pluchea indica (L.) Less) leaves. Plant determination was carried out at the UPT Herbal Materia Medika Batu Laboratory. The results of the organolepsis test obtained the bauk has herbal beluntas leaves, bitter and astringent taste, green color in powder form. In the alkaloid test, Bouchardat reagent: produces a blackish brown color (+), Mayer's reagent: produces a clear white color (+), Dragendorf reagent: produces a yellow color (-) Alkaloid test results are positive (+), because from 3 times the reaction produces 2 which showed positive results, the flavonoid test obtained positive results because when 1 ml of concentrated HCl was dropped it produced an orange color, while the saponin test obtained a positive value because the sample produced 1-10 cm high foam after being shaken and allowed to stand. When dripped with 1 drop of HCl 2 N the foam does not disappear. The ethanol soluble compound was 69.17%, the water soluble compound content was 53.46%, the determination of the water content was 17.13%. Keywords: Beluntas leaves, ethanol extract, quality test  ABSTRAK Daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less) di Indonesia digunakan sebagai obat untuk menghilangkan bau badan, sebagai penurun demam (antipiretik), peningkat nafsu makan, memperbanyak ASI, dan obat batuk. Penelitian ini menggunakan desain non eksperimental dengan metode deskriptif analitik dengan menggunakan subyek ekstrak etanol daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less). Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2023 di Laboratorium Farmakognosi dan Laboratorium Kimia Terpadu Prodi S1 Farmasi STIKes Panti Waluya Malang untuk melakukan uji mutu ekstrak berdasarkan parameter standarisasi mutu ekstrak pada simplisia daun muda dan tua  beluntas.  Bahan – bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstrak etanol 70% daun beluntas (Pluchea indica (L.) Less). Determinasi tanaman dilakukan dilakukan di UT Laboratorium Herbal Materia Medika Batu. Hasil penelitian  pengujian organolepsis didapatkan bauk has herbal daun beluntas, rasa pahit dan sepat, warna hijau bentuk serbuk. Pada uji alkaloid didapatkan Pereaksi Bouchardat : menghasilkan warna coklat kehitaman  (+),Pereaksi Mayer  : menghasilkan warna putih bening  (+), Perekasi Dragendrof : menghasilkan warna kuning (-) uji Alkaloid hasilnya Positif (+), karena dari 3 kali reaksi menghasilkan 2 yang menunjukan hasil positif, uji flavonoid didapatkan hasil positip dikarenakan saat diteteskan 1 ml HCl pekat menghasilkan warna jingga, sedangkan pada uji saponin didapatkan nilai positip dikarenakan sampel menghasilkan buih setinggi 1 – 10 cm setelah dikocok dan didiamkan saat ditetesi dengan 1 tetes HCl 2 N buih tidak hilang. Senyawa larut etanol 69,17 %, Kadar senyawa larut dalam air 53,46 %, penetapan kadar air didapatkan hasil 17,13 %. Kata Kunci: Daun Beluntas, Ekstrak Etanol, Uji Mutu